Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post


Temanggung, Harianguru.com - Proses kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Trisula STAINU Temanggung pada kesempatan kali ini didatangi langsung KH. Muhammad Furqon Masyhuri Ketua Tanfidzhiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung, Sabtu (22/9/2018). Pada momen ini, Anang sebagai moderator membacakan curiculum vitae dan juga materi yang akan dibahas yaitu Mabadi' Khoiru Ummah dan mengambil kutipan juga dari kitab Hadratusayaikh Hasyim Asyari yaitu Qonun Asasi.

Dalam penyampaiannya, Kiai Furqon menekankan bahwa konsep mabadi' khoiru ummah harus dijadikan pegangan bagi seluruh kader-kader PMII yang di mana konsep itu terdiri atas beberapa aspek kepemimpinan umat, baik dari segi assidqu maupun ta'awun dan al-amanah, tolong menolong sesama.

Beliau juga memberi sebuah motivasi kepada peserta bahwa mengurusi PMII sama halnya mengurusi NU. “Ngopeni PMII iku podo karo ngopeni Nahdlatul Ulama, karena saya yakin bahwa PMII merupakan bagian dari sayap Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan estafet perjuangan NU,” tegas Gus Furqon tersebut di hadapan puluhan peserta Mapaba.

Pesan beliau yang terakhir mengutip dari ungkapan Hadratusayaikh, yaitu siapa yang mau ngurusi NU maka dia santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah bersama anak cucunya. (HG39/Robin).


Temanggung, Harianguru.com – Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, Jawa Tengah menjadi tuan rumah Sosialisasi Ikatan Mahasiswa Manajemen/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Wilayah Jawa Tengah DIY pada Ahad (16/9/2018).

Bertempat di Aula STAINU Temanggung, acara itu dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Jawa Tengah dan DIY. Di antaranya, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Purwokerto, STAI Pemalang, dan beberapa kampus lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAINU Temanggung Muhammad Ridho Muttaqin. Dalam sambutannya Ridho mengatakan mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam harus menjadi garda terdepan dalam konteks dunia pendidikan. Hal ini sesuai dengan visi misi jurusan tersebut yaitu menjadi tenaga kependidikan, manajerial, dan kepemimpinan yang profesional dan andal.

"Mahasiswa MP, AP, dan MPI juga harus mempersiapkan dirinya dalam persaingan global di era revolusi industri 4.0 dan MEA. Oleh karena itu, jiwa kemandirian, kreativitas, dan entrepreneurship menjadi modal utama untuk mampu bersaing dalam kancah internasional," tandasnya.

Kegiatan Sosialisasi IMMAPSI ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di kampus STAINU Temanggung setelah yang pertama pada 06 November 2016 yang bertujuan untuk memberikan motivasi serta mengenalkan tentang wadah organisasi bagi mahasiswa jurusan MPI. (hg43/hi).


Temanggung, Harianguru.com - Bertempat di lantai 2 kampus STAINU Temanggung, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip mengadakan malam keakraban yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai prodi yang ada di kampus, Sabtu malam (15/9/2018).

Malam keakraban itu, juga di hadiri oleh senior Grip dan juga pembicara pada acara tersebut, yaitu Hamidullah Ibda, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan dan mewajibkan mahasiswa untuk melakukan tiga pilar literasi, yaitu membaca, menulis, dan mengarsipkan.

Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STINU Temanggung, Musyafak, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk merekatkan dan mengakrabkan antar anggota Grip dan anggota magang.

Acara pada malam itu berjalan dengan lancar, dan peserta antusias dalam mengikutinya. Dalam kegiatan tersebut, Kaprodi PGMI mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) harus berbeda dengan mahasiswa yang lain. “Setidaknya harus bisa membuat makalah dengan benar dan baik,” kata dia.

Acara itu berlangsung pada hari Sabtu malam (15/9/2018) yang akan berlangsung sampai minggu pagi (16/9/2018). (HS33/Ari M).


Temanggung, Harianguru.com - Tepat pukul 14.00 WIB, STAINU Temanggung mengadakan Stadium General dengan tema "Penguatan STAINU Temanggung Berwawasan Riset Islam Nusantara dalam Menjawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0" di lantai 3 Aula STAINU Temanggung,  Sabtu (08/09/2018).

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Aziz Hakim, Kepala Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menegaskan banyak hal tentang riset berwawasan Islam Nusantara.

Dalam acara itu, ada beberapa kata kunci yang Aziz katakan. "Ada tiga kata kunci dalam tema ini. Kampus riset, Islam Nusantara dan Revolusi Industri 4.0. Tema ini berat dan minimal kita mulai dari hal-hal kecil," beber Wakil Sekjen PP GP Ansor 2015-2020 tersebut yang didampingi moderator Nashih Muhammad.

Untuk STAINU sendiri, Aziz menegaskan harus dikuatkan pada peran Tri Darma Perguruan Tinggi. "Ada pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini harus terkoneksi dan saling mendukung karena menjadi tiga hal yang tidak bisa dipisahkan," lanjut dia.

Pihaknya juga menegaskan, riset yang berwawasan Islam Nusantara bisa dimulai dengan pola pikir tawazun, moderat sebagai ruh dari Islam Nusantara itu sendiri. "Islam Nusantara itu ya tipe Islam di Indonesia yang tengah-tengah. Tidak mainstream kanan dan kiri. Harus paham tekstual dan kontekstual. Saya merujuk Rais Am PBNU KH. Ma'ruf Amin. Intinya, Islam Nusantara itu pada wilayah fikrah (pemikiran), akidah (keyakinan), amaliyah (amalan), harakah (gerakan)," lanjut dia.

Makanya, kata dia, karena kita di tengah-tengah, harus siap dihantam kelompok dan

Sementara apa bisa STAINU menjawab era Revolusi Industri 4.0? Aziz menegaskan bisa. "Minimal dikuatkan pada penelitiannya. Karena di sini belum ada fakultas atau jurusan eksak, FMIPA. Tapi kemarin sudah ada beberapa dosen sini lolos kluster penelitian Kemenag," lanjut dia.

Di sisi lain, mantan aktivis PB PMII ini juga menjelaskan bahwa ada beberapa tipologi mahasiswa, salah satunya Mahasiswa yang memiliki pengetahuan intelektual dan aktif dalam kegiatan organisasi maupun pengabdian masyarakat. "Dari beberapa tipologi mahasiswa, mahasiswa STAINU Temanggung harus mampu mengembangkan pengetahuan intelektual akademis dan mampu berkontribusi dalam kegiatan organisasi ataupun pengabdian masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya," ujar Muhammad Aziz Hakim yang berdarah Temanggung tersebut.

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa Mahasiswa dan Dosen STAINU Temanggung harus percaya diri (PD)  aatu tidak minder dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
Beliau juga menegaskan salah satu cara kampus riset menjawab tantangan saat ini dengan cara menulis.

"Dengan menulis dosen dan mahasiswa STAINU Temanggung dapat memperkenalkan lembaganya dalam kancah nasional maupun internasional. Seperti yang sudah diikuti beberapa dosen STAINU Temanggung yang mengikuti karya tulis ilmiah nasional, yang hasilnya tak kalah dengan penulis luar dan menyabet juara salah satunya dosen tetap PGMI Hamidulloh Ibda, M. Pd. Beberapa waktu silam," jelasnya semangat.

Dosen dan Mahasiswa STAINU Temanggung juga harus keluar dari zona aman dalam mencari peluang dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Jajaran penjabat, Kaprodi, Sekprodi, dosen dan karyawan serta Mahasiswa STAINU Temanggung.

Di akhir acara, Nashih menyimpulkan bahwa peran STAINU bisa menggalakkan gagasan kampus riset dari hal-hal kecil. "Islam Nusantara harus menjadi landasan dalam riset. Dan STAINU Temanggung harus bisa mengimplementasikannya dalam aspek Tri Darma Perguruan Tinggi," ujar dia. (HG33/Dama/Ibda).

Donny Imam Priambodo

Jakarta, Harianguru.com – Dalam memperingati hari Aksara Internasional Tahun 2018, Donny Imam Priambodo Caleg DPR RI Dapil Jateng III memberikan komentarnya bahwa peringatan hari aksara harus menjadi refleksi bersama dalam merenungi cita-cita bernegara yaitu mercerdaskan kehidupan masyarakatnya.

Menurunya, patut disyukuri dalam memberantas buta huruf, Indonesia mengalami kemajuan. sebagai upaya nyata untuk sampai kepada cita cita bernegara, Sabtu ( 08/09/2018).

“Indonesia hari ini mengalami kemajuan dalam memberantas buta aksara. Capaian tahun 2017 berdasarkan data Badan Pusat Statistika ( BPS ) penduduk yang telah berhasil di beraksarakan mencapai 97,93 persen dan 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa ( Usia 15-59 ) yang belum melek aksara” ujar Donny Imam Priambodo Kepada Media Saat ditemui di Kawasan Mampang Jakarta, Sabtu (8/9/2018)

Peringatan Hari Aksara Internasional dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi kita semua untuk melakukan gerakan budayakan literasi untuk memberantas buta aksara.

Membudayakan literasi menjadi kepentingan bersama untuk dilakukan secara seksama dalam rangka membangun kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam akhir komentarnya Donny Imam Priambodo Caleg DPR RI Dapil Jateng III ingin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengisi peringatan Hari Aksara Internasional dengan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan sehingga mempunyai dampak sosiologis.

“Peringatan Hari Aksara Internasional ini mari kita isi dengan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (hg44/hms).

Sindi Nur Azizah

Temanggung, Harianguru.com – Bagi Sindi Nur Azizah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, awalnya tidak berminat kuliah Prodi tersebut. Namun, setelah masuk, ia merasa tersesat di jalan yang benar karena banyak ilmu dan pengalaman ia temukan.

Ia pun menegaskan, calon guru bahkan guru itu sendiri harus bisa menguasai seni, bai itu tilawah maupun sholawat, begitu pula dengan kesenian yang lain.

“Jujur saja, yang pertama alasan masuk PGMI karena saya menuruti sama bapak ibu. Soalnya, bapak ibu saya ridho kalau saya kuliah di STAINU dan masuk PGMI,” ujar Sindi Nur Azizah kepada Harianguru.com pada Sabtu (8/9/2018).

Justru, kata dia, sekarang malah sudah merasa nyaman. “Sudah punya keinginan yang lebih lagi buat belajar di prodi PGMI,” tegas dia.

Awalnya, ia mengakui tidak tahu apa itu PGMI. Namun setelah Ospek dan melakukan perkuliahan, ia mengaku tersesat di jalan yang benar. “Cuma tak ambil sisi positifnya saja, berharap semoga ridhonya bapak ibuk yang bisa bikin saya sukses,” lanjut dia.

Awalnya, kata dia, memang masih banyak mengeluh setiap pulang dari kampus. “Saya mengeluh gara-gara tugas karena belum terbiasa. Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa beradaptasi yang awalnya kebayang sama tugas, tapi ternyata kalau dijalani ya asik asik saja, ditambah sama teman-teman PGMI juga enak karena pada baik,” beber dia.

Selain menjalani kesibukan kuliah, ia mengaku banyak kegiatan dilakukan. “Kalau malam, kesibukan di pondok, dan kadang kalau pas ada undangan ngisi tilawah atau sholawat dalam acara hajatan, tapi itu ya belum pasti,” lanjut mahasiswi yang juga menimba ilmu di Pesantren Al Mukaromah Walitelon, Temanggung tersebut.

Kalau tilawah, kata dia, ia memang tidak ada grup. “Kesibukan tilawah memang tidak di grup, cuma belajar bareng-bareng di pesantren setiap malam Ahad,” kata dia.

Musiknya, menurut Sindi, adalah berjenis Salafan. “Maksudnya yang musiknya itu memakai ketipung, terbangan, dan bedug, serta yang lain seperti model musik yang dikembangkan Habib Syech,” tukasnya.

Kalau qori, katanya, sebenarnya belum terlalu bisa, karena masih tahap baru belajar. “Saya belum pernah qori di tempat yang jauh-jauh, cuma di daerah sini saja.  Lebih seringnya kalau yang sholawat sama grup di Pringsurat,” ujar mahasiswi asal Beji, Walitelon, Temanggung, Jawa Tengah itu.

Ia mengakui, harus bisa membagi waktu perkuliahan dengan agenda di pondok. Namun, dengan memasuki Prodi PGMI di STAINU Temanggung, ia berharap bisa menjadi calon guru yang baik dan membahagiakan orang tua.

“Harapannya, saya bisa dapat ilmu yang manfaat. Soalnya kalau saya punya ilmu, pasti kesuksesan atau rezeki akan mengikuti. Tapi kalau Allah menghendaki, semoga saya bisa jadi guru MI bisa bagi ilmu ke banyak orang,” pungkas dia. (htm99/dul).

Temanggung, Harianguru.com - Bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, Temanggung TV adalah salah satu media yang sangat dekat dengan mereka, karena banyak tayangan dari TV lokal tersebut yang mengangkat budaya, tradisi dan berita terbaru di Kabupaten Temanggung khususnya.



Pada hari Rabu 9 September 2018 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Temanggung berkesempatan disalah satu aacara Temanggung TV, yang disebut KOPI (Komunitas Pilihan Kita).



Acara tersebut fokus mengulas tentang sebuah komunitas/organisasi tertentu. Acara yang dibagi menjadi 3 segmen tersebut, Segmen pertama membahas bagaimana sejarah berdirinya komunitas/organisasi, dalam hal ini Ibrahim Fahmi Ketua Umum PMII menjelaskan bahwa PMII didirikan karena hasrat kuat para pemuda Nahdliyin yang ingin membuat wadah khususnya untuk Mahasiswa NU, pada tahun 1960 tepatnya 17 April akhirnya PMII resmi berdiri.



Selanjutnya, masuk dalam segmen ke-2, Dian Wahyuningsih pembawa acara menanyakan apa sih kegiatan-kegiatan yang dilakukan PMII?



"Kalau kita berbicara lokalitas Temanggung sendiri, PMII sering mengadakan forum diskusi karena background kita adalah mahasiswa tentunya forum-forum seperti itu sangat penting untuk pengembangan keilmuan para kader PMII," kata Ketua Umum PMII Ibrahim Fahmi.



Mar’atus Sholikhah mantan Ketua KOPRI PC PMII Temanggung juga menambahkan, banyak kegiatan yang bekerjasama dengan Ormas ataupun dinas tertentu, seperti KBPP, Gusdurian, KNPI, dan besok pada tanggal 28 September hingga 1 Oktober kita ada acara Festival Kopi Temanggung yang bekerjasama dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kab. Temanggung,  agenda tahunan yang sudah berjalan untuk ke empat kalinya.



"Setelah itu kita ikut andil dalam kepanitiaan HSN (Hari Santri Nasional) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, itulah gambaran kecil dari kegiatan PMII, karena PMII bergerak dilingkup sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, keagamaan dan keilmuan," ujar dia.



Dian juga menanyakan dalam segmen terakhir, apa saja harapan PMII untuk kedepanya dalam lingkup organisasi ataupun secara umum?



Dalam kesempatan itu, Faizun Rohman Sekretaris Umum PC PMII Temanggung menjawab, bahwa

tahun 2030 kita akan menghadapi masa yang disebut bonus demografi, di mana bangsa ini akan dipimpin oleh generasi muda sekarang atau yang lebih dikenal sebagai generasi milenial.



"Mau tidak mau para kader PMII harus siap untuk era tersebut  karena memang kader PMII dilatih untuk menjadi seorang leader atau pemimpin, dan semoga kita bisa berkiprah dengan baik dalam ikut membangun bangsa ini," ujarnya. (Red-HG44/hi).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget