Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Temanggung, Harianguru.com - Untuk meningkatkan kompetensi Kepala Madrasah khususnya Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kabupaten Temanggung, selama 6 hari mulai tanggal 26 Nopember – 30 Nopember 2019 , Kelompok Kerja Pengawas ( Pokjawas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang, mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Kepala Madrasah, bertempat di MTsN 1 Temanggung.

Kegiatan tersebut diikuti 79 peserta kepala MI, di wilyah binaan Kecamatan Tretep, Wonoboyo, Bejen, Candiroto, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo , Jumo, Bulu, Tlogomulyo dan Kaloran, di antaranya Mahfud,S.Pd.I, Kepala MI An-Nur Sigedong yang juga mengikuti Diklat tersebut.

Selama 6 hari peserta mendapat materi tentang Kompetensi Kepala Madrasah, Kepemimpinan, Tata Persuratan, Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Madrasah, EDM serta Penyusunan RKAM.
Materi disampaikan oleh para Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang.
Saefudin,M.Pd. selaku Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Temanggung dalam sambutan Pembukaan diklat tersebut mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting, guna membekali kepala Madrasah dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan.

Lebih lanjut Saefudin megatakan Keberhasilan proses belajar mengajar membutuhkan peran berbagai pihak, salah satunya Kepala Madrasah, bahkan kepala madrasah berperan penting sebagai pemimpin dalam manajemen madrasah, termasuk mengatur guru dan siswa.

Mahfud, S.Pd.I Kepala MI An-Nur Sigedong mengatakan dengan adanya Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Kab. Temanggung, yang dilaksanakan dari tanggal 26-30 November 2019. "Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan, bagi kami selaku Kepala Madrasah akan berusaha melaksanakan apa yang telah kami dapatkan selama Diklat, namun kiranya untuk dapat melaksanakanya kami selalu mengharapkan dukungan dan support dari berbagai pihak, guna untuk membawa madrasah yang lebih baik, dan terciptanya madrasah hebat bermartabat," katanya.

Miftahul Hadi, MPd Ketua Panitia Diklat dan Ketua Pokjawas Kabupaten Temanggung mengatakan untuk MI an-Nur Sigedong yang relatif masih baru, cari spesifikasi kelebihan sebagai mode/ brending, sesuai dengan potensinya, missal tahfidz. "Kondisikan internal guru dengan baik, walaupun masalah kesejahteraan belum seperti yang diharapkan. Ciptakan image positif di masyarakat. Untuk itu apa yang kemarin diterima pada saat Diklat untuk segera dilaksanakan. Mulai dari analisa EDM sampai dengan RKM/RKT. Terus berusaha, tidak ada kata besok menunda waktu, harus mulai saat ini, mulai dari diri sendiri, jika semua pengelola kompak satu kata satu langkah, maka pasti akan menuai hasil yang tinggi. Selamat berjuang," katanya.

Pada kesempatan lain M. Farokhi, S.Ag selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan TretepWonoboyo mengharapkan kepada Mahfud, S.Pd.I Selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Sigedong harus memiliki kompetensi yang memadai untuk menggerakkan dan mengembangkan semua potensi yang ada di madrasah, kepala Madrasah benar-benar harus meningkat kompetensinya baik kompetensi Kepribadian, Kompetensi manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Supervisi dan kompetensi sosailnya. "Sehingga dapat mewujudkan Madrasah yang Hebat dan madrasah yang bermartabat sesuai harapan masyarakat," pesannya. (Hg44).

Suasana deklarasi
Kebumen, Harianguru.com - Kabupaten Kebumen mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Inklusi. Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz membacakan naskah deklarasi dihadapan ribuan peserta deklarasi.

Hadir dalam Deklarasi Kebumen Inklusi Chief of Field Office UNICEF Arie Rukmantara dan tim UNICEF, Ketua LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah Ratna Andy Irwan dan Jajaran Pengurus, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kebumen, Tokoh Masyarakat, Para Penyandang Difable dan ABK, Serta madrasah dan sekolah inklusi di Kebumen, Jumat, 6 Desember 2019.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasihnya kepada para pihak dan tokoh pemerhati inklusi yang sudah mendorong Kabupaten Kebumen inklusi.

“Saya sampaikan terima kasih kepada LP Ma`arif NU Jateng dan UNICEF yang telah hadir dan membantu menuju Kabupaten Inklusi serta para tokoh pemerhati inklusi," demikian disampaikan Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berharap agar semua OPD dan dinas-dinas harus siap memberikan pelayanan yang inklusif kepada publik. Bahkan semua OPD di Kabupaten Kebumen diharapkan bisa menerima pegawai baik yang honorer maupun PNS yang difable sebagaimana amanat undang-undang.

Chief of Field Office UNICEF Arie Rukmantara menyampaikan apresiasi atas lahirnya perangkat-perangkat pendukung inklusi seperti SK bupati tentang Komite Perlindungan Penyandang Disabikitas, adanya forum komunikasi difable yang pimpin anak muda, kemudian ada 3 Dinas di Kabupaten Kebumen yang yang sudah melangkah membangun fasilitas-fasilitas yang ramah difabel.

Arie Rukmantara juga menyampaikan terima kasih kepada LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah yang selalu progresif ketika ditawarkan inovasi baru dan selalu menyambut karena madrasah inklusi ini menjadi hal baru yang sangar bagus.

“Terima kasih Pak Bupati suatu saat kami ingin hadir dengan penghargaan yang berbeda dengan indikator yang berbeda untuk melihat kemajuan Kebumen. Kami ingin melihat angka partisipasi belajar, angka aksestabilitas penyandang disabilitas ke sekolah naik, angka pertumbuhan ekonomi naik, angka pengangguran yang turun. Ketika itu terjadi nanti kami akan datang pak dan menunjukkan kepada dunia bahwa ada cara bagi kabupten yang katanya punya prestasi dibawah secara ekonomi tetapi bisa naik ke atas. Olahraga Inklusi ini untuk menunjukkan bahwa kita bisa bermain bersama dan berkolaborasi bersama karena lapangan kerja abad 21 adalah lapangan kerja yang tidak mengenal diskriminasi bahkan saat ini sudah ada CEO yang berkebutuhan khusus,” demikian disampaikan Arie.

Sementara Ketua LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah Ratna Andi Irawan, meyampaikan bahwa LP Ma`arif Jawa Tengah merasa ikut terpanggil melihat realitas masyarakat difabel yang kurang mendatkan perhatian dari pemerintah. Menurut Andi sudah dua tahun ini LP Ma`arif NU Jawa Tengah sudah bekerjasama dengan UNICEF melakukan program madrasah inklusi di Jawa Tengah.

“Saat ini sudah ada 17 madarsah Ma`arif yang sudah kami deklarasikan sebagai madrasah Inklusi yang hari ini juga hadir di belakang di stand-tand yang ada. Silahkan nanti bisa dilihat dan bertanya apa saja yang sudah dilakukan dan dipersiapakan menjadi madarsah inklusi," demikian ungkap Andi.

Sebagai informasi, bahwa kegiatan Kebumen inklusi ini diramaikan dengan stad-stand sekolah dan madrasah inklusi. 4 Madrasah LP Ma`arif inklusi mitra UNICEF yang hadir adalah (MTs Ma`arif Karangsambung, MI Ma`arif Kemangguhan, MI Ma`arif Sidumulyo Ambal, MI Ma`arif NU + Jatinegara dan dihasiri satu SDN Suroturunan sebagai mitra LP Ma`arif).

Hadir Juga SDLB Kabupaten Kebumen dalam stand inklusi serta dari Rumah Inklusif Kebumen.

Selain stand dan pameran inklusi salah satu hal menarik lainnya adalah 4 Madrasah Inklusi LP Ma`arif menampilkan permainan futbolnet atau olahraga Inklusi (sport festival inclusion) yaitu bermain kolaborasi antara Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan non ABK dalam berbagi ragam permainan.

"Di sinilah nilai dari inklusi dan pameran hari ini. Kita tunjukkan bahwa pendidikan inklusi yang dikembangkan madrasah Ma`arif ini akan menjadi contoh dalam setiap pembelajaran di Madrasah/sekolah. Kita mengajarkan kebersamaan dan kesamaan dalam hidup tanpa ada batas dan bulliying. Semoga yang hadir dan melihat permainan ini bisa terprovokasi dan membangkitkan semangat inklusif terutama para pendidik,” ujar Fakhruddin Karmani Manager Program Madrasah Inklusi LP Ma`arif NU Jawa Tengah. (Hg77/HI).

Kebumen, TABAYUNA.com - Kementerian Agama RI melalui Kasubdit Kerjasama dan Kelembagaan kementeran Agama RI Dr. Abdullah Faqih, MA., M.Ed, melakukan monitoring program Madrasah inklusi di Kabupaten Kebumen. Dalam Forum FGD yang dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Pengurus LP Ma`arif PWNU Jateng dan PCNU Kebumen, Kepala Madrasah, Komite, Guru Pembimbing Khusus (GPK) ABK, menyampaikan apresiasi dan bangga kepada LP Ma`arif Jateng yang sudah menggerakkan madrasah menjadi inklusif.

“Kami merasa bangga dan senang bisa hadir ditengah-tengah Bapak/Ibu semua. Dan jujur yang menggerakkan saya hadir kesini adalah karena ini tentang inklusif. Masih banyak orang yang menganggap inklusif bukan program yang diunggulkan padahal Ini program yang sangat mulia dan mari kita populerkan ke masyarakatkan agar kita bisa menjamin bahwa pendidikan itu tidak hanya dinikmati oleh orang-orang kaya/kota, dan pendidikan harus dimiliki semua” ujar Faqih pada Sabtu 30 November 2019.

Lebih lanjut Faqih menyampaikan bahwa saaat ini Kementerian Agama RI sedang dalam proses penyelesaian Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang disabiltas/pengelolaan madrasah inklusi. Namun demikian pihaknya memastikan agar layanan Anak Berkebutuhan Khusu (ABK) di madarasah dan juga esejahteraan Guru Pembimbing Khusus (GPK) akan menjadi prioritas perhatian.

“Hasil monitoring ini akan kami jadikan bahan diskusi dengan tim di Jakarta agar kami segera menyelesaikan PMA dan segera mensosialisasikan ke kementerian agama kabupaten agar semua madrasah khsusunya Madrasah Negeri harus inklusif dan tidak boleh menolak anak ABK. Terima kasih kepada LP Ma`arif Jateng yang sudah jauh melangkah tanpa menunggu regulasi/peraturan dari Kemenag. Ini patut di apresiasi” Demikian disampaikan Dr. Faqih.

Menurut Fakhruddin Karmani, Wakil Ketua LP Ma`arif Jateng sekaligus Program Manager Inklusi LP Ma`arif Jateng menjelaskan bahwa saat ini LP Ma`arif Jateng sudah mendampingi 17 Madarsah di 4 Kabupaten (Semarang, Kebumen, Banyumas, Brebes) dan mendesiminasikan ke 11 Sekolah dan Madrasah tentang pengelolaan Madrasah/Sekolah Inklusif.

“LP Ma`arif Jateng telah mendeklarasikan 17 Madrasah Inklusif dan kami SK kan, sehingga 17 madrasah ini bisa menjadi rujukan masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus menyekolahkan anaknya. Harapan kami kedepan anak-anak berkebutuhan khsus terutama di Jawa Tengah akan memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan pendidikan Formal” ungkap Fakhruddin.

Kepala MI Ma`arif Sidomulyo Ambal, Amin Masruri, M.Pd menjelaskan bahwa saat ini MI Ambal sebagai Madarsah Inklusif telah banyak menerima manfaat dari pendampingan yang dilakukan oleh LP Ma`arif NU Jateng – UNICEF. Salah satu indikator adalah kenaikan Jumlah siswa terutama anak ABK. Sejak didampingi LP Ma`arif perkembangan madrasah kami semakin pesat. Awalnya kami hanya menerima siswa ABK 3 orang dan saat ini kami memiliki 14 ABK. "Alhamdulillah setelah LP Ma`arif Jateng meyakinkan kami untuk melaksanakan madrasah Inklusif kami semakin semangat. Terima kasih kepada Kemenag RI yang sudah memberi bantuan dana kepada kami pada tahun ini. Sehingga kami bisa melengkapi fasilitas layanan untuk anak ABK dan juga peningkatan kapasitas guru kami” demikian disampaikan Amin Masruri.

Sebagai informasi, MI Sidomulyo adalah salah satu Madrasah di Jawa tengah yang menerima bantuan dana dari kementerian Agama Ri untuk dukungan penyelenggaraan program madrasah inklusi. (Hg77/FK).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka memajukan literasi Indonesia, salah satu kampus yang berada di Kota Tembakau, STAINU Temanggung mengadakan Seminar Literasi, Pengumuman Juara Lomba Cipta Puisi 2019, dan Peluncuran Antologi Puisi "Nasionalisme" pada Sabtu, (30/11/2019) pagi hingga siang hari ini. Lebih tepatnya. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung di aula kampus. Lembaga Bahasa STAINU Temanggung bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Pembukaan disambut dengan penampilan Pencak Silat Pagar Nusa dari MA Hidayatullah Temanggung. Dengan 330 peserta di aula STAINU Temanggung, serentetan acara mulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesian Raya, Mars Subbanul Wathon, Mars STAINU Temanggung, sambutan-sambutan, dan doa penutup berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, ketua STAINU Temanggung, Dr. H. Muh. Baihaqi M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Bahasa selaku penyelenggara acara, panitia kegiatan, dan seluruh peserta seminar maupun lomba cipta puisi 2019. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang nyata.

Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan tersebut menyampaikan dalam sambutannya, "Acara ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang lebih baik ke depannya, baik itu secara estetika maupun tingkah laku kita semua dalam bermasyarakat."

Acara seminar literasi dimoderatori oleh Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., dan Muhammad Rois Rinaldi selaku pemateri utama yang juga merupakan sastrawan terkenal dari Jawa Barat. Ia pernah menerima banyak penghargaan seputar literasi dari berbagai penjuru seperti Malaysia, Kuala Lumpur, Serang, dan lain-lain. Rois Rinaldi sendiri pada kesempatan hari ini banyak mengupas berbagai hal tentang karya sastra berupa puisi. Baik itu dari segi diksi (pilihan kata), estetika bahasa puisi, potongan kata, dan masih banyak lagi.

Dalam rangka Lomba Cipta Puisi 2019 yang diadakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung, bersama dua rekan dewan juri, Hamidulloh Ibda dan Niam At-Majha, Rois mengakui bahwa meskipun dibandingkan dengan tahun pertama yang menampung 130 penyair dan tahun kedua hanya 90 penyair, diksi dan estetika bahasa yang digunakan jauh lebih baik di tahun kedua ini. Rois juga menambahkan bahwa puisi akan berkembang sesuai dengan jaman.

"Pengetahuan tidak hanya seputar apa yang kita baca dalam buku, namun juga apa yang kita baca dalam hidup," tuturnya.

Salah satu pertanyaan menarik dari peserta seminar ialah bertanya tentang cara agar tulisan seorang penulis diminati banyak orang. Dengan lugasnya, Rois menjawab bahwa persepsi tersebut harus dihilangkan karena jika seorang penulis menciptakan sebuah karya, maka seorang penulis harus mendedikasikan hatinya untuk menunjukkan diri sendiri dalam karyanya pada manusia.

"Di situlah kita dan Indonesia benar-benar berada pada satu tarikan napas. Tidak ada lagi cinta yang diekspresikan dengan cara yang salah," tutup Rois dalam seminarnya.

Acara yang dikemas sempurna oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung ini sangat membantu peserta dalam bersama memajukan literasi yang ada di Indonesia ini, khususnya lingkup yang sangat dekat dengan kita.

Acara yang paling ditunggu setelah seminar literasi tersebut adalah pengumuman pemenang Lomba Cipta Puisi 2019 tingkat Jawa Tengah dan DIY tema "Nasionalisme". Juara pertama diraih oleh Linda Lidyasari (SMKN 1 Temanggung) dengan judul Surat Buat Bapakku, juara kedua diraih oleh Andika (SMAN 1 Candimulyo) dengan judul Janji Pohon Kurma, juara ketiga diraih oleh Zahara Sania (MAN Debaito Sunan Plumbon) dengan judul Masa Kepahitan.

Adapun juara harapan satu oleh Misbahul Munir Septian (SMAN 1 Candimulyo) dengan judul Asa Jiwa, juara harapan dua oleh Rizal Iman Mubarok (MAN Debaito Sunan Plumbon) dengan judul Kelam, dan juara harapan tiga oleh Ardana Kartika Sari (SMAN 2 Temanggung) dengan judul Kausa Gelora.

Adapula empat kontributor puisi yang masuk ke dalam sepuluh besar yaitu Septian, Brahmada, Khusnul Kharomah (pengirim puisi pertama), dan Sofi Widiyanti. Sepuluh besar kontributor Lomba Cipta Puisi 2019 akan mendapatkan buku antologi puisi "Nasionalisme".

Sebelum ditutup, banyak dari peserta yang menunjukkan bakatnya melalui puisi-puisi karya sendiri maupun karya penyair. Dan lebih istimewa lagi, Rois Rinaldi bahkan membacakan puisi karya sang juara pertama, Linda Lidyasari.

Acara ini berjalan dengan lancar meskipun Effy Wahyuningsih, M.Pd. selaku ketua Lembaga Bahasa STAINU Temanggung, mengaku sempat khawatir jika aula tidak muat menampung 330 peserta. Namun, semua kendala telah teratasi dengan memaksimalkan ruangan aula tersebut.

Salah satu peserta seminar, Iis Narahmalia, mahasiswi STAINU Temanggung juga mengaku senang mengikuti acara ini karena sangat bermanfaat bagi jalannya literasi dalam negeri ini. Dia juga berharap bisa menjadi sastrawan seperti tokoh kita hari ini, Muhammad Rois Rinaldi. (Hg88/Novia/lpmgrip).

Suasana ToT
Semarang, Harianguru.com - Dalam rangka penguatan dan peningkatan kompetensi Guru Ma`arif NU Jawa Tengah, LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah melaksanan ToT In-2 Master Trainer Program Pengembangan Keprofessian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma`arif yang dilaksanakan selama 3 hari 22-24 Nopember 2019 di Kantor PWNU Jawa Tengah. Sebelumnya ToT In-1 PKB dilaksanakan pada 6-9 September 2019.

Menurut Koordinator Bidang Mutu LP Ma`arif Jateng sekaligus Wakil Ketua LP Ma`arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, Pelaksanaan ToT Master Trainer PKB Guru Ma`arif terlaksana atas dukungan dari Direktorat GTK Kementerian Agama RI dan dukungan dari tim TASS (Technical Assistance for Education Systems) dari pemerintah Australia. Dalam kegiatan ToT In-2, tim Pengembangan PKB Dir GTK yang hadir adalah Yun Yun Yunadi dan dari TASS Tjipto Prakosa.
 
“Sejak awal mulai dari Perencanaan sampai kegiatan ToT ini, kami selalu didampingi oleh Tim Pengembang PKB Guru Kementerian Agama RI dan tim TASS. Jadi inshaalloh tahapan yang kami lakukan sesuai dengan juknis atau panduan dari Kementerian Agama. Dan tahapan PKB Guru yang akan kami kembangkan ini berbasis Gugus/KKG/MGMP dan materinya menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga mengacu Assesment yang akan dilakukan kepada Guru Ma`arif sebelum PKB," kata dia.

Sebagaimana direncanakan, bahwa output dari ToT In-2 ini adalah bahan/materi yang akan dikembangkan untuk melatih Tim Fasilitator/trainer Ma`arif Cabang. Selain itu fokus pada In-2 ini juga membekali para Trainer dengan konsep monitoring evaluasi dan penjaminan mutu.
 
Ketua LP Ma`arif NU Jawa Tengah, Ratna Andi Irawan dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa salah satu fokus utama pengurus Ma`arif periode ini adalah pengembangan SDM, bahkan pihaknya juga telah menyiapkan infrastruktur maya untuk mewadahi dan optimalisasi layanan peningkatan mutu di sekolah/madrasah LP Maarif NU yaitu server data yang mengarah kepada layanan e-learning.

“karena PKB Guru yang akan kita lakukan nanti berbiaya mandiri, maka semua infrastruktur dan SDM harus benar-benar kita siapkan. Jika diperlukan setelah ToT In-2 ini ada pertemuan lagi oleh Master Trainer untuk menyiapkan lebih matang lagi pasti akan kami lakukan. Bahkan kami sudah mendesain Gedung di kantor PWNU Jawa Tengah menjadi ruang kelas yang standar untuk pelatihan dan juga penginapan yang memadahi. Kami juga sudah siapkan skema pembiayaan PKB di Ma`arif Cabang dengan model sharing antar Ma`arif Wilayah dan cabang” demikian tutur Andi.

Sebagain informasi, peserta/Master Trainer PKB Guru Ma`arif Jawa Tengah terdiri dari perwakilan instansi maupun unsur profesional seperti Pengawas Sekolah/Madrasah, Dosen, Guru dan kepala Madarasah/Sekolah dan dari Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Kemenag. Dengan demikian diharapakan semua potensi pengembangan Mutu bisa dilihat dalam banyak perspsktif dan benar-benar berbasis kebutuhan. (HG77/Ibda).


Semarang, Harianguru.com - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dan merespon positif atas langkah yang telah diupayakan oleh Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU baru-baru ini. 

Jajaran IPNU dan IPPNU Jateng langsung menindaklanjutinya dengan menjalin kerjasama dengan LP Maarif PWNU Jateng yang tertuang dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah di Aula PWNU Jateng Lantai 3 Jl Dr Cipto No 180 Karangtempel Semarang, Jumat (22/11/2019).

MoU ini dilakukan di sela-sela pembukaan Training of Trainer Master Trainer Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma’arif NU Jawa Tengah.

MoU itu berisi tentang kerjasama pendirian dan pengembangan komisariat IPNU-IPPNU di setiap sekolah di bawah naungan LP Maarif NU. Hal ini sebagaimana dimuat oleh NU Online baru-baru ini. Tak hanya berupa MoU saja, kerjasama itu juga dilengkapi buku panduan pendirian Komisariat IPNU-IPPNU yang sudah tercetak di tingkat sekolah/madrasah Ma’arif yang sudah dibahas jauh-jauh sebelum antara tim IPNU-IPPNU dengan LP Ma’arif PWNU Jateng.

“MoU ini sebenarnya sebagai tahap akhir dari tahapan proses kerjasama antara LP Ma’arif PWNU Jateng dengan IPNU-IPPNU sejak beberapa bulan lalu dengan menyusun standar pendirian Komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah disertasi tentang pola pembinaannya sampai teknis,” kata Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng R. Andi Irawan.


Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Pendidikan Maarif di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"Kita mengharapkan dukungan nyata dari LP Maarif Jateng dalam pendirian dan pengembangan komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madrasah di bawah naungan LP Maarif NU Jawa Tengah, utamanya di 3.241 Sekolah/Madrasah sebagaimana data terbaru PW LP Maarif NU Jateng," ungkap Ferial Farkhan Ibnu Akhmad Selaku Ketua PW IPNU Jawa Tengah dalam kesempatan tersebut.

Penandatanganan tersebut turut dihadiri serta disaksikan Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh bersama Khotib Syuriyah KH Hudallah Ridwan, serta Ketua PW LP Maarif NU Jateng Ratna Andi Irawan M.Ag, jajaran Tanfidziyah PWNU Jateng diwakili Prof Dr Musahadi selaku Wakil Ketua PWNU Jateng, kemudian Ketua PW IPPNU Jateng Sri Nur Ainingsih dan Wakil Komandan DKW CBP IPNU Jateng Ahmad Syukron.

Senada dengan Feri, Rekanita Ain, sapaan akrab Ketua PW IPPNU Jateng juga mengharapkan agar pasca penandatanganan ini ada langkah konkrit yang disinergikan bersama antara LP Ma'arif NU Jateng dengan PW IPNU dan IPPNU Jateng.

"Kita respon positif langkah ini, dan kami siap bersinergi untuk menindaklanjuti kerjasama ini" tutur Ain pasca pendatanganan MoU ditemani pengurus PW IPPNU Jateng lainnya, Asriyani Awaliyah dan Fitri Muhtadi.

Sementara itu, Andi Selaku Ketua PW LP Maarif NU Jateng menegaskan bahwa pihaknya dalam periode ini memang menggencarkan penguatan mutu kelembagaan LP Maarif NU Jateng dan komitmen atas kerjasama dilakukan pihaknya dengan IPNU dan IPPNU Jateng ini. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh Mahmudi selaku Sekretaris PW LP Maarif NU Jateng.

"Pasca penandatanganan ini, kami akan segera agendakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PW LP Maarif NU Jateng pada 15 Desember 2019 dan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) di 6 Titik Karesidenan Se Jateng, disana kami ajak PW IPNU dan IPPNU Jateng guna memaparkan dan mempresentasikan langkah atas program dan MoU ini dihadapan perwakilan PC LP Maarif NU Kabupaten/Kota se Jateng maupun segenaP Kepala Sekolah/Madrasah dibawah naungan LP Maarif NU," ungkap Mahmudi di hadapan pengurus PW IPNU dan IPPNU Jateng.

Adapun naskah kerjasama tersebut memuat tentang kesepakatan atas dukungan LP Maarif NU Jateng terhadap pendirian Komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madarasah dibawah naungannya, pengawalan untuk pembinaan segenap dewan guru yang nanti akan dijadikan pembina Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU, Ruang terbuka dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk utusan IPNU dan IPPNU menyampaikan materi Ke IPNU IPPNU an, dan memfasilitasi pengadaan modul materi serta panduan pendirian Komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madrasah lingkungan LP Maarif NU. (hg44/A Halim Solkan).

Semarang, Harianguru.com - Bertempat di kantor PWNU Jawa Tengah, Training of Trainer Master Trainer Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma'arif NU Jawa Tengah resmi dibuka, Jumat malam (22/11/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWNU Jateng Prof. Dr. H. Musahadi, memberi banyak pesan pada Master Trainer PPKB Guru Ma'arif NU Jawa Tengah.

"Para master trainer ini orang pilihan. Maka perlu pencandraan, mendefinisikan perubahan zaman sekarang ke dalam pendidikan. Apa yang dapat ditransformasi Program PPKB ini harus sesuai dengan perkembangan zaman," beber dosen UIN Walisongo Semarang tersebut.

Kegiatan penyiapan generasi itu sangat strategis, lanjutnya, karena memiliki dampak atau impact yang luas. "Apa yang dilakukan LP Ma'arif NU Jawa Tengah, apa yang dilakukan PWNU Jawa Tengah, IPNU-IPPNU Jawa Tengah, LP Ma'arif se Jawa Tengah, dan masyarakat luas tentang pendidikan, baik fisik maupun nonfisik, harus didukung dengan maksimal," lanjut mantan Wakil Rektor UIN Walisongo tersebut.

Kunci menghadapi perubahan, menurut Prof Musa ada dua. "Pertama adalah keberanian kreativitas. Kedua keberanian inovasi," tegasnya.

Pihaknya juga menjelaskan, di LP Ma'arif NU, proses pembelajarannya harus meneladani Rasulullah, tidak cukup melalui berjanzen san dzibaan, namun harus meneladani moralitas, integritasnya, itu harus dilakukan sekuat tenaga.

Semua lembaga, organisasi, menurut Prof Musa akan dapat bertahan, dan berkembang ketika dapat menyesuaikan dengan zaman. Untuk itu, pihaknya berharap PPKB ini menjadi bagian untuk meningkatkan mutu pendidikan di LP Ma'arif NU.

Selain Prof Musa, hadir Rais Syuriah PWNU Jateng KH. Ubaidillah Shodaqoh, Sekretaris PWNU Jateng KH. Hudallah Ridwan Naim, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan, Ketua IPNU-IPPNU Jateng, puluhan tim ToT Master Trainer, dan jajaran pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan penandatangan MoU antara LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah dengan PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah tentang pendirian komisariat IPNU-IPPNU dan perkaderannya di sekolah dan madrasah LP Ma'arif se Jawa Tengah. (Hg77/Ibda).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget