Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post


Oleh Lisa Virdinarti Putra, M. Pd.

Usia tidak menentukan apakah dapat berinvestasi ataupun tidak. Sebagian besar pelajar belum ada yang mengalokasikan sebagian uangnya untuk ditabung atau diinvestasikan.  Mereka masih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, keinginan, dan kebutuhan saat ini saja. Padahal mereka dalam pembelajaran telah diberikan ilmu mengenai cara berinvestasi. Penanaman nilai – nilai literasi keuangan sedini mungkin akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat  kesejahteraan di masa yang akan datang. 

Metode yang digunakan adalah metode partisipasi aktif melalui tahapan : 1) sosialisasi program; 2) penyampaian materi; 3) pelatihan; 4) pemanfaatan produk; dan 4) monitoring dan evaluasi (monev).
Siswa perlu diberikan edukasi dalam hal melakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

Tanggapan positif dari siswa dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan dompet harian dan menggunakan Diary Cerlang yang merupakan hasil produk pengabdian.  Siswa mengalami peningkatan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%)Dalam pengaplikasiannya dibantu dengan “Diary Cerlang” yang membantu mereka dalam pencatatan keuangan sehari-hari mereka. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan pemasukan mereka.
Metode kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode partisipatif artinya mitra binaan secara aktif dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan pengabdian masyakat ini adalah: sosialisasi program, penyampaian materi, pelatihan, pemanfaatan hasil, monitoring dan evaluasi.

Penyampaian Materi. Mengubah mindset siswa mengenai pengelolaan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Pelatihan. Siswa membuat dompet harian dari amplop dan kardus (barang yang ada di sekitar) dan membuat catatan keuangan harian dengan “Diary Cerlang”. Dalam kegiatan pelatihan, siswa memberikan respon positif yang terlihat dari antusiasme siswa yang sangat tinggi selama proses membuat produk fungsional dari barang sekitar mereka. Pemanfaatan Hasil. Dompet harian dan catatan keuangan melalui “Diary Cerlang” dimanfaatkan sebagai alat pembantu dalam mengelola keuangan mereka. Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa. Kondisi awal siswa belum paham bagaimana mengelola keuangan mereka, yang mereka habiskan hanya untuk keinginan mereka. Selain itu, sikap untuk berwirausaha juga masih kurang. Akan tetapi, setelah dilaksanakan PkM terdapat banyak siswa yang mulai memahami pentingnya mengelola keuangan. Siswa mulai belajar untuk berhemat, beberapa siswa membawa bekal, berjualan pulsa, bahkan ada yang memberikan bimbingan belajar untuk anak TK dan SD. 

Mereka mulai peduli terhadap masa depan mereka. Beberapa diantaranya mulai membuat daftar atau target dalam beberapa bulan kedepan bahkan juga membuat langkah-langkah untuk mencapai impian mereka..  Kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman financial literacy sebanyak 26% (semula 65% menjadi 90%); kemampuan menghasilkan produk fungsional 39% (semula 58% menjadi 97%); dan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%). Oleh karena itu, siswa sekolah menengah perlu diberikan edukasi untuk mlakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dari hasil kelima kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

-Penulis adalah dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Kabupaten Semarang

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Perguruan Tinggi Inklusi antara LP Ma'arif PWNU Jateng bersama UIN Walisongo 

Semarang, Harianguru.com - LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perguruan Tinggi Inklusi Bersama UIN Walisongo di Gama Resto kompleks Bukit Semarang Baru (BSB) Semarang pada hari Rabu, 24 Juni 2020 baru-baru ini.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Ratna Andi Irawan mengharapkan UIN Walisongo menjadi perguruan tinggi yang inklusif, dengan siap menerima calon mahasiswa dengan disabilitas, membekali mahasiswa dengan wacana inklusi, menjadi pusat penemuan atau inovasi terkait pendidikan inklusi, membantu peningkatan kapasitas para guru di madrasah dan sekolah inklusif, dan memiliki pusat studi dan layanan disabilitas.

Andi Irawan juga menyampaikan agar pertemuan ini bisa berlanjut dengan adanya kerjasama antara LP Ma’arif dan UIN Walisongo. Kerjasama tersebut bisa berbentuk tersedianya kuota beasiswa untuk para siswa dan guru Ma’arif, penyelenggaraan PPL di madrasah/sekolah Ma’arif, pengembangan program literasi dan riset, diklat penguatan guru dan kepala, serta layanan bakat minat dan bahasa atau bentuk lainnya.

Wakil Rektor I UIN Walisongo, Dr H Muhsin Jamil, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa dari visinya “Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban”, UIN Walisongo sudah inklusif. “visinya saja untuk kemanusiaan dan peradaban, jelas inklusif” jelas Muhsin Jamil.

Muhsin Jamil juga menambahkan saat ini sudah ada mahasiswa di Fakultas Dakwah yang menyandang disabilitas netra dan di perpustakaan sudah terdapat beberapa buku braile. Sementara mengenai pembentukan mata kuliah atau program studi pendidikan inklusi bisa dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Sedangkan mengenai kerjasama, menurut Muhsin Jamil, beberapa bidang bisa dikerjasamakan antara UIN Walisongo dan LP Ma’arif, di antaranya penyelenggaraan KKN mandiri, kegiatan enterpreneurship, proses pembelajaran di satuan pendidikan tertentu, proyek riset mandiri, pengembangan pedesaan, dan yang lainnya.

Beberapa catatan penting dari FGD ini di antaranya adalah UIN Walisongo sepakat untuk memprioritaskan menerima calon mahasiswa berkebutuhan khusus dari madrasah/sekolah LP Ma’arif karena hampir semua sarpras di kampus telah disiapkan dan aksesibel bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Selain itu, UIN Walisongo dan LP Ma’arif sama-sama sepakat untuk melakukan perjanjian kerjsama dalam bentuk pengembangan pendidikan dan layanan inklusif di UIN Walisongo, kebijakan kurikulum baru tahun 2020 di FITK akan mengakomodir mata kuliah pendidikan inklusi dengan nilai 2 sks untuk semua jurusan, FITK dan LP Ma’arif akan melaksanakan pelatihan untuk dosen FITK tentang pendidikan inklusi sekaligus membicarakan struktur tema pada mata kuliah pendidikan inklusif, dan UIN Walisongo segera merintis berdirinya Rumah Kajian dan Layanan Disabilitas (RKLD) sebagai embrio pusat layanan disabilitas di kampus dan melakukan penguatan kepada madrasah dan sekolah Ma’arif sekaligus menjadikan sebagai laboratorium pendidikan inklusif di Jawa Tengah.

Pertemuan ini dihadiri oleh tim pendidikan inklusi dari LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Ketua LP2M, Dekan FITK, Dekan Fisip, Kabag Kerjasama, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kaprodi PAI FITK, dan perwakilan dosen Drs. H. Sahidin, M.Si dan Siti Rofiah. (HG45/Emha).

Semarang, Harianguru.com - Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah edisi ke-4 mengangkat materi Kuliah Artikel Ilmiah, Senin (29/6/2020). Pada kesempatan itu, panitia mendapuk Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D., dosen UNNES dan reviewer jurnal dan Hamidulloh Ibda editor dan reviewer jurnal. Puluhan guru-pelajar Ma'arif, dan dosen serta masyarakat luas turut menyimak kegiatan webinar tersebut.

Dalam pemaparannya, Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D., menjelaskan beberapa strategi publikasi dan dimuat di jurnal ilmiah bereputasi. "Harus ada keunikan dan kualitas karya kita agar berpeluang dimuat," papar dosen kelahiran Kendal tersebut.

Pengurus Pusat ISNU tersebut juga menambahkan, bahwa untuk jurnal terindeks Scopus, perlu menggandeng penulis lain yang sudah H indeks tinggi. "Menulis artikel ilmiah agar tembus Scopus harus menggandeng penulis lain, jangan satu author. Baik itu pembimbing, orang yang terlibat dalam penelitian kita, atau orang yang pakar Bahasa Inggris yang bisa kita ajak kerjasama untuk mentranslate artikel kita, misalnya kita memang tidak bidangnya Bahasa Inggris, itu bisa jadikan partner author dalam artikel kita. Apalagi kita mengajak mereka yang jurnal Scopusnya banyak, pasti lebih dipertimbangkan," beber Koorprodi S2 Pengembangan Kurikulum dan Koorprodi S2 Pendidikan Luas Sekolah Pascasarjana UNNES tersebut.

Pihaknya juga menjelaskan anatomi artikel sesuai kaidah penulisan umum. "Usahakan jurnal atau literatur yang kita rujuk itu bereputasi, dan lima tahun terakhir, karena itu menjadi pertimbangan dimuat atau tidak," tegas dosen yang memiliki 11 dokumen artikel terindeks Scopus tersebut.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda juga membeberkan beberapa strategi publikasi di jurnal ilmiah. "Pertama, tulislah artikel ilmiah sesuai disiplin ilmu, karena editor atau redaksi jurnal mempertimbangkan kepakaran kita, bahkan juga disinkronkan dengan akun Google Scholar milik kita. Kalau bidang kita sastra, ya tulislah dan telitilah sastra, jangan memaksa menulis tentang inklusi, meski bisa kita menulis dengan variabel kedunya," papar Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Kedua, menurut dia, baca dan taat author guidelines, pedoman penulisan atau gaya selingkung di setiap jurnal yang dituju. "Kalau di sana memakai APA Style, ya artikel kita jangan memakai Chicaho, SPA, atau Harvard Style," lanjut editor Jurnal ASNA tersebut.

Ketiga, menurut Ibda, artikel Anda harus berkualitas dan harus ada kebaruan atau novelty. "Misal, kalau sudah ada kerupuk rasa udang, maka Anda bisa membuat kerupuk rasa durian, yang seperti ini pasti menarik," tandas reviewer JRTIE IAIN Pontianak tersebut.

Keempat, kata Ibda, artikel harus bebas plagiasi atau similarity. "Ketika sudah submit, editor atau redaksi jurnal itu tidak peduli siapa kita, apa sudah doktor, profesor apa belum, yang penting ketika dicek similarity kok di atas 30 persen, ya kalau editornya saya langsung tak decline alias ditolak," papar Koordinator GLM LP Ma'arif PWNU Jateng itu.

Kelima, kata dia, silakan sitasi rujukan bereputasi, bahkan artikel dari jurnal yang Anda tuju. "Keenam, ketika ada review langsung kerjakan revisiannya, sebelum dateline yang ditentukan," tegas penulis buku Guru Dilarang Mengajar! tersebut.

Selanjutnya, kata dia, rajin-rajin lah login di OJS jurnal itu untuk mengecek kemajuan jurnal, dan utamakan berdoa kepada Allah sang penentu kehidupan.

Sesuai rencana, tindaklanjut dari webinar GLM itu akan dijadikan forum pendampingan lewat peminatan yang sudah direncanakan panitia. (Hg99).

Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Maarif 
Semarang, Harianguru.com - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Maarif mengatakan bahwa local genius terbukti ampuh mencegah tumbuh kembangnya paham radikal terorisme.

“Berdasarkan data hasil penelitian FKPT tahun 2019, kearifan lokal terbukti ampuh untuk menghadang dan memutus ideologi paham radikal intoleran. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Ulama dan tokoh masyarakat atau yang biasa disebut dengan istilah Kiai dalam terminologi Jawa merupakan sumber, pelaku dan penjaga kearifan lokal. Dari tangan dingin dan keteladan mereka ajaran Islam mewujud menjadi agama yang menebar kasih sayang kepada semesta alam. Ini merupakan soft power approach dalam mencegah terorisme yang tidak kenal situasi seperti saat covid-19 ini” tuturnya.

Hal ini disampaikan pada acara Halalbihalal Virtual bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juni 2020.

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom itu dihadiri sejumlah Tokoh dan Ulama Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir dan menyampaikan dalam sambutan secara live supaya masyarakat Jawa Tengah mengambil sisi positif dari wabah covid-19.

“Sisi positif dari corona ini mengajari kita banyak hal, ada rasa kemanusiaan, saling tolong menolong, toleransi, mau membantu dengan ikhlas, bahkan bumi ini direstart, bumi ini di reinstall, pencemaran udara menurun, ozon tertutup kembali” tuturnya.

Ganjar juga bersyukur karena Jawa Tengah memiliki kearifan lokal yang agung seperti masyarakatnya yang ramah, wajah yang senyum, senang menolong. Semua itu harus dijaga demi relasi sosial masyarakat yang baik, agar lahir situasi bahagia, aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sudah demikian, nanti masalah-masalah bisa dihadapi bersama.

Ganjar berharap supaya masyarakat Jawa Tengah selalu berpikir positif. “Pokoknya Bapak Ibu Sehat terus, bantu masyarakat, ajari pikiran positif, jaga pola hidup sehat, kemudian wajahnya bersinar karena terpancar keikhlasan hati kita semua” pungkasnya.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar yang juga hadir dalam giat tersebut menyampaikan apresiasi kepada FKPT Jawa Tengah yang dalam kondisi pandemi tidak membuat patah semangat namun justru mampu beradaptasi menyesuaikan diri dengan terus bergerak mengisi kemerdekaan. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu beradaptasi” tuturnya.

Rafli Amar mengharapkan sinergitas antara ulama dan umaro terus dikuatkan untuk menangkal paham radikal intoleran terorisme. Karena terorisme tidak cukup dihilangkan dengan hukuman terhadap pelaku, tetapi perlu pelurusan pemahaman terhadap ideologi yang keliru. Sehingga sinergitas alim ulama yang bijaksana dengan ulama sangat diperlukan.

Selain Gubernur Jateng, Gus Mus, dan Kepala BNPT, acara yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB tersebut ini juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah, yang masing-masing memberikan sambutan yaitu: KH. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), KH. Tafsir (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah), Prof. Dr. Imam Taufiq (Rektor UIN Walisongo Semarang) dan Haerudin, M.H (Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah).

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari Keroncong Sekar Banawa dan Duta Damai Dunia Maya BNPT Jawa Tengah. Tausiyah disampaikan oleh KH. Hudallah Ridwan Naim dan diakhiri dengan doa. (Hg44/Ar).

Semarang, Harianguru.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Jawa Tengah supaya dapat mengambil sisi positif dari wabah corona yang melanda saat ini. Karena jika masyarakat sibuk menyalahkan kondisi hal itu justru tidak menyelesaikan masalah.

“Sisi positif dari corona ini mengajari kita banyak hal, ada rasa kemanusiaan, saling tolong menolong, toleransi, mau membantu dengan ikhlas, bahkan bumi ini direstart, bumi ini di reinstall, pencemaran udara menurun, ozon tertutup kembali” tuturnya.

Ia juga bersyukur karena Jawa Tengah memiliki kearifan lokal yang agung seperti masyarakatnya yang ramah, wajah yang senyum, senang menolong. Semua itu harus dijaga demi relasi sosial masyarakat yang baik, agar lahir situasi bahagia, aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sudah demikian, nanti masalah-masalah bisa dihadapi bersama.

Ganjar juga berharap supaya masyarakat Jawa Tengah selalu berpikir positif.
“Pokoknya Bapak Ibu Sehat terus, bantu masyarakat, ajari pikiran positif, jaga pola hidup sehat, kemudian wajahnya bersinar karena terpancar keikhlasan hati kita semua” pungkasnya.

Hal ini disampaikan pada acara Halalbihalal Virtual bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juni 2020, yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB ini juga menghadirkan KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagai salah satu narasumber. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlotut Thalibin Leteh Rembang ini menyampaikan bahwa pandemi covid-19 merupakan suatu pelajaran yang besar sekali dari Allah SWT. Ketika sebagian dari kita banyak yang melupakan jatidirinya sebagai manusia yaitu hamba Allah yang dipasrahi menjadi kholifahnya di muka bumi ini, Allah betul-betul memukul kita dengan pelajaran yang dahsyat dengan adanya pandemi yang melanda seluruh manusia yang ada di muka bumi ini.

"Kita kadang-kadang terlalu sadar kekhalifahan kita sehingga melupakan kehambaan kita, atau sebaliknya. Kita kadang-kadang menganggap manusia hanya terhadap orang-orang yang kita setujui. Kita hanya menganggap manusia kepada mereka yang kita senangi, kita sukai, kita cintai, segala macam kepentingan-kepentingan duniawi selama ini melupakan bahwa kita sebenarnya bersaudara. Kadang-kadang kita bahkan tega mengalirkan darah saudara-saudara kita sendiri. Seperti yang terjadi dibeberapa belahan dunia. Mudah-mudahan dengan adanya teguran berat atau pelajaran besar dari Allah SWT yang berupa pandemi ini, kita nantinya bisa menjaga jarak dengan dunia ini sehingga kita lebih akrab dengan Allah SWT, kita tetep menjadi hambanya dan menjadi penguasa bumi sebagai kholifahnya” terangnya.

Selain Gubernur, Gus Mus, dan Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, acara ini juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah dengan memberikan sambutan, di antaranya KH. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), KH. Tafsir (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah), Prof. Dr. Imam Taufiq (Rektor UIN Walisongo Semarang) dan Haerudin, M.H (Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah).

Prof. Dr. Syamsul Maarif, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran aktif Kiai di tengah pandemi seperti sekarang ini.
“Di masa pandemi seperti sekarang ini, peran ulama dan tokoh masyarakat atau yang biasa orang Jawa menyebutnya dengan kiai ini sangat penting karena penyebaran paham radikal terorisme tidak mengenal pandemi, masyarakat tidak boleh lengah dengan paham radikal terorisme ditengah covid-19 yang justru bisa mencuri momentum dengan memprovokasi masyarakat. Oleh karena itu, para Kiai yang merupakan kearifan lokal diharap dapat menjadi inspirasi dan peneduh dalam beragama yang menebar kasih sayang kepada semesta alam.” Terangnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari Keroncong Sekar Banawa dan Duta Damai Dunia Maya BNPT Jawa Tengah. Tausiyah disampaikan oleh KH. Hudallah Ridwan Naim dan diakhiri dengan doa. (Hg88/Ar).

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng saat mengikuti halal bi halal Keluarga Alumni UIN Walisongo via daring
Semarang, Harianguru.com - UIN Walisongo Semarang diharap menjadi universitas berbasis riset Islam ala ahli al-sunnah wa al-jama'ah atau aswaja di Indonesia, dengan terus melakukan penelitian dan publikasi hasil-hasilnya terhadap sumbangsih Islam Aswaja dalam membangun peradaban yang rahmat al-alamin.

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil  dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang yang bertema "Maju dan Mandiri Bersama Alumni Walisongo", Ahad, 31 Mei 2020 Pukul 19.30 sd 20.30 WIB Via Zoom Meeting.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. H. Imam Taufiq, MAg Rektor UIN Walisongo, Drs. H. Lukman Hakim, MSi Ketua Umum DPP KALAM, Dr. H. Rumadi Ahmad, MA Sekjend DPP KALAM, Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag, MSi mantan Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Kerja, Dr. H. Abdul Mu'thi, M.Ed Sekjend PP Muhammadiyah, Drs. HM. Muzammil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu Hanif Dzakiri menyampaikan perlunya para alumni mencermati perubahan yang terjadi. "Hanya orang yang pro perubahan yang akan eksis memiliki peran".

Ketua PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan perlunya UIN Walisongo untuk komitmen menjadi pusat riset pengembangan keilmuan Islam ala ahlussunnah wa al-jama'ah atau aswaja. "Bagaimana agar Islam aswaja hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini", tegasnya.

Lebih lanjut ia menyinggung, "ada hal-hal yang tetap, namun juga ada hal-hal yang berubah. Yang tetap tentunya adalah hal-hal yang bersifat ushuliyah, sedang yang berubah adalah hal-hal yang furu'iyyah", urainya.

Sementara itu Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan, "kami bangga jadi alumni UIN Walisongo karena UIN memiliki kualitas atau mutu yang baik, karena telah terakreditasi A".

Lebih lanjut ia berharap agar UIN Walisongo terus bersinergi dengan instutusi keilmuan lainnya dalam berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. (Hg44).

Suasana hala bi halalal ISNU Jawa Tengah via online
Semarang, Harianguru.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil dalam sambutannya pada acara halal bi halal virtual ISNU Jateng meminta kepada ISNU Jateng untuk ikut memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

"Bagaimana sebenarnya persoalan yang kini tengah terjadi di negara kita? Tentu bukan hanya soal pandemi gbobal, namun juga dampaknya pada semua aspek kehidupan: agama, ideologi, ekonomi, politik, hukum, sosbud dan hankam", ujarnya, Ahad (31/5/2020).

Menurut HM Muzamil, persoalan tersebut perlu dianalisis secara multi disiplin ilmu oleh ISNU, tidak hanya kedokteran, namun juga dampaknya terhadap kehidupan agama, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan.

ISNU adalah organisasi sarjana Indonesia yang beragama Islam, sehingga sebagai sarana tentu ISNU memiliki disiplin ilmu yang dapat disumbangkan untuk mengatasi persoalan-persoalan umat, bangsa dan negara Indonesia saat ini.

"Selain itu ISNU juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap Keislaman dan Keindonesiaan, sehingga posisinya sangat penting untuk bersama ulama dan umara dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai sarjana, tentu ISNU tidak elok jika memenaragadingkan diri dari kehidupan ummat, bangsa dan negara", tegasnya.

Tampak hadir dalam halal bihalal lewat zoom tersebut, Ketua PW ISNU Jateng Prof Dr Budi Setiyono, PhD, Sekretaris H Fahrudin Aziz, jajaran pengurus Wilayah dan Cabang ISNU se-Jateng.

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget