Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Pemberian kenang-kenangan dari Kaprodi PGMI kepada Kepala SDN Sarirejo Kartini
Semarang, Harianguru.com - Dalam rangkan memenuhi kewajiban akademik, puluhan mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SDN Sarirejo Kartini Kota Semarang, Rabu (15/1/2020).

Saat pembukaan, pengawas sekolah Korsatpen Semarang Timur Lusia Endang mengatakan bahwa SDN Sarirejo Kartini merupakan salah satu sekolah unik di Kota Semarang. "Sekolah ini pernah mendapat bantuan dari Pemkot Semarang mau direnovasi, namun tidak jadi karena untuk menjaga nilai sejarah," kata dia.

Sementara Kepala SDN Sarirejo Kartini Sri Sayoga mengatakan bahwa SD yang ia pimpin itu selain memiliki akar sejarah yang menarik karena didirikan R.A Kartini, juga sudah menerapkan berbagai wirausaha. "Kita ada beberapa program yang nanti bisa dikunjungi adik-adik mahasiswa semua untuk belajar wirausaha," katanya.

Menurutnya, dalam buku sejarah, SDN Sarirejo Kartini tersebut didirikan R.A Kartini pada tahun 1912. Dijelaskan dia, dulu nama SDN ini adalah SDN Kartini, kemudian kini berubah menjadi SDN Sarirejo Kartini untuk tetap menyematkan nama R.A Kartini yang juga pahlawan nasional sebagai pendiri sekolah tersebut.

Sementara Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Prodi yang ia pimpin merupakan Prodi baru sejak 2017. "Selain menyiapkan calon guru kelas jenjang MK/SD, profil lulusan kami yang kedua adalah menyiapkan calon teacherpreneurship di bidang pendidikan dasar," kata dia.

Untuk mendukung itu, kata pengurus LP. Ma'arif PWNU Jateng itu, kami menyiapkan mata kuliah teoretis dan praktik. "KKL ini merupakan salah satu mata kuliah yang dilakukan di luar untuk belajar secara langsung tentang wirausaha di bidang pendidikan dasar," lanjut penulis buku Guru Dilarang Mengajar tersebut.

Selain mereka, hadir juga dewan guru, komite, Ketua LP3M STAINU Temanggung, dosen dan mahasiswa PGMI STAINU Temanggung.

Usai pembukaan, mahasiswa berkeliling dan dipandu oleh guru. Mereka belajar pengembangan bisnis batik, kompos, keterampilan dan di kelas. Selain itu, pengembangan wirausaha di SDN Sarirejo Kartini ini juga menyasar ke berbagai ranah, seperi pengembangan softskill berupa rebana, tari, khitobah, TIKI, pembuatan souvenir dari sampah, dan lainnya. (Hg33/Gandi).

Semarang, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah menyiapkan 3 modul menuju madrasah madrasah/sekolah inklusi. Modul itu merupakan hasil karya 21 fasilitator inklusi dalam Training of Trainer (ToT) Tahap II Fasilitator Inklusi LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF yang berjalan sejak Kamis (9/1/2020). ToT akan berakhir pada Ahad (12/1/2020).

Penanggungjawab kegiatan Fakhrudin Karmani mengatakan bahwa sampai hari ketiga, Sabtu (11/1/2020) ini, semua fasilitator inklusi aktif dalam menyusun modul inklusi yang akan menjadi bahan pelatihan di madrasah/sekolah Ma'arif se Jawa Tengah.

"Hari ini, modul akan diplenokan. Dan kami juga sudah menyiapkan skema pelaksanaan sampai tataran teknis," kata Fakhrudin Karmani di sela-sela ToT, Sabtu (11/1/2020).

Modul yang disusun fasilitator itu akan menjadi acuan pelaksanaan madrasah/sekolah inklusi dari tataran konseptual sampai implementatif. (hg44/Ibda).

Semarang, Harianguru.com - Sebagai bentuk organisasi pelayanan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendirikan Posko Bersama NU Peduli Jawa Tengah. Lokasi posko tersebut bertempat di komplek kantor PWNU Jawa Tengah Jalan Dr Cipto No.180, Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tujan pendirian itu menurut Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan Naim (Gus Huda), adalah untuk menampung dan mendistribusikan semua bantuan sekaligus menjadi pusat informasi terkait penyaluran bantuan untuk korban bencana yang melanda di beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Tujuan pendirian posko ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan dan kepedulian kepada umat, khususnya yang tertimpa musibah," kata Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan Naim kepada awak media, Sabtu (11/1/2020).

Dengan adanya posko bersama ini, lanjut Gus Huda, diharapkan seluruh elemen NU dan perangkat-perangkatnya saling bersinegi. "Sehingga bisa berkhidmah atau memberikan pelayanan dengan jeli, tepat, cepat dan tangguh," lanjutnya.

Untuk mengimplementasikan itu, melalui Surat Keputusan PWNU Jawa Tengah Nomor: PW.11/299/SK/I/2020 tentang Pengesahan Posko Bersama NU Peduli PWNU Jawa Tengah ditunjuklah Kordinator Posko Bersama, Ibu Winarti SS. M.Si, Ketua LPBI PWNU Jawa Tengah bersama panitia lain.

Menurutnya, sesuai data yang diterima, banjir di Kabupaten Grobogan ada 8 kecamatan yang terdampak banjir, ada sekitar 2.000 rumah terendam, dan ada 1 korban meninggal dunia.

"Silakan salurkan kepedulian Anda, bisa bantuan berupa uang ke nomor rekening 5010112851 Bank Mualamat an. Lazisnu Jateng,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan mendesak, lanjutnya, Anda dapat menyumbangkan berupa perahu karet, terpal, selimut, pakaian dewasa dan anak-anak, obat-obatan, makanan, minuman, air bersih, dan lainnya.

Posko tersebut dibuka sejak Kamis (9/1/2020) yang dijadikan sebagai pusat pelayanan sekaligus distribusi bantuan dalam bentuka apa saja. Gus Huda berharap, adanya posko tersebut menjadikan warga atau pengurus NU turut peduli terhadap saudara-saudara sesama warga negara Indonesia agar mendapat bantuan yang layak. (hg44.Hi).

Pati, Harianguru.com - Bertempat di aula SMK JAPA Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Yayasan Jamaah Pasrah Pati bekerjasama dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag RI menggelar Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Ahad (5/1/2020) yang bertajuk "Guru Mulia Lewat Karya".

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jamaah Pasrah Ngalimun mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Ditjen GTK Kemenag dalam meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam bidang literasi dan penulisan karya tulis ilmiah.

"Kami berterima kasih kepada Kemenag yang sudah mempercayai Yayasan Jamaah Pasrah untuk melaksanakan kegiatan Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah, karena kegiatan seperti ini langka bahkan ini mungkin baru pertama kali ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti Pati," kata lulusan Unwahas tersebut.

Selain puluhan guru dan tenaga kependidikan MI, MTs, MA, panitia juga mengundang Kemenag Pati. Sementara itu, panitia mendapuk Junaidi Abdul Munif Juara 1 Lomba Nasional Hari Santri 2017, dan Hamidulloh Ibda Juara 1 Lomba Artikel Kemdikbud 2018.

Dalam pemaparannya, Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa manusia sebagai animal symbolicum sebenarnya sudah dibekali kemampuan membaca, menulis, berbicara dan menyimak atau dikenal sebagai caturtunggal keterampilan berbahasa. "Secara umum, ada tiga jenis karya. Yaitu karya tulis jurnalistik, karya tulis ilmiah, dan karya sastra. Karya tulis ilmiah di sini, harus memenuhi syarat-syarat ilmiah, berdasarkan data, masalah ilmiah, metode ilmiah, sesuai GAP research, dan state of the art of the resarch," beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Dosen STAINU Temanggung itu juga menjelaskan beberapa aplikasi sitasi seperti Mendeley, Zotero, Citavi, EndNote dan lainnya. "Semua karya ilmiah, apalagi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah saat ini ketat, harus bebas plagiasi, duplikasi, fabrikasi dan falsifikasi," lanjut peraih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional Fakultas Filsafat UGM tahun 2018 tersebut.

Untuk mengecek similarity atau kesamaan tulisan dan plagiasi, Ibda juga menjelaskan beberapa aplikasi cek similarity seperti Turnitin, Grammarly, Copyscape, Plagiarism Checker dan lainnya.

Sedangkan Junaidi Abdul Munif menjelaskan teknik penulisan KTI dengan mengajak peserta mencari masalah ilmiah. "Karya ilmiah merupakan karya penelitian berbasis ilmiah, bukan asumsi. Ciri-ciri keilmiahannya bisa dilihat dari teori dan metode penelitian. Teori merupakan pendapat dari para pakar keilmuan yang telah diakuai secara luas. Sedangkan metode penelitian adalah cara untuk melakukan penelitian sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Junaidi.

Pengurus Bidang Diklat dan Litbang LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah itu juga menjelaskan teknis mencari dan merumuskan masalah, menentukan metode riset, penyajian data sampai analisis data.

Usai penjelasan materi, semua peserta diajak praktik menulis karya ilmiah dan ditarget akan membukukan hasil karya peserta dalam bentuk buku khususnya artikel populer sebagai bagian dari artikel ilmiah. (Hg66).


Wonosobo, Harianguru.com - Hari ini, Senin 30 Desember 2019, Yayasan Al Madina mengadakan pelatihan bagi para asatidz SD Al Madina Wonosobo, Jawa Tengah.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan asatidz menghadapi semester II dengan lebih baik lagi, ujar Ustadzah Enci Lu'luul Khasanah,S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Al Madina.

Acara ini dibuka langsung oleh Dr. H. Ngarifin Shidiq,M.Pd.I Ketua Yayasan Al Madina dan Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo.

Menurut beliau setiap asatidz Al Madina harus lebih baik lagi dan tidak boleh berpuas diri dan menganalisis menggunakan SWOT.

Kegiatan dengan tema Remidial dan Pengayaan ini dipimpin oleh Ruslaeni,S.Pd,MM.Pd. Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah SD 5 Wonosobo.

Semoga acara hari ini berjalan dengan baik, dan bermanfaat bagi seluruh asatidz SD Al Madina,Aamiin. Al Madina Excellent. (hg12/tofan)

Wonosobo, Harianguru.com - Bertempat di SMP Almadina Wonosobo pada hari Jumat tanggal 26 Desember 2019 dilangsungkan Diklat Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) yang di ikuti oleh 4 kabupaten yaitu Wonosobo, Banjarnegara , Magelang dan Temanggung.

Pembukaaan GLM dibuka langsung  oleh PWNU jateng yang dimulai jam 10:00 . Dihadiri juga Dr. H Abdul Majid M.Pd. selaku Ketua LP Ma'arif wonosobo, Edi Rohani M.Pd.I, tim pemateri PWNU Jawa Tengah, sektetaris PCNU Wonosobo Dr. H. Mushofa MP.d.

Acara di mulai jam 13:00 dalam sesen pertama  yang di isi oleh Bapk M Igbal Nawawi para peserta wajib membuat laporan kegiatan GLM yang sedang berlangsung.(hg44).

Wonosobo, Harianguru.com - Rinai hujan mengguyur bumi Wonosobo sejak jam 12 siang tadi. Tanah becek dan hawa dingin tak menyurutkan semangat para guru untuk tetap ngangsu kaweruh dalam diklat pendidikan dan literasi oleh LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan direktorat Guru dan tenaga kependidikan Kementrian  Agama Republik Indonesia.

Acara dengan tema Gerakan Literasi Ma'arif ini membuat hidup lantai tiga gedung SMP Almadina Boarding School Wonosobo pada tanggal 27-28 Desember 2019. Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan dari sekolah di berbagai daerah di Jawa Tengah hadir dalam gerakan literasi ini.

Mereka begitu antusias mengingat acara seperti ini masih jarang ditemui. Tentu saja bersama Narasumber yang mumpuni, rundown acara mulai dari opening hingga materi penulisan berita, essai, puisi dan praktek penukisan begitu semarak.

Dengan harapan besar dari Ketua PCNU dan seluruh pengurus besar Nahdlotul Ulama, agar Guru sebagai tonggak pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa harus punya wawasan luas, terutama dalam bidang jurnalistik.

Guru sebagai yang digugu dan ditiru jika ingin anak didiknya gemar membaca, ia sendiri harus bisa membiasakan diri dengan membaca banyak buku. Membaca dan menulis tidak akan pernah terpisahkan. Karena pembaca ulung juga pasti bisa menulis. (HG44).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget