Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Temanggung, Harianguru.com - Panitia Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (Porsema) XI Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jateng pada Senin (24/6/2019) di lokasi registrasi depan KBIH Babussalam NU Temanggung.

Ketua Tim Media Center Porsema XI Jateng Ziaul Haq mengatakan aplikasi merupakan produk dari salah satu panitia Porsema. Hal itu demi mendukung kelancaran kegiatan Porsema XI Jateng, maka LP Maarif PWNU Jawa Tengah membuat Aplikasi Android secara khusus.

"Silakan semua warga NU dan khususnya Ma'arif se Jateng di mana saja berada silakan download aplikasi dengan nama Porsema XI Jateng di Google Play," katanya.

Sementara tim perumus aplikasi Rohmat Eko Wahyudi, menegaskan bahwa aplikasi ini menggunakan sistem operasi android. "Semua HP dengan sistem aplikasi ini di manapun dengan syarat ada sinyalnya," ujarnya.


Dijelaskan dia, aplikasi android ini berisi beberapa menu. Pertama, Peta. Ini berfungsi untuk menelihat lokasi kegiatan lomba. Ikon porsema pada peta dapat di klik dan digunakan untuk menunjukan arah terhadap posisi perangkat android.

Kedua, menu Jadwal, berfungsi untuk melihat jadwal kegiatan Porsema XI Jateng. Di dalam menu ini terdapat jenis kegiatan, jenjang yang melaksanakan kegiatan, waktu kegiatan dan tempat kegiatan. Untuk mempermudah dalam melihat lokasi kegiatan, silahkan klik jadwal kegiatan yang diinginkan.

Ketiga menu Notifikasi, berfungsi untuk menginfokan semua informasi yang berkaitan dengan Porsema XI Jateng, seperti pemenang lomba, dan lainnga.

Aplikasi Porsema dapat didownload di http://bit.do/porsema-xi-jateng. "Silakan sebarkan pesan ini kepada seluruh panitia dan peserta Porsema XI Jateng serta pihak terkait yang lain. Jika ada masalah, silakan menghubungi kami di rohmad.ew@gmail.com untuk petunjuk penginstalan aplikasi, menginformasikan sesuatu atau memberi saran. Terimakasih," kata dia. (Hg88/Ibda).

Semarang, Harianguru.com - Berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) merupakan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Sebab, selama ini banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek material. Hal itu diungkapkan Ketua PWNU Jateng Drs. KH. Mohamad Muzamil dalam agenda halalbihalal dan tasyakuran Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jateng, Selasa (18/6/2019).

"Khidmat di NU itu adalah karunia. Tidak semua orang berkesempatan aktif di NU. Ukurannya tidak naik tingkat dari PC ke PW, dari PW ke PB. Tapi peningkatan mutu pengabdian pada semua struktur NU di level manapun," tegas Kiai Muzamil saat menyampaikan sambutan.

Pihaknya juga menyampaikan, orang yang serius khidmat di NU pasti mengalami pengalaman spiritual yang tidak dialami orang lain. "Insyallah ada keberkahan, dan pasti ada pengalaman menarik. Secara material, di NU tidak ada apa-apanya. Namun di ranah spiritual, pasti tiap pengurus mengalami pengalaman spiritual menarik yang pasti tiap orang berbeda," ujar dia.

Hadir pengurusan harian LP Ma'arif PWNU Jateng dan panitia Porsema XI yang membahas persiapan teknis pelaksanaan Porsema pada 24-27 Juni 2019 mendatang.

Di forum itu, pihaknya menyampaikan dua hal inti program pendidikan yang dipesankan pada LP Ma'arif PWNU Jateng. "Pertama adalah peningkatan mutu pendidikan Ma'arif. Sekolah dan madrasah Ma'arif harus memiliki keunggulan komparatif. Sekarang jualannya tahfiz. Tapi kalau level kita di PAUD dan MI itu membaca, menganalisis baru menghafalkan. Karena menghafal itu, tidak semua anak atau tidak semua pelajar paham. Tugas LP Ma'arif menyadarkan masyarakat bahwa menghafal itu ada levelnya sendiri," katanya.

Selain itu, pihaknya juga memberi pemetaan penguatan aspek akidah Islam Aswaja Annahdliyah, bahasa, matematika, hafalan dan pembelajaran yang menyenangkan. "Sekarang memang beda. Paradigmanya pembelajaran menyenangkan, tapi tradisi hormat dan menjaga kewibaan pada guru harus tetap dijaga. Selain itu kepribadian guru juga harus diutamakan karena sebagai contoh," lanjutnya.

Program kedua yang harus dijalankan LP Ma'arif adalah mendirikan sekolah atau madrasah unggulan. "Perlu sekolah atau madrasah model, bisa seperti labschool. Secara informal sudah digagas di karesidenan Solo. Minimal, ada satu sekolah di periode ini mengelola sekolah model, baik jenjang PAUD, MI atau SD. Baru kalau sudah sukses bisa berkembang ke SMP/MTs dan SMA/SMK/MA," bebernya.

Pada kegiatan itu, Ketua PWNU Jateng memotong tumpeng yang diberikan kepada Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng. Usai tasyakuran, kegiatan dilanjutkan rapat persiapan Porsema XI. (Hg88/hi).

Temanggung, Harianguru.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Bupati Muhammad Al Khadziq mendukung kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (Porsema) ke XI tingkat Jawa Tengah yang akan digelar 24-27 Juni 2019 mendatang. Setelah Pemkab, Sekda dan semua dinas terkait juga turut mendukung kegiatan tersebut. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Porsema di ruang rapat Kesra Pemkab Temanggung Jl. A. Yani No. 32, Dongkelan Utara, Jampiroso, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Rabu siang (12/6/2019).

Hadir jajaran SKPD, OPD Pemkab Temanggung dan instansi terkait seperti perwakilan Polres, Satpol PP, PMI, PDAM, Kemenag, Dinas Pendidikan, Damkar, Dinas Perhubungan, PLN, dan lainnya serta pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng yang diwakili Ziyaul Haq, Ahmad Muzammil, Hamidulloh Ibda, Abdulloh Muchib, dan Irfan, lalu LP Ma'arif PCNU Temanggung dan panitia Porsema Tingkat Wilayah dan Panitia Lokal serta
Event Organizer (EO) yang membantu acara tersebut.

Acara Rapat Koordinasi Porsema itu langsung dihandel Sekda Temanggung Suryono. Pihaknya menegaskan, bahwa Pemkab dan SKPD menyambut baik kegiatan Porsema karena akan dihadiri semua atlet se Jawa Tengah.

"Minimal, nanti Temanggung dikenal adik-adik atlet jenjang MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK se Jateng," katanya.

Sebab, menurut dia, Temanggung memiliki banyak kekayaan daerah. "Harapan kami Temanggung dikenal semua adik-adik atlet se Jateng. Karena Temanggung menyimpan banyak kenangan, ada kuliner seperti kopinya juga terkenal, ada wisata dan kekayaan lainnya," lanjutnya.

Maka, Sekda yang mewakili Bupati Temanggung mengajak semua SKPD dan instansi terkait untuk mendukung dan menyukseskan Porsema ke XI di Kota Tembakau tersebut.

Sementara itu, Ketua LP Ma'arif NU Temanggung H. Miftakhul Hadi, M.Pd menjelaskan detail rencana dan konsep Porsema XI tersebut.

"Ada 9 cabang lomba olahraga, 14 cabang lomba seni, ada parade kontingen, dan total lebih daru 4367 peserta, atlit dan pimpinan kontingan akan hadir di Temanggung yang akan kami bagi pada 16 titik di sekolah negeri atau swasta yang akan menginap di sana," bebernya saat memaparkan materi.

Untuk penanggungjawab dan koordinasinya, lanjut dia, akan dikawal semua pengurus MWC NU Ma'arif se Temanggung, dan bantuan dari semua Badan Otonom NU Temanggung.

Pihaknya juga menjelaskan teknis lomba, dari tanggal 24 sampai 27 Juni 2019 kepada semua peserta rapat koordinasi agar dapat disinergikan dengan semua instansi untuk menyukseskannya.

"Kami sangat berharap kepada semua OPD, dan Dinas terkait untuk turut mendukung kegiatan tersebut agar berjalan sesuai harapan," harapnya.

Semua pihak dari OPD dan instansi terkait merespon positif rencana Porsema itu karena mereka menilai Porsema hampir sama dengan Sea Games yang melibatkan semua. Semua instansi hanya berharap koordinasi lanjut yang intens yang ke depan akan meminimalkan potensi hambatan. (Hg99/Ibda).


Temanggung, Harianguru.com - Serangkaian acara yang diselenggarakan oleh BEM STAINU Temanggung untuk mengharapkan berkah di bulan Ramadhan. Acara dimulai dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh pejabat kampus bagian kemahasiswaan dan seluruh Ketua UKM STAINU Temanggung. Acara dimulai Jumat sore (31/5/2019), dan direncanakan dilanjutkan Sabtu (1/6/2019).

Dalam acara tersebut BEM STAINU juga menghadirkan SMA, SMK, MA, Temanggung dengan jumlah peserta 52 orang dari perwakilan 11 Sekolah di Temanggung.

Setelah acara pembukaan tersebut seluruh peserta dan tamu undangan berbuka bersama lalu melaksanakan ibadah salat tarawih bersama yang diimami oleh Gus Nashih.

Setelah selesai pelaksaan sholat teraweh Gus Nashih menyampikan kultum mengenai puasa yang dijalankan oleh Nabi-Nabi sebelumnya. "Seperti Nabi Adam yang melaksanakan puasa setiap tanggal 13, 14, 15 lalu pusa Daud dan Nabi lainnya. Banyak keutamaan-keutamaan yang didapatkan dari puasa tersebut," katanya.

Setelah kultum tersebut dilanjutkan acara lomba yaitu lomba tausiyah yang diwakili oleh satu orang dari tiap-tiap sekolah. Dalam lomba tersebut mengusung beberapa tema yaitu mengenai pergaulan remaja, teknologi dan informasi, berbakti pada orang tua, dan lailatul qadar.

Demikian serangkaian acara yang diselenggarakan pada Jumat sore 31 Mei 2019 sampai malam untuk acara yang selanjutnya akan diteruskan pada hari Sabtu 1 Juni 2019. (HG99/Astuti).

Semarang, Harianguru.com - Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Iman Fadhilah, menegaskan bahwa PWNU Jateng menjadi IPNU sebagai tumpuan awal penjaga Aswaja. "Kami berharap besar bahwa segenap kader dan pengurus IPNU Jateng untuk jdi garda terdepan dalam menjaga aqidah ahlus sunnah wal jamaah an anhdliyah, karena tidak kami pungkiri, bahwa generasi pelajar dan muda sanagt rentan dipengaruhi dengan indoktrinasi radikalisme dan anti nasionalisme terhadap bangsanya," kata Iman Fadhilah yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jateng dalam sesi Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jateng di Merak Room Hotel Muria Semarang pada Sabtu (25/5/2019) yang dilanjutkan dengan buka bersama.

Pihaknya juga menyoroti maraknya situs berita yang secara afiliasi memiliki ikatan dekat dengan organisasi pendukung radikalisme, "Atas kerja-kerja didunia internet oleh PW IPNU Jateng kami sangat apresiasi, utamanya melalui portal online ipnujateng.or.id, jaga konsistensi itu" Tegas Iman yang juga Akademisi di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

"Perkembangan Organisasi Pelajar di Sekolah yang berkedok kegamaan perlu menjadi sorotan banyak pihak, utamanya pegiat NU yang terlibat aktif di dunia pendidikan. Terlebih akses informasi dan komunikasi tidak terbendung, bahkan kami mengalami langsung, ada anak didik kami yang pamit orang tuanya di Jakarta untuk ke Semarang, suatu ketika orang tua telpon dan mempertanyakan anak yang bersangkutan, ternyata ia belum ke pondok, akhirnya dicari dan anak akhirnya balik, dari ceritanya ia bilang dari Solo. Namun pengamatan kami pasca dari solo perangainya berubah dan nampak seperti orang linglung ditanya tidak mau jawab dengan lugas dan bahkan sering membenturkan kepalanya sendiri ke tembok, kami mencurigai ia terkena brainwash. Maka potensi indoktrinasi radikalisme tersebar dimanapun dan menyasar kalangan pelajar dan muda" Papar Iman yang juga aktif mengelola Yayasan Pendidikan Islam Taqwa Illah di Meteseh Semarang.

Selain Iman Fadhilah, agenda ini juga hadirkan pembicara lain, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng, H Tino Indra Ketua DPD KNPI Jateng, H M Faojin Ketua Pergunu Jateng, serta Ketua PW IPNU Jateng Ferial Farkhan Ibnu Akhmad. Dari kalangan peserta hadir perwakilan Jajaran Pengurus Pimpinan Komisariat Perguruan Tingi (PKPT) IPNU Kampus-kampus di Ibukota Provinsi Jawa Tengah. (HG11/A Halim Solkan).

Semarang, Harianguru.com - Segenap Pelajar NU Jateng utamanya jajaran Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU Kampus-kampus di Semarang berkumpul di Merak Room Hotel Muria Semarang mengikuti fokus group discussion (FGD) dan Buka Bersama yang diagendakan oleh PW IPNU Jawa Tengah, pada Sabtu (25/5/2019).

Tema agenda ini "Menerawang Wajah Pendidikan Indonesia Pasca Pemilu 2019". Forum ini menghadirkan, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng FPKB, H Tino Indra Wardono Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, H Iman Fadhilah Wakil Sekretaris PWNU Jateng, H. M Faojin Praktisi Pendidikan/Ketua Pergunu Jateng.

Muh Zen Adv dalam paparannya mengungkapkan, bahwa pendidikan adalah sektor penting yang harus dikawal oleh semuanya, utamanya segenap pengurus PW IPNU Jateng, karena bagaimanapun input kader berasal dari sana, pihaknya juga perihatin atas maraknya forum organisasi di tingkat sekolah utamanya organisasi berkedok keagamaan namun dalam praktiknya malah menjadi sarana pengembangan nilai radikalisme dan mengkebiri nilai keagamaan dan pancasila.

"Pemerintahan ditingkat manapun, harus punya komitmen politik yang tinggi atas keberhasilan dan pengembangan pendidikan. Jika mereka abai maka SDM Masyarakatnya akan rendah. Masyarakat bisa mengawal dengan memantau berapa persen sih alokasi dana APBD untuk pendidikan" Tegas Muh Zen yang juga Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI).

Pihaknya juga sampaikan bahwa DPRD Jateng telah menetapkan Perda Pendidikan yang harapannya kedepan tidak ada kembali dikotomi antara Pendidikan Formal/Non Formal.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka wacana dan menelaah potensi perubahan haluan kebijakan pendidikan, utamanya jika melihat hasil pemilu 2019. Kegiatan ini dihadiri ada perwakilan dari UIN Walisongo, UNNES, UNWAHAS, serta Perwakilan PC IPNU Kota Semarang. (HG33/A Halim Solkan).

Kalimantan Timur, Tenggarong, Harianguru.com -   Kurnia Astuti, seorang guru dari SDN 003 Tenggarong,  sudah empat kali selama bulan April 2019 keliling kompleks perumahan tempat ia tinggal menawarkan pada warga untuk membaca buku.  Ia tidak sendiri, tapi ditemani oleh tiga anaknya yang masih kecil-kecil: Bilqis yang masih kelas empat SD, Yasmin yang sementara masih duduk di TK, dan adiknya Asifa yang masih usia tiga tahun. Buku-buku  milik pribadi berbentuk komik, novel, majalah dan lain-lain tersebut dibawa dengan gerobak dorong yang biasa digunakan untuk membawa galon air.

“Bersama anak-anak saya, saya dorong gerobak menawarkan pada siapa saja untuk membaca secara gratis, terutama anak-anak. Saya merasa terpanggil setelah melihat besarnya kecenderungan anak-anak disini buang-buang waktu bermain gadget. Kadang-kadang bahkan anak saya ikut-ikutan tergoda. Saya ingin anak-anak di kompleks ini lebih mampu memanfaatkan waktunya dengan rajin membaca buku,” ujarnya.

Jadwal berputar keliling kompleks menawarkan buku adalah tiap hari Jum’at pukul 16.30-17.30. Mereka tidak hanya keliling  kompleks perumahan mereka sendiri, tapi juga kompleks tetangga.  Orang tua dan anak-anak pun menyambut  gembira kegiatan bu Kurnia. “Bahkan biasa orang tua memerintahkan anak-anaknya gabung membaca, daripada bermain gadget saja,” ujarnya.

Pada bulan Mei ini, karena puasa, ia tidak keliling, tapi menyilahkan pembaca untuk datang langsung ke perpustakaan mininya di rumah. “Buku saya belum begitu banyak. Tapi saya nanti akan pasang banner rumah baca di rumah saya. Saya mempersilahkan siapa saja  menyumbang buku dan akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk gerakan literasi,” ujar salah satu fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation ini. 
Namun yang patut diacungi jempol adalah keberanian dan semangatnya berserta keluarganya pada waktu pemilu kemarin tanggal 17 April 2019. Dibantu suaminya, Syamsul Efendi, ia membawa gerobak baca keliling tersebut ke tempat pemungutan suara (TPS) dan membuka lapak baca disitu.

“Saya amat prihatin dengan tingkat literasi di Indonesia. Jadi saya mencoba menggugah semua orang untuk tergerak mau membaca,” ia menceritakan motifnya. Menurutnya, awalnya hampir tak ada orang yang menggubris lapaknya di TPS tersebut. Kebanyakan orang-orang asyik bermain hp sambil menunggu waktu mencoblos. “Saya sampai tawarkan ke tempat duduk mereka. Saya katakan tidak dipungut biaya, tapi tetap tak ada yang menggubris,” kenangnya.

Orang-orang baru perhatikan lapak membaca tersebut, saat tiba-tiba pejabat provinsi dan kabupaten  datang berkunjung ke TPS tersebut, diantaranya  Kasi Perpustakaan Kabupaten Idmansyah,  dan Pejabat Dinas Kebudayaan Daerah Pak Yuyun. Ternyata para pejabat  tersebut tidak langsung menuju ke TPS, tapi ke lapak baca yang didirikan ibu Kurnia. Melihat hal tersebut, orang-orang baru ikut-ikut mengapresiasi kegiatan bu Kurnia.

Menurutnya, karena kegiatan buka lapak baca di tempat pemungutan suara tersebut, akhirnya ia cukup dikenal dan  diminta untuk menjadi nara sumber literasi di beberapa tempat. “Melihat saya gigih membuka lapak pakai buku-buku pribadi di tempat umum, Kasi Perpustakan mengundang saya  jadi narasumber kegiatan literasi di perpustakaan daerah dan juga mengisi kegiatan di Taman PINTAR. Saya juga akan mendapat hadiah tambahan buku dari Rumah Budaya Kutai,” ujarnya.

Keluarga Literasi
Menurut Kurnia, awalnya ia bukanlah pembaca buku yang rutin. Ia baru tergerak rutin membaca, setelah ia membaca banyak artikel tentang pentingnya gerakan literasi dan ikut pelatihan budaya baca Tanoto Foundation. 

“Walaupun saya suka menulis diary. Bahkan diary saya sampai 30 buku. Saya awalnya bukan pembaca yang baik,” ujarnya.

Kini ia selalu luangkan diri setiap hari untuk membaca buku. Bahkan bersama suaminya, ia sepakat untuk membuat program khusus membaca bagi keluarga tersebut. Setiap pagi, anaknya yang SD setelah shoat subuh diwajibkan membaca selama 10 menit. Sedangkan tiap malam, ia dan suaminya bergantian membacakan pada anak-anaknya buku cerita.

“Karena kegiatan ini, anak saya yang usia tiga tahun sekarang sangat menyukai buku. Untuk tiga buku favoritnya, walaupun Ia belum bisa membaca, ia sudah hapal isi buku kecil tersebut tiap halaman,” ujarnya bangga. Sedangkan yang paling besar, Bilqis, sudah pandai menceritakan kembali isi buku.

“Selain saya minta menceritakan isi buku bacaan lewat lisan, saya juga gunakan kertas bekas untuk membimbingnya menceritakan buku yang ia telah baca lewat tulisan. Hasil karyanya kemudian ditempel di kotak membaca seperti kotak kado dan jadi hiasan di rumah kami, “ ujarnya.

Bu Kurnia saat ini sedang menyusun sebuah buku dan sudah dihubungi oleh penerbit. “Semoga saya benar-benar bisa menerbitkan buku,” ujarnya. (HG33). 

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget