Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Pati, Harianguru.com - Di hari kedua pada Selasa (17/7/2018), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Jamaah Pasrah (JAPA) Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, pelajar SMK JAPA dihimbau untuk menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan raya.

Hal itu diungkapkan Aiptu Suwarto, Kanit Bhinmas Polsek Dukuhseti, di hadapan enam puluh siswa-siswi baru SMK Japa yang mengikuti MPLS di hari kedua tersebut. "Pelajar harus menjauhi kenakalan remaja dan harus menjadi pelopor lalu lintas," tegas dia.

Diajak Ziarah Kubur
Sementara pada MPLS hari ketiga, Rabu (18/7/2018), dilanjutkan dengan kegiatan spiritual ziarah kubur ke makam wali.

"MPLS pada hari ketiga, kegiatannya ziarah ke makam Syekh Hamim atau Mbah Klompro, Mbah Amar Maruf pendiri Yayasan Jamaah Pasrah dan SMK Jamaah Pasrah dan Mbah Brojoseti Singo Barong perintis agama Islam di Desa Dukuhseti," kata Minan.

Menurut dia, kegiatan ziarah kubur ini rutin sebagai wujud penghambaan kepada Allah melalui walisah lewat para waliyullah. Tahun 2017 kemarin juga telah terlaksana kegiatan ziarah kubur pada awal pembelajaran.

Peserta didik, menurut Minan, wajib dibekali kecerdasan spiritual di samping bekal intelektual dan emosional. Hal itu sangat penting di era Revolusi Industri 4.0 ini agar mereka tidak tercerabut dari tradisi Islam yang sudah dilestarikan sejak dulu. (hg55/hms)

Bogor, Harianguru.com - Selama dua hari ini, 18-19 Juli 2018,  beberapa dosen se Indonesia mengikuti presentasi proposal Annual Conference Research Proposal (ACRP). Di antara peserta se Nusantara itu ada beberapa dosen dari Jawa Tengah khususnya dari Temanggung.



Mereka adalah Drs. Muh Baehaqi, M.M., Ketua STAINU Temanggung, Sumarjoko, M.S.I Kaprodi Hukum Keluarga dan Sekprodi PAI Sigit Tri Utomo, M.Pd.I.



Acara diikuti oleh peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) se Indonesia baik negeri maupun swasta. Acara berlangsung sangat meriah diawali dengan teknikal meeting yang dimotori oleh pejabat Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Aziz Hakim, M.H juga turut hadir Prof. Phil Kamarudin Amin, Prof Amsal Bakhtiar juga  Tari Saman dari MTs Pembangunan yang berlangsung meriah.



Kemudian dilanjutkan acara presentasi proposal di masing-masing cluster baik penelitian maupun pengabdian masyrakat.  Perlu diketahui sekitar 1961 an proposal masuk ke aplikasi Liptadimas Kemenag kemudian diverifikasi secara ketat dengan verval dengan kroscek NIDN yang lolos sekitar 1410 kemudian tim reviewer melakukan seleksi sehingga sekitar 984 yang lolos dari 16 cluster, akhirnya 881 yang presentasi proposal di Aston Hotel  Resort dan Spa Bogor.





Dalam kesempatan itu, pembicara Prof. Amin mengatakan, penelitian harus memuat orisinilitas, kredibilitas dan temuan-temuan pengembangan pendidikan Islam yang secara akademik kompetitif akan diadakan setiap tahun.



Selain itu turut membuka Menteri Agama RI, Lukman Khakim Saefudin. Beliau memaparkan bahwa penelitian di PTKI harus bermanfaat secara realitas tidak hanya sebatas konsep dan literasi saja. "Tetapi mampu mengenalkan muslim Indonesia di kancah global dan milenial. Tidak hanya itu, penelitian pada kesempatan ini dianggarkan sekitar 45.4 miliar," tegasnya.



Pemateri lain, Prof. Arskal Salim, P.h.D. menegaskan ke depan akan dilaksanakan ARKAN (Agenda Riset Keagamaan Nasional) jangka 2018-2028. "Sehingga dapat menberikan produktivitas keagamaan baik secara sebagai scientific impact, maupun impact factor dan dapat meningkatkan prestasi PTKI menjadi pusat pendidikan, kajian dan penelitian Islam dunia. Amin," tegasnya.



Ketua STAINU Temanggung Drs. H. Moh Baehaqi, MM dan jajarannya merasa bangga bisa tembus ajang nasional. Hal itu diharapkannya menjadi geliat bagi semua dosen untuk giat meneliti sebagai wujud komitmen pada profesi dosen.



Acara yang diadakan di Aston hotel resort dan spa Bogor ini berlangsung sangat meriah dan antusias. Banyak di antara mereka mengaku mendapat banyak hal karena bisa bertemu peneliti se Indonesia dari berbagai kalangan dan kampus. (hg48/HI/STU).

Temanggung, Harianguru.com - Ada yang berbeda dengan situasi di kampus induk STAINU Temanggung pada Senin (16-7-2018) kemarin. Hari itu merupakan hari pertama siswa ELPIST masuk sekolah. Guru - guru ELPIST yang biasa akrab dipanggil "miss" oleh para siswanya sudah berbaris didepan pintu masuk menyambut siswa baru ELPIST. Kampus yang biasanya dihuni oleh mahasiswa saja, dengan kehadiran Lab School milik Prodi PIAUD ini sekarang juga ramai dihuni siswa ELPIST. Labs School ini kami persembahkan untuk masyarakat Temanggung, disamping juga sebagai Laboraturium mahasiswa kami. tutur Husna, Ketua Pendirian ELPIST.

Menurutnya, desain sekolah paud ini akan menjadi percontohan bagi semua sekolah PAUD di Temanggung. Sekolah ini diajar oleh guru yang kesemuanya berpendidikan S1 PAUD atau PIAUD. Fasilitas gedung ber AC dan gedung ber- 3D Aquarium Raksasa juga menjadi hal yang unik bagi para siswa. Temanggunh yang secara geografis pegunungan, jauh dari pantai, ketika para siswa diperkenalkan dengan dunia laut maka akan menemukan hal baru yang belum mereka temukan di alam Temanggung. tambahnya.

Yenni selaku Ka. Lab menambahkan, ELPIST juga menjadi kebanggaan Prodi PIAUD karena Labs School ini bisa menjadi daya beda atau diferensiasi prodi kami dengan prodi PAUD lain di Temanggung dan sekitarnya. Jujur, Prodi PIAUD STAINU Temanggung saat ini menjadi prodi PAUD pertama di Temanggung dan sekitarnya yang memiliki Laboraturium. Hal ini sudah terbukti banyak mahasiswa kami dari Temanggung dan Magelang yang memilih berkuliah disini dari pada kuliah di Prodi PAUD Perguruan Tinggi lain yang belum memiliki Laboraturium. paparnya secara gamblang.

Semester ini masih kami buka pendaftaran siswa baru, meskipun saat ini sudah ada puluhan siswa baru di tahun pertama ELPIST ini berdiri. tutur Fitri, guru ELPIST yang juga alumnus UNY itu. Kami bertekad akan menjadikan ELPIST ini sebagai sekolah PAUD percontohan di Temanggung. Sebagai Lab School kami memiliki konsultan dari banyak dosen Prodi PIAUD yang sangat mumpuni. Semoga dengan kehadiran ELPIST ini bisa menjadi berkah untuk semuanya. tambahnya. (hg55/hms

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menyatakan terdapat sekitar 100 ribu formasi untuk tenaga pendidik atau guru pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang bakal segera dilakukan.

"Saya sudah laporkan ke Pak Wapres tapi belum saya laporkan ke Pak Presiden ya. Kemungkinan ya, kurang lebih antara 100 ribu-an untuk seluruh guru," kata Asman dalam wawancara dengan media pada Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian 2018, Rabu (11/7/2018), seperti dikutip dari akun Twitter BKN.

Formasi 100 ribu guru di CPNS 2018 ini bakal ditempatkan di seluruh pemerintah daerah yakni seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Asman menjelaskan penerimaan formasi 100 ribu guru itu dilakukan untuk mengurangi kekurangan guru yang terjadi di seluruh Indonesia. Menurut Asman, berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia masih kekurangan sekitar 700 ribu guru.

"Untuk mengurangi kekurangan itu, jadi kami cicil," ujar Asman.

Berbeda dengan sebelumnya, pada penerimaan seleksi CPNS 2018 ini, Asman menyatakan tak ada formasi khusus bagi tenaga kontrak K2 dan honorer. Semua penerimaan harus melalui seleksi CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Sudah saya jelaskan di DPR, teknik yang kami lakukan untuk rekrutmen tidak bisa lagi tanpa tes. Tenaga K2 dan honorer silahkan ikut tee, sementara kami prioritaskan tes secara terbuka," tutur Asman.

Selain tenaga pendidik, seleksi CPNS 2018 ini juga membuka formasi dalam jumlah besar untuk tenaga kesehatan. Hanya saja, Asman menyebut jumlah pasti formasi tenaga kesehatan belum ditetapkan karena mmasih menunggu laporan dari Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah.

Lihat juga: Pendaftaran CPNS 2018 Hanya Dilakukan Lewat Situs BKN
Untuk formasi lain, Asman menyatakan bakal menerima CPNS untuk mengisi sekitar 220 ribu pegawai yang pensiun.

"Jumlah yang pensiun ada 220 ribu, tapi kami memakai sistem pertumbuhan yang kurang, jadi yang kami terima kurang dari itu," ucap Asman.

Asman menyatakan formasi pasti untuk seleksi CPNS 2018 ini bakal diumumkan dalam waktu dekan melalui situs BKN di https://sscn.bkn.go.id. (red-HG44/cnn).

Harianguru.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya berhasil mendapatkan ijazah SMA paket C. Meski demikian, ia sebenarnya sudah dinobatkan sebagai doktor honoris causa oleh Universitas Diponegoro Semarang beberapa waktu lalu.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menyatakan keberhasilan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih ijazah setara SMA layak menjadi inspirasi bagi bangsa.

"Saya kira langkah tersebut patut diapresiasi dan jadi inspirasi bagi masyarakat kita," kata Zulficar Mochtar ketika dihubungi, Sabtu (14/7/2018) pagi.

Menurut Zulficar, langkah itu layak menjadi apresiasi karena meski diketahui seorang menteri sangat luar biasa sibuk, Susi tetap egaliter dan melewati proses tahapan yang ada serta selalu punya semangat kuat untuk proses pendidikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah berhasil meraih ijazah setara SMA setelah lulus ujian Paket C yang diikuti dirinya di satu SMA negeri di daerah domisilinya, Pangandaran, Jawa Barat, 11-13 Mei 2018.

Asisten Pribadi Menteri Susi, Fika Fawzia, dalam akun media sosial Instagram, Jumat (13/7/2018) malam, menyatakan bahwa tepatnya pada 7 Juni 2018, Susi dinyatakan lulus dan pada Jumat (13/7/2018) menerima ijazah Paket C yang tertera namanya.

Fika dalam akunnya tersebut mengungkapkan, perjalanan Susi mencapai keberhasilan tersebut dimulai pada 16 Juni 2015, yaitu seusai sidang kabinet kala itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Anies Baswedan, menghampiri Susi Pudjiastuti dan menanyakan apakah pada tahun depannya ingin mengikuti ujian Paket C.


Awalnya tawaran itu hanya ditanggapi Susi dengan canda dan keengganan, tetapi Anies terus membujuk sehingga Susi mengiyakan permintaan tersebut.

"Saya yang berjalan di belakang mereka berdua awalnya hanya sayup-sayup mendengar percakapan tersebut, namun akhirnya Pak Anies menoleh ke saya, 'Kamu saksi, ya. Ibu udah bilang mau, jadi tahun depan kita atur'," tutur Fika dalam akunnya.

Namun, karena kesibukan Susi di kabinet dan amanahnya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, baru pada Mei Susi kemarin berhasil menyempatkan diri mengikuti proses ujian Paket C.

Ujian Paket C yang diikuti Susi adalah dengan mengikuti proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar di SMA 1 Pangandaran.

Ternyata hasilnya, Menteri Susi tidak hanya lulus dan meraih ijazah setara Paket C, tetapi dia juga berhasil meraih peringkat nomor 1 (satu) dari 569 peserta di Ciamis. (hg33/MI).

YOGYAKARTA, Harianguru.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu ajang mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Stadion UNY pada Jumat (13/7/2018).

Lebih lanjut, Mohamad Nasir mendorong mahasiswa KKN untuk mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat baik dalam hal peningkatan kualitas kesejahteraan maupun tingkat pendidikan masyarakat.

“Mahasiswa KKN adalah agen perubahan. Agen perubahan pada pembangunan ekonomi dan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Mahasiswa KKN harus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui implementasi ilmu pengetahuan yang dimiliki”, ujar Nasir.

Nasir juga berpesan supaya setiap mahasiswa untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ini. “Saya berharap, saudara-saudara dapat menjalankan tugas ini dengan baik. Jangan sampai menimbulkan masalah dengan masyarakat di lokasi penempatan”, pesan Nasir.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester khusus tahun akademik 2017/2018 Universitas Negeri Yogyakarta diikuti oleh 4.033 orang mahasiswa yang terbagi dalam 388 kelompok. Selain itu, terdapat 101 dosen yang ditunjuk sebagai dosen pembimbing. Daerah sasaran KKN ini meliputi 13 kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. (hg10/MSF).

Jakarta, Harianguru.com – Inovasi berbasis riset harus dihilirisasi dan dikomersialisasikan agar memiliki nilai tambah. Lebih dari itu penelitian terapan berbasis output yang dapat memberikan solusi atas permasalahan saat ini secara praktis juga harus didorong. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada Penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium Gedung BPPT II, Thamrin pada 10 Juli 2018.

Gelaran ke-11 Anugerah BJHTA ini diberikan kepada Prof. Dr. Eng-Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., yang telah berhasil mengembangkan teknologi Fuel Cell dengan metode electron transfer. Teknologi ini menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor juga back up power untuk berbagai peralatan. Proses produksi gas hidrogen telah dikembangkan dari limbah biomassa dengan bahan baku limbah dari industri kepala sawit.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nasir juga menghimbau para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia memiliki lebih dari 5.400 riset yang telah dipublikasikan, jumlah ini terus meningkat per Juli lalu. Saat ini kita telah mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Riset yang bermanfaat adalah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Oleh karena itu riset harus kita dorong dan inovasi menjadi output, jangan sampai riset berhenti sampai publikasi saja,” ucapnya.

Sementara itu Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, selaku tokoh pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia untuk menciptakan ilmuan-ilmuan muda generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi dan inovatif menuju kemandirian bangsa mengembangkan teknologi. “Apabila kita ingin maju seperti bangsa lain hanya mengandalkan sumber daya alam saja, forget it,” ujarnya.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan bahwa penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada pelaku teknologi.

“Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie adalah pemberian penghargaan tertinggi dari BPPT kepada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara memiliki reputasi nasional dalam bidang teknologi dan menghasilkan karya nyata yang memberikan impact pada bidang teknologi yang menghasilkan inovasi,” terangnya.

Eniya Listiani Dewi merupakan wanita pertama yang berhasil menyabet BJHTA. Ia menerangkan kelangsungan hidup manusia dan keberlanjutan peradaban memerlukan energi, dan banyak negara yang sudah menghapuskan sumber energi konvensional dan beralih ke Energi Baru Terbarukan.

“Saya harap temuan Energi Baru Terbarukan (EBT) saya ini dapat lebih ekonomis. Seperti kita tahu kebijakan EBT 23% pada tahun 2025 dan saat ini baru 13%, dalam 7 tahun ini upaya apa yang bisa kita lakukan. Pemerintah perlu mendorong inovasi ini, dan dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga EBT merupakan bentuk concern pemerintah,” jelasnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Komisi VII DPR-RI Bidang Riset dan Teknologi, Panitia Khusus Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional, serta tamu undangan lainnya. (hg44/hms).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget