Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Temanggung, Harianguru.com - Pada Senin (23/4/2018), panitia menggelar acara pamungkas Dies Natalis STAINU Temanggung yang ke-48 dengan Seminar Literasi Medsos yang mengangkat tema "Perang Malaikat dan Syaitan di Media Sosial" yang dihadiri ratusan peserta dari pelajar SMA/SMK/MA dan civitas akademika STAINU Temanggung di lantai 3 STAINU Temanggung.

Pada kesempatan ini, BEM STAINU Temanggung selaku panitia pelaksana mendapuk pemateri dari Dinkominfo Temanggung yang diwakiliki Eko Kus Prasetyo dan Hamidullah Ibda dosen STAINU Temanggung sekaligus pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng.

Dalam kesempatan itu, Eko selaku narasumber pertama menjelaskan tentang etika dan etiket ber media sosial yang pada simpulanya mengajak peserta bijak dalam bermedia sosial.

"Kita jika ingin share maupun mengkonsumsi sesuatu dari medsos harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan akan berita maupun gambar itu dengan katalain 'saring dulu sebelum sharing' dulu," kata Eko.

Sementara itu, Hamidullah Ibda juga menegaskan tentang bagaimana memanfaatkan akun media sosial ke hal-hal yang positif jangan sampai kita terlarut dengan indahnya dunia maya, menjadi konsumen yang pintar memilih mana yg berita provokatif dan juga sara.

Pihaknya juga memberi solusi kepada pelajar dan mahasiswa khususnya agar menjadi pengguna medsos yang baik jangan mudah terprovokasi oleh berita maupun tulisan meme yang kiranya akan menimbulkan emosi dan terjadi konflik. "Maka harus pandai memilah mana yang baik dikonsumsi publik," ujar dia. (hg44/robin).

Temanggung, Harianguru.com - Tim Kuliah Kerja Nyara (KKN) STAINU Temanggung tahun 2018 di Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, lagi-lagi mengadakan acara silaturahim sekaligus realisasi program yang diadakan di posko KKN Dusun Gondangan 2 yang dihadiri oleh pengurus IPNU-IPPNU Tawangsari, Selasa (24/4/2018).

Hadir pula pengurus remaja masjid se Desa Tawangasari, dan pengurus TPQ Se Desa Tawangsari. Kegiatan ini, dimulai pukul 8.30 WIB malam dan acara ini berjalan dengan lancar dan nyaman sesuai harapan.

"Harapannya masyarakat Tawangsari, khususnya pengurus kelembagaan agama dapat bersinergi untuk memajukan lembaga agamanya masing-masing," kata tim KKN STAINU Temanggung yang dipandu oleh Ahmad Nur Islah, Almaksirun selaku penyampai materi tentang manajemen organisasi dari pemateri Jafar Sodik dari Tim PKPNU yang berhalangan hadir pada malam itu.

Almaksirun selaku penyampai materi memberikan gambaran gamblang mengenai sistem organisasi yang wajib dimiliki oleh setiap peserta organisasi. "Saya hanya menyampaikan materi dengan menambah sedikit pengalaman dari orang lain, bukan untuk menggurui karena ini bersifat memfasilitasi namun terkendala pemateri yang belum dapat berkumpul ditengah-tengah kita," tutur almaksirun.

Seluruh peserta menanggapi program KKN STAINU Temanggung itu dengan  baik hal itu bisa dilihat dari antusias masyarakat setempat dalam membantu program KKN. (htm44/hms).

Suasana pemotongan tumpeng sebelum seminar literasi
Temanggung, Harianguru.com - Internet Citizen (Netizen) mahasiswa, pelajar, dosen dan semua kalangan harus menjadi malaikat yang menulis, mengabarkan, share apa saja termasuk berita, video, gambar dan meme di media sosial. Hal itu diungkapkan Hamidulloh Ibda pengajar dan Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung dalam seminar literasi bertajuk 'Perang Malaikat dan Syetan dalam Media Sosial", Senin (23/4/2018).

Baca: Ini Daftar 243 Kampus yang Tak Bisa Ikut Tes CPNS

"Manusia memiliki dua potensi. Benar salah, baik buruk, taat menentang, berbuat kebaikan dan kejahatan. Tidak hanya di dunia nyata namun juga di dunia maya sebagai benua yang kini kita huni," ujar Hamidulloh Ibda yang juga pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng tersebut.

Kegiatan itu menjadi puncak acara Dies Natalis STAINU Temanggung yang ke-48 yang juga mendapuk Eko Kus Prasetyo, ST., M.Eng Staf Pemberdayaan Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Temanggung yang bekerjasama dengan Polres Temanggung.

Dosen asal Pati ini menjelaskan, literasi di dunia pendidikan dan jurnalistik di Indonesia berkembang karena data kemampuan membaca dan mendapatkan informasi kita memang jauh dari harapan. "Literasi itu intinya adalah kemampuan literat, melek aksara, melalui kegiatan membaca, menulis, mendapatkan informasi dan kebenaran lewat kegiatan apa pun termasuk seminar ini," papar dia.

Ibda juga menambahkan, literasi di era Revolusi Industri 4.0 ini tidak lagi menggunakan literasi lama, namun harus menuju ke literasi baru. "Dulu, tangangan kita tahun 2015 ini MEA. Solusi pemerintah adalah penguatan kompetensi, karakter dan literasi. Namun di era disrupsi teknologi dan Revolusi Industri 4.0 ini, kita dituntut untuk menguasai literasi baru yang aspeknya ada empat. Mulai dari literasi data, teknologi dan humanisme atau SDM. Sementara literasi lama yang aspeknya membaca, menulis dan berhitung harus dikuatkan," ujar pengurus Bidang Literasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng itu.

Pihaknya mengajak semua hadirin untuk menjadi malaikat yang menyeru pada kebaikan, menganjurkan pada Islam ramah, toleran, dan rahmatal lillalamin. "Solusi untuk menjadi netizen malaikat ya mudah. Jangan mudah percaya dengan berita, foto, video atau meme. Kenali medianya, cek sumbernya, dan laporkan pada yang berwajib jika itu benar-benar hoax atau fake," papar penulis buku Media Literasi Sekolah itu.

Sementara itu, Eko Kus Prasetyo juga mengajak semua peserta untuk memfilter diri agar tidak mudah membagikan semua jenis uplodan di media sosial. "Istilah kami itu sharing dulu sebelum share," beber dia.

Pihaknya juga menjelaskan, manusia hidup di dunia nyata bisa menjadi baik atau malaikat. "Tapi kadang kita di medsos itu bisa menjadi orang lain. Gampangannya, kita bisa berjiwa dua antara di dunia nyata dan maya. Makanya kita harus menjadi malaikat baik di dunia nyata maupun maya," lanjut dia dalam seminar yang dihadiri ratusan pelajar dari Temanggung dan keluarga besar STAINU Temanggung itu.

Baca juga: Ini Alasan Kuat, Kenapa Kamu Haram Jadi PNS

Eko juga mengajak peserta seminar untuk memilah dan memilih uplodan di medsos. "Medsos inikan cuma alat berinteraksi, ya dia harus kita perlakukan dengan bijak agar kita tidak bisa tersandung UU ITE yang sudah direvisi ini. Karena di pasal-pasal jelas ada berapa hukuman penjara dan denda. Makanya kita harus menjadi malaikat dalam bermodsos," lanjut dia.

Sebelum seminar, kegiatan diawali dengan refleksi Dies Natalis ke 48  yang disampaikan Ketua  STAINU Temanggung, Moh. Baehaqi. Pihaknya mengatakan banyak sekali potensi kampus ini yang sudah berkembang. Salah satunya adalah perubahan dari FHI UNNU yang dulunya satu cabang dengan UNU Surakarta, kemudian menjadi STISNU Temanggung, lalu berubah menjadi STAINU Temanggung.

Kemudian, di tahun ini target akreditasi dan pengajuan konversi dari STAINU menjadi UNISNU Temanggung. Selain itu, dalam kegiatan itu juga dilakukan pemotorngan tumpeng, dan pemberian beberapa piala dan penghargaan juga diberikan Ketua STAINU Temanggung kepada para juara lomba tonis, lomba Duta STAINU dan dosen berprestasi. (red-HG99/Egi).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka meramaikan Dies Natalis STAINU Temanggung ke 48, panitia menggandeng sejumlah media termasuk Harianguru.com untuk menyukseskan gelaran tiap tahun tersebut. Hal itu tidak lain bertujuan untuk mengampanyekan Islam ramah, toleran, dan tidak mengajak pada radikalisme.

Dijelaskan Usman Ketua Panitia Dies Natalis STAINU Temanggung, pihaknya melalui beberapa relasi menggandeng sejumlah kerjasama dengan media di wilayah Jawa Tengah bahkan Indonesia.

"Kami menggandeng sejumlah media. Mulai dari media umum seperti Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Harianpemalang.com, Harianbrebes.com, Harianwonogiri.com, Hariansemarang.com, Harianblora.com, Koranpati.com, Wartanasional.com, Liputankendal.com. Untuk media pendidikan ada Harianguru.com dan Sieedo.com. Lalu untuk media Islami ada NU Online (Nu.or.id), Tabayuna.com, Islampers.com, Dutaislam.com, Suaranahdliyin.com, Islamcendekia.com," beber dia.

Pihaknya berharap, Dies Natalis STAINU Temanggung tahun ini bisa mengusung visi besar NU dalam menggalakkan literasi agama Islam berfaham Aswaja Annahdliyah dan menjaga NKRI, NU, ulama dan kiai yang toleran dan ramah.

Selain perlombaan olahraga, rangkaian dies juga ada Pemilihan Duta Mahasiswa, Festival Rebana Modern, dan juga Seminar Literasi yang digelar Senin (23/4/2018) besuk sebagai puncak dies.

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung juga mengajak semua warga STAINU untuk meramaikan gelaran tahunan ini sebagai bentuk rasa syukur dan khidmad pada NU.

Tanpa peran media, kata dia, misi mengampanyekan Islam ramah, toleran, akan susah tersampaikan pada publik. Hal itu menjadi bagian dari tugas NU dan kampus di bawah naungan NU.

"Kami atas nama kampus mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, jurnalis dan semua elemen yang turut mempublikasikan agenda besar kami. Semoga ini menjadi bagian dari syiar untuk mengampanyekan Islam yang ramah melalui media siber," ujar dia.

Upacaran terima kasih juga pihaknya sampaikan pada NU Temanggung, Bank Jateng, Polres Temanggung, KBIH Babussalam, Laziznu, Tirta Agung dan lainnya. "Semoga amal semua pihak mendapat balasan setimpal dari Allah," ujar dia. (hg55/Ibda)

Suasana festival rebana modern di komplek STAINU Temanggung
Temanggung, Harianguru.com - Sebanyak 13 grup rebana dari Kabupaten Temanggung, Magelang dan sekitarnya, Minggu (22/4/2018). Sampai pukul 23.00 WIB lebih, akhirnya grup Rebana Ittihadus Syabab dari Kemloko Sabet Juara 1 Festival Rebana Modern (Fesrebmod) STAINU Temanggung.

Data dari panitia, para peserta itu mulai dari rebana STAINU Temanggung, Nurul Ikhlas dari Munding, Kundisari, Permata Hati dari Windusari Magelang, As-syifa TPQ Darussalam Miri, Kerep.

Kemudian Nada Al-badhawi Hidayatussyibyan SMKN 1 Temanggung, Annajah Walitelon Temanggung, Nada Al Mahmudah Bansari, Sekar Langit Kandangan, Elvas Annaja Ngadirejo, Ittihadussyabab Kemloko Kaloran, Al Karomah Kledung, Baitussalam Tembarak.

Kegiatan yang berlangsung sehari semalam ini sangat ramai karena dihadiri ratusan orang yang lalu lalang dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu dibuka pula berbagai stand. Mulai dari stand makanan, minuman, baju, kopi, dan lainnya sampai juga stand PMB STAINU Temanggung.

Usai pertandingan, akhirnya panitia dan juri menentukan tiga juara. "Juara 1 grup Ittihadus Syabab dari Kemloko Kaloran Temanggung. Juara 2 grup Sekar Langit, Tegalsari Kandangan Temanggung. Juara 3 Elfas An Naja, Pringsewu Ngadirejo Temanggung," kata Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung.

Mereka langsung diberi penghargaan dari panitia yang diberikan Husna Nashihin perwakilan dari STAINU Temanggung. (hg57/hms).

Stand mahasiswa PGMI STAINU Temanggung
Temanggung, Harianguru.com - Ralam rangka mengimplementasikan visi-misi Teacherpreneurship, sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung yang tergabung dalam HMP PGMI STAINU Temanggung membuka stand bisnis dalam Festival Rebana Modern dalam rangkaian Dies Natalis STAINU Temanggung ke-48 di halaman kampus setempat, Minggu (22/4/2018).

Mereka menjajakan beberapa makanan, minuman, juga beberapa asesories dan juga perlengkapan seperti sabun dan sejenisnya yang laris-manis dalam rangkaian agenda Dies Natalis STAINU Temanggung tahun 2018 tersebut.

Ketua Program Studi PGMI STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda, merespon baik kegiatan tersebut karena sudah sejalan dengan visi-misi PGMI serta implementasi dari mata kuliah Teacherpreneurship.

"Minggu ini adalah pertemuan terakhir mata kuliah Teacherpreneurship sebelum UAS. Banyak konsep dan teori dapat diimplementasikan mahasiswa. Salah satunya adalah bisnis langsung, meskipun secara akademik ada namanya bisnis plann," beber Hamidulloh Ibda pengajar dari mata kuliah Teacherpreneurship di prodi PGMI tersebut.

Penulis buku Sing Penting NUlis Terus ini juga menambahkan, untuk prodi PGMI STAINU Temanggung sendiri fokusnya hanya pada dua capaian pembelajaran, yaitu mencetak calon guru kelas MI/SD dan Teacherpreneurship.

"Kami mendesainnya ke dalam beberapa mata kuliah sesuai rumpun akademiknya. Ada yang fokus penyiapan calon guru kelas MI/SD yang mana ini ada mata kuliah khusus PAI MI/SD dan mata kuliah umum guru kelas, seperti IPA, IPS, PKn, Matematika, Bahasa Indonesia dan lainnya," beber owner Penerbit Formaci tersebut.

Sedangkan untuk penyiapan Teacherpreneurship, ada mata kuliah Entrepreneurhsip, Teacherpreneurship, Strategi Bisnis Pendidikan, KKL, dan juga Praktik Teacherpreneurship. "Memang tidak fokus berjualan, tapi dalam konsep Teacherpreneurship ini adalah lebih pada konseptor, inovator, peneliti, penulis, pemilik perusahaan. Adapaun berbisnis kecil-kecilan adalah bentuk belajar dan implementasi dari Teacherpreneurship," ujar penulis buku Teacherpreneurship (Konsep dan Aplikasi) tersebut.

Selain mendorong bisnis di luar pendidikan, dalam perkuliahan Teacherpreneurship, penulis buku Media Literasi Sekolah ini juga telah mengajarkan kepada mahasiswa tentang kompetensi penelitian dan penulisan di bidang pendidikan dasar. Salah satunya adalah menulis karya tulis ilmiah, PTK dan opini di media massa.

Pihaknya berharap, ke depan implementasi Teacherpreneurship bisa merambah ke dunia yang lebih besar, namun harus fokus pada ranah pendidikan. (TB44/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Haflah akhirussanah ke 49 dan haul muassis ke 12 pesantren Salafiyyah Tawangsari atau biasa disebut Pesat Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yakni sejak tanggal 20 hingga 22 April 2018.

Sebagai mana acara tersebut adalah imtichan, perlombaan, pengajian, pentas seni budaya, dan puncaknya pengajian dari KH. Abdul Jalil dari Semarang.

Dalam sambutan panitia menyampaikan terima kasih dan ucapan maaf atas kekurangan dalam acara tersebut.

Sementara itu. Tim KKN STAINU Temanggung yang bertugas di Desa Tawangsari juga diundang untuk menghadiri sekaligus meliput acara tersebut guna realisasi program KKN, yakni penyebaran informasi untuk mempublish kegiatan Desa Tawangsari.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengasuh pesat bapak kh agus, beliau menyampaikan agar tetap sekolah dan ngaji di bawah nu, walaupun mahal tapi itu bentuk dari kecintaan terhadap nu, selain itu beliau juga berpesan sisa waktu diusahakan untuk mengaji agama.

Kemudian dalam pembelajaran beliau juga menerapkan kegiatan belajar mengajar yang baik dan tidak ingin ketinggalan sehingga harapan beliau penyesuaian akan diterapkan selesai alfiyah selesai SMA. Tutur beliau

Selanjutnya selesai pada titik penghujung acara mauidoh khasanah yang disampaikan oleh bapak kyai haji abdul jalil dari semarang.

Beliau berpesan dengan tegas selalu bukti kyai NU. karena sejalan dan sangat ikhlas dalam menuntun umatnya dan santri bersungguh-sungguh mengikuti kyai karena ilmu kyai sungguh bermanfaat dunia akhirat. (HG44/almaksirun).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget