Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Temanggung menggelar pelatihan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan kepala sekolah dan juga perwakilan dari Prodi PAI, MPI dan PGMI STAINU Temanggung, Jawa Tengah.

"Teman-teman di Ma'arif sangat antusias akan pelatihan seperti ini. Harapan kita semoga kegiatan ini membawa manfaat untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah di LP Ma'arif Temanggung," ujar H. Mifahul Hadi, S.Ag, M.Pd Ketua PC LP Ma'arif NU Temanggung dalam penutupan Pelatihan Kompetensi Guru Bidang Studi Manajemen Berbasis Sekolah bagi Kepala Sekolah / Madrasah Ma'arif NU yang dibuka pada Sabtu (11/8/2018) dan berakhir hari ini,  Ahad (12/8/2018) di RM Lukito Temanggung.

Menururnya, kepala madrasah ibarat lokomotif sebuah kereta. "Bapak Ibu sebagai pimpinan di sekolah harus menjadi contoh bagi anak buahnya," beber dia.

Sementara itu, Direktur IRCOS Nur Samsudin, MA mengatakan bahwa kegiatan itu semata-mata untuk menguatkan kapasitas di LP Ma'arif Temanggung.

Kelemahan kita, kata dia, adalah manajemen dan sumberdaya. "Kedua infrastruktur karena kurang dana. Solusinya ya dua, institusional building, baik sekolah maupun madrasah di naungan Ma'arif," beber dia.

"Kedua adalah kapasitas manusinya. Kita harus fokus ke sana salah satunya dengan kegiatan ini," ujar dia.

Saidah Sakwan, MA Wakil Ketua PP LP Ma'arif NU juga mengatakan bahwa inti dari penguatan LP Ma'arif saat ini ada pada penguatan kapasitas institusi dan manusianya. (hg44/hi).

Yogyakarta, Harianguru.com - Pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018, Ketua STAINU Temanggung, Muh. Baehaqi kini resmi menyandang gelar doktor Hukum Islam dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Baehaqi menjalani sidang promosi doktor bidang hukum Islam di UII Yogyakarta. Sidang dimulai oleh ketua sidang oleh Dr. Hujair A.H Sanaky, M.S.I yang juga ketua prodi pascasarjana FAI UII Yogyakarta dilanjutkan pembacaan CV oleh sekretaris sidang Dr. Dadan Muttaqien, S.H.,M.Hum. dan promovendus  memaparkan disertasinya "Urgensi Fatwa Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah terhadap Pilihan Politik Kaum Nahdliyin di Jawa Tengah".

Seterusnya dilakukan sesi pertanyaan oleh penguji Dr. Tamyiz Muharram, M.A  dan Prof. Dr. Abdussalam tentang Arief mengenai politik dan madzab keagamaan NU. Turut hadir Penguji lain seperti Prof. Dr. Khoirudin Nasution, M.A guru besar UIN Sunan Kalijaga yang bertanya tentang emosional akademik dalam perjalan akademik juga tentang kontestasi politik di pemilu tentang pemenangan peserta, Dr. Dadan Muttaqin yang bertanya tentang termasuk dalam bidang fiqh disertasinya,  tatanan hukum dan kekuatan fatwa turut berpartisipasi dari PCNU Temanggung K.H Ya'kub Mubarok, FKPTKIS wilayah X Jawa Tengah, perwakilan dari civitas akademik STAINU Temanggung dan keluarga serta tamu undangan.

Perjalanan Ujian Promosi berlangsung menarik dan diselangi canda tawa namun tetap serius syarat makna hal ini dikarenakan Promovendus, Muh Baehaqi yang juga ketua STAINU Temanggung dapat menjawab pertanyaan dengan lancar. (hg55/Sigit).

Temanggung, Harianguru.com - Ketua PP Lembaga Ma'arif NU KH. Arifin Junaidi menjelaskan bahwa realisasi bantuan Rp 1 miliar dari donasi NU untuk korban bencana gempa di Lombok sudah terrealisasikan. Selain itu, LP Ma'arif NU juga menggagas sekolah trauma hilling yang tidak hanya berjalan seminggu dua minggu.

"Jadi kemarin saat konferensi pers, yang dikejar wartawan bukan Yai Said (Prof Dr KH Said Aqil Siraj), tapi malah saya yang dikejar karena saya yang bertanggungjawab dengan masalah ini," beber dia dalam kunjungan Pelatihan Kompetensi Kepala Sekolah / Madrasah Ma'arif NU di RM. Lukito Temanggung, Sabtu (11/8/2018).

Kami menyiapkan sekolah bencana atau trauma hilling. "Jadi seminggu setelah bencana, itu masih ramai, ada relawan, wartawan berseliweran, tapi setelahnya sepi. Makanya kami buat sekolah yang bisa mengobati trauma pada anak korban bencana," lanjut dia didampingi Saidah Sakwan Wakil Ketua LP Ma'arif NU.

Jadi kemarin, kata dia, wartawan mengira kita (LP Ma'arif) mendirikan sekolah. "Tapi ini lebih pada pengawalan berbasis pemberdayaan sosial atas gejala trauma bencana pada anak," kata dia dalam forum yang dihadiri lima puluh lebih kepala sekolah itu.

Selain itu, ia mengajak LP Ma'arif se Temanggung untuk melakukan pengumpulan dana untuk pengembangan model sekolah trauma hilling itu. (hg55/hi).

Temanggung, Harianguru.com - Madrasah Ma'arif NU wajib mengikuti perkembangan zaman. Salah satu melakukan inovasi dan penguatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Hal itu terungkap dalam Pelatihan Kompetensi Guru Bidang Studi Manajemen Berbasis Sekolah bagi Kepala Sekolah / Madrasah Ma'arif NU yang dibuka pada Sabtu (11/8/2018) dan akan berakhir Ahad (12/8/2018).

Hadir KH. Arifin Junaidi dari Ketua Umum LP Ma'arif yang diwakili Saidah Sakwan Wakil Ketua LP Ma'arif, Direktur  Institute for Research and Community Studies (IRCOS) Drs. Nur Samsudin, MA, dan Kepala Dindikpora Temanggung, Drs. Darmadi, M.Pd, lima puluh kepala sekolah dan perwakilan dari Kaprodi PAI STAINU Temanggung Luluk Ifadah, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda dan Khamim Saifuddin Ketua Lembaga Penjamin Mutu STAINU Temanggung.

Ketua Panitia H. Ahmad Jalil, M.Pd mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Dindikpora Temanggung, Institute for Research and Community Studies (IRCOS), Kemendikbud dan Lembaga Ma'arif Nahdlatul Ulama.

"Ada lima puluh kepala sekolah madrasah, SMP dan SMK di bawah naungan LP Ma'arif NU Temanggung," beber dia.

Sebenarnya acara ini adalah kerjasama antara LP Ma'arif dengan IRCOS. "Kami berharap, kerjasama seperti diklat ini mohon tidak kali ini saja. Karena biasanya lima tahun sekali," ujar dia dalam sambutan acara tersebut.

Direktur  Institute for Research and Community Studies (IRCOS) Nur Samsudin menegaskan bahwa di Temanggung ada sekitar 162 lembaga pendidikan. "Kita baru bisa melaksanakan pelatihan lima puluhan, sisanya nanti menyusul," beber dia.

IRCOS menurut dia adalah lembaga independen yang bergerak di bidang riset dan pemberdayaan masyarakat. "LP Ma'arif jangan khawatir nanti kita akan melakukan kegiatan berlanjut. Kebetulan IRCOS disponsori dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kita untuk kesempatan ini fokus di wilayah Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang dan Purworejo," lanjut dia.

Kepala Dindikpora Temanggung, Drs. Darmadi, M.Pd menegaskan, kegiatan itu merupakan pemacu dan pemicu rasa syukur karena dari 160 baru bisa diundang 50 kepala sekolah. "Saya mendukung kegiatan ini, siapapun pelakunya tidak ada dikotomi. Baik yang dikelola Kemendikbud maupun Kemenag," ujar dia.

Sekolah hakikatnya adalah milik publik, kata dia, maka kepala sekolah adalah pemimpin lembaga layanan publik. "Publik itu siapa, ya siswa. Di belakang siswa ada masyarakat. Apa indikator kesuksesan layanan itu, ya kepuasan publik. Bukan kepuasan pengelola atau panjenengan semua," lanjut dia.

Untuk bisa meningkatkan kualitas itu, kata dia, maka harus ada survei kepuasan publik. "Jika sudah disurvei maka akan ketemu hasilnya," papar dia.

Sementara itu, Saidah Sakwan Wakil Ketua LP Ma'arif NU menegaskan, pada tahun 2030 memiliki cita-cita membangun generasi emas. "Alasannya, kita sekarang sudah melewati era Revolusi Industri 4.0. Kita sudah beyond revolusi industri ketiga, pasca robot, era digitalisasi, era di mana ada robot tanpa mesin. Tantangan-tantangan ini harus kita jawab secepatnya," ujar dia.

LP Ma'arif NU, kata dia, ada  28.000 satuan pendidikan yang harus kita majukan. "Situasi global seperti ini, posisi generasi NU di mana? Ya kita sudah melakukan riset, afirmasi yang harus dibenahi. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab, LP Ma'arif NU berupaya menjawab hal itu lewat berbagai program termasuk hari ini. Besuk kita juga ada program dengan Duta Besar Australia," beber dia.

Tugas berat LP Ma'arif NU, kata dia, juga pada radikalisme, ideologi transnasional. "Tantangan global sudah datang, tantangan ideologi juga datang. Maka pembelajaran Aswaja NU harus dikuatkan. Dari dulu saya tidak pernah mendengar alumni Ma'arif NU kok ngebom," ujar dia.

Menurut survei terbaru, kata dia, ada 89 juta warga NU. "Kita punya bonus demograsi. Dari total penduduk 126 juta, kita harus menjadi garda depan dalam kemajuan pendidikan," beber dia. (htm44/Dul).

Magelang, Harianguru.com - Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-73, SD Negeri Japan menggelar berbagai lomba pada Sabtu (11/08/2018) di halaman SD Negeri Japan, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.



Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh siswa, karyawan dan Guru SD Negeri Japan.



Lomba terdiri balap karung, balap kelereng, makan kerupuk, memasukan pensil dalam botol serta kegiatan lainnya.



Peserta lomba sangat antusias dalam mengikuti lomba tersebut. Dalam kesempatan itu, Puji Sri Haryati Kepala SD Negeri Japan menyampaikan kegiatan sangat meriah dan anak-anak sangat antusias dengan kegiatan tersebut.



"Kegiatan ini kami lakukan untuk menyambut HUT RI Ke- 73, menumbuhkan semangat nasionalisme dan sportivitas," kata dia, Sabtu (11/8/2018)..



Ia juga menambahkan bahwa kegiatan itu menjadi kegiatan wajib tiap bulan Agustus. "Kegiatan ini sebagai partisipasi SD Negeri Japan dalam mengisi kemerdekaan dan menjaga kebersamaan keluarga SD Negeri Japan," lanjut dia. (hg93/AGW).


Temanggung, Harianguru.com - Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menjalin kerjasama bidang akademik dengan MI Ma’arif Asmaul Husna Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Hal itu terungkap dalam rangkaian Rapat Kerja, Sosialisasi Visi-Misi, dan Diskusi Prodi PGMI STAINU Temanggung di aula MI Ma’arif Asmaul Husna tersebut, Jumat siang (10/8/2018).

Penandatangan itu dilaksanakan usai agenda usai dan dilanjutkan pemberian papan bertuliskan “MI Ma’arif Asmaul Husna adalah Mitra Prodi PGMI STAINU Temanggung” yang diberikan dari prodi pada MI.

Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda dan Indah Wahyuningsih Kepala MI Maarif Asmaul Husna secara resmi menandatangai nota kesepahaman itu dalam bidang akademik.

“Selesai acara, kita langsung membina MI Ma’arif Asmaul Husna pada penyusunan kurikulum, Prota, Promes hingga RPP. Apalagi minggu depan, MI ini akan menggelar akreditasi. Jadi memang butuh bimbingan ekstra,” beber Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung di sela-sela acara.

Sementara itu, Indah Wahyuningsih mengatakan senang sekali dengan kerjasama itu. “Kami masih berkembang. Makanya lebih tepatnya bukan bermitra, tapi kami ini adalah binaan Prodi PGMI STAINU. Semoga ini ke depan bisa berkembang di hal lain di luar kurikulum jenjang MI ini,” beber dia dalam kegiatan itu.

Hadir dalam diskusi itu mahasiswa-mahasiswi PGMI, guru, murid, kepala sekolah, komite dan perangkat desa setempat. Hadir pula mahasiswa-mahasiswi ISI Surakarta yang melakukan KKN di desa setempat.

Usai acara, perwakilan Prodi memberikan cindera mata, sekaligus pemberian papan untuk dipasang di MI yang bertuliskan “MI Ma’arif Asmaul Husna adalah Mitra Prodi PGMI STAINU Temanggung”. (hg40/dul).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka menguatkan kualitas akademik, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar diskusi bertajuk "Masa Depan Lulusan PGMI: Menjadi PNS atau Honorer?" pada Jumat (10/8/2018) di aula MI Ma'arif Asmaul Husna Klowok Kidul, Kemloko, Kranggan, Temanggung.



Hadir dalam diskusi itu mahasiswa-mahasiswi PGMI, guru, murid, kepala sekolah, komite dan perangkat desa setempat. Hadir pula mahasiswa-mahasiswi ISI Surakarta yang melakukan KKN di desa setempat.



Dalam kesempatan itu, Andrian Gandi Wijanarko dosen PGMI STAINU Temanggung menegaskan jika disuruh memilih antara menjadi PNS dan honorer, pasti semua orang ingin menjadi PNS. "Itu kalau orientasinya materi. Tapi kalau untuk pendidikan dan pengabdian, menjadi PNS atau tidak ya tidak ada masalah karena tujuan menjadi guru bukan untuk jadi kaya," beber dia.



Pihaknya mengatakan, lulusan PGMI atau PGSD memiliki kesempatan sama dalam perekrutan CPNS. Masalahnya, menurut dia, tinggal kuota dan formasi yang ada, apalagi sejak 2014 sampai sekarang untuk formasi guru masih belum dibuka.



Ia juga mengatakan, berbagai langkah strategis sudah dilakukan pemerintah. Akan tetapi, dengan jumlah ribuan guru PNS pensiun sejak 2014 sampai sekarang, kebutuhan guru makin banyak namun belum juga ada perekrutan PNS.



"Semoga ke depan lulusan PGMI bisa menjadi PNS dengan kuota dan lowongan dengan formasi guru kelas MI atau SD," tukas dia.



Sementara itu, Farinka Nurrahmah Azizah Sekprodi PGMI STAINU Temanggung pemateri kedua menambahkan, menjadi PNS atau tidak bergantung kesempatan dan takdir. "Makanya di PGMI STAINU kita membuat profil lulusan teacherpreneurship," ujar dia.



Ia juga menjelaskan, ada beberapa profesi yang bisa dilakukan agar guru bisa mandiri. "Kalau orientasinya materi, guru bisa berbisnis atau melakukan usaha di bidang pendidikan. Seperti menjadi penulis lepas, blogger, motivator, jualan pulsa, dan lainnya. Tapi yang kita anjurkan adalah menjadi teacherpreneurship yang tidak jauh-jauh dari dunia pendidikan," lanjut dia.





Sementara itu, Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung mengatakan, menjadi PNS atau honorer adalah pilihan. "Kita sebagai pengelola prodi memang berupaya yang terbaik agar lulusan kami punya market tinggi. Maka muatan kurikulum KKNI-SNPT sudah kami desain lengkap. Tinggal kuota dari pemerintah ada banyak atau tidak karena kita setara bahkan memiliki nilai plus daripada PGSD," lanjut dia.



Untuk itu, ia mengharap solusi adanya seleksi guru non ASN pada formasi PPPK. "Wiyata, honorer, swasta itu beda. Kalau honorer itu masuk K2 karena ngajar di sekolah negeri. Kalau swasta itu guru tetap yayasan/lembaga. Makanya untuk kesejahteraan sama-sama berpotensi untuk sertifikasi," lanjut dia. (hg70/Dul).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget