Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post


Temanggung, Harianguru.com - Pembangunan MTs Integrasi (Mumtas) Al-Hudlori Temanggung secara resmi dimulai pada Senin (11/1/2021) yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Pembangunan MTs di bawah naungan Yayasan Al-Hudlori ini resmi dibangun di Kebonsari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung dengan luas 4.026 m2.

 

Hadir Bupati Temanggung H. Muhammad Al-Hadziq, Anggota Komisi 8 DPR RI KH Muslich Zaenal Abidin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Drs. Suyono, MM.,  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, KH. Ahamd Muhdzir, Ketua LP. Ma'arif NU Temanggung Drs H Yusuf Purwanto M.Ag., Kiai Abdul Aziz dari Temanggung, Habib Muchsin bin Abdul Qodir Al-aydrus, KH. Muhamad Ridwan Abdan Magelang, KH. Minanurrohman Ansori Payaman Magelang, Drs. KH. Usman Ridlo, Kiai Isa Bahri Temanggung, dan sejumlah tokoh masyarakat.

 

Ketua Yayasan Al-Hudlori H. Abdul Hakim Siradj Abdan mengatakan bahwa pembangunan MTs Integrasi (Mumtas) Al-Hudlori ini disiapkan dana sekitar Rp 16 miliar. Menurutnya, apa perbedaan MTs Mumtas Al-Hudlori dengan yang lain. Pertama, MTs Mumtas Al-Hudlori memiliki paradigma keilmuan integrasi, yaitu sebuah cara pandang model paradigma yang mengintegrasikan, menyatukan, meleburkan ilmu-ilmu umum dan ilmu agama atau dengan agama itu sendiri. Paradigma ini sudah didiskusikan, dikaji matang dan sudah tersusun dalam sebuah buku ilmiah. Jangankan madrasah/sekolah, perguruan tinggi saja masih banyak yang belum memiliki paradigma keilmuan yang mapan.

 

“Integrasi ini memiliki latarbelakang, selama ini banyak sekolah umum yang terlalu berkiblat pada Barat sehingga lulusan mereka cenderung sekuler, liberal, dan mendewakan akal. Di satu sisi, ada pula yang cenderung mengutamakan Islam namun menolak Barat, sehingga lulusannya cenderung kaku, konservatif, puritan, dan radikal. Maka Yayasan Alhudlori memilih jalan integrasi sebagai wujud moderasi ilmu dan moderasi beragama,” katanya.

 

Kedua, wujud integrasi itu nanti kami kembangkan lewat kurikulum, program intra dan ekstrakurikuler, serta penguatan mutu yang tidak hanya unggul dalam sains, matematik, bahasa, literasi, namun juga karakter atau akhlakul karimah sebagai ciri khas madrasah. Ketiga, MTs Mumtas Alhudlori mengembangkan program tahfiz Alquran dan Hadis yang terintegrasi dengan asrama / pesantren siswa.

 

Keempat, kita ke depan akan mengembangkan Gerakan literasi Madrasah melalui Lembaga Pers Siswa, Jurnal Ilmiah Guru, Penerbitan Al-Khudlori yang menjadi produk ilmiah siswa maupun guru melalui publikasi berbasis karya tulis jurnalistik, karya tulis ilmiah, karya sastra, dan karya digital. Kelima, penguasaan bahasa daerah, bahasa nasional, bahasa asing utamanya Inggris, dan Arab secara aktif.

 

“Dengan ikhtiar ini, semoga mampu mewujudkan pendidikan di wilayah Temanggung menjadi obor kemajuan sesuai prinsip pesantren, yaitu almuhafadatu ala qadimissalih, wal akhdu biljadidil aslah, yang berarti merawat tradisi lama yang baik, dan menerima serta mengembangkan tradisi baru yang lebih baik. Hal itulah yang kami pegang teguh dan akan kami kembangkan melalui madrasah integrasi Alhudlori yang sudah pada tahap peletakan batu pertama ini,” lanjutnya.

 

MTs Integrasi (Mumtas) Al-Hudlori ini memiliki fasilitas gedung yang bagus, pondok pesantren, kantin, musala, dan disiapkan para pakar atau guru yang hafiz Alquran dan hadis.

 

Sementara itu, Bupati Temanggung dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi atas pembangunan tersebut. Pihaknya juga merasa bangga dan sekaligus terima kasih kepada yayasan yang telah ikut berperan mencerdaskan generasi penerus melalui pendidikan madrasah.

 

Bupati juga berharap semoga madrasah ini nantinya akan melahirkan generasi-generasi cerdas, beriman dan bertakwa. Generasi Ahlussunnah yang mencintai Pancasila dan NKRI. (Ibda)

Ilustrasi Youtube
Ilustrasi Youtube

Oleh Jihan Nabila

Asal: Ambarawa, Semarang, Kampus: Ngudi Waluyo Ungaran

 

Pada suatu hari di desa awan ada seekor kura-kura kecil yang sedang menanam bunga matahari di halaman depan rumahnya.

Kura-kura : “hit u with that ddu du ddu du”  senandung kura-kura kecil itu sambil menanam bunganya.

Tiba-tiba ada seekor kelinci menghampirinya sambil membawa karung yang ia panggul di punggungnya.

Kelinci : “kura-kura!”

Kura-kura : “ hai kelinci, ada apa kemari? Sepertinya kau sangat keberatan. Apa yang kau bawa itu”

Kelinci : “kau tahu? Aku tadi lewat tepi sungai gangga lalu aku menemukan karung ini.”

Kura-kura : “ lalu kira-kira isinya apa ya ci?”

Kelinci: “ mana ku tahu aku aja belum  membukanya. Mari kita buka sama-sama”

Kura-kura & kelinci :  “wahh impressive”

Kura-kura : “ bagaimana bisa ini dibuang”

Kelinci : “wah ini harta karun” ucap kelinci sambil melompat lompat.

Mereka menemukan kudapan manis di dalam karung tersebut.

Kura-kura : “ kelinci aku bolehkan meminta sedikit kudapan itu”

Kelinci : “ tentu saja, kau boleh mengambil sepuasmu”

Kura-kura : “ wah terimakasih kelinci”

Kura-kura membawa kudapan itu kedalam rumah dengan hati yang riang gembira. Dengan langkah yang riang gembira dia membawa masuk semua kudapannya ke dalam kamar.

Kura-kura : “ senangnya oh senangnya”

Tiba- tiba ibu kura-kura mengetuk pintu kamar kura-kura.

Ibu kura-kura :  “ nak, kau di dalam?”

Kura-kura : “ iya bu, ada apa”

Ibu kura-kura : “ ayo cepet kita makan siang bersama”

Kura-kura : “ baik bu aku akan segera menyusul”

Ibu kura-kura : “ cepatlah, nanti makanannya keburu dingin”

Setelah makan siang keluarga kura-kura melanjutkan aktifitasnya masing-masing.

Kura-kura : “ aku akan memakan kudapannya sekarang”

Keseokan paginya saat ibu kura-kura membersihkan kamar kura-kura dia terkejut karena menemukan banyak bungkus permen, cokelat dan berbagai macam kudapan lainnya.

Ibu kura-kura : “ astaga kenapa begitu banyak sekali bungkus kudapan manis disini, dasar anak itu giginya akan sakit setelah ini 

Ibu kura-kura terus mengomel sambil membersihkan kamar. Dan dia terlihat begitu marah.

Ibu kura-kura : “ nak cepetlah kemari!”

Kura-kura : “ kenapa ibu memanggil ku? Ah padahal aku masih mau memakan permen manis ini”

Kura-kura tetap memakan kudapannya itu, dan mengiraukan panggilan ibunya.

Ibu kura-kura : “  dimana anak itu, dari tadi ku panggil tidak datang-datang “

Akhirnya ibu kura-kura bergegas mencari keberadaan anaknya itu.

Ibu kura-kura : “ oh disini kamu rupanya, dari tadi ibu panggil kenapa tidak menjawab”

Kura-kura : “ ibu mengganggu saja, aku sedang menikmati makanan ku nyamm”

Ibu kura-kura : “ jika kamu terlalu banyak makan makanan manis gigi mu itu akan sakit nak”

Kura-kura : “ tidak kok bu aku baik-baik saja”

Ibu kura-kura : “ ya sudah terserah kamu saja nanti kalau sakit jangan mengeluh pada ibu”

Kura-kura : “ apasih ibu, cerewet sekali”

Kura-kura tetap memakan mkananya itu sampai setengah makannya habis.

Sore harinya kura-kura sedang jalan-jalan ketaman sambil memakan campilannya.

Kura-kura : “ hai teman-teman”

Kucing : “ hai kura-kura, wah apa itu yang kamu makan? Sepertinya enak sekali”

Koala : “ wah iya, sepertinya enak “

Kura-kura : “ oh ini, ini sangat manis dan lezat. Kalian mau?”

Kucing : “ wah boleh, aku juga penasaran rasanya hehehe”

Mereka bertiga memakan kudapan manis tersebut dengan hatinya yang gembira.

Kura-kura : “ aduh aduh”

Koala : “ ada apa kura-kura?”

Kura-kura : “ gigi ku sakit sekali hiks”

Kucing : “ kau pasti terlalu banyak makan makanan manis”

Kura-kura : “ masa sih? Aku hanya makan sedikit”

Koala : “ sedikit mu setengah kantong platik besar ini? “

Kura-kura : “ heheheh”

Kucing : “ kau harus segera ke dokter, kalau tidak gigi akan rusak”

Koala : “ iya benar, nanti seperti kakak ku yang giginya berlubang”

Kura- kura : “ aku takut”

Koala : “ tidak apa-apa, dokter tidak semenakutkan itu “

Kura-kura : “ baiklah “

Sebenarnya kura-kura sangat takut untuk ke dokter, dia terus terbayang betapa sakitnya disuntik. Sesampainya di rumah kura-kura terus memeganggi pipi kanannya.

Kura-kura : “ aduh, sakit sekali. Sepertinya pipi ku bengkak”

Ibu kura-kura : “ kenapa nak? Gigi mu sakit ya”

Kura-kura : “ iya bu hiks hiks”

Ibu kura-kura : “ kan ibu sudah bilang jangan terlalu banyak, sekarang kau merasakannya kan. Besok kita kedokter agar gigi mu tidak semakin sakit ”

Kura-kura : “ tidak, aku tidak mau. Dokter sangatlah menakutkan ibu”

Ibu kura-kura : “ tidak anakku, jika kamu membiarkan gigimu seperti itu kau akan merasakan sakit yang lebih parah’

Kura-kura : “ tapi bu...”

Ibu kura-kura : “ sudah sana mandi dulu dan bersiaplah untuk makan malam besok kita akan tetap pergi”

Kura-kura : “ baiklah ibu”

Kura-kura : “ bagaimana ini  aku takut sekali, aku harus segera bersembunyi agar ibu tidak jadi mengajakku ke dokter “

Kura-kura memutuskan untuk pergi dari rumahnya melalui jendela kamar. Dia dengan hati-hati melompati jendela agar ibunya tidak mendengar suaranya.

Kura-kura : “ aku harus segera pergi, ibu pasti akan segera datang ke kamarku”

Kura -kura pergi ke taman untuk bersembunyi dari ibunya. Dia bersembunyi di terowongan bawah perosotan.

Kura-kura : “  aduh sakit banget gigi ku”

Kelinci : “ bwaa”

Kura-kura : “ aaaaaaaaa”

Kelinci : “ hahahahha wajahmu sangat lucu”

Kura-kura :” apa sih kamu ini bikin aku jantungan aja”

Kelinci : “ hahaha sampai air mata ku keluar saat melihat wajahmu “

Kura-kura : “ sedang apa kamu disini”

Kelinci : “ seharusnya aku yang tanya itu ke kamu kura-kura. Sedang apa kamu bersembunyi disini, ayo bermain bersama yang lain”

Kura- kura : “ tidak ahh, nanti ketahuam ibu ku , aduh aduh “

Kelinci : “ kenapa kura-kura “

Kura-kura : “ gigi ku sakit sekali, aku sampai susah tidur “

Kelinci : “ haa, pasti kamu terlalu banyak makan kudapan itu ya. Wah wah harus dibawa ke dokter itu”

Kura-kura : “ tidak, aku tidak mau”

Kelinci : “ jangan takut kura-kura. Dokter tidak menyeramkan kok”

Kura-kura : “ t-tidak siapa yang takut”

Kelinci : “ yang benar? Ya sudah ayo aku temani kedokter”

Kura-kura : “ t-tapi”

Kelinci : “ tidak apa-apa. Kamu lebih baik sakit sebentar atau sakit selamanya?”

Kura-kura : “ tentu saja aku ingin segera sembuh. Dan gigi seperti ini aku susah untuk makan. Padahal ibu ku memasak makanan kesukaan ku. “

Kelinci : “ iya kan, kalau kamu seperti ini terus siapa yang susah ? kamu sendiri kan. Ayo kita pulang dan pergi ke dokter ibu mu pasti mengkhawatirkanmu.”

 

Sesampainya di rumah, kelinci dan kura-kura bergegas keuang tamu untuk menemui ibu kura-kura.

Ibu kura-kura : “ nak kamu dari mana saja ibu mencarimu dari tadi”

Kura- kura : “ maaf ibu, aku tadi ke taman”

Ibu kura-kura : “ ya sudah ayo kita ke dokter gigi sekarang”

Kelinci : “ bibi aku boleh ikut kan”

Ibu kura-kura : “ tentu saja sayang, ayo kita bergegas”

 

Sesampainya di klinik dokter gigi, ibu kura-kura mendaftarkan kura-kura untuk diperiksa giginya.

Suster : “ kura-kura, sihlakan masuk”

Kelinci : “ kamu pasti bisa kawan”

Kura-kura : “ huff aku pasti bisa “

Dokter : “ baiklah ayo duduk disini biar saya periksa dulu ya”

Kura-kura : “ mm i-ya dok”

Dokter : “ tidak perlu tegang seperti itu, tidak apa-apa kok. Ayo buka mulutnya”

              “ wah kamu terlalu banyak makan makanan manis ya, gigi mu sampai berlubang”

             “ baiklah dokter tambal dulu ya “

Beberapa saat kemudian.

Kelinci : “ bagaimana kura-kura?”

Kura-kura : “ aakku sushusa bichara”

Kelinci : “ hah?”

Dokter : “ bu, anak ibu giginya berlubang dan kami sudah menambalnya tolong diperhatikan lagi jenis makanannya ya bu, dan jangan lupa sikat giginya 2x sehari”

Ibu kura-kura : “ baik dok, terimakasih atas bantuannya”

Dokter : “ sama-sama bu”

Ibu kura-kura : “ nak dengar kan kata dokter, kamu tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis”

Kura-kura : “ baik bu, aku menyesal tidak mendengar perkataan ibu “

Ibu kura-kura : “ kamu boleh memkannya tapi tidak boleh berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik nak”

Kura-kura : “ baik bu hiks”

 

 


Temanggung, Harianguru.com - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dilarang alergi atau anti terhadap sains atau ilmu pengetahuan barat. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam kegiatan beragama, sains barat sangat dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan dosen STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda saat menjadi pemateri dalam forum Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Cabang Temanggung di SMP Jam'iyyatut Tholibin Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jumat (25/12/2020).

"Kita mau menentukan arah kiblat butuh kompas, kita mau haji sangat butuh pesawat terbang, kalau anti sains dan teknologi ya sudah sana pergi haji jalan kaki, kalau melewati laut ya nglangi (berenang)," kelakar Mabimkom PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung tersebut.

Bahkan, kata dia, hari ini semua aktivitas keagamaan harus menggunakan produk teknologi lewat media sosial, media siber, dan media baru seperti Youtube. "Sekarang ngaji lewat Youtube, Misa Natal lewat Youtube, lalu kok kita menolak teknologi barat itu ya paradoks," tegas Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif LP. Ma'arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Dalam MAPABA yang diikuti mahasiswa AKPER Al-kautsar dan STAINU Temanggung yang bertajuk "Menyiapkan Mu'taqid Muda yang Berlandaskan Nilai Nilai Ahlussunah Waljamaah" itu, ia menjelaskan pada dasarnya ada empat potensi sains dan Islam atau agama jika disandingkan.

Ibda mengutip pendapat Ian Graeme Barbour dalam bukunya Issue in Science and Religion. Menurut Barbour, ada empat potensi agama dan sains ketika disandingkan. "Pertama adalah konflik. Dalam konteks ini, agama dan sains sangat susah bersatu. Paradigma ini berpandangan seorang ilmuwan tidak akan begitu saja percaya pada kebenaran sains. Agama dinilai tidak mampu menjelaskan dan membuktikan kepercayaannya secara empiris dan rasional," tegas dia.

Seperti contoh, fenomena covid-19 hari ini, Anda seolah-olah tidak bertuhan dan ateis karena takut terkena virus itu. "Maka yang menang adalah produk sains dengan produk kesehatan ala WHO yang mengharuskan orang memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Padahal mau pakai masker atau tidak, ketika orang itu sakit ya sakit," beber penulis buku Filsafat Umum Zaman Now tersebut.

Potensi kedua, kata Ibda, adalah independen. "Paradigma kedua ini intinya agama dan sains memiliki wilayah yang berbeda dan berdiri sendiri, maka tidak perlu adanya dialog antara agama atau Islam dengan sains itu sendiri," beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Ketiga adalah dialog. "Paradigma ini intinya ada relevansi, persenyawaan sama antara sains dan agama, sehingga keduanya bisa didudukkan bersama untuk saling mendukung, berdiskusi, menguatkan dan mempengaruhi untuk membicarakan problem kehidupan," lanjut dia.

"Keempat adalah integrasi. Paradigma ini menyatakan bahwa agama dan sains dapat menyatu dan berpadu menyelesaikan masalah kehidupan. Dan integrasi inilah yang paling banyak dipilih, karena secara hakikat agama dan sains itu bisa dinikahkan," papar penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.

Dari keempat potensi itu, Ibda menjelaskan bahwa banyak perguruan tinggi mengembangkan model paradigma keilmuan integrasi daripada pengilmuan Islam atau islamisasi ilmu pengetahuan. "Agama dan sains itu satu tarikan nafas, maka kita jangan anti barat. Saya mengutip prinsip hidup Jawa digawa, Arab digarap dan Barat diruwat," beber pengurus FKPT Jateng tersebut.

Islam sendiri, kata Ibda, sangat mengutamakan akal. "Rumusnya adalah agama itu persoalan akal. Tidak beragama bagi mereka yang tidak menggunakan akalnya. Dalam Alquran juga banyak perintah Allah kepada manusia untuk berpikir dan menggunakan akal. Seperti afala tatafakkarun, afala yatafakkarun, afala ta'qilun dan lainnya," beber Ibda.

Dijelaskan Ibda, sudah seharusnya kader PMII harus menguasai agama dan sains. "Jangan hanya sains saja yang Anda kuasai, jangan pula agama saja yang Anda dalami. Tapi harus keduanya. Seperti kata Albert Einstein yang mengatakan religion without science is blind, science without religion is lame," lanjut dia.

Ia juga mengajak para kader PMII untuk mendalami ayat-ayat qauliyah dan kauniyah seperti contoh fenomena corona hari ini. "Di NDP PMII itu diajarkan bahwa kita harus dapat mengolaborasikan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminallam. Ini membuktika bahwa kita harus beragama lewat zikir, bersains lewat pikir, dan beramal lewat amal saleh. Sebab, sebaik-baiknya agamawan dan ilmuwan adalah yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Maka harus dipegang teguh prinsip zikir, pikir dan amal saleh," tukas dia. (HG55/Wahyu Egi).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip melakukan Makrab dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Kode Etik Jurnalistik" pada Selasa (22/12/20) sanpai Rabu (23/12/20). Bertempat di Gedung Tarbiyah STAINU Temanggung. Tema kegiatan ini adalah "Mengkulturasikan Kode Etik Jurnalistik".


Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Menyanyikan Mars Shubanul Wathan dan Mars STAINU. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak.


Acara ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber yang di hadirkan yaitu Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian, Mahasiswa IAINU Kebumen, Musafak, Pengurus PPMI Kedu, Yulian Wahyu Aji, Dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda.


Pemaparan dari tiap pemateri sangat menarik dan sangat membantu para peserta. Terutama untuk kebutuhan peserta dalam dunia jurnalistik kedepan. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari semester 1 dan 5. Tanya jawab berlangsung secara dinamis dalam kegiatan ini.  


"Dalam definisi jurnalistik, yang dimaksud dengan informasi adalah news (berita), views (pandangan atau opini), dan karangan khas yang disebut feature (berisikan fakta dan opini)," ungkap Hamidulloh Ibda disela-sela pemaparannya.


Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian Nur mengatakan kode etik merupakan suatu alat untuk menjaga martabat wartawan pers mahasiswa. (Hg11/Tri Wulantoro/AS).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STAINU temanggung mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Makrab digedung Tarbiyah STAINU temanggung pada 22-23 Desember 2020.Pelatihan ini diikuti oleh Mahasiswa STAINU Temanggung berjumlah 20 mahasiswa.

Pelatihan ini diberi materi tentang PPMI disampaikan oleh Yulian Wahyu aji mulai pukul 22.00-20.30.

PPMI ini merupakan organisasi/lembaga yang menaungi dari gabungan LPM dan Persma di tingkat kampus. PPMI ini tujuannya untuk mengkoordinasi di kota-kotanya,serta berperan dalam lembaga ,dan melindungi anggota LPM , papar pemateri tersebut.


Berita ini ditulis untuk memberikan sebuah informasi yang diwartakan berdasarkan fakta dan sama sekali tidak mengandung hoax. 

Di akhir sesi penyampaian materi ,ia memberi kesempatan untuk peserta berdiskusi/sesi tanya jawab.(hg11/Rochifah).


Temanggung, Harianguru.com - Melalui aplikasi Zoom dan dilakukan dalam jaringan (daring), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung divisitasi atau asesmen lapangan akreditasi oleh dua asesor BAN PT pada Kamis (17/12/2020) sampai hari ini, Jumat (18/12/2020). Dua asesor yang melakukan visitasi secara daring itu adalah Dr. Fauzan, MA., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd., dari UPI Bandung.


Selama dua hari itu, menurut Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda dilakukan beberapa konfirmasi atau klarifikasi borang APS sesuai yang dikirim di BAN PT. "Tahapan akreditasi ini memang panjang. Kita dulu upload borang di SAPTO pada Maret 2019. Lalu karena di BAN PT terjadi banyak antrean borang yang belum divisit, maka visitasi mundur sampai Desember 2020 ini," beber Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) tersebut.


Berdasarkan alur dari BAN PT di SAPTO, tahapan akreditasi dimulai dari pemenuhan borang dan diupload di SAPTO. "Lalu ada AK dan kemudian kalau AK sudah beres baru dilanjutkan AL dan tinggal menunggu terbit SK serta sertifikat akreditasi," beber penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.


Selain terjadi antrean visitasi borang, pandemi covid-19 ini juga menjadikan AL harus dilakukan secara daring. "Semua prodi dari jenjang S1, S2 sampai S3 saya kira menunggu AL. Alhamdulillah kita mendapat jadwal di tahun ini dan semoga mendapatkan hasil maksimal meski kita belum memiliki lulusan," beber dia.


Dijelaskan dia, AL secara daring memiliki keunikan tersendiri. Untuk akreditasi Prodi, hari pertama setelah pembukaan dilakukan klarifikasi pada sesi dengan pimpinan unit pengelola Prodi, dilanjutkan konfirmasi data LKPS/Exel data PS, sesi dengan pelaksana penjamin mutu internal, sesia dengan tim akreditasi, sesi dengan middle manajemen di UPPS, dab sesi dengan alumni serta pengguna eksternal.


Pada hari kedua adalah sesi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kerja mandiri tim asesor, penyampaian feedback dan penandatanganan berita acara AL, lalu wrap up dan penutupan.


"Rangkaian itu memang banyak kendala. Utamanya dengan koneksi, listrik dan lain sebagainya. Namun semoga Prodi PGMI STAINU Temanggung mendapat nilai maksimal," harap dia. (Hg12).


Pati, Harianguru.com
- Mulai hari ini, Rabu, 16/9/2020, Pemerintah Kabupaten Pati, lakukan monitoring terhadap seluruh desa, di Kabupaten Pati.


Hal tersebut dilakukan atas instruksi, Bupati Pati  Haryanto, untuk menekan pencegahan virus corona, selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Pati.

Laiknya di Kantor Pemerintah Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, pagi ini,  
monitoring dilakukan oleh Bappeda Pati.

Bappeda Pati bersama Pemerintah Kecamatan Kayen, Pemerintah Desa Sundoluhur, yang didukung Bidan Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Guru PAUD, BUMDes, Karang Taruna, tokoh masyarakat, beserta mahasiswa KKN Mandiri STIBI Syekh Jangkung 2020, sepakat untuk mengedukasi masyarakat melalui gerakan memakai masker, secara wajib.
 
Bappeda, diwakili Widhayoko, pemerintah desa dan seluruh yang hadir pada pagi ini, ia mengimbau, untuk mengajak masyarakat dalam pergerakan memakai masker secara serentak selalu diupayakan.

Pak Yoko, sapaan akrabnya, ia mengingatkan bahwasanya telah terbit Peraturan Bupati (Perbup) nomor 66 tahun 2020, bagi warga masyarakat yang tak disiplin terkena sanksi, apabila tak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan denda 100 ribu hingga 1 juta rupiah. Yang sebelumnya, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 49 tahun 2020. 

Perbup baru tersebut, diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati untuk menunjukkan keseriusan dan lebih tegas lagi dalam menangani Covid-19.

"Mari, saling 'gepok tular' untuk menjaga kesehatan bersama, tetap patuhi protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, dan jauhi kerumunan, karena kondisi Pati, kini melonjak signifikan," pintanya.

Ia juga menitip pesan kepada mahasiswa STIBI Syekh Jangkung Pati, ia mengajak untuk mengedukasi masyarakat secara masif, meskipun dilakukan daring. "Kami juga butuh kawan-kawan KKN mahasiswa ini, untuk mengedukasi dengan baik, akan pentingnya menaati protokol kesehatan," pesanya.

Atas mufakat dari kerja sama antar lini, kegiatan dipungkasi dengan pemukulan kentongan oleh Bappeda dan Djamian selaku Kepala Desa Sundoluhur, sebagai pengutaraan simbolik, untuk keseriusan mengahdapi pandemi Covid-19. (hg44/Din).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget