Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Harianguru.com - Berikut adalah lirik dan video lagu Seledet Pong khas Bali.

Hei timpal-timpal rare jak mekejang
Mai mekumpul mejalah mengigel
Melajah mengigel Bali

Agemang tangane kepetang jerijine
Lengkiang bangkiange tindakan batise
Lentur gerak pinggule

Egal egol egal egol selier seledet pong
Egal egol egal egol selier seledet pong
Lan jumunin buin uli simalu

Back to

Hei timpal-timpal rare jak mekejang
Mai mekumpul mejalah mengigel
Melajah mengigel Bali

Agemang tangane kepetang jerijine
Lengkiang bangkiange tindakan batise
Lentur gerak pinggule

Egal egol egal egol selier seledet pong
Egal egol egal egol selier seledet pong
Lan jumunin buin uli simalu

Lihat juga:

Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan keprihatinan dan menyesalkan jatuhnya korban anak-anak akibat aksi terorisme di Surabaya. Tragedi kemanusiaan tersebut, menjadi pelajaran penting bagi semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Terutama kepala sekolah untuk mewaspadai agar jangan sampai ada korban dari anak-anak yang masih punya masa depan. Kejadian ini akibat dari doktrin yang menyesatkan, terutama pengaruh dari gerakan radikal dan teror,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Menteri Muhadjir juga mengimbau agar sekolah dan orang tua dapat menguatkan hubungan satu sama lain, sebagai bagian dari tripusat pendidikan dan penguatan pendidikan karakter (PPK). “Makanya kami ingin sekolah punya data lengkap hubungan antara siswa dengan orang tua, dan hubungan orang tua dengan sekolah,” ujar Mendikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu berharap dapat terjadi hubungan yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dan jika ada perilaku menyimpang, baik oleh siswa ataupun orang tua, bisa segera diketahui.

Muhadjir menyatakan mengutuk peristiwa peledakan bom di Surabaya yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku. “Apapun alasannya, apapun keyakinannya, mengorbankan anak adalah suatu yang sangat dilarang di dalam ajaran apapun agamanya. Dan saya termasuk mengutuk apa yang telah terjadi itu, dan jangan diteruskan modus-modus yang sangat mengerikan ini,” tegasnya.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Mendikbud juga menjenguk EH, siswa yang menjadi salah satu korban peledakan bom. “Alhamdulillah kondisinya sudah sangat bagus, sudah bisa tersenyum, sudah bisa diajak ngobrol, mudah-mudahan bisa segera sembuh,” ucapnya.

Terkait kegiatan belajar mengajar di kota Surabaya, Mendikbud mengusulkan agar pemerintah kota Surabaya dapat memperpanjang waktu belajar di rumah bagi siswa mengingat kondisi yang berkembang. “Tadi juga bicara dengan wali kota mengenai masalah hari libur sekolah. Saya usulkan supaya diperpanjang masa liburnya sampai keadaan tenang sehingga suasana belajar juga baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah mengeluarkan pengumuman bahwa kegiatan belajar mengajar pada Senin, 14 Mei 2018, dilaksanakan di rumah bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP. Kemudian Dinas Pendidikan Kota Surabaya kembali mengeluarkan pengumuman bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah tersebut diperpanjang hingga Senin, 21 Mei 2018. Pemerintah Kota Surabaya hanya mengeluarkan kebijakan tersebut untuk jenjang PAUD hingga SMP, dan tidak untuk jenjang SMA/SMK. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan sekolah untuk jenjang pendidikan menengah berada di bawah Pemerintah Provinsi, bukan Pemerintah Kota/Kabupaten. (hg44/hms).

Harianguru.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Pegawai di Lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbud di Bandung, Jumat malam, (11/5/2018). Kegiatan berupa mancakrida (outbound) tersebut berlangsung hingga Minggu (13/5/2018), dan dihadiri 186 pejabat di lingkungan Setjen Kemendikbud.

Dalam sambutannya, Didik berpesan agar para pejabat di lingkungan Setjen Kemendikbud harus kompak, bersinergi, dan maju. “Pekerjaan di kementerian sangat besar, kita harus bisa membaca, menganalisis, menyinergikan, menyingkronkan dengan unit utama,” ujar Didik Suhardi. Kegiatan mancakrida dihadiri pejabat eselon II, III, dan IV Kemendikbud, serta pejabat dari SEAMEO SEAMOLEC, yakni organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara.

Menurut Didik, sudah banyak kemajuan yang dimiliki Setjen Kemendikbud saat ini, antara lain penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan administrasi. “Alhamdulilah sekarang kita sudah banyak pekerjaan yang terkait dengan fasilitasi dan koordinasi, dan yang sifatnya mekanis itu alhamdulilah sebagian besar dikerjakan oleh IT. Tentu ini artinya sudah kemajuan luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Umum Sutanto dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan kepegawaian yang dikemas dalam bentuk mancakrida atau outbound. “Malam ini adalah outbound yang ketiga kali. Mudah-mudahan setiap tahun bisa dilaksanakan,” tuturnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menyatukan langkah semua pihak dalam mengerjakan tugas dan fungsi kerja masing-masing unit kerja, sehingga kita dalam satu organisasi Setjen (Kemendikbud) bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan bisa kompak,” kata Sutanto.

Mancakrida di lingkungan Setjen Kemendikbud diisi dengan kegiatan outing , seperti mengenal tempat bersejarah di Bandung, antara lain mengunjungi Jalan Asia Afrika yang menjadi tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama kali, Hotel Savoy Homann, dan Museum Kereta Api. Para peserta mancakrida juga mencoba permainan tradisional gasing dan alat musik tradisional khas Jawa Barat, yakni angklung. (hg44/MR/Desliana Maulipaksi).

Harianguru.com - Pendidikan seks bagi remaja sangat penting. Mengingat maraknya pergaulan bebas dan pacaran yang lebih mengedepankan hubungan fisik dari pada pendalaman karakter dan emosi yang berujung merugikan masa depan.

Hal ini disampaikan Arif Setiawan dalam kegiatan "Sosialisasi Pendidikan Remaja dan Seks" yang diselenggarakan mahasiswa Kuliyah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Reguler Angkatan 70 Posko 11 pada Minggu, (13/5/2018).

Bertempat di Balai Desa Gaji Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, acara ini dihadiri puluhan remajakarang taruna, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mulai dari usia SMP sampai kuliyah dan beberapa ibu PKK.

Arif menyampaikan, di Demak di antara kasus kekerasan seksual, 2 % hamil karena diperkosa,12 % hamil di luar nikah, 22% lari dari rumah untuk seks bebas, 2 % dilacurkan, 60% berciuman dan meraba/memegang. "Di tempat kita yang masih berbudaya patriarkhi, selalu perempuan yang di rugikan. Makanya buat remaja yang cewek, pacaran boleh, tapi jangan sampai ada kontak fisik. Dijaga sendiri harga dirinya ya," ingatnya.

Sementara pergaulan bebas, lanjutnya juga akan mengakibatkan di antaranya HIV/AIDS karena kemungkinan mereka bergonta ganti pasangan.  "Kalau sudah terserang HIV/AIDS akan menyesal seumur hidup. Imun dalam tubuh melemah. Hidupnya akan bergantung dengan obat dan sulitnya melawan stigma masyarakat. Makanya adek-adek, jangan sampai terpengaruh pergaulan bebas," ujar Arif yang juga aktivis HIV/AIDS.

Choirul Imam Mahdi, ketua panitia berharap acara yang diselenggarakan itu menambah wawasan bagi para remaja di desa Gaji.  "Dengan sosialisasi, akan mendapat pengetahuan. Dengan pengetahuan akan mendapat pelajaran untuk berhati-hati menjalani masa remaja," katanya.

Dwi Ariwibowo, kepala desa Gaji mengajak masyarakat remaja untuk menghindari pergaulan bebas dan nongkrong yang merugikan dirinya, keluarga dan lingkungannya.

"Remaja desa Gaji harus mempunyai kegiatan positif agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas. Bagi anak rw yang masih nongkrong tidak jelas karena tidak punya pekerjaan kita harap punya solusi bersama," harapnya. [hg90/Faiz].

Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung saat menyampaikan sambutan
Temanggung, Harianguru.com - Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung mengajak warga Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Temanggung untuk menghidupkan budaya mengaji di tengah era global yang sangat berdampak pada pemakaian gadget pada anak.

"KKN STAINU ini melakukan pembinaan di bidang pondok pesantren, TPQ dan takmir masjid di Tawangsari ini. Ini betul-betul kami sampaikan terima kasih dari Kemenag," kata dia dalam Tawangsari Bersholawat, Sabtu malam (12/5/2018) sebagai penutupan kegiatan KKN STAINU Temanggun di Desa Tawangsari.

Pihaknya juga menyampaikn ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tawangsari. "Untuk pelaksanaan pengembangan bidang keagamaan tidak bisa ustadz-ustadzahnya saja. Tapi harus bersama-sama. Untuk itu, kami memohon dari pemerintah desa untuk memberikan dukungan terutama dana. Misalnya pemberdayaan masyarakat desa. TPQ ini sangat dibutuhkan masyarakat ataupun pembangunan calon generasi bangsa," beber dia.

"TPQ itu bisa meredam kenakalan anak-anak. TPQ bisa menjadikan Islam jaya," beber Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung itu.

Karena apa? kata dia, karena masih kecil sudah dikenalkan Islam. "Masih kecil sudah dikenalkan cinta pada Allah, Rasulullah, dan Alquran untuk menjawab tantangan zaman now daripada setan kecil gepeng bernama HP," beber dia.

Adanya HP, kata dia, anak-anak tak peduli dengan panggilan azan, panggilan bapak ibunya. "Mudah-mudahan Tawangsari tidak gitu," harap dia.

Oleh karena itu TPQ harus diperhatikan, kata dia, karena kita tak hanya mencari kebahagiaan di dunia tapi juga di akhirat. "Justru yang penting bahagia dan sukses dengan Alquran dan TPQ. Makanya jangan jauh dengan Alquran," beber dia. (hg44/hi).

KH. Agus Rojih Ubab Maimoen
PATI, Harianguru.com - Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) Ngagel, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah kini mendatangkan KH. Agus Rojih Ubab Maimoen dari Sarang untuk mengisi mauidzoh hasanah dalam acara haflah akhirussanah, Sabtu (12/05/2018). Haflah akhirussanah ini dipusatkan di depan halaman masjid Baiturrahman Ngagel.

Dalam mauidzoh hasanahnya, KH. Agus Rojih Ubab Maimoen menyampaikan salah satunya syarat masuk surga adalah menuntut ilmu. " Menuntut ilmu itu mendengarkan dari guru. Setelah mendengarkan maka memahami suatu ilmu tersebut," ungkapnya.

Kemudian dalam pemaparannya, beliau juga menyebutkan bahwa orang yang menekuni ilmu agama, maka ia akan mendapatkan rahmat Allah. Karena lafadz rahmat dalam al-Qur’an selalu diikuti dengan lafadz ilmu. Maka, menurutnya seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu pasti mendapatkan rahmat Allah.

Selain itu, sesepuh dari Sarang juga mengisahkan perjuangan Imam Syafi'i ketika mempunyai seorang murid yang bodoh bernama Robi'.

"Imam Syafi'i mengajari Robi' sudah berulang-ulang, tapi masih bodoh juga. Sampai Imam Syafi'i merasa jengkel dan berkata jika ilmu adalah makanan maka akan kumasukkan kemulutmu," tambahnya.

"Tapi Imam Syafi'i tetap berusaha mengajari Robi'. Akhirnya Robi' yang asalnya bodoh menjadi pintar atas kehendak Allah Swt," lanjutnya.

Wasiat dari KH. Agus Rojih Ubab Maimoen adalah junjunglah setingginya ilmu, perluas wawasan, dan pengalaman. Untuk kehidupan yang baik dimata Allah dan dimata manusia. (HG44/Reporter : Finaul Hikmah/Forografer : Muh Nurul Huda).

Temanggung, HARIANGURU.com - Menjelang berakhirnya program KKN STAINU Temanggung, Tim KKN STAINU di Desa Tawangsari, Tembarak, menggelar Lomba Musabaqoh TPQ yang digelar pada 8 Mei 2018.

Hal itu, bertujuan untuk memperkuat kualitas santri-santri sesuai kompetensi bidang keagamaan.

Acara ini diikuti oleh semua TPQ se Desa Tawangsari berjalan cukup baik. "Ada 3 cabang perlombaaan yaitu adzan, LCC dan lomba doa-doa harian," kata Almaksirun Ketua posko KKN STAINU di Desa Tawangsari, Tembarak, Temanggung.

Kejuaraan dalam kegiatan ini, kata dia, diambil 1 2 dan 3. "Acara ini dilaksanakan dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak TPQ  agar di kemudian santri-santri lebih berkompeten dan semngat yang tinggi," tambah dia.

Sesuai rencana, mereka akan mengakhiri KKN STAINU Temanggung secara formal pada Sabtu besuk. Namun, untuk kegiatan KKN sesuai jadwal akan berakhir pada 14 Mei 2018 mendatang. (hg58/hi).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget