Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Purbalingga, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF menggelar kampanye inklusi di Gedung PGRI Purbalingga, Sabtu (15/2/2020). Kegiatan ini dihadiri kepala madrasah dan kepala sekolah di Wilayah I yaitu LP Ma'arif PCNU Purbalingga, LP Ma'arif PCNU Cilacap, dan LP Ma'arif PCNU Banyumas, Sabtu (15/2/2020).

Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengatakan bahwa kampanye inklusi itu diikuti 463 kepala madrasah / kepala sekolah dari tiga daerah tersebut.

Kampanye itu dkhadiri juga Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil, Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan, jajaran PCNU dan LP Ma'arif PCNU dari tiga wilayah, dan tamu undangan dari beberapa unsur.

Pamateri pertama, Kepala MI Ma'arif Keji Kabupaten Semarang, Supriyono. Ia mengatakan untuk menerapkan madrasah/sekolah inklusi, para kepala, guru, dan stakeholders harus mengubah paradigma bahwa pendidikan adalah untuk semua. "Semua anak berhak mendapatkan pendidikan layak, dan tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan layanan pendidikan," kata dia.

Sementara pembicara kedua, Wakil Pimred Suara Merdeka sekaligus pengelola SD Cita Bangsa Semarang Triyanto Triwikromo yang menerapkan pendidikan inklusi. Pihaknya menekankan bahwa inklusi tidak sekadar kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK). "Namun inklusi sebenarnya untuk semua. Maka literasi dasar, tidak hanya soal literasi baca tulis, melek media, namun juga harus melek inklusi," katanya.

Moderator kampanye inklusi, Miftahul Huda juga menekankan bahwa pendidikan inklusi menjadi program penting dan utama dalam kepengurusan LP Ma'arif PWNU Jateng periode 2018-2023 kali ini yang bermitra dengan UNICEF. (Hg76/Ibda).

Klaten, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF menggelar Kampanye Pendidikan Inklusi di Pendopo Kabupaten Klaten, Sabtu (8/2/2020).

Dijelaskan Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan, bahwa kampanye kali ini di eks Karesidenan Surakarta diikuti 7 kabupaten/kota, yaitu Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri. "Total peserta kali ini ada 162 kepala madrasah/sekolah yang dipusatkan di Klaten," kata dia.

Koordinator program inklusi Fakhrudin Karmani menjelaskan bahwa program madrasah/sekolah inklusi sudah berjalan lama. "Untuk piloting sudah terlaksana di empat kabupaten di Jawa Tengah. Silakan jika tertarik, madrasah dan sekolah dapat berkoordinasi kami untuk menerapkan pendidikan inklusi yang sudah kami terapkan bersama mitra kami UNICEF," lanjut dia.

Sementara pemateri, yaitu mahasiswa Fakultas Pertanian Univeritas Brawijaya yang juga penyandang disabilitas tuli, Maulana Aditya, dan didampingi penerjemah bahasa isyarat Yanda.

Saat memaparkan materi, Aditya menggunakan bahasa isyarat. Dalam penjelasannya, saat ia sekolah di jenjang SD, SMP, SMA, masih banyak ketimpangan kurikulum atau pembelajaran. Seperti contoh, materi SD namun materinya materi TK. "Ini membuat kami tidak berkembang seperti anak normal lainnya," jelasnya melalui penerjemah tersebut.

Sampai akhir materi, semua peserta sangat antusias menyimak pemaparan materi inklusi dari Aditya yang dimoderatori Education Officer Program Inklusi LP Ma' arif PWNU Jateng Miftahul Huda tersebut.

Selain pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng, hadir juga perwakilan UNICEF Supriyono, Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil, Kepala Dinas Kominfo yang mewakili Bupati Klaten, Ketua LP Ma'arif PCNU dari tujuh kabupaten. (Hg89/Ibda).

Semarang, Harianguru.com - Menyelenggarakan pendidikan inklusif tidaklah mudah. Madrasah/sekolah seringkali mengalami kesulitan dalam menerapkan pendidikan yang benar-benar inklusif. Mulai dari kendala warga sekolah atau madrasah yang belum sepenuhnya menerima kehadiran ABK maupun masih belum maksimalnya peran Guru Pendamping Khusus (GPK) di madrasah/sekolah inklusif.

Yang terlebih lagi semangat dari Kepala Madrasah/sekolah terkadang juga tidak sejalan dengan upaya untuk menyelenggarakan layanan yang inklusif.
Demikian disampaikan Supriono, M.Pd, Nara Sumber kegiatan workshop penguatan GPK Madrasah/sekolah Inklusif yang diselenggarakan oleh program kemitraan LP Ma`arif NU Jawa Tengah – UNICEF di MI Ma`arif Keji Ungaran dan SLB Ma`arif Muntilan Magelang pada 3-5 Februari 2020.

Selain Supriono, hadir pula sebagai Nara Sumber Lani Setiyadi, S.Pd dari Yayasan Yogasmara Semarang. Kegiatan penguatan GPK LP Ma`arif NU Jateng diikuti 41 GPK dari 24 Sekolah/Madrasah LP Ma`arif.

“Lingkungan sekitar madrasah/sekolah inklusif harus mengupayankan anak-anak ABK bisa ditangani dan diterima. Seperti tersedianya ruang sumber dan membuat lingkungan yang nyaman ketika anak mengalami masalah. Harus ada arah yang jelas dari tujuan pendidikan untuk anak ABK. Tidak bisa melaksanakan pembelajaran tanpa rencana seperti madrasah harus punya PPI. Sangat penting juga menemukan potensi/bakat ABK supaya mereka PD dan itu bisa menjadi kunci karena dengan PD itu kita mudah mendorong mengasah bakat dan motivasi mereka” demikian ungkap Lani yang juga aktif di komunitas sahabat difabel Semarang.

Miftahul Huda, Education Officer program inklusi LP Ma`arif menjelaskan, bahwa peserta kegiatan penguatan GPK ini hanya tidak sekedar menerima materi dari nara sumber, tetapi hari ke-2 para GPK akan diajak melakukan kunjungan rumah (home visit) ke wali murid ABK dari MI Keji untuk memperoleh pengalaman langsung terkait peran serta orang tua dirumah dalam mendampingi anaknya. Pada Hari ke-3 peserta akan melakukan school visit ke SLB Ma`arif NU Muntilan untuk melihat praktek pembelajaran dan layanan kompensatoris. Dan hari ke-4 GPK akan dilatihkan modul 3 tentang fotbolNet dan ma`arif game.

“jadi setelah kegiatan penguatan ini, kami harap GPK benar-benar menerapkan pengalaman pelatihan supaya semakin yakin dan percaya diri menjadi guru Pendamping ABK di sekolah/madrasah. Dengan demikian madrasah/sekolah penyelenggara pendidikan inklusif akan diterima oleh masyarakat dan mampu mengembangkan potensi diri ABK” ungkap Huda. [Hg44/FK]

Kendal, Harianguru.com - Untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kompetitif dan berkarakter, MKKS SMK NU kabupaten Kendal menyelenggarakan IHT Revitalisasi SMK yang diikuti 267 guru dan pegawai SMK NU se kabupaten Kendal.

Kegiatan berlangsung Sabtu (1/2) di gedung DPRD Kendal. Hadir dalam kegiatan tersebut Mujib Rohmat (anggota komisi X DPR RI), Ahmad Nadhif (Kepala SMK Percontohan NU Ma'arif Kudus) dan Ibnu Darmawan (Ketua LP Ma'arif NU Kendal)

Ahmad Nadhif yang tambil sebagai pembicara menyampaikan bahwa yang terpenting dalam program Revitalisasi adalah revitalisasi SDM. "Komitmen Kepala Sekolah, kompetensi Guru dan instruktur serta support tenaga kependidikan adalah kunci keberhasilan revitalisasi SMK" demikian tuturnya. Ditambahkan langkah berikutnya yaitu penguatan kemitraan dengan Dudi mulai dari singkronisasi kurikulum, magang guru, magang siswa, transfer teknologi dan puncaknya rekruitmen lulusan

Sementara itu Ibnu Darmawan dalam sambutannya menekankan pentingnya karakter bagi lulusan SMK NU. "Dudi saat ini mementingkan karakter atau attitude diatas knowledge dan skill, karena karakter butuh waktu lama untuk membentuknya" melalui pembiasaan sehari-hari disekolah diharapkan karakter tersebut terbentuk

Sedangkan Mujib Rohmat memandang saat ini masih banyak lulusan SMK yang mis match dengan dunia kerja. Pihaknya akan mendorong kementrian pendidikan untuk membantu modernisasi alat praktek siswa agar relevan dengan perkembangan Dudi.

Ahmad Supari Ketua MKKS SMK NU Kendal mengungkapkan saat ini 8 SMK NU di kabupaten Kendal terus berupaya melakukan revitalisasi diantaranya melalui peningkatan kompetensi guru, mengirim guru mengikuti Diklat Asesor, dan menggandeng berbagai Dudi Nasional dan multinasional sebagai mitra SMK.

"Kami sedang persiapan membentuk LSP P2 sebagai lembaga yang akan mensertifikasi lulusan kami, juga mengintensifkan peran BKK Ma'arif untuk membantu lulusan kami memperoleh pekerjaan" demikian terangnya. (Hg77/Hi).

Suasana pelatihan artikel populer
Wonosobo, Harianguru.com - Pada Rabu 29 Januari 2020, puluhan guru yang tergabung dalam forum Kegiatan Kolektif Guru (KKG) MI se Kecamatan Wonosobo dan Watumalang mengikuti kegiatan literasi tentang penulisan artikel populer.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di MI Ma'arif Kejiwan dengan menghadirkan narasumber dosen STAINU Temanggung sekaligus Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda.

Sementara itu Ketua KKG Catur Rochman berharap untuk guru-guru yang berada di forum KKG yang dipimpinnya miliki kemampuan literasi yang baik terutama dalam hal membaca dan menulis. Hal itu ia ungkapan karena masih rendahnya minat guru untuk membaca sementara program literasi membaca banyak digalakkan di berbagai madrasah.

Catur juga mengungkapkan dengan menulis akan mendapatkan poin yang nanti dapat digunakan oleh guru itu sendiri dalam kenaikan angka kredit.

Dalam kegiatan tersebut guru diberikan beberapa teori tentang menulis yang selanjutnya diikuti dengan praktik langsung penulisan artikel populer.

Ibda selaku narasumber mengapresiasi kegiatan KKG tersebut dan berharap guru memiliki semangat untuk menulis. Untuk selanjutnya hasil artikel guru akan berusaha diterbitkan untuk menjadi sebuah buku dan berharap KKG MI Kecamatan Wonosobo dan Watumalang menjadi pelopor diterbitkan buku dari KKG.

Usai pemaparan materi, semua peserta diajak praktik menulis dan akan dikumpulkan menjadi sebuah buku bunga rampai.

"Semua hasil karya artikel populer ini, seminggu lagi akan kami kumpulkan dan edit, dan akan kami terbitkan menjadi sebuah buku bunga rampai," kata Ibda. (Htm55/Catur R).

Wonosobo, Harianguru.com - Pada Rabu 29 Januari 2020 hari ini terlaksana Kegiatan Kolektif Guru (KKG) Kecamatan Wonosobo dan Watumalang yang bertempat di gedung MI Ma'arif Kejiwan.

Ada suasana berbeda pada pertemuan kali ini karena biasanya narasumber dari guru-guru senior maupun dari pengawas sendiri, kali ini sebagai narasumber yaitu salah satu penggerak literasi, yaitu Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) Hamidulloh Ibda bersedia hadir sebagai narasumber untuk mengisi acara.

Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 60 guru dari 6 madrasah gabungan dari kecamatan Wonosobo dan Watumalang. Peserta menyambut baik dan antusias dengan kehadiran beliau.

"Program literasi di madrasah masih sangat minim karena rendahnya minat baca guru" kata Ketua KKG Kecamatan Wonosobo dan Watumalang Catur Rohman dalam sambutannya.

Karena itu tergeraklah KKG ini untuk menumbuhkan minat dan bakat guru dalam literasi baik membaca maupun menulis.

"Menulis bukan sesuatu yang susah," kata Hamidulloh Ibda pada saat memberikan materi dalam KKG sebagai motivasi dan penyemangat guru-guru madrasah dalam menulis.

Karena menurutnya, menulis itu tidak sulit karena setiap orang dapat memproduksi ribuan kata setiap harinya jadi tidak ada kata sulit dalam menulis.

Harapannya semua guru bisa tergugah dan memiliki semangat yang lebih dalam menulis. (Hg77/Yuli@).

Temanggung, Harianguru.com – Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung dalam memperingati kelahiran Jenderal hebat, seorang pahlawan revolusioner bangsa mengadakan kegiatan “Nonton Film bareng dan Diskusi bersama”. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB. Di Gedung Akhwalussakhiah STAINU Temanggung dengan Narasumber oleh Usman Mafrukin S.Pd dan Moderator Ahmad Farichin yang diikuti oleh mahasiswa STAINU Temanggung, pada Jumat 24 Januari 2020.

Hal menarik yang dikaji dalam diskusi ini mengenai sosok Jendral Sudirman sebagai Jendral besar dalam membela bangsa Indonesia di era penjajahan kolonial Belanda. Proses diskusi berjalan begitu heboh saat terjadi argumen baik pro maupun kontra mengenai sosok Jendral Sudirman.

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi Benteng Merah Putih. Akan tetap hidup, Tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi”.

Pengggalan Kalimat yang begitu indah akan rasa Nasionalisme sosok seorang pahlawan yang begitu besar dalam membela bangsanya sampai titik darah penghabisan, hal ini yang seharusnya menjadi sebuah dimensi bagi generasi milineal dalam menjadi penerus generasi bangsa di era revolusi Industri 4.0 ini.

Tokoh jendral sudirman memang selayaknya menjadi bagian dari keteladanan kepemimpinan, seperti salah satu ungkapannya “yang sakit adalah sudirman, paglima tidak ada rasa sakit”, jika dimaknai perkataan tersebut sangat mendalam, dan jarang yang sekarang ini dapat melaksanakan hal tersebut, karena jika diitarik benang merah, ungkapan tersebut adalah merelakan jiwa dan raga untuk mengabdi tanpa memperhatikan diri sendiri hinngga muncul pertanyaan, “apakah ada yang dapat meniru sosok jendral Sudirman di zaman seperti ini?
Tentu mustahil jika menjadi jendral sudirman, karena setiap insan diciptakan berbeda-beda, tidak ada yang sama. Namun, jika dalam sifat, tingkah laku, kita sedikit demi sedikit dapat meniru, mempelajari dan mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. 

Rutinitas kegiatan Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung yang dilaksanakan setiap minggunya khususnya di hari jumat berharap mampu menambah minat mahasiswa dalam mengasah ajang kreatifitas, baik dalam berorganisasi di intra maupun ekstra kampus yang mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme seperti apa yang dapat kita tauladani dari sosok Jendral Sudirman. Hingga pada pertanyyan terakhir, apakah kita mampu meneruskan perjuangan beliau? Mari kita renungkan! (Hg33/Iis Narahmalia).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget