Halloween Costume ideas 2015

Harian Guru

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Latest Post

Suasana rapat PMB

Temanggung, Harianguru.com – Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung periode 2019-2020 menggelar rapat perdana, Rabu (16/1/2019) di aula rapat kampus setempat. Hadir sejumlah pejabat, dosen, dan panitia PMB STAINU Temanggung 2019-2020.

Dalam kesempatan itu, sudah digagas model PMB One Day One Service yang memudahkan proses pendaftaran.

“Kami terima kasih atas semua panitia yang baru, semua respek, dan sigap untuk segera membentuk panitia PMB tahun ini. Insyallah, dalam kepanitiaan tahun ini ada peningkatan terutama di aspek SDM-nya daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan dengan porsi seperti ini, kinerja kita lebih baik,” kata Drs. H. Muhammad Abdul Munjid, M.S.I Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Temanggung saat menyampaikan arahan.

Pihaknya juga melanjutkan, dalam manajemen PMB, yang perlu diperhatikan adalah perencanaan dan aksi yang baik. “Kinerja dari tahun ke tahun, kita lihat mahasiswa pendaftar sudah ada peningkatan. Untuk itu, mudah-mudahan di tahun ini meningkat lagi,” ujar mahasiswa S3 Unissula tersebut.

Dalam sambutannya, Luluk Ifadah, M.S.I Ketua I PMB STAINUTemanggung menjelaskan, semua panitia kompak. “Meskipun kita posisinya berada pada Tupoksi masing-masing, bukan berarti kita tidak saling membantu,” beber dia.

Tim sosialisasi, kata dia, kita ambil masing-masing perwakilan prodi. “Ada tiga model sosialisasi PMB. Pertama, umum, yaitu melakukan sosialisasi di tingkat prodi masing-masing. Mengapa ini perlu? Karena ini pengampu atau pejabat prodi tertentu menyampaikan visi-misi prodi lain ini juga tidak mudah karena memang beda,” beber dia.

Sedangkan yang ketiga, kata dia, sosialisasi even atau menggandeng pada kegiatan-kegiatan tertentu. “Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tanggungjawab secara personal. Tapi eksekutor nanti kita ada partisipasi dari mahasiswa,” beber Kaprodi PAI STAINU Temanggung.

Ketua II PMB STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda, juga menambahkan bahwa sukses dan tidaknya PMB tidak hanya pada Bidang Sosialisasi, dan Administrasi dan Pendaftaran Seleksi. “Namun juga pada Bidang Kerohaniahan, yang ini merupakan bidang baru,” beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung.

Dalam forum itu, dibahas juga model seleksi one day one service, dan juga tidak ada tes gelombang I, II, atau III. “Panitia akan menerima mahasiswa selama proses pendaftaran, sampai seminggu sebelum perkuliahan baru dimulai,” beber Luluk saat menambahkan.

Selain Drs. H. Muhammad Abdul Munjid, M.S.I Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Temanggung, hadir juga Pembantu Ketua I Bidang Akademik Dr. Baedhowi, M.Ag, dan Pembantu Ketua II Bidang Keuangan Ana Sofiyatul Azizah, M.Pd. (hg44/hms)

   Prof Patta Bundu membantu peserta dalam kelompok.
Semarang, Harianguru.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan penguatan bagi dosen tutor pendidikan profesi guru (PPG). Penguatan tersebut  dikemas dalam workshop perangkat pembelajaran dan penelitian tindakan kelas bagi tutor pendidikan profesi guru yang diselenggarakan di hotel C3 Ungaran, Senin – Selasa  (14-15/1). Di hari pertama workshop, UIN Walisongo menggandeng Tanoto Foundation untuk merefresh tentang perangkat pembelajaran dan penguatan tentang pembelajaran aktif.

Salah satu pemateri dari Tanoto Foundation, Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd menyampaikan bahwa pengembangan perkuliahan yang terbaru adalah berbasis kerangka konseptual gabungan dari pengetahuan, teknologi, pedagogi dan konten yang saling berhubungan. Kerangka ini disingkat menjadi TPACK atau Technological,Pedagogical, and Content, Knowledge.

“Sekarang ini semua acuan untuk rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan (RPP) dan kegiatan perkuliahan itu akan diberikan berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), akarnya adalah PCK (Pedagogical Content Knowledge). Dari situlah semuanya akan berakar. Ketika kita akan mengembangkan RPP, tentunya juga akan berangkat dari materi yang kita turunkan dengan menggunakan PACK tersebut,” jelas Prof Ani yang juga guru besar Universitas Negeri Semarang.

Prof Ani menjelaskan bahwa TPACK direpresentasikan melalui CoRe dan PaP-eRs. CoRe digunakan
untuk mengkonseptualisasikan konten dari materi subjek tertentu, dibuat sebelum  merancang RPP, dan guru yang berbeda akan menghasilkan CoRe yang berbeda untuk topik/materi yang sama. Sedangkan PaP-eRs merupakan deskripsi naratif mengenai PCK seorang guru yang menggarisbawahi bagian atau aspek tertentu dari konten materi yang diajarkan.

“Selain TPACK, unsur penting dalam mengembangkan perkuliahan aktif adalah menggunakan unsur Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi atau disingkat MIKIR. MIKIR bukan pola baru dan tidak merubah pola apapun dalam pembelajaran aktif. Namun, unsur ini merupakan unsur yang dapat digunakan secara sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami dan diimplementasikan oleh para peserta PPG atau pendidik apapun kurikulumnya,” jelasnya.

Bersama dengan Prof Ani, yaitu Prof Patta Bundu dari Universitas Negeri Makasar. Prof Patta Bundu menjelaskan pentingnya mengoptimalkan pembelajaran dan perkuliahan aktif dengan menggunakan lembar kerja berbasis higher order thinking and skill atau (HOTS). Lebih umum disebut sebagai keterampilan berfikir tingkat tinggi.

“Keterampilan HOTS ini merupakan transfer satu konsep ke konsep lainnya, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan menelaah ide dan informasi secara kritis,” jelas Prof Patta.

Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin menyampaikan pentingnya kegiatan ini, karena dari PPG inilah nanti akan dikeluarkan sertifikat sebagai guru profesional. Sehingga tanggungjawab pelaksanaan PPG sangat besar. Walaupun kegiatan ini lebih banyak pada refreshment namun harapannya penguatan ini  didapat sebuah penguatan yang maksimal.

“Peserta PPG berasal dari guru-guru yang telah mengajar. Workshop dengan kerjasama yang didukung Tanoto Foundation ini, mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa di dapat,  sehingga mendorong hasil PPG ke depan lebih berhasil. Sehingga lahir guru-guru yang mampu memaksimal peran dan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ,” kata Prof Muhibbin.

Workshop di selenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo. Sebanyak 75 orang baik dari  unsur guru besar, dosen, dan pejabat kampus yang menjadi dosen pengampu PPG menjadi peserta. Selama 2 hari mereka akan dikuatkan dan dilatih sebagai persiapan untuk menjadi pengampu pelaksanaan PPG tahun ini.(hg44/hms).


Cibubur, Harianguru.com – Perkemahan Regu Penggalang Ma'arif NU Nasional (Pergamanas) 2019 dilaunching pada Rabu (16/1/2019). Dalam kesempatan itu, sejumlah pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif (LPM) PWNU Jawa Tengah turut menyukseskan acara Launching Pergamanas II yang digelar Rabu (16/1/2019). 

Sesuai rencana, Pergamanas II akan digelar  di Cibubur tangggal 19-23 Februari 2019, dan Rapat Koordinasi Nasional LP Maarif.

Turut hadir R. Andi Irawan Ketua LPM PWNU Jateng, Fakhrudin Karmani Wakil Ketua LPM PWNU Jateng, Ahmad Muzammil Bendahara LPM PWNU Jateng, Muhammad Syaiful Panitia Pergamanas LPM PWNU Jateng, dan H. Shobirin Ketua Sakomanu LPM PWNU Jateng.

R. Andi Irawan Ketua LPM PWNU Jateng mengatakan, bahwa tujuan kegiatan itu adalah syiar kebesaran LP Ma'arif se Indonesia dan meneguhkan Islam berkarakter Ahlu sunnah Wal jamaah Anahdliyah yang moderat dan rahmatallilalamin serta menanamkan nilai nilai Aswaja kepada peserta didik melalui kegiatan Pramuka.

Acara Launching Pergamanas 2019 tersebut, secara resmi dibuka oleh Ketum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, yang juga dihadiri Ketua PP LP Ma’arif PBNU Drs. K.H. Z. Arifin Junaidi, M.M, Ketua Sakomanu Pusat, dan sejumlah pengurus PP LP Ma’arif PBNU yang lain.

Sesuai rencana, Pergamas akan dibuka oleh Presiden RI dan sejumlah menteri. Dari informasi panitia, peserta diperkirakan berjumlah 7.000 an lebih.

“Kami mewakili dari LPM PWNU Jateng dan di sini pesertanya semua provinsi se Indonesia,” katanya, Rabu (16/1/2019).

Untuk delegasi dari Jawa Tengah sendiri, Andi mengatakan sekitar 700an peserta. Pihaknya juga mengatakan, Panitia Pergamanas LPM PWNU Jateng sudah mengoordinasikan kegiatan tersebut sejak 2018 yang lalu.

Andi menambahkan, bahwa delegasi dari Jateng dalam acara ini mulai dari Ketua Maarif, Wakil Ketua, Bendahara, Ketua Sakomanu Jateng, dan Panitia Pergamanas Jateng. (HG10/Ibda).

Temanggung, Harianguru.com - Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya membentuk mahasiswa memberikan penguasaan Profesional, Pedagogik, Sosial maupun kompetensi personal.

Hal itu diungkapkan Moh. Syafi' Kepala LP3M STAINU Temanggung saat pembekalan PPL, Ahad (13/1/2019). Pihaknya menambahkan bahwa semua mahasiswa harus mengikuti tahapan PPL dengan prosedural. "PPL tahun ini diikuti oleh mahasiswa Hukum Keluarga Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan juga Pendidikan Agama Islam yang semuanya diikuti sejumlah 45 Mahasiswa STAINU Temanggung," kata Ketua Panitia sekaligus Kepala LP3M tersebut.

Adapun mahasiswa PPL PAI ditempatkan di SMA dan SMK Daerah Temanggung, Mahasiswa HKI /AS diteruunkan di Pengadilan Agama dan KUA Daerah Temanggung sedangkan mahasiswa MPI di SMK Swadaya Temanggung.

Pembekalan diikuti peserta secara khidmad dan penuh semangat. Kaprodi Luluk Ifadah, M.S.I dalam sambutannya memaparkan bahwa PPL bukan sekedar praktik biasa bahkan PPL dianalogikan sebagai "Kawah Candra Dimuka" dengan kedisiplinan dan perbaikan diri dalam pelaksanaan. "Karena pangalaman sebelumnya PPL mampu mengubah kepribadian seseorang dengan regulasi di Institusi lapangan," tukas pengurus PC Fatayat NU tersebut.

"PPL juga salah satu cara untuk melengkapi kebutuhan pribadi dengan tim yang solid dan kerja sama yang baik," beber Instruktur Alumni Nasional HMI Yogyakarta tersebut.

PPL akan dilaksanakan sekitar satu bulan yaitu 14 Januari sampai 19 Februari 2019. (Hg44/STU)

Kudus, Harianguru.com - Saat melakukan pendidikan politik dengan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengan, Tardjo Ragil yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Tengah sekaligus Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Nomor Urut 2, mengimbau warga di Kudus untuk memilih Caleg berkualitas.

Hal itu, dijelaskan Tardjo Ragil saat kembali blusukan ke masyarakat untuk memberikan pendidikan politik. Kegiatan bertempat di gedung milik H. Noor Kholis Desa Jetak Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus pada Minggu, 13 Januari 2019.

Pihaknya di hadapan ratusan warga, menekankan pentingnya masyarakat berpartisipasi penuh menyukseskan pelaksanaan pemilu serentak pada April 2019.  Ratusan warga dari berbagai macam latar belakang, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua ormas, kelompok perempuan dan warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Keterlibatan bapak-ibu pada pemilu mendatang sangat penting, tidak hanya menyangkut legitimasi politiknya, tetapi juga memastikan agar orang orang yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik agar terpilih untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," kata Tardjo yang juga sebagai Staf Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut.

Ia juga menambahkan, agar masyarakat selektif dan lebih menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan politiknya. "Kualitas demokrasi dan masa depan pembangunan bangsa akan semakin baik apabila jabatan jabatan publik ditempati dan diurus oleh orang orang yang memiliki kompetensi serta integritasnya teruji. Dan ini semua menjadi tanggung jawab kita," papar pria yang memakai peci tersebut.

Melalui pendidikan politik ini, sebagaimana dikatakan Tardjo, menjadi concern Partai Golkar supaya masyarakat memiliki pemahaman sekaligus kesadaran politik yang baik, terutama agar kualitas demokrasi dan arah pembangunan bangsa Indonesia kedepan semakin maju.

Pada forum tersebut dibuka pula dengan sesi dialog. Peserta tampak antusias, terutama menyampaikan harapanya jika Tardjo terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dapat menjadi wakil rakyat yang amanah dan bisa mewakili kepentingan masyarakat luas.

Imbauan itu tidak semata hanya formalitas, akan tetapi menurut Tardjo, menjadi bagian dari tugas politisi yang menjadi guru politik bagi masyarakat. (HG33).

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee bin Malik, yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjunginya di awal tahun 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri dan seluruh delegasi Malaysia atas kehadirannya. Mudah-mudahan kehadiran ini akan membawakan manfaat yang baik untuk Indonesia maupun Malaysia dan kerja sama antara dua negara serumpun akan terus dan semakin merdu,” tutur Mendikbud RI, saat menyambut kunjungan Menteri Pendidikan Malaysia, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia sudah terjalin sangat baik, lanjut Mendikbud RI, seperti para siswa Indonesia sudah beberapa kali tampil dalam ajang kebudayaan di Malaysia. Selain itu, juga ada pertukaran pelajar yang akan ditingkatkan dengan mekanisme youth camp dan terdapatnya sekolah Indonesia di Malaysia. “Kita juga saling bertukar pikiran tentang kebudayaan,” ujar Mendikbud RI.

Menteri Pendidikan Malaysia pun menyampaikan hal yang serupa, bahwa hubungan antara kedua negara adalah istimewa, satu rumpun, satu leluhur, dan bersaudara. “Pembinaan sejarah di masa depan bermula pada hari ini, dan seharusnya ada titik permulaan terhadap pembinaan sejarah masa depan. Kita mau atau pun tidak mau, pembinaan sejarah, pembinaan peradaban, harus dimuliakan dengan pendidikan,” tutur Menteri Pendidikan Malaysia.

Ia menambahkan, pendidikan memainkan peranan penting, bukan sekedar masa depan negara, tetapi juga mencorakkan peradaban yang bakal dimunculkan. ”Disinilah kita melihat bahwa dengan kita berkongsi, relatif banyak persamaan dari segi bahasa, budaya, dan juga dari segi psyco-social. Kita harus melihat bahwa abad-abad ke depan ini simbiosis antara kedua negara, kedua bangsa, untuk menjadi dentuman baru kepada peradaban dunia,” terang Menteri Pendidikan Malaysia.

Praktik Baik Pendidikan dan Kebudayaan di Malaysia

Menteri Pendidikan Malaysia menyampaikan kekagumannya dengan pendekatan yang dilakukan Indonesia dalam meletakkan kebudayaan dan pendidikan dibawah satu kementerian, sebab, pendidikan adalah berkaitan dengan nilai. “Pembangunan pendidikan yang terpisah dengan nilai hanya akan melahirkan robot-robot yang bernyawa. Robot-robot yang bernyawa ini yang akan membawa kepada konflik, korban nyawa, kerakusan, ketamakan. Untuk itu, pendidikan harus disertakan dengan nilai. Dan budaya itu sendiri adalah salah satu dari pada wahana untuk menyampaikan nilai,” jelasnya.

Pendidikan di era Malaysia baru pasca pertukaran Pemerintah, kata Menteri Pendidikan Malaysia, menitikberatkan pada isu nilai. “Bapak Perdana Menteri Malaysia buat kali kedua, telah berbicara dua jam lebih dengan Bapak Presiden RI dengan berbagai pembicaraan yang mereka bicarakan, tetapi terdapat satu pembicaraan yang paling penting ialah berbicara tentang nilai,” ujarnya.

“Pak Muhadjir, jika menitikkan kiat-kiat baik ataupun harapannya kepada pendidikan, sering saya mengatakan bahwa di Malaysia pendidikan harus bisa merubah generasi yang akan datang. Kita harus melihat kepada Jepang, bagaimana setelah keruntuhan perang dunia kedua mereka bangkit untuk menjadi negara atau bangsa yang bisa mendominasi dunia, semuanya bermula dengan nilai. Rajin bekerja, amanah, disiplin, kebersihan, komitmen dan juga mempunyai sikap integritas yang tinggi. Itu semuanya bermula dari pendidikan. Penerapan pendidikan di Malaysia juga ditekankan pada pembinaan karakter,” terangnya.

Malaysia, katanya, saat ini sedang berupaya mewujudkan sebagai bangsa yang membaca. “Bukan membaca karena ada ujian, bukan membacanya karena mau mengajar, di sekolah atau pun di kuliah, tetapi mereka membaca karena menjadi gaya hidup, cara hidup, way of life. Target kita pada tahun 2030, masyarakat Malaysia akan menjadi masyarakat membaca nomor satu di dunia, dan ini penting,” tuturnya.

“Dalam kerja sama bidang pendidikan dengan Indonesia, akan melakukan pertukaran pelajar, guru, dan kepala sekolah. Kita akan saling belajar satu sama lain,” ucap Menteri Pendidikan Malaysia.

Mendikbud RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia yang mengizinkan pendirian Community Learning Center (CLC) di Malaysia dalam rangka menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Sampai saat ini terdapat 306 CLC dengan jumlah siswa sebanyak 16.130 orang untuk jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah pertama. Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Pemerintah Malaysia agar mengizinkan pendirian CLC untuk jenjang Pendidikan Menengah Atas. Terkait permintaan tersebut, Pemerintah Malaysia memberi tanggapan yang positif dan akan berkoordinasi secara internal dengan pihak-pihak terkait.

Pada kesempatan ini Menteri Pendidikan Malaysia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Kemendikbud RI. “Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud RI, karena menerima kunjungan kami. Saya mengharapkan supaya pertemuan kita pada kali ini menjadi turning point atau titik tolak terhadap perubahan sejarah di masa depan. Semoga suatu hari nanti terwujudnya peradaban bersama Malaysia dan Indonesia,” pungkasnya. (hg44/hms).

Jakarta, Harianguru.com -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap sinergi antar unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di daerah terus ditingkatkan. "Jangan ada sekat-sekat dalam bekerja, apalagi di lapangan personel Kemendikbud kan tidak banyak, jadi harus bersinergi," pesan Mendikbud ketika meresmikan sejumlah fasilitas baru di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kemendikbud memiliki sejumlah UPT di daerah, antara lain LPMP, pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (PPPPTK), balai pelestarian cagar budaya (BPCB), balai pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat (Balai PAUD Dikmas), dan balai bahasa. Mendikbud mengatakan dengan sinergi dan kerja sama yang baik antar UPT, tugas-tugas Kemendikbud di daerah seperti penjaminan mutu pendidikan, pemetaan mutu, gerakan literasi nasional bisa dikerjakan dengan efektif dan efisien.

Mendikbud  menambahkan bahwa pembagian struktur organisasi dan anggaran tidak menjadi sekat yang memisahkan. Banyak pekerjaan besar yang harus dikerjakan dengan melibatkan beberapa unit kerja agar pekerjaan tersebut selesai dengan baik. "Misalnya pemetaan mutu sekolah, ini bukan hanya tanggung jawab LPMP. LPMP perlu menggandeng UPT lainnya. Begitu juga dengan gerakan literasi nasional, bukan semata-mata tugas balai bahasa," kata Muhadjir Effendy.

Muhadjir juga mengimbau satuan kerja yang diberi amanat mengelola penerimaan negara bukan pajak (PNBP), agar bekerja lebih keras agar target PNBP bisa terpenuhi. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki LPMP ataupun PPPPTK harus dioptimalkan penggunaannya untuk kegiatan pendidikan dan juga kegiatan yang menghasilkan penerimaan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud meresmikan sejumlah fasilitas di LPMP DKI Jakarta, seperti aula pertemuan dan gelanggang olahraga. Fasilitas-fasilitas tersebut baru selesai dibangun ataupun direnovasi akhir tahun 2018. Mendikbud didampingi Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi dan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad. (hg44./Nur Widiyanto).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget