Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Oktober 2015

Info terbaru untuk teman-teman yang berminat mendidik anak bangsa di Papua  tahun ajaran 2016/2017.
TK/SD EqualBright School Karubaga Papua membuka lowongan Guru TK/SD dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Bersedia ditempatkan di Papua selama 2 tahun
2. Memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak bangsa
3. Berbahasa Inggris aktif (lisan dan tertulis)
4. Mandiri dan kreatif
5. Berwawasan terbuka
6. Berkomitmen untuk pengembangan diri
7. Akademis
   - lulus S1 (Sastra/Bahasa Inggris/Pendidikan Guru)
   - IPK  > 2,5

Calon guru akan memperoleh pelatihan khusus selama 6 bulan d EqualBright Bandung (mulai Januari 2016).

Adapun fasilitas yang diperoleh:
1. Gaji di atas Rp 5.000.000,00
2. Akomodasi tempat tinggal dan transportasi
3. Pelatihan gratis dan akomodasi selama di Bandung

Sedikit tentang Karubaga:
Karubaga adalah sebuah lokasi di lereng gunung dengan suhu 19-22 derajat Celcius.  Sebagai salah satu kota besar di sebelah barat daya Jayapura, Karubaga memiliki akses penerbangan ke Jayapura setiap hari dengan durasi penerbangan kurang lebih 1 jam.

Rekruitmen pertama hanya untuk 10 guru saja.
Bagi yang benar-benar berminat dapat mengirim Curriculum Vitae/Resume  via email : career@equalbright.com 
atau
kirim pos ke alamat 
Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 20
Bandung- 40141

Info lanjut dapat menghubungi Ms. Ellen (089 878 869 89)

Wacana terbaru tentang UKG adalah ada beberapa wali murid yang ingin hasil UKG tersebut dibagikan secara terbuka kepada wali murid. Pasalnya, dengan begitu wali murid dapat mengetahui kualitas guru yang mengajar anak-anak mereka. Ramainya kabar yang membeberkan hasil UKG pada tahun lalu bahwa dari sekitar 1,6 juta guru hanya sekitar 192 guru yang memperoleh rentang nilai 90-100 mendatangkan kecewasan tersendiri bagi wali murid. Mereka mulai meragukan kemampuan guru yang selama ini mendampingi anaknya belajar di sekolah.

Jika memang UKG bertujuan untuk pemetaan kompetensi guru. Harusnya hal ini tidak ada hubungannya dengan wali murid. Ada batasan-batasan yang perlu dan tidak perlu diketahui oleh wali murid tentang background guru pengajarnya. Hasil UKG yang tidak semua guru mendapat nilai bagus hanya akan menjadi olo-olokkan warga.

Seperti yang kita rasakan akhir-akhir ini wibawa guru di hadapan wali murid mulai diremehkan. Banyak orang tua yang tidak respect terhadap keberadaan guru. Bahkan tidak sedikit wali murid yang cuek terhadap gurunya. Jangankan mau diajak berkomunikasi. Untuk sekadar menyapa saat berjumpa saja orang tua seakan enggan dan tak peduli. 

Maka dari itu, tidak ada hubungannya hasil UKG dengan orang tua murid. Karena UKG tidak memiliki tujuan yang langsung berhubungan dengan siswa. Bahkan Sulistyo juga menegaskan bahwa tidak adil jika kualitas soal UKG disamakan dengan guru honorer.


Laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban peserta diklat atas kegiatan aktualisasi ANEKA di tempat magang maupun tempat kerja. Dalam setiap kegiatan hendaknya dilaporkan secara rinci namun mudah dipahami. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah contoh Laporan Aktualisasi ANEKA



DAFTAR KEGIATAN AKTUALISASI
Formulir 1: Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan
No
Kegiatan
Nilai Dasar
Uraian Pelaksanaan Kegiatan
Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak Dilaksanakan
1
2
3
4
5
1.
Menggunakan jam kedisiplinan sebelum dan sesudah pembelajaran
Komitmen mutu
Etika publik
Akuntabilitas
1.    Guru menyiapkan jam mainan dari kertas. Kegiatan ini dijiwai dengan nilai-nilai kreativitas yang berhubungan dengan nilai dasar komitmen mutu
2.    Guru melakukan sosialisasi cara penggunaan jam kedisiplinan dengan ramah. Tahap ini didasari nilai pelayanan publik yang ramah. Jadi, kegiatan ini berhubungan dengan nilai dasar etika publik
3.    Guru mendampingi siswa menunjukkan waktu ketika masuk dan pulang sekolah dengan memutar jarum jam kedisiplinan yang telah disiapkan oleh guru. Kegiatan ini dijiwai nilai-nilai tanggung jawab pada nilai dasar akuntabilitas siswa untuk hadir tepat waktu.
Kesiapan guru dalam menggunakan jam kedisiplinan adalah faktor penentu dapat diimplementasikannya kegiatan ini. Guru yang sibuk dengan administrasi akan malas membuat media inovasi. Pengawasan dari guru juga berperan dalam menyukseskan program jam kedisiplinan. Guru dapat mengingatkan siswa yang lupa memutar jarum jam. Jika jam kedisiplinan ini tidak dilaksanakan, dampaknya adalah
1.    Banyak siswa yang telat masuk kelas
2.    Siswa tidak termotivasi untuk masuk kelas tepat waktu
3.    Siswa tidak ada keinginan untuk hadir lebih awal di kelas
2
Memerankan tokoh Pahlawan Apotik Hidup (PAPOHI)
Nasionalisme
Komitmen Mutu
Akuntabilitas
1.    Guru mengajak siswa mengenal macam-macam tumbuhan apotik hidup. Hal ini didasari nilai-nilai mencintai ciptaan Tuhan. Upaya meningkatkan mencintai ciptaan Tuhan merupakan pengamalan nilai Pancasila sila ke 1 sehingga merupakan bagian dari nilai dasar nasionalisme.
2.    Siswa membawa gelas air mineral bekas yang telah diisi tanah berhumus. Kegiatan ini dijiwai nilai-nilai kreativitas siswa untuk menanam tumbuhan dengan memanfaatkan sampah. Kegiatan ini sesuai nilai dasar komitmen mutu.
3.    Siswa membawa tanaman apotik hidup sesuai perintah guru. Kegiatan ini dijiwai nilai tanggung jawab siswa dalam melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh guru. Tanggung jawab siswa merupakan bagian dari nilai dasar akuntabilitas.
4.    Siswa memberi label pada pot tanaman. Siswa bertanggung jawab merawat tanamannya masing-masing. Kegiatan ini dijiwai nilai dasar akuntabilitas.
Kegiatan ini bisa tidak terlaksana oleh beberapa hal. Di antaranya adalah kurangnya komitmen guru, faktor cuaca yang tidak bersahabat, dan adanya pengganggu dari luar. Guru yang tidak sungguh-sungguh dalam memberikan pengarahan akan berakibat pada menurunnya semangat siswa untuk bertindak sebagai PAPOHI.
Jika kegiatan ini dilaksanakan di bulan kemarau sedangkan siswa tidak rajin menyiram, maka tanaman bisa layu bahkan mati. Faktor pengganggu dari luar, misal ada siswa lain yang usil tentu juga dapat menjadi hambatan keberlangsungan kegiatan PAPOHI di kelas dua. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan, maka kemungkinan dampak yang terjadi adalah
1.    Siswa kurang mengenal macam-macam apotik hidup
2.    Siswa belum ada pengalaman menanam tanaman
3.
Membuat blog sekolah
http://www.sdnsampangan01.blogspot.com
Etika publik
Akuntabilitas
1.    Guru menentukan tujuan dari pembuatan blog. Tujuan pembuatan blog ini adalah untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai etika publik.
2.    Guru menentukan konten/isi yang akan di-posting di dalam blog. Isi dari konten blog berhubungan dengan laporan kegiatan yang ada di sekolah agar dapat diakses masyakat. Nilai transparansi sekolah terhadap masyarakat merupakan bagian dari nilai dasar akuntabilitas.
Pembuatan blog bisa tidak terlaksana karena beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut adalah kurangnya waktu untuk mempersiapkan kesiapan blog, dari pembuatan email, template, sampai pada pengisian konten blog. Selain itu, jaringan internet yang labil juga bisa menjadi hambatan terealisasinya program pembuatan blog SDN Sampangan 01. Jika kegiatan ini tidak terlaksana, akibat yang terjadi adalah
1.     Sekolah belum memiliki layanan publik dalam bentuk blog
2.     Kegiatan sekolah belum terposting di media online
4.
Membuat tempat sampah inovatif yang diberi nama Student Garbage Box (SGB)
Komitmen mutu
Etika publik
1.    Guru membuat tempat sampah organik dan organik dengan memanfaatkan kardus bekas. Prinsip efisiensi yang dipilih berhubungan dengan nilai dasar komitmen mutu.
2.    Guru memberikan pengarahan perbedaan sampah organik dan anorganik menggunakan gambar-gambar yang menarik. Kegiatan ini dijiwai nilai berpikir kreatif sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Hal ini berhubungan dengan nilai dasar komitmen mutu.
3.    Guru memberikan pengarahan cara menggunakan SGB. Pengarahan dengan cara yang ramah merupakan indikator pemberian layanan prima yang harus diberikan guru kepada siswa. Jadi nilai dasar etika publik diimplementasikan pada tahap ini.
Pembuatan tempat sampah inovatif adalah kegiatan sederhana dengan memanfaatkan kardus bekas. Kegiatan ini bisa terganggu pelaksanaannya jika guru tidak memperhatikan kualitas kardus yang pilih. Seharusnya guru memilih kardus yang agak tebal kemudian dilapisi plastik di dalamnya sehingga tempat sampah tidak mudah basah dan rusak. Jika pembuatan tempat sampah ini tidak berhasil, dampak yang terjadi adalah
1.    Kelas menjadi kotor.
2.    Siswa kurang bertanggung jawab dalam memelihara kebersihan kelas.
3.    Siswa belum bisa membedakan sampah organik dan anorganik
5.
Membuat mading yang berisi kata-kata mutiara dengan nama “Mading Semangat”
Nasionalisme
Komitmen Mutu
1.    Siswa memilih kata-kata mutiara untuk dibuat hiasan slogan. Kegiatan ini dijiwai oleh nilai-nilai Persatuan Indonesia. Siswa memilih kata-kata yang mampu membangkitkan semangat. Nilai-nilai persatuan merupakan bagian dari nilai dasar nasionalisme.
2.    Siswa menuliskan kata-kata semangat tersebut pada kertas yang telah disedikan kemudian memberikan warna yang menarik. Kegiatan ini didasari nilai-nilai kreativitas yang dijiwai nilai dasar komitmen mutu.
Kegiatan pembuatan “Mading Semangat” diasumsikan bisa mengalami kegagalan jika guru tidak menyiapkan slogan dan kertas dengan baik. Dikarenakan siswa kelas 2 belum sepenuhnya mampu membuat slogan semangat, maka guru harus mempersiapkannya terlebih dahulu. Akibat jika kegiatan ini tidak dilaksanakan:
1.     Mading sekolah masih menganggur belum terfungsikan
2.     Anak belum memiliki pengalaman menulis kata-kata mutiara
6.
Mengamalkan nilai-nilai dari dongeng Anti Korupsi
Komitmen mutu
Etika publik
Anti korupsi
1.     Guru membuat dongeng anti korupsi. Pembuatan dongeng berkaitan dengan kreativitas siswa. Hal ini berkaitan dengan komitmen guru sebagai pendidik yang mau berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang menyenangkan. Inovasi yang dilakukan guru relevan dengan nilai dasar komitmen mutu.
2.     Guru menceritakan dongeng anti korupsi di depan kelas. Kegiatan ini didasari tanggung jawab guru sebagai seseorang yang mengarahkan siswa dalam memahami materi. Guru membacakan isi dongeng dengan cara yang menyenangkan. Cara mengajar yang menyenangkan merupakan bentuk nilai dasar etika publik.
3.     Guru menekankan dampak korupsi berdasarkan isi cerita. Kegiatan ini dijiwai nilai-nilai anti korupsi.
Beberapa faktor bisa menghambat terlaksananya kegiatan ini. Faktor-faktor itu antara lain dongeng yang dibuat guru tidak menarik dan siswa tidak mau menyimak cerita yang dibacakan oleh guru. Maka, guru harus mempersiapkan dongeng semenarik mungkin agar siswa mau mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh guru. Tidak hanya itu, guru juga perlu mempelajari cara membaca dongeng yang manrik agar nilai yang terkandung dalam dongeng dapat tersampaikan dengan baik. Akibat jika kegiatan ini tidak dilaksanakan adalah
1.    Pengetahuan siswa tentang korupsi masih kurang
2.    Siswa belum mengetahui dampak-dampak korupsi

7.
Memilih “The Star of The Week”
Akuntabilitas
Komitmen mutu
1.     Guru membuat papan prestasi. Kegiatan ini dijiwai nilai-nilai tanggung jawab guru dalam pemberian reward bagi siswa yang berprestasi. Reward merupakan bagian tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan oleh guru. Pemberian nilai secara transparan djiwai oleh nilai-nilai akuntabilitas.
2.     Guru memberikan bintang kepada siswa yang mendapat nilai 100. Kegiatan ini dijiwai nilai tanggung jawab guru dalam menjalankan tugasnya sebagai penilai. Hal ini relevan dengan nilai dasar akuntabilitas.
3.     Guru memberikan sebutan “The Star of The Week” bagi siswa yang mendapat bintang paling banyak di minggu tersebut. Hal ini didasari upaya peningkatan kualitas siswa. Inovasi yang dilakukan guru sesuai nilai dasar komitmen mutu.
Kegiatan ini bisa tidak berhasil dilaksanakan jika guru tidak membuat papan prestasi dengan benar. Setiap siswa seharusnya memiliki satu kota papan prestasi. Jika ada siswa yang terlewati maka dampak yang akan terjadi
1.    Siswa kurang termotivasi untuk berkompetisi
2.    Siswa kurang semangat dalam belajar
8.
Menempelkan poster Pandhawa dan Punakawan di dinding kelas
Nasionalisme
Komitmen mutu

1.    Guru membuat poster Pandhawa dan Punakawan dengan teknik print kemudian di emple dan dibingkai dengan kardus bekas. Kegiatan ini didasari nilai-nilai nasionalisme sila ke-3 “Persatuan Indonesia” karena mengandung kekayaan budaya bangsa.
2.    Guru membiasakan siswa mengenal tokoh Pandhawa dan Punakawan selain melalui pembiasaan melihat juga melalui teknik tanya jawab. Kegiatan ini didasari nilai-nilai komitmen mutu karena guru memperhatikan metode yang digunakan dalam pembelajaran tidak hanya menggunakan satu cara melainkan dengan berbagai teknik.
Faktor yang dapat menghambat kegiatan ini adalah kualitas cetak poster. Tinta yang tidak normal bisa menyebabkan poster yang tercetak tidak bisa seperti wujud yang sebenarnya. Jika kegiatan ini tidak terlaksana, dampak yang terjadi adalah
1.    Siswa tidak hafal gambar tokoh Pandhawa
2.    Siswa tidak hafal gambar tokoh Punakawan
9.
Menulis jurnal harian siswa
Akuntabilitas
Komitmen mutu
Anti korupsi
1.         Guru menyusun desain jurnal harian yang akan diisi oleh siswa. Desain disesuaikan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab siswa dalam menceritakan kegiatan yang dialami pada hari tersebut. Hal ini relevan dengan nilai akuntabilitas guru.
2.         Guru menentukan warna sampul jurnal. Warna merah dipilih untuk siswa laki-laki dan warna kuning untuk siswa perempuan. Kegiatan ini didasari nilai-nilai inovasi agar siswa lebih tertarik dan bisa dengan mudah membedakan jurnalnya. Kreativitas yang terkandung dalam langkah ini dijiwai nilai-nilai dasar komitmen mutu.
3.         Siswa mengambil jurnal di awal pembelajaran dan mengumpulkannya kembali sebelum pulang sekolah. Kegiatan ini dijiwai nilai-nilai ani korupsi dengan prinsip “tepat waktu”. Jurnal tidak boleh dibawa pulang ke rumah.
Kegiatan ini bisa tidak terlaksana karena faktor kurang siapnya guru dan siswa. Guru haru membuat desain sederhana terlebih dahulu agar siswa tidak kesulitan. Siswa yang belum siap dan paham cara menggunakan jurnal juga bisa menyebabkan kegiatan ini tidak terlaksana. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi yang jelas agar komunikasi antara guru dan siswa dalam kegiatan penulisan jurnal ini bisa terlaksana. Akibat jika kegiatan ini tidak terlaksana adalah
1.    Siswa kesulitan mengeluarkan pendapat
2.    Siswa tidak termotivasi menulis
3.    Siswa tidak terbiasa mengeluarkan pendapat dalam bentuk bahasa tertulis
10
Menyanyikan tembang dolanan di awal pembelajaran
Akuntabilitas
Komitmen mutu
1.         Guru memberi contoh cara menyanyikan tembang dolanan. Kegiatan ini dijiwai tanggung jawab guru sebagai pendidik untuk memberikan apersepsi yang menyenangkan sebelum awal pembelajaran. Hal ini relevan dengan nilai dasar akuntabilitas.
2.         Siswa menyanyikan tembang dolanan bersama-sama dengan menirukan gerakan guru. kegiatan ini dijiwai inovasi guru dalam menarik perhatian siswa untuk lebih mudah menghafal, mempelajari, dan memahami tembang dolanan. Inovasi yang terkandung dalam langkah ini relevan dengan nnilai dasar komitmen mutu.
Kegiatan ini bisa tidak terlaksana jika di awal pembelajaran ada kegiatan lain seperti kerja bakti di Jum’at bersih. Kurangnya kemampuan guru dalam memahami berbagai tembang dolanan Jawa juga bisa mengganggu implementasi kegiatan menyanyikan tembang dolanan. Dampak jika kegiatan ini tidak dilaksanakan adalah
1.    Siswa belum hafal tembang dolanan
2.    Siswa tidak mengenal banyak kosa kata berbahasa Jawa











 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget