Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Bagaimana Cara Menghadapi Murid Nakal?

Banyak guru yang bertanya "bagaimana cara menghadapi murid nakal?" . Jika kita kembali pada teori perkembangan anak. Sebenarnya istilah "anak nakal" itu adalah warisan budaya. Artinya, tidak ada anak nakal di dunia ini. Yang ada adalah anak yang belum tahu dan kurang tahu akan tanggung jawab dan posisinya dalam berinteraksi sosial.

Bagi guru-guru muda dan baru, hal yang paling susah bukanlah memahami materi. Secara pemahaman dan pendalaman materi tidaklah diragukan. Tapi, bagaimana dengan pola manajemen kelas? terutama ketika kita dihadapkan pada kelas gemuk (kelas dengan jumlah siswa lebih dari 28 anak). Berasa pada kelas gemuk dengan karakter siswa yang hiperaktif dan heterogen tentu menjadi tantangan tersendiri.

Apalagi di dunia digital seperti sekarang ini. Keusilan-keusilan yang dilakukan anak mulai beraneka ragam. Bahkan tidak jarang banyak yang mengarah ke perilaku kriminal. Dalam kondisi ini "salah" jika guru lepas tangan. guru justru menjadi teladan yang harus mampu memecahkan permasalahan tersebut. Karena keberhasilan guru bukanlah ketika semua siswanya memperoleh nilai 100, melainkan ketika mampu mengubah karakter siswa menjadi lebih baik.

Kelas hiperaktif tidak bisa dihadapi dengan keras. Guru harus mencari tahu dulu mengapa kelas tersebut menjadi hiperaktif. Apakah pada pembelajarannya kurang mendapat perhatian guru, sering ditinggal, banyak dari keluarga broken home atau jumlah siswa laki-laki dan perempuan yang tidak seimbang?

Akan menjadi kesalahan ketika stigma buruk diberikan kepada suatu kelas. Ketika suatu kelas sudah mendapat stigma buruk, maka keburukan itu sulit terlepas terutama pada masing-masing individu di kelas tersebut. "Kenapa harus bersikap baik? toh, semua guru menganggap kami kelas setan?"

Demikiankah yang diharapkan oleh guru? tentu tidak. Setiap guru tentu ingin siswanya menjadi lebih baik setiap harinya. 

Jika kita ingin keras dan tegas pada kelas dengan anak-anak yang keras. Guru harus berpikir cerdas.  Bagaimana caranya? Ingatkah kita dengan istilah "KONTRAK SOSIAL"?
Kontrak sosial adalah perjanjian yang disepakati guru dan siswa di awal pembelajaran dan akan mereka taati bersama seluruh sanksi-sanksinya. Dengan begitu, guru tidak terkesan memaksa siswa melainkan mengajak siswa bertanggung jawab atas janji yang telah mereka ucapkan sendiri.

Contohnya:

Janji Siswa
1. Tidak piket, piket satu minggu
2. Buang sampah sembarangan denda seribu
3. Tidak mengerjakan PR, kerjakan di kelas lain
4. Berani ramai minta tanda tangan kepala sekolah
5. Wajib menggunakan seragam lengkap.

Selamat mencoba Bapak/Ibu guru revolusioner!

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget