Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Anies Baswedan: Guru Wajib Tumbuhkan Pembelajaran yang Merdeka

Ilustrasi: Suasana pembelajaran di SD
Jakarta, Harian Guru - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan bahwa guru wajib menumbuhkan pembelajaran yang merdeka.

Hal itu diungkapkan Anies, pada Sabtu siang (21/11/2015) menghadiri acara penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2015.

Selain ikut menyerahkan penghargaan dan berfoto bersama para pemenang, Mendikbud juga menyampaikan sambutannya dan memberikan beberapa pesan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan yang hadir. Salah satunya pesannya adalah mengimbau para guru dan tenaga kependidikan untuk menumbuhkan suasana pembelajaran yang merdeka.

"Mari kita tumbuhkan suasana pembelajaran yang merdeka. Bagian kami di Kemendikbud yang mengatur juknisnya. Bapak dan Ibu (guru) yang membangun semangatnya," tegas Mendikbud saat memberikan sambutan di acara penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi2015 di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Sabtu siang (21/11/2015).

Anies mengatakan, merdeka memiliki makna yang berbeda dengan bebas.

“Dalam kata merdeka, terdapat nuansa tanggung jawab. Kemerdekaan dalam pembelajaran atau dunia pendidikan itu bertujuan untuk menciptakan ruang bagi peserta didik maupun guru untuk berkreasi dan berprestasi, sehingga dapat mendorong munculnya terobosan dan inovasi,” ungkap dia.
Khusus kepada para pemenang, Mendikbud berpesan agar hadiah berupa uang tunai yang diterima mereka dapat dilihat sebagai amanah untuk terus mengembangkan diri.

"Dibutuhkan kerja keras untuk mendapatkan uang. Tapi diperlukan adab untuk menggunakan uang. Kita yang berkumpul di sini adalah guru-guru pembelajar yang memanfaatkan apa saja untuk proses pembelajaran," ujar Mendikbud Anies.

Ia juga menuturkan, semua yang telah dikerjakan para guru tidak bisa diukur atau dinilai dengan rupiah. "Jangan mengukur apa yang kita kerjakan dengan rupiah. Kemuliaan ketika dirupiahkan akan mengalami devaluasi penurunan nilai," ujar Mendikbud.

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi merupakan ajang untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan. Tahun ini Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri dari guru/tutor, kepala sekolah, pengawas dan widyaiswara dari jenjang TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan SMK.

Jenis kegiatan/lomba terdiri dari penilaian guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk jenjang TK, SD, dan SMP, termasuk tutor paket A dan tutor paket B. Kemudian ada juga Lomba Kreativitas Guru SD dan SMP dan Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat SD dan SMP, serta guru daerah khusus. Sedangkan pada jenjang SMA/SMK terdiri dari penilaian guru, kepala sekolah, pengawas dan tutor paket C.

Selain itu untuk guru SMALB melalui Lomba Kreativitas Pembelajaran Guru PKLK Pendidikan Menengah, Kepala SMALB, dan guru pendidikan menengah berdedikasi, serta penilaian untuk widyaiswara. Total pemenang untuk semua kategori dan jenjang pendidikan berjumlah 99 orang. (Desliana Maulipaksi)

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget