Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Makna Kejahiliyahan

M Yudhie Haryono
Oleh M Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif Nusantara Centre

Tak ada negara yang dijajah sepanjang Indonesia. Tak ada negara yang berulang-ulang dijajah oleh banyak negara dan organisasi sebanyak Indonesia. Tak ada negara yang begitu lama menyadari kolonialisme selama Indonesia. Dan, yang paling menyakitkan adalah dijajah oleh kawan seiring seperjalanan. Mereka “mengaku nasionalis: dengan berlagak kere dan naif.”

Berderma karitatif, merampok subtantif. Beragama fundamentalis, bersekolah kolonialis. Berasal dari kaum miskin sambil memproduksi kekerean masif. Inilah zaman jahiliyah yang gigantik: tak ada obatnya. Bahkan jika Muhammad dan Sidharta dilahirkan di Indonesia, keduanya pasti putus asa. Seperti sang Karna yang menangis di tetek Moria. Gantung diri pertama kali: tanpa malu tanpa peduli. Indonesia kini memang luar biasa joroknya.

Inilah negeri yang kejahiliyahannya hanya mampu melahirkan kitab Darmogandul dan Kamasutra saja: yang elitenya berzina di gedung-gedung mewah. Gedung-gedung yang seharusnya dipakai buat membela si lemah dan si miskin karena dibiayai oleh pajak rakyat. Tetapi di gedung-gedung itu yang diproduksi hanya kesombongan, keangkuhan, kekerasan,
prestise, jabatan dan tujuan hidup yang menghalalkan segala cara.

Jahiliyah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bodoh-anti nalar (kebodohan-anti akal sehat). Disebut juga tuna-pengetahuan, tuna-ilmu, tuna-masa depan. Akar istilah jahiliyyah adalah bentuk kata kerja pada jahala, yang memiliki arti menjadi bodoh, suka bodoh, bersikap bodoh dan tidak peduli. Dalam Islam jahiliyah dimaknai sebagai “ketidaktahuan akan petunjuk ilahi” atau “kondisi ketidaktahuan akan petunjuk Tuhan.”


Keadaan tersebut merujuk pada situasi bangsa Arab kuno, yaitu pada masa masyarakat Arab pra-Islam sebelum diutusnya seorang rasul yang bernama Muhammad. Sedang secara luas makna jahiliyah ialah keadaan seseorang yang tidak menggunakan nalarnya (bodoh) untuk membuat aturan agar manusia bertugas memanusiakan manusia. Kebodohan ini bermakna:1)Tidak adanya ilmu pengetahuan dan ini
adalah makna asal. 2)Meyakini sesuatu secara salah. 3)Mengerjakan sesuatu dengan menyalahi aturan atau tidak mengerjakan yang seharusnya dikerjakan. Setiap kebodohan, kekeliruan, kekikiran, kepelitan, kepicikan (ignorance) akan cenderung pada dua konsekuensi, yaitu kemiskinan dan kejahatan. Menjamurnya KKN, amoralisme dan paparan kesenjangan kemiskinan yang tak dilenyapkan adalah bukti kejahiliyahan yang berulang.


Kita, sang waras tak ada pilihan. Sebab kita punya kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan moral. Maka, kita harus melenyapkan mereka. Memerangi mereka. Menggantinya dengan kewarasan konstitusi dan kemoralan azazi. Mengisinya dengan kecerdasan sederhana dan pengetahuan yang membebaskan. Kita harus ingat bahwa “orang yang paling cerdas ialah orang yang ingat mati sambil menghitung-hitung (evaluasi/introspeksi) dirinya pada amal untuk kehidupan setelah kematian. Dan, orang yang paling bodoh ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan memiskinkan dan menyengsarakan selainnya.”


Kini, saatnya memelorotkan celana mereka. Mengolesi kelaminnya dengan sambal terpedas. Menggantungnya di monas. Sebab, kejahiliyahannya menyebabkan kita di neraka sebelum waktunya. Elite bekelakuan silit. Yang mudah dibuat sulit. Yang waras dibuat bundas. Elite ini harus digantikan oleh agensi cerdas dalam semua aspek berbangsa dan bernegara. Yaitu agensi yang kecerdasannya mampu untuk melakukan tindakan kreativitas, kepribadian kuat, watak dahsyat, pengetahuan luas, serta kebijaksanaan teruji.


Kejahiliyahan adalah kekeliruan. Kejahiliyahan adalah para penguasa hari ini dan sebelumnya. Kejahiliyahan adalah takdir yang harus dihentikan, dimusnahkan, dimusiumkan.

Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget