Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Maret 2016

Ilustrasi
Lowongan guru MI ini dibuka oleh Yayasan Raudlatul Ulum Tlogorejo Kabupaten Pati, Jawa Tengah  mengundang profesi muda/berpengalaman untuk mencerdaskan anak bangsa di posisi:

1. GURU MI (1)

Syarat:
1. Pria/Wanita (pria lebih diutamakan)
2. S1 Pendidikan (semua jurusan)
3. Menyukai dunia pendidikan

Surat lamaran kirim langsung ke:
MI Raudlatul Ulum Tlogorejo  Desa Tlogorejo, Dk. Julu RT 04/02 Kec. Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada jam kerja (Senin-Sabtu), 07.00 s.d. 12.00 WIB
CP: Ummi Rokhmah 081325072218

Ilsutrasi
Jakarta, Harian Guru –  Lowongan CPNS 2016 banyak yang palsu. Sebab, hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan soal penerimaan CPNS tahun 2016. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada terhadap berbagai rumor yang beredar di sejumlah media agar tidak menjadi korban penipuan.

Pasalnya, di sejumlah daerah banyak beredar informasi menyesatkan soal penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun  2016. Rumor itu beredar melalui media sosial serta media-media lain yang sudah akrab dengan keseharian masyarakat. Tak jarang rumor itu disampaikan secara berantai melalui group WhatsApp (WA), Black Berry  Massenger(BBM) dan lain sebagainya.

Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan Pengadaan SDM dan Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi  (PANRB) Arizal mengatakan penerimaan CPNS merupakan kebijakan pemerintah pusat. Prosesnya diawali dari kebijakan pemerintah pusat soal penerimaan CPNS.

Kemudian,  daerah mengusulkan jumlah formasi yang dibutuhkannya. Setelah itu pemerintah melakukan kajian atas usulan tersebut. Jika pemerintah membuka penerimaan CPNS, pemerintah daerah bisa mengusulkan kebutuhan pegawainya. “Tetapi nanti pemerintah yang menentukan jumlahnya,” kata Arizal, di Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Dijelaskan, untuk penyampaian usulan tambahan formasi pegawai, Kementerian PANRB telah menerapkan aplikasi e-formasi. Dengan aplikasi ini, bisa terlihat kebutuhan pegawai di setiap Satuan Kerja Perangkat  Daerah (SKPD). Selain itu, metode ini menutup peluang terjadinya KKN dalam pengajuan usulan tambahan formasi pegawai.

Dari hasil kajian, lanjut Rizal, bisa saja pemerintah tidak menyetujui usulan formasi di daerah. Kemungkinan besar, pemerintah akan menolak usulan dari daerah yang belanja pegawainya lebih dari 50 persen APBD, atau lebih besar dari belanja modal untuk pembangunan masyarakat.
Misalnya, daerah mengusulkan tambahan 1000 CPNS. Setelah melalui kajian, pemerintah menentukan jabatan mana saja yang menjadi prioritas, sehingga bisa saja hanya disetujui tambahan 150.

“Harus ditempatkan di formasi-formasi prioritas. Kemudian disampaikan lagi ke Kementerian PANRB. Setelah ditandatangani Menteri PANRB, akan menjadi dasar dalam tes penerimaan CPNS,” katanya.

Dia mengatakan tes penerimaan CPNS saat ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang sudah terbukti mampu menutup kecurangan dalam seleksi CPNS. “Jadi kalau ada oknum yang menjanjikan bisa mengurus tes  atau menerima titipan untuk masuk CPNS, jangan dipercaya. Itu semua hanya membual,” tegas Arizal.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian PANRB melaporkan ke Mabes Polri,  17 situs yang memuat informasi bohong soal penerimaan CPNS 2016. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Herman Suryatman menduga situs-situs bodong tersebut adalah bagian dari sindikat untuk menipu masyarakat yang ingin menjadi CPNS.

Dia mengatakan sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat yang telah tertipu. “Ada yang sudah keluar uang 50 juga sampai 150 juta, bahkan di Jawa Barat korbannya mencapai seribu orang lebih,” katanya.

Menurut Herman, tindakan itu membuktikan  bahwa pemerintah tidak main-main dalam memberantas percaloan, dan diharapkan bisa menimbulkan efek jera terhadap pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan secara illegal dalam penerimaan CPNS. Karena itu, dia  menyerahkan kasus ini kepada Kepolisian untuk mengungkap secara utuh, baik modus pihak-pihak yang melakukan penipuan dalam seleksi CPNS. (Red-HG99//HUMAS MENPANRB).

Jakarta, Harian Guru – Kabar gembira bagi putra-putri terbaik lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) sederajat. Tahun 2016 ini, pemerintah membuka kesempatan kepada mereka untuk mengikuti seleksi menjadi siswa/taruna pada Kementerian/Lembaga yang mempunyai Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas (LPID).

 Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengungkapkan, ada tujuh LPID yang membuka kesempatan 5.940 kursi calon siswa. Ketujuh LPID dimaksud adalah Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, yang membuka kesempatan untuk 3.650 siswa.

Adapun LPID lainnya adalah Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 900 kursi, Sekolah Tinmggi Ilmu Statistik (STIS) yang membuka 500 kursi,  Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang mencari 300 calon siswa/taruna, 260 calon taruna Akademi Imigrasi (AIM) dan Poltekip, 250 orang untuk Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan sebanyak 80 orang untuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

Atmaji lebih lanjut menjelaskan, bagi warga masyarakat yang bermaksud melakukan pendaftara dapat melakukan pendaftaran secara online melalui portal panseldikdin.menpan.go.id sesuai dengan jadwal. Informasi lengkap terkait dengan pendaftaran dapat diakses di portal masing-masing Kementerian/Lembaga Pendidikan Kedinasan yang akan dibuka mulai tanggal 15 Maret s/d 27 Mei 2016.

Dengan sistem pendaftaran terpadu ini, maka tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu.
Ditambahkan, peserta hanya boleh mendaftar di salah satu dari 7 (tujuh) Kementerian/Lembaga Pendidikan Kedinasan. “Apabila mendaftar di dua atau lebih Lembaga Pendidikan, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,”  ujarnya di Jakarta, Senin (14/3/2016).

Menurut Atmaji, peserta dapat mengikuti pendidikan apabila telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi.

Untuk pengangkatan menjadi CPNS,  dilakukan setelah dinyatakan lulus serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan yang bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dan Pemerintah Daerah (yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD) berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB. “Jadi, meskipun sudah diterima di lembaga  pendidikan ikatan dinas tersebut, tidak otomatis diangkat menjadi CPNS,” pungkas Atmaji.  (ags/HUMAS MENPANRB)

Daftar  Ketujuh LPID  yang membuka  pendaftaran sebagai berikut  :
Kementerian Keuangan (PKN STAN) sebanyak 3.650 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 3 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 20 s/d 24 Juni 2016);
1. Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 900 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 29 Maret s/d 19 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 9 s/d 13 Mei 2016);
2. Kementerian Perhubungan (STTD) sebanyak 300 siswa pola pembibitan (pendaftaran dibuka dari tanggal 4 April s/d 27 Mei 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 9 s/d 10 Agustus 2016);
3. Kementerian Hukum dan HAM (AIM dan POLTEKIP) sebanyak 260 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 4 Mei 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 30 Mei s/d 3 Juni 2016);
4. Badan Pusat Statistik (STIS) sebanyak 500 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Maret s/d 30 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 19 s/d 22 Juli 2016);
5. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) sebanyak 250 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 22 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 11 Mei s/d Selesai);
6. Lembaga Sandi Negara (STSN) sebanyak 80 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 15 s/d 30 Maret 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 15 s/d 22 April 2016).

Menteri Yuddy saat melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional, Senin (28/3/2016).
Jakarta, Harian Guru - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi menilai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tetap diperlukan, karena kedua instansi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, perlu penajaman visi dan profesionalisme lebih tinggi.

"Koni dan Perpustakaan Nasional  merupakan organisasi yang diperlukan namun perlu penajaman visi dan profesionalisme yang dituntut lebih tinggi untuk melaksanakan tupoksinya," kata Yuddy usai mengunjungi kantor Sekretariat Koni dan Perpustakaan Nasional di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Yuddy mengakui, masing-masing instansi baik KONI maupun Perpusnas masih memiliki catatan. Seperti KONI, dimana tidak semua cabang-cabang olahraga melakukan aktifitas kegiatan kesekretariatannya di Senayan. Karena fasilitas perkantoran yang seharusnya digunakan untuk organisasi-organisasi olahraga ternyata dikomersiilkan.

Berdasarkan masukan tersebut, Kementerian  PANRB akan mengkomunikasikan kembali dengan Sekretariat Negara dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, agar keberadaan KONI dan organisasi-organisasi olahraga bisa lebih maksimal dalam rangka pembinaan dan pencapaian organisasi olahraga. “Selain itu, perlu dicari cara untuk mengembalikan fungsi dari kawasan Gelora Bung Karno betul-betul untuk kepentingan olahraga," kata Yuddy.

Sedang untuk Perpusnas, Yuddy menilai berdasarkan hasil temuan dan hasil dialog, kinerjanya masih konvensional, masih melaksanakan tugas-tugas yang sifatnya rutin. Bahkan terkadang kurang mampu beradaptasi dengan perkembangan global. Menurutnya, perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat, tanpa kemampuan yang cepat untuk merespon itu akan ketinggalan.

Diharapkan, ke depan Perpustakaan Nasional bukan hanya sekedar menambah fasilitas tapi juga menajamkan visi yang berorientasi ke masa depan didasarkan atas kekayaan pustaka yang dimiliki.

“Perpusnas harus mampu mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan melalui penerbitan buku-buku yang harus dimiliki copynya oleh perpustakaan, sehingga masyarakat dapat terlayani secara up to date," kata Yuddy.

Seperti diketahui, KONI merupakan salah satu Lembaga Non Struktural (LNS) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Sementara itu, Perpustakaan Nasional RI merupakan lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat ini Kementerian PANRB terus melakukan evaluasi terhadap lembaga negara, utamanya Lembaga Non Struktural (LNS). Sebelumnya, Kementerian PANRB sudah mengajukan hasil evaluasi terhadap 25 LNS kepada Presiden, dan merekomendasikan 14 diantaranya untuk dibubarkan. Evaluasi yang dilakukan kali ini merupakan lanjutan dari kebijakan pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi di bidang kelembagaan. (Red-HG99/HUMAS MENPANRB).

Menteri Yuddy saat memberikan sambutan
Bandung, Harian Guru -Tanggal 24 Maret adalah tanggal yang bersejarah bagi Pikiran Rakyat (PR) maupun untuk masyarakat Jawa Barat. Karena tanggal tersebut merupakan hari kelahiran PR sekaligus bertepatan dengan peringatan peristiwa heroik Bandung Lautan Api.

"Atas nama pribadi dan pemerintah, khususnya jajaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, saya menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Ke-50 Harian Umum Pikiran Rakyat, korannya masyarakat Jawa Barat. Semoga tetap jaya, serta selalu berkomitmen untuk menjaga kepentingan rakyat Jawa Barat," kata Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi, saat memberikan sambupatan pada resepsi HUT PR di Hotel Panghegar Bandung, Kamis (24/03/2016).

Tanpa terasa pasang surut harian umum ini selama lima puluh tahun sudah terlampaui ungkap Yuddy. Transformasi media cetak ini dengan segala dinamikanya terus bergulir tanpa bisa dihentikan. Mulai dari era tahun enam puluhan yang penuh keprihatinan, masuk ke era tahun tujuh puluhan sejalan dengan perubahan badan hukum dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Pikiran Rakyat Bandung, Pikiran Rakyat terus merambah seluruh pelosok Jawa Barat dan memantapkan jadi diri sebagai koran terbesar di provinsi Jawa Barat.

Bahkan sejarah mencatatkan, imbuhnya, bukan hanya menembus skala nasional, Pikiran Rakyat sempat beredar sampai ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pada era tahun delapan puluhan, Pikiran Rakyat kembali ke fitrahnya sebagai koran regional berbasis provinsi Jawa Barat, walaupun sebagian tirasnya beredar di luar Jawa Barat.

"Saya membaca Harian Umum Pikiran Rakyat sejak sekolah dasar, demikian juga saat mengenyam bangku kuliah di Bandung, bahkan sampai saat ini ketiga bertugas sebagai pembantu Presiden di Pemerintahan Kabinet Kerja. Belum lengkap rasanya jika belum membaca Pikiran Rakyat. Koran ini memang menarik, selain mengangkat berita politik, sosial, budaya dan ekonomi, juga seringkali mengupas dinamika reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah, serta berita lainnya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa Barat," tutur menteri kelahiran Cirebon dan keturunan Bandung tersebut.

Kini di usia ke-50, di era digital, Harian Umum Pikiran Rakyat dihadapkan pada tantangan lingkungan strategis yang berubah begitu cepat seiring perkembangan dan kemajuan informasi dan teknologi, kata Yuddy. Kini kita berada di era tanpa batas, tanpa disekat oleh ruang dan waktu. Semua serba digital. Perkembangan era digital ini sangat signifikan peningkatannya, baik dari segi komunikasi, hardware, software maupun peningkatan kinerja pada setiap organisasi.

Menurutnya pada era modern ini, kehidupan masyarakat di seluruh dunia semakin dipenuhi oleh hal-hal yang serba digital, termasuk di kota-kota besar Indonesia. Anak remaja sibuk dengan handphone dan sosial media, orang dewasa sibuk dengan internet, dan masih banyak lagi pengaruh perkembangan digital yang mungkin membuat setiap individu tidak terbiasa berinteraksi dengan sesamanya secara langsung.

"Saya yakin Pikiran Rakyat sudah mengantisipasinya, antara lain dengan mulai dipacunya kinerja media online pikiran-rakyat.com. Media memang harus berubah seiring dengan perubahan zaman. Tidak ada yang bisa bertahan apabila kita tidak mampu beradaftasi. Para leluhur Sunda bilang 'Kudu Bisa Ngindung Ka Waktu, Mibapa Ka Jaman'," tutur Yuddy.

Menurut Guru Besar Universitas Nasional tersebut, disini teori evolusi berlaku, sebagaimana dikemukakan Herbert Spencer, bahwa masyarakat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannyalah yang akan bertahan hidup, sedangkan masyarakat yang tidak mampu menyesuaikan diri terpaksa menemui ajalnya. Itulah esensi dari Survival of the Fittest, dimana organisme yang lemah atau yang tidak tepat guna akan menghilang atau mati.

Kita semua berharap, tambah Yuddy, Harian Umum Pikiran Rakyat di era digital ini tetap bertahan dan semakin berkembang. Karena itu saya sampaikan tiga pemikiran spiritual rasional agar Pikiran Rakyat ”Jaya di Buana, tur Nanjeur na Juritan. Kahandap Akaran, Kaluhur Sirungan”. Sebagai berikut :

Pertama. Jaga terus ”Roh Jawa Barat” dengan berbagai kekhasan dan dinamikanya, agar harian umum ini benar-benar merepresentasikan kehidupan dan karakter masyarakat Jawa Barat. Getok tularkan nilai-nilai luhur Jawa Barat yang penuh dengan harmoni dan cinta kasih, antara lain ”Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”.

Kedua. Pastikan setiap pemberitaan tanpa mengurangi daya kritis, diarahkan sebesar-besarnya untuk mendorong kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Kritisi program pemerintah yang kurang optimal, tetapi jangan sungkan pula untuk mendukung sepenuhnya berbagai program terobosan pemerintah yang dapat mensejahterakan rakyat. Jadilah pilar demokrasi yang kritis tetapi solutif dan konstruktif.

Ketiga. Kuasai piranti teknologi dan informasi, serta jemputlah era digital dengan dukungan SDM yang handal dan berkelas dunia. Kembangkan research and development, serta human resource development secara terus-menerus dan berkelanjutan, agar Pikiran Rakyat semakin kreatif dan inovatif.

"Demikian yang dapat saya sampaikan. Dirgahayu Pikiran Rakyat. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan lahir dan bathin untuk bersama-sama berperan dalam mewujudkan masyarakat informatif di era transpormatif," pungkas Yuddy menutup sambutannya (Red-HG99/HUMAS/MENPANRB).

Anies Baswedan
Jakarta, Harian Guru - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan sampai detik ini persiapan logistik menjelang Ujian Nasional SMA/MA dan SMK pada 4 April 2016 berjalan lancar sampai di mana peserta ujian berbasis komputer jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumya.

"Persiapan logistik dan lain-lain berjalan lancar dan tahun ini kita menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer di banyak sekolah jadi jauh lebih banyak jangkauannya," kata Anies di sela acara "Kelas Inspirasi Sineas (KIS) Sebagai Rangkaian Peringatan Hari Film Nasionl (HFN)" di SMK Negeri 57, Jakarta.

Ia mengungkapkan sekitar 960 ribu anak akan mengikuti UN berbasis komputer.

"Jadi, lebih banyak dari pada tes masuk perguruan tinggi, tes masuk perguruan tinggi hanya 600 ribu anak itu aja masih belum menggunakan komputer, ini kita sudah menggunakan komputer untuk 960 ribu anak. Dengan menggunakan komputer, kualitas soal Insya Allah bisa ditingkatkan," kata Anies.

Menurut Anies, apabila soalnya memakai kertas, jawabannya selalu pilihan ganda, namun kalau menggunakan komputer jawaban bisa dengan gambar dan tulisan sehingga jauh lebih kaya.

"Jadi, Alhamdulillah persiapannya baik. Insya Allah Senin (4/4/2016) berjalan dengan baik, mohon doanya," ucap Anies. (Red-HG99/Ant).

Ilustrasi
Jakarta, Harian Guru – Meskipun berganti nama menjadi Politeknik Keuangan Negeri Sekolah tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN), tetapi tidak menyurutkan minat lulusan Sekolah Menengah Atas untuk mendaftarkan diri  ke sekolah ikatan dinas itu.

Pada hari pertama pembukaan, pada 21 Maret 2016, jumlah pendaftar sudah mencapai 7.679. Jumlah itu separuh lebih jumlah pendaftar pada lima dari tujuh sekolah ikatan dinas yang sudah membuka pendaftaran.

Berdasarkan data dari Panselnasdikdin, jumlah pendaftar itu jauh di atas angka pendaftar pada empat pendidikan ikatan diinas lain, yang penadftarannya sudah dimulai beberapa hari sebelumnya.  Kementerian Hukum dan HAM (AIM dan POLTEKIP) yang buka pendaftaran mulai 1 Maret, yang mendaftarkan hingga tanggal 21 Maret baru 622 orang.

Sedangkan pendaftar pada Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) tercatat sebanyak 2.177 orang. Untuk Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), yang buka pendaftaran per 21 Maret, pendaftarnya masing-masing 2.248 dan 437 orang.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmadja mengingatkan, agar para calon pendaftar benar-benar mencermati setiap informasi dari masing-masing lembaga sekolah ikatan dinas.

“Selain memerlukan persyaratan tertentu, pendaftaran hanya boleh dilakukan pada satu pendidikan sekolah dinas. Kalau mendaftar lebih dari satu, akan dicoret,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Berita dibukanya pendaftaran di tujuh Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas (LPID) ini merupakan kabar gembira bagi putra-putri terbaik lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) sederajat. Ketujuh LPID ini membuka kesempatan 5.940 kursi calon siswa.

PKN STAN, yang memiliki sejumlah jurusan, membuka kesempatan untuk 3.650 siswa. Adapun Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 900 kursi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) 500 kursi,  Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang mencari 300 calon siswa/taruna, 260 calon taruna Akademi Imigrasi (AIM) dan Poltekip, 250 orang untuk Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan sebanyak 80 orang untuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2016 ini pendaftaran dilakukan secara online melalui portal panseldikdin.menpan.go.id. Dengan sistem pendaftaran terpadu ini, maka tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Peserta hanya boleh mendaftar di salah satu dari 7 (tujuh) Kementerian/Lembaga Pendidikan Kedinasan. “Apabila mendaftar di dua atau lebih Lembaga Pendidikan, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur.  Peserta dapat mengikuti pendidikan apabila telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi, ” ujar Setiawan.

Untuk pengangkatan menjadi CPNS,  dilakukan setelah dinyatakan lulus serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan yang bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dan Pemerintah Daerah (yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD) berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB. “Jadi, meskipun sudah diterima di lembaga  pendidikan ikatan dinas tersebut, tidak otomatis diangkat menjadi CPNS,” imbuhnya.  (Red-HG99/ Humas MENPANRB).

Achmad Iswanto, ketua panitia Latgab
Kudus, Harian Guru – Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) Racana Whira-Shima Universitas Muria Kudus (UMK) akan menyelenggarakan Latihan Gabungan (Latgab) Racana se-Jawa Tengah.

Sesuai rencana, Latgat tersebut akan digelar pada pada 8 – 10 April 2016 mendatang. Latgab ini antara lain akan diwarnai dengan diskusi lingkungan yang mengusung tema ‘’Mewujudkan Gerakan Cinta Lingkungan melalui Pramuka’’.

Achmad Iswanto, ketua panitia Latgab, mengutarakan hal itu, Selasa (22/3/2016). ‘’Diskusi nanti akan menghadirkan Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc. (ketua Kwartir Daerah/Kwarda Jawa Tengah), M. Widjanarko (direktur MRC Indonesia), dan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Tengah,’’ ungkap dia.

Selain diskusi lingkungan, para peserta Latgab nantinya juga akan diajak melakukan penanaman pohon di Desa Wisata Rahtawu yang berada di Kecamatan Gebog, Kudus. ‘’Kami sengaja memilih lokasi di Rahtawu, karena dalam beberapa tahun terakhir, kondisinya cukup memprihatinkan,’’ ujarnya.

Kondisi yang memprihatinkan itu, lantaran di beberapa titik terjadi lahan-lahan yang sudah gundul, sehingga daya dukung lingkungan mengkhawatirkan. ‘’Lantaran daya dukung lingkungan yang menurun, sempat terjadi longsor pada 2014 lalu,’’ ungkapnya.

Prihatin dengan kondisi itulah, maka pihak UKM Racana Whira-Shima UMK tidak sekadar mengajak para peserta Latgab hanya mendiskusikan permasalan lingkungan semata. ‘’Kami juga mengajak para peserta mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan di alam nyata,’’ tegasnya.

Sementara itu, Latgab yang telah diagendakan jauh-jauh hari ini, memberikan sinyal yang bagus dan apresiasi positif dari Racana-Racana di berbagai daerah. ‘’Sudah banyak kawan-kawan Racana dari berbagai perguruan tinggi di Pati, Semarang, Solo, dan Tegal yang berkomunikasi dengan panitia dan menyatakan akan berpartisipasi dalam Latgab nantinya,’’ tuturnya. (Red-HG99/Eros).

Ilustrasi
Yayasan Nurul Islam membutuhkan karyawan untuk posisi sebagai berikut:
1. Guru PAUD (2org)
   Syarat:
   - Pendidikan min. D3
   - Siap bekerja mandiri maupun dlm team.
   - muslimah , maks 30 thn
- hafal juz 30 lebih diutamakan
2. Asisten kepala TK / PAUD
Syarat:
- Muslim/muslimah Pend. min.D3
- Mempunyai kendaraan dan SIM C
- Siap bekerja dg mobilitas tinggi
3. Guru SD (4 org)
Syarat :
- Pria/wanita Pend min S1
- usia maks 30 th
-mampu mengelola klas dg kondusif
- siap bekerja scr mandiri atau dlm team
- hafal juz 30 lebih diutamakan
4.Guru mapel SMP
 (Matematika, bhs Inggris, PAI, Bhs Arab)
 Syarat
-S1 sesuai mapel
- usia maks 35 th
- hafal juz 30 lebih diutamakan
5.Guru BK (1org)
Syarat
- pend S1 BK / psikologi
- terbiasa menkonselingi remaja
- bersemangat untuk belajar
6. Tenaga produksi catering (1org)
- muslimah usia maks 35
- sehat jasmani rohani
- pend SMA
- siap bekerja fulltime dan lembur

Persyaratan administrasi:
- Surat lamaran
- Foto copy ijazah dan transkrip nilai
- Daftar riwayat hidup/cv
- Foto copy KTP yang masih berlaku
- Pas foto 3x4 sbnyak 1 lembar
Surat lamaran beserta lampiran dserahkan langsung di sekretariat Yayasan Nurul Islam kompleks SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta, Jl.Ring Road Barat, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Telp 5304050  -  087739031206, atau e-mail: nurulislamjogja@gmail.com.

Ingat, terakhir pendaftaran tanggal 20 MARET 2016.

Ilustrasi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung membutuhkan 100 (seratus) orang sarjana (semua jurusan) yang memiliki semangat mengabdi dan cita-cita tinggi untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak hingga ke daerah terpencil/tertinggal atau daerah yang secara tofografis termasuk sulit dijangkau. Jika Anda seorang sarjana yang memiliki kompetensi memadai, serta didukung oleh kepedulian sosial dan mengedepankan jiwa kepemimpinan, daftarkan diri anda sebagai pengajar muda LAMPUNG MENGAJAR 2016 dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Lampung.

Alamat web : www.disdikbud.lampungprov.go.id

Syarat Peserta
1) Warga Negara Indonesia
2) Memiliki Kualifikasi Akademik minimal S1 semua jurusan (S2 lebih diutamakan)
3) Berusia maksimal 27 tahun pada tanggal 1 Juli 2016
4) Belum menikah, dan sanggup tidak menikah hingga 30 Juni 2017
5) Berbadan sehat secara fisik maupun mental
6) Bersedia ditempatkan di daerah terpencil/tertinggal, atau daerah yang sulit dijangkau di wilayah Provinsi Lampung
7) Lulus Seleksi

¤ Pendaftaran
1. Mengajukan surat lamaran kepada Gubernur Lampung melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dengan melampirkan
(contoh format terlampir)
1. Curriculum Vitae (daftar Riwayat hidup) sesuai format terlampir
2. Photo copy Ijazah S1 dan/atau S2, sebanyak 2 (dua) lembar
3. Photo copy KTP sebanyak 2 (dua) lembar
4. Pas photo berwarna terbaru 3 x 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar
5. Surat keterangan berbadan sehat dari Rumah Sakit Pemerintah
6. Surat pernyataan belum menikah dan sanggup tidak menikah hingga tanggal 30 Juni 2017, serta sanggup ditempatkan di daerah terpencil/ tertinggal di seluruh wilayah Provinsi Lampung (bermaterai Rp. 6.000,- contoh format terlampir)
¤ Pendaftaran pada hari kerja mulai tanggal 7 s.d 22 Maret 2016, pukul 08.30 s.d. 14.00 wib.

Mengisi buku pendaftaran dan menerima nomor test pada saat penyerahan berkas lamaran. Karena itu lamaran harus diantar langsung ke Sekretariat Lampung Mengajar, Ruang Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Lampung Jln. Drs. Warsito No. 72 Teluk Betung–Bandar Lampung
¤ Catatan: 1. Bagi pelamar yang bertempat tinggal di luar Provinsi Lampung dapat mengirim lamaran melalui post atau sejenisnya tanpa tambahan waktu batas akhir penerimaan berkas. Nomor pendaftaran/nomor test dapat diambil menjelang ujian tertulis.

Sulistyo Ketua Umum PB PGRI yang meninggal dunia, Senin (14/3/2016).
Jakarta, Harian Guru - Ketua Umum PB PGRI Dr H Sulistyo MPd meninggal dunia dan meninggalkan jutaan guru di Indonesia, Senin (14/3/2016).  Meninggalnya Sulistyo menjadi duka tersendiri bagi seluruh guru dan dosen di Indonesia. Sebab, jasa beliau sangat besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Mantan Rektor UPGRI Semarang yang juga anggota DPD RI periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019 tersebut, meninggal di usia yang masih muda. Pak Sulis yang juga  anggota DPD RI periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019 tersebut, meninggal di Jakarta.

Dari informasi yang dihimpun Harian Guru, Sulistiyo wafat karena sebuah insiden di Rumah Sakit Mintoharjo Jakarta, Senin (14/3/2016) siang. Kronologi kematian orang nomor satu di dunia guru Indonesia tersebut, memang mengenaskan. (Red-HG99).

Ilustrasi: Foto: Perbanas
Beasiswa Penuh bagi lulusan S1 (semua jurusan), baik Fress Graduate Umum, PNS, TNI, dan POLRI.

Di Universitas Pertahanan Indonesia Lokasi Bogor.

Disediakan Fasilitas:
Mess, Makan, Buku-buku Perpustakaan, Pakaian Dinas PDH dan PDL Mahasiswa serta Pakaian Olah Raga Unhan, Sepatu, Uang Saku, Ada kegiatan belajar/ kunjungan dalam negeri maupun keluar negeri, Gratissss!

Status: Negeri
Peringkat 9 terbaik dari seluruh Universitas Pertahanan di Dunia Internasional

Jurusan yang ada di Unhan adalah:

Fak. Strategi Pertahanan:
1. S2 Strategi Perang Semesta
2. S2 Damai dan Resolusi Konflik
3. S2 Perang Asimetris
4. S2 Keamanan Maritim

5. S2 Pertahanan Angkatan Darat
6. S2 Pertahanan Angkatan Laut
7. S2 Pertahanan Angkatan Udara
8. S2 Kampaye Militer

Fak. Manajemen Pertahanan:
1. S2 Manajemen Pertahanan
2. S2 Ekonomi Pertahanan
3. S2 Ketahanan Energi
4. S2 Teknologi Industri
5. S2 Diplomasi Pertahanan
6. S2 Manajemen Bencana

Gelar: M.Si.(Han)
Lama Dik: 1,5 tahun

Sekali lagi, semua gratis! Silakan, beasiswa S2 Unhan. Berkenan teruskan Info ini ke Seluruh Nusantara. Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi http://pendaftaran.idu.ac.id/pmb.

Pentas barong oleh sanggar Sardulo Krida Mustika di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Blora, Harian Guru – Kesenian Barong Blora atau Barongan Blora yang berada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, keberadaannya membuat warga Blora menyebut “Blora Kota Barongan” dan beberapa daerah di sekitarnya. Selain dikenal sebagai Kota Sate, Bumi Samin dan Bumi Mustika, Blora dikenal sebagai daerah penghasil barong terbesar di Jawa Tengah bahkan Indonesia.


Oleh karena itu, agar tidak terjadi klaim karya dan budaya, Forum Muda Cendekia (FORMACI) Jateng mengusulkan agar barong tersebut menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan secara konseptual di sekolah-sekolah.

Akan tetapi, landmark ini akan lestari dan benar-benar menyentuh akar jika dimasukkan dalam pendidikan, terutama di kalangan pelajar SD dan SMP sampai SMA.

“Dulu saya pernah mengusulkan agar barong ini menjadi ekstra, meskipun di beberapa sekolah diterapkan, namun harus didukung dengan kebijakan oleh Dinas Pendidikan setempat,” ujar Hamidulloh Ibda, Direktur Utama Formaci Jateng, di sela-sela pentas barong di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Minggu (28/2/2016).

Kegiatan tersebut, merupakan pentas barong yang digelar oleh Harian Jateng Network, bekerjasama dengan HarianBlora.com, Formaci Jateng, JARI Institute Blora, kemudian mendapuk sanggar barong Sardulo Krida Mustika Blora.

Menurut Ibda, kegiatan kampanye budaya seharusnya digelar lebih intens, selain skala besar seperti Festival Barong Nusantara, namun even-even kecil seharusnya digalakkan.

“Tidak hanya dijadikan mata pelajaran seperti ekstra, namun dalam konteks pembelajaran, Barong Blora menjadi muatan lokal yang wajib ada di jenjang SD sampai SMA di Blora, baik sekolah negeri maupun swasta. Ini jelas butuh dukungan kebijakan,” tegas dia.

Oleh karena itu, ia berharap agar wacana tersebut terlaksana. “Jadi misal sudah diterapkan, kalau pelajar SMA di Blora susah lulus, kalau mereka tidak bisa kuliah, maka bisa bermain barong dan bisa membuat barong. Jadi outputnya mencetak seniman pemain barong dan perajin barong,” beber dia.

Sementara itu, Indra Bagus Kurniawan Ketua Sanggar Sardulo Krida Mustika menyambut baik wacana tersebut. Pasalnya, selama ini banyak pelajar di Blora tahu barong langsung secara praktik, namun mereka buta soal sejarah, konsep dan teori-teori barong.


“Saya sendiri merasakan itu, tahu praktiknya namun buta teorinya,” papar dia. (Red-HG99/Foto: Harian Guru).

Oleh Choirul Anam Khomeini

Kekuasaan negara yang terlalu besar menimbulkan ketakutan terhadap kemungkinan penyalah gunaan kekuasaan tersebut. Di Eropa,keraguan orang terhadap kekuasaan yang berlebihan ini muncul pada tahun 1517, ketika Marthin Luther melakukan kritik terhadap kekuasaan gereja.

Luther menuduh bahwa Gereja telah menyelenggarakan kekuasaannya untuk memperoleh kekayaan dan kekuasaan duniawi. Ini adalah akibat dari kekuasaan yang tidak terkontrol. Dalam waktu yang tidak terlalu lama,kritik Luther mendapatkan sambutan. Kritik kritik yang dilontarkan ini kemudian menjadi makin meluas. Sementara Luther sendiri kemudian mulai menyerang kedaulatan negara,yang erat terkait dengan kekuasaan gereja. Dia mulai berbicara tentang hak warga untuk berontak,dan menyatakan bahwa kaum kristen boleh membela diri terhadap pemerintah yang sewenang wenang. Jika kaisar melanggar undang undang rakyat tak usah mematuhinya lagi.


Pikiran pikiran perlawanan ini kemudian dikembangkan oleh para pemikir yang kemudian dikenal dengan nama "Monarchomacha", artinya kaum pembantah raja. Kelompok yang berkembang pada akhir abad ke 16 ini,seperti halnya Luther,mula mula mendasarkan dirinya pada kritik kritik yang memakai kaidah kaidah agama kristen.


Pikiran ini kemudian makin berkembang. Kaum Monarchomacha yang muncul belakangan tidak lagi membatasi diri pada kaidah kaidah agama saja sebagai dasar perlawanannya,tetapi mereka kemudian mulai bicara tentang hak hak rakyat. Pertanyaan yang mereka ajukan sekarang adalah : Dapatkah warga melawan rajanya,kalau raja tersebut melakukan penindasan terhadap rakyatnya? Dengan pertanyaan ini dimulailah proses sekularisasi kekuasaan negara.


-Penulis adalah mantan Presiden DEMA UIN Walisongo Semarang.

Dalam rangka Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang Fakultas Hukum akan menyelenggarakan kompetisi debat makasiswa hukum tingkat nasional.

Ketua panitia Dr Ali Masyhar SH MH menyampaikan, pendaftaran dibuka mulai 15 Februari sampai dengan 10 Maret 2016.

Peserta hanya untuk mahasiswa aktif Fakultas Hukum Strata 1 (S1) dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta se-Indonesia yang telah terdaftar, dan kuota maximal hanya 12 tim.

Oleh  Noor Halida Fitriawati Ghozali
Penulis adalah Sekretaris Kementrian Pendidikan dan Keilmuan BEM KM UNNES 2015

Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah satu tahun kita merasakan perhelatan akbar Dies Natalis Unnes yang ke 51. Perayaan 51 tahun Unnes yang dimeriahkan oleh berbagai event digelar beberapa hari oleh pihak Birokrat yang melibatkan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan Organisasi Intra maupun Ekstra Kampus berjalan dengan sempurna.

Dalam perayaan ini juga BEM KM 2016 memutuskan untuk mengambil peran dengan membuat suatu event untuk ditampilkan bersama dengan acara yang sudah dirancang oleh Birokrat.
Rapat demi rapat perwakilan BEM KM 2016 menghadiri, tapi sayangnya rapat perdana kita tidak hadir karena memang kita belum tercantum dalam catatan mereka. Tapi tak apalah itu tidak menjadi masalah buat kita.

Setelah mengikuti satu dua kali rapat dari BEM KM memutuskan saya untuk dijadikan sebagai koordinator acara Dies Natalis Unnes 51 tahun. Dalam benak saya “Apakah ini awal amanah saya di BEM KM? Baru saja bergabung di organisasi ini, ditinggal Menteri ke Makasar dan saya harus mengurus anak- anak (Fatih Rahma L Mafridho Bagus Yeyen Janatul I'liyin Indi Rahayu Umi Wahidatun Musyarofah ) di kementerian, belum lagi memo pak Menteri (Achmad Farchan) yang terkadang bikin saya sebel karena memonya begitu panjang, diselesaikan dengan segera dan sempurna.”


Tak pikir panjang akhirnya sayapun menerima tawaran tersebut.
Hari selanjutnya saya berkoordinasi dengan Pak Wapres (Arif Mu'amar Wahid) untuk merencanakan kepanitian dan konsep acara, dari hasil koordinasi tersebut diadakannya suatu rapat yang menghasilkan dua partner untuk membantu saya di event ini yaitu Lutfi Nahar dan Eva Andriani. Rapat dengan Birokrat yang terkadang mendadak membuat dua insan ini terkadang kuwalahan. Sorry Bro Lutfi Nahar Lu pagi- pagi harus mandi dan harus ikut rapat/ menemui dosen untuk berkoordinasi terkait acara ini. Belum lagi Eva Andriani yang tak kalah aku ributin, disaat pagi- pagi harus rapat dia berusaha keluar kos lebih awal karena dia terkadang harus jalan kaki untuk menuju kampus. Yang bikin kita bertiga kesel rapat mendadak tapi tau- tau dicancel, disuruh ketemu dosen untuk mengambil uang proposal dan ditolak karena nota tak sesuai. Dududududuuu....Bukannya cari nota malah ngadem di FMIPA dan nggosip kisah asmara kawand2 BEM KM. Tapi tak apalah, ini yang membuat kita menjadi akrab dan bekerja dengan senang hati tak  membosankan. Lika- liku jadi aktivis memang seperti ini. Susah seneng, nangis ketawa sudah menjadi hal biasa.


Deadline waktu, deadline proposal dan deadline yang lainnya, yang penting jangan deadline pasangan hidup ya guys (Eeiitttss!).

Setelah melewati berbagai permasalahan yang ada, Endingnya.. kita mampu mengemas dan membawakan event yang kita rancang berlajan sukses dan sempurna. Ini berkat tim work, komitment dan loyalitas kita yang luarbiasa ketika mengemban amanah. Semoga Dies Natalis ke 51 tahun Unnes yang digelar hari ini lebih baik dari tahun sebelumnya.


Terimakasih kasih Lutfi Nahar dan Eva Andriyani yang sudah mau menjadi partner saya dalam mensukseskan acara, terimakasih Pak Wapres (Arif Mu'amar Wahid) yang terkadang menemani saya di rapat-rapat dengan Birokrat yang mendesak, terimakasih Pak Menteri (Achmad Farchan) yang selalu memperhatikan acara yang saya emban di kabinet maupun di kementerian walaupun hanya lewat suara dan ngomel-ngomel tak jelas,itu semua kita lakukan semata untuk kebaikan bersama, terimakasih aktivator muda yang masih setia di kementerian kece, terimakasihHanendya Disha Randy Raharja yang mau nganterin saya hujan-hujan untuk sekedar menjenguk teman-teman KIS latihan seni musiknya dan terimakasih teman2 BEM KM 2015 yang ikut menghadiri dan meramaikan acara Dies Natalis 51 tahun. Ini salah satu cerita kecilku di BEM KM, mana ceritamu?

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget