Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Barong Blora Perlu Dijadikan Mata Pelajaran

Pentas barong oleh sanggar Sardulo Krida Mustika di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Blora, Harian Guru – Kesenian Barong Blora atau Barongan Blora yang berada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, keberadaannya membuat warga Blora menyebut “Blora Kota Barongan” dan beberapa daerah di sekitarnya. Selain dikenal sebagai Kota Sate, Bumi Samin dan Bumi Mustika, Blora dikenal sebagai daerah penghasil barong terbesar di Jawa Tengah bahkan Indonesia.


Oleh karena itu, agar tidak terjadi klaim karya dan budaya, Forum Muda Cendekia (FORMACI) Jateng mengusulkan agar barong tersebut menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan secara konseptual di sekolah-sekolah.

Akan tetapi, landmark ini akan lestari dan benar-benar menyentuh akar jika dimasukkan dalam pendidikan, terutama di kalangan pelajar SD dan SMP sampai SMA.

“Dulu saya pernah mengusulkan agar barong ini menjadi ekstra, meskipun di beberapa sekolah diterapkan, namun harus didukung dengan kebijakan oleh Dinas Pendidikan setempat,” ujar Hamidulloh Ibda, Direktur Utama Formaci Jateng, di sela-sela pentas barong di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Minggu (28/2/2016).

Kegiatan tersebut, merupakan pentas barong yang digelar oleh Harian Jateng Network, bekerjasama dengan HarianBlora.com, Formaci Jateng, JARI Institute Blora, kemudian mendapuk sanggar barong Sardulo Krida Mustika Blora.

Menurut Ibda, kegiatan kampanye budaya seharusnya digelar lebih intens, selain skala besar seperti Festival Barong Nusantara, namun even-even kecil seharusnya digalakkan.

“Tidak hanya dijadikan mata pelajaran seperti ekstra, namun dalam konteks pembelajaran, Barong Blora menjadi muatan lokal yang wajib ada di jenjang SD sampai SMA di Blora, baik sekolah negeri maupun swasta. Ini jelas butuh dukungan kebijakan,” tegas dia.

Oleh karena itu, ia berharap agar wacana tersebut terlaksana. “Jadi misal sudah diterapkan, kalau pelajar SMA di Blora susah lulus, kalau mereka tidak bisa kuliah, maka bisa bermain barong dan bisa membuat barong. Jadi outputnya mencetak seniman pemain barong dan perajin barong,” beber dia.

Sementara itu, Indra Bagus Kurniawan Ketua Sanggar Sardulo Krida Mustika menyambut baik wacana tersebut. Pasalnya, selama ini banyak pelajar di Blora tahu barong langsung secara praktik, namun mereka buta soal sejarah, konsep dan teori-teori barong.


“Saya sendiri merasakan itu, tahu praktiknya namun buta teorinya,” papar dia. (Red-HG99/Foto: Harian Guru).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget