Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Mei 2016

Ilustrasi
Yogyakarta, Harianguru.com – Dari data yang dihimpun panitia SNMPTN 2016, Lebih dari 140 ribu siswa tingkat SMA/SMK/MA tercatat mendaftar atau mengajukan diri sebagai calon mahasiswa baru (Maba) penerima beasiswa Bidikmisi dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.

Sedangkan jumlah lulusan SMA/SMK/MA pada tahun 2016 yang terdaftar di pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sejumlah 2.069.709, dari total sekolah pendaftar berasal dari 14.555 sekolah. Namun hanya 1.382.849 siswa yang masuk pemeringkatan dan layak mendaftar SNMPTN.

Ketua Umum SNMPTN 2016 Prof Dr H Rochmat Wahab MPd MA, Senin (14/3/2016) lalu, mengungkapkan, dari 750.208 siswa yang terdaftar dalam SNMPTN 2016, sekira 142.323 siswa di antaranya mendaftar pada program Bidikmisi atau bantuan pendidikan berprestasi dari mahasiswa miskin. Berdasarkan data di panitia SNMPTN 2016, animo masuk ke PTN memang masih cukup tinggi, tercatat posisi teratas jumlah pendaftar terbanyak diduduki oleh Universitas Padjajaran/Unpad dengan 74.159 peminat, diikuti Universitas Gajah Mada/UGM dengan 66.748 calon peserta.

Kemudian Universitas Brawijaya (64.653 pendaftar), Universitas Diponegoro/Undip (58.789 pendaftar), Universitas Negeri Semarang/Unnes (52.121 pendaftar), Universitas Pendidikan Indonesia/UPI (51.748 pendaftar), Universitas Sebelas Maret/UNS (50.673 pendaftar) dan Universitas Negeri Yogyakarta/UNY (45.690 pendaftar).

Sementara itu, PTN dari luar Jawa yang juga sukses menarik banyak peserta SNMPTN adalah Universitas Hasanuddin/Unhas dipilih 47.463 peserta dan dan Universitas Sumatera Utara/USU diminati 61.464 calon mahasiswa baru. Untuk program studi Manajemen dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) masih menjadi Prodi favorit pilihan pendaftar.

Rochmat Wahab menegaskan, jika perpanjangan waktu yang diberikan panitia hanya untuk memberi kesempatan bagi 11.089 siswa yang telah mendaftar SNMPTN, namun belum tuntas. "Mereka yang belum menyelesaikan proses finalisasi diberi kesempatan sampai hari ini," katanya. (Red-HG99).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla 
Jakarta, Harianguru.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa daerah-daerah harus bisa membuat inovasi dalam hal memberikan pelayanan. Dia berharap kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang dicanangkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bisa menjadi program nasional.

"Semoga inovasi bisa menjadi contoh dan bisa menjadi program nasional," kata Jusuf Kalla ketika memberi sambutan saat penyerahan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Lelaki yang akrab disapa JK ini mengatakan, ada 3 hal pokok perubahan pola kerja yang harus dilakukan aparatur sipil negara. Pertama, perubahan yang terjadi karena sistim pemerintahan, yang sebelumnya sentralistis namun setelah otonomi daerah menjadi menyeluruh.

"Kita melaksanakan otonomi daerah akibatnya seluruh PNS di pegawai pusat sekarang sebagian besarnya pegawai daerah. Kalau dulu instruksi dari pusat sekarang butuh inovasi-inovasi karena daerah yang menentukan kemajuan daerahnya sendiri," kata JK.

Kedua, perubahan teknologi. JK mengatakan, saat ini cara kita berpemerintahan lebih mengutamakan kemajuan teknologi seperti e-government, smart city dan sebagainya. Hal ini untuk mempercepat kinerja ASN sehingga tidak perlu berhubungan langsung dengan masyarakat tapi oleh teknologi.

Ketiga, adanya persaingan di internal dan luar. Persaingan antar negara dan daerah. Menurut JK, jika daerah tidak efisien maka penduduknya akan pindah ke daerah lain, begitu pula dalam hal pelayanan, jika tidak baik maka akan mengurangi investasi daerahnya.

"Tiga hal itu harus merubah karakter PNS  kita, harus menjadi inovatif karena tidak ada lagi arahan dari pusat. Untuk itu, ASN harus memiliki keahlian, skill dan kecermatan yang baik. Tanpa itu daerah akan ketinggalan," kata JK. (Red-HG99/ns/HUMAS MENPANRB)

Jakarta, Harianguru.com - Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla (JK) menggarisbawahi pentingnya peran guru dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian bangsa. JK mengatakan bahwa, capaian bangsa untuk menjadi makmur, tolak ukurnya adalah mutu pendidikannya.

Oleh karena itu, pendidikan menjadi pusat dari segala perubahan, termasuk perubahan perekonomian bangsa. Karena pendidikan menjadi pusat, maka guru sebagai pendidik harus mengikuti perubahan. Pasalnya, ilmu bersifat dinamis, maka guru harus dapat meningkatkan kemampuan diri.

Salah satunya, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena, membangun ekonomi industri tentu berhubungan dengan teknologi, meksipun teknologi tidak dapat menggantikan posisi guru. "Hampir semua bangsa melakukan upaya untuk meningkatkan ekonomi bangsa, dan pendidikan merupakan satu-satunya cara untuk mencapai perubahan itu," ujar JK dalam Dialog Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gedung PGRI Jakarta, Jum'at (27/5/2016).

Dalam acara yang bertajuk Memajukan Pendidikan Nasional dan Peningkatan Peran PGRI Di tengah Perubahan, yang diselenggarakan PGRI, JK  didampingi Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, pemerintah Indonesia telah menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, namun besaran dari persentase tersebut tergantung pada kondisi keuangan negara. "Anggaran pendidikan akan besar jika ekonomi tumbuh," kata JK.

Pernyataan  tersebut juga untuk menjawab aspirasi PGRI tentang bagaimana memperbaiki mutu dan kesejahteraan guru. "Ini adalah sebuah rantai bahwa perkembangan ekonomi digerakkan produktivitas, produktivitas didukung teknologi, teknologi didapatkan dari pendidikan. Pendidikan siapa yang menentukan? Guru," imbuhnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau para guru untuk dapat bersyukur dengan gaji dan tunjangan yang ada saat ini karena jika APBN meningkat maka nilai dari anggaran 20 persen itu juga akan meningkat.

Lebih lanjut lagi, Wapres meminta para guru untuk menyesuaikan diri dengan alam ilmu yang berkembang. Diakui pendidikan guru memang jauh lebih baik dari puluhan tahun lalu. Dimana saat ini guru rata-rata memiliki jenjang pendidikan sarjana. Kendati demikian, guru berpendidikan saja tidak cukup. Menurut Wapres, untuk membangun pendidikan memang harus didukung oleh sistem dan sarana.

Dari segi sistem, pemerintah berupaya melakukan pembaharuan dibidang kurikulum.“Makanya ada istilah ganti menteri ganti kurikulum. Memang itu harus kita lakukan agar pendidikan kita tidak tertinggal,” lanjutnya.

Sedang dari segi sarana, JK mengakui bahwa masih ada gedung sekolah yang rusak. Tetapi jumlahnya paling hanya satu atau dua sekolah saja. Rata-rata gedung sekolah sudah lebih baik dibanding 10 tahun lalu.

Wapres berharap ditengah keinginan guru untuk meningkatkan kesejahteraan, guru tetap harus berupaya meningkatkan kualitas diri. Sebab tantangan yang harus didapat generasi mendatang jauh lebih berat dan menjadi tugas guru untuk bisa menyiapkan siswa didik menjadi generasi berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Plt Ketua Umum PGRI, Unifah R, mengatakan bahwa PGRI telah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan nasional. Karena itu hendaknya pemerintah memberikan perhatian lebih baik kepada guru.

Salah satu yang diinginkan guru adalah agar tunjangan profesi melekat secara otomatis pada gaji. Sebab selama ini proses pencairan tunjangan profesi guru sering berbenturan dengan aturan berbelit-belit dan waktu yang lama.

Sementara itu usai dialog nasional pendidikan, Menteri PANRB mengungkapkan bahwa Kementerian PANRB memberikan perhatian serius terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui dukungan pengadaan guru yang berkualitas.

"Saat ini kita tengah moratorium pegawai, namun untuk formasi guru kita kecualikan. Ini sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap pendidikan. Kita berikan prioritas terutama untuk guru garis depan yang nantinya akan ditempatkan di tempat terluar, terdepan dan tertinggal," ujar Yuddy.

Dialog Nasional PGRI 2016 ini dihadiri oleh pengurus PGRI seluruh Indonesia dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. (Red-HG99/ajg/HUMAS MENPANRB).

Oleh: Nurchaili
Penulis adalah Guru/Alumnus FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Pendidikan sangat berperan dalam menyiapkan generasi bangsa yang beriman, cerdas, kreatif dan berbudi pekerti luhur. Modal intelektual seseorang hanya dapat dibentuk melalui pendidikan berkualitas yang dilakukan sedini mungkin. Anak-anak usia dini (0-6 tahun) saat ini, nanti ketika seabad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif. Kualitas dan kesiapan merekalah yang akan menentukan keberhasilan pembangunan dimasa mendatang. Disinilah diperlukan peran keluarga untuk melahirkan generasi emas Indonesia yang akan menentukan kejayaan bangsa dan negara.

Sejak dalam kandungan hingga usia enam tahun merupakan periode emas (golden period) atau jendela kesempatan (window of oppurtunity) untuk tumbuh kembang manusia. Di saat ini sel-sel otak sedang tumbuh pesat sehingga perkembangannya memengaruhi kecerdasan di masa dewasa. Perkembangan otak 80 persen terjadi saat dalam kandungan sampai usia dua tahun. Karenanya untuk mendapatkan generasi yang sehat, cerdas dan produktif skala prioritas yang dilakukan adalah pemenuhan gizi sejak dalam kandungan dan pendidikan sedini mungkin. Hasil riset menemukan, kecerdasan anak 50 persen dicapai pada usia 0-4 tahun, 30 persen berikutnya pada usia delapan tahun, dan sisanya pada usia 18 tahun.

Asupan Gizi
Keluarga sangat menentukan cukup tidaknya asupan gizi anak sejak masih dalam kandungan. Seorang ibu hamil harus memastikan dirinya memiliki status gizi baik, tidak menderita kurang energi kronik dan anemia. Kekurangan gizi pada masa kehamilan berakibat pada gangguan awal kesehatan, perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan sekolah dan produktivitas anak yang tidak dapat diperbaiki dimasa berikutnya. Sifat dan kecerdasan manusia saat dewasa, salah satunya sangat dipengaruhi oleh perkembangan otak dimasa janin. Setelah melahirkan, semua bayi harus mendapatkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

Balita yang kekurangan gizi mempunyai Intelligence Quotient (IQ) lebih rendah 13-15 poin dari balita yang cukup gizi. Tahun pertama bayi merupakan masa tercepat pertumbuhan otak (berat otak mencapai 300 persen dibanding berat otak pada saat lahir). Periode emas pertumbuhan otak sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan struktur sel baru dan fungsi-fungsinya. Sekitar 25 persen bahan penyusun otak dibentuk selama periode ini.

Kasus gizi buruk masih menghantui Indonesia. Kemiskinan adalah penyebab utama gizi buruk, disamping rendahnya pendidikan dan pengetahuan tentang gizi, pola asuh anak yang kurang baik, dan berbagai faktor lainnya. Gizi buruk menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), pneumonia, dan sebagainya. Efeknya juga berimbas pada perkembangan tubuh anak yang tidak optimal hingga dewasa, rendahnya kemampuan motorik, produktivitas, daya saing, dan kecerdasan.

WHO memperkirakan 54 persen kematian bayi dan balita di dunia dilatarbelakangi oleh keadaan gizi buruk.  Mayoritas kasus gizi buruk berada di negara yang menjadi target bantuan untuk masalah pangan dan nutrisi, yaitu wilayah Afrika, Asia Selatan, Myanmar, Korea Utara, dan Indonesia. Rendahnya asupan gizi masyarakat  juga terlihat dari tingkat pertumbuhan dan kecerdasan. Sebanyak 35,6 persen balita Indonesia bertubuh pendek (stunting) dari ukuran normal dan 14, 2 persen bertubuh kurus. Stunting disebabkan kekurangan gizi berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga dua tahun pertama kehidupan seorang anak.

Keluarga adalah basis dalam memperbaiki status gizi suatu bangsa. Karenanya perlu dikembangkan model pendidikan gizi yang melibatkan keluarga dan masyarakat dengan dukungan dari lembaga pemerintah dan swasta, pengusaha, politisi, sampai kalangan akademisi dan peneliti.
Pendidikan Sedini Mungkin

Saat dilahirkan anak tidak memahami apa-apa, namun Allah Swt telah membekalinya dengan berbagai potensi bawaan, baik fisik (indrawi) maupun non fisik (kecerdasan). Bayi yang baru lahir telah memiliki struktur otak yang komplit dan dilengkapi lebih dari 100 miliar neuron serta sekitar satu triliun sel glia. Pengalaman indera yang diterima seorang anak hingga usia enam tahun akan memperkuat dan memperbanyak sambungan antara sel-sel otak. Satu sel otak dapat bersambung dengan 15 ribu sel otak lainnya.

Pada masa perkembangan dan pertumbuhan anak memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama (Atikah, E. dkk, 2010 dan Sit, M. 2009). Selama kehidupan berlangsung otak diperkirakan mampu menampung 100 triliun bit informasi atau sekitar 12,5 triliun huruf (Priyoko, 2010). Potensi luar biasa ini harus diberdayakan oleh setiap orang tua dengan memberikan pendidikan sedini mungkin.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah sarana pengalaman belajar bagi anak disamping mengoptimalkan perkembangan otak. PAUD harus mencakup seluruh proses stimulasi yang tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran di kelas. Maksudnya, PAUD dapat berlangsung setiap saat dan dimana pun sebagaimana interaksi manusia yang terjadi di dalam keluarga, teman sebaya, dan hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak.

Penting bagi orang tua untuk memahami cara pengasuhan anak yang benar. Sekarang masih banyak orang tua yang tidak memahami akan potensi luar biasa yang dimiliki putra-putrinya. Keterbatasan pengetahuan dan informasi menyebabkan potensi si buah hati tidak berkem_bang maksimal. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan melalui kursus bagi calon pengantin dengan memberikan materi dan pemahaman bahwa anak adalah amanah Allah yang wajib dijaga, dididik dan dipenuhi kebutuhannya.

Mendidik anak adalah pekerjaan mulia yang harus dilaksanakan oleh setiap orang tua. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang mendidik anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah dengan satu sha” (H.R. Tirmidzi). Imam Al-Ghazali berkata, “Ketahuilah, mendidik anak merupakan perkara penting dan fundamental. Anak adalah amanah bagi kedua orang tua. Hatinya merupakan mutiara yang suci, berharga, dan masih kosong dari segala ukiran dan gambar (pengarauh luar). Jika hatinya dipalingkan pada sesuatu maka dia akan condong padanya. Jika dia diajarkan dan dibiasakan berbuat kebaikan maka dia akan tumbuh di atas pondasi kebaikan”.

Pemenuhan gizi dan PAUD adalah jembatan dalam melahirkan generasi emas Indonesia. Anak-anak saat ini merupakan benih emas yang akan dituai nantinya. Saat seabad kemerdekaan Indonesia kita berharap nusantara tercinta ini telah menjadi negara maju dan diperhitungkan dalam percaturan dunia. Keinginan ini tidaklah berlebihan, jika diiringi dengan usaha dan kerja keras seluruh komponen bangsa. Pada tahun 2030 saja, The McKinsey Global Institute memprediksi Indonesia akan berada pada posisi ke-7 ekonomi terbesar dunia setelah China, Amerika Serikat, India, Jepang, Brazil, dan Rusia.

Mari bersama keluarga kita siapkan generasi emas Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas dan terampil dengan keahliannya, berbudi pekerti luhur, serta cinta agama dan tanah air sehingga mampu mengelola bangsa dan negara dengan baik di masa mendatang.

Pengelola PAUD berprestasi tingkat provinsi Jawa Tengah, melalui inovasi pembelajaran kemitraan menuju PAUD berkualitas.
Wonosobo, Harianguru.com – Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah, Wonosobo memang mempunyai segudang prestasi, baik di bidang kuliner, wisata, budaya, maupun di bidang pendidikan. Tingkat pendidikan di Kabupaten Wonosobo juga cukup memadai dan  patut dibanggakan.

Dalam ajang lomba pengelolaan Paud berprestasi yang dilaksanakan oleh provinsi pada tanggal 21-24 april bertepatan dengan Hari Kartini kemarin, Wonosobo mendapat peringkat pertama pengelolaan paud oleh Hj. Nofi Tri Susanti, S. Pd, Aud dr Paud Cahaya Dua dan juga kategori Pengelola taman bacaan oleh Dimas Ari Pamungkas, S. Pd. Aud dari Tbm Al bidayah, Sapuran.


Untuk mempersiapkan perlombaan besar yang akan dihelat pada tanggal 22-28 Mei di palu  maka peserta perwakilan Wonosobo dibina secara intensif oleh provinsi mulai dari tanggal 28 April – 22 Mei 2016.


Dengan mengangkat inovasi pembelajaran kemitraan menuju paud berkualitas dan juga pengelolaan paud secara berkualitas maka Wonosobo yakin akan bisa menyabet gelar juara di kancah nasional.


“Kami dari pemerintah daerah sangat bangga dan mendukung sepenuhnya dengan prestasi yang telah diraih,” ungkap bu Fairus selaku bunda PAUD dan Ketua PKK Kabupaten Wonosobo.

Bu Nofi juga berharap semoga apa yang telah dituangkan dalam karya nyata  tersebut bisa menjadi acuan bagi para pengelola paud yang ada di Wonosobo ini, sehingga bisa mewujudkan impiannya satu desa satu paud yang berkualitas. (Red-HG99/HJN).

Judul : Journey To Amazing Sites
ISBN : 9786020218335
Penulis : Ifa Abdoel
Penerbit : PT Elex Media Komputido Tahun
Terbit : 2013
Jumlah : 336 halaman
Diresensi: Alwin Kamal

Indonesia adalah kepulauan yang kaya akan sumber daya alam "Hidden Paradise" atau surga yang tersembunyi. Banyak tempat-tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi para wisatawan lokal maupun manacanegara buku yang berjudul "Journey To Amazing" karya Ifa Abdoel mengulas berbagai tempat wisata di Indonesia.

Buku ini menceritakan bagaimana indahnya alam gua-gua yang speaktakuler dengan stalis,indahnya pantai dasar laut serta situs bersejarah dengan bukti-bukti dengan begitu banyaknya candi-candi di indonesia.

Dilengkapi dengan foto-foto, panduan perjalanan, dan tip-tip melakukan wisata berdasarkan pengalaman penulis. Meskipun hanya mengulas berberapa tempat wisata namun sudah cukup untuk mewakilkan tempat-tempat wisata di Indonesia.

Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan tertarik untuk ikut mendukung perkembangan wista-wisata dalam negeri. Ngapain harus berwisata keluar Negeri ketika di Indonesia masih banyak wisata-wisata yang dapat di nikmati keindahan alam yang menarik.

Ilustrasi: Para PNS saat kegiatan rapat.
Jakarta, Harianguru.com – Bulan suci Ramadhan 2016 sudah di depan mata dan hanya tinggal beberapa minggu lagi, dan diperkirakan mulai Senin, tanggal 6 Juni 2016.

Meskipun puasa, tetapi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak boleh kendor dalam memebrikan pelayanan kepada masyarakat. Di pihak lain, juga diperlukan peningkatan kualitas pelaksanaan Ibadah Puasa, khususnya bagi ASN, TNI dan Polri yang beragama Islam.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang puasa Ramadhan pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadhan. Untuk itu, Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 03 Tahun 2016 tentang Penetapan Kerja ASN, TNI dan Polri pada bulan Ramadhan.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan menciptakan efisiensi dan produktivitas waktu yang digunakan selama bulan Ramadhan. Dalam hal ini, para pegawai ASN, TNI, dan Polri diharapkan dapat memanfaatkan dan membagi waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu kerja di kantor tetap optimal, di pihak lain ada waktu bersama keluarga ketika menjelang berbuka puasa.

Berikut adalah jam kerja ASN, TNI, dan POLRI selama bulan Ramadhan 1437 (tahun 2016) :

 1. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja.
     a) Hari Senin sampai dengan Kamis Pukul: 08.00-15.00
         Waktu Istirahat Pukul: 12.00-12.30
     b) Hari Jumat Pukul: 08.00-15.30
         Waktu Istirahat Pukul: 11.30-12.30

 2. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja.
     a) Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu Pukul: 08.00-14.00
         Waktu Istirahat Pukul: 12.00-12.30
     b) Hari Jumat Pukul: 08.00-14.30
          Waktu Istirahat Pukul: 11.30-12.30

3. Jumlah jam kerja bagi Instasi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 hari atau 6 hari kerja selama bulan Ramadhan adalah 32 jam 30 menit per minggu.

4. Ketentuan  pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadhan tersebut diatur oleh pimpinan instansi dan pemerintah daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat. (Red-HG/twi).

Jakarta, Harian Guru - Tanggalkan baju formal untuk memperingati Hari Pendidikan esok hari. Kenakan baju adat daerah Nusantara.

"Upacara Hardiknas besok gunakan pakaian adat. Mengapa, karena pendidikan adalah bagian dari kebudayaan," ujar Mendikbud Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan dia di sela acara peresmian Pesta Pendidikan di Museum Diorama, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2016).

Anies saat acara mengenakan beskap Jawa warna hitam, blangkon dan kain jarik. Saat itu dia usai bermonolog menjadi pahlawan Kebangkitan Nasional, dr Soetomo, bersama aktor Reza Rahadian, yang bermonolog sebagai pahlawan pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang mengenakan beskap Jawa putih, blangkon dan kain jarik.

Anies melanjutkan bahwa pendidikan di Indonesia masih banyak tantangan. Setidaknya ada 3 tantangan utama.

Pertama, mutu pendidikan, kedua, akses pendidikan. Banyak yang belum memiliki akses pada pendidikan.

"Juga mengubah pola pendidikan dari 3 R yang baca tulis hitung, ke 4 C, yakni creative, communication, critical thinking dan cooperation," jelasnya.

Tantangan ketiga, adalah kualitas guru. Mulai tahun ini, Kemendikbud akan melakukan penilaian tentang kompetensi guru yang prosesnya dimulai sejak akhir tahun lalu. Penilaian ini penting untuk memetakan kualitas guru.

"November tahun lalu, kami uji kompetensi 2,9 juta guru di Indonesia," jelasnya. (Red-HG99/dtk).

Jakarta, Harianguru.com - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2016, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 dengan tema “Harmoni Bersama Masyarakat”.

Pada kesempatan tersebut, bank bjb sebagai mitra Kemdikbud turut memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan program “bjb Cinta Guru” kepada masyarakat.

“Program bjb Cinta Guru merupakan program apresiasi berupa kartu ATM co-branding edisi khusus yang diberikan bank bjb sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi para tenaga kependidikan,” ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan dalam keterangan resmi.

Kartu BJB Cinta Guru ini memberikan banyak fitur dan keuntungan yang sangat menarik dan dapat menjawab kebutuhan para tenaga kependidikan diantaranya diskon di toko buku Gunung Agung, restoran dan kafe serta free executive lounge bandara bagi pemegang kartu bjb Cinta Guru.

Dalam acara car free day “Harmoni Bersama Masyarakat”, bank bjb menyerahkan kartu bjb Cinta Guru secara simbolis yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan didampingi Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan kepada para guru perwakilan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Acara tersebut juga turut dihadiri 1.500 guru, 100 perwakilan siswa, dan Kepala Dinas Pendidikan Jabodetabek beserta tamu undangan lainnya.

Selain itu, bank bjb juga memberikan hadiah doorprize berupa paket wisata umroh bagi dua nasabah serta 30 tabungan bjb tanda mata dengan nominal masing-masing Rp500.000 bagi nasabah yang beruntung.

Melalui pemberian Kartu bjb Cinta Guru ini diharapkan dapat meningkatkan customer engagement bank bjb dengan para nasabahnya terutama para tenaga kependidikan dan tentunya bank bjb akan menjadi bank pilihan bagi para guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. (Red-HG99/Bisnis).

Oleh Robithotul Husna
Penulis adalah Wakil Bendahara Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Tengah (IKPM JATENG)

Pendidikan merupakan hak seluruh warga Indonesia, proses untuk menciptakan pengetahuan dari ketidaktahuan. Hakikatnya, pendidikan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Berdasarkan fungsi utama pendidikan, keluarga merupakan pendidikan pertama yang dialami oleh setiapa insan. Rasa ingin tahu dari masing-masing individu memperjelas pentingnya pendidikan dalam mengarahkan dan menciptakan insan yang cerdas dan berkarakter.

Hari ini, fungsi utama keluarga dalam membentuk karakter secara menyeluruh telah dilupakan. Masyarakat melepas fungsi tersebut dan lebih mempercayakan fungsi tersebut kepada lembaga formal pendidikan. Sebut saja sekolah, di sekolah etika maupun moral tidak diajarkan secara menyeluruh. Orientasi yang tercipta adalah menciptakan insan yang pintar tanpa memperhatikan karakter yang terbentuk. Hasilnya hal menyimpang seperti mencontek menjadi hal yang lazim dilakukan dan menjadi budaya.

Lembaga formal pendidikan yang di gaungkan untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik, saat ini hanya mempersempit pendidikan itu sendiri. Seseorang di anggap pintar jika telah menempuh pendidikan dan berkecimpung pada lembaga pendidikan yang mempunyai brand dan terkenal. Proses dalam belajar tidak diindahkan lagi, yang terpenting disini adalah hasil. Cara yang digunakan untuk mencapai hasil itu pun tidak penting lagi.

Asal mempunyai kedudukan yang ternama itu cukup. Bukan kah itu jauh dari hakikat pendidikan? Sekolah pada saat ini hanya sebagai lembaga yang ibarat kata sebagai lembaga pengecer Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan sudah dianggap tidak penting lagi, di ecer dimana pun dan tidak diindahkan lagi. Gadget yang mempermudah dalam mengakses pendidikan telah mninabobokan setiap orang. Kompetensi kependidikan yang menjadi acuan untuk memberikan pendidikan tidak dihiraukan lagi.

Pendidik hanya memperhatikan siswa agar siswa tahu tidak memahamkannya. Oleh karena itu, banyak lembaga semi formal seperti sekolah alam, qarriyah tayyibah yang didirikan untuk menciptakan suasana pendidkan yang tidak menjenuhkan dan mengembalikan konsep pendidikan itu sendiri.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget