Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

OPAK UIN Walisongo 2016, Ribuan Mahasiswa Dibentengi Antiradikalisme

Ribuan mahasiswa UIN Walisongo saat mengikuti OPAK.
Semarang, Harianguru.com - Merebaknya paham radikal di masyarakat sampai saat ini masih terus berlangsung, dan pergerakannya sulit untuk diberantas. Setiap waktu bisa muncul dengan nama dan rempat yang berbeda termasuk di kampus. Karenanya mahasiswa rentan disusupi dan dipengaruhi oleh paham radikal ini.

Mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,   sedang  mencari bentuk dan jati diri,  dan secara psikis masih labil. Oleh karena itu, kampus dan akademisi perlu secara terus menerus melakukan berbagai upaya untuk menghindari mahasiswa terkena paham ini.

Berdasarkan fakta,  para pelaku teror sebagian besar berusia 20-30 tahun. Karenanya, diperlukan upaya memberi pemahaman dan penyadaran kepada generasi muda pentingnya membentengi diri dari faham radikalisme yang mungkin saja menyasar mereka.

Demikian dikatakan oleh Dr. Musahadi, M.Ag, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang di tengah kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) di  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jumat (26/8/2016).

UIN Walisongo bekerjasama dengan FKPT Jateng untuk memberikan pembekalan pendidikan antiradikalisme dan antiterorisme kepada 3.759 mahasiswa baru UIN Walisongo yang tersebar di delapan fakultas.

“Pendidikan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang gerakan-gerakan radikal yang saat ini berkembang di Indonesia. Gerakan radikal bukan murni ideologi  dari Indonesia tetapi merupakan jarigan global. Karenanya mahasiswa dituntut memiliki  kemampuan   bisa memilah dan memilih mana yang benar-benar merupakan ajaran Islam moderat dan rahmatan lil alamin” tambah Musahadi.

Musahadi menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan memiliki sikap toleran dan terbuka. Jika mahasiswa sebagai generasi muda memiliki sikap toleran, maka akan menghargai perbedaan dan bijak dalam bertindak. Tidak mudah mengkafirkan, tidak mudah terpancing oleh provokasi apapun yang mengatasnamakan agama dan kekerasan. (Red-HG99/Hms).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget