Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

USAID Prioritas Terapkan Parenting Day di SMP Negeri 3 Karangmoncol

 Peserta sedang asyik menikmati pembelajaran seni musik.
Purbalingga, Harianguru.com – USAID Prioritas Jawa Tengah, kini menjajaki sistem “parenting day”. Sebab, USAID menilai bahwa orang tua menjadi kunci sukses untuk mengawal upaya akademik peningkatan prestasi belajar siswa secara terstruktur melalui pendidikan.

Upaya untuk mendorong keterlibatan aktif orangtua (Ortu) siswa perlu dilakukan dengan berbagai cara secara terus menerus. Salah satunya dengan kegiatan parenting day yang dikemas secara apik, menyenangkan, dan berwawasan akademik. Hal tersebut yang telah dirintis oleh SMP Negeri 3 Karangmoncol, Purbalingga baru-baru ini.

Kegiatan simulasi pembelajaran diikuti oleh seluruh Ortu siswa kelas 7-9. Orang tua dibagi ke dalam 6 kelas dengan mata pelajaran yang berbeda. Yaitu Bahasa Indonesia, IPA, IPS,  Bahasa Inggris, Seni budaya, dan Pendidikan Jasmani dan keolahragaan.


"Beruntung guru-guru kami telah mendapatkan materi dari USAID PRIORITAS dalam diseminasi mandiri. Mereka jadi lebih percaya diri dalam satu semester ini. Bahkan mereka tidak minder untuk mengajar orangtua siswa, sehingga mampu membuat para ‘siswa’ yang tidak muda lagi ini terlibat aktif dan menikmati pembelajaran," ungkap Soderi yang juga fasilitator daerah USAID PRIORITAS di Purbalingga ini.


Ortu siswa masuk sesuai kelas di mana putra putrinya belajar. Siswa telah dikondisikan sebelumnya dengan tas tetap ditinggal di dalam kelas.

Harapannya, orang tua bisa fokus dalam melakukan simulasi. Kegiatan diawali dengan pembiasaan. Ortu mengikuti pembiasaan antri dengan berbaris di depan kelas dengan diiringi musik yang energik untuk menggugah semangat. Selanjutnya mereka duduk ditempat putra-putrinya dengan menggunakan alat tulis yang dimiliki dan dibawa anaknya.


Dalam usia antara 30 - 65 tahun, terlihat Ortu aktif dan kooperatif dalam mengikuti pembelajaran. Di mulai dengan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan, dan mengomunikasi. Mereka asyik berdiskusi, mengerjakan lembar kerja dan membuat simpulan dari masalah yang diberikan guru. Mereka juga tak sungkan untuk bertanya dan mempresentasikan hasil dari pekerjaan mereka.


Misalkan saja saat pembelajaran IPS di luar ruangan, para orang tua aktif mencari tahu dengan mencatat fakta atau temuan kerusakan, berdiskusi menganalisis penyebab kerusakan lingkungan, cara penanggulan serta menyusun laporannya.

Dalam pertemuan parenting kali ini, sejumlah 150 orang tua siswa berperan layaknya siswa. Dengan memadukan pengembangan pembelajaran aktif, mereka diajak untuk paham bagaimana pembelajaran yang dilakukan oleh anak-anaknya selama ini.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Karangmoncol Soderi, M.Pd menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar orang tua paham akan kebutuhan pembelajaran dan pola pendidikan saat ini. Hal tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan parenting day setiap 2 bulan sekali di sekolah.  “Kami telah memulainya awal tahun ini,” papar Kepala SMP Negeri 3 Karangmoncol Soderi, M.Pd.


Di sisi lain, Suriyah (65), Ibu dari Azka Nurul Karimah, Siswi kelas 9B mengungkapkan kegemberiaannya usai melaksanakan simulasi pembelajaran. “Saya senang mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tahu rasanya anak saya belajar disini. Juga jadi tahu apa kebutuhan sekolah ini,” ujarnya.


Ibu Tuti Wasriyati juga mengungkapkan bahwa pelajaran pada hari itu menyenangkan, bisa menambah pengetahuan. Selain itu, Pak Aji usai mengikuti kegiatan pembelajaran yang diampu Bu Eka Rahmawati Tanzil, menyatakan bahwa baru tahu cara belajar bahasa Inggris dengan menirukan gerakan memasak yang ditunjukkan guru dan belajar bahasa Inggris dengan cara bernyanyi sehingga ia merasa mudah dan senang mengikuti pembelajaran hari itu.

Kegiatan simulasi pagi itu ditutup dengan pembiasaan hafalan Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa.



Usai melaksanakan simulasi, mereka membuat refleksi pengalaman yang telah mereka dapatkan. Mereka merefleksi kebutuhan putra-putrinya dalam proses pembelajaran, tugas/kerja guru di kelas, dan kebutuhan sekolah dalam menunjang proses pembelajaran. Terakhir, mereka membuat rencana tindaklanjut peran mereka dalam peningkatan prestasi akademik putra-putrinya. (Red-HG99).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget