Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Media Komik Sepekan Masuk Final PTK Kota Semarang

Dian Marta Wijayanti (kanan) saat mempresentasikan karyanya dalam lomba karya tulis ilmiah hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digelar di SMK Negeri 7 Kota Semarang, Jumat (16/12/2016).
Semarang, Harianguru.com – Komik Sepekan, karya Dian Marta Wijayanti guru SD Negeri Sampangan 1 UPTD Gajahmungkur, Kota Semarang berhasil lolos final tingkat Kota Semarang yang digelar Jumat (16/12/2016) di SMK Negeri 7 Kota Semarang.

Sebelumnya, penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner itu mempertahankan karyanya mulai dari seleksi tingkat Kecamatan, sampai tingkat kota gelombang pertama dan masuk final bersama 11 guru berpretasi lainnya yang dilaksanakan hari ini, Jumat (16/12/2016).

Dijelaskan dia, berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, tujuan mata pelajaran IPS adalah untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Salah satu ciri mata pelajaran IPS adalah menelaah masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi.Kajian IPS lebih ditekankan pada masalah-masalah sosial budaya yang terdapat di masyarakat. “Tidak hanya pada masa sekarang, namun juga pada masa lampau dalam rangka mengantisipasi perubahan sosial budaya beserta dampaknya terhadap kelangsungan hidup manusia,” beber dia saat presentasi.

Pelaksanaan pembelajaran IPS di SDN Sampangan 01 khususnya pada kelas V, lanjut dia, masih banyak menemui kendala baik dalam pembelajaran maupun penilaian. Hal ini tercermin dari hasil belajar yang diperoleh peserta didik masih kurang optimal. IPS dianggap sebagai mata pelajaran yang sukar. “Beberapa yang menjadi masalah adalah anak tidak gemar memahami materi melalui bacaan. Setiap kali pembelajaran IPS dilaksanakan, masih banyak peserta didik malas membaca buku ajar. Bahkan ada peserta didik yang hanya melihat buku tanpa membaca sama sekali,” papar mahasiswi Prodi Pendidikan Dasar Pascasarjana Unnes tersebut.

Keadaan tersebut tentu membuat peserta didik pasif dalam pembelajaran. Hanya beberapa siswa yang masih antusias dalam mengikuti pembelajaran IPS. Meskipun beberapa kali pendidik telah mencoba pembelajaran kelompok, tapi masih saja pembelajaran dinilai kurang efektif. Hanya beberapa siswa yang terlihat aktif dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.

Pengamatan awal, lanjut dia, terhadap hasil ulangan harian peserta didik kelas VB SDN Sampangan 01 dari 25 siswa hanya 9 peserta didik yang mendapat nilai di atas 65 dan 16 peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 65. Dari data di atas diketahui ketuntasan klasikal 36 % padahal standar ketuntasan adalah 75 %.

“Salah satu usaha pendidik agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan efisien adalah mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan materi dan perkembangan peserta didik. Dalam hal ini, pendidik memilih bahan ajar dialogis komik edukasi berbantuan media powerpoint sebagai alternatif solusi dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran,” beber ibu dari Sastra Nadira Iswara tersebut.
Oleh karena itu, lanjut dia, pendidik berusaha meningkatkan kemampuan peserta didik dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Melalui Komik SEPEKAN Berbantuan Powerpoint di Kelas 5 SDN Sampangan 01”.

Finalis yang terdiri atas 12 guru berprestasi itu meliputi Nunik Supriyati MPd guru TK Sendangmulyo, Manek Intan P guru SD Wonotingal, Darsino SPd MPd guru SDN Gebangsari 2, Tri Sugiyono SPd guru SDN Sarirejo, Haidy Hermawan SPd guru SDN Bandarharjo 2, Fitrianita Utami SPd guru SDN Pleburan 4, Galih Suci Pratama SPd guru Wonosari 3, Amalia Hasna Karim SPd guru SD Ummul Quro Gungunpati, Dian Marta Wijayanti SPd guru SDN Sampangan 1, Dr. Panca Dewi Purwati MPd guru SMP Negeri 33, Dra. Indriyanti MPd guru SMP Negeri 19 dan Drs. Bavo Manon Nugroho MPd guru SMP Negeri 7 Semarang.

Komik SEPEKAN, kata Dian, merupakan singkatan dari Komik Sejarah Perjuangan Setelah Kemerdekaan. Komik ini terdiri atas 5 peristiwa penting setelah kemerdekaan. “D iantaranya adalah Pertempuran 10 November di Surabaya, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, dan Pertempuran Medan Area,” lanjut guru asal Blora tersebut.

Sampai berita ini ditulis, panitia Lomba PTK Tingkat Kota Semarang yang digela Dinas Pendidikan Kota Semarang belum mengumumkan hasil akhir dari lomba tersebut. Rencananya, hasil lomba akan dimumkan melalui laman resmi Dinas Pendidikan Kota Semarang. (Red-HG99/HI).

Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget