Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

USAID Prioritas Berantas Pungli Lewat Komite Sekolah

Peserta sedang melaksanakan diskusi aspek-aspek pembelajaran aktif modul USAID PRIORITAS.
Wonosobo, Harianguru.com – Komite sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan sekolah. Begitu pentingnya peran tersebut, sehingga pemerintah mendukung peran mereka melalui banyak produk hukum. Diantaranya, UU No.20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah (PP) No. 19/2005 tentang standar nasional pendidikan, Permendiknas No. 19/2007 tentang standar pengelolaan pendidikan, Kepmendiknas No. 044/U/2002 tentang komite sekolah dan dewan pendidikan, UUPA No. 23/2002 tentang perlidungan anak, dan PP 17/2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan.

“Komite sekolah penting untuk tahu landasan hukum keberadaannya, karena mereka mempunyai kedudukan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Komite adalah lembaga mandiri yang keberadaannya tidak terikat oleh pihak manapun. kata Kabid PAUD Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Dinas Diukbudpora Kabupaten Wonosobo, Sismandiri di kantornya, Senin (19.12)

Sismandiri mengatakan karena pentingnya peran komite sekolah sebagai pilar peran masyarakat dalam manajemen berbasis sekolah sehingga komite perlu terlibat secara aktif dalam perencanaan dan penganggaran  di sekolah.

Komite juga memiliki andil penting dalam menekan berbagai pungutan liar (Pungli) yang mungkin terjadi di sekolah. Hal tersebut dapat dilakukan bila komite sekolh paham dan mengerti peran, fungsi, lingkup kerja, hak dan wewenangnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Latar belakang tersebut mendorong  Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan USAID PRIORITAS dan Dinas Dikbudpora Kabupaten Wonosobo menggelar workshop Peningkatan Manajemen Komite Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan secara road show di setiap kecamatan-kecamatan  Kabupaten Wonosobo dengan dakhiri di Kecamatan Kalikajar, Minggu  kemarin. Di harapkan dengan kegiatan ini komite sekolah paham akan peran dan fungsinya.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Tengah Dr Nurkolis MM di Semarang (20/12) menjelaskan bahwa pungli menjadi fokus pemerhati pendidikan setelah diterbitkan Peraturan presiden nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar. Ada sekitar 58 jenis pungli di sekolah yang bisa diminimalisir dengan peran dari komite.

“Bila peran dan fungsi komite dikuatkan baik sebagai penghubung, penampung aspirasi masyarakat, pemberi pertimbangan dalam perencanaan, kinerja capaian pendidikan dan terakhir sebagai pengontrol yang melaksanakan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan dengan benar, maka Pungli di sekolah tidak akan ada,” kata doktor bidang manajemen tersebut.

Sementara itu, Sarbingi, Fasilitator USAID PRIORITAS Wonosobo bidang manajemen menandaskan bahwa jantung dari sekolah adalah pada aspek pembelajarannya. Oleh karena itu fungsi komite sekolah harus diarahkan untuk mendukung proses pembalajaran. Di sinilah komite sekolah harus melaksanakan fungsinya secara maksimal. Fungsi-fungsi tersebut ialah sebagai pemberi dukungan yang mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, menggalang sumberdaya masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.

Kegiatan road show tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan sekolah/madrasah. Untuk mengarah ke tujuan tersebut  USAID PRIORITAS juga telah melatih 270 orang, yang tergabung ke dalam 93 Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M). Mereka berasal dari 93 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se kabupaten Wonosobo, terdiri dari kepala madrasah, guru, dan komite madrasah. Pelatihan ini berlangsung dalam 4 angkatan, masing-masing angkatan dilaksanakan dalam 3 hari. Kegiatan berakhir bebarapa hari yang lalu di MI Maarif Jolontoro Sapuran.

Dengan diadakan kegiatan-kegiaatan semacam ini diharapkan unsur-unsur TPS/M, yang terdiri dari Kepala Sekolah/madrasah, guru, dan komite sekolah/madrasah berjalan dalam tekad yang sama untuk memajukan sekolah/ madrasah tanpa ada unsur Pungli. (Red-HG99/hms).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget