Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2017

Muhamad Adib
Semarang, Harianguru.com - Bagi Muhamad Adib, menekuni dunia percetakan tidak lah mudah. Sebab, perlu strategi, ketekunan, keuletan dan juga kesabaran. Tak heran, sejak lulus SMA dulu, ia malang-melintang bekerja menjadi perantauan di sejumlah daerah yang kemudian ia istikamah menekuni bisnis percetakan.

"Dulu sejak saya lulus MA 2009, saya merantau ke Surabaya dan beberapa daerah lain. Lalu tahun 2011, saya diajak Kakak saya ke Semarang di sebuah fotokopian. Sekitar tiga tahun di sana, agak bosan, terus saya pindah," ujar Adib sembari menceritakan pengalamannya, Minggu (31/12/2017).

Dulu ya intinya pindah bos lah, kata dia, di belakang kampus UIN Walisongo Semarang. "Kemudian, karena saya bosan jadi karyawan, pada 2016 yang merintis sendiri. Saya membuat percetakan kecil di daerah Krapyak Semarang," beber pria asal Grobogan tersebut.

Tapi di sana, kata dia, bangkrut cuma bertahan tiga bulan. "Kemudian saya bertemu teman saya, yaitu Joko, Hendra dan Aziz dan lainnya, saya bertekat merintis percetakan Syakira Press," kata dia.

Dulu, modal awal hanya sekitar Rp 30.000.000 itu sudah beli mesin dan sewa kios dan alat tulis yang lain, serta perlengkapan yang lain.

"Tapi sejak 2017 ini, percetakan kami tidak hanya melayani percetakan skripsi, tesis dan disertasi, jurnal, prosiding seminar, modul, serta dokumen lainnya. Tapi juga bekerjasama dengan Penerbit Formaci dan CV. Pilar Nusantara untuk menerbitkan buku," lanjut dia.

Soal pendapatan perbulan, ia tidak memperinci secara detial. "Ya ada lah, lumayan bisa untuk menabung," beber dia.

Dorong Literasi
Selain menjadi pekerja pecertakan, Adib juga tidak berhenti sampai di sana. Untuk menambah khazanah literasi, ia pun rajin mendatangi pameran dan bazar buku biar tidak tertinggal meskipun belum bisa melanjutkan kuliah.

"Saya berencana menulis buku, kan sekarang sudah ada kerjasama dengan penerbit. Jadi agak mudah dan bisa mengembangkan kemampuan intelektual," jelasnya.

Untuk buku yang akan saya tulis, kata dia, ya sekitar buku puisi atau cerpen nantinya.

Ia pun berpesan, meski tidak bisa kuliah, akan tetapi pemuda yang bisnis percetakan tidak boleh gaptek dengan ilmu pengetahuan. "Kita sehari-hari dihadapkan dengan mahasiswa yang mengurus makalah, skripsi, laporan PPL, KKN, nah kalau tidak melek literasi kan wagu juga. Makanya harus mendalami perbukuan," kata lulusan MA. Sunniyyah Selo, Grobogan.

Sampai 2017 ini, kata dia, sudah puluhan buku yang dicetak Syakira Press. "Ada bukunya dosen, guru, peneliti, sastrawan, sampai dekan dan rektor," ujar doa.

Di akhir tahun 2017 ini, ia berharap semua mimpinya bisa terwujud. Yaitu membesarkan percetakannya. "Kuncinya, ya sabar, telaten, yakin, dan jangan lupa sedekah, meski tidak banyak uang, tapi jangan lupakan sedekah. Lalu tidak mudah putus asa dan penting adalah doa dari orang tua," tutup dia. (HG33/hi).

Suasana pelantikan
Temanggung, Harianguru.com - Pada Sabtu, 29 Desember 2017 di Aula Lantai 3 Kampus Induk STAINU Temanggung dilakukan acara pelantikan Kaprodi dan Sek prodi untuk 3 jurusan baru yaitu Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru MI (PGM), dan Ekonomi Syariah (ES).

Baca Yuk: Siap Konversi ke INISNU, STAINU Temanggung Melantik Pejabat Baru 

Dilantik Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Ketua Lembaga Bahasa Asing (LBA), dan anggota Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Temanggung periode 2018-2020.



Pada kesempatan itu, Muh.Baehaqi, Ketua STAINU Temanggung menyampaikan sudah memiliki desain untuk memajukan ketiga prodi baru tersebut.



Salah satunya adalah pembangunan Labschool PIAUD STAINU Temanggung sebagai laboraturium belajar untuk mahasiswa prodi PIAUD STAINU Temanggung. Rencananya pembangunan Labschool ini akan menghabiskan biaya 1 miliar.



Husna Nashihin, Sek Prodi PIAUD yang baru saja dilantik menambahkan, rancangan Labschool ini akan menjadi percontohan bagi PIAUD atau PAUD lain di Kabupaten Temanggung karena desainya akan merujuk pada standar ideal yang berlaku.



"Labschool ini akan memiliki kurikulum yang mampu menumbuhkembangkan potensi anak pada usia pra sekolah," tambahnya.



Saat ini mahasiswa prodi PIAUD STAINU Temanggung, kata dia, akan mendapatkan kurikulum tambahan berupa praktek langsung di laboraturium yang segera akan dibangun ini.



"Tidak hanya akan menjadi calon guru PIAUD, tetapi lulusan prodi ini akan memiliki pengalaman manajemen pendirian sampai pengelolaan lembaga PIAUD atau PAUD karena selama kuliah akan selalu mengembangkan ilmu teoritis yang dimiliki secara implementatif di laboraturium ini. Apalagi PIAUD juga memiliki kurikulum plus atau tambahan berupa pendidikan agama Islam untuk anak pra sekolah," tambah Husna. (Red-HG89/hms).

Pati, Harianguru.com - Desa Ngagel dan Alasdowo merupakan desa yang berada di Kecamatan Dukuhseti Pati, Jawa Tengah. Banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah kepala kopyor.

Oleh karena itu, usai sharing pengalaman berbicara bahasa Inggris saat kegiatan Holiday Smart Program (HSP), Ahmad Khoirul Anwar mengajak foreigner dari Afganistan mengelilingi desa Ngagel dengan menaiki dokar.
Mereka bernama Miss. Ruqiya Azizi dan Miss. Farhana Frahmand sekaligus mahasiswa Unwahas Semarang.

kedua turis tersebut tampak senang karena baru pertama kalinya menaiki dokar. Disela-sela perjalanan, Study Unwahas menikmati keasrian tumbuhan hijau. Tak hanya itu, Study Unwahas juga dikenalkan kuliner unggulan daerah Dukuhseti. Salah satunya kuliner produk kelapa kopyor yang berada di desa Ngagel, kemarin Kamis (28/12/2017).

Bapak Wawan, pemilik bibit kelapa kopyor menjelaskan bahwa kelapa kopyor berbeda dengan kelapa biasanya. "Kelapa kopyor lebih dominan dagingnya hancur. Jadi wajarlah kalau harganya agak mahal". Kutipnya saat berbicara sama Miss. Farhana Azizi.

Sekitar 2500 kelapa kopyor yang dimiliki tiap harinya terjual dibeberapa daerah. Misalnya Surabaya, Semarang dan lain-lain. "Woow,, sebanyak itu pak?. Terus pohonnya dari mana saja?". Tanyanya Miss. Ruqiya Azizi dengan tajub.

Pemilik bibit menjawab bahwa ia mempunyai beberapa cabang penanamannya. Semua pertanyaan dari turispun dijawab santai oleh dia. Tidak ketinggalan pak Wawan juga menyediakan untuk mencicipi kelapa kopyor.

"Coconut kopyor in Ngagel village was steady and the first time I tasted it. I say many thanks to Mr. Wawan. Hopefully coconut kopyornya continue to increase and known to many people". Kata Miss. Ruqiya Azizi usai diberi oleh-oleh kelapa kopyor.

Kak Uul, pendamping juga sekaligus Fotografer mengatakan bahwa kedatangan turis di Pati sangat mengapresiasi untuk lebih beredukasi. (HG33/Vina Flavicans/Fotografer : Uul Whe Lix).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka menyambut tahun akreditasi dan perubahan dari Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) menjadi Institut Agama Islam NU (INISNU) Temanggung, sejumlah dosen STAINU Temanggung dilantik menjadi Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi), Ketua dan anggota Lembaga Bahasa Asing (LBA), Ketua dan Anggota Lembaga Penjamin Mutu (LPM), serta anggota Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) pada Sabtu (30/12/2017).

Baca juga: Guru PAUD Jangan Ragu, STAINU Temanggung Siapkan Labschool 

Mereka adalah Hamidulloh Ibda dan Farinka Nurrahmah Azizah yang dilantik menjadi Kaprodi dan Sekprodi Pendidikan Guru MI (PGMI). Kemudian Lina Indra Kartika dan Husna Nashihin yang dilantik menjadi Kaprodi dan Sekprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Amin Nasrullah dan Fatmawati Sungkawaningrum menjadi Kaprodi dan Sekrpodi Ekonomi Syariah (ES).

Sementara Khamim Saefuddin dan Rindra Puspitasari menjadi Ketua dan anggota LPM, Effi Wahyuningsih dan Buntara Adi Purwanto menjadi Ketua dan Anggota LBA dan Asih Puji Hastuti menjadi anggota LP3M.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Temanggung Muh. Baehaqi, menegaskan bahwa pelantikan tersebut urgen dilaksanakan karena menghadapi tahun perubahan. "Kenapa di tahun ini harus ada semua pejabat? Karena di tahun 2018, baik Prodi maupun Institusi akan melakukan akreditasi. Seumpama sepeda motor, STNK nya habis. Nyawanya akan habis, maka harus diperpanjang," beber dia.

Untuk institusi, kata dia, di tahun 2018 STAINU Temanggung harus melakukan akreditasi. "Karena kalau tidak ada sertifikat akreditasi maka perguruan tinggi itu abal-abal," beber dia.

Di Jakarta pun, kata dia, kampusnya yang megah banyak yang ditutup karena abal-abal. "Di berita banyak ratusan perguruan tinggi yang ditutup baik di bawah Kopertis Kemenristek Dikti maupun di bawah Kopertais Kemenag," beber dia.

Pihaknya menegaskan, bahwa di tahun 1997 dulu, STAINU Temanggung sudah mau merger dari STAINU Temanggung sendiri dan Purworejo. "Dulu STAINU Temanggung itu FHI, UNNU, tapi karena tidak dikawal ya berubah," ujar dia.

Maka dari itu, pihaknya berharap pejabat baru STAINU Temanggung bisa melakukan perubahan agar kemajuan semakin nyata. "Konsekuensi sekarang, kita harus kembali ke iqra' kitabak seperti yang dibaca mahasiswa kita tadi. Kita harus mengabdi, berikrar dalam rangka memajukan perguruan tinggi," lanjut dia.

Dalam mengelola perguruan tinggi, menurut dia, komitmen menjadi hal pokok. "Maka di tahun 2018 kita target menjadi institut yang nanti menjadi INISNU Temanggung. Kalau ke depan sudah jadi institut, Pembantu Rektor IV Undip dulu sudah ke sini siap melakukan kerjasama. Saya optimis dengan hadirnya dosen-dosen baru semangatnya beda dan semoga bisa mempercepat kemajuan STAINU Temanggung," ujar dia.

Ini adalah perguruan tinggi kita, lanjut dia, kampus kita, mari kita kelola dan besarkan bersama. "Kemarin saya sudah koordinasi dengan PCNU untuk menggagas laboratorium PIAUD yang bagus. Karena era sekarang yang mahal malah diparani. Itu nanti 2018 kita garap. Dan satu lagi, 2018 nanti ada klinik yang nanti kit garap juga," papar dia.

Ini adalah peluang yang berada di depan kita, katanya, yang insyaalah bisa membesarkan STAINU Temanggung. "Nanti di awal 2018, pertama kali di Jawa Tengah nanti STAINU Temanggung akan melakukan Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU wajib bagi dosen putra dan putri. Saya sudah rembukan dengan PCNU dan koordinasi dengan PBNU untuk melakukan PKP NU. Dan ini nanti akan diwajibkan bagi semua dosen di STAINU, UNU atau semua kampus berlabel NU wajib punya sertifikat PKP NU," papar dia.

Pelantikan yang digelar di aula lantai 3 STAINU Temanggung tersebut dihadiri sejumlah pimpinan, dosen, sivitas akademika dan mahasiswa. (red-HG10/dul)

Probolinggo, Harianguru.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan literatur pelajar, Taufiqur Rahman, S.Pd., M.Pd.I guru MAN 1 Probolinggo, Jawa Timur merillis buku baru bertajuk “Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan” yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara Semarang, Jawa Tengah.

Pria kelahiran di Probolinggo Jawa Timur pada tahun 1978 mengatakan bahwa buku ini banyak mengkaji  tentang teks, khususnya konten materi bahasa Indonesia tingkat SLTP dan SLTA. 

Pemahaman pada sebuah teks untuk kurikulum 2013 sangatlah urgens, buku yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan  bisa dikatakan cukup komprehensif, karena kajiannya fokus pada teks. Mulai dari konten materi kelas VII sampai kels IX dan konten materi kelas X sampai dengan kelas XII dibahas tuntas dari sudut struktur dan kaidah kebahasaannya,” kata Taufiqur Rahman, Jumat (29/12/2017).

Pria yang pernah menjadi tenaga edukatif di SMA Nurul Jadid dan MA Nurul Jadid ini menegaskan bahwa kegagalan target materi Bahasa Indonesia di sekolah bukan karena siswa tidak mampu melainkan titik tumpu dan sajian materi yang disampaikan kurang menyentuh pada tingkat pemahaman teks, dan yang sering kita temukan pada kenyataannya, banyak siswa kebingungan membedakan antara teks  yang satu dengan teks yang lainnya.

Dengan membaca buku ini, siswa akan mendapat khazanah tentang pemahaman teks. Sebagai pelengkap literature bagi siswa dalam buku ini terdapat 25 teks yang disertai dengan contohnya, dan konten materi bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan siswa jenjang SLTP dan SLTA,” beber magister konsentrasi psikologi pendidikan Islam Universitas Darul Ulum Jombang tersebut kepada harianguru.com.


Kelebihan buku ini, kata dia, disajikan dengan kemasan bahasa yang sederhana yang bisa dipahami untuk pelajar SLTP dan SLTA, sajian isinya fokus pada pemahaman dan penguasaan teks. Dengan sekali memiliki buku ini bisa digunakan sepanjang tahun mulai kelas VII – XII sebagai kelengkapan literatur siswa,” pungkas nya. (hg10/hms).

Oleh Firdausi Ahmadi

Allah pencipta alam semesta juga menciptakan makhluk – makhluk seperti malaikat kemudian jin lalu manusia. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api dan manusia dari yang kita kenal yaitu dari tanah.

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah)

Malaikat diciptakan terlebih dahulu kemudian jin lalu dicipkanlah manusia. Dalil yang menunjukan hal itu adalah bahwa diantara para malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy  sedangkan kita mengetahui bahwa ‘Arsy diciptakan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi serta apa – apa yang ada didalamnya

Karena jin lebih dulu ada, maka Allah mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia.

“Dan Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembuh-Ku” (Adz-Dzariyat;56)

Kemudian Allah berkeinginan untuk mencipntakan makhluk lain lagi bernama manusia dan di beri nama Adam, diperintahkanlah semua makhlukNya yang lain seperti malaikat dan jin untuk sujud kepada manusia, dan terjadilah yang kita semua sudah ketahui, Iblis dari kalangan jin menolak untuk sujud, dengan sombongnya mengatakan manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api.

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)

Iblis berkata;
Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.” (Al-A’raf: 12)

Maka Allah  berfirman:
“Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” (Shad: 75)

Kekufuran, kesombongan, dan pembang-kangan ini merupakan sebab terusir jin dari surga dan terlaknatinya Iblis. Allah katakan kepadanya:

“Turunlah kamu dari jannah karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina. “(Al-A’raf: 13)

Sebenarnya ada beberapa keberatan – keberatan  tentang penciptkaan manusia dari makhluk – makhluk Allah yang lain karena akan ada banyak kerusakan – kerusakan yang akan dibuat manusia di bumi,

“Dan ingatlah di saat Rabbmu berkata kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di muka bumi’.” (Al-Baqarah: 30)

Para malaikat dengan keterbatasan ilmunya tentang manusia berkata,

“Apakah Engkau akan menjadikan di atasnya orang yang akan melakukan perusakan dan melakukan pertumpahan darah?” (Al-Baqarah: 30)

Tapi Allah dengan ilmu dan hikmahnya yang sempurna menjelaskan ada banyak hal yang tidak diketahui oleh makhluk – makhluk yang lain. Kemudian ditaruhlah Adam (Manusia) di surga bersama dengan pasangannya Hawa, iblis yang sudah berjanji untuk menyesatkan Adam dan Hawa terus menggoda mereka untuk berbuat dosa,

“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 16-17)

Allah  berfirman:
“Dan jangan kalian dekati pohon ini sehingga kalian menjadi orang-orang yang dzalim.” (Al-A’raf: 19)

Hingga setan pun berhasil menipu mereka berdua dan akhirnya keduanya makan dari pohon terlarang itu.

Maka Allah  berfirman:
“Tidakkah Aku telah melarang kalian berdua makan dari pohon ini dan Aku katakan kepada kalian berdua sungguh setan adalah musuh yang nyata buat kalian berdua.” (Al-A’raf: 22)

“Wahai Rabb kami, sungguh kami telah berbuat dzalim pada diri kami, jikalau Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” (Al-A’raf: 23)

Allah terima taubat mereka dan Allah hapus dosa yang telah mengotori mereka. Akan tetapi keluar dari surga karena mereka memakan dari pohon itu, sudah menjadi keputusan yang pasti sehingga keluarlah mereka dari surga ke bumi.

Dari Adam dan istrinya Hawa, mereka berketurunan, Allah berikan  keturunan anak yang banyak, laki-laki maupun perempuan di muka bumi.

Firdaus Ahmadi
Penulis merupakan Redaksi Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Banten (STKIP Dan STT Banten)

Temanggung, Harianguru.com - Prodi Al Ahwal Al Syakhsyiyyah (AS) Jurusan Syariah STAINU Temanggung, Jawa Tengah sukses menggelar Simulasi Praktik Peradilan Semu, Jumat (22/12/2017) yang bertempat di ruang kuliah Gedung A3 lantai 2 STAINU Temanggung.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Program Studi (Prodi) Al Ahwal Al Syakhsyiyyah, Sumarjoko, SHI, MSI, dengan didampingi oleh Sekretaris Prodi Hidayatul Ulfa, M.A. Dalam sambutan pembukaannya, Kaprodi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pimpinan STAINU yang telah memberikan dukungan dan fasilitas sehingga kegiatan ini bisa berjalan.


Ucapan terima kasih yang sama juga disampaikan kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktik Peradilan, Drs. Ali Irfan, S.H., M.H. yang telah bersedia untuk memberikan bimbingan dan penyiapan naskah acuan praktik peradilan semu ini.

Sebab dengan bimbingan dari praktisi peradilan, karena beliau juga sebagai hakim di lingkungan peradilan agama, maka para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman nyata sebagaimana mengikuti persidangan yang sebenarnya di ruang pengadilan.


“Selain itu juga bahwa simulasi praktik peradilan semu ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan mengikuti kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) bagi para mahasiswa,” tambahnya di hadapan para mahasiswa peserta simulasi yang mengambil mata kuliah praktik peradilan maupun hukum acara peradilan agama.

Sedangkan Drs. Ali Irfan, S.H., M.H. yang juga sebagai hakim bersertifikat khusus untuk menangani sengketa ekonomi syariah itu dalam pengarahannya menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya simulasi praktik peradilan semu (pseudo court) ini adalah untuk memperoleh pengalaman nyata mengenai ‘bagaimana melakukan persidangan, pemeriksaan pihak-pihak berperkara, mekanisme upaya perdamaian melalui mediasi, tata cara jawab jinawab, pembuktian, penyampaian simpulan sampai dengan dibacakannya putusan’.


Dalam penjelasannya, dosen dari praktisi peradilan ini menyampaikan bahwa kasus yang diangkat dalam simulasi ini adalah kasus riil yang pernah ditangani oleh yang bersangkutan sampai pelaksanaan eksekusinya dengan mengganti nama-nama pihak dan lokasinya.


Kasus dimaksud adalah perkara waris dimana dalam hal ini Pewaris meninggal dunia sekitar empat tahun lalu dan selama hidupnya almarhum telah menikah dengan seorang perempuan yang menjadi Tergugat. Ahli waris yang ditinggalkan oleh Pewaris tersebut yaitu: Penggugat I (saudara seibu), Penggugat II (saudara kandung) dan Tergugat (istri almarhum).


Sedangkan harta waris (tirkah) yang ditinggalkan oleh almarhum berupa 3 (tiga) bidang tanah yang salah satunya terdapat bangunan rumah di atasnya.

Adapun pembagian dari harta waris tersebut yaitu setelah dikurangi separoh bagian untuk Tergugat sebagai istri, maka bagian masing-masing adalah: Tergugat (istri) mendapat 1/4 bagian, Penggugat I (saudara seibu) mendapat 1/6 bagian dan Penggugat II (saudara kandung) mendapat sisa (ashobah) dari harta peninggalan almarhum setelah dikurangi bagian Tergugat dan Penggugat I.

Dijelaskannya, dalam pembagian harta waris yang didalamnya terdapat harta bersama sebagaimana kasus di atas, maka harta bersama harus dibagi terlebih dahulu antara istri dengan pewaris, kemudian hak pewaris (almarhum) atas harta bersama tersebut menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris yang berhak, dalam hal ini Penggugat I, Penggugat II dan Tergugat.

"Hal ini mengacu kepada Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 32 K/AG/2002, tanggal 20 April 2005, yang abstrak hukumnya berbunyi ‘untuk membagi harta peninggalan yang di dalamnya terdapat harta bersama, maka harta bersama harus dibagi terlebih dahulu, dan hak pewaris atas harta bersama tersebut menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris yang berhak," terangnya.

Acara yang berlangsung sekitar 2 (dua) jam dan berakhir pada pukul 15.30 WIB itu berjalan lancar dan para mahasiswa telah menunjukkan kemampuan improvisasinya dengan baik meskipun sesekali diselingi dengan tawa karena ada yang lucu. (hg11/hi).

Harianguru.com - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang telah menggelar Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VII Sail Sabang Tahun 2017. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada TNI AL karena telah memberi kesempatan anggota Gerakan Pramuka mengikuti kegiatan keliling laut Sumatera.

“Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VII Sail Sabang 2017 yang membawa adik-adik Pramuka keliling laut Sumatera telah sampai di Jakarta. Terima kasih kami sampaikan kepada TNI Angkatan Laut, Kwarda, Kwarcab, Pemda dan semua pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini,” kata Adhyaksa Dault di Jakarta, Senin (18/12).

Kegiatan ini ditutup oleh Sekretaris Dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabesal Kolonel Laut (P) Imam Teguh S, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, 15 Desember 2017.

Adhyaksa mengatakan, masyarakat tentu pernah mendengar istilah "ke laut saja". Selama ini sebagian masyarakat menganggap laut itu sebagai tempat pembuangan. Kata-kata itu kerap diucapkan jika ada hal yang tidak disukai.

“Mindset seperti ini harus diubah. Kita, termasuk generasi mudanya, harus benar-benar sadar bahwa laut adalah masa depan bangsa Indonesia. Kekayaan alam yang luar biasa buat kita,” urainya.

Menurut pria yang hobi mendaki gunung ini, masyarakat harus bersyukur menjadi orang Indonesia. Banyak negara tidak memiliki laut, tapi wilayah NKRI, dua pertiganya adalah laut.

“Kita beruntung sekali jadi orang Indonesia. Yuk, sadari wilayah NKRI dua pertiga adalah laut. Kenikmatan terbesar yang Tuhan berikan kepada kita setelah keimanan adalah Tanah Air Indonesia,” papar Doktor Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor ini.

“Pelantara ini sebulan, dikenangnya selama-lamanya oleh adik-adik Pramuka yang mengikutinya. Gerakan Pramuka punya tagline setiap Pramuka adalah kantor berita. Saya lihat mereka bangga mengunggah kegiatan ini di medsosnya masing-masing. Laut itu pemersatu bukan pemisah Indonesia, kegiatan ini berkontribusi besar merekatkan anak-anak muda penerus kejayaan NKRI,” pungkasnya.

Peserta Pelantara VII asal Jawa Timur, Novairi Husain mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. “Ini pertama kalinya buat saya, bisa mengelilingi pulau Sumatera lewat laut. Saya jadi makin cinta pada Tanah Air,” ucapnya bangga.

Pelantara merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar  TNI Angkatan Laut, yang kali ini mengangkat tema “National Character Building”. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Ade Supandi saat meninjau Pelantara di Dermaga Jakarta International Container Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (20/11) mengatakan, kegiatan ini telah digagas sejak awal oleh Satgas Bintal Juang Remaja Bahari, Satgas Kartika Jala Krida, Satgas Surya Bhaskara Jaya, dan Pelayaran Lingkar Nusantara.

Pelantara VII Sail Sabang 2017 diikuti sebanyak 774 orang. Rute perjalanan Pelantara VII menyinggahi beberapa pelabuhan/pangkalan TNI Angkatan Laut, yakni Batam – Belawan – Sabang – Padang – Bengkulu – Jakarta dengan menggunakan KRI Banda Aceh 593, dan dikomando oleh Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-43. (Hg11/hms).

Himpunan Alumni (HA) IPB
Harianguru.com - Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) akan digelar Sabtu-Minggu (16-17/12) di IPB International Convention Center, Bogor. Munas HA IPB kali ini akan melestarikan tradisi HA IPB, yakni regenerasi kepemimpinan.

“Dalam Himpunan Alumni (HA) IPB, sepanjang sejarah, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Alumni (HA) IPB hanya menjabat cukup sekali saja. Karena itu, Munas ke-5 HA IPB akan merawat tradisi itu”, ujar Fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) HA IPB, Sonhaji di Jakarta (15/12).

Sonhaji menjelaskan tradisi Ketum hanya satu periode saja adalah tradisi baik untuk regenerasi dimana tak terelakan alumni IPB kaya akan kepemimpinan.

“Jika pengin terus menjadi Ketum akan menghambat regenerasi. Padahal alumni IPB banyak yang memiliki kualifikasi sebagai pemimpin. IPB gudangnya Leader, bukan Follower. Juga tidak ada urgensinya untuk terus menjabat Ketum. Jangan ganjil sendiri”, tegas Sonhaji.

Sonhaji menyebutkan himpunan alumni perguruan tinggi lain yang sekelas IPB pun merawat tradisi Ketum hanya satu periode saja. “Iluni UI, IA ITB, dan KAGAMA UGM juga begitu (Ketum cukup satu periode). Karena kaya resources. Begitu pula HA IPB semestinya”, ungkap Sonhaji.

Sonhaji yang juga Wakil Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) DKI Jakarta berharap HA IPB ke depan dapat memperkuat jaringan dan akses kesalingmanfaatan diantara keluarga besar Alumni IPB, untuk menjaga solidaritas, harkat dan martabat alumni IPB.

Adapun kriteria Ketum HA IPB periode mendatang, Sonhaji menyebutkan yang memiliki jiwa solidarity making sekaligus cakap mengeksekusi visi.

“Keluarga besar alumni IPB tentunya rasional dan jeli akan memilih pemimpin yang bisa membuat HA IPB nyaman bagi semua. Jadi jembatan antara yang senior dengan generasi milenial. Terlebih lagi, memiliki jejak rekam gesit mengeksekusi visi menjadi kerja nyata dalam memajukan alumni IPB”, pungkas Sonhaji. (Hg12/hms).

Pasukan dari Dian Sekar Langit yang membawakan Keraton Djipang Cepu dalam even Blora Batik Carnival
Blora, Harianguru.com - Di era milenial seperti ini, keberadaan keraton, atau situs-situs sejarah jika tidak dikenalkan kepada anak zaman now, maka akan semakin jauh dari kehidupan mereka. Seperti contoh Keraton Djipang Cepu yang berada di Kabupaten Blora yang harus dikenalkan kepada publik.

Atas dasar itu, dalam perhelatan Batik Blora Carnival (BBC) di Kabupaten Blora tahun 2017 ini menjadi even berharga bagi Dian Sekar Langit dengan mengusung tema "Keraton Djipang Cepu" dengan raja Kanjeng Gusti Arya Jipang II PRA. Barik Barliyan Surowiyoto SH harus dimaknai sebagai salah satu khazanah budaya dan wisata di Kota Barong ini.

Dikatakan Dian Eka Sari, Amd, pemilik Dian Sekar Langit bahwa tahun ini, sanggar yang ia rintis itu pada even BBC mengusung tema menarik. Melalui sanggarnya di Jalan Musi nomor 29 Kedung Jenar Blora, Dian mengembangkan bisnis dan spirit seni lewat berbagai even, salah satunya BBC di Blora tak lama ini.

"Di even Blora Batik Carnival, kami (Dian Sekar Langit) mengusung judul Keraton Djipang Cepu," katanya.

Melalui BBC, lanjut dia, kita tunjukkan bahwa kita punya pusat wisata religi terbesar di Kabupaten Blora yaitu Keraton Djipang Cepu yang notabenya milik masyarakat Blora yang keberadaannya diakui oleh keraton se Nusantara dan diakui oleh undang-undang.

Sebab, Melalui UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan RI, disebutkan bahwa Kedaton/Kedatuan/Puri/Puro/Istana atau apa saj anamanya, berasal dari kata "Keratuan" yang artinya tempat tinggal raja atau penguasa.

Atas dasar itu, maka keberadaan Keraton Djipang di Cepu Blora menjadi aset budaya yang sah dan sesuai UU RI. Spirit itulah yang mendorong Dian Sekar Langit di even BBC mengusung Keraton Djipang Cepu dengan konsep dan dihiasi kostum serta pernak-pernak menarik.

"Dian Sekar Langit Blora, satu-satunya oemah manten yang menyewakan berbagai macam costum carnival terbesar di Blora dan sekutarnya. Di sanggar ini juga dibuka class modelling, class tari, class make up dan class face painting," ujar dia.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan memeriahkan kirab “Blora Batik Carnival 2017” yang digelar di sepanjang jalan Pemuda Kota Blora Kota. Acara Fashion Show Blora Batik Carnival tersebut mulai start pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sabtu (16/12/2017).

Pada kirab BBC pada tahun 2017 ini megambil tema “Wis Wayahe Kuncara” dengan tujuan mencoba menggali kembali bentuk kejayaan tradisi budaya Jawa yang berupa karya seni berasal dari nenek moyang di Tanah Jawa tersebut dengan kreativitas seni di era modern saat ini.

BBC kali ini, mampu menarik perhatian masyarakat untuk menyaksikan berbagai macam desain Batik Blora, dan perpaduan berbagai asesories, pernak-pernik yang disulap, dan ditata menjadi busana menawan. Pesertanya BBC lebih dari 50 tim (melibatkan 1.000 orang lebih), terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing SMP, SMA/SMK, dan umum, dengan lokasi panggung kerhormatan di depan kantor Setda. Star dari alun-alun dan finis di perempatan Grojogan, Blora.

Acara yang digelar dalam rangka hari jadi Kabupaten Blora ke-268 itu, tampak makin hidup, setelah Bupati, Wabup, pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekda Blora dan pejabat lain memberikan suport dengan dari panggung kehormatan.

Pada kesempatan even BBC inilah, Dian Sekar Langit meramaikannya dengan mengusung spirit Keraton Djipang Cepu. "Dian Sekar Langit satu satunya yang berani menampilkan budaya terbesar Kabupaten Blora yaitu Keraton Djipang Cepu," lanjut dia.

Dengan spirit darah seni, Dian mengaku juga menularkannya tidak hanya saat even-even. Namun kepiawaiannya itu juga menurun pada anak-anaknya. "Raden Roro Cintalia Ratu Ayu adalah putri saya yabg multitalenta, yang skrg sekolah SMP Negeri 2 Blora yang juga ngajar anak-anak modelling," tukas dia.


Dalam kirab itu, ada beberapa kostum carnival yang dipakai tim Dian Sekar Langit di agenda BBC. Mulai dari keris setan kober pusaka milik Adipati Djipang Arya penangsang, Geni Langit: semangat membara dalam mempromosikan wisata Blora, matahari: selalu menyinari bumi, dan aneka fauna burung merak, rajawali hitam, gagak, cendrawasih, kupu-kupu, phonix dan yang lain.

Ia berharap, melalui even BBC ini mampu meningkatkan spirit seni dan budaya di wilayah Blora. "Kalau bukan kita yang menonjolkan budaya kita sendiri siapa lagi,?" ujar Dian. (hg34/hi).

Suasana praktik peradilan semu
Temanggung, Harianguru.com - Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi prodi Al-akhwal Al-syaksiyah (AS) Jurusan Syariah melakukan Prakti Peradilan Semua, Kamis (21/12/2017) yang bertempat di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah.

Sebelum menjadi sarjana, mahasiswa Prodi AS STAINU Temanggung wajib mengambil mata kuliah Praktik Peradilan yang merupakan salah satu bagian dari mata kuliah yang diajarkan dalam perkuliahan di Prodi AS Jurusan Syariah STAINU Temanggung.

Lewat mata kuliah Praktik Peradilan tersebut, mahasiswa dan mahasiswi diharapkan bisa mengimplementasi teori yang telah didapatkan dari Hukum Acara, baik Hukum Acara Pidana, Hukum Acara Perdata, Hukum Acara Peradilan Agama, maupun Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara.

Oleh karena itu, pada Kamis (21/12/2017) ini, sejumlah mahasiswa dan mahasisiw melakukan Praktik Peradilan Semu di kampus STAINU Temanggung dengan narasumber Jamal, dosen STAINU Temanggung yang kini menjadi kandidat doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Secara umum, dalam Praktik Peradilan Semu ada Hakim Ketua, Hakim Anggota, Jaksa Penuntut Umum, Penasihat Hukum, Petugas Kerohanian, Panitera Pengganti, lalu Terdakwa, Saksi Korban dan Saksi Fakta. Mereka melakukan proses persiangan seolah-olah seperti sidang sebenarnya.

Dikawal Sumarjoko Kaprodi AS Jurusan Syariah STAINU Temanggung, sejumlah mahasiswa dan mahasiswi itu tampak antusias dan mengikuti kegiatan akademik tersebut. Sumarjoko berharap, lewat praktik itu, mahasiswa bisa mengenal lebih dalam tentang praktik peradilan secara nyata sesuai kompetensi yang telah ditentukan. (hg10/hms).

Boyolali, Harianguru.com – Mahasiswi semester tujuh Prodi PAI STAINU Temanggung, Jazimatul Farihah, menyabet Juara III cabang Maqalah Alquran Putri dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Umum XXVII tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, Kamis (21/12/2017).

Farihah, selama ini mendapat bimbingan dari Kemenag Temanggung yang diasuh oleh Mahsun, MSI yang merupakan Ketua Pokjaluh Kab Temanggung. Selain itu, ia juga pada awalnya dibimbing oleh Luluk Ifadah, M.SI Kaprodi PAI STAINU Temanggung. Atas kejuaraan itu, pihak Kemenag dan juga STAINU Temanggung berharap mahasiswa dan mahasiswi dan umumnya pelajar di Temanggung untuk terus meningkatkan prestasinya sesuai bidang masing-masing.

Kegiatan yang dimulai Senin (18 /12 2017) dan berakhir Kamis (21/12/2017) ini digelar di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. MTQ Umum XXVII tingkat Jateng tahun 2017 ini dihelat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Jateng bertajuk "Dengan MTQ Umum XXVII / 2017, Kita Tingkatkan Kecintaan, Pemahaman dan Pengamalan Isi Kandungan Alquran serta Kesiapan Kafilah Jawa Tengah Menuju Sukses Prestasi dan dalam MTQ Nasional XVIII/2018 di Medan".



Perlombaan yang diinisiasi LPTQ Jateng dan Kemenag Jateng ini dalam pembukaannya dihadiri Heru Sudjatmoko Wakil Gubernur Jateng, Farkhani, M. Ag Kepala Kemenag Jateng, Muh Zein ADF DPRD Prov. Jateng Komisi E Bidang Kesra, Dr. Ahmad Daroji, M. Si Kepala MUI Jawa Tengah, Haryanto Bupati Pati, Kepala Kemenag Kabupaten dan kota se Jateng, panitia, peserta serta tamu undangan sekitar empat ratus orang.



Jumlah peserta dan pedamping yang hadir adalah lima ratus enam puluh orang dengan rincian pertama, 350 peserta dari perwakilan 35 Kota/Kab se Jateng dengan masing-masing mengirimkan perwakilan 10 orang. Kedua, perwakilan dari Kantor Kemenag Kota/Kab se Jateng masing-masing mengirimkan 2 orang perwakilan. Ketiga, pendamping peserta dari masing-masing Kab/Kota mengirimkan perwakilan 4 orang.



Dalam kesempatan itu, Farihah yang juga mahasiswi semester tujuh Prodi PAI STAINU Temanggung berhasil membawa nama harum Temanggung. Dalam perlombaan itu, Farihah membawakan surat Annisa yang kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu Nasional, besuk 22 Desember 2017.



"Alasan saya memilih judul perempuan sebagai kepala keluarga dalam Alquran surah Annisa 34 karena selama ini konsep arrijalu qouma alannisa sering dijadikan seorang laki-laki dan masyarakat pada ukumnya untuk menggugat perempuan bahwa mereka dianggap sebagai kaum yang lemah dan tidak memiliki konsep kesetaraan untuk memenuhi kebutuhan perekonomian," ujar dia.



Padahal, lanjut dia, kita tahu bahwa dalam kehidupan era sekarang lebih banyak seorang istri yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.



Menurut saya, kata dia, seorang perempuan dalam keluarga seharusnya mampu membedakan antara bidang muamalah dan ibadah karena dalam ibadah memang suami yang berhak menjadi pemimpin dan tidak munkin dapat diganggu gugat tetapi dalam soal muamalah perempuan dapat menjadi pemimpin terutama untuk membantu tingkat perekonomian yang di latarbelakangi sektor pendidikan.


"Namun dalam hal ini saya lebih memberikan kepada ruang seorang perempuan dalam tanda khusus yaitu perempuan yang dicerai, suaminya meninggal, berpoligami, dan suami yang tidak mempunyai pekerjaan karena berdasarkan masalah tersebut seorang laki-laki dianggap sah dan tidak menyalahi aturan agama karena sejatinya semua manusia adalah pemimpin tetapi mereka tidak boleh meninggalkan hal pokoknya seperti mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengurus keluarganya," papar dia.


Dalam proses perlombaan yang kami lakukan pada hari Selasa 18 desember 2017, kata dia, itu berlangsung cukup ketat dan baik karena kita benar-benar diawasi oleh beberapa official dan dewan hakim yang dipastikan tidak ada pladiasi karena alat yang digunakan berasal dari panitia dan reverensi yang dibawa berupa hard copy.

"Yang kami lakukan selama 7 jam. Setelah proses selesai dilanjutkan dengan sesi presentasi dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh dewan hakim. Selain itu untuk tingkat kesiapan saya pribadi kurang lebih mencapai 70-80 persen yang saya dapatkan dari bimbingan beberapa pihak dosen STAINU dan pihak Kabupaten Temanggung," katanya.. (hg11/ibda).

Temanggung, Harianguru.com - Pada Januari 2018 mendatang, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah STAINU Temanggung mengawali kegiatan menarik dengan konsep Training Nasional untuk kaum guru. Rencananya, Kang Deden Gurame dan Kang Bara akan hadir dalam Training Nasional "Menjadi Guru Asyik dan Menyenangkan" pada Sabtu (13/01/2018) mendatang di aula STAINU Temanggung.

Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah STAINU Temanggung ini merupakan kegiatan pertama kali di Temanggung yang dipersembahkan untuk guru secara umum di wilayah Temanggung dan sekitarnya.

Training ini dibandrol Rp35.000 bagi peserta yang mendaftar sebelum 1 Januari 2018. Panitia juga hanya membatasi peserta sampai 400 orang saja dan semua akan mendapatkan konsumsi, doorprize, dan sertifikat dari Dinas Pendidikan Temanggung.

Seperti diketahui, pembicara yang direncanakan hadir, Kang Deden atau akrab dikenal Kang Deden Gurame merupakan trainer dan motivator nasional. Kesibukan Kang Deden sehari-hari menjadi Owner Ahe Purworejo, Owner Jari Cerdas Purworejo, Dosen STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta, konsultan anak dan juga trainer. Sementara Kang Bara merupakan training magic education.

Bagi Anda yang berminat, silakan mendaftarkan diri dengan cara kirim pesan dengan Format Pendaftaran: GURAME#NAMA LENGKAP#NAMA SEKOLAH#ALAMAT SEKOLAH#NOMOR HP/WA ke nomor 0877 1506 0304/0822 2008 4453/0858 7006 0106.

Semua informasi, silakan ditanyakan melalui nomor-nomor tersebut. Tunggu apa lagi, burun daftarkan diri Anda. (hg10/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Martin Amnillah, M.Pd dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAINU Temanggung, Jawa Tengah, menegaskan bahwa semua lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan tinggi, wajib menerapkan perencanaan yang jelas.

Perencanaan itu mulai dari Rencana Strategis (Renstra), visi dan misi, lalu program kerja sampai dengan evaluasi. Hal itu ia jelaskan dalam Seminar Ilmiah Bulanan Dosen STAINU Temanggung pada Sabtu pagi (16/12/2017) di aula kampus tersebut.

Sebagai pemateri pertama, Martin Amnillah  menyampaikan materi 'Implementasi Perencanaan Strategis Pendidikan'. Ia menjelaskan bahwa semua lembaga pendidikan wajib melalukan perencanaan strategis untuk menuju tujuan.

"Tidak hanya perguruan tinggi, namun sekarang sekolah, madrasah bahkan dalam lingkup keluarga juga harus ada perencanaan," ujar mahasiswi S3 Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Dosen Prodi PAI ini juga menjelaskan, bahwa tanpa perencanaan, sebuah lembaga, sekolah, perusahaan akan bias pengelolaannya. "Dalam keluarga saja, tanpa perencanaan bagus, kita tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Meskipun ada prinsip min khaisu la yahtasib, tapi tidak selamanya rezeki seperti itu," tegas dia.

Maka dari itu, perencanaan berbentu Renstra, visi-misi, program kerja, sampai evaluasi sangat penting diterapkan seriua dan dikawal di semua lembaga pendidikan Islam.

Sementara itu, pemateri kedua, Fatmawati Sungkawaningrum dosen Ekonomi Syariah STAINU Temanggung dalam Seminar Ilmiah Dosen dengan artikel berjudul "Bahaya Riba dalam Sistem Perekonomian" menjelaskan bahwa Baitul Maal wa Tamwil (BMT) di Indonesia masih banyak yang menerapkan sistem perekonomian yang hakikatnya riba.

"Baitul Maal wa Tamwil (BMT) di Indonesia adalah solusi bergeser dari sistem perekonomian Yahudi. Namun praktiknya dalam akad yang substansinta ada ribanya," beber Fatma.

Dicontohkannya, misal bank syariah menamakan hal itu 'qord' atau utang-piutang. "Namun kenyataannya, bukan qord atau qardi dan ada ribanya, denda ketika peminjam telat atau melewati batas waktu yang ditentukan maka dikenakan denda. Denda itulah riba. Selain itu, ada biaya-biaya lain seperti administrasi, pembiayaan, itu juga termasuk riba karena melanggar akad awal pinjam-meminjam," ujar dia.

Dicontohkan pula bahwa masih banyak BMT dan Lembaga Keuangan Syariah yang menerapkan akad mudharabah, akan tetapi dalam praktiknya tidak ada satu pun syarat dan rukun mudharabah pada saat akad maupun pelaksanaan akad tersebut.

Ia mengakui, bahwa sangat susah menerapkan sistem perbankan yang benar-benar syariah Islam. Ia juga menegaskan, jika ingin benar-benar terhindar dari riba, maka perlu keluar dari dunia perbankan. "Beruntunglah bagi orang Islam yang tidak mengenal perbankan," beber dia.

Fatma juga menambahkan, sistem perekonomian di Indonesia saat ini masih dalam taraf menuju sistem ekonomi Islam. Jadi belum semuanya benar-benar menerapkan sistem ekonomi Islam. "Sistem perekonomian, perbankan di Indonesia saat ini masih berusaha menuju syariah Islam yang sebenarnya," tukas dia.

Meski sudah ada hukum riba dari pendapat jumhur ulama terdiri atas halal, haram dan subhat, ia mendorong untuk tidak melakukan praktik riba. "Kalau mau benar-benar bersih dari riba, ya saat menabung, ada bunganya tapi tidak perlu diambil," ujar dia.

Kegiaan itu, digelar dalam rangka meningkatkan dan menjaga kualitas intelektual dosen, Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Temanggung konsisten melalukan seminar ilmiah bulanan dosen. Hal itu menurut Muh Syafi' Ketua LP3M STAINU Temanggung menjadi bentuk tanggungjawab akademik kaum akademisi.

"Seminar ilmiah bulanan ini menjadi bagian untuk terus menigkatkan diri. Karena banyak temuan dan kajian ilmiah yang harus diupgrade dengan menyesuaikan zaman," tukas dia di sela-sela seminar ilmiah bulanan dosen di aula STAINU Temanggung.(hg11/Ibda).

Pati, Harianguru.com - Buku antologi puisi "Negeri Puisi" usai dilauncingkan dan dibedah hari ini di MA Manahijul Huda oleh Niam At-Majha dan Sahrozi, Selasa (12/12/2017). 

Buku antalogi puisi yang berisi karya pelajar, alumni dan guru MA Manahijul Huda Ngagel itu adalah buku perdana yang terbit dari penerbit Pilar Nusantara Semarang. Tujuan diterbitkannya buku itu adalah untuk mewadahi karya para peserta dan pelengkap dari adanya kegiatan lomba menulis dan deklamasi puisi tahun lalu.

Acara yang dihadiri oleh peserta didik, alumni, guru, dan beberapa tamu undangan ini juga menampilkan pembacaan puisi dari peserta didik yaitu Innarotul Laila dengan Nur Lailatin Nisfah dan paduan suara dari Harmoni Mahida.

Alfiriz Nadhira selaku penanggung jawab acara ini juga menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini dia berharap agar di tahun berikutnya akan ada lagi kegiatan semacam ini "Iya, semoga saja di tahun berikutnya MA Manahijul Huda akan memiliki buku terbitan lagi agar dapat memotivasi para peserta didik agar semakin bersemangat belajar dalam dunia literasi." katanya usai acara saat ditemui redaksi LPS Cendekia Mahida.

Pembedah buku pertama dalam acara ini, yaitu Sahrozi. S.Pd selaku guru di MTs Manahijul Huda Ngagel dan pegiat di teater Trisma ini menjelaskan bahwa masih banyak koreksi yang harus dilakukan dalam buku antalogi tersebut. Terlebih dibagian tatanan kata satu dengan lainnya yang kebanyakan tidak dipisah dan acak-acakkan.

"Semoga saja jika nanti akan ada antologi atau terbitan buku dari karya pelajar MA Manahijul Huda lagi, penyunting bisa lebih teliti pada tatanan katanya. Karena saya melihat masih banyak dibeberapa puisi ada kata satu dengan seterusnya yang harus diberi sepasi malah tidak. Agar pembaca tidak bingung dan memudahkan pembacanya. Namun meski begitu saya merasa bahwa buku ini adalah buku keren. Hebat." paparnya. 

Sedangkan melalui penjelasan pembedah kedua, yaitu Khoirul Ni'am atau yang lebih terkenal dengan Ni'am At-Majha juga memaparkan hal serupa dengan pembedah pertama. Beliau juga menambahi jika diksi yang digunakan masih banyak yang kurang tepat "Jika ingin menguasai diksi untuk menulis puisi dengan baik, banyak-banyaklah membaca. Membaca buku sastra atau buku puisi. Karena dengan begitu akan lebih mudah mendapatkan diksi yang tepat dan juga baik." jelas ketua dewan komite kesenian kabupaten Pati tersebut pada para peserta.

Setelah rangkuman bedah buku selesai, para peserta dipersilahkan bertanya kepada pembedah. Dan bagi penanya diberi buku gratis oleh Ni'am At-Majha. Dari kebanyakan peserta menanyakan tentang cara-cara atau tips menjadi penulis yang baik.

Begitu acara tanya jawab ditutup, dilanjutkan dengan acara pembagian sertifikat dan beberapa buku kepada madrasah, perpustakaan, dan tiga juara lomba menulis puisi. Lalu acara ditutup usai foto bersama dengan para pembedah. (hg33/an).

Jogjakarta, Harianguru.com - Dr. Fauzan MA, Ketua Asosiasi Dosen PGMI Indonesia yang juga asesor menegaskan bahwa penyusunan borang yang bagus sebenarnya sudah memenuhi nilai 80 persen saat mau akreditasi. Sedangkan SAPTO, tidak perlu dipusingkan karena ia hanya alat untuk mengirimkan saja atau kendaraannya.


“BAN-PT sudah merillis aturan baru termasuk akreditasi berbasi SAPTO Akreditasi, 80 persen itu di borang, bukan divisitasi. Jadi, jangan sekali-kali mengirim borang jika itu tanpa proses, tanpa bimbingan apalagi proses copas. Ini PGMI, kok tulisannya PAI, Manajamen. Simpulan saya cuma satu, ya akreditasi selama ini kurang bimbingan,” kata Dr Fauzan usai melantik  Pengurus Perkumpulan Dosen PGMI (PD PGMI) Korwil Jateng-DIY Masa Bakti 2017-2022 resmi dilantik pada Selasa (12/12/2017) di Atrium Premiere Hotel Jogjakarta.

Yang pertama kali dilihat asesor di Borang online, kata dia, itu ya minimal enam dosen di homebase PGMI, dan sudah ber NIDN.

“Ini syarat mutlat, harus ber NIDN, harus dosen tetap, harus homebasenya di PGMI. Mimimal ada SK Dosen Tetap dari Rektor lah. Nah, jangan sekali-kali ngirim borang tanpa ada enam dosen itu. Jangan sampai ada dosen memiliki homebase tidak jelas, dan jangan juga ada di dua homebase,” beber dia.

Baca juga: Pengurus PD PGMI Korwil Jateng-DIY Periode 2017-2022 Dilantik

Fauzan juga menegaskan, pelantikan itu menjadi sejarah di Indonesia karena baru pertama kali dibentuk dan sudah dilantik pengurus PD PGMI Korwil di daerah. “Ini menjadi sejarah pertama kali PD PGMI di Korwil karena baru Korwil Jateng-DIY yang dilantik,” tukas dia. (hg33/HI).

Suasana pelantikan
Jogjakarta, Harianguru.com - Pengurus Perkumpulan Dosen PGMI (PD PGMI) Korwil Jateng-DIY Masa Bakti 2017-2022 resmi dilantik pada Selasa (12/12/2017) di Atrium Premiere Hotel Jogjakarta.


Pelantikan itu langsung dipimpin Dr. Fauzan MA, Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia. Mereka secara resmi melalui Surat Keputusan Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Nomor: 01/PP-PDPGMI/XII/2017 tentang "Pengesahan Pengurus Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan DIY Masa Bakti 2017-2022.

Pada posisi Ketua yaitu Dr. Aninditya Sri N, M.PD dari UIN Sunan Kalijaga, Wakil Ketua 1 H. Fakrur Rozi, M.Ag dari UIN Walisongo, Wakil Ketua 2 Mufatihatu Taubah, M.Pd.I dari STAIN Kudus.

Sementara Sekretaris yaitu Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I dari UM Magelang, Bendahara Endang Sulistyowati dari UIN Sunan Kalijaga.

Pada Bidang Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Ilmiah, dijabat oleh Laelatul Badriah, M.Pd dari Universitas Alma Ata, Mustajab, M.Pd.I dari IAINU Kebumen, Peni Susapti, M.Si dari IAIN Salatiga, dan Aniqoh, M.Th.I dari STAINU Purworejo.

Pada Bidang Pengembangan Pendidik, dijabat oleh Diyah Mintasih, M.Pd dari STAIYO, Dra. Alik Chusnah, M.Pd dari IIM Surakarta, H. Hidayatul Mustofa, M.Pd.I dari STAI Al-Muhammad Cepu Blora, dan Ari Purwanto, M.Pd.I dari STAI Khozinatul Ulum Blora.

Pada Bidang Penjaminan Mutu, dijabat oleh Herman Khunaivi, M.Pd dari STAI Al-anwar Sarang Rembang, Hamidulloh Ibda, M.Pd dari STAINU Temanggung, dan Ma'as Shobirin, M.Pd dari Unwahas.


Sementara pada Bidang SDM dijabat Inayatul Ulya, M.SI dari IPMAFA Pati, Samsudin, M.Pd.I dari IIQ An-nur, dan Anita Desi Kusumaningtyas, M.Pd dari Universitas Sunan Pandanaran.

Dalam kesempatan itu, Dr. Fauzan MA, Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia menegaskan bahwa keaktifan dosen PGMI di asosiasi atau perkumpulan khusus PD PGMI Jateng-DIY akan berdampak pada akreditas PGMI itu sendiri. “Karena nanti akan masuk di website, dan ada kartu anggota dan akan tetap kita pantau terus,” ujar Fauzan.


Kami ingin PD PGMI menjadi wadah untuk pengembangan dosen PGMI Indonesia, kata dia, Prodi PGMI Indonesia karena milik bersama dan bukan milik PTKAIN tertentu, tetapi milik PGMI semua. (hg33/hms).

 Dr Fauzan MA Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se Indonesia  saat menyampaikan materi
Jogjakarta, Harianguru.com – Dr Fauzan MA Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se Indonesia menegaskan bahwa pengelolaan, manajemen bahkan kurikulum sampai akreditasi PGMI di Indonesia selama ini masih rasa PAI.

Klik juga: Wajib Baca, Ini Keunggulan PGMI Daripada PGSD

“PGMI memang masih rasa PAI. Tidak bisa dibantah, memang kondisinya seperti itu. Tapi nanti kita lihat, 2015 sampai 2016 lah, bisa kita lihat minimal Prodi PGMI terakreditasi B, bahkan A, kurun 2013-2016 sejak ada perkumpulan ini justru banyak yang PGMI terakreditasi minimal B daripada PGSD,” kata Fauzan usai melantik PD-PGMI Wilayah Jateng-DIY saat menyampaikan materi bertajuk ‘Sosialisasi Kebijakan Rekruitmen Guru MI/SD di Wilayah Jateng-DIY’ tersebut di Atrium Premiere Hotel Jogjakarta, Selasa (12/12/2017).

Dijelaskan dia, bahwa PGMI jelas berbeda dengan PAI. “Awal kali munculnya Prodi PGMI, memang untuk memenuhi kebutuhan guru kelas MI. Namun kurun 2007 sampai 2012, PGMI masih rasa Pendidikan Agama Islam atau PAI. Kemudian melakukan evaluasi, kurun 2012-2016 sudah ada perbaikan sampai sekarang,” beber dia.

Maka, menurut dia, PGMI harus memiliki basis lulusan yang jelas, memiliki profil lulusan. “Saya ingat tahun 2014, kalau PGMI minimal akreditasi B, nanti bisa jadi gelarnya SPd, bukan lagi S.Pd.I. Ternyata terbukti. Malah imbasnya, PAI gelarnya juga S.Pd. Kok malah ikut-ikutan ya, tetapi ini jelas rumpun keilmuwannya berbeda,” beber Wakil Dekan III FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Permendikbud Nomor 16 Tahun 2007, itu kalau berbicara MI, pasti ada garis miring (/) SD. “Ini semua berbicara kesetaraan, termasuk berbicara guru kelas,” imbuh dia. Maka, sebenarnya ini menjadi tugas pengelola Prodi PGMI memang profil lulusan PGSD dan PGMI itu hakikatnya sama.

Baca juga: Pengurus PD PGMI Korwil Jateng-DIY Periode 2017-2022 Dilantik

Dijelaskannya, bahwa guru sebagai pekerja profesional memiliki karakteristik dan memenuhi persyaratan pendidikan tertentu untuk ditetapkan sebagai pekerja profesional antara lain pertama, kualifikasi akademik minimal S1 atau D IV, Kedua, guru harus memiliki empat kompetensi, pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

Ketiga, memiliki sertifikat pendidik. Keempat, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebelum sertifikasi. Sesuai memiliki sertifikat pendidik, guru akan diberi Nomor Registrasi Guru Profesional.

Ia mencontohkan bahwa PGMI di Indonesia saat ini yang bagus hanya beberapa saja. Seperti PGMI IAIN Salatiga, PGMI IAIN Tulungagung, PGMI UIN Sunan Kalijaga, PGMI UIN Walisongo. “Minimal di Jateng-DIY, PGMI nya berkiblat pada PGMI inilah, agar lurus,” ujar dia. (hg33/HI).

Dr Fauzan MA, Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se Indonesia saat menyampaikan materi, Selasa (12/12/2017).
Jogjakarta, Harianguru.com - Di tahun 2014, ada keresahan pengelola PGMI karena lulusan PGMI di nomenklatur regulasi Menpan, bahwa lulusan PGMI tidak bisa mendaftar CPNS guru kelas SD. Merespon hal itu, Asosiasi PGMI Indonesia melakukan audiensi dengan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA Direktur Pendidikan Tinggi Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Diktis Kemenag) saat itu, dan pihaknya bisa memperjuangkan ke Menpan lulusan PGMI bisa mendaftarkan diri di CPNS Kemenpan asal ada perbaikan akreditasi.

Baca juga: PGMI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Kuatkan Literasi Digital

Namun setelah dilobi dan banyak Prodi PGMI terakreditasi B bahkan A, maka sudah ada penyamaan antara lulusan PGMI dan PGSD. Bahkan di Jawa Barat, ada Walikota yang langsung terjun ke BKD untuk menyamakan persepsi dan tidak membedakan lulusan PGSD dan PGMI dalam perekrutan CPNS.

Baca juga: Inilah Daftar 243 Kampus yang Lulusannya Tak Bisa Daftar CPNS

Demikian yang dijelaskan Dr Fauzan MA, Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se Indonesia usai melantik PD-PGMI Wilayah Jateng-DIY saat menyampaikan materi bertajuk ‘Sosialisasi Kebijakan Rekruitmen Guru MI/SD di Wilayah Jateng-DIY’ tersebut di Atrium Premiere Hotel Jogjakarta, Selasa (12/12/2017).


“PGSD dan PGMI intinya ya sama, secara yuridis, dari Undang-undang sampai Permen, itu semua sama. Yang beda itu penerapannya,” kata Fauzan yang juga asesor tersebut.


Wakil Dekan III FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menegaskan, hal utama yang harus dilakukan dalam menapaki kurikulum PGMI adalah menata perubahan dari kurikulum berbasis KKNI dan SN Dikti dengan merancang profil lulusan.

“Profil lulusan harus diperjelas guru kelas, jangan sampai keluar target dari fokus yang dikejar. Kalau guru kelas, maka penguatannya pada lima mata kuliah umum, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKn,” beber dia.

Baca juga: Prodi PGMI Haram Seperti Prodi PAI

Menurut dia, dulu ada perdebatan di profil lulusan, antara menyiapkan calon guru kelas MI saja atau calon guru MI/SD. “Tapi kalau mau menganut nomenklatur regulasi, ya calon guru MI/SD. Karena di UU No 20 Tahun 2003 dan Permennya demikian. Kalau di S1, memang kita hanya sampai menyiapkan calon guru kelas MI/SD. Kalau guru profesional ya di PPG itu,” ujar Fauzan.

Dijelaskan pula, bahwa PGMI hanya sampai menyiapkan calon guru kelas, bukan menyiapkan guru profesional. “Kalau sesuai UU Nomor 12 tahun 2012 tentang SNPT, kita (Prodi PGMI) hanya sampai mengantarkan lulusan menjadi calon guru kelas MI/SD. Makanya, Akta IV itu gugur ketika KKNI dan SNPT ada,” lanjut dia.

Jadi seperti contoh di internal FITK UIN Jakarta di tempat kami, lanjut dia, dulu sempat debat soal Akta IV, tapi saya bilang ini ngapain sibuk-sibuk tanda tangan Akta IV, wong kurikulmnya sudah jadi. Tapi lambat laun, ternyata hilang sendiri sudah pada nggak ngurus. “PGMI, ke depan harus lebih baik dengan menyiapkan calon guru kelas berkualitas sebagai penguat madrasah itu sendiri,” papar dia.

Tapi masalahnya, kata dia, di Jateng-DIY itu, BKD nya apakah masih beda pemahaman soal lulusan PGMI dan PGSD. Saya ingin tahu ini, apakah di Jateng-DIY apakah membedakan atau sudah sama. “Karena PGMI ini ya sama seperti PGSD sama-sama menyiapkan guru kelas. Kalau BKD tidak percaya, silakan tunjukkan kurikulumnya, apa bedanya dengan PGSD? Kalau ini terlaksana, insyaallah, persoalan rekruitmen, ke depan tidak ada masalah antara PGSD dan PGMI,” lanjut dia.


“Pada prinsipnya, lulusan PGMI dan PGSD itu sama. Guru kelasnya sama, yang berbeda dari PGMI dan PGSD itu apa, ya penguatan keislamannya,” tegas dia.


Ia juga mendorong semua Prodi PGMI di wilayah Jateng-DIY minimal mendapatkan akreditasi B. “Saya ingin PGMI di wilayah Jateng-DIY punya akreditasi minimal B,” harap dia.


Fauzan juga menyinggung PGMI dan PGSD dalam strata dua (S2), yang pada dasarnya juga sama. “Basis lulusan Pendidikan Dasar untuk S2, ya sama saja bisa masuk di PGMI atau menjadi dosen PGMI. Hanya tiga tahun terakhir yang masuk menjadi dosen PGMI/PGSD dan paling banyak yang diserap adalah lulusan UPI Bandung dan UNY,” ujar dia. (hg33/hi).

Jogjakarta, Harianguru.com - Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta menggelar International Conference The 4th Summit Meeting On Education "Value-Based Digital Literacy In Millenium Era" yang dihadiri ratusan peserta dari unsur dosen, mahasiswa, peneliti dan lainnya, Selasa (12/12/2017) di auditorium kampus tersebut.

Baca juga: PGMI UIN Sunan Kalijaga Gelar Seminar Internasional Literasi Digital

Hadir Roger (Raj) Miles, Expert Of Value-Based Distance Learning Australia, Gerardette Philips Expert of Interreligious Value-Based Education and Counselling Canada dan Christoper Drake, President of International ALIVE dan Budhy Munawar Rachman perwakilan The Asia Foundation Indonesia.

Dalam pemaparannya, Budhy Munawar Rachman perwakilan The Asia Foundation menjelaskan bahwa tradisi literasi digital di era sekarang tidak bisa melepaskan tradisi pembelajaran tradisional.

"Dalam tradisi literasi, mengumpulkan dan membaca serta mempelajari literatur jelaa berbeda. Meskipun sekarang ada literasi digital, tetapi proses pembelajaran tetap tradisional yaitu membaca, mempelajari dan menuliskannya kembali dalam bentuk ilmiah. Jadi tidak bisa dishort cut tanpa melakukan proses pembelajaran tradisional," beber penulis dan juga pendiri Nurcholish Madjid Society (NCMS) tersebut.

Budhy Munawar Rachman juga menegaskan, tradisi literasi tidak boleh lepas dari pendidikan berbasis nilai. Oleh karena itu, pihaknya lewat The Asia Foundation mengajak Fakultas Tarbiyah di UIN seluruh Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran literasi berbasis nilai.

Hadir pula Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD Rektor UIN Sunan Kalijaga yang didapuk sebagai keynote speaker. Juga Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga dan Kaprodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.  Hadir juga ratusan mahasiswa dan juga dosen termasuk perwakilan dari PGMI STAINU Temanggung, PGMI UM Magelang, PGMI STAI Al Anwar Rembang, PGMI UIN Walisongo, PGMI IAINU Kebumen dan lainnya. (hg33/Ibda).

Jogjakarta, Harianguru.com - UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta menggelar International Conference The 4th Summit Meeting On Education "Value-Based Digital Literacy In Millenium Era" yang dihadiri ratusan peserta dari unsur dosen, mahasiswa, peneliti dan lainnya, Selasa (12/12/2017) di auditorium UIN SUKA.

Lihat Juga: Buddy Munawar: Literasi Digital tak Bisa Lepas dari Budaya Ilmiah Tradisional 

Hadir Roger (Raj) Miles, Expert Of Value-Based Distance Learning Australia, Gerardette Philips Expert of Interreligious Value-Based Education and Counselling Canada dan Christoper Drake, President of International ALIVE dan Budhy Munawar Rachman perwakilan The Asia Foundation Indonesia.

Raj Miles menyampaikan materi 'Taking Social Media Personally' dengan mengajak para audiens untuk bijak dalam bermedia sosial. "Selama ini, ada masalah besar dalam penggunaan sosial media di Australia. Kami susah menyampaikan pendidikan nilai kepada masyarakat karena negera Australia sangat luas. Seperti di Indonesia yang memiliki banyak pulau. Jadi sangat susah untuk menyampaikan nilai-nilai pendidikan. Sebab, nilai itu hadir dalam jiwa, ia sebuah rasa dan tidak hadir dari dalam kepala seperti yang dominan di media sosial," beber Raj Miles dalam Bahasa Inggris itu.

Kalau berbicara media sosial, lanjut dia, itu kebanyakan hadir dari kepala dan kita kehilangan sesuatu dari dalam hati. "Maka solusi kami di Australia adalah melakukan pendidikan jarak jauh, dengan tujuan memudahkan dan membantu orangtua dan anak untuk menanamkan nilai. Bisa diterapkan dalam sekolah, bahkan dunia bisnis. Lewat situ, kita mengajarkan nilai dan perdamaian, cinta, kerjasama dan toleransi," beber dia.

Tetapi kita masih ada bullying, kata dia, frustasi, ada kemarahan di dalam kelas dan ketakutan. "Jadi kita tak bisa menemukan nilai itu lewat pendidikan tradisional, namun harus dilakukan lewat pendidikan jarak jauh berbasis media sosial," ujar dia.

Ditambahkannya, nilai merupakan energi yang bisa kita transfer ke orang lain. Tapi masalah di sosial media tidak bisa menerjemahkan nilai kehidupan.

"Media sosial hanya kendaraan menyampaikan pesan. Jika pesannya benar, maka akan diinterpretasikan orang dengan benar. Jika pesan itu buruk, maka akan diinterpretasikan buruk bahkan menjadi sumber permusuhan. Maka kita harus berhati-hati bermedia sosial apalagi untuk kepentingan edukasi," lanjut dia.

Dalam pendidikan, kata dia, mengajar adalah menyampaikan tentang cara hidup. "Anda adalah tutor, motivator yang harus menyampaikan pesan dan nilai positif," bebernya.


Gerardette Philips Expert of Interreligious Value-Based Education and Counselling Canada dan Christoper Drake juga menambahkan, ada pergeseran mendasar dalam pola kehidupan. "Jika dulu orang mengambil uang harus ke bank, tapi sekarang cukup gesek lewat mesin atm bahkan aplikasi di gadget," ujar dia.

Ia juga mencontohkan pembelajaran di tahun 1900an dengan era milenial abad 21 sekarang. "Masyarakat selarang lebih takut dan sibuk mengurus pekerjaan daripada mengurus pendidikannya," lanjut dia.

Menurut dia, di tahun 2020 kita akan menggunakan transportasi bersistem robot. Sedangkan di Indonesia sekarang sudah menggunakan kereta super cepat. "Tahun 2020 nanti, hampir semua kegiatan manusia akan digantikan robot. Ini menjadi pekerjaan kita untuk mengatasi hal itu," imbuh dia.

Teknologi sangat penting, kata dia, karena kita bisa mencari segala hal, seperti Facebook itu juga menarik bagi kaum muda. "Kita akan menggunakan platform ini untuk membelajarkan sains, matematika dan Bahasa Inggris di program website ini," beber dia.

Christoper Drake, President of International ALIVE juga menambahkan, bahwa dalam hitungan detik, perubahan begitu cepat digerakkan lewat internet. Banyak muncul berita fake dan hoax. "Tidak hanya pelajar, namun doktor dan politisi juga ikut menyebarkan berita di media sosial entah itu benar atau tidak. Lebih banyak kuantitasnya daripada kualitasnya," ujar dia.

Kita hidup dia dunia nyata, kata dia, tetapi juga hidup di dunia maya, virtual, ada browsing dan gaming. "Sebenarnya media sosial itu benar-benar sosial ataukah justru antisosial," katanya.

Ia mengajak para peserta seminar untuk tidak memburu like dan komen-mengomen dalam bermedia sosial. "Kita harus mengutamakan reliabilitas, kualitas dan mengurangi cyber bullying. Karena penelitian terbaru di New York, cyber bullying memiliki kecenderungan sensirif dibagikan, dibagikan dan dibagikan," beber dia.

Dalam seminar itu, hadir pula Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD Rektor UIN Sunan Kalijaga yang didapuk sebagai keynote speaker. Juga Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga dan Kaprodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.  Hadir juga ratusan mahasiswa dan juga dosen termasuk perwakilan dari PGMI STAINU Temanggung, PGMI UM Magelang, PGMI STAI Al Anwar Rembang, PGMI UIN Walisongo, PGMI IAINU Kebumen dan lainnya. (hg44/Ibda).

Foto bersama Sekda Jateng dan Kepala Kesbangpol Jateng
Semarang, Harianguru.com - Adanya temuan penyalahgunaan narkoba dan pil PCC di Jawa Tengah menjadi perhatian serius Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, bertempat di ruang Cendrawasih Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Dr Sri Puryono Sekda Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa semua Kesbangpol se Jateng harus tanggap isu menjelang tahun politik dan menjelang pergantian tahun 2017 menuju 2018.

Tidak hanya isu-isu sosial politik, namun isu peredaran narkoba juga harus direspon serius karena jaringannya tidaklah main-main.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Badan/Kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017) di ruang Cendrawasih Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.

"Kesbangpol harus tanggap, dan harus bersinergi dengan TNI dan Polri. Nggak boleh Kesbang justru ketinggalan isu. Kita harus punya telik sandi yang tanggap. Belum lagi masalah bencana. Kesbangpol juga harus bisa bekerjasama dengan pihak-pihak terkait," kata Sekda Sri Puryono dalam pembukaan acara tersebut.

Selain itu, kata dia, teman-teman Kesbangpol harus bisa mapping atau memetakan potensi bencana sosial dan bencana alam. Kalau nggak tanggap, nanti akan 'gumunan' dan pasti tertinggal.

"Kemudian masalah ideologi, sangat berbahaya terutama bagi masyarakat yang tingkat agamanya setengah-setengah. Kalau bingung, tanya kiai atau MUI lah minta fatwa," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Drs Ahmad Rofai MSi dalam sambutannya menjelaskan pihaknya sebagai tangan panjang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan tugasnya. Terbukti dengan terlaksananya rapat tersebut sekaligus pemberian spanduk kewaspadaan bencana sosial berupa himbauan untuk menjauhi narkoba dan Pil PCC.

"Seperti tahun sebelumnya, ada intensitas dari aktivitas masyarakat di Jawa Tengah di akhir tahun. Seperti perayaan Natal dan Tahun Baru. Maka ini harus kita antisipasi dengan tepat dan cermat agar teratasi. Akhir tahun lalu, ada penangkapan teroris, lalu penolakan pabrik semen, pelarangan cantrang, dan Aksi Bela Islam dan beberapa waktu lalu yaitu penolakan Reuni 212. Sekarang muncul baru ini, aksi tolak transportasi online termasuk penggrebekan gudang terlarang," jelasnya.

Khusus tahun ini, kata dia, persiapan menjelang Pilgub dan Pilkada serentak 2018, maka kita melakukan sosialisasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak.

"Eskalasi isu dan kerawanan ini akan meningkat menjelang Pilgub dan Pilkada serentak 2018. Inilah dasar dari rapat koordinasi dan mendesak untuk dilaksanakan dengan harapan Kesbangpol Jateng dan Pilkada serentak agar aman, sejuk, dan tertib," beber dia.

Selanjutnya kewaspadaan di daerah, kata dia, harus ditingkatkan dalam menghadapi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang khususnya Pil PCC.

"Kalau narkoba dan Pil PCC, ini wilayahnya BNN dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah. Kita sebagai tangan panjang Pemrov Jateng memaksimalkan peran sosialisasi dan deteksi dini lewat bekerjasama dengan berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, ormas dan lainnya," bebernya.

Hadir dalam kegiatan itu, Kompol Muhammad Imrom perwakilan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kepala Badan/Kantor Kesbangpol se Jawa Tengah, Kepala Bidang dan Sekretaris di lingkup Badan Kesbangpol Jawa Tengah dan tamu undangan. (hg33/hms).

Sekda Jateng Sri Puryono (tengah) usai membuka rakor
Semarang, Harianguru.com - Menjelang tahun politik 2018 di Jawa Tengah, Sekda Provinsi Jateng Dr Sri Puryono menegaskan siap memecat ASN yang tidak netral dan ikut politik praktis.

"Masalah politik praktis ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK memang harus sesuai ketetapan. Pokoknya PNS tidak boleh terlibat politik praktis. Kalau ada PNS yang terlibat politik praktis nanti kita tindak sesuai tingkat pelanggarannya. Ada yang ringan, sanksi sedang dan berat bahkan dipecat. Ada yang dicopot jabaan dan diberhentikan secara tidak hormat. Kami siap melakukan itu agar ada efek jera. Kalau nggak begitu nanti memang repot," beber usai membuka Rapat Koordinasi Badan/Kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017) di ruang Cendrawasih Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.

Ia juga menegaskan, secara personal netral dan lebih baik diam. Apalagi, ia mengaku sebagai Ketua Asosiasi Sekda se Indonesia yang harus bisa memberikam contoh.

"Pilkada serentak di Jateng 2018, dan Pilgub Jateng 2018 ini kan Juni 2018. Kita sudah penuhi kewajiban kita di KPU, Bawaslu sampai TPS. Untuk keamanan, sudah kita siapkan untuk mencegah kerawanan. Jadi KPU sudah bekerjasama dengan TNI, Polri, MUI, tokoh agama dan masyarakat, FKUB. Mereka sudah beberapa kali ketemu rapat untuk menghalau juga berita-berita hoax," beber dia.

Bentuknya, menurut Sri Puryono tidak hanya himbauan melainkan sudah ada surat keputusan resmi dan ditetapkan sah sesuai undang-undang. "Ya karena ini Kesbang, tugas membantu dan sudah ada desk pilkada. Wong namanya Kesbang kok. Kalau di Provinsi Jateng itu Ketua Desk Pilkada saya. Kalau di kabupaten/kota ya Sekda di masing-masing," tegas dia.

Sekda Sri Puryono menegaskan bahwa kesiapan hampir seratus persen. "Pilkada kita sudah siap kok. Tinggal proses saja dan sesuai tahapan-tahapannya," beber dia.

Pada 12 Februari 2018 nanti sudah penetapan, kata dia, terus tinggal pencoblosan, penghitungan, dan penetapan bupati/walikota dan gubernur terpilih.

Sementara itu, Drs Ahmad Rofai MSi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng telah melakukan sosialisasi dengan melaksanakan kegiatan itu. Tujuannya agar memiliki kesamaan visi untuk mengamankan Pilgub dan Pilkada Serentak 2018.

Selain itu, pihaknya juga memberikan 35 spanduk larangan menggunakan narkoba dan Pil PCC kepada semua Kesbangpol.  "Tadi memang simbolis kepada Kesbangpol yang kotanya melaksanakan Pilkada. Tapi nanti kita berikan ke 35 Kesbangpol," katanya. (hg33/hi).

Suasana diklat
Semarang, Harianguru.com - Bertempat di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Provinsi Jawa Tengah, dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda mengajak puluhan PNS Kesbangpol itu melek literasi media digital. 

Menurut dia, kitab Alquran adalah kitab literasi karena perintah Tuhan pertama kali kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca.

"Perintah Tuhan pertama kali tidak lah bekerja, nikah, salat, apalagi korupsi, tapi iqra', bacalah, dan dengan kalam, ini jelas-jelas adalah perintah literasi, bukan menyuruh salat, makan, nikah apalagi korupsi," kata Ibda yang juga pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jateng di hadapan puluhan peserta yang didominasi abdi negara (PNS) dalam kegiatan 'Pendidikan dan Pelatihan Literasi Media dan Jurnalisme Umum' dalam rangka menajamkan PPID di Badan Kesbangpol Provinsi Jateng yang digelar pada Rabu-Kamis, 6-7 Desember 2017.

Jadi, katanya, Alquran merupakan kitab literasi sebagai penyempurna kitab sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. "Di Alquran, perintah membaca ada 89 kali dan menulis 303 kali. Maka sesuai pilar literasi yaitu baca, tulis dan arsip, puncak dari literasi adalah tulisan karena ia akan abadi," ungkap penulis buku 'Sing Pening NUlis Terus' itu.


Kegiatan itu terlaksana selama dua hari, Rabu (7/12/2017) sampai Kamis (8/12/2017). Dalam training itu, untuk Rabu, 6 Desember 2017, pemateri Handoko Agung Saputra S.Sos Komisioner KIP Provinsi Jawa Tengah, Didit Suryo Timlo.net, Setyo Puji Bengawan Institute, dan Hamidulloh Ibda dosen STAINU Temanggung dan pengurus Bidang Literasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng.


Sedangkan hari kedua, Kamis 7 Desember 2017 diisi Daryono jurnalis Tribun Solo dan Sekretaris AJI Solo, Hamidullah Ibda pebgurus SMSI Jateng, Muhammad Dimas Saputro Programmer UDINUS dan Aldian pegiat media Bengawan Institute.

Dijelaskan Ibda, tradisi literasi menjadi solusi atas kondisi SDM dan bisa mendorong akselerasi kualitas literat dan memberantas buta aksara, buta informasi dan buta media di negeri ini. Sebab, menurut dia, perkembangan zaman begitu pesat dan hanya orang yang menguasai media digital yang akan berkuasa.


"Tantangan kita, terutama abdi negera di Badan Kesbangpol asalah banjir informasi, serangan hate speech, hoax dan fake news. Ada sekitar 800 ribu situs penyebar hoax sampai akhir 2016. Lalu kita adalah jam'iyah medsosiyah, pengguna aktif gawai tapi masih nggak paham cara menyeleksi, mengakses dengan bijak dan mampu membedakan mana berita orisinil, dan mana berita palsu," jelasnya.


Litesi media digital, menurut dia adalah bukan sekadar mengetahui jenis media daring, siber atau online dan membedakannya dengan medsos. "Namun mampu memetakan, mana media pers, blog dan mana website milik lembaga atau pemerintah. Sebab, tidak semua situs itu bisa kita konsumsi," ujar dia.



Kalau sesuai regulasi, katanya, ya minimal media siber itu sudah dapat izin SK Kemenkum HAM, berbadan hukum, mendapat SIUP, TDP, ada surat domisili. "Lalu, mereka juga harus punya kantor, wartawan di lapangan, berita bukan copy paste. Juga harus punya susunan redaksi, kontak dan profil, jurnalisnya sudah lolos Uji Kompetensi Wartawan, dan terhimpun dalam organisasi pers seperti PWI, AJI, AWPI, IWO dan yang lain," kata dia.



Selain itu, katanya, media siber yang laik konsumsi juga harus ramah, beritanya tidak hoax, fake dan tidak menjadi pabrik hate speech dan perusak isu SARA. "Minimal media digital yang kita konsumsi memenuhi prinsip dan menerapkan peran dan fungsi pers sendiri. Ya menginformasikan, edukasi, kontrol, hiburan dan menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat," ujar dia.



Apa cukup itu?, kata dia, tentu tidak. "Media digital yang kita konsumsi juga harus bisa menerapkan 9 ayat atau prinsip bahkan 10 prinsip jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. "Sejak tahun 2001, lewat buku 'The Elements of Journalism', Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengajarkan kita untuk melakukan 9 ayat jurnalisme agar media dan berita itu benar-benar mencerahkan," beber dia.



Demikian lah kira-kira unsur literasi media digital, katanya, tapi itu semua harus diimbangi dengan dua cara berpikir. "Pertama adalah cara berpikir wartawan. Bisa dilakukan dengan wawancara, klarifikasi atau tabayun. Wartawan bisa mendasarkan kebenaran hanya sebatas wawancara dan klarifikasi. Tapi apa cukup itu? Tentu harus dilengkapi yang kedua, yaitu cara berpikir ilmuwan. Jadi untuk mendapatkan kebenaran, harus ilmiah, logis, sistematis, metodologis, empiris dan juga minimal melalui tiga tahap filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi," beber dia.



Dalam implementasi literasi media, kata dia, minimal kita harus melakukan beberapa hal teknis. "Mulai dari pasang kuda-kuda, melawan berita hoax, fake, fitnah, menguasai berita, mengolah berita menjadi positif, arif dan aktif di medsos, berdakwah melalui medsos dan kembali pada Alquran/kitab suci lain sebagai kitab literasi," beber dia.

Penulis buku Stop Pacaran Ayo Nikah ini berharap, ke depan literasi tidak hanya menjadi bahan diskusi melainkan semua hal bisa dijadikan wahana literasi, karena hakikat literasi adalah upaya untuk mendapatkan pengetahuan, membaca, menulis dan mengetahui sumber informasi dan ilmu.

Ia juga mengajak semua peserta minimal gerakan literasi media digital dimulai dari diri sendiri. "Literasi bukan segalanya, namun segalanya bisa berawal dari sana," tegas dia. (red-hg33/mds).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget