Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Lewat Merger Sekolah

Oleh Ika Silfiana A.Kh, S.Pd., M. Pd
Penulis adalah Dosen Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Semarang

Di Indonesia, penggabungan sekolah bukanlah fenomena baru. Contohnya, pada tahun 2010 sebanyak 30 sekolah dasar (SD) negeri di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Semarang Barat digabung menjadi 13 sekolah. Penggabungan itu memperkecil jumlah SD di Semarang Barat.

Kalau awalnya terdapat 46 SD, dengan regrouping kini menjadi 29 SD. Adapun syarat merger menurut  ketentuan dalam undang-undang nomor 17 tahun 2010, sekolah  dapat dimerjer bila sudah tidak memenuhi syarat untuk tetap berdiri sendiri. Misalnya, tidak  memiliki ruang, seperti ruang kelas, guru, dan usaha kesehatan sekolah (UKS).

Selain itu, mengacu pada PP No. 78 Tahun 2010 disebutkan bahwa dalam 1 rombel harus terdapat minimal 20 siswa, atau 120 siswa tiap sekolah. Demi meningkatkan efisiensi manajemen, beberapa sekolah terpaksa harus di-merger  dengan sekolah yang lain. SD yang dilihat memiliki aset potensial, baik dari segi sumberdaya manusia (SDM) maupun non SDM, sudah seharusnya dipertahankan. Sementara sebaliknya, SD yang minim aset, pihak sekolah yang bersangkutan seharusnya menerima alternatif untuk dimerger.

Tingkatkan Kualitas
Merger sekolah memang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sekolah. Sehingga orangtua yang ingin memasukkan putra-putrinya ke sekolah, merasa yakin akan pelayanan yang diberikan oleh sekolah. Dengan merger sekolah, juga meminimalisir rebutan siswa yang biasa terjadi saat penerimaan peserta didik baru.

Setidaknya dengan merger membuat sekolah yang tadinya memiliki luas terbatas sehingga tidak bisa berkembang terutama dalam hal pembangunan, bisa semakin maju. Bahkan, ada satu lokasi yang memiliki empat gedung sekolah. Saat penerimaan peserta didik baru, ini kerap kali menyebabkan rebutan siswa. Selain itu, penumpukan siswa di sekolah-sekolah juga masih dijumpai dibeberapa sekolah. Bahkan masih terdapat SD yang menerapkan sistem belajar masuk pagi dan masuk siang.

Distribusi sekolah-sekolah gemuk ini seharusnya disebar ke sekolah yang sepi. Penggabungan sekolah atau regrouping berarti mengalami suatu perubahan dalam hal fisik dan non fisik agar bisa dipertahankan. Salah satu sasaran manajemen perubahan adalah mengupayakan agar proses transformasi tersebut itu berlangsung dalam waktu yang relatif cepat dengan kesulitan-kesulitan seminimal mungkin.

Konsep dasar penggabungan sekolah (regrouping) yang dikeluarkan oleh menteri dalam negeri tentang pedoman pelaksanaan penggabungan sekolah (regrouping) sekolah dasar (SD) yaitu: (1) Penggabungan (regrouping) SD adalah usaha penyatuan dua unit SD atau lebih menjadi satu kelembagaan (institusi) SD dan diselenggarakan dalam satu pengelolaan; (2) Lingkup penggabungan SD meliputi SD yang terdapat antar desa/kelurahan yang sama dan atau di desa/kelurahan yang berbatasan dan atau antar kecamatan yang berbatasan; (3) Sekolah Dasar kemudian disingkat dengan SD adalah bentuk satuan pendidikan dasar milik pemerintah yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun; (4) SD inti adalah SD yang terpilih antara beberapa SD dalam satu gugus sekolah yang berfungsi sebagai pusat pengembangan di dalam gugus SD tersebut; (5) SD imbas adalah anggota satu gugus sekolah yang menjadi binaan SD inti; (6) SD kecil adalah SD di daerah terpencil yang belum memenuhi syarat pembakuan. Pada kenyataannya, untuk merger memang tidak mudah karena ada prosedurnya.

Proses merger yang tidaklah mudah ini, karena menyangkut administrasi, manajemen, inventaris sampai mutasi. Terkait administrasi sendiri yang harus diusulkan ke pusat meliputi NIS (Nomor Induk Siswa) baru, NISN (Nomor Induk Sekolah Nasional), dan NPSN (Nomor Pokok Siswa Nasional). Demikian pula dalam hal manajemen, apakah terjadi kurang guru, atau malah lebih. Oleh karena itu, keberanian pemerintah untuk mengambil kebijakan sangat diharapkan. (*)


Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget