Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tingkatkan Mutu SD/MI dan SMP/MTs, USAID Prioritas Latih 15 Fasilitator

Peserta mencontohkan pembelajran Literasi SD - membaca keras dengan buku besar(read loud).
Yogyakarta, Harianguru.com -  Badan Pembangunan Internasional Amerika melalui program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (PRIORITAS) melatih fasilitator dari 15 kabupaten mitra di Jawa Tengah konsep dasar dalam pembelajaran SD/MI dan SMP/MTs yang selama ini sering terjadi miskonsepsi, sulit untuk mengajarkan, dan kesulitan mengemas dalam pembelajaran aktif.

USAID PRIORITAS memfokuskan pada 3 mata pelajaran (Mapel). Yaitu literasi/bahasa Indonesia, matematika, dan IPA. Miskonsepsi sering terjadi dalam pembelajaran matematika, sedangkan sulit mengajar kebanyakan teks berbasis fakta dan fiksi secara aktif dan keterbatasan penguasaan guru dalam mengajarkan ‘membaca permulaan’  pada Mapel Literasi/Bahasa Indonesia.

Kesulitan mengajar secara aktif difokuskan pada Mapel IPA. Hal ini didasarkan kondisi umum bahwa banyak guru berlatar belakang  Fisika, Biologi, atau Kimia saja. Padahal dalam topik ada ketiganya. Materi tersebut juga sering dijumpai dalam kehidupan namun kenyataannya siswa sering sulit memahami.

“Fokus materi di pelatihan ini, kami susun bersama-sama dengan dosen dari Universitas/LPTK mitra. Di desain secara mudah dengan  menguatkan konsep-konsep mata pelajaran secara benar dan solutif. Materi kita kembangkan melengkapi modul 1,2 dan 3 sebelumnya tentang metodologi dalam mengajar,” kata Wakil Direktur USAID PRIORITAS Feiny Sentosa dalam pelatihan modul 4 dan pendampingan USAID PRIORITAS di hotel Jogjakarta Plaza (24/2).

Modul IV ini melengkapi tiga modul sebelumnya yang sudah dilatihkan kepada lebih dari 30.000 SD/MI dan SMP/MTs, yaitu modul 1 PAKEM/pembelajaran kontekstual, modul 2 pendekatan saintifik, dan modul 3 keterampilan informasi.

Selama 4 hari, sejumlah 60 peserta melakukan curah pendapat/ pengalaman terkait materi/implementasi  dan urun pengalaman miskonsepsi siswa. Kemudian melakukan identikasi, analisis penyebab, merumuskan solusi miskonsepsi dan pengamatan (video)/percobaan.  Selanjutnya, peserta dipandu fasilitator dari Universitas melakukan pemantapan/pengayaan konsep serta kegiatan terakhir merancang skenario lembar kerja/diskusi implementasi dan pelaporan.

“Setelah pelatihan, tugas utama peserta yang telah dilatih adalah melatih kembali di kabupaten mereka berasal dan menyebarkan kepada yang membutuhkan,” kata Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Jawa Tengah Dr Nurkolis MM.

Spesialis Pelatihan SD/MI USAID PRIORITAS Jateng R Ahmad Sarjita menjelaskan salah satu materi yang diajarkan adalah tentang miskonsepsi saat mengukur segitiga. Selama ini, ‘garis tinggi’ segitiga selalu digambarkan tegak. Garis tinggi didefinisikan sebagai garis yang ditarik dari titik sudut secara tegak lurus terhadap alas, dan alas selalu dianggap berada di bagian bawah segitiga dan horisontal. Akibatnya, siswa mengalami kesalahan dalam menentukan garis tinggi segitiga yang miring.

Padahal, alas itu lebih tepat digambarkan sebagai ‘sisi’ di hadapan titik sudut tersebut atau perpanjangan sisi tersebut dalam hal segitiga tumpul. Maka, garis tinggi segitiga tepatnya didefinisikan sebagai garis yang ditarik dari titik sudut tegak lurus terhadap sisi di hadapannya atau terhadap perpanjangan sisi tersebut.

Hari ke tiga dan ke empat peserta menerapkan metode pendampingan dengan mengamati pembelajaran di SDN Giwangan Yogyakarta dan SMP Negeri 1 Yogyakarta.(Red-HG99/Hms).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget