Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Mei 2017

Jakarta, Harianguru.com - Setelah berjalan selama lima tahun (2012-2017), Program USAID PRIORITAS yang didanai USAID dengan nilai $88.2 juta untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia, kegiatannya di daerah resmi berakhir. Program USAID PRIORITAS, diluncurkan pada 3 Oktober 2012 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Duta Besar Amerika. Pada bulan Mei 2017, semua kegiatan program USAID PRIORITAS di sembilan provinsi (Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat), 93 kabupaten/kota, serta 48 lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK), resmi berakhir. Program ini telah melatih 232.600 tenaga pendidik dan kependidikan, dan bermanfaat bagi lebih dari 34.700 sekolah dan 8,9 juta siswa di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada USAID yang telah membantu meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Praktik-praktik yang baik dalam pembelajaran, manajemen, dan budaya baca di sekolah-sekolah mitra harus terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” kata Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menegah Kemdikbud, pada acara diskusi akhir hasil evaluasi program USAID PRIORITAS, di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Hamid, perubahan utama yang dilihatnya adalah pada kreativitas siswa. Anak-anak dari sekolah dan madrasah mitra USAID PRIORITAS berani tampil mempresentasikan apa yang dipelajarinya di kelas. Dia juga terkesan dengan program penataan guru yang dikerjakan bersama dengan kabupaten/kota. “Banyak pemerintah daerah mitra USAID PRIORITAS juga telah menganggarkan APBD yang dimasukkan dalam Renstra dan Renja untuk melanjutkan pelatihan yang sudah dirintis program ini,” tambahnya.

Sementara Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, menyebut USAID PRIORITAS telah membawa perubahan yang fundamental dalam pembelajaran aktif, manajemen, dan budaya baca di madrasah, termasuk dalam merintis reformasi LPTK. “Komitmen kami adalah bagaimana program yang sudah baik ini, yang menjadi best practice di beberapa madrasah untuk kita kembangkan ke madrasah-madrasah dan LPTK lainnya. Reformasi LPTK juga sudah kita mulai khususnya di Fakultas Tarbiyah,” tukasnya.

Perwakilan dari Kemristekdikti, Hendra Suryanto mengatakan program USAID PRIORITAS telah menyiapkan sekolah lab yang dipakai oleh LPTK untuk praktik guru pra jabatan dengan lebih baik. “Program di LPTK mitra dapat menjadi contoh yang baik untuk diterapkan LPTK lainnya,” katanya. Selama ini USAID PRIORITAS bekerja sama dengan LPTK untuk melatih para dosen dalam meningkatkan kualitas perkuliahan,workshop pendidikan profesi guru (PPG), program praktik lapangan (PPL), dan memfasilitasi kolaborasi dosen dan guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas.

Pada acara diskusi tersebut, Kemendikbud, Kemenag, dan Kemenristekdikti mendorong modul-modul pelatihan, video-video pembelajaran dan pelatihan USAID PRIORITAS dapat terus dimanfaatkan oleh para guru, kepala sekolah, dan dosen dalam meningkatkan kualitas kemampuannya dalam mengajar. Modul dan video tersebut selama ini digunakan para fasilitator untuk melatih guru, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, dan dosen. Isinya terkait dengan pembelajaran aktif dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, IPA, IPS, matematika, literasi kelas awal dan bahasa Inggris, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca, yang dapat diunduh melalui tautan berikut: http://prioritaspendidikan.org/id/media/view/file/cat/paket-pelatihan

Tautan ini juga memuat buku-buku praktik yang baik dalam pembelajaran, manajemen sekolah, budaya baca, perkuliahan di LPTK, dan tata kelola guru, yang ditulis oleh para guru, kepala sekolah, pengawas, staf pemkab/kota, dan dosen setelah menerapkan program yang didapatkan dari USAID PRIORITAS.

Kegiatan diskusi hasil evaluasi akhir program USAID PRIORITAS tersebut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kemdikbud, Kemenag, dan Kemristekdikti, serta perwakilan lembaga donor, seperti USAID, World Bank, dan Unicef. (Red-HG99/Hms).

Semarang, Harianguru.com - Alumni Madrasah Aliyah Manahijul Huda (MAHIDA) Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Khoirul Anwar Afa, menulis dua buku sekaligus yang diterbitkan Formaci Press Semarang.

Kedua buku tersebut sudah mendapat Internasional Standart Book Number (ISBN), Katalog Dalam Terbitan (KDT) dan barcode dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI pada pertengah April 2017 lalu.

Pria asal Cepoko, Ngagel, Dukuhseti itu menulis buku bertajuk "Makna Hati, Pendekatan Tafsir Sufi" dan "Potret Pendidikan Indonesia" yang dilaunching pada peringatan Hari Buku Internasional pada 23 Apri 2017 lalu.

Anwar, sapaannya, merupakan salah satu dari beberapa pemuda asal Dukuhseti yang berhasil menitihkan karyanya dalam sebuah buku. "Alhamdulillah, sebelum wisuda S2 saya bisa menerbitkan buku," beber pria yang kini belajar di program S2 IIQ Jakarta tersebut, Kamis (1/6/2017).

Ia menandaskan, bahwa sebenarnya banyak pemuda Dukuhseti sukses di bidanganya. "Ya tidak harus bisa menulis buku, yang penting bisa berkarya dan produktif di bidangnya," ujar pria yang hafal 30 juz Alquran itu.

Untuk buku pertama, ia menjelaskan berisi beberapa makna hati dalam pendekatan para sufi. "Para sufi memang memiliki tafsir sendiri tentang qalb, nah dalam buku saya itu mencoba menggali lebih dalam tentang apa sih sebenarnya qalb itu dalam kacamata sufi," tuturnya.


Sementara itu, buku kedua menurut dia menjelaskan kondisi pendidikan di Indonesia yang masih sengkarut, belum berjalan sesuai harapan, baik yang di bawah Kemendikbud maupun Kemenristek Dikti. "Ya buku kedua ini memang lebih banyak pada kritik dan mencoba mengajak pembaca untuk sadar akan pentingnya pembenahan di  berbagai sektor pendidikan," ujar Anwar yang saat ini bermukim di Pamulang, Tangsel tersebut.

Ia mengatakan bahwa menulis buku tidak harus seorang tokoh nasional, profesor atau pun doktor. "Ya kalau ide kita menarik dan lolos seleksi penerbit pasti bisa kok untuk menerbitkan buku," beber dia.

Dian Marta Wijayanti Direktur Formaci Press menyambut baik karya pria asal Dukuhseti, Pati itu. "Saya juga seorang guru, nah buku yang kedua itu membuat sadar bahwa banyak belang bonteng pendidikan kita yang perlu pembenahan," beber mantan Asesor EGRA USAID Prioritas itu.

Dian juga membeberkan bahwa untuk menulis buku sekarang sangat mudah karena hampir semua kota atau kabupaten ada penerbit buku. Bisa buku ilmiah, pemikiran, diktat, buku pelajaran, buku novel atau cerpen dan antologi puisi. "Yang penting menulis itu butuh keberanian, kan Pramoedya Ananta Toer juga berperan bahwa menulis saja, itu bagian dari keberanian hidup," tukas penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner itu.

Selain Anwar, banyak penulis muda asal Pati yang sudah produktif menulis. Seperti Munawir Aziz, Amirul Ulum, Hamidulloh Ibda, M. Nafiul Haris, Lismanto dan lainnya. (Red-HG99/Hms).

Semarang, Harianguru.com – Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah 1 (Rakerwil) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kegiatan itu akan diawalai ziarah wali yang dikemas dengan Konvoi Tawasul. Rakerwil itu insyaallah diselenggarakan pada 24 - 25 Mei 2017 ini melibatkan 400 kader militan IPNU -IPPNU yang berasal dari 36 cabang kabupaten dan kota se Jateng.

Selain merencanakan program kerja tiga tahun ke depan, Rakerwil yang diselenggarakan di Kudus juga diharapakan menjadi langkah awal yang berkah untuk pengawalan pelajar Jateng. Karena itu sebelum opening ceremony dilaksanakan, Panitia menjadwalkan Konvoi Tawasul (sowan wali) di komplek makam menara.

"Konvoi tawasul (Sowan wali) ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar pelajar NU Jateng dalam menjaga tradisi NU, selain itu sebagai santri, IPNU IPPNU senantiasa Ngalap berkah para wali  seperti  Syeh Ja'far Shodiq ( Sunan Kudus) dan KHR. Asnawi (Pendiri NU)", Kata Abu Hasan Selaku kordinator acara dalam rillis yang diterima Koransemarang.com, Jumat (19/5/2017).

Kecemasan IPNU dan IPPNU Jateng terhadap perkembangan pelajar dewasa ini, mulai dari pergaulan, pendidikan hingga rasa Nasionalisme menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Rakerwil di Kudus.

Sementara itu, rekan Ferial Farkhan Selaku Ketua PW IPNU Jateng mengatakan Rakerwil 1 yang diselenggarakan di Kudus ini harapannya bisa menelurkan program kerja yang  menjadi wadah kreativitas sebagai bentuk  pengawalan pelajar di Jateng.

“Juga PC IPNU IPPNU Kudus yang selama ini dianggap mapan secara orgabisasi dan kaderisasi bisa menjadi motivasi untuk cabang cabang lain dalam ber IPNU dan IPPNU-nya," paparnya.


SMA dan SMP NU Al - Ma'ruf terpilih menjadi tempat pelaksana rakerwil yang insyaallah akan dihadiri oleh beberapa tokoh NU Jateng, seperti KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah NU Jateng) Drs. H Abu Hapsin Umar, MA, P.hD ( Ketua Tanfidziyah NU Jateng) dan para kyai Mashur Kudus KH. Ulil Albab Arwani (Rois Syuriah PCNU Kudus), KH. Ma'shum AK(Syuriah PC NU Kudus, Drs. H Abdul Hadi M. Pd (Ketua Tanfidziyah PC NU Kudus).  (Red-HG99/HI).

Stuart Weston, Kepala BP3MK Dinas Pendidikan provinsi sedang asyik 
UNGARAN, Harianguru.com -  USAID PRIORITAS Jawa Tengah dinilai berhasil dalam menyebarkan praktik yang baik di Jawa Tengah. Keberhasilan ini dilihat dari banyaknya praktik baik yang telah diadopsi dan diadaptasi serta berkembang di sekolah dan lembaga mitra serta non mitra dampingan USAID PRIORITAS.

"Dalam 3 tahun terakhir, dari 167 sekolah mitra di 7 kabupaten mitra, baik SD/MI dan SMP/MTs berkembang menjadi lebih dari 7.490 lembaga yang mengadaptasi dan mengadopsi modul pelatihan dari PRIORITAS serta melatih 54.440 orang. Mereka menggunakan dana mandiri atau APBD/BOS untuk mendiseminasikan program dengan pola sharing dengan USAID PRIORITAS. Tercatat lebih Dari 21 milyar dana gabungan dari USAID PRIORITAS dan Mitra. Di 15 Kab Mitra Jateng, hanya kurang sekitar 20%sekolah yang belum mendapatkan pelatihan dari program, " kata direktur USAID PRIORITAS Stuart Weston di acara Penutupan Program USAID PRIORITAS Jawa Tengah di Ungaran, Selasa (9/5).

Stuart menjelaskan bahwa sekolah-madrasah yang telah dilatih mengalami perubahan signifikan. Sekolah madrasah  telah menggunakan  pembelajaran aktif dan kontekstual, manajemen sekolah mereka telah berbasis pada transparansi, akuntabel, dan partisipatif, partisipasi orangtua dalam mendukung sekolah tidak hanya secara fisik dan tapi non fisik secara penuh dan konsisten, dan budaya baca serta literasi telah berkembang dengan optimal.

"Selama di dampingi dari tahun 2012, budaya baca sekolah meningkat dari 34 persen menjadi 100 persen. Siswa juga terlihat aktif dalam pembelajaran, guru juga telah meninggalkan pembelajaran kontekstual. Bahkan tadi di sebutkan di Sumowono ada siswa bernama Risma Setyani yang mampu membaca 100 judul buku dalam 5 bulan. Ini dibuktikan dengan resume dari buku kendali baca.  Banyak anak di sekolah mitra yang telah mampu melakukan hal tersebut," terang Stuart membacakan basil monitoring  program di Jawa Tengah.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho memberikan apresiasi pada program USAID PRIORITAS. Selama didampingi banyak program yang telah dikembangkan. Contohnya di Dinas dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan, program penataan dan pemerataan guru, literasi yang sudah ada produk hukumnya dan di sekolah mitra dan terdampak. Dampaknya juga terlihat dari iklim Pendidikan di Semarang yang lebih kondusif selama di dampingi.

"Dampak-dampak yang baik dari Program jangan sampai berhenti. Dinas pendidikan dan lembaga yang telah mendapatkan pelatihan harus bekerja lebih keras agar apa yang telah dicapai bisa dipertahankan dan dikembangkan lebih baik lagi," dukung Wabup.

Selain itu, Kepala BP3MK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sulistyo menyampaikan dukungannya terhadap program. Beliau menyampaikan empat hal titipan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. Pertama, sekolah yang dilatih pasti memiliki keunggulan daripada sekolah lain. Apalagi program dibangun berdasarkan gugus dan kelompok kerja. Keunggulan-keunggulan yang baik ini harus disebarluaskan pada sekolah lain. Kedua, Inovasi dan kreativitas mengemas pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual sudah terbentuk. Karena itu, perlu dibuat inovasi untuk menghilangkan image khususnya pada pembelajaran yang jadi momok dan menakutkan.

"Ke tiga, partisipasi dan kepercayaan masyarakat yang sudah tinggi harus terus digali untuk lebih mengembangkan sekolah basik fisik maupun nonfisik agar lebih berkualitas. Dan terakhir jadilah sekolah yang efektif dalam pengelolaannya. Dengan pola manajemen berbasis sekolah dari USAID PRIORITAS yang sudah didapatkan hal ini akan mudah dilakukan," pesan Kadinas melalui Sulistyo.

Program USAID PRIORITAS merupakan program 5 tahun kerjasama pemerintah Amerika dan Indonesia. Di Jawa Tengah mitra dari USAID PRIORITAS meliputi 15 kabupaten yaitu Semarang, Sragen, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Boyolali, Purworejo, Batang, Pekalongan, Kudus, Demak, Jepara, Blora, Karanganyar, dan Grobogan. Fokus program pada peningkatan akses dan relevansi pendidikan khususnya pada peningkatan pembelajaran, manajemen sekolah dan daerah serta koordinasi antar institusi pendidikan.

USAID PRIORITAS juga berfokus pada pengembangan budaya baca dan literasi. USAID PRIORITAS di Jawa Tengah telah memberikan suplemen buku untuk pengembangan budaya baca sejumlah 25.350 buku untuk 113 sekolah mitra SD/MI, 56 sekolah SMP/MTs, dan 30 sekolah mitra LPTK. Masing-masing sekolah menerima 150 eksemplar. Pada tahun 2016, USAID PRIORITAS kembali menghibahkan 1.395.000 buku bacaan berjenjang kepada 2.325 sekolah dengan perincian 2.182 sekolah non mitra di 15 kabupaten, 113 sekolah mitra,dan 30 sekolah mitra LPTK. Tujuan utama hibah buku beserta pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas. (Red-HG99/Hms).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget