Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Juni 2017

Suasana dialog lintas agama, Kamis (22/6/2017).
Pati, Harianguru.com - Pemuda Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, berkomitmen menjaga persatuan dan kebhinekaan di wilayah Pati khususnya Dukuhseti. Hal itu terungkap dalam Dialog Lintas Agama, Kidung Damai Dukuhseti dan Buka Bersama yang digelar Pemuda Dukuheti, Pati, Kamis (22/6/2017).


Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dilanjutkan perform lagu rohani dari perwakilan Gereja Dukuhseti, Pati.

Kegiatan yang mengusung tema Mempertahankan Persatuan dan Kebhinekaan Dukuhseti Sampai Mati itu dihadiri pembicara Khoirul Anwar Afa Alhafiz pemuda Ngagel dan pendiri Kampung Hafiz, Hamidulloh Ibda pemuda Dukuseti dan Direktur Utama Forum Muda Cendekia (Formaci) dan Pdt. Teguh Sayoga, M.Pd.K Kepala SMA 3 BOPKRI Pati, pengurus FKUB dan Wakil Ketua Pengurus Gereja Kabupaten Pati dan dinoderatori M. Faiq alumnus Pascasarjana Hyderabat Central University India.

Dalam sambutannya, Khoirul Anwar Afa, Ketua Pemuda Dukuhseti mengatakan kegiatan Dialog Lintas Agama tersebut merupakan kegiatan pertama kali di wilayah Dukuhseti. "Ini merupakan kegiatan pertama kali dan semoga adik-adik SMA dan MA bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini," ujar dia.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PAC GP Ansor Dukuhseti Ali Sudiyono, perwakilan Banser Dukuhseti Jumadi, LPS Cendekia MA. Manahijul Huda, Osis MA. Yataba, perwakilan pemuda Dukuhseti.com Khusnul Aufa dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Ali Sudiyono Ketua PAC GP Ansor mengatakan dalam sambutannya, bahwa kegiatan itu menjadi representasi doktrin NKRI Harga Mati.

"Ini adalah momen yang bagus dan tepat. Karena Saya lihat, anak-anak hafal Pancasila, wong cuma lima saja. Tapi dalam implementasi sehari-hari, sering diingkari.
Apalagi ada hoax dan berita pemojokan. Maka Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Dukuhseti termasuk bagian utara di Pati yang termasuk bagus dalam kebhinekaan. Islam dengan Kristen dan Buda yang rukun dan sangat bagus untuk dilestarikan," beber dia.

Ke depan, kata dia, ini menjadi modal untuk menjaga persatuan dan kebhinekaan.

Dalam dialog, Khoirul Anwar Afa mengatakan bahwa ahlul kitab dalam teori pergerakan ganda tidak dari agama tertentu, namun juga dari berbagai agama. "Ada ahlul kitab yang berbeda, mereka tiap malam selalu beribadah atau kiyamul lail dan membaca kitab-kitab mereka. Mereka juga menganjurkan kemakmuran, kebaikan dan mencegah kemunkaran dan selalu menyegerakan berbuat baik. Teori ini menganjurkan bagi kita untuk melakukan sesuatu sesuai konteks. Kalau internal begini, kalau eksternal itu harus ijtimai'i dan mengutamakan asas sosial," ujar dia.

Kalau kita membaca qowaidud tafsir, kata dia, selain mahir Bahasa Arab, Nahwu, Sorof dan Balaghoh, kita atau para penafsir juga harus punya adabul mufassir atau etika penafsiran. "Jadi agar tidak bias perlu menyemarakkan toleransi, dan mengharmonisasikan agama dalam konteks sosial dan kultural di Dukuhseti ini," ujar pria yang hafal 30 juz Alquran itu.

Di sisi lain, Pdt. Teguh Sayoga menegaskan bahwa Kristen sendiri mengedepankan nilai-nilai humanisme, kejujuran, dan juga solidaritas yang tinggi sebagaimana dalam Islam.

"Gereja kita itu tidak boleh ada ikut campur pemerintah. Tapi bukan berarti antipemerintah. Urusan kejujuran, kita juga bermisi katakan yang jujur dan apa adanya dalam kehidupan. Urusan politik pun, kita tidak boleh berpolitik praktis, meski tiap individu memiliki hak berdemokrasi," tukasnya.

Dalam pemaparannya, Romo Teguh menyeru untuk berbuat jujur, mengutamakan humanisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. “Gereja memiliki AD ART sendiri, namun bukan berarti antipemerintah,” beber dia.

GITJ, kata dia, mengakui dan menghomarti hak hidup agama-agama. “GITJ menghormati semua manusia untuk menentukan keyakinannya masing-masing,” tukas dia.

“Kita juga harus menghormasi satu sama lain, karena tadi juga ada Qori Alquran dan nyanyian geraja di sini,” beber dia.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda berharap pada pelajar berlaku arif dalam bermedsos, terutama dalam menanggapi isu-isu SARA. "Islam menganjurkan umatnya mengutamakan prinsip ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan wathaniyah. Jadi, beragama apa saja harus dihormati, bukan dibenci," beber dia.


Usai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan buka bersama. (Red-HG99)

Lowongan dosen Universitas Widya Dharma Klaten Terbaru 2017 ini terbuka lebar untuk Anda semua.

Universitas Widya Dharma Klaten ini membuka kesempatan dosen untuk tahun 2017-2018 dengan rincian;

Kualifikasi Akademik
1.S1-S2 Fisioterapi
2.S1 Fisioterapi dan S2 Magister Kesehatan
3. S1 Kesehatan (umum) dan S2 Fisioterasi

Rencananya, mereka akan ditempatkan di PRODI FISIOTERAPI.

Penerimaan berkas paling lambat 1 JULI 2017 (cap pos) dan diterima paling lambat 3 Juli 2017.

Informasi selanjutnya, silakan baca di pengumuman di atas.

Lowongan Dosen UNUGIRI Bojonegoro 2017 Terbaru ini terbuka lebar untuk semua kalangan.

Melalui akun resmi twitter Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sunan Giri atau UNUGIRI Bojonegoro yang dilansir Harianguru.com pada 16 Juni 2017, saat ini membuka lowongan dosen terbaru dengan posisi:

Lulusan S2 Tek.Informatika/Sistem Informasi

Profil UNUGIRI;

VISI
Menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, religius, dan modern dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin menurut akidah ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah untuk membentuk peradaban Islam Nusantara berskala internasional pada tahun 2030

MISI
Membina dan mengembangkan:
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga NU khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Lulusan yang bermutu, bertanggung jawab, berakhlak, dan mandiri di bidang kesehatan, pendidikan, sains, dan teknologi guna menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya guna dan berhasil guna.
Budaya akademik yang kondusif bagi pemberdayaan semua potensi kemanusiaan yang optimal dan terintegrasi secara berkesinambungan.
Kampus sebagai perguruan tinggi yang mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam kinerjanya secara berkesinambungan.
Budaya kewirausahaan dan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai lembaga di dalam maupun di luar negeri dalam melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi sebagai perwujudan dari kebersamaan hidup untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kemitraan dalam rangka pengembangan sumber daya.
Pilar-pilar yang dapat mewujudkan integrasi dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin menurut akidah ahlussunnah wal jama’ah yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama.

TUJUAN
Mendalami dan menyebarluaskan ilmu kesehatan, pendidikan, sains, dan teknologi yang menjadi komponen pokok penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menghasilkan lulusan pada berbagai jenjang dan jenis yang memiliki kemampuan dalam menunjang usaha pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Memfasilitasi dan melaksanakan program pendidikan dalam jabatan (in  service training) untuk jabatan tenaga pendidik dan kependidikan di dalam maupun di luar negeri.
Mengabdikan ilmu dan teknologi untuk kepentingan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Memfasilitasi pelayanan teknologi, manajemen, dan sistem informasi bagi civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro dan masyarakat luas.
Menjalin kemitraan dan kerjasama dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.
Membentuk peradaban Islam di Indonesia melalui integrasi dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin menurut akidah ahlussunnah wal jama’ah yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama.

UNU Sunan Giri Bojonegoro menunggu lamaran Anda, atau silakan cek di twitter dan hubungi nomor telepon kampus tersebut.

Lamaran dikirim ke unugiri.bjn@gmail.com

Silakan datang ke Jl. Jend. Ahmad Yani No.10, Sukorejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62115 dan hubungi telepone: (0353) 887341

Jakarta, Harianguru.com  – Kabar gembira bagi seluruh PNS, TNI, POLRI, penerima pensiun, penerima tunjangan, kepala daerah hingga Menteri. Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) sudah terbit.

“Baru saja, PP direlease Kementerian Sekretariat Negara,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refromasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman yang dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (14/06/2017) seperti dilansir dari laman resmi Kemenpan RB.

Dikatakan, sudah terbit empat PP  yang mengatur tentang pemberian gaji ke-13 dan THR yakni PP No. 23/2017 tentang Perubahan Atas PP No. 19/2016 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan, PP No. 24/2017 tentang Pemberian Penghasilan Ketiga Belas Kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada LNS, PP No. 25/2017 tentang Pemberian THR dalam Tahun Anggaran 2017 Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggora POLRI dan Pejabat Negara, serta PP No. 26/2017 tentang Pemberian THR dalam Tahun Anggaran 2017 Kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada LNS.

THR hanya diberikan untuk aparatur yang masih aktif, seperti PNS, prajurit TNI, anggota POLRI, pejabat negara, pimpinan dan pegawai PNS lingkungan LNS. Sedangkan gaji ke-13 diberikan untuk pegawai yang masih aktif, pensiunan dan veteran. “Jadi pensiunan hanya menerima gaji ke-13 ya,” jelasnya.

Lanjutnya dijelaskan, pembayaran THR dan pensiunan gaji ke-13 dilakukan pada bulan Juni 2017. Sedangkan PNS, prajurit TNI, anggota POLRI, pejabat negara, pimpinan dan pegawai Non PNS di lingkungan LNS menerima gaji ke-13 pada bulan Juli 2017. “Jadi dalam waktu dekat, gaji ke-13 untuk pensiun dan THR segera dibayarkan,” ujarnya.

Gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Sedangkan THR terdiri dari gaji pokok saja sesuai golongan, pangkat, dan ruang.

Ditambahkan, gaji ke-13 dimaksudkan untuk apresiasi pemerintah untuk biaya pendidikan putra-putri aparatur negara. “Sedangkan THR diberikan dengan pertimbangan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara dalam menyambut Hari Raya Keagamaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa setelah terbit PP, Kementerian Keuangan akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)  sebagai aturan pelaksanaan pembayaran THR dan gaji ke-13.

Meski demikian, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono mengimbau kepada para satuan kerja (satker) untuk mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM). Dengan begitu saat aturan keluar, Kemenkeu dapat segera membayarkan. "Kita sudah minta siap-siap, begitu PMK terbit bisa langsung dicairkan," katanya. (Red-HG8).

Ilustrasi
Jakarta, Harianguru.com - Hingga saat ini pemerintah hanya menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan formasi khusus. Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Herman Suryatman menegaskan untuk saat ini pemerintah masih konsisten melakukan moratorium dan penataan PNS. Hanya saja terdapat penerimaan CPNS yang berasal dari formasi khusus yang sesuai dengan program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo.

Herman menjelaskan formasi khusus yang dibuka seperti Guru Garis Depan yang nantinya ditugaskan untuk mengajar di wilayah terluar dan terpencil di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dilakukan mengingat masih banyak daerah di pedalaman yang kurang tersentuh pendidikan. Nantinya guru tersebut diberi jangka waktu untuk menetap di wilayah tersebut hingga beberapa tahun mendatang.

Penerimaan CPNS dari formasi khusus selanjutnya adalah penyuluh pertanian, karena memang tidak dapat dipungkiri keberadaan penyuluh pertanian sangat penting untuk mendorong petani meningkatkan produktivitasnya. Kemudian ada dokter dan bidan PTT Kementerian Kesehatan yang jumlahnya masih dirasa kurang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Hingga saat ini pemerintah tetap konsisten melakukan moratorium, namun terdapat beberapa penerimaan CPNS yang berasal dari formasi khusus. Formasi tersebut bisa dikatakan khusus karena hanya orang yang memiliki keahlian tertentu yang dapat mengisi formasi tersebut, contohnya seperti GGD, dokter dan bidan PTT Kemenkes, lalu penyuluh pertanian," ujarnya, Rabu (14/06/2017) seperti dilansir dari laman resmi Kemenpan RB.

Selanjutnya ia mengatakan formasi khusus lainnya yang dibuka adalah formasi yang ada di lingkup Kementerian Hukum dan HAM seperti penjaga lapas dan imigrasi. Hal tersebut dirasa penting mengingat jumlah warga binaan yang ada setiap lapas cukup banyak namun SDM penjaga lapas terbilang sedikit. Kemudian petugas imigrasi untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang terus meningkat.

Selanjutnya calon hakim, merupakan formasi khusus yang disetujui oleh Kementerian PANRB. Hal itu menimbang jumlah hakim baik di pusat maupun di daerah yang jumlahnya masih sedikit. Setidaknya ada sekitar 1.684 calon hakim yang disetujui oleh Menteri PANRB Asman Abnur.

Berkenaan dengan hal tersebut disampaikan, hingga kini penerimaan CPNS dari jalur umum belum dibuka. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, masyarakat dapat memperoleh informasi dari instansi terkait. "Jangan sampai terkecoh informasi tidak benar atau hoax. Kalau ingin tau perkembangan, silahkan konfirmasi langsung ke kami atau up date melalui menpan.go.id," pungkas Herman. (Red-HG8).

Mahasiswai PGMI UIN Walisnog saat membaca 
Semarang, Harianguru.com – Kecintaan terhadap membaca buku tidak serta merta ada dalam diri siswa ataupun mahasiswa. Namun, hal tersebut salah satunya merupakan efek bentukan lingkungan di sekitarnya. “Perubahan di kelas dimulai dari guru. Apa yang dicontohkan, dibiasakan, dan dibudayakan oleh guru akan menjadi karakter siswa,” kata Zulaikhah MPd dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan fasilitator USAID PRIORITAS dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang saat di temui (14/6/2017).

Lemahnya kemampuan membaca anak di Indonesia dan mengingat penting kemampuan membaca dikuasai oleh siswa sejak dini, baik membaca lancar maupun membaca pemahaman, Dosen berparas cantik ini melakukan serangkaian upaya untuk membiasakannya terlebih dahulu pada mahasiswa calon guru di UIN Walisongo. Alasannya, mahasiswa PGMI ini lah yang nantinya akan menjadi guru-guru di madrasah dan sekolah di daerah.

Setelah membuat buku tentang literasi kelas awal bersama tim dari Florida State University America yang difasilitasi oleh USAID PRIORITAS Ibu Zulaikhah menjadi terinspirasi. Bu Zulaikhah lalu bersepakat dengan mahasiswa bahwa setiap pertemuan perkuliahan mereka akan awali dengan membaca buku  bersama-sama selama 15 menit. Setelah itu, membuat reading log dan story telling dengan temannya. Selain itu akan dikembangkan terus selama perkuliahan sesuai masukan bersama.

Kegiatan membaca di awal perkuliahan itu dinamai dengan DEAR atau singkatan drop everything and read. “Sekarang keluarkan buku yang dibawa,  reading log, dan kertas lingkaran berisi rangkuman tulisan yang telah kalian baca. Setelah kalian membuat rangkuman kita akan membuat reading wormDengan cara menempelkan kertas lingkaran di depan,” kata Bu Zulaikhah kepada mahasiswa.

Untuk mengetahui buku yang telah dibaca, mahasiswa telah dibekali dengan reading log.  Reading log sendiri merupakan buku kunci yang berisi rangkuman membaca mahasiswa. Dalam reading log terlihat keaktifan mahasiswa dalam mencari pengetahuan dan keaktifan mereka dalam membaca.Rangkuman isi bacaan telah mereka tuliskan di dalamnya. Ini merupakan latihan bagi mahasiswa untuk menulis artikel sederhana serta menyaring inti-inti tulisan.

“Seminggu biasanya minimal membaca buku 1 atau 2, tergantung pada tebal tipisnya buku. Kadang bisa sampai 5-7  buku kalau membaca buku-buku yang ringan. Kami juga membaca buku-buku ringan karena tugas nanti dalam mengajar salah satunya juga mendongeng dan menceritakan kisah-kisah motivasi sederhana untuk siswa kelas awal. Buku ini tidak selalu buku kami semua. Biasanya kami bergiliran bertukar dengan teman atau pinjam di perpustakaan,” kata  Upik Prihatiningsih salah satu mahasiswa Bu Zulaikhah yang membiasakan membaca di rumah setelah program pembiasaan diperkuliahan dilakukan.

Pasca kegiatan membaca bersama-sama, mahasiswa kemudian menuliskan dalam reading log, kemudian mereka menceritakan kepada teman semejanya. Hal ini dilakukan agar sharing pengetahuan dapat langsung dilakukan saat itu juga. Mereka juga biasanya mengisi dengan membuat buku mini dan melakukan story telling. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang menarik untuk membiasakan keberanian mereka dalam bercerita.

Tujuan pola yang dilakukan oleh Bu Zul, adalah melengkapi kemampuan literasi mahasiswa. Pertama menemukan buku yang berkualitas untuk mereka baca, membiasakan membaca, membiasakan menulis dalam rangkuman reading log, dan kemampuan menceritakan kembali isi tulisan dengan bahasa mereka sendiri. “Dengan cara itu, maka kemampuan literasi mahasiswa dan siswa nantinya akan terbentuk secara utuh,” kata Bu Zul dengan semangat.

Kegiatan ini ternyata memberikan dampak yang positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa menjadi kaya cerita dan pengetahuan. Mereka tidak hanya membaca di perkuliahan. Namun, menjadi kebiasaan di rumah atau di luar waktu-waktu perkuliahan. Sengaja memang buku yang dibaca bukan buku perkuliahan. Hal ini dimaksudkan agar khasanah keilmuan mahasiswa dapat berkembang.  Dan yang terpenting adalah pembiasaan ini akan membentuk karakter mahasiswa untuk cinta terhadap buku. Lalu dikemudian hari menjadi penggiat literasi bagi siswa yang akan mereka didik nantinya. (Red-HG99/Hms).

Penyerahan buku Formaci Press ke Bagian Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan du gedung Perpusda Jateng, Jumat (16/6/2017).
Semarang, Harianguru.com  – Buku terbitan Formaci Press dikoleksi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Tengah. Pengerahan buku tersebut diwakilkan oleh Direktur Bidang Publikasi Formaci Press Muhammad Dimas Saputro pada Jumat siang (16/6/2017) di lantai 3 gedung Perpusda Jateng jalan Sriwijaya no 23 A Semarang. Dimas menyerahkan enam buku sekaligus ke Bagian Pengolahan Bahan Perpusda Jateng yang diterima langsung oleh petugas yang mewakili Kepala Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpusda Jateng.

Kelima buku itu adalah Makna Hati Pendekatan Tafsir Sufi dan Potret Pendidikan Indonedia karya Khoirul Anwar Afa, Media Kartu Sekolah Dasar dan Desain Pembelajaran MTK SD Menyenangkan karya Sumardjan, Nasihat Begawan Tuban karya Ahmad Ali Zainul Sofan serta Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong karya Yanne Karsodiharjo.

“Kalau yang Perpusnas kemarin tanggal 14 Juni kita kirim lewat pos. Sementara di Perpusda Jateng ini kita antarkan langsung karena dekat dari kantor,” ujar Dimas.



Ia menjelaskan, sebenarnya masih ada satu buku berupa novel yang belum dikirimkan. “Ada satu novel yang masih proses cetak, judulnya Munajat Hati karya Jaswanto penulis dari Bali,” tukas dia.

Di sisi lain, masih ada beberapa naskah yang belum dicetak dan masih proses. “Yang sudah konfirmasi ke kami ada sekitar tiga termasuk penulis dari luar Jawa. Semoga ke depan buku-buku terbitan Formaci bisa memberikan manfaat bagi masyarakat agar menghidupkan budaya membaca,” harap dia.

Sementara itu, petugas Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpusda Jateng menyambut baik atas pemberian buku tersebut. “Nanti akan ada ucapan terima kasih dan menyusul,” kata petugas yang mewakili Kepala Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpusda Jateng itu.

Perpusda Jateng sendiri, merupakan perpustakaan milik pemerintah di bawah naungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah. Perpusda Jateng juga dikenal dengan Perpuswil atau Perwil Jateng dan ada juga yang menyebut Perpustakaan Provinsi Jateng.

Sementara itu, Dian Marta Wijayanti Direktur Utama Formaci Press mengatakan bahwa beberapa buku tersebut merupakan buku yang ditulis dari berbagai kalangan. “Buku yang kami terbitkan ini ada yang dari unsur guru, kepala sekolah, mahasiswa S1 dan S2, ada yang hafiz penghafal Quran, ada juga penulis lepas dan bahkan TKI Hongkong asal Bojonegoro,” beber dia.

Penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner ini berharap, adanya Formaci Press mampu menjembatani para penulis dari berbagai unsur untuk berkarya. “Kita harus dan harus membudayakan pilar literasi, membaca, menulis dan pengarsipan. Membaca akan sia-sia kalau tidak ditulis. Dan tulisan akan hilang ketika tidak diarsipkan dan disimpan, baik dalam bentuk koran, buku, jurnal dan lainnya,” pungkas mantan Asesor EGRA USAID Prioritas tersebut. (Red-HG99/Hms)

Dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat yang ingin menempuh studi di Universitas Selamat Sri (UNISS) Kendal, maka perlu diimbangi dengan penambahan tenaga pendidik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk itu, kami sampaikan bahwa pada periode Juni tahun 2017 ini UNISS membuka beberapa lowongan Dosen Tetap dengan ketentuan sebagai berikut :
A. Persyaratan Umum
1. Warga Negara Indonesia.
2. Usia pelamar maksimal 40 tahun per tanggal 30 Juni 2017.
3. Memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) S1, S2 minimal 3.00.
4. Memiliki latar belakang pendidikan S1, S2 linier dan/atau serumpun sesuai formasi
yang dilamar.
5. Memiliki kompetensi yang dibutuhkan, dan diutamakan memiliki pengalaman
dalam hal pengajaran, penelitian, pengabdian dan publikasi ilmiah.
6. Berkelakuan baik dan tidak pernah terlibat pidana, dibuktikan dengan Surat
Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian resort sesuai
kabupaten/kota asal pelamar
7. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.
8. Tidak terikat sebagai Dosen PNS atau Dosen Tetap pada perguruan tinggi lain, atau
tidak sedang menjalani ikatan perjanjian kerja dengan instansi/institusi/perguruan
tinggi lain, kecuali bersedia untuk mengakhiri perjanjian kontrak tersebut yang
dibuktikan dengan surat pernyataan dan diketahui oleh pimpinan
instansi/institusi/perguruan tinggi yang bersangkutan.
9. Belum memiliki NIDN atau NUPTK. Apabila telah memiliki NIDN dengan home
base perguruan tinggi lain, maka bersedia untuk pindah home base apabila
dinyatakan diterima sebagai Dosen Tetap UNISS.
10. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus Partai Politik
11. Bersedia mematuhi dan melaksanakan segala peraturan yang berlaku di lingkungan
Yayasan Wakaf Selamat Rahayu Kendal.


B. Persyaratan Berkas dan Tata Cara Pendaftaran
1. Persyaratan Berkas
Pelamar mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tangan sendiri
menggunakan tinta warna hitam, ditujukan kepada Rektor Universitas Selamat Sri
(UNISS) c.q. Bagian Penerimaan Dosen Universitas Selamat Sri (UNISS), dengan
melampirkan:
a. Foto copy ijazah dan transkrip akademik yang telah disahkan oleh pejabat
berwenang sebanyak 1 (satu) lembar. Surat Keterangan Lulus (SKL) dan Transkrip Akademik Sementara dapat digunakan apabila Ijazah dan Transkrip
Akademik belum keluar.
b. Daftar Riwayat Hidup.
c. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Resort sesuai
kabupaten/kota asal pelamar.
d. Surat keterangan sehat dari dokter.
e. Surat pernyataan bermaterai 6000 yang berisi :
1) Tidak terikat sebagai Dosen PNS atau Dosen Tetap pada perguruan tinggi
lain, atau tidak sedang menjalani ikatan perjanjian kerja dengan
instansi/institusi/perguruan tinggi lain, apabila masih ada ikatan kerja
dengan instansi/institusi/perguruan tinggi lain, maka bersedia untuk
mengakhiri perjanjian kontrak tersebut yang dibuktikan dengan surat
pernyataan dan diketahui oleh pimpinan instansi/institusi/perguruan tinggi
yang bersangkutan (format disediakan).
2) Bersedia pindah home base NIDN ke Universitas Selamat Sri (UNISS)
(format disediakan).
3) Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik (format disediakan).
f. Surat keterangan pengalaman kerja (bila ada).
g. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku sebanyak 1 (satu)
lembar.
h. Pas Foto terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar.
2. Tata Cara Melamar
Berkas lamaran dikirim melalui jasa pos atau jasa ekspedisi, paling lambat tanggal
17 Juni 2017 yang dialamatkan kepada :
Yth. Rektor Universitas Selamat Sri (UNISS)
c.q. Bagian Penerimaan Dosen Universitas Selamat Sri (UNISS)
d/a. Ruang C.1-5, Gedung FISIP - UNISS
Jl. Soekarno – Hatta, KM 03, Kendal, Jawa Tengah.

C. Lain – lain
1. Panitia hanya menerima berkas yang dikirim melalui jasa pos atau jasa ekspedisi.
2. Berkas lamaran yang telah diterima oleh Bagian Penerimaan Dosen UNISS akan
diseleksi secara administratif. Bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi
administratif, Bagian Penerimaan Dosen UNISS akan mengundang yang
bersangkutan untuk mengikuti tes tertulis dan wawancara melalui email dan/atau
telepon.

Lowongan Dosen Universitas Hamzawadi 2017 Terbaru ini dibuka untuk semua kalangan yang memenuhi persyaratan akademik sesuai ketentuan panitia seleksi.

Universitas Hamzawadi adalah salah satu kampus terkemuka yang kini membutuhkan dosen untuk mengajar di kampus tersebut.

Saat ini Universitas Hamzawadi memberi kesempatan bagi Anda yang memiliki kualifikasi minimal S2 sebagai berikut:
Lulusan S2:
Farmasi
Teknik Komputer/Teknik Elektro dan Teknik Lingkungan

Syarat:
1. Surat lamaran
2. Ijazah S1, S2, dan S2 yang dilegalisasi (scan)
3. Fotokopi KTP (scan)
4. Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar
5. CV

Silakan berkas dikirim ke Rektorat Universitas Hamzawadi atau lewat email universitas@hamzanwadi.ac.id

Alamat kantor Rektorat Universitas Hamzawadi:
Jl. TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, no. 132 Pancor-Selong.


Dipastikan, jika Universitas Hamzawadi membutuhkan dosen lagi, maka akan membuka lowongan dosen Universitas Hamzawadi tahun 2018, 2019, 2020, 2021 dan seterusnya sesuai kebutuhan. Jadi, silakan ditunggu saja.

Ilustrasi
Oleh Firdaus Ahmadi
Redaksi Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan  Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Banten

Selama ini kita mengetahui begitu luasnya tugas dan tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan yang mencakup pendidikan dari anak usia dini, SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa S1,S1,S3. Semua tidak terlepas dari amanat UUD 45 Pasal 31tentang Pendidikan dan Kebudayaan dan UU Sisdiknas, pasal (10) yang menjelaskan,”Pemerintah dan pemerintah daerah mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Namun bukan tanpa masalah, kita lihat akhir – akhir ini, ujian akhir nasional SD, SMP dan SMA/SMK yang dilaksanakan, penuh dengan permasalahan - permasalahan di tiap tahunnya, belum lagi masalah MOS (Masa Orintasi Sekolah/Perkuliahan) yang terkadang berujung ke pihak polisi, juga masalah kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang terkadang juga menjadi kontovresi diantara pemerhati pendidikan, juga dialami di tiap tahunnya.

Belum lagi masalah – masalah di Perguruan Tinggi. Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan dalam hal ini Dirjen Pendidikan Tinggi harus menghadapi  masalah yang tidak kalah rumit, seperti: kelas jauh yang dilarang, status double antara Dosen dan guru, konflik internal antara Yayasan dengan struktural, kuliah sabtu-minggu yang juga dilarang, yang kesemuanya bisa merugikan kepentingan civitas akademik, dan tergambar dalam surat Dirjen Dikti nomor 1207/E.E2/HM/2013 tertanggal 26 November 2013  tentang PTS Ilegal.

Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan dua dasar undang – undang sebagai dasar hukum melakukan  segala aktifitasnya selain UUD 45 Pasal 31, yaitu: undang – undang Sisdiknas dan undang – undang Pendidikan Tinggi. Kedua UU itu telihat justru memisahkan kementerian menjadi dua kementerian, mengingat fungsinya yang hampir beda, juga agar mereka lebih fokus dalam hal menjaga kwalitas pendidikan pertingkat pendidikan.
Didalam Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, budaya dan pendidikan memang harus diajarkan sedini mungkin kepada masyarakat terutama pada anak usia dini, dasar dan menengah. UU Sisdiknas, pasal (4), menegaskan: butir (3): “Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat”, (5):“Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat”.

Sedangkan dalam UU Pendidikan Tinggi pasal 1, butir 2, sudah menegaskan, “Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia”,
Namun, UU Pendidikan Tinggi pasal (1), butir 2), juga menegaskan, “Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat”, dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999, dalam Bab, Penyelegaraan Pendidikan Tinggi,  menjelaskan, Pasal (3) butir 3).” Penelitian merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk      menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu      pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian”. Sejalan dengan itu juga,  Pasal (2), butir 1). Bab, Tujuan pendidikan tinggi adalah: “a. menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang  memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat  menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian”.

Memang dalam pendidikan tinggi sesuai Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat )  masyarakat harus lebih memiliki kemampuan dan professional yang dapat  menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian agar bisa dipakai dan berguna bagi masyarakat. Gabungan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi bisa membawa kearah situ, berdasarkan tujuan pendidikan tinggi dan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang tertuang dalam peraturan pemerintah  No 60 Th 1999.
Tanpa menghilangkan makna UU No. 18 2002 tentang Sisnaslitbang (sistem nasional penelitian, pengembangan,  dan penerapan  ilmu pengetahuan dan teknologi) dan Peraturan Bersama antara Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri, Nomor: 03 tahun 2012 nomor: 36 tahun 2012 , dengan UU Pendidikan Tinggi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999, terlihat tidak perbedaan malah saling melengkapi, dan pemisahan kementerian ini lebih fokus untuk memperbaiki sistem pendidikan kita yang lebih luas.

Dalam bidang pendanaan, kita lihat sudah bukan masalah lagi, sesuai amanat konstitusi bahwa 20% dari APBN adalah untuk pendidikan, Bahkan dalam UU Sisdiknas sudah menegaskan tentang 20 % anggaran ABPN, Pasal 49 UU Sisdiknas, pasal (1),” Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah”. Dan diperkuat dengan fatwa Mahkamah Konstitusi tentang Penjelasan pasal 49 pasal 1 UU Sisdiknas, maka Pemerintah dan DPR sejak tahun 2006 sudah harus mengalokasikan 20% dari APBN untuk membiayai pendidikan.
Dalam persfektif  global, penjelasan ini mungkin bisa dijadikan refleksi keadaan kementrian kita dengan kementriaan di negara tetangga lainnya. Contohnya:  Malaysia yang mempunyai Kementerian Pendidikan yang menggambungkan semua tingkat pendidikan walaupun pernah memisahkan pendidikan dasar, menengah dengan pendidikan tingginya namun sekarang sudah mempersatukan lagi Sementara  pemerintah Singapura (Kementerian Pendidikan), Vietnam (Kementerian Pendidikan dan Pelatihan) dan Thailand (Kementerian Pendidikan) mereka mempersatukan semua  tingkat pendidikan, dalam satu Kementerian mungkin karena mereka tidak mengalami masalah – masalah seperti yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia, seperti yang sudah digambarkan.


Simpulan yang bisa diambil adalah: 1). Sepertinya dahulu Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan mempunyai dua undang – undang sebagai dasar hukum melakukan  segala aktifitasnya, selain UUD 45 Pasal 31seperti yang diamanatkan, yaitu:UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi dan Peraturan - Peraturan yang ada dibawahnya. 2). Kedua UU telihat justru memisahkan kementerian menjadi dua kementerian, mengingat fungsinya memang hampir beda. UU Sisdiknas hanya berbicara tentang Pendidikan Tinggi secara garis besar.  3). Dengan pemisahan menjadi Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan menjadi Kementerian Kebudayaan, Dasar dan Menengah dengan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi tetap menggunakan UU Sisdiknas kecuali Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, ditambah UU Pendidikan Tinggi dan UU No. 18 2002 tentang Sisnaslitbang dan Peraturan - Peraturan yang ada dibawahnya. 4). Pembagian menjadi dua kementerian tidak lepas dari usaha membagi tugas dan wewenang agar tidak hanya fokus di satu kementerian untuk mengurusi masalah pendidikan yang begitu luas dan rumit. (*)

Lowongan Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 2017 Terbaru ini terbuka lebar untuk Anda semua yang memenuhi persyaratan akademik sesuai dengan ketentuan dari panitian.

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, kini menjelang 2018 memang sedang membutuhkan calon dosen untuk ditempatkan di 5 program studi, yaitu:

1. Teknik Industri
2. Teknik Informatika
3. Teknik Elektro
4. Teknik Perminyakan
5. Teknik Mesin

Persyaratan Umum:
1. Pria Wanita maksimal 45 tahun.
2. Pendidikan minimal S2 yang linier dengan ilmu program studi yang ditawarkan.
3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00

Dokumen yang harus dipersiapkan untuk mendaftar:
1. Curriculum Vitae CV.
2. Fotokopi ijazah S1 & S2 yang telah dilegalisir
3. Fotokopi transkrip nilai S1 & S2 yang telah dilegalisir
4. Pasphoto berwarna 4x6.
5. Fotokopi KTP yang masih berlaku
6. Dokumen pendukung lamaran anda (jika ada)

Kirim Semua Berkas Lamaran Anda Kepada :
Yth. Rektor Universitas Proklamasi 45
Jl. Proklamasi No.1 Babarsari,
Sleman, Yogyakarta 55281, Telp (0274) 48551

Pendaftaran paling lambat tanggal 10 Juni 2017 


Dipastikan, jika tahun 2018, 2019, bahkan 2020, 2021, dan seterusnya, ketika Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta membutuhkan dosen atau pegawai lagi, maka akan dibuka lowongan kerja dosen atau lowongan kerja pegawai Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Jadi, silakan tunggu saja.

Lowongan Dosen dan Pegawai Universitas Selamet Riyadi (UNISRI) Solo Terbaru 2017 ini terbuka untuk umum yang memenuhi syarat akademik.

Universitas Selamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang telah mendapatkan akreditasi institusi "B" dan merupakan kampus entrepreneur. Perguruan Tinggi Swasta ini sedang membuka lowongan Tenaga Pendidik dan Kependidikan dengan persyaratan dan formasi sebagai berikut:
A. Tenaga Pendidik
1. Dosen S-1 PTI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Persyaratan: Pendidikan terakhir S2 dengan spesifikasi:
a. Berijazah S1 Pendidikan Ilmu Teknologi/Teknik Komputer (Murni)/Teknik Informatika (Murni)/Sistem informasi murni
b. Berijazah S2 Pendidikan Ilmu Teknologi/Teknik Komputer (Murni)/Teknik Informatika (Murni)/Sistem informasi murni
2. Dosen S-1 Bimbingan dan Konseling (BK)
Persyaratan: Pendidikan terakhir S2 dengan spesifikasi:
a. Berijazah S1 Bimbingan dan Konseling
b. Berijazah S2 Bimbingan dan Konseling
3. Dosen S-11 PG-PAUD
Persyaratan: Pendidikan terakhir S2 dengan spesifikasi:
a. Berijazah S1 PG-PAUD
b. Berijazah S1 PG-PAUD
4. Dosen S-1 Ekonomi Manajemen
Persyaratan: Pendidikan terakhir S2 dengan spesifikasi:
a. Berijazah S1 Ekonomi Manajemen
b. Berijazah S1 Ekonomi Manajemen
5. Dosen S-1 Ekonomi Akuntansi
Persyaratan: Pendidikan terakhir S2 dengan spesifikasi:
a. Berijazah S1 Ekonomi Akuntansi
b. Berijazah S1 Ekonomi Akuntansi

B. Tenaga Kependidikan
1. Tenaga IT
Persyaratan: Pendidikan terakhir D3 dengan spesifikasi:
a. Berijazah D3 Teknik Komputer(Jaringan)
2. Tenaga Perawat
Persyaratan: Pendidikan terakhir D3 dengan spesifikasi:
a. Berijazah D3 Keperawatan

Ketentuan Umum
1. Sehat Jasmani dan Rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter
2. Berkelakuan baik dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
3. Tidak terikat dengan instansi lain
4. Berumur maksimal 35 tahun
5. Berkas lamaran, foto berukuran 3x4 2 lembar, fotokopi KTP 2 lembar, dan CV dikirim paling lambat 15 Juni 2017 ke alamat dibawah ini:
Kepada Yth. Rektor Universitas Selamet Riyadi
c.q Bagian Kepegawaian Universitas Selamet Riyadi
Jl. Sumpah Pemuda No.18 Joglo-Kadipiro, Surakarta,


Jika tahun 2018 mendatang, atau 2019, 2020, UNISRI membutuhkan dosen lagi, maka kemungkinan akan dibuka kembali lowongan dosen. Jadi, anda yang sabar dan silakan tunggu informasi berikutnya.

Ilustrasi
Oleh Firdaus Ahmadi 
Radaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Strategi bisnis jitu dalam upaya menarik calon mahasiswa baru.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Peraturan Menteri) Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 109 Tahun 2013, Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi, Pasal 1, yang berisi:   (1) Pendidikan jarak jauh, yang selanjutnya disingkat PJJ, adalah proses belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. (4) Pembelajaran elektronik (e - learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.

Penyelenggaranya umumnya para Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mencari sasaran mahasiswa para eksekutif (dari kalangan pejabat, profesional hingga artis) yang sulit membagi waktu antara bekerja dan kuliah dengan promosinya untuk mempermudah / fleksibelitas dalam mengarungi sistem perkuliahan yang akan berjalan. Salah satunya adalah membuat sistem interface antara dosen dengan mahasiswanya walau berbeda tempat, bahkan waktu, contoh: materi kuliah menggunakan youtube, media sosial dan email. Dan ditambah interface antara dosen dan mahasiswa secara online .
Salah satunya yang dilakukan beberapa kampus di Jakarta seperti; Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Jenjang S1 dan S2, Presiden University dan Universitas Wiraswasta Indonesia dengan Program Studi Manajeman Jenjang S1 yang di koordinir perusahaan startup berbasis IT (Information Technology)  HarukaEda di Jakarta. HarukaEdu adalah portal pendidikan dimana anda dapat mengikuti berbagai macam pendidikan formal maupun informal secara online: kelas online, kuliah online dan sertifikasi online. Dengan teknis perkuliahaan: Mahasiswa dapat memulai kuliah mereka pada semester genap (September) ataupun semester ganjil (Maret).

Agar dapat lulus dari program kuliah online ini, mahasiswa harus menyelesaikan 53 mata kuliah dengan jumlah total Satuan Kredit Semester (SKS) = 146 , termasuk Skripsi atau Tugas Akhir. Setiap mata kuliah akan terdiri dari 14 sesi yang terbagi menjadi 3 sesi yang dilaksanakan secara tatap muka di kampus (pertemuan pertama, Ujian Tengah Semester (UTS), dan Ujian Akhir Semester (UAS)), dan 11 sesi yang dilaksanakan secara online.  Namun sekarang lebih fokus kearah sistem pendidikan blended learning (campuran) yaitu 51% offline dan 49% online. Pada tahun 2014, Co-founder HarukaEda bapak Novistiar Rustandi dalam pertemuan dengan penulis mengatakan (waktu  itu) sudah ada sekitar 40 mahasiswa yang terdaftar. Beliau juga yang memberitahu tentang Permen tersebut.

Kekurangan sistem ini adalah hanya Program Studi yang berakreditasi A dan B yang bisa mengikuti, berdasarkan dari Permen (Pasal 15) tersebut yang berisi:(1) Program studi tatap muka sejenis yang terakreditasi A atau sebutan lain dapat menyelenggarakan PJJ, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. (2) Program studi tatap muka sejenis yang terakreditasi B atau sebutan lain dapat menyelenggarakan PJJ paling banyak di 3 (tiga) provinsi pada wilayah Indonesia.
Padahal banyak program studi atau jurusan terutama dari PTS yang berpontensial untuk dapat mengikuti kelas online ini yang bisa terhambat karena Program Studinya belum terakreditasi A atau B.

Kita maklum dikeluarkannya Permen itu untuk menjaga kualitas proses perkuliahaan yang baik dengan mengikuti standard akademik yang sudah ditetapkan, namun untuk kuliah online dengan standard setinggi ini (terakreditasi A dan B) maka bukan saja kualitasnya yang teruji namun biaya kuliah pasti akan mahal. Sedangkan yang ingin kuliah dengan sistem ini bukan saja para eksekutif namun juga seperti para buruh pabrik, ibu rumah tangga, pegawai honerer dan lain – lain yang ingin memperbaiki kualitas hidup dengan pendidikan lebih tinggi, namun susah membagi waktu, dan mereka  belum tentu  punya dana yang cukup.

Namun kita bisa berharap ada kebijakan dari Pemerintah/MenRistekDikti agar ada sedikit kelonggaran, minimal Program Studi terakreditasi C yang bisa mengikuti sistem ini, kalau keadaan ini bisa diterima maka akan banyak program studi atau jurusan yang akan mengikuti sistem kelas online ini, seperti: Program Studi Teknik, Hukum, Keguruan, Sosial, Olahraga dan bahkan program studi Agama tentu saja dengan biaya kuliah yang semakin terjangkau dan mudah, sesuai amanah Undang – undang ( UU no: 20 th 2003 ttg Sisdiknas, dan UU no: 12 tahun 2012 ttg Perguruan Tinggi) .

Ilustrasi Kegiatan Santri Ponpes Miftahul Ulum Jogoloyo Demak
Demak, Harianguru.com - Dalam rangka memperkuat persatuan, kesatuan dan kebhinekaan, Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Jogoloyo, Demak, akan menggelar Bandongan Jurnalistik pada Senin, 12 Juni 2017 mendatang. Bandongan Jurnalistik itu mengusung tema "Gerakan Literasi untuk Memperkuat Persatuan dan Kebhinekaan" yang akan diisi oleh Hamidulloh Ibda penulis buku sekaligus Pemimpin Umum Formaci Press dan Junaidi Abdul Munif Direktur el-Wahid Centre dan pengurus bidang penerbitan Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Semarang.

Kegiatan itu selain diikuti santriwan-santriwati Ponpes Miftahul Ulum Demak, penyelenggara juga membuka lebar untuk masyarakat umum dan siapa saja boleh mengikutinya. "Kegiatan ini untuk umum dan gratis, nanti dirangkai dengan buka bersama dan dirangkai dalam rangka perpisahan santriwan-santriwati," ujar M. Chaezam Ketua Panitia Bandongan Jurnalistik, Jumat (9/6/2017).

Kegiatan itu, menurut dia, akan dilaksanakan di Ponpes Miftahul Ulum di Jl. P. Diponegoro Nomor 17 Jogoloyo, Demak, Jawa Tengah. "Ini merupakan kegiatan yang terlaksana atas kerjasama antara Ponpes Miftahul Ulum, penerbit Formaci Press, Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Kota Semarang, serta HJ Network," tandas mantan aktivis LPM Edukasi UIN Walisongo itu.

Atas kegiatan ini, kata dia, kami berharap bisa menggeliatkan semangat literasi di kalangan santri. "Era milenial seperti ini akan menyeret santri di lembah digital dan banjir informasi, jika tidak dikuatkan dengan bekal literasi, maka akan mudah terpecah belah, diadu domba dan terprovokasi. Apalagi sekarang musimnya hoax," beber Chaezam  yang juga Sekretaris Yayasan Miftahul Ulum Demak tersebut.

Kami berharap, lanjut dia, kegiatan ini menjadi gerakan kecil untuk menguatkan persatuan dan kebhinekaan yang dimulai dari kalangan santri. "Salah satu jalannya adalah lewat kegiatan literasi," tukas dia.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan itu, kata dia, bisa langsung menghubungi panitia di nomor 085259708002. "Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan berkah, amin," tutup dia.

Sementara itu, Direktur Formaci Press Dian Marta Wijayanti mengatakan bahwa tidak hanya untuk mahasiswa, namun santri pun sangat membutuhkan kemampuan literasi. "Justru santri sekarang itu melek IT semua. Mereka sudah tidak asing dengan internet, gadget, WhatsApp, Facebook dan lainnya. Maka kalau tidak dibekali dengan kompetensi literasi ya saya kira akan menjadi penikmat IT yang tidak produktif. Makanya Ngaji Jurnalistik ini sangat penting sebagai upaya membentengi santri dari serangan berita hoax, fake dan juga membekali santri agar melek media dan dunia jurnalistik," ujar dia.

Ia juga membuka lebar bagi siapa saja yang ingin menggelar kegiatan seperti latihan kepenulisan, workshop, training, seminar maupun lokakarya jurnalistik bagi pelajar sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi, organisasi, juga guru dan masyarakat umum. "Sudah banyak kegiatan kami laksanakan dengan sistem kerjasama. Intinya cuma satu, kita harus serius membangun peradaban literasi," pungkas dia. (Red-HG99).

Ilustrasi
Semarang, Harianguru.com – Mahasiswa UIN Walisongo akan membedah Buku Nasihat Begawan Tuban karya Ahmad Ali Zainul Sofan, pemuda asal Jatirogo, Tuban yang akan digelar di kampus III UIN Walisongo Semarang besuk Senin 12 Juni 2017 pukul 13.00 WIB sampai selesai. Bedah buku ini dirangkai dengan kegiatan Tadarus Buku dan Buka Bersama yang menghadirkan penulis buku Nasihat Begawan Tuban Ahmad Ali Zainul Sofan dan Hamidulloh Ibda Pemimpin Umum Formaci Press.

Buku tersebut, dijelaskan Ahmad Ali Zainul Sofan, berisi tentang nasihat-nasihat agung para begawan Tuban yang mendunia. "Tidak hanya dari para wali dan tokoh agama, namun juga musisi band dan budayawan dan tokoh hebat lainnya asli Tuban," tukas dia, Rabu (7/6/2017).

Dijelaskan dia, bahwa banyak mahasiswa Tuban dan juga perantau asal Tuban yang simpatik dengan karya terbitan Formaci Press itu. "Isinya tidak hanya biografi saja, namun juga ide, gagasan dan pemikiran para begawan Tuban. Kita sebagai orang Tuban sangat bangga dan wajib melanjutkan cita-cita mereka," harap dia.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini Bumi Wali menjadi rujukan dalam sejarah Islam di Nusantara. "Dalam buku ini tidak sekadar mengangkat keislaman, namun juga lokalitas Tuban," beber dia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Silaturahmi Mahasiswa Ronggolawe (Ismaro) Tuban, Muvidi, menjelaskan bahwa kegiatan itu terlaksana atas kerjasama antara Ismaro Tuban, Formaci Press dan juga HJ Network. "Nanti selain mahasiswa, juga akan hadir komunitas perantau Tuban di Semarang. Kegiatan ini untuk umum dan dirangkai dengan buka bersama. Mari ramaikan dan semoga menjadi langkah kecil untuk mencintai Indonesia lewat para begawannya," bebernya.

Sementara itu, Direktur Formaci Press Dian Marta Wijayanti menegaskan bahwa karya yang berisi tokoh-tokoh seperti begawan Tuban justru sangat dibutuhkan di era seperti ini. "Kalau kita jujur, kita saat ini kehilangan sosok dan tokoh lokal asli Nusantara. Justru para pemuda sekarang masih sedikit yang tahu tentang para begawan asli Indonesia. Tahu saja sudah bagus, minimal namanya lah. Tapi saya berharap buku ini mampu menjadi jendela kecil untuk melihat Indonesia dan dunia lewat pemikiran para begawan Tuban," beber mantan Asesor EGRA USAID Prioritas itu.

Penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner itu juga menambahkan, sesuai rencana dalam kegiatan itu nanti juga akan dilaunching dua buku terbitan Formaci Press yaitu Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong karya Yanne Karsodiharjo seorang BMI Hongkong asal Bojonegoro dan juga Novel Munajat Hati karya Jaswanto seorang penulis dari Bali. (Red-HG99/Hms).

Launching buku milik Sumardjan
Blora, Harianguru.com - Guru sekaligus Kepala SDN 1 Tutup Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sumardjan SPd M.Mpd menulis dua buku sekaligus yang diterbitkan Formaci Press. Kedua buku itu bertajuk "Media Kartu Sekolah Dasar" dan "Desain Pembelajaran MTK SD Menyenangkan" yang telah terbit pada pertengahan April 2017 lalu.

Sumardjan adalah guru yang lahir di Blora pada 27 September 1963. Sumardjan, kini merupakan guru sekaligus Kepala SD Negeri 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Prinsip hidup Sumardjan sangat sederhana, yaitu hidup harus tertib, dalam menjalankan tugas, tentunya guru harus tertib administrasi.

Bapak dari dua anak ini mengawali karir menjadi CPNS guru SD pada 01 Mei 1984 dan resmi menjadi guru PNS sejak 01 Maret 1986. Sebelumnya, selain menjadi guru, ia menjadi Kepala SDN 2 Kedungrejo, Kepala SDN 3 Sukorejo, SDN 1 Tawangrejo Tunjungan Blora dan kini menjadi Kepala SDN 1 Tutup. Penulis juga aktif di organisasi profesi dan keguruan seperti PGRI Kabupaten Blora, Pramuka dan menjadi Ka-Kwarran Tunjungan, Blora. Pendidikan S1 ia peroleh di IKIP PGRI Kediri, lalu magister manajemen pendidikan ia dapatkan dari STIE Indonesia Malang tahun 2011 lalu.

Sumardjan yang juga Kakwarran Tunjungan Blora itu mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa memiliki karya pribadi. Sebab, sejak puluhan tahun menjadi guru dan kepala sekolah, baru tahun 2017 ini impian menulis buku dapat diwujudkan dengan bantuan penerbit Formaci Semarang.

"Kalau jurnal, saya sudah pernah menulis dan tembus di Jurnal Edukasi Unnes. Saya tidak bayar dan tidak pakai jasa saat itu karena murni seleksi dan alhamdulillah saat itu tembus dua judul," beber guru yang baru saja mengikuti penataran Kurikulum 2013 di LPMP Jateng itu, Minggu (4/5/2017). 

Ia menegaskan, bahwa menulis buku juga sama sangatlah mudah. "Kalau pengalaman menulis buku ini, ya alhamdulillah naskah-naskah saya yang lama saya himpun dan saya daur ulang. Kemudian saya rumuskan jadi judul dan daftar isi, kemudian saya tambahi referensi yang relevan," beber magister manajemen pendidikan dari STIE Indonesia Malang tersebut, Minggu (4/5/2017).

Kegiatannya di dunia tulis-menulis sudah terasah sejak awal menjadi guru. Terbukti, penulis pernah menjuarai lomba PTK tingkat nasional. Ia juga sudah menulis karya ilmiah di jurnal yang diterbitkan Unnes, yaitu Jurnal Edukasi. Selain itu, penulis yang tinggal di Dukuh Triteh, Desa Tambahrejo, Tunjungan, Blora ini juga aktif menulis di media massa cetak. Tulisannya tentang pendidikan pernah dimuat di koran Suara Merdeka, Wawasan, Radar Tegal, Tribun Jateng, Koran Barometer dan lainnya.

Sumardjan merupakan salah satu penulis dari unsur guru yang naskahnya berhasil diterbitkan oleh penerbit Formaci. Dijelaskan Ahmad Ali Zainul Sofan, editor Formaci Press bahwa redaksi Formaci menerima berbagai tulisan dari lintas profesi dan daerah. "Kalau yang sudah terbit dari jenis buku ya buku ilmiah, buki diktat dan referensi, kemudian kumpulan artikel media dalam bentuk bunga rampai, sampai novel dan juga kisah tentang TKI di Hongkong," lanjut dia.

Kalau dari unsur penulis, kata dia, ada dosen, guru, kepala sekolah, pengurus PGRI, jurnalis, bahkan mahasiswa dan TKI. "Bulan-bulan ini kami insyaallah akan merillis buku yang ditulis oleh TKI asal Bojonegoro dan novel menarik yang ditulis oleh jurnalis Tuban yang kini bermukim di Bali," beber dia.

Selaub dari judul yang ditulis Sumardjan di atas, pada bulan April 2017 Formaci telah menerbitkan tiga buku lain yaitu "Potret Pendidikan Indonesia", lalu "Makna Hati, Pendekatan Tafsir Sufi" dan "Nasihat Begawan Tuban". 

Kemudian, lanjut Ofan, untuk bulan ini insyaallah akan kami launching buku novel berjudul Munajat Hati dan juga kisah TKI atau BMI berjudul Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong yang ditulis langsung oleh TKI Hongkong.


"Kalau Anda punya naskah menarik, silakan kirim ke email kami yaitu formacipress@gmail.com atau formacijateng@gmail.com. Atau silakan hubungi redaksi di nomor 085740145329 dan 08562674799 serta kunjungi website kami di www.penerbitformaci.id. Ayo saatnya kita hidupkan budaya literasi," tutup dia. (Red-HG99/Hms).

Oleh Noperman Subhi, S.IP, M.Si 

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi secara resmi telah memberlakukan pelarangan pemberian pekerjaan rumah (PR) akademis untuk tingkat SD sampai SMA di Kabupaten Purwakarta (Jawa Barat). Dedi Mulyadi menjelaskan, pekerjaan rumah yang harusnya diberikan pada peserta didik adalah PR yang aplikatif (praktik atau penerapan). Artinya peserta didik langsung mempraktekkan teori yang diberikan di sekolah. Contohnya, untuk pelajaran Biologi maupun Kimia peserta diberi tugas untuk membuat kompos atau pupuk organik dari kotoran hewan ternak. Dengan tugas yang aplikatif peserta didik menjadi kreatif, kritis, mampu membuat jurnal dan menjawab masalah-masalah yang ada tengah masyarakat. Ambil contoh, seperti kasus antraks. Peserta didik yang belajar Biologi ditugaskan praktik ke sentra-sentra peternakan, khususnya di perkampungan untuk mengetahui penyebabnya antraks, dengan mereka mengamati langsung, peserta didik bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab dan dampak negatif antraks.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendukung kebijakan Bupati Purwakarta yang melarang guru memberikan PR akademis untuk peserta didiknya. Mendikbud pun mendorong agar sekolah-sekolah di daerah lain dapat menerapkan sistem atau konsep serupa. Namun demikian, Mendikbud tidak akan membuat aturan yang mewajibkan hal tersebut, karena sekolah-sekolah saat ini berada didalam wilayah otonomi pemerintahan daerah. Mengeluarkan aturan sekolah merupakan kewenangan kepala daerah. Mendikbud berharap dengan PR yang bersifat kreatif dan produktif membuat suasana belajar menyenangkan dan bisa menjadikan peserta didik yang mandiri.

Secara harfiah, PR berarti suatu pekerjaan yang seharusnya dilakukan di rumah. Menurut Cooper (1989), PR adalah suatu tugas yang di berikan untuk di kerjakan di luar sekolah. Sedangkan menurut Harlem (2003), PR berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau keterampilan dan sekaligus memberikan pengembangan. PR juga dapat diartikan sebagai latihan atau pun tugas yang di berikan oleh guru untuk memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari sebelumnya. Artinya, PR juga merupakan suatu sarana pembelajaran yang cukup benilai.

Sekolah sekarang sepertinya identik dengan PR. Bukan sekolah namanya kalau tidak ada PR. Hampir tiap malam peserta didik mengerjakan PR di rumah. Seolah-olah yang dikatakan belajar itu hanyalah membuat PR. Akibanya banyak diantara peserta didik yang tidak menyukai PR, selain dikerjakan diluar jam belajar sekolah, PR dianggap akan mengurangi waktu bermain dan akibatnya peserta didik sering kali mengerjakan PR-nya di sekolah.
Pemberian PR kepada peserta didik sebenarnya salah satu bentuk strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan benar adanya jika PR sangat penting dan memilik manfaat yang luar biasa bagi peserta didik. Berikut beberapa alasan-alasan yang mengatakan PR penting dan bermanfaat :  Pertama, membuat peserta didik dapat mereview dan mengingat kembali pelajaran yang telah diajarkan di sekolah. PR harus dikerjakan dengan baik dan tidak asal-asalan. Dengan adanya PR membuat peserta didik semakin mengerti dengan materi yang diajarkan. PR lah yang menyebabkan peserta didik mencari referensi di internet sehingga pengetahuannya semakin luas. Jika sudah dikerjakan dengan baik maka peserta didik akan semakin paham dengan pelajaran tersebut. PR melatih peserta didik untuk belajar sendiri (independent learning).
Kedua, membiasakan peserta didik untuk memprioritaskan tugas sekolah dan membuat waktu belajar menjadi bertambah. Membuat PR berarti akan menggunakan waktu bermain untuk belajar. Peserta didik akan terpicu untuk semakin banyak membaca dan mencari tahu (mengeksplorasi). Ini sangat bagus agar peserta didik tidak menghabiskan waktunya dengan hal yang kurang bermanfaat. Peserta didik diajarkan untuk dapat mengatur waktu secara efisien antara waktu belajar dan bermain. Sebagai generasi muda, peserta didik harus rajin belajar agar kedepannya bisa bersaing dalam dunia kerja yang makin kompetitif.
Ketiga, PR sebagai wadah peserta didik membangun inisiatif dan tanggung jawab. Kalau sudah bisa mengerjakan PR dengan baik, selain memantapkan pemahaman konsep dasar dan siap untuk memahami materi pelajaran berikutnya, peserta didik sudah bisa menyelesaikan tanggung jawab kepada guru. Kebiasaan untuk menyelesaikan tanggung jawab dengan baik akan sangat bermanfaat ketika sudah bekerja. Kelak mereka akan bekerja dengan baik dan bisa mempertanggungjawabkan tugas yang diembannya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Education menunjukkan bahwa Jumlah PR yang terlalu banyak bisa memberikan dampak negatif bagi peserta didik. Dalam penelitian mereka menemukan bahwa Jumlah PR yang terlalu banyak berhubungan dengan : pertama, tingkat stres yang lebih tinggi. Berdasarkan  penelitian, sebanyak 56 % dari peserta didik menganggap PR merupakan sumber utama stres. Hanya kurang dari 1 % dari peserta didik  mengatakan PR  tidak membuat stres.
Kedua, Penurunan kesehatan .Berdasarkan penelitian, banyak peserta didik mengatakan beban PR menyebabkan mereka kurang tidur dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
Ketiga, lebih sedikit waktu untuk bertemu dengan teman, keluarga dan terbatasnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan Penelitian, menghabiskan terlalu banyak waktu mengerjakan PR, kebutuhan perkembangan mereka tidak terpenuhi. Kegiatan mereka menjadi drop, tidak bertemu teman atau keluarga, dan tidak mengejar hobi yang mereka nikmati.
Keempat, tindakan Penyeimbang. Hasil penelitian membukti banyak peserta didik berjuang untuk menemukan keseimbangan antara PR, kegiatan ekstrakurikuler dan waktu sosial. Banyak peserta didik merasa dipaksa atau diwajibkan untuk memilih PR daripada mengembangkan bakat atau keterampilan lainnya.
Berikut dampak negatif PR dari sisi lain, di antaranya : Pertama, PR yang terlalu banyak mengandung risiko yang tidak baik bagi pertumbuhan peserta didik. PR dapat menyebabkan peserta didik merasa tertekan sehingga dapat menimbulkan perasaan alergi terhadap pelajaran dan akan membuat mereka malas ke sekolah. Jumlah PR yang banyak biasanya akan menjadi problem yang besar bagi peserta didik yang kemampuan ekonominya rendah.  Hal ini disebabkan karena orang tua mereka tidak mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar.
Kedua, PR mengurangi waktu peserta didik untuk melakukan aktivitas positif lainnya bersama teman, keluarga dan kegiatan ekstrakurikuler. PR biasanya diambil sebagai jalan pintas bagi peningkatan mutu pendidikan, bukannya meningkatkan kesempatan dan akses memperoleh pengetahuan. Hal ini justru akan memboroskan energi, waktu dan biaya.
Ketiga, hasil penelitian pun belum menemukan adanya korelasi yang positif antara pemberian PR dan prestasi pada nilai ulangan peserta didik. Berdasarkan fakta yang diungkapkan oleh David Baker peneliti dari Penn State University, di Thailand, Yunani dan Iran yang peserta didiknya mendapat Jumlah PR yang banyak, memperoleh nilai yang paling rendah. Sebaliknya di Jepang, Republik Ceko dan Denmark yang peserta didiknya hanya menerima PR yang jumlahnya relatif sedikit, memperoleh nilai yang tertinggi.
Tidak dipungkiri Pemberian PR pada setiap akhir Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangat membantu peran peserta didik untuk memecahkan masalah yang diperoleh dalam KBM. Belajar di sekolah dan diulangi di rumah sampai dapat dimengerti serta dapat mampu menimbulkan minat peserta didik dan gairah peserta didik untuk lebih lanjut. Adanya PR diharapkan peserta didik terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggung jawab. Dengan PR juga diharapkan mampu menyadarkan peserta didik untuk memanfaatkan waktu sengganggnya untuk menunjang kegiatan belajarnya dan mengisinya dengan kegiatan yang berguna dan konstruktif. Namun  yang harus diperhatikan bagi guru untuk tidak salah memberikan PR kepada peserta didik.

Semua (peserta didik, guru dan orangtua) masih percaya kalau mau maju, belajarlah dengan baik dan keras. Salah satunya dengan mengerjakan PR dari guru. Yang perlu yang dirubah, khususnya mengenai PR adalah bentuk PR itu sendiri yang intinya tidak membuat peserta didik stress, turun kesehatan, terhambat perkembangan dan membatasi sosialisasinya. PR haruslah mendorong peserta didik untuk semakin mengerti dan tanggap dengan materi yang diajarkan, Peserta didik diajarkan untuk dapat mengatur waktu secara efisien, khususnya antara waktu belajar dan bermain dan peserta didik harus mampu membangun inisiatif dan tanggung jawab dalam belajar. PR yang diberikan hendaknya dikelola dan ditata menjadi paket yang menarik dan terstruktur bagi peserta didik. Tidak begitu banyak, dapat dikerjakan dan tujuan pemberian PR tercapai. Saatnya kepala sekolah mengkoordinasi guru mata pelajaran agar tidak memberikan PR serentak yang mesti dikerjakan dalam satu malam.

-Noperman Subhi, S.IP, M.Si, lahir di Pagaralam (Sumsel) 13 november 1969. Lulus S1 Ilmu Pemerintah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan S2 Magister Administrasi Pendidikan di Universitas Sjakhyakirti. Sekarang aktif sebagai guru PPKn diperbantukan di SMA PGRI 5 Palembang dengan jabatan Wakil kepala sekolah (2012 – sekarang). Pernah mengampu mata pelajaran Geografi dan pernah menjadi dosen luar biasa di Akademi Bina Bahari. Selain itu aktif menulis artikel dan cerita Pendek. Karya tulis yang pernah diterbitkan, “Musim Kopi dan Gaya Hidup” (2001), “Jas Biru Dewan” (2002) dan “Memotret Guru Dari Kejauhan” (2016), “20 Kegagalan Menembus Publikasi” (2017). Alamat : Jalan Kadir TKR No. 65 RT 42 RW 07 Kel. Karang anyar – Gandus Palembang. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget