Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Bisnis Kuliah Online di Jakarta

Ilustrasi
Oleh Firdaus Ahmadi 
Radaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Strategi bisnis jitu dalam upaya menarik calon mahasiswa baru.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Peraturan Menteri) Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 109 Tahun 2013, Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi, Pasal 1, yang berisi:   (1) Pendidikan jarak jauh, yang selanjutnya disingkat PJJ, adalah proses belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. (4) Pembelajaran elektronik (e - learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.

Penyelenggaranya umumnya para Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mencari sasaran mahasiswa para eksekutif (dari kalangan pejabat, profesional hingga artis) yang sulit membagi waktu antara bekerja dan kuliah dengan promosinya untuk mempermudah / fleksibelitas dalam mengarungi sistem perkuliahan yang akan berjalan. Salah satunya adalah membuat sistem interface antara dosen dengan mahasiswanya walau berbeda tempat, bahkan waktu, contoh: materi kuliah menggunakan youtube, media sosial dan email. Dan ditambah interface antara dosen dan mahasiswa secara online .
Salah satunya yang dilakukan beberapa kampus di Jakarta seperti; Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Jenjang S1 dan S2, Presiden University dan Universitas Wiraswasta Indonesia dengan Program Studi Manajeman Jenjang S1 yang di koordinir perusahaan startup berbasis IT (Information Technology)  HarukaEda di Jakarta. HarukaEdu adalah portal pendidikan dimana anda dapat mengikuti berbagai macam pendidikan formal maupun informal secara online: kelas online, kuliah online dan sertifikasi online. Dengan teknis perkuliahaan: Mahasiswa dapat memulai kuliah mereka pada semester genap (September) ataupun semester ganjil (Maret).

Agar dapat lulus dari program kuliah online ini, mahasiswa harus menyelesaikan 53 mata kuliah dengan jumlah total Satuan Kredit Semester (SKS) = 146 , termasuk Skripsi atau Tugas Akhir. Setiap mata kuliah akan terdiri dari 14 sesi yang terbagi menjadi 3 sesi yang dilaksanakan secara tatap muka di kampus (pertemuan pertama, Ujian Tengah Semester (UTS), dan Ujian Akhir Semester (UAS)), dan 11 sesi yang dilaksanakan secara online.  Namun sekarang lebih fokus kearah sistem pendidikan blended learning (campuran) yaitu 51% offline dan 49% online. Pada tahun 2014, Co-founder HarukaEda bapak Novistiar Rustandi dalam pertemuan dengan penulis mengatakan (waktu  itu) sudah ada sekitar 40 mahasiswa yang terdaftar. Beliau juga yang memberitahu tentang Permen tersebut.

Kekurangan sistem ini adalah hanya Program Studi yang berakreditasi A dan B yang bisa mengikuti, berdasarkan dari Permen (Pasal 15) tersebut yang berisi:(1) Program studi tatap muka sejenis yang terakreditasi A atau sebutan lain dapat menyelenggarakan PJJ, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. (2) Program studi tatap muka sejenis yang terakreditasi B atau sebutan lain dapat menyelenggarakan PJJ paling banyak di 3 (tiga) provinsi pada wilayah Indonesia.
Padahal banyak program studi atau jurusan terutama dari PTS yang berpontensial untuk dapat mengikuti kelas online ini yang bisa terhambat karena Program Studinya belum terakreditasi A atau B.

Kita maklum dikeluarkannya Permen itu untuk menjaga kualitas proses perkuliahaan yang baik dengan mengikuti standard akademik yang sudah ditetapkan, namun untuk kuliah online dengan standard setinggi ini (terakreditasi A dan B) maka bukan saja kualitasnya yang teruji namun biaya kuliah pasti akan mahal. Sedangkan yang ingin kuliah dengan sistem ini bukan saja para eksekutif namun juga seperti para buruh pabrik, ibu rumah tangga, pegawai honerer dan lain – lain yang ingin memperbaiki kualitas hidup dengan pendidikan lebih tinggi, namun susah membagi waktu, dan mereka  belum tentu  punya dana yang cukup.

Namun kita bisa berharap ada kebijakan dari Pemerintah/MenRistekDikti agar ada sedikit kelonggaran, minimal Program Studi terakreditasi C yang bisa mengikuti sistem ini, kalau keadaan ini bisa diterima maka akan banyak program studi atau jurusan yang akan mengikuti sistem kelas online ini, seperti: Program Studi Teknik, Hukum, Keguruan, Sosial, Olahraga dan bahkan program studi Agama tentu saja dengan biaya kuliah yang semakin terjangkau dan mudah, sesuai amanah Undang – undang ( UU no: 20 th 2003 ttg Sisdiknas, dan UU no: 12 tahun 2012 ttg Perguruan Tinggi) .
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget