Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Mahasiswa PGMI UIN Walisongo Digembleng Literasi Dosen Cantik Ini

Mahasiswai PGMI UIN Walisnog saat membaca 
Semarang, Harianguru.com – Kecintaan terhadap membaca buku tidak serta merta ada dalam diri siswa ataupun mahasiswa. Namun, hal tersebut salah satunya merupakan efek bentukan lingkungan di sekitarnya. “Perubahan di kelas dimulai dari guru. Apa yang dicontohkan, dibiasakan, dan dibudayakan oleh guru akan menjadi karakter siswa,” kata Zulaikhah MPd dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan fasilitator USAID PRIORITAS dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang saat di temui (14/6/2017).

Lemahnya kemampuan membaca anak di Indonesia dan mengingat penting kemampuan membaca dikuasai oleh siswa sejak dini, baik membaca lancar maupun membaca pemahaman, Dosen berparas cantik ini melakukan serangkaian upaya untuk membiasakannya terlebih dahulu pada mahasiswa calon guru di UIN Walisongo. Alasannya, mahasiswa PGMI ini lah yang nantinya akan menjadi guru-guru di madrasah dan sekolah di daerah.

Setelah membuat buku tentang literasi kelas awal bersama tim dari Florida State University America yang difasilitasi oleh USAID PRIORITAS Ibu Zulaikhah menjadi terinspirasi. Bu Zulaikhah lalu bersepakat dengan mahasiswa bahwa setiap pertemuan perkuliahan mereka akan awali dengan membaca buku  bersama-sama selama 15 menit. Setelah itu, membuat reading log dan story telling dengan temannya. Selain itu akan dikembangkan terus selama perkuliahan sesuai masukan bersama.

Kegiatan membaca di awal perkuliahan itu dinamai dengan DEAR atau singkatan drop everything and read. “Sekarang keluarkan buku yang dibawa,  reading log, dan kertas lingkaran berisi rangkuman tulisan yang telah kalian baca. Setelah kalian membuat rangkuman kita akan membuat reading wormDengan cara menempelkan kertas lingkaran di depan,” kata Bu Zulaikhah kepada mahasiswa.

Untuk mengetahui buku yang telah dibaca, mahasiswa telah dibekali dengan reading log.  Reading log sendiri merupakan buku kunci yang berisi rangkuman membaca mahasiswa. Dalam reading log terlihat keaktifan mahasiswa dalam mencari pengetahuan dan keaktifan mereka dalam membaca.Rangkuman isi bacaan telah mereka tuliskan di dalamnya. Ini merupakan latihan bagi mahasiswa untuk menulis artikel sederhana serta menyaring inti-inti tulisan.

“Seminggu biasanya minimal membaca buku 1 atau 2, tergantung pada tebal tipisnya buku. Kadang bisa sampai 5-7  buku kalau membaca buku-buku yang ringan. Kami juga membaca buku-buku ringan karena tugas nanti dalam mengajar salah satunya juga mendongeng dan menceritakan kisah-kisah motivasi sederhana untuk siswa kelas awal. Buku ini tidak selalu buku kami semua. Biasanya kami bergiliran bertukar dengan teman atau pinjam di perpustakaan,” kata  Upik Prihatiningsih salah satu mahasiswa Bu Zulaikhah yang membiasakan membaca di rumah setelah program pembiasaan diperkuliahan dilakukan.

Pasca kegiatan membaca bersama-sama, mahasiswa kemudian menuliskan dalam reading log, kemudian mereka menceritakan kepada teman semejanya. Hal ini dilakukan agar sharing pengetahuan dapat langsung dilakukan saat itu juga. Mereka juga biasanya mengisi dengan membuat buku mini dan melakukan story telling. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang menarik untuk membiasakan keberanian mereka dalam bercerita.

Tujuan pola yang dilakukan oleh Bu Zul, adalah melengkapi kemampuan literasi mahasiswa. Pertama menemukan buku yang berkualitas untuk mereka baca, membiasakan membaca, membiasakan menulis dalam rangkuman reading log, dan kemampuan menceritakan kembali isi tulisan dengan bahasa mereka sendiri. “Dengan cara itu, maka kemampuan literasi mahasiswa dan siswa nantinya akan terbentuk secara utuh,” kata Bu Zul dengan semangat.

Kegiatan ini ternyata memberikan dampak yang positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa menjadi kaya cerita dan pengetahuan. Mereka tidak hanya membaca di perkuliahan. Namun, menjadi kebiasaan di rumah atau di luar waktu-waktu perkuliahan. Sengaja memang buku yang dibaca bukan buku perkuliahan. Hal ini dimaksudkan agar khasanah keilmuan mahasiswa dapat berkembang.  Dan yang terpenting adalah pembiasaan ini akan membentuk karakter mahasiswa untuk cinta terhadap buku. Lalu dikemudian hari menjadi penggiat literasi bagi siswa yang akan mereka didik nantinya. (Red-HG99/Hms).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget