Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Juli 2017

Lowongan Dosen Tetap dan Khusus Unisda Lamongan Terbaru 2017 ini terbuka lebar untuk semua kalangan yang memenuhi syarat.

Baca juga: Lowongan Dosen STIDKI Bogor Terbaru 2017 Universitas Islam Darul Ulum Lamongan yang biasa disingkat UNISDA adalah perguruan tinggi swasta di Jawa Timur dan merupakan salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.
Secara hakiki UNISDA memiliki sejarah yang panjang, tetapi waktu yang pendek, hal ini tidak lain adalah bahwa gagasan yang didirikan sebuah Pendidikan Tinggi sudah ada sejak masa hidupnya Almaghfurlah K.H. Soefyan Abdul Wahab.
Dia sebagai ulama pesantren yang progresif dan punya kepedulian tinggi terhadap pendidikan, saat itu mempunyai keinginan mendirikan pendidikan tinggi, gagasan itu mulai mengalir dari pemikiran dia pada tahun tujuh puluhan, tetapi sebelum gagasan itu terealisasi pada tahun 1983 dia dipanggil kehadirat Allah SWT, 3 tahun setelah itu sebagai terjemahan dari ide yang dimaksud dirintislah oleh menantunya, Masykuri Shodiq BA, berdirinya sebuah perguruan tinggi yang diawali dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Darul 'Ulum Jombang Program studi PLS (Pendidikan Luar Sekolah) dan PBB (Psikologi Pendidikan dan Bimbingan) di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar pada tahun 1985. Semenjak itulah gagasan didirikannya sebuah perguruan tinggi di pondok pesantren Matholi'ul Anwar mendekati kenyataan.

Baca juga: Lowongan Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Terbaru 2017

Ternyata keberadaan kelompok belajar ini mendapat respon positif dari masyarakat Lamongan dan sekitarnya, dari respon tersebut bermunculan dorongan dari para tokoh masyarakat dan ulama agar kelompok belajar dimaksud dikembangkan lebih jauh dan mandiri, sebagai respon balik maka pada tahun 1986 didirikanlah sebuah Yayasan yang akan menyelenggarakan perguruan tinggi dimaksud, adapun nama yayasan itu adalah YAYASAN UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM. Saat ini, Unisda Lamongan membuka lowongan dosen dengan kualifikasi umum: 1. Ijazah S1-S2 Linier dan PT Terakreditasi, IPK S1: 3,00 dan S2:3,25 2. Calon dosen tetap usia maksimal 40 tahun 3. Calon dosen khusus usia maksimal 60 tahun 4. Calon dosen tetap tidak menjadi pegawai dan tidak punya homebase di institusi lain dan tidak punya NIDN, NUPTK dan tidak kontrak di institusi lain 5. Calon dosen khusus tidak ber NIDN dan NUPTK Formasi dan Kualifikasi Ijazah Kualifikasi S2: Diperuntukkan mengajar: Ekonomi Syariah (S1) Agroteknologi (S1) Ilmu Politik (S1) Ilmu Pemerintahan (S1) Teknik Sipil (S1) Teknik Arsitektur (S1) PGMI (S1) Teknik Informatika (S1) Ilmu Komputer (S1) PG PAUD/RA (S1) Kualifikasi S2/S3: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) Pendidikan Bahasa Inggris (S1) Pendidikan Agama Islam (S1) Pendidikan Bahasa Arab (S1) Manajemen (S1) Akuntansi (S1) Kualifikasi S3: Diperuntukkan mengajar: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2) Pendidikan Islam (S2) Lamaran ditulis tangan dan dialamatkan kepada Rektor UNISDA Lamongan dengan melampirkan berkas: a. Scan File ijazah dan transkip nilai (S1-S2) dan bagi lulusan luar negeri harus melampirkan SK Penyetaraan ijazah dari Dikti. b. Scan KTP c. Scan Kartu Keluarga d. Scan Surat keterangan sehat jasmani dan rohani e. Scan Surat keterangan bebas narkoba f. Scand pas foto ukuran 4X6 sebanyak 4 lembar g. Poin a-f dikirim berupa CD Berkas dikirim ke Rektor UNISDA Lamongan C.q Kepala BAUK Jalan Airlangga 03 Sukodadi, Lamongan. Informais lebih lanjut silakan hubungi Umami 081515726827, melalui pos atau vie email ketenagaan@unisda.ac.id Berkas dikirim paling lambat 15 AGUSTUS 2107.

Lowongan Dosen STIDKI Bogor Terbaru 2017 ini dibuka untuk semua kalangan yang membutuhkan pekerjaan sebagai dosen tetap.

Saat ini, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (STIDKI) Bogor membuka lowongan untuk berkarir menjadi Dosen Tetap pada Program Studi:\
1. Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
2. Jurnalistik Islam

Syarat umum:
A. Magister Ilmu Komunikasi
B. IPK minimal 3,00 (S1 dan S2)
C. Usia maksimal 40 tahun
D. Belum punya NIDN/NIDK, NUPTK dan bukan PNS

Silakan lengkapi berkas Anda sesuai dengan persyaratan di pengumuman (lihat gambar).

Lamaran diserahkan ke Panitia Penerimaan Dosen STIDKI Bogor atau lewat email puterifirdhani@gmail.com dengan subjek Lamaran STIDKI.

Paling lambar 4 AGUSTUS 2017

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur 
Pekanbaru, HARIANGURU.com - Kinerja para Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang malas harus segera dihentikan, hal tersebut demi bangsa yang lebih maju dan dapat bersaing dengan negara lainnya. 

Demikian ditegaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat memberi sambutan dalam acara Reuni Akbar dan Silaturrahim Nasional Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND) tahun 2017, di Kota Pekanbaru, Sabtu (29/07/2017).
Dirinya menjelaskan yang dimaksud dengan kinerja PNS yang malas yakni yang datang ke kantor hanya untuk sekedar absen, dan tidak mengerjakan apapun. Kemudian pada akhir tahun anggaran yang diberikan negara dapat terserap dengan baik, namun hasilnya tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan masyarakat, oleh karena itu rezim yang seperti demikian harus dihentikan.
"Rezim yang malas dan tidak inovatif seperti itu kita stop dan tidak boleh lagi terjadi. Setiap PNS pekerjaannya harus terukur dan hal itu tidak boleh ditawar tawar lagi," ujarnya.
Oleh karena itu pihaknya saat ini tengah menerapkan sistem managemen kinerja, dimana setiap PNS harus jelas apa yang dikerjakan selama berada di kantor dan pegawai tersebut pun harus terlihat kontribusinya bagi organisasinya masing masing. Karena jika kinerja para penyelenggara negara masih seperti demikian maka, negara ini akan tertinggal oleh kemajuan negara-negara lainnya.
Lebih lanjut dirinya mendorong para Civitas Akademika untuk dapat terus memperbaiki sistem pengajaran yang ada di perguruan tinggi. Karena memang calon SDM penerus bangsa lahir dari perguruan tinggi dan oleh sebab itu mutu pendidikan pun harus ditingkatkan lagi, agar dapat menghasilkan SDM yang kompetitif dan memiliki kemampuan. (byu/HUMASMENPANRB).

Jakarta, HARIANGURU.com – Satu pekan menjelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Hukum dan HAM yang diselenggarakan oleh Pemerintah, membuat sebagian banyak orang tegang. Pasalnya, putra dan putri terbaik di Indonesia akan bersaing memperebutkan 19.210 kursi untuk menjadi CPNS yang nantinya akan ditempatkan di seluruh pelosok di Indonesia. Pendaftaran yang akan dimulai pada 1 Agustus 2017 melalui situs online ini ternyata menjadi perhatian banyak orang.  
Dalam kesempatan ini, Pemerintah kembali mengingatkan calon pelamar, bahwa apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pendaftaran CPNS secara online. Mulai hari Selasa, 1 Agustus 2017 calon pelamar diharapkan melakukan registrasi online melalui situs https://sscn.bkn.go.id dengan mengisi form yang telah tersedia menggunakan data kependudukan yang valid yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP)/ NIK pada Kartu Keluarga (KK) dan  Nomor KK.
Diusahakan, apapun yang bersangkutan dengan identitas diri dapat diinput dengan data yang sama, seperti nama, tempat tanggal lahir maupun jenis kelamin sesuai dengan akte kelahiran. Apabila terdapat ketidaksesuaian atas data-data kependudukan tersebut, disarankan agar segera memperbaharui data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.
Saat melakukan pendaftaran melalui sistem online dan melakukan registrasi online serta mendapatkan Kartu Pendaftaran Registrasi online, untuk pelamar pada lingkungan MA harus menyampaikan surat lamaran tertulis dengan melampirkan beberapa berkas, diantaranya dokumen (print out) Kartu Pendaftaran Registrasi Online, lalu surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000,- yang ditujukan kepada Sekretaris Mahkamah Agung RI, fotokopi KTP, fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir, surat keterangan akreditasi dari BAN PT, serta pas foto terbaru ukuran 4cm x 6cm sebanyak  4 lembar dengan latar belakang merah dan menuliskan nomor registrasi online dan nama pelamar di belakang foto tersebut.
Berkas-berkas tersebut dimasukkan ke dalam amplop coklat dan disudut kanan atas ditempel potongan nomor pendaftaran registrasi online. Selanjutnya dikirim kepada Panitia Seleksi Penerimaan Calon Hakim MA RI melalui POS dengan PO BOX 2700 Jakarta 10027 paling lambat 26 Agustus 2017 cap pos dan selambat-lambatnya diterima tanggal 31 Agustus 2017.
Untuk pelamar pada lingkungan Kementerian Hukum dan HAM juga melakukan pendaftaran melalui sistem online sama seperti pelamar MA. Pelamar dengan kualifikasi pendidikan D-III dan SLTA, wajib menyampaikan surat lamaran yang diketik menggunakan komputer ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM di Jakarta bermaterai Rp 6.000,- dan ditandatangani dengan pena bertinta hitam dengan format surat lamaran yang dapat diunduh di laman https://sscn.bkn.go.id, fotokopi KTP, fotokopi ijazah/STTB, fotokopi ijazah SD, ijazah SLTP dan ijazah SLTA, surat pernyataan bermaterai Rp 6. 000,-, pas foto 3x4 sebanyak 4 lembar bagi kualifikasi Diploma III/D-III dan SLTA/Sederajat, dan lembar bukti pendaftaran.
Berkas lamaran tersebut dikirim melalui PO BOX dari masing-masing wilayah yang dituju. Daftar alamat PO BOX bisa dilihat dilaman www.menpan.go.id dengan judul pengumuman penerimaan CPNS 2017 dan poin Kementerian Hukum dan HAM RI.
Sedangkan untuk pelamar Dokter Spesialis, Dokter Umum, dan Sarjana/S-1 di Kementerian Hukum dan HAM, tidak perlu mengirimkan dokumen karena cukup menggunggah dokumen yang diperlukan melalui situs https://sscn.bkn.go.id.
Selain memperhatikan dengan cermat data diri dan proses pendaftaran, calon pelamar juga diwajibkan memperhatikan poin-poin persyaratan yang sudah ditentukan kedua instansi terkait. Seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), formasi yang sesuai dengan jurusan, serta batas usia yang diperbolehkan mendaftar menjadi CPNS .
Seluruh sistem pendaftaran dilakukan secara elektronik, dan calon pelamar tidak dapat merubah pilihan tersebut dengan alasan apapun. Oleh karena itu, pelamar dianjurkan agar membaca dan memahami secara cermat seluruh persyaratan pelamaran. Apabila terdapat hal-hal yang masih memerlukan penjelasan terkait persyaratan pelamaran tersebut, pelamar dapat menghubungi call center instansi tersebut.  Call center Kementerian Hukum dan HAM yakni (021) 5253004 (ext 310) dan Mahkamah Agung pada nomor 082110891729.
Pemerintah kembali mengingatkan bahwa pelamar hanya boleh mendaftar pada satu instansi, satu jabatan, dan satu jenis formasi dalam satu periode/event pelaksanaan seleksi. Sebagai contoh, pelamar yang berpendidikan S-1 Hukum yang telah mendaftar di Instansi Kementerian Hukum dan HAM tidak boleh mendaftar di MA. Apabila di Kementerian Hukum dan HAM telah mendaftar pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama, tidak boleh mendaftar di jabatan lain seperti jabatan Analis Hukum. Selanjutnya apabila pada jabatan Analis Keimigrasian Pertama telah mendaftar pada jenis Formasi Cumlaude, tidak boleh mendaftar pada jenis Formasi Umum, Formasi Disabilitas, dan Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat.
Disamping harus memperhatikan hal-hal penting di atas, calon pelamar yang lolos seleksi administrasi dan memenuhi persyaratan, wajib mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian melalui situs yang sama, dan terus berlatih dan belajar sebelum tes dilakukan di waktu mendatang. Tes tersebut merupakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilakukan menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT). Soal-soal yang diuji meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Untuk menghindari penumpukan pendaftaran, disarankan calon pelamar tidak semua mendaftar pada tanggal 1 Agustus, tetapi bisa mendaftar di hari-hari berikutnya sampai sebelum batas waktu pendaftaran ditutup. (twi/HUMAS MENPANRB).

Tim Hoshizora Foundation saat melakukan home visit ke rumah pendaftar Fair & Lovely Bintang Beasiswa-2
Jakarta, Harianguru.com – Kemarin, sebanyak 50 wanita muda berprestasi Indonesia berhasil mendapatkan dukungan untuk melangkah maju dan meraih impian layaknya wanita modern masa kini di malam inagurasi program Fair & Lovely Bintang Beasiswa yang diinisiasi oleh Fair & Lovely, bekerja sama dengan Hoshizora Foundation.

Fiona Anjani Foebe selaku Head of Face Care PT Unilever Indonesia Tbk. menjelaskan, ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa adalah wujud komitmen Fair & Lovely untuk mendukung para wanita muda Indonesia mengembangkan kemampuan diri untuk meraih cita-citanya. Selain akses ke pendidikan tinggi, selama empat tahun Fair & Lovely juga akan memberikan pembekalan untuk para penerima beasiswa berupa pendampingan sebagai pembekalan yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung program pendidikan dan juga masa depan mereka di dunia kerja nantinya.”

Rangkaian program Fair & Lovely Bintang Beasiswa dilakukan sejak Februari lalu di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas yang dituju adalah Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Solo, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Malang dan Universitas Brawijaya Malang.

”Saat ini di beberapa daerah di Indonesia, masih banyak yang beranggapan bahwa melanjutkan pendidikan tinggi mengakibatkan beban finansial yang cukup besar di keluarga dan juga tidak bermanfaat untuk wanita sehingga tidak menjadi prioritas utama keluarga. Namun, cukup banyak para pendaftar Fair & Lovely Bintang Beasiswa yang sangat antusias melanjutkan pendidikan memiliki tiga landasan kuat untuk berpartisipasi, yaitu impian, cita, dan orang tua. Mereka memiliki keinginan besar untuk memperbaiki kualitas hidupnya melalui pendidikan sehingga dapat mengejar impian, menggapai cita, dan membahagiakan orang tua,” terang Reky Martha M.A seorang psikolog pendidikan yang juga merupakan Co-founder & President dari Hoshizora Foundation.

Proses seleksi selama hampir enam bulan memiliki beragam cerita seru yang memperlihatkan kesungguhan para pendaftar untuk melanjutkan pendidikan. Beberapa dari mereka bahkan bersedia jauh-jauh datang dari Jawa Timur ke Yogyakarta untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor Hoshizora, memastikan berkas sampai dengan baik karena mereka tidak terbiasa dengan jasa pengiriman paket.

Terkait perjalanan proses pemilihan Reky pun bercerita, “Penilaian kami lakukan secara total untuk memastikan kelayakan penerima beasiswa. Pertama-tama, ketika mendaftar dan menyerahkan berkas, kami meminta mereka membuat esai motivation letter terkait seberapa besar keinginan mereka untuk mendapatkan beasiswa. Jika mereka lolos maka lanjut ke tahap wawancara, hingga akhirnya kami melakukan home visit untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai. Dalam tiap tahap tersebut banyak juga yang gugur karena tidak memenuhi syarat dan ada pula yang mengundurkan diri karena kurangnya dukungan keluarga.”

Shireen Sungkar selaku brand ambassador Fair & Lovely mengaku sangat senang atas program ini, ”Saya berharap semakin banyak wanita muda Indonesia yang dapat menggapai cita-citanya dengan dukungan dari Fair & Lovely. Semoga 50 orang penerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa dapat menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali potensi dirinya. Ini merupakan hasil dari kerja keras kalian untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Jangan lelah untuk belajar dan terus tingkatkan wawasan, ayo bersama-sama wujudkan mimpi!”  

Berbagai kisah inspiratif para wanita muda yang mengejar impian dan cita mereka begitu mencerminkan kegigihan wanita masa kini yang tidak menyerah pada keadaan untuk memberikan manfaat lebih kepada lingkungan sekitarnya di masa depan. Salah satu contohnya, Bening Lestari dari Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta yang sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu penerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa. Terlepas dari keadaan ekonominya, ia ingin mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang perawat, karena dengan menjadi perawat, ia dapat bekerja sambil beribadah yaitu dengan menolong orang lain dan membuat mereka jauh dari penderitaan dan rasa sakit. Dia bercerita ketika mengetahui program ini, tanpa berpikir panjang ingin segera mendaftar agar kelak dia bisa mewujudkan impiannya tersebut.

”Kami berharap program ini dapat menginspirasi dan memotivasi wanita Indonesia lainnya agar lebih percaya diri untuk meraih mimpi setinggi-tingginya. Bagi penerima beasiswa diharapkan program ini sangat bermanfaat untuk mendukung mereka meraih pendidikan yang semestinya. Terlebih lagi, kami berharap di tahun-tahun berikutnya program ini dapat terus dilaksanakan, agar terwujudnya generasi wanita Indonesia yang siap membangun bangsa menjadi lebih baik.” tutup Fiona. (HG99/Hms).


H. Abdul Wachid Ketua Gerindra Jateng (kanan) saat di Ponpes Miftahul Huda Desa Padaan, Pabelan, Kabupaten Semarang.
Semarang, Harianguru.com – Salah satu program H. Abdul Wachid Calon Gubernur Jateng adalah peningkatan pendidikan pondok pesantren dan meningkatkan kesejahteraan para pendidiknya. Hal itu menjadi salah satu program H. Abdul Wachid Ketua Gerindra Jawa Tengah jika nanti diamanati partai untuk maju sebagai Calon Gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. 

Hal itu terungkap di sela-sela acara pelantikan PC Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Semarang di Pondok Pesantren Miftahul Huda Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (29/7/2017).
Wachid menegaskan, soal pencalonannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.

“Prinsipnya, saya siap jika Pak Prabowo memberikan tugas saya untuk maju sebagai Cagub Jateng pada Pilgub Jateng 2018 nanti. Salah satu program prioritas saya tentu meningkatkan pendidikan berbasis pesantren, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan gurunya," ujar dia di hadapan peserta.

Pihaknya juga memohon doa restu dalam pertemuan tersebut. “Saya memohon doa restu para kiai dan seluruh masyarakat di sini, semoga bisa maju sebagai Cagub Jateng 2018 nanti," beber dia yang dijawab “amin” oleh para hadirin. 

Sementara itu, H. Zaini Zulfa, pengasuh Ponpes Miftahul Huda Pabelan Semarang menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik atas motivasi H. Abdul Wachid mencalonkan diri sebagai Cagub Jateng nanti.

“Saya doakan Pak Wachid menjadi Gubernur Jateng nanti. Karena saya dan lingkungan di sini cukup berharap dapat tersentuh program yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Allahu akbar," teriak kiai tersebut.

Dalam kegiatan itu, selain H. Abdul Wachid, dihadiri pula Pengasuh Ponpes Miftahul Huda H. Zaini Zulfa, Sekjen Tidar Ulul Aufa, PP Tidar Bidang Kewirausahaan Nidya Hary, Ketua PD Tidar Jateng Wawan Haryono, Anggota DPRD Jateng HM. Wasiman.

Selain itu, hadir pula Ketua PC Tidar Kabupaten Semarang Ahmad Rafiq dan pengurus Tidar Kabupaten Semarang serta berbagai kalangan dan tamu undangan dalam pelantikan PC Tidar Kabupaten Semarang dan juga PAC Tidar se Kabupaten Semarang. (HG99/Dmw).

Ilustrasi
DIBUTUHKAN SEGERA
50 GURU BACA TULIS AL-QURAN

Syarat-syarat:
1. Lulusan Madrasah Aliyah;
2. Laki-laki usia 25-35 tahun;
3. Mahir membaca dan menulis teks al-Quran;
4. Bersedia ditempatkan di desa-desa tertinggal di Propinsi Lampung;
5. Lulus seleksi baca tulis al-Quran.

Fasilitas:
1. Honor per bulan Rp 6.000.000,00 - Rp 7.000.000,00 bergantung pada jarak desa dari ibu kota kecamatan;
2. Tempat tinggal di rumah kepala desa tempat bertugas;
3. Transport p.p. dari tempat asal ke tempat tugas dijamin.

Barangkali ada sanak sdr  yang berminat dan memenuhi syarat silakan mendaftar di Kanwil Kemenag Propinsi Lampung, Jalan A. Yani No. 22 Teluk Betung.
Contact person: Tb. H. Rifqi, Lc. (085 799 321 000)

Bantu share ya. siapa tau ada saudara kita yg membutuhkan info ini.

Jakarta, Harianguru.com – Drama Kolosal Bhinneka Tunggal Ika akan memeriahkan pembukaan Raimuna Nasional (Rainas) XI di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 14 Agustus mendatang. Pagelaran massal ini disutradarai senior Teater Koma Sari Madjid dan artis Dina Mariana.

Hal itu diungkapkan oleh Faisal, Panitia Bidang Kegiatan Raimuna Nasional, di ruang Dasa Dharma, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Menurutnya, sebanyak 375 Pramuka Penegak gabungan dari 11 Satuan Karya (Saka) Pramuka di DKI Jakarta tampil dalam drama kolosal ini dan mereka bakal mengundang decak kagum penonton dan peserta Rainas.

“Yang pasti pagelaran ini bakal menjadi kejutan. Sebanyak 375 Pasukan Pramuka dari 11 Saka di wilayah DKI Jakarta dan Bekasi akan tampil dalam pagelaran ini. Tidak pernah ada sebelumnya di Raimuna Nasional, bahkan di acara Pramuka mana pun,” ungkap Faisal, di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017) dalam siaran pers yang diterima harianguru.com.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan bahwa perkemahan dan kegiatan Pramuka lainnya sangat dinanti anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, jelasnya, anak-anak disatukan dan berinteraksi langsung.

“Di Gerakan Pramuka anak-anak disatukan lewat perkemahan, penjelajahan dan kegiatan luar ruangan lainnya. Anak-anak harus lebih sering berinteraksi langsung di lapangan, bukan hanya di media sosial,” kata Adhyaksa Dault, di Jakarta, Minggu (23/7).

Selain drama kolosal, pembukaan Rainas juga akan dimeriahkan berbagai penampilan lain. Di antaranya, pengibaran bendera Merah Putih dari Helikopter, gerakan ombak, atraksi bongkar kapal selam, dan lain-lain.

Rainas 2017 akan dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri para Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menko PMK, Menko Kemaritiman, Menpora, Menag, Menkominfo, dan lain-lain. Peserta Rainas yang akan hadir berjumlah 15.000 Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di seluruh Indonesia serta perwakilan Pramuka di luar negeri. (Red-HG99/Hms).

Jakarta, Harianguru.com - Anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia mengemban tugas melawan propaganda radikalisme dan separatisme melalui media sosial. Hal itu tertuang dalam 10 Tugas Pramuka di Media Sosial yang disampaikan Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Kominfo.

Kewajiban anggota Gerakan Pramuka untuk mengkonter isu radikalisme dan separatisme itu disebutkan dalam poin kesepuluh. “Melawan propaganda negatif dan aksi-aksi separatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme, serta menjaga perdamaian dunia lewat media sosial,” demikian bunyi poin itu.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengungkapkan, 10 Tugas Pramuka di Media Sosial tersebut dibuat dalam rangka menyikapi maraknya penyalahgunaan media sosial untuk perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma sosial dan undang-undang.

“Kita punya tagline di media sosial, Setiap Pramuka Adalah kantor Berita. Maksudnya, setiap Pramuka harus bersikap seperti pemimpin redaksi bagi akun media sosialnya masing, harus hati-hati menulis atau memposting apa pun di media sosial. Namun, anak-anak juga tidak boleh terlalu banyak dilarang, mereka juga diarahkan untuk produktif membuat konten,” ungkapnya di Jakarta (26/7/2017) dalam siaran pers yang diterima redaksi Harianguru.com.

Pramuka, tegas dia, sudah menjadi komponen perekat bangsa. Pasalnya, sudah fitrah Pramuka untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Pramuka itu manusia Pancasila. Sudah selayaknya menjadi benteng perekat NKRI. Sekarang kita bangga, sudah banyak Pramuka yang ikut mempromosikan kuliner, wisata, produk lokal di daerahnya masing-masing. Mereka bukan lagi sekadar penyebar konten, tapi juga sudah bisa produksi konten,” tegasnya.

Berikut isi lengkap dari 10 Tugas Pramuka di Media Sosial sebagaimana dirilis Kwarnas Gerakan Pramuka:

1. Mempelajari dan menerapkan apa yang boleh dan dilarang di media sosial, untuk kemudian menyadari bahwa konten yang diunggah akan dilihat, dipahami dan dimengerti oleh orang banyak, sehingga harus bertanggung jawab terhadap isi dan dampaknya.

2. Memproduksi konten sesuai minat, bakat dan nilai-nilai kebajikan. Konten yang dimaksud bisa berupa tulisan, foto, video, poster, infografis, meme, GIF, dll.

3. Membantu dan bergotong-royong mempromosikan prestasi anak negeri, kearifan bangsa, produk unggulan daerah, kuliner, pariwisata, budaya dan potensi daerah lainnya di media sosial dengan sukarela dan penuh komitmen.

4. Membela dan mengamalkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga media sosial.

5. Menghayati dan mengamalkan Satya dan Dharma Pramuka di media sosial.

6. Memberitakan kegiatan Pramuka, kegiatan organisasi lain, dan kegiatan positif lainnya di media sosial.

7. Menghidupkan tagar #SetiapPramukaAdalahKantorBerita, #RainasPramuka2017, serta terlibat dalam U-Report dan aktif dalam berbagai kegiatan positif lainnya di media sosial.

8. Menolak dan tidak memproduksi, membagikan, mengomentari, menyukai, berlangganan konten-konten fitnah, hoax, yang berpotensi merusak persatuan Indonsia.

9. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, latar belakang lainnya, dan orang lain.

10. Melawan propaganda negatif dan aksi-aksi separatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme, serta menjaga perdamaian dunia lewat media sosial.  (Red-HG99/hms).

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir,  berencana menjatuhkan sanksi terhadap para dosen yang terlibat Hizbut Tahrir Indonesia, namun para dosen tak merasa bersalah dan pengamat menyebut mereka bisa menuntut.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, hari Rabu (26/07/2017) ini dijadwalkan mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi negeri untuk menjelaskan sanksi terhadap dosen yang terlibat organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Langkah itu ditempuh setelah organisasi itu dibubarkan sementara banyak dosen ditengarai terlibat aktif.

Kepada wartawan, Menristekdikti mengatakan dia mendasarkan sanksi pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, terdapat pasal dalam Peraturan Pemerintah Tahun 2010 yang mengatur sanksi bagi PNS yang melakukan tindakan menentang Pancasila dan UUD 1945.

"Mereka bisa dikenai sanksi administrasi, kalau tidak mau kembali ke Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami mengimbau dulu, akan persuasif dulu," ujarnya.

"Kalau pendekatan secara persuasif ternyata mereka tetap tidak bisa menerima, ada pilihan. Mereka mau jadi pegawai negeri atau keluar sebagai pegawai negeri. Dia sudah menikmati gaji dari pemerintah, tapi tidak mau setia kepada pemerintah itu kan masalah," tambahnya.

Dipertanyakan
Rencana langkah Menristekdikti ini kemudian menuai polemik. Wewenang Menristekdikti dan tolok ukur untuk menentukan sejauh mana dosen tertentu terlibat HTI pun dipertanyakan Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada, Miftah Toha.
"Yang mengurus pemecatan atau menghilangkan status kepegawaian kan kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Tindakan menteri semacam itu sudah dikoordinasi kementerian yang berkepentingan atau tidak? Menurut saya, menteri pendidikan belum sampai (menangani) ke pemecatan," papar Miftah.

Dia menambahkan, kewenangan Menristekdikti adalah mengevaluasi jumlah dosen di perguruan tinggi negeri yang diduga terlibat HTI.

Tolok ukur untuk menentukan dosen yang diduga terlibat HTI juga dipertanyakan Miftah Toha. Menurutnya, jika Menristekdikti mengumumkan dosen tertentu terlibat HTI, dosen yang bersangkutan punya hak untuk mengajukan tuntutan karena dia belum tentu terlibat.

"Apakah itu (dosen yang terlibat HTI) konkret atau tidak? Sah atau tidak? Tidak gampang mengumumkan orang tercela kalau memang tidak ada data-datanya yang lengkap," ujar Miftah.

'Perundungan'
Menanggapi rencana Menristekdikti, juru bicara HTI, Ismail Yusanto, menyebutnya sebagai perundungan atau bullying.

"Saya kira apa yang disampaikan Pak Menteri ini harus dicegah. Ini semacam perundungan terhadap anak-anak bangsa yang dia sesungguhnya memberikan kontribusi pada pendidikan di Indonesia," kata Ismail kepada wartawan, Minggu (23/07/2017).

Di Yogyakarta, Muhammad Kholid Ridwan, salah satu dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi pengurus HTI, mengaku tidak pernah dikonfrontasi pihak kampus dan berdalih HTI tidak pernah mengatakan antiPancasila sebagaimana dituduhkan pemerintah.

Dia mengaku selama ini terus menyampaikan ide atau gagasan tentang kekhilafahan di kampusnya, baik kepada sesama dosen, mahasiswa atau pejabat rektorat.

"Bagaimana UGM mau mengklarifikasi (ke saya) wong di mana yang melanggar saja belum ngerti kok. Nggak mungkin lah mengklarifikasi yang abu-abu, nggak jelas itu. Kalau dikatakan anti-Pancasila di bagian mana yang kita anti?" kata Kholid kepada wartawan di Yogyakarta, Yaya Ulya.
Bagaimanapun, Kholid mengaku dia dan rekan-rekannya menolak demokrasi karena, menurutnya, demokrasi 'menyengsarakan rakyat' dan 'telah ditunggangi kapitalis'.

"Saya memang mengatakan demokrasi itu kotor, jelek, kufur, itu benar. Kami memang concern dengan itu (demokrasi). Kenapa? Karena demokrasi selama ini menyengsarakan rakyat. Sistem itu ditumpangi pihak kapital, cukong-cukong," kata Kholid.

"Tapi pertanyaan saya, apakah benar bahwa kita mau mengganti Pancasila? Dengarnya dari mana kata-kata itu? Ini kan nggak jelas. Ini kan masalah politik, politik suka atau tidak suka saja kan? Nah kalau masalah suka atau tidak suka dikaitkan dengan ASN yang mesakke (kasihan) pengurusnya," tambahnya.

Lepas dari argumentasi Kholid, pemerintah telah mencabut status badan hukum HTI, pekan lalu, meski organisasi itu menggugat perkara ini lewat Mahkamah Konstitusi.

Lembaga Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM, Yogyakarta, menduga jumlah dosen yang menjadi aktivis HTI terus bertambah sejak 2009 lalu. Namun, berapa jumlah pastinya tidak diketahui. (Red-HG99/Sumber: bbc.com).

Ilustrasi: Suasana kegiatan di Universitas Muhammad Ponorogo
Lowongan Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2017 Terbaru ini dibuka untuk semua kalangan.

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) memiliki visi:
“Menjadi universitas yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai Islami”.

Misi:
Menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang berkualitas berdasarkan nilai-nilai Islam;
Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berdasarkan nilai-nilai Islam;
Menyelenggarakan pengelolaan institusi yang amanah dan bertumpu pada sistem penjaminan mutu;
Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan sivitas akademika dalam kehidupan yang Islami;
Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Tujuan:
Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, profesi, dan vokasi yang unggul dalam bidang ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
Menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dalam bidang ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
Menghasilkan karya penelitian yang berkualitas dalam bidang ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dalam bidang ipteks berdasarkan nilai-nilai Islam;
Mewujudkan tata kelola institusi yang amanah dan bertumpu pada sistem penjaminan mutu;
Mewujudkan kultur kehidupan Islami pada seluruh sivitas akademika;
Menghasilkan kerjasama dan jaringan kerja dengan pihak lain yang saling menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejarah Universitas Muhammadiyah Ponorogo Secara embrional universitas muhammadiyah ponorogo berdiri sejak tahun 1960, dengan diawali berdirinya fakultas tarbiyah Jurusan Pendidikan agama Islam Institut Agama Islam Muhammadiyah Ponorogo. Yang berinduk ke surakarta. Kemudian berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 86 Tanggal 15 Agustus 1978, Jurusan dimaksudka mendapatkan status diakui.
Pada tahun 1975 menyusul kemudian berdiri Fakultas Ilmu Sosialdan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (S1). Tahun 1978 dibuka lagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan PMP dan KN (S1) dan Pendidikan Matematikan (S1), yang mana keduanya berstatus sebagai cabang dati Universitas Muhammadiyah Malang. Kemudiansejak tahun akademik 1982 / 1983 yang ditandai dengan keluarnya ketentuan pasing out bagi fakultas-fakultas cabang, maka tokoh-tokoh Muhammadiyah Daerah Ponorogo yang didukung oleh segenap eksponen pendidikan yang ada merintis berdirinya Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara mandiri dengan menambah dua fakultas baru yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Tekhnik.
Fakultas
Fakultas Agama Islam (FAI)
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP)
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Fakultas Ekonomi
Fakultas Teknik
Fakultas Ilmu Kesehatan

Saat ini, UMPO membutuhkan:
1. Dosen pada bidang:
a. Pascasarjana PAI
b. Manajemen
c. S1-Akuntansi
d. D3 Kebidanan
e. D3 Keperawatan

2. Karyawan pada bidang:
a. Tenaga Administrasi
b. Auditor Keuangan
c. Laboran
d. Pustakawan
e. Programmer IT
f. Kelistrikan
g. Instruktur Bahasa Inggris
h. Instruktur Sertifikasi Komputer

Ke depan, Umpo dipastikan akan membutuhkan dosen atau karyawan lagi sesuai kebutuhan. Baik di tahun 2018, 2019, 2020 dan seterusnya.

Bagi Anda yang masih pengangguran, berikut ada lowongan Dosen dan Pegawai Universitas Alma Ata Terbaru 2017 ini dibuka untuk semua kalangan.

Universitas Alma Ata adalah salah satu kampus di Indonesia. Alma Ata lahir sebagai tanggapan para cendekiawan muslim dan para ulama dilingkungan pondok pesantren yayasan Ali Masduki dan yayasan Ali Maksum terhadap perkembangan zaman, kecenderungan perubahan peradaban, pola hidup dan perilaku manusia dewasa ini dan merupakan bagian dari refleksi tanggung jawab moral keagamaan untuk membuktikan bahwa “Islam is always suitable anytime and anywhere” bahwa ”Islam sholichun fi kulli zaman wa makan” (Renstra Perguruan Tinggi Alma Ata, 2009-2013).

Pada awalnya Perguruan tinggi Alma Ata di bawah Yayasan Alma Ata berbentuk  STIKES dan STIA Alma Ata. STIKES Alma Ata diselenggarakan sejak tahun 2006 dengan landasan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No: 108/D/O/2006, dan dilengkapi dengan Rekomendasi Gubernur DIY No. 421.4/2408, Rekomendasi Kepala Badan PPSDM Departemen Kesehatan RI No. HK.03.2.4.1.02458 (untuk Program Studi D3 Kebidanan) dan No. HK.03.2.4.1.02459 (untuk Program Studi S1 Ilmu Keperawatan). Sedangkan STIA Alma Ata diselenggarakan pada tahun 2007 berdasarkan SK KEMENAG RI No. Dj.I/220.D/2007 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Alma Ata Yogyakarta.

Seiring waktu dan kebutuhan masyarakat, pada tahun 2015 Perguruan Tinggi Alma Ata resmi menjadi Universitas dengan nama Universitas Alma Ata dengan SK Menristekdikti RI No.155/KPT/I/2016 berlaku 21 Desember 2015.

Sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang dan bergerak maju, Universitas Alma Ata senantiasa berusaha mewujudkan visi dan misi kami sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai ajaran Islam serta mengabdi untuk umat.

Dengan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas melalui SK Kemenristek No.194/KPT/I/2015 Universitas Alma Ata berfokus pada 3 pilar penggerak kemajuan bangsa yaitu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan, serta teknologi informasi sebagai syarat penting bagi masyarakat untuk dapat terus berinovasi dan bergerak maju menuju masyarakat global.

Universitas Alma Ata membuka kesempatan bagi anda yang menyukai tantangan, mempelajari hal-hal baru, dan menjadi bagian dari perubahan pendidikan bangsa untuk bergabung bersama kami di lingkungan yang aktif dan dinamis.

LOWONGAN PEKERJAAN TENAGA PENDIDIK / DOSEN

Dosen Prodi S1 ilmu Keperawatan
Dosen Prodi S1 Manajemen
Dosen Prodi S1 Ilmu Gizi
Dosen Prodi S1 Perbankan Syariah
LOWONGAN PEKERJAAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Teknisi Laboratorium Farmasi
Driver
Staf Admisi ( Frontliner)

Berkas Lamaran :
1. Surat Lamaran (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
2. Curiculum Vitae (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
3. Ijazah S1 (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
4. Ijazah S2 (Tenaga Pendidik)
5. Transkrip S1 (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
6. Transkrip S2 (Tenaga Pendidik)
7. KTP (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
8. Pas Foto ukuran 4 x 6 (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)
9. Berkas Pendukung Lainnya (Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan)

Pati, Harianguru.com - Banyak cara untuk mendesain sekolah bermutu. Salah satunya adalah dengan mengikuti kebijakan pemerintah tentang Kurikulum 2013 (K13). 

Sekolah Menengah Kejuruan Jamaah Pasrah (SMK) Dukuhseti, Pati mengembangkan Kurikulum 2013 (K13) yang dibimbing langsung  Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Wilayah II Pati di aula SMK JAPA, Rabu (26/7/2017).

Hadir pengurus Yayasan Jamaah Pasrah, komite SMK JAPA, dewan guru dan karyawan SMK JAPA. Dalam kesempatan itu, hadir juga Pengawas SMK JAPA Heru Susanto, M.Si.

Perwakilan BP2MK Wil II Pati bapak Agus Rumanto, M.Pd mengatakan bahwa SMK JAPA wajib melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai aturan pemerintah.

Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor 130 Tahun 2017 Tanggal 10 Februari 2017 Tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan.

Dijelaskannya, berdasarkan SKT tersebut dinyatakan bahwa Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian sebagaimana terlampir dalam keputusan tersebut.

Dalam  Tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum 2013 SMK Tahun 2017 juga dinyatakan Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.


Pihaknya mengatakan bahwa materi itu termasuk analisis standar kompetensi kelulusan. Dalam kesempatan itu, guru SMK JAPA didorong harus bisa memperhatikan kompetensi inti atau KI dan kompetensi dasar atau KD.

"Untuk menyukseskan pembelajaran dengan Kurikulum 2013, kami menganjurkan kekompakan baik dari yayasan, komite, dan civitas akademika SMK JAPA," beber Agus.

Sementara itu, Minanurrohman Kepala SMK JAPA berharap kegiatan itu bisa memberi pencerahan kepada para guru SMK JAPA. "Sebagai sekolah baru, kami harus banyak belajar terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013," ujar dia.

Akan tetapi, selain mengacu K13, Minan mengatakan bahwa mata pelajaran SMK JAPA juga memberikan muatan materi agama Islam sebagai bekal pelajar. "Selain memberi muatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), kami juga membekali pelajar dengan penguatan iman dan takwa atau Imtak," papar dia. (Red-HG99/Ibda).

Jepara, Harianguru.com - Ikatan mutakhorrijin Pondok Pesantren Nurul Hijrah (PPNH) Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah menggelar hahalbihalal dan reuni. Acara pada hari Ahad, 23 Juli 2017 ini,  dihadiri bergai alumni dari berbagai daerah, termasuk Brebes, Cirebon, Jepara, Semarang, Demak, dan daerah lainnya.

Panitia pelaksana, Afifuddin, berharap acara ini terus dilaksanakan demi terjaganya kekeluargaan untuk kemajuan pondok sering dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, mauizah khasanah alumni Pondok Pesantren Nurul Hijrah diwakilakn Dr. KH. Masyhudi, M.Ag dosen UIN Walisongo. Ia mengatakan halalbihalal merupakan momentum kita mengingat kembali perjuangan kita di pondok dan di pendidikan formal.

“Hal ini terwujud dengan suksesnya santri-santri yang terjun di masyarakat ada yang menjadi dosen di perguruan tinggi baik swasta maupun negeri, guru, bidan, pengusaha konveksi, ustaz, pengusaha, pejabat desa, dan politisi, bahkan dukun. Apapun profesinya kita harus memegang teguh prinsip kebenaran dan ketulusan sesuai dengan pesan dan ajaran almarhum almukarrom Drs. KH, Asya'ari Sadjid, MA,g,” beber doktor Ilmu Hukum Undip itu.

Pria yang juga Ketua MUI Jepara ini juga memberikan pesan khusus untuk kemajuan ponpes di era zaman moderen ini. “Pondok pesantren harus mempunyai sistem yang terbuka, mandiri dan moderen, artinya bahwa spirit salafy harus kita jaga, akan tetapi pola dan sistem menejemen harus moderen, seperti metode belajar mengajar, dan lain sebagainya,” beber dia.

Sementara itu, putra pertama almarhum Drs KH. Asy'ari Sajid, MA,g, Gus Husni Arafat, L.c mengatakan bahwa dengan kekeluargaan momentum ini bukan hanya untuk saling mengenang masa lalu saja, namun ini bagian dari  penguatan kembali keluarga besar PPNH untuk kedepan lebih terjalin dan bersama-sama membesarkan pondok pesantren.

“Selain itu, tak kalah penting nya bagi semua alumni untuk senantiasa menjunjung nama baik pondok dengan memberikan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan profesinya,” beber dia.


Dalam rangkaian reuni itu, acara diawali dengan ziarah ke makam almarhum pengasuh ponpes KH. Asy'ari Sadjid, MA,g. (Red-HG99).

Dr. Hj. Siti Sholihati, MA bersama Muhamad Umar Lathif
Semarang, Harianguru.com – Muhammad Umar Lathif, pria yang kuliah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo sebelum lulus ujian skripsi ia hampir drop out (DO) karena sudah semester 14. Namun, lantaran desakan waktu, ia pun berhasil lulus dan akan wisuda pada besuk tanggal 27 Juli 2017.

Ia pun tidak hanya lulus saja, namun sebelum wisuda berhasil merillis buku. Hal itulah yang membuat Dr. Hj. Siti Sholihati, MA Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakdakom UIN Walisongo Semarang mengapresiasinya.

Selama ini, buku-buku yang ada di Indonesia hanya mengulas dan mengkaji biografi, pemikiran dan perjalanan hidup Khalifah Abu Bakar Assiddiq. Masih sedikit bahkan langka yang mengkaji secara ilmiah dan metodologis tentang metode dakwah yang pernah dilakukan Khalifah Abu Bakar Assiddiq.

Berkat penelitian yang dilakukan, sarjana sosial dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Muhamad Umar Lathif, berhasil menulis buku bertajuk “Metode Dakwah Khalifah Abu Bakar Assiddiq” yang diterbitkan Formaci. 

“Alhamdulillah telah terbit buku pertama saya berjudul Metode Dakwah Khalifah Abu Bakar Assiddiq sebelum wisuda,” beber Umar, Selasa (25/7/2017).
Menurut dia, yang paling populer di antara buku tentang Abu Bakar Assiddid adalah buku “Abu Bakar As-Siddiq (Sebuah Biografi dan Studi Analisa Tentang Permulaan Sejarah Islam Sepeninggal Nabi)” karya Muhammad Husain Haekal.

Ia pun menjelaskan, bahwa salah satu latarbelakang penulisan buku itu karena banyak ustaz-ustaz dadakan di televisi yang banyak metode dakwahnya tidak cocok. Bahkan, menurut dia, mereka tidak pernah menjadi santri di pondok pesantren, namun hanya hafal satu dua ayat, sudah menjadi ustaz.

Namun, sebelum wisuda, Umar bertekad menulis buku yang masih langka tersebut. Secara resmi, ia akan wisuda pada 27 Juli 2017 besuk. Umar, merupakan sarjana yang lahir di Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada 15 April 1993. Anak kedua dari pasangan Ali Mustain dan Siti Amenah tersebut memulai Pendidikan formalnya dari SDN Gaji I (2004) dilanjut MTs N Mranggen (2007) dan MA Miftahul Ulum Ngemplak Maranggen (2010).

Sejalan dengan pendidikan formal yang ia jalankan, ia juga masuk dalam pendidikan non formal. Sejak tahun 2004, Ia memutuskan untuk nyantri di Pondok Pesantren Darus Sholihin Demak di bawah asuhan romo kiai M. Syafi’i. Pada tahun 2010 ia memantapkan diri untuk masuk IAIN Walisongo Semarang yang sekarang menjadi UIN Walisongo Semarang pada Fakultas Dakwah prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) lulus pada tahun 2017.

Orang yang akrab di panggil kang Umar ini sejak kecil sudah menyukai seni musik Islami, maka tak heran sejak dari mulai  bangku TPQ dia sudah aktif dan ikut serta dalam berbagai grup rebana yang ada di TPQ maupun di desanya. Bakat seninya itu tak luntur dan malah berkembang setelah ia di pondok pesantren dan berlanjut sampai pada ekstrakurikuler yang ada di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum. Maka tidak heran jika ia dipercaya sebagai ketua bidan rebana pada waktu di Madrasah Aliyah dan mendapatkan juara II  lomba rebana tingkat jawa tengah yang diadakan oleh IKIP PGRI Semarang (UPGRIS).

Sebagai sarjana Fakultas Dakwah UIN Walisongo Semarang, ia sadar bahwa tantangan dakwah yang dihadapi oleh da’i semakin hari semakin bertambah komplek, maka dengan diterbitkanya karya pertama ini semoga bisa menjadi solusi yang solutif bagi para da’i untuk menjalankan misi dakwahnya.

Sejalan dengan nama Umar yang diberikan oleh orang tuanya, ia mempunyai mimpi untuk terus mempelajari, berdiskusi dan meneliti tentang Khulafaurrasyiddin yang salah satu namanya adalah sahabat Umar ibn Khattab r.a. Kang Umar berharap dengan diterbitkan karya pertama yang berjudul Metode Dakwah Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq menjadi pintu untuk ia melanjutkan kepada khalifah-khalifah berikutnya.

Sementara itu, Dr. Hj. Siti Sholihati, MA Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakdakom UIN Walisongo Semarang menyambut baik buku tersebut. Menurut dia, Islam dan agama apapun tidak bisa berkembang pesat tanpa adanya dakwah. Dalam Islam sendiri, dakwah menjadi salah satu piranti untuk menyebarkan ajaran, faham, juga berbagai kaifiyah (cara) beragama dengan benar baik serta sesuai dengan tujuannya. Salah satunya adalah menebar perdamaian dan kerukunan sebagai representasi agama rahmatal lilalamin.

“Dalam dakwah, tentu tidak bisa linier dan tersampaikan baik tanpa adanya metode. Berbagai metode, bisa dikembangan oleh para kiai, ulama, dosen dan guru atau ustaz untuk menyebarkan agama Islam. Belakangan, banyak gerakan radikalisme tentu menjadi catatan sendiri bagi para pengemban dakwah. Artinya, harus ada formula yang memberi pencerahan bahwa agama itu cinta damai, ramah, santun, toleran, karena prinsipnya adalah memanusiakan manusia bahkan kepada semua makhluk ciptaan Tuhan,” ujar doktor yang juga memberi prakata dalam buku tersebut.

Dalam buku ini, lanjut dia, ada beberapa nilai-nilai dakwah dan cara menarik yang pernah dilakukan Khalifah Abu Bakar Assiddiq sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad. Artinya, sumbangsih buku ini diharapkan bisa menata kembali cara berdakwah di era digital yang jelas sangat berbeda dengan zaman manual seperti dulu.

“Maka rumusnya, isi dakwah harus menarik, dan metodenya juga harus menarik pula. Keduanya bagaikan dua keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Akhirnya, semoga buku yang ditulis saudara Muhamad Umar Lathif ini memberikan manfaat bagi pelaku dakwah, akademisi, maupun masyarakat luas yang haus akan temuan baru di dunia dakwah, komunikasi dan juga penyebaran ajaran Islam,” papar dosen tersebut. (Red-HG99/Hms).

Dekan FITK memberikan pengarahan kepada mahasiswa sebelum terjun ke sekolah praktikan.
Semarang, Harianguru.com - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Walisongo melepas 554 mahasiswa untuk latihan mengajar di 46 sekolah di Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Grobogan. “Ada satu mata kuliah khusus yang wajib diambil mahasiswa untuk terjun langsung mengajar yang disebut Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)” kata Dekan FITK, Dr H Raharjo MEd.St saat upacara pelepasan PPL di Lapangan Dekanat Kampus II, Senin (24/7/2017).

Sebelum mulai mengajar, mahasiswa telah mengikuti latihan mengajar dengan mata kuliah micro teaching dan mendapatkan pembekalan PPL. Ada enam program studi yang diterjunkan mengikuti PPL ini, yaitu PAI, PGMI, MPI, PIAUD PBA dan PBI. Raharjo menyampaikan agar mahasiswa menjaga nama baik dan siap mengahadapi tantangan  di lapangan. “Kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok, mungkin hari esok akan menghadapi tantangan yang kompleks. Maka dari itu, seluruh peserta PPL harus dibekali dalam memepersiapkan tantangan di depan mata, khususnya tantangan yang akan dihadapi pada pelaksanakan PPL” tegasnya.

Lebih lanjut, Raharjo menekankan pentingnya menunjukan sikap positif dan profesional selama mengikuti PPL. “Sikap positif artinya adalah prilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Mahasiswa harus disiplin, setia kawan, bertangung jawab dan memiliki toleransi yang tinggi” ungkapnya.

Meskipun hanya sekadar praktikan dan latihan, akan tetapi mahasiswa harus menunjukan sikap profesionalitas. Bentuk profesionalitas itu adalah mencintai pekerjaan yang sedang ditekuni, tidak hanya asal kerja akan tetapi menjadi passion. Selain itu ditunjang dengan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka dengan adanya kegiatan PPL ini melatih ketrampilan profesional para mahasiswa.

Calon guru jangan hanya melakukan transfer ilmu saja, akan tetapi ada transformasi sikap dan pengetahuan peserta didik dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang disingkat Paikem Gembrot. Sebab dengan cara ini, maka suasana kelas akan menjadi pembelajaran yang gembira dan berbobot. (Red-HG99/Hms).

Suasana FGD Full Day School dihadiri yang Muh Zen Adv, M Erfan Soebahar, Bunyamin dan Amin Farih (dari kiri ke kanan).
Semarang, Harianguru.com – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang merespon kebijakan pemerintah terkait lima hari sekolah sebagaimana dicanangkan oleh Mendikbud. Ketua Umum MUI Kota Semarang, Prof Dr KH M Erfan Soebahar MAg menegaskan bahwa umat Islam Indonesia perlu diberikan solusi terbaik tentang jam sekolah dan melegakan semua pihak.

“Yang paling utama perlu diperhatian adalah pemanfaatan waktu sehat dan porsi waktu mingguan dalam mencari ilmu” tegasnya saat membuka FGD Full Day School yang digelar MUI Kota Semarang di Aula Masjid Al Azhar Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan Semarang, seperti siaran pers yang diterima redaksi Harianguru.com, pada Minggu malam (24/7/2017).

Sekolah lima hari dari pagi hingga sore harus dikaji secara serius. Jangan sampai justeru menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Butuh kerjasama yang baik antara pendidik dan peserta didik agar ruang pembelajaran bisa kondusif” ungkap Erfan yang juga guru besar UIN Walisongo Semarang ini. Penataan waktu sekolah, lanjutnya, tidak hanya memikirkan hanya untuk siswa perkotaan, tapi harus memikirkan masyarakat kampung dan pelosok desa.

“Mereka perlu diberikan solusi waktu belajar sesuai kemampuan dengan variasi-variasi pengajaran agar tidak bosan di kelas” tegasnya. MUI berharap, kebijakan pendidikan di Indonesia dapat melegakan semua pihak. Jadi, sekolah lima hari kalau memang berpotensi menutup lembaga pendidikan Islam seperti madrasah diniyah, taman pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan pondok pesantren, sebaiknya tidak dilanjutkan.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Muh Zen Adv menjelaskan bahwa masih banyak masalah pendidikan yang harus diselesaikan. “Kebijakan sekolah lima hari bukan kebijakan yang berpihak pada masyarakat desa dan akan membuat rugi lembaga pendidikan agama Islam” tegasnya. Zen berharap pemerintah membuka mata dengan berdialog dengan semua lapisan masyarakat sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

Permendikbud 23/2017 tidak menjadi satu-satunya aturan yang bisa memaksa semua satuan pendidikan untuk menyelenggarakan sekolah lima hari. “Dulu ketika Gubernur Jawa Tengah mau membuat full day school di semua tingkatan pendidikan kita arahkan untuk dikaji ulang” katanya. Karena banyak masukan, maka kebijakan lima hari sekolah hanya diberlakukan untuk SMA/SMK dengan pola selektif-opsional, tidak memaksa.

“Saya berharap, Dinas Pendidikan di Kota Semarang juga melakukan kajian yang matang soal penerapan lima hari sekolah, jangan sampai merugikan kalangan santri dan membuat madrasah diniyah, TPQ dan pondok pesantren gulung tikar” tegasnya. Pro-kontra masalah lima hari sekolah ini harus dibicarakan dengan baik. “Saya berharap Walikota Semarang mencari solusi tepat. Sukur bisa berani menolak lima hari sekolah seperti Bupati Jepara dan Bupati Rembang” pungkasnya.

Sutarto, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang menjelaskan bahwa inti dari sekolah lima hari adalah pengembangan pendidikan karakter (PPK) sesuai aturan Mendikbud. “Kami di lapangan hanya melaksanakan kebijakan Menteri dan tetap akan berkoordinasi dengan semua lapisan masyarakat” ungkapnya. Di Kota Semarang, lanjutnya, sekolah lima hari sudah dilaksanakan sejak 2015 hanya untuk SMA dan SMK. Adapun ujicoba sekolah lima hari untuk SD dan SMP baru dilaksanakan di SD Sendang Mulyo 04 Klipang dan SMP 2 Semarang. Tahun 2017 kali ini, dari 532 SD yang sudah mengajukan usulan sekolah lima hari ada 16,5% dan dari 176 SMP sudah mengajukan usulan sekolah lima hari ada 29,5%.

Menanggapi hal itu, Drs Bunyamin MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan terima kasih pada MUI yang telah mempertemukan dengan ulama, pengelola madrasah diniyah, pengelola TPQ dan pondok pesantren dalam membicarakan lima hari sekolah di Kota Semarang. “Pemerintah tidak akan menang-menangan, kami akan libatkan semua pihak untuk mencari jalan terbaik dalam masalah ini” ungkapnya. Jika memang lima hari sekolah ini berjalan, kami akan ajak guru madrasah diniyah dan TPQ untuk mengajari agama dan Al Qur’an di sekolah. (Red-HG1/Hms).

Gus R. Muh Tommy Fadlurohman Alhafiz Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Kaliwungu, Kendal (kanan) saat menyerahkan buku pada Hamidulloh Ibda (kiri).
Kendal, Harianguru.com -  Gus R. Muh Tommy Fadlurohman Alhafiz Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Kaliwungu, Kendal, memberikan buku berjudul "Kaliwungu Buminya Para Kiai, Kisah-kisah Para Ulama' Kaliwungu Sejak Abad 15" kepada Hamidulloh Ibda, Direktur Utama Formaci, Minggu (23/7/2017).

Buku terbitan Ladang Kata itu diberikan usai Bedah Buku dan Ngaji Jurnalistik yang digelar di aula Pondok Pesantren Hidayatul Quran Kendal. "Sebenarnya tahun 2015 saya juga menulis buku untuk mahar nikah saat itu," ujar Gus R. Muh Tommy Fadlurohman.

Hal itu diungkapkan di sela-sela pelatihan karena mendengar cerita Hamidulloh Ibda memberikan mahar nikah berupa buku Stop Pacaran Ayo Nikah pada 2014 silam.

Bedah Buku dan Ngaji Jurnalistik di Aula Ponpes Hidayatul Quran, Jalan K.H. Asyari No.31 Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal pada Minggu 23 Juli 2017 ini dihadiri puluhan  santriwan-santriwati Ponpes Hidayatul Quran, rekan-rekanita IPNU-IPPNU Kendal, perwakilan Ansor, juga para pendekar Harimau Putih dan Pagar Nusa Kendal.

Buku setebal 155 itu, merupakan buku yang berisi kisah-kisah para kiai, ulama asli Kaliwungu, Kendal yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri. Buktinya, banyak pondok pesantren di Kaliwungu berdiri hingga era 21 ini.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa buku merupakan literatur yang harus dijaga selain Alquran, kitab kuning, majalah maupun koran. "Makanya, pesan inti dari pelatihan ini adalah Sing Penting Nulis terus," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Hamidulloh Ibda juga memberikan buku "Sing Penting NUlis Terus, Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran" sebagai karya keempatnya. Sebelumnya, pria asli Pati tersebut telah menulis buku Demokrasi Setengah Hati terbitan Kalam Nusantara, lalu Stop Pacaran Ayo Nikah terbitan Lintang Rasi Aksara Books dan Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? terbitan Kalam Nusantara. (Red-HG88/Dul).

Lowongan kerja guru untuk lulusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) terbaru 2017 ini dibuka untuk semua kalangan yang memenuhi persyaratan.

Saat ini, MI AS SYUHADA' Semarang Jawa Tengah untuk tahun ajaran 2017 - 2018 membutukan guru dengan kualifikasi sebagai berikut:
1. Sarjana PGMI /PAI
2. Umur maksimal 30 Tahun
3. Khusus Alumni yang belum S1 kalau masih kuliah tidak apa-apa yang penting jurusannya PGMI/PAI

Bagi yang berminat, silakan segera kirim lamaran kerja ke:
MI AS SYUHADA' SEMARANG di Jl. Syuhada Raya No.13 Togosari Kulon Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah.

Informasi lebih lanjut, silakan kontak Hp. 081575897681

Jangan lupa untuk share/bagikan ke teman-taman/saudara Anda. Siapa tahu ada yang membutuhkan info bermanfaat ini.

Lowongan guru MA Al Adzkar Pucang Gading Mranggen, Demak, Jawa Tengah terbaru 2017 ini terbuka lebar untuk semua orang.

MA Al Adzkar adalah di bawah naungan Ponpes Al Adzkar. Pondok Pesantren Al Adzkar Pucang Gadingyang beroperasi sejak tahun 1996 sampai dengan sekarang, mempunyai potensi untuk berkembang lebih maju menjadi pesantren salafiyah modern yang unggul dalam  pendidikan agama dan unggul dalam bidang ilmu-ilmu lainnya, dengan perpaduan metode pembelajaran klasik dan modern yang ditunjang dengan teknologi informasi (IT) dimasa yang akan datang.

Assalamualaikum Wr Wb, info lowongan mengajar. 
Dibutuhkan segera
1. Guru Sosiologi
2. Guru SBK
3. Guru PAI (diutamakan bisa baca kitab kuning).


Segera kirim lamaran ke MA AL ADZKAR/PONPES AL ADZKAR Pucang Gading Mranggen Demak. Sekian info. Wassalamu'alaikum Wr Wb.


Silakan datang langsung ke alamat MA Al Adzkar di Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telepon (024) 76743744

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget