Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Program Literasi Nasional di Intan Jaya Papua



Oleh : Dzackiey 
Pendidik di SDN Inpres Mbiandoga, Jalan Pagamba Togai, Kampung Ndabatadi, Distrik Mbiandoga, Kab. Intan Jaya, Propinsi Papua

Presiden Joko Widodo pernah berjanji akan menggratiskan biaya pengiriman buku setiap bulan melalui PT Pos Indonesia. Hal itu disampaikan di depan para pegiat literasi saat bertatap muka di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada Selasa (2/5) lalu. Presiden berharap melalui program penggratisan biaya pengiriman buku tersebut bisa memperlancar distribusi buku dari kota ke desa, khususnya ke daerah terpencil. Dengan demikian, keberadaan buku di penjuru Tanah Air diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak-anak.
PT Pos Indonesia (Persero) memulai program donasi buku bebas biaya ke seluruh penjuru tanah air. Program ini secara resmi diluncurkan di Kantor Pos Jakarta Timur (17/6) dan dihadiri oleh Menko PMK, Menteri BUMN, Menteri Kominfo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga didukung oleh beberapa artis yang tergabung dalam Duta Buku serta para pegiat literasi.Program ini sebagai bentuk implementasi “BUMN Hadir untuk Negeri” yang sudah dicanangkan beberapa tahun lalu. Melalui “BUMN Hadir untuk Negeri” setiap perusahaan BUMN memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat. Peran Pos Indonesia melalui program donasi buku bebas biaya diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap buku serta turut mendukung pemerataan pendidikan melalui budaya literasi sampai ke pelosok nusantara.
Untuk selanjutnya pengiriman buku bebas biaya tersebut akan berlaku setiap tanggal 17. Pengiriman buku bebas biaya bisa dilakukan di Kantor Pos (kecuali Agenpos). Pengirim donasi buku merupakan pegiat literasi dan masyarakat umum yang akan menyumbangkan buku kepada pengelola Taman Bacaan masyarakat di seluruh Indonesia. Berat kiriman hingga 10 kg untuk sekali pengiriman. Kebijakan pembebasan biaya pengiriman buku ke seluruh Indonesia ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai solusi dari keluhan para aktivis literasi atas tingginya biaya pengiriman terutama ke wilayah pelosok dan daerah terluar Indonesia.
Ternyata program tersebut telah mampu melebarkan sayapnya hingga ke pedalaman terpencil di Propinsi Papua, sulit dibayangkan dengan kondisi geografis yang ekstrim dan ketersediaan transportasi hanya mengandalkan perjalanan kaki selama berhari-hari, dengan menempuh pengunungan dan jurang yang terjal. Namun semangat itu telah dibuktikan oleh Guru Penggerak Daerah Terpencil di Kabupaten Intan Jaya. Sampai dengan sekarang ini lebih dari 1.5 ton buku dinikmati oleh anak-anak pedalaman yang jauh, terpencil dan tertinggal, para donatur buku dari berbagai penjuru Indonesia termasuk luar negeri. Dari perkembangan ini juga telah dapat dilihat langsung oleh para penggiat literasi terdapat kegembiraan anak-anak dalam bergelut dengan buku-buku bacaan dan alat tulis. 
Seperti dikisahkan oleh salah seorang penggerak literasi Kristina Kenaz Sihombing, S.Si, perempuan berdarah batak, telah menarik perhatian dari berbagai kalangan untuk terus menyumbang “Kalau dipikir-pikir capek sich, menempuh jarak 2 hari perjalanan kaki terasa pinggang mau putus saat melakukan pendakian gunung, tapi ada kegembiraan tersendiri saat melihat anak-anak berebutan buku bacaan” tulisnya disebuah akun facebook miliknya. Kristina saat ini mendirikan Taman Bacaan Ombo Pustaka, yang dipriotitaskan untuk bahan bahan bacaan anak-anak di Distrik Homeyo dan sekitarnya. Sementara Charles Setiawan dan kawan-kawan juga tidak mau ketinggalan, di SDN Inpres Mbiandoga, dengan nama Program TBM Mbiandoga Cerdas telah mengepakkan sayapnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, dalam kurun satu bulan terakhir telah mampu mengumpulkan hampir 1 ton buku bacaan dan alat tulis mulai dari Aceh hingga Wamen (Papua). Para penggiat literasi di Distrik Mbiandoga ini, dengan jarak tempur mencapai 1 (satu) minggu dengan berjalan kaki, sehingga berinisiatif seluruh honor yang diterimanya dimanfaatkan untuk kebutuhan penjemputan buku dan penerbangan ke lokasi mencapai 22 juta satu kali penerbangan (flyght) dengan menggunakan pesawat AMA-Cessna Caravan jenis Pilatus Porter bermuatan 700 kg. Buku-buku yang dipasok, tidak hanya digunakan untuk anak-anak, tetapi bebas diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Ada beberapa tujuan penggunaan buku bebas oleh masyarakat, diantaranya; 1) untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara mandiri, 2) untuk membiasakan anak-anak dengan membaca dan 3) dengan melihat buku, diharapkan dapat membuka wawasan peserta didik, sebab selama ini tidak ada informasi apapun yang dapat diakses oleh masyarakat setempat. Sebagaimana dituliskan dalam akun facebook Charles Setiawan "Menjadi baik sangatlah mudah, cukup kita diam maka kita akan menjadi (terlihat) baik, tetapi menjadi bermanfaat butuh usaha". Inilah yang menjadi semangat menggebu-gebu para guru di pedalaman pengunungan tengah Papua tersebut.
Tidak terhenti sampai di situ, usaha-usaha pengumpulan buku bacaan dan alat tulis terus dilakukan, karena kondisi anak-anak yang tidak mengenal buku bacaan, tidak tau buku tulisan dan pulpen, disinilah butuh perhatian kita semua sebagai bangsa nasionalisme terhadap pendidikan. Bahkan jika para donatur hendak menyumbang, caranya sangat mudah. Setiap tanggal 17 lakukan pengepakan buku tidak melebihi 10 kg per paket, tuliskan “BERGERAK” pada paket kiriman, kemudian bawa ke kantor pos sebanyak-banyak mungkin, GRATIS pengiriman seluruh Indonesia. Jika bingung dengan alamatnya, berikut ini alamat yang ditujukan manfaatnya untuk anak-anak pedalaman Papua;
PUSTAKA MBIANDOGA CERDAS
Alamat : SDN Inpres Mbiandoga, Jalan Pagamba Togai, Kampung Ndabatadi, Distrik Mbiandoga, Kab. Intan Jaya, Propinsi Papua,
Kontak: Muhammad Zaki, S.Pd  Nomor Handphone 081370150929.

Jangan sia-siakan kesempatan berbagi ini, tidak hanya buku baca dan alat tulis, akan tetapi semua jenis bacaan dan media, termasuk majalah, poster, koran bekas juga diterima. Karena semua itu sangat bermanfaat untuk anak-anak yang masih terpuruk dalam menempuh pendidikan. Dalam bahasa Suku Moni Papua, disebutkan dengan “Hagoma Hegata Husua Hipi O” artinya Bersama, berusama untuk sukses.  
   
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget