Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Ingat, Tujuan Kuliah itu Bukan Mencari Ilmu, Tapi Membahagiakan Orangtua

Foto bersama usai diskusi
Semarang, Harianguru.com - Hamidulloh Ibda pengajar Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung menegaskan bahwa tujuan utama kuliah tidak sekadar mencari ilmu, menghilangkah kebodohan, dan mencari ijazah dan gelar untuk mencari pekerjaan. Namun lebih pada untuk menbahagiakan orang tua.

"Tujuan kuliah yang utama bagi saya ya nyenengke (menyenangkan) ibu dan bapak kita. Soal cerdas atau tidak, nanti lulus jadi apa, itu utopis dan terserah keputusan Tuhan," ujar dia dalam diskusi dengan puluhan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang, Minggu sore (24/9/2017) yang bertajuk 'Sukses Kuliah, Sukses Organisasi' tersebut.

Menurut dia, belajar dan mencari ilmu itu tidak terbatas ruang dan waktu. "Namun, regulasi kita, pendidikan formal kita memonopoli tempat belajar. Orang yang tidak sekolah dan kuliah dianggap bodoh dan dianggap belajarnya tidak sah dan laku. Makanya, Anda ini terjajah oleh regulasi pendidikan, bahwa di luar pendidikan formal, kalian anggap tidak belajar. Jadi, tujuan kuliah itu ya bukan sekadar mencari ilmu, namun intinya bisa membahagiakan orangtua. Soal belajar, bisa di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja," tegas penulis buku Sing Penting NUlis Terus tersebut.

Bagi dia, suksesnya seorang mahasiswa itu bisa lulus cepat dan aktif di organisasi. "Silakan teman-teman aktif di organisasi apa saja. Mau intra, ekstra, pokoknya yang penting aktif. Dengan berorganisasi, Anda bisa belajar di kampus kedua itu, dapat relasi dan belajar mengelola dan menghadapi banyak orang," tegas Direktur Forum Muda Cendekia (Formaci) Jateng itu.

Dijelaskannya, model perkuliahan saat ini memang mendorong mahasiswa untuk lulus cepat. Artinya, lulus cepat saja tidak cukup, karena teori di kampus hanya bagian dari khazanah ilmu untuk kembali ke masyarakat.

"Kuliah sejati itu sebenarnya ya di masyarakat. Kita menemukan berbagai macam masalah, dinamika, intrik dan benar- benar nyata. Maka agar bisa kuat, mahasiswa harus jadi aktivis," ujar mantan anggota Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Walisongo itu.

Oleh karena itu, menjadi akademis itu wajib, namun sangat kurang jika hanya kuliah saja. "Intinya mahasiswa itu minimal sukses akademik, organisasi dan sukses berkarir atau sukses pribadi," tandas dia.

Namun, menurut dia, yang penting itu belajar dan adanya proses pembelajaran. "Bukan adanya sekolah atau kampus," papar penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? tersebut. (Red-HG99).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget