Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tak Bisa Nulis Kitab Kuning, Santri Minimal Bisa Nulis Buku

Suasana Tadarus Buku dan Training Jurnalistik pada Jumat (15/8/2017) di musala Ponpes Al-anwar Suburan, Mranggen, Demak.
Demak, Harianguru.com - Jika tidak bisa menulis kitab kuning yang berbahasa Arab Pegon atau Jawa Pegon, santri harus bisa menulis, minimal artikel, buku, puisi, atau cerpan. Hal itu diungkapkan Hamidulloh Ibda penulis buku saat menjadi pemateri dalamTadarus Buku dan Training Jurnalistik pada Jumat (15/8/2017) di musala Ponpes Al-anwar Suburan, Mranggen, Demak.

"Jika santri tidak bisa menulis kitab kuning, ya minimal nulis kitab berbahasa Indonesia lah. Di sini kan pondoknya Kang Abik (Habiburrahman El-shirozy), jadi Mbak-mbak dan Kang-kang harus mewarisi tradisi menulis," beber Ibda.

Kegiatan itu, merupakan rangkaian pertama kali dalam rangka Semarak Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-anwar (IKASPA) Suburan, Mranggen, Demak menggelar Tadarus Buku dan Training Jurnalistik pada Jumat (15/8/2017) di musala Ponpes Al-anwar Suburan, Mranggen, Demak. 

Buku yang dikupas tersebut bertajuk "Sing Penting NUlis Terus (Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran)" karya Hamidulloh Ibda pengajar STAINU Temanggung.

Selain Tadarus Buku, dalam rangka Hari Santri Nasional 2017 ini, IKASPA juga akan ada sejumlah kegiatan termasuk training jurnalistik, dalam rangka menumbuhkan penguatan literasi bagi santri dan pelajar di lungkungan Al-anwar.

Tadarus buku "Sing Penting NUlis Terus (Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran)" karya Hamidulloh Ibda dosen Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung itu dihadiri ratusan pelajar dan santriwan-santriwati Al-anwar Mranggen, Demak.

Buku itu merupakan buku keempat yang ditulis Hamidulloh Ibda setelah buku Demokrasi Setengah Hati, Stop Pacaran, Ayo Nikah! dan buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? yang terbit berurutan sejak tahun 2013.


Ahmad Umum Aufi Ketua Umum IKASPA dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Tadarus Buku dan Training Jurnalistik tersebut menjadi awal untuk membuka kegiatan semarak Hari Santri Nasional 2017 yang digelar IKASPA.

Sebab, ke depan, menurut dia masih banyak kegiatan yang dinahkodadi IKASPA untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional. (HG44).

Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget