Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Dosen PGMI STAINU Temanggung Ajak Guru Selalu Berjiwa Muda

Ilustrasi
Temanggung, Harianguru.com - Farinka Nurrahmah Azizah dosen prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung, dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017 ini, mengajak kaum guru di negeri ini untuk selalu berjiwa muda.

Baca juga: Inilah Nasib Lulusan PGSD dan PGMI

Muda di sini, bukan sekadar pada usia, melainkan pada spirit, jiwa dan juga semangat. Sebab, jiwa muda wajib dipertahankan untuk menjawab tantangan global seperti saat ini. Oleh karena itu, momentum Sumpah Pemuda yang merupakan momentum bersejarah tentang pentingnya pemuda berkontribusi dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satunya bagi guru yang menjadi orang yang digugu dan ditiru.

“Sumpah Pemuda itu maknanya luas. Pada hari itu para pemuda di seluruh Indonesia, berbeda ras, bahasa dan suku bangsa bertekad menggalang kesatuan untuk kemajuan negera tercinta ini. Pembangunan tersebut diterapkan pada berbagai aspek kehidupan antara lain dalam dunia pendidikan. Di sini, guru-guru MI atau pun SD harus berjiwa muda, dan yang berusia muda harus lebih muda,” ujar Farinka Nurrahmah Azizah, Sabtu (28/10/2017).

Menjadi muda itu, kata dia, maksudnya adalah guru harus berjiwa muda, melek TIK, komputer, update perkembangan metode, media dan model pembelajaran terkini yang semua sudah berbasis siber.

“Penekanan pembelajaran tidak hanya mengenai pemahaman materi, tetapi lebih ke proses, cara berpikir, yang disesuaikan dengan semangat pemuda yang menggebu-gebu dalam pencarian kebenaran tanpa banyak kepentingan pribadi di dalamnya,” ujar dosen asal Kota Wali tersebut.
Selain itu, menurut dia, penerapan metodologi dalam pendidikan di sini salah satunya dengan mengedepankan metode diskusi, pencarian literatur secara mandiri dan pembuatan produk unggulan dalam ranah pendidikan baik berupa pemikiran maupun praktik.

Baca juga: Guru SD/MI Tak Berjiwa Digital Akan Ketinggalan Zaman

“STAINU Temanggung adalah contoh institusi pendidikan yang mengerti betul-betul serius menerapkan semangat Sumpah Pemuda dalam dunia pendidikan. Hal ini diejewantahkan pada pembukaan prodi baru PGMI yang visi misinya sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda,” tegas dia.

Tidak hanya itu, lanjutnya, metodologi pembelajaran yang telah dilaksanakan selama ini juga mengedepankan pengembangan pemikiran dan ide yang diperlukan pemuda untuk menjadi pribadi yang unggul, terutama ranah pendidikan. “Sehingga kompetensi lulusan PGMI STAINU temanggung ke depan dapat menjadi pemuda dalam baris pertama yang memajukan dunia pendidikan di Indonesia, dengan keluasan ilmu, kekuatan kharakter dan keunggulan dalam praktik pembelajaran sesuai dengan pembelajaran yang telah dikembangkan di STAINU Temanggung dewasa ini,” ujar dia.

Karena pada dasarnya, kata Farinka, pemahaman sumpah pemuda tidak hanya dimaknai sebatas persatuan  tumpah darah, budaya dan bahasa indonesia saja, namun juga pemaknaan akan kebersamaan untuk unggul di berbagai aspek dan bidang, salah satunya dalam bidang pendikan, sehingga akhirnya para guru dapat menerapkan ilmu yang didapatnya untuk memajukan semua anak didiknya, baik dalam pemikiran, karakter maupun penerapannya.

Baca juga: Jika Belum Sarjana, Bagaiman Nasib Pembelajaran di PAUD/SD?

“Sehingga rasa semangat berkontibrusi riil para pemuda di hari Sumpah Pemuda dalam koridor persatuan dalam memajukan berbagai bidang dalam ranah nasional dapat terencana. Prodi PGMI kami, memiliki visi terwujudnya guru madrasah ibtidaiyah yang profesional dan unggul dalam bidang metodologi pembelajaran pendidikan dasar Islam dalam 10 tahun ke depan,” imbuh dia.

Kami berharap, kata dia, Sumpah Pemuda tahun ini benar-benar menjiwai kaum guru di Indonesia, khususnya guru MI atau SD sebagai peletak dasar kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik pada anak-anak. “Tanpa jiwa muda, kaum guru akan tertinggal jauh dari peradaban, karena hampir semua pekerjaan di sekolah sekarang berbasis siber,” pungkas dia. (Red-HG13/Hms).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget