Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Guru dan Dosen Haram Buta Media Siber dan Medsos

Pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng periode 2017-2022, Sabtu (28/10/2017). 
Semarang, Harianguru.com - Kalangan akademisi, khusus guru dan dosen serta pelajar dan mahasiswa dilarang buta media siber dan media sosial. Sebab, selama ini masih banyak kalangan akademisi tidak bisa membedakan mana media siber dan mana media sosial. Dikarenakan tidak paham perbedaan itulah, mereka mudah termakan informasi hoak.

Demikian yang dijelaskan Hamidulloh Ibda dosen STAINU Temanggung setelah resmi dilantik menjadi pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng periode 2017-2022, Sabtu (28/10/2017).

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri yang mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, lalu Dr. Noor Achmad anggota DPR RI, Theodorus Yosep Parera Ketua Peradi Semarang.

Hadir juga Amir Machmud NS Ketua PWI Jateng, Plt Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jateng Sabarudin Hulu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, perwakilan Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, Pengurus SMSI Pusat Auri Jaya, dan Dr. Jawase Hafiz dosen Fakultas Hukum Unissula, dan jurnalis, mahasiswa dan berbagai tamu undangan.

Pegiat literasi itu juga mengatakan bahwa akademisi baik itu kalangan mahasiswa maupun dosen, peneliti, harus lah melek media siber atau online.

“Psikologi pembaca media siber itu memang gumunan dan tidak bisa membedakan mana berita yang asli dan palsu,” beber Hamidulloh Ibda di sela-sela pelantikan penguru SMSI Jateng yang bertempat di ruang Lokarida lantai 8 Gedung Moch. Ikhsan Balaikota Semarang.

Menurut dia, literasi media sangat penting, karena hampir semua orang belum paham apa itu media siber dan media sosial. Semua sumber berita itu, kata dia, tidak dibedakan dan dipetakan. Maka dari itu, ini menjadi garapan SMSI Jateng yang akan dimasukkan dalam program kerja. "Di sini tidak hanya kumpulan jurnalis. Namun di sini itu kumpulan media sibernya. Bisa pengelola dan juga jurnalisnya yang diberi kepercayaan untuk mewakili media itu bergabung di SMSI," beber dia.

Yang bergabung di SMSI Jateng ini, kata dia, adalah kumpulan media yang suda berbadan hukum dan resmi serta bukan blogger. "Sebagai pengurus bidang literasi, saya berharap masyarakat mampu membedakan media online atau siber dan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lainnya. Nah kalau media siber ya seperti contoh Suaramerdeka.com, Harianjateng.com, Mediajateng.net, Hariansemarang.com dan lainnya. Nah kalau layanan pesan atau chatting itu ya WhatsApp, Blackberry Messenger, Line dan Messenger. Jadi semua itu beda, tapi melihat kecenderungan masyarakat kita sekarang, literasi media sangat dibutuhkan," ujar dia.

Seperti diketahui, Ibda dilantik Auri Jaya Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama SMSI Pusat bersama enam belas pengurus lainnya yang mewakili dari media siber di wilayah Jawa Tengah.

SMSI merupakan serikat yang dibentuk oleh himpunan media-media online yang berserikat ke dalam sebuah wadah bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang ke depan diharapkan menjadi media mainstream dan mampu mengedukasi pembaca dengan cerdas di tengah banjir berita seperti ini. (red-HG33/Heri).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget