Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Dosen STAINU Temanggung Dorong Santri Ikuti Pendidikan Formal

Temanggung, Harianguru.com - Sejumlah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung mendorong para santri memenuhi pendidikan formal dalam rangka menjawab tantangan zaman. Sebab, hakikatnya, kualitas kaum santri tidak bisa diragukan, namun untuk menjawab tantangan zaman yang saat ini membutuhkan syarat formalitas.

Hal itu terungkap dalam pembukaan awal pembelajaran Program Paket C di aula Ponpes Al-Hidayah Prapak, Kranggan, Temanggung, Selasa (7/11/2017) yang diinisiasi oleh PCNU Temanggung dan STAINU Temanggung.

"Dalam pencalonan modin saja, itu membutuhkan ijazah. Kalau modin, kaum santri pasti 'ngelothok' dengan ilmu yang didapat di pondok. Tapi kalau tidak punya ijazah, ya sekarang tidak bisa. Padahal santri seperti Jenengan pasti kapasitas agama dan lainnya di atas rata-rata," kata Muh. Syafi' Ketua LP3M STAINU Temanggung yang juga koordinator Program Paket C Al-Hidayah tersebut.

Ia berharap, ke depan santri bisa mengesuaikan zaman dengan bekal ilmu dari pesantren dan pendidikan formal. Sebab, menurutnya, globalisasi tidak bisa hanya dihadapi dengan bekal pendidikan salaf. Namun juga pendidikan formal yang tidak hanya berhenti di jenjang SMA namun juga sampai perguruan tinggi.

Sementara itu, Hidayatun Ulfa salah satu tutor menambahkan bahwa santri tidak hanya dituntut bisa bersaing di dunia global namun juga bisa berperan di dunia pendidikan formal.

"Program ini tidak hanya untuk menjawab globalisasi, namun juga bisa bersaing di dunia pendidikan formal tapi juga bekal di luar nanti. Tidak hanya itu, hal itu juga bisa menjadi bekal untuk hidup di masyarakat. Santri harus jadi generasi Islam yang berkualitas," beber sekretaris prodi Akhwal As-syakhsiyah STAINU Temanggung itu.

Ia menjelaskan karena dalam program itu tidak hanya belajar ilmu agama seperti di Ponpes pada umumnya. Namun juga ada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, Matematika dan lainnya.

Ia juga berharap, santri tidak hanya bisa bersaing di dunia pesantren namun juga di luar pesantren karena santri menjadi kunci kemajuan bangsa ini. (HG13/Ibda).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget