Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Melogikakan Nonpribumi

Oleh Firdausi Ahmadi

Allah pencipta alam semesta juga menciptakan makhluk – makhluk seperti malaikat kemudian jin lalu manusia. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api dan manusia dari yang kita kenal yaitu dari tanah.

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah)

Malaikat diciptakan terlebih dahulu kemudian jin lalu dicipkanlah manusia. Dalil yang menunjukan hal itu adalah bahwa diantara para malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy  sedangkan kita mengetahui bahwa ‘Arsy diciptakan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi serta apa – apa yang ada didalamnya

Karena jin lebih dulu ada, maka Allah mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia.

“Dan Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembuh-Ku” (Adz-Dzariyat;56)

Kemudian Allah berkeinginan untuk mencipntakan makhluk lain lagi bernama manusia dan di beri nama Adam, diperintahkanlah semua makhlukNya yang lain seperti malaikat dan jin untuk sujud kepada manusia, dan terjadilah yang kita semua sudah ketahui, Iblis dari kalangan jin menolak untuk sujud, dengan sombongnya mengatakan manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api.

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)

Iblis berkata;
Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.” (Al-A’raf: 12)

Maka Allah  berfirman:
“Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” (Shad: 75)

Kekufuran, kesombongan, dan pembang-kangan ini merupakan sebab terusir jin dari surga dan terlaknatinya Iblis. Allah katakan kepadanya:

“Turunlah kamu dari jannah karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina. “(Al-A’raf: 13)

Sebenarnya ada beberapa keberatan – keberatan  tentang penciptkaan manusia dari makhluk – makhluk Allah yang lain karena akan ada banyak kerusakan – kerusakan yang akan dibuat manusia di bumi,

“Dan ingatlah di saat Rabbmu berkata kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di muka bumi’.” (Al-Baqarah: 30)

Para malaikat dengan keterbatasan ilmunya tentang manusia berkata,

“Apakah Engkau akan menjadikan di atasnya orang yang akan melakukan perusakan dan melakukan pertumpahan darah?” (Al-Baqarah: 30)

Tapi Allah dengan ilmu dan hikmahnya yang sempurna menjelaskan ada banyak hal yang tidak diketahui oleh makhluk – makhluk yang lain. Kemudian ditaruhlah Adam (Manusia) di surga bersama dengan pasangannya Hawa, iblis yang sudah berjanji untuk menyesatkan Adam dan Hawa terus menggoda mereka untuk berbuat dosa,

“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 16-17)

Allah  berfirman:
“Dan jangan kalian dekati pohon ini sehingga kalian menjadi orang-orang yang dzalim.” (Al-A’raf: 19)

Hingga setan pun berhasil menipu mereka berdua dan akhirnya keduanya makan dari pohon terlarang itu.

Maka Allah  berfirman:
“Tidakkah Aku telah melarang kalian berdua makan dari pohon ini dan Aku katakan kepada kalian berdua sungguh setan adalah musuh yang nyata buat kalian berdua.” (Al-A’raf: 22)

“Wahai Rabb kami, sungguh kami telah berbuat dzalim pada diri kami, jikalau Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” (Al-A’raf: 23)

Allah terima taubat mereka dan Allah hapus dosa yang telah mengotori mereka. Akan tetapi keluar dari surga karena mereka memakan dari pohon itu, sudah menjadi keputusan yang pasti sehingga keluarlah mereka dari surga ke bumi.

Dari Adam dan istrinya Hawa, mereka berketurunan, Allah berikan  keturunan anak yang banyak, laki-laki maupun perempuan di muka bumi.

Firdaus Ahmadi
Penulis merupakan Redaksi Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Banten (STKIP Dan STT Banten)
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget