Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2018


Yogyakarta, Harianguru.com - Setelah berhasil menjadi Juara II dalam Lomba Artikel Hari Santri Nasional 2018, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung, Isni Indriyana berhasil lolos 15 besar dalam Lomba Esai Agraria Nasional ke-4 yang digelar Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta dalam rangka Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional.

Dalam final lomba pada Senin (12/11/2018), Isni menjadi Finalis Terfavorit pilihan dewan juri dari 15 peserta tersebut. Kemudian Deiny Setiyawan dari Universitas Sebelas Maret menjadi Finalis Best Perform. Sementara Juara I didapat Muchammad Chanif Chamdani dari UGM, Juara II Sandi Halim dari UGM, dan Juara III Wasyilatul Jannah dari STPN Yogyakarta.

Isni mengangkat tulisan bertajuk "Mencari Keadilan Sosial  bagi Korban Penggusuran Tanah" yang bersanding dengan peserta lain dari STPN Yogyakarta, UGM, UII Yogyakarta, Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, dan lainnya.

"Banyaknya kasus penggusuran tanah yang terjadi di Indonesia, dan kasus ini harus segera diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan dan menjadi hal yang berlart-larut," kata dia kepada harian guru seperti yang telah ditulis di dalam esainya.

Menurutnya, kasus penggusuran tanah yang terjadi sangat berdampak dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam kehidupan sosial, politik, agama dan mental warga korban penggusuran tanah.

Terpisah, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mengapresiasi pencapain tersebut. "Menulis memang tidak terbatas tema dan disiplin ilmu. Sejak mahasiswa S1 saya juga sering nulis tentang politik padahal S1 saya ya PGMI," beber dia kepada Harianguru.com.

Ia mendorong semua mahasiswa PGMI untuk rajin menulis dan menghidupkan budaya literasi yang tidak sekadar membaca, namun juga menulis dan mengarsipkan. "Dalam waktu dekat sudah ada beberapa lomba yang digelar berbagai institusi. Saya sudah membimbing beberapa mahasiswa juga selain Prodi PGMI. Semoga menjadi geliat untuk terus berkompetisi," papar peraih Juara I Lomba Artikel Tingkat Nasional Kemendikbud tahun 2018 tersebut. (ghg44).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung sukses gelar lomba  cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu (10/11/2018). Dalam rangkaian itu, ada 160 penyair muda yang berhasil lolos puisinya dalam lomba tersebut.

Dalam rangka memperingati hari bulan bahasa dan hari pahlawan Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menyelenggarakan lomba cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu di Aula STAINU Temanggung yang dipuncaki pada Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan yang dihadiri, jajaran dosen, tamu undangan, guru pendamping  dan 160 peserta lomba cipta puisi dibuka oleh Dr.H.Muh.Baehaqi,MM Ketua STAINU Temanggung.

Menurut beliau kegiatan lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung merupakan salah satu wadah bagi penyair muda se-Karesidenan Kedu untuk melestarikan puisi dan kebudayaan daerah, serta menuangkan karya indahnya dalam bentuk buku.

Sementara itu Effi Wahyuningsih, MPd Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan awal Lembaga Bahasa STAINU Temanggung yang baru berdiri beberapa bulan. "Kami harap kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung," ujar dia.

Rangkaian kegiatan Seminar Literasi, dengan pembicara Hamidulloh Ibda, M.Pd dosen dan Kaprodi PGMI STAINU Temanggung, pengumuman lomba cipta puisi dan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diterbitkan penerbit Kataba Group diramaikan oleh penampilan Rebana, Teater Petromax, dan mahasiswa PGMI yang menyanyikan tembang macapat Kinanthi wantah "STAINU Temanggung" karya Andrian Gandi W ketua panitia kegiatan.

Kegiatan lomba cipta puisi dimenangkan oleh Sekar Yumna Salsabila (SMAN 2 Temanggung), Christofer Edgar L (SMA Seminari Mertoyudan), dan Kukuh Pujiantoro (SMKN 1 Windusari).
Sedangkan juara harapan Ardana Kartika Sari (SMAN 2 Temanggung), Rizka Ul Alfiawati (MAN Temanggung) dan Riyana (SMKN 1 Temanggung). Juri lomba bersama ketua panitia kegiatan mengucapkan selamat kepada pemenang lomba cipta puisi, memberikan sertifikat dan piala bagi pemenang lomba.

Kegiatan diakhiri dengan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diwakili oleh Sekar Yumna pemenang lomba cipta puisi kepada Ibu Effi  Wahyuningsih, M.Pd kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung serta kepada Ibu Dwi Chandra Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Temanggung.

Menurut Ketua Panitia, Andrian Gandi Wijanarko sebenarnya peserta lebih dari 200 an mendaftarkan diri. "Tapi karena ada yang dari luar Kedu, maka kami tidak memprioritaskan sesuai syarat. Kemudian ada juga yang mendaftarkan diri namun melebihi batas waktu. Jadi total ada 200 penyair lebih yang antusias. Tapi secara resmi hanya 160 yang masuk," kata dosen PGMI STAINU Temanggung itu.

Ia berharap, tahun depan 2019 Lembaga Bahasa STAINU akan menggelar lomba cipta puisi yang diprioritaskan bisa melebar ke tingkat Jateng-DIY bahkan tingkat nasional. (Hg33/agw).


Hoax Slayer
Oleh Firdaus Ahmadi
Redaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan Sekolah Tinggi Keguruan Iimu Pendidikan Banten

Binatang selalu menggunakan instingnya (naluri) untuk menjalankan hidupnya.  Makan, minum, menyalurkan kebutuhan biologisnya, bahkan membunuh, menggunakan insting tanpa akal pikiran, bagi mereka semuanya halal, oleh sebab itu nanti di hari kiamat, binatang tidak dikenakan hisab atau pertanggung jawaban  atas semua perbuatannya di hadapan penciptannya.

Beda dengan manusia, selain diberi insting  juga diberikan otak atau pikiran dan hati untuk berpikir, tentang baik atau buruk, halal atau haram, putih atau hitam dan sebagainya. Insting manusia yang di kendalikan melalui otak dan hatinya jangan dilepas sekehendaknya, nanti apa bedanya dengan binatang, karena akan merugikan orang lain dan diri sendiri, karena memang ada naluri binatang di kehidupan manusia, yang berbentuk hawa nafsu, yaitu nafsu kekuasaan, serakah,  berhubungan seks, mengambil hak orang lain, membunuh, menyakiti orang lain, dan lain – lain.

Hoax (berita bohong) adalah salah satu sifat naluri kebinatangan manusia yang keberadaannya sangat merugikan orang lain, ia dilahirkan dari ketidakperdulian manusia atas lingkungannya, baik pelakunya menyadari atau tidak. Jawaban menyadari (secara langsung atau tidak) dengan modusnya yang variatif seperti alasan dendam, menjalankan perintah (order) atau hoax berbayar.  Sedangkan jawaban tidak tahu, itu lebih baik kalau pelakunya cepat menyadari dan meminta maaf, namun jawaban tidak tahu disertai dengan usaha pembelaan diri dengan berbagai alasan, maka biarkan hukum yang akan menyelesaikannya.

Alasan dendam lebih kearah sifatnya pribadi, yang paling berbahaya adalah yang menjalankan perintah dan hoax yang berbayar, karena mereka akan menggunakan segenap cara perencanaan, pengkoordiniran dan sumberdaya untuk menjalankanya, seperti perekrutan karyawan, komputer, media sosial dan lain – lain. Hingga kita melihat hasil kerja kebinatangan mereka; ada fitnah, adu domba, kesalahpahaman, keributan, penghancuran nama baik individu, keluarga, teman dan organisasi.

Jadi naluri binatang yang dilakukan hewan untuk menjalankan hidupnya dibandingkan naluri binatang yang dilakukan manusia yang juga untuk menjalankan hidupnya tanpa dikendalikan melalui otak dan hatinya akan lebih merusak,  bukan saja merusak diri sendiri namun orang lain seperti keluarga, teman namun juga organisasi dan bahkan sebuah negara.

Terkait upaya itu, pemerintah melalui Kominfo memiliki tiga cara untuk menekan dari hulu hingga hilir. Proses tersebut dinamakan Upstream, Midstream dan Downstream:
(1). Pada proses upstream atau hulu, ia menyebut ada sekitar 90 siber kreasi yang terdiri dari pemerintah hingga Non-Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Corporate Social Responsibility (CSR) dan artis dari Persatuan Film Indonesia (PARFI).
(2). Sedangkan untuk langkah midstream atau menengah, terdapat proses pengedukasian melalui situs antihoax.id.
(3). Selanjutnya, untuk langkah downstream, diserahkan kepada dua lembaga pemerintahan, yakni Kominfo dan Polri.

Tindakan - tindakan tersebut juga akan diimbangi dengan penyesuaian di regulasi sehingga platform media sosial yang terbukti terlibat penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian dikenakan sanksi denda administratif. Peraturan Menkominfo tentang pengendalian konten hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang nantinya ingin diterbitkan berlandaskan ke Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik yang telah direvisi. (Sumber Berita :www.tribunnews.com dan www.kominfo.go.id)

Iman seseorang naik dan turun, ketika iman sedang turun, percayalah binatang yang menjadi penguasa.



Temanggung, Harianguru.com - Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung komitmen melawan radikalisme dalam hal fikrah (pemikiran), aqidah (keyakinan), amaliyah (tradisi) dan harakah (gerakan). Hal itu terungkap dalam kegiatan Malam Keakraban dan Penerimaan Anggota Baru, Kamis (1/10/2018) di aula kampus setempat.

Ketua Program Studi Al-akhwal Al-syakhsiyah Sumarjoko mengatakan sebelum UKI lahir dulunya ada yang namanya Lembaga Dakwah Islam (LDI) beberapa tahun lalu. "Sebelum itu sudah ada, kurang lebih tujuh kampus yang terinfeksi radikalisme. Diharapkan, agar UKI tidak hanya moderat saja, tapi juga jangan mudah terbawa arus," tegas dia.

Jadi UKI harus bisa menempatkan diri di tengah, kata dia, dengan memegang prinsip tawazun, tasamuh, i'tidal. "Tujuannya agar radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus," paparnya.

UKI itu diharapkan tidak hanya mencari ilmu, kata dia, tidak hanya dari satu sudut pandang tapi dari berbagai sudut yang lain. "Jadi jangan hanya berpedoman hanya dengan Alquran dan Hadis, tapi dari kitap yang lainnya. Termasuk kitab-kitab kuning, karena banyak masalah baru lahir yang itu di Alquran masih umum dan belum ditemukan dasar solusinya," kata dia.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri kurang lebih 30 peserta, serta dihadiri oleh 1 perwakilan dari tiap Unit Kajian Mahasiswa (UKM). Selain Sumarjoko Ketua Program Studi AS, hadir pula M. Fadloli Alhakim  dosen pembina UKM Olahraga dan dosen PGMI STAINU Temanggung.

M. Farikin Ketua UKI STAINU Temanggung dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan makrab ini adalah agar bisa menjalin Ukhuwah Islamiyah (menjalin persaudaraan) di STAINU Temanggung. "Sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, dan semua mahasiswa aktif dalam organisasi agar bisa menjadikan kampus STAINU menjadi lebih baik lagi," harapnya.

Ketika mahasiswa aktif dalam organisasi, kata dia, maka akan menjadikan kampus yang lebih berwarna. "Dengan mengadakan berbagain kegiatan seperti kegiatan Makrab pada hari ini, juga diharapkan mahasiswa bisa memberikan kritikan baik terhadap akademik, mahasiswa, maupun dosen," lanjut dia.

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan, kegiatan itu menjadi sejarah bagi UKI. "Ini merupakan kegiatan makrab UKI yang pertama di STAINU Temanggung, dan kegiatan ini sekaligus menerima anggota baru, dan diharapkan kegiatan ini nantinya bisa menjadikan anggota-anggota UKI menjadi lebih kompak lagi kedepannya, saya juga mewajibkan agar semua mahasiswa agar aktif di dalam organisasi sesuai dengan bidang kalian masing-masing," ujar dia.

Sementara itu, M. Fadloli Alhakim menambahkan, mahasiswa yang aktif di organisasi di STAINU Temanggung, kebanyakan mereka mengikuti organisasi lebih dari satu, dua, bahkan sampai lima organisasi sekaligus, dan mereka tidak hanya menjadi anggota saja melainkan ikut dalam 2 kepengurusan.

"Dulu ketika saya masih S1 saya tidak pernah ikut dalam organisasi, nah dari situ saya sadar ketika saya hidup di masyarakat, karena organisasi itu sebagai bekal nantinya ketika kita sudah hidup dimasyarakat. Saran saya agar UKI mengadakan mujahadah minimal satu bulan sekali yang diawali oleh anggota UKI terlebih dahulu, lalu yang selanjutnya terkait porseni diharapkan agar UKI mencarikan peserta lomba MQK dan MTQ, yang akan dilaksanakan pada (17-18/11/2018)," harap dia.

Organisasi itu sebagai bekal mahasiswa agar nantinya bisa menempatkan diri di lingkungan manapun, kata dia, tentang seberapa besar peran orang di dalam lingkungan tersebut. (hg12/AA).


Temanggung, Harianguru.com - Pada Kamis malam (01/11/2018) berlangsung kegiatan malam keakraban dan penerimaan anggota baru yang diadakan oleh Unit Kegiatan Islam (UKI) STAINU Temanggung.

UKI merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kajia  keislaman. Kegiatan tersebut mengusung tema Menjalin Ukhuwah di Era Baru sebagai Refleksi Nilai-Nilai Aswaja.

Acara tersebut dibuka  pukul 19.10 WIB dan berlangsung di Aula STAINU Temanggung dengan dihadiri sekitar 30 mahasiswa.

M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menegaskan bahwa aktif di organisasi mahasiswa banyak sekali manfaatnya.

"Mahasiswa yang mengikuti sebuah organisasi akan merasakan manfaatnya secara nyata ketika sudah terjun dimasyarakat," ujar M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung dalam sambutannya.

"Dan itu akan dirasakannya dalam jangka waktu yang panjang," tambahnya dosen olahraga dan pembina UKM Olahraga tersebut.

Dalam sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mahasiswa hari ini harus mengikuti UKM-UKM yang ada di kampus sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga nantinya ketika dimasyarakat bisa menyalurkan potensi tersebut dan mampu memberikan manfaat di masyarakat.

Acara tersebut dibuka langsung oleh pembina UKI yaitu  Sumarjoko, M.S.I. Ia dalam sambutannya berpesan agar UKI bisa menjadi pelopor deradikalisasi di kampus dari aspek pikiran sampai gerakan. (hg33/Musyafa).

Semarang, Harianguru.com - Setelah lolos Juara Lomba Karya Tulis PGRI Kota Semarang, dan menjadi peserta Seminar Nasional Guru Berprestasi Kesharlindung Dikdas Kemdikbud tahun 2018 ini, guru SDN Sampangan 01 Kota Semarang, Dian Marta Wijayanti berhasil lolos nominasi Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga tahun 2018 kategori opini.

Sebelumnya, Panitia dan Tim Juri Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018 telah mengumumkan nominasi pemenang pada tanggal 8 September 2018. Daftar nominator telah diumumkan melalui laman Sahabat Keluarga dan mereka diundang ke Jakarta pada akhir 24-26 Oktober 2018 kemarin.

Para juri telah melakukan penilaian sebanyak dua tahap karena banyaknya naskah dari peserta. Adapun lomba terbagi dalam empat kategori, yakni Feature, Berita, Opini, dan Blog. Adapun untuk kategori Feature, terdapat 104 naskah yang masuk, sedangkan untuk Opini mencapai 323 naskah, Berita sebanyak 53 naskah, dan blog mencapai 625 tulisan. Peserta juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Untuk kategori Opini, naskah yang masuk berasal dari media di 26 provinsi.

Dian Marta Wijayanti berhasil lolos menjadi nominasi dari 15 besar dengan opini berjudul "Keluarga Ramah Anak" yang telah dimuat di koran Media Indonesia.

"Alhamdulillah bisa berkarya dan berbagi bersama guru, blogger dan jurnalis hebat se Indonesia," beber Dian kepada Harianguru.com pada Kamis (1/11/2018).

Ia berharap, dengan ikut serta meramaikan apresiasi pendidikan keluarga bisa menguatkan peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Sebab, menurut lulusan terbaik PGSD Unnes ini, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak.

"Makanya saya menulis keluarga ramah gawai karena saat ini memang anak-anak tak bisa jauh dari gawai. Orang tua harus melakukan edukasi dan tindakan strategis agar gawai itu bermanfaat bagi anak-anak," papar penulis buku Guru Zaman Now tersebut. (hg44/hms)

Rembang, Harianguru.com - Madrasah Aliyah Riyadlotut Thalabah Rembang adakan latihan dasar kepemimpinan sekolah (LDKS) ke XV di auditorium madrasah pada tanggal 1 November 2018.

Menurut Kepala sekolah MA Riyadlotut Thalabah, Drs Anshori MSi dalam sambutan pembukaan LDKS, agenda ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang selalu diselenggarakan oleh sekolah.

"Kegiatan ini bentuk perhatian sekolah kepada para pengurus MPS, OSIS dan Pramuka agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya". Ujar Anshori. 

Menurut Anshori, karakter kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi sangat dibutuhkan sehingga semua program yang sudah dicanangkan para pengurus mampu dijalankan semua dengan baik.

"Dengan begitu, para pengurus sadar bahwa semua yang dijalankan mempunyai konsekuensi dan pertanggungjawaban "  Tutur Anshori.

Anshori menambah, maju dan tidaknya sekolah salah satunya juga ditentukan oleh organisasi siswa didalamnya. Ketikan organisasi siswa berjalan dengan baik, maka sekolah akan baik dan progres. Begitupun sebaliknya.

"Sekolah sadar organisasi siswa sangat penting, LDKS sangat diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam memupuk karakter para pengurus sehingga terbentuk karakter kepemimpinan yang handal". Ujar Anshori.

Menurut Anshori, kegiatan ini diambilkan pemateri dari alumni yang sudah punya pengalaman banyak dalam berorganisasi.

"Tujuannya agar alumni bisa memberi masukan serta arahan dalam menjalankan proses kepemimpinan berorganisasi dengan baik". Tutur Anshori. (HG11).


Temanggung, Harianguru.com – Bertempat di Pendopo Pengayoman Temanggung, sastrawan-sastrawati Temanggung yang tergabung dalam Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) mengadakan peluncuran antologi puisi progo 5 serta Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dengan tema Merawat Potensi Kearifan Lokal Melalui Sastra, Sabtu (27/10/2018).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Darmadi M.Pd., anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Denty Eka Widipratiwi S.E., M.A., serta sederet tamu undangan, dan peserta dari berbagai instansi baik dosen, mahasiswa, pelajar dan guru se eks Karesidenan Kedu.

Dalam kegiatan itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Denty Eka Widipratiwi S.E., M.A., merasa terharu karena ia membacakan puisi. "Ini adalah pertama kali saya membaca puisi seumur hidup, apalagi disaksikan oleh sastra budayawan Temanggung", tandas bu Denty ketika diminta mengisi parade puisi.

Banyak  yang terlontar dari harapan para pecinta sastra agar melalui puisi isi sastra mengakar budaya. Acara ini didukung oleh teater SMA 1 Temanggung juga seni tari dari SMA 2 Temanggung, dengan salah satu tari bernama Songgo Ilmu menjadi gerbang penyerahan buku Progo 5 kepada Balai Bahasa Jawa Tenggah.

Rangkaian acara berjalan dengan nuansa haru, romantis, juga dengan semanggat yang membara.

Kegiatan tersebut, usai peluncuran buku, dilanjutkan Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia yang disampaikan Iin Inayatai Istiyana, S.S, M.Hum dari Balai Bahasa Jawa Tengah dan Darmadi, M.Pd Kepala Dindikpora Temanggung dengan moderator Tri Sadono, S.Pd., M.Pd. (HG10/Nurjanah).


Temanggung, Harianguru.com – Sejak beberapa minggu lalu, kantor Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung Jalan Suwandi-Suwardi KM.1 Temanggung, dipenuhi pendaftar Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu (Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo) pada Jumat  (26/10/2018).

Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung akan mengadakan Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu dengan tema “Bangga berbahasa Indonesia melalui Puisi” pada tanggal 10 November 2018. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari sekolah dan siswa SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu.

Menurut Andrian Gandi W,  M.Pd ketua panitia lomba cipta puisi, kegiatan itu tanpa dugaan dapat respon baik dari pelajar dan guru. "Alhamdulillah sekolah dan siswa SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap kegiatan ini. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaftar yang hampir memenuhi target," beber dia.

Pihaknya menambahkan, ada beberapa sekolah di Karesidenan Kedu sudah masuk. "Hari ini terdapat pendaftar dari MAN  Temanggung,  SMA N 1 Temanggung, MA D Baito Sunan Plumbon dan SMK 17 Temanggung. Selain itu, semakin banyak pula peserta dari luar Temanggung yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta, diantaranya dari MA An-Nawawi 2 Salaman, MAN 2 Magelang bahkan dari SMK N 3 Purworejo," lanjut dosen PGMI STAINU Temanggung itu.

Sementara itu, Deamita dan Alifah siswi SMA N 1 Temanggung memiliki minat sendiri dalam mengikuti kegiatan itu. "Kami mengikuti lomba ini untuk mengasah kemampuan kami dalam menulis, khususnya puisi. Dengan mengikuti lomba, kami semakin tertantang agar bisa membuat puisi. Sehingga yang pada mulanya menulis puisi terkesan sulit, kini kami mampu melakukannya," papar dia.

Septi Laela Mustika siswi MAN Temanggung menambahkan ia sangat senang dengan adanya lomba itu. "Kami sangat senang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta lomba. Selain sebagai peserta lomba ternyata kami juga menjadi penulis buku Antologi Puisi. Hari ini kami mendaftarkan 5 peserta lomba, dan kami akan mendapatkan satu (1) Buku Antologi Puisi ber-ISBN (karya kami) secara gratis. Sahabat kami, Puji Lestari juga siap jika diminta membacakan puisi untuk menghibur peserta dan undangan pada pelaksanaan kegiatan," ujar dia.

Effi Wahyuningsih, M. Pd Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menambahkan selama kuota peserta masih ada, pendaftaran dan pengumpulan naskah masih dibuka sampai 3 November 2018 melalui daring aplikasi WhatsApp 081327038904 (Effi) dan 085713970970 (Gandi). “Namun jika sebelum tanggal yang ditetapkan kuota peserta sudah memenuhi target, kami akan segera menutup pendaftaran,” paparnya.

Siswa yang memiliki minat mengikuti lomba ini, kata dia, namun belum mendaftarkan diri sebagai peserta diharapkan segera mendaftar. “Serta bagi siswa yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta diminta untuk mengumpulkan berkas puisi sehingga mempermudah proses percetakan buku Antologi Puisi," tambah dia. (HG10/agw).

Suasana kegiatan PD PGMI Korwil Jateng-DIY

Kudus, Harianguru.com – Perkumpulan Dosen (PG) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Korwil Jeteng-DIY menggelar seminar dan pertemuan di IAIN Kudus pada Senin (22/10/2018) dan berakhir Rabu (24/10/2018). Dalam seminar nasional bertajuk “Prospek dan Tantangan Alumni PGMI”, Muhamad Arwani Thomafi anggota DPR RI siap membawa rekomendasi pertemuan tiga hari itu, salah satunya adalah menuntut persamaan PGMI dan PGSD dalam perekrutan CPNS.

Saat musyawarah, PG PDMI Jateng-DIY membahas bahwa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sama. Mulai dari UU Nomor 30 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut SD dan MI sama. Kemudian juga kurikulum di PGMI dan PGSD sama-sama menerapkan kurikulum merujuk KKNI-SNPT yang sama-sama diakreditasi oleh BAN PT dengan standar yang sama. Selain itu, baik PGMI atau PGSD sama-sama bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd), dan sama-sama mencetak calon guru kelas karena kurikulumnya sama. Bahkan, PGMI memiliki kelebihan dalam kompetensi dan karakter islami.

Akan tetapi, ada perlakuan tidak sama saat perekrutan CPNS tahun 2018 ini dan pada 2014 lalu. Sebab, dari data PD PGMI Jateng-DIY, penafsiran BKD/BKPP di tiap daerah berbeda. Di Jawa Tengah sendiri, yang memberlakukan sama antara lulusan PGMI/PGSD adalah Kabupaten Pekalongan, Kota Salatiga, dan Kabupaten Purbalingga. Ketika kabupaten ini membuka formasi guru kelas SD dengan syarat lulusan PGSD/PGMI. Akan tetapi, ketimpangan terjadi di luar ketika kabupaten/kota tersebut.

“Berdasarkan pertimbangan di atas, kami memohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk melakukan beberapa hal,” beber Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Rabu (24/10/2018) di sela-sela penutupan acara.

Pertama, adalah memberikan hak yang sama dalam perekruitan CPNS formasi guru kelas Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Kedua, menerbitkan payung hukum yang mengatur tentang kesamaan hak antara lulusan PGMI dan PGSD mulai dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Pendidikan Profesi Guru dan Sertifikasi Guru.

Alhamdulillah serangkaian acara demi acara pertemuan PD-PGMI korwil Jateng-DIY telah terlaksanakan sesuai dengan harapan kita bersama. Point-point rekomendasi kepada Bapak Presiden RI pun telah kita rumuskan dan akan kita kawal bersama sampai tujuan,” beber dia.

Semangat, kekompakan dan kerja sama menjadi ruh dari perkumpulan ini, katanya, saya mewakili PD-PGMI Korwil Jateng-DIY mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada IAIN Kudus terkhusus Bu Mufa Kaprodi PGMI IAIN Kudus yang dengan totalitas telah memfasilitasi kami semua dengan baik. “Selamat jalan teman-teman semua, terima kasih atas kebersamaan selama 3 hari ini. Sampai berjumpa lagi di pertemuan berikutnya Insyaallah di UIN Walisongo semarang tahun 2019,” papar dia.

Surat rekomendasi Kepada Presiden RI tersebut, masih belum final. Direncanakan, dalam minggu ini akan dituntaskan dan akan segera dikirim lewat DPR RI yang sudah menawarkan diri dan mendukung hajat PD PGMI Korwil Jateng-DIY tersebut.

Selain itu, ada beberapa tugas yang masih menjadi pekerjaan PD PGMI Korwil Jateng-DIY. Mulai dari pendataan jumlah PGMI di DIY-Jateng, PGMI yang masih problem dan yang sudah clear, Tracer Study alumni PGMI DIY-Jateng yang sudah diterima CPNS, alumni PGMI yang sudah diterima CPNS namun masih harus kuliah PGSD, pendataan daerah mana di DIY-Jateng yang BKD nya bisa membuka formasi Guru Kelas (Umum) dari kualifikasi PGMI dan daerah mana yang belum bisa, daerah yang masalah Dapodiknya udah beres dan yang belum, dan kartu anggota.

Dalam kegiatan itu, selain dihadiri Rektor IAIN Kudus, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY. Mulai dari PGMI IAIN Kudus, UIN Walisongo, UIN Yogyakarta, STAINU Temanggung, STAI Al-Anwar Rembang, STAINU Purworejo, UM Magelang, IAINU Kebumen, STAI AMC Blora, IAIIG Cilacap, IIM Surakarta, Universitas Alma Ata Yogyakarta, dan lainnya.
(Hg33/hms).


Kudus, Harianguru.com - Drs. Wisnu Zaroh, M.Si Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa sampai lima tahun ke depan dihitung dari 2018 ini, perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di BDK Jateng akan membuka banyak formasi untuk guru dan tenaga kesehatan.

"Sampai satu periode Pak Ganjar besuk, kami di BKD Jateng akan banyak merekrut CPNS formasi guru dan tenaga kesehatan," beber dia dalam Seminar Nasional Perkumpulan Dosen (PD) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Se Jateng-DIY yang bekerjasama dengan PGMI Tarbiyah di Gedung Tarbiyah IAIN Kudus, Selasa (23/10/2018).

Selain Wisnu, hadir Dr. H. Nur Abadi, M.Pd Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Muhamad Arwani Thomafi anggota DPR RI sebagai pemateri inti dalam Seminar Nasional bertajuk "Prospek dan Tantangan Alumni PGMI".

Menurut Wisnu, selain CPNS, untuk tenaga kesehatan selama ini banyak direkrut rumah sakit daerah tingkat kabupaten/kota maupun di bawah naungan Pemrov Jateng. "Kalau tenaga keperawatan itu paling banyak direkrut di BLUD," lanjut dia.

Sementara untuk guru tidak tetap atau GTT yang di kabupaten kota 600 ribu, kata dia, sekarang kami naikkan 1,8 di Pemrov Jateng dan juga kita beri tunjangan lain.

"Untuk CPNS formasi lain, sampai satu periode ke depan juga menambah pada formasi untuk mengisi insfrasturktur, kelautan, perikanan, teknik sipil, arsitektur. "Dan hukum, itupun untuk perancang undang-undang," tegas dia.

Ia menegaskan, dikarenakan saat ini semua serba online, maka tidak ada unsur KKN. "Saya ceritakan saja, perekrutan CPNS tahun ini BKD Jateng, putra Sekda Jateng Bapak Sri Puryono kemarin melamar tidak diterima. Beliau bilang, BKD kejam banget. Ya maaf, sekarang zaman online sistem menolak, karena lamaran tidak bermaterai," tegas dia.

Dalam kegiatan itu, selain Rektor IAIN Kudus, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY. Mulai dari PGMI IAIN Kudus, UIN Walisongo, UIN Yogyakarta, STAINU Temanggung, STAI Al-Anwar Rembang, STAINU Purworejo, UM Magelang, IAINU Kebumen, STAI AMC Blora, IAIIG Cilacap, IIM Surakarta, Universitas Alma Ata Yogyakarta, dan lainnya.

Kegiatan tersebut berakhir hari Rabu (24/10/2018) sebagai penutupan pertemuan PD PGMI Jateng-DIY. Pertemuan tahun kemarin, sesuai kesepakatan rapat, direncanakan akan bertempat di PGMI UIN Walisongo Semarang. (HG12/Hi).


Kudus, Harianguru.com - Drs. Wisnu Zaroh, M.Si Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Provinsi Jawa Tengah mengatakan banyak hal tentang perekrutan CPNS. "Di Malaysia sudah menerapkan perekrutan pegawai dengan model Enhance Talent Pipeline, yang intinya mengambil pegawai dari SDM yang berkualitas," beber dalam Seminar Nasional bertajuk "Prospek dan Tantangan Alumni PGMI" di gedung Tarbiyah IAIN Kudus, Selasa (23/10/2018).

Selanjutnya adalah Facilitate Talent Mobility, Promote Talent Diversity. "Bapak ibu bisa melihat, kemarin BKD Jateng melakukan perekrutan CPNS untuk formasi cumlaude. Memang masih lima persen, tahun depan kalau lagi akan kami tambah kuotanya," lanjut dia.

Selain Wisnu, hadir Dr. H. Nur Abadi, M.Pd Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Muhamad Arwani Thomafi anggota DPR RI sebagai pemateri inti.

Wisnu menegaskan, apa yang dikerjakan BKD Jateng mendukung visi misi Gubernur Jateng periode 2018-2023. "Visi Pak Gubernur yaitu Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari Tetap Boten Korupsi Mboten Ngapusi," beber dia dalam seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut.

Saya tidak orang politik, kata dia, tapi mendukung visi itu karena bagus untuk Jawa Tengah.

Dalam kegiatan itu, selain Rektor IAIN Kudus, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY. Mulai dari PGMI IAIN Kudus, UIN Walisongo, UIN Yogyakarta, STAINU Temanggung, STAI Al-Anwar Rembang, STAINU Purworejo, UM Magelang, IAINU Kebumen, STAI AMC Blora, IAIIG Cilacap, IIM Surakarta, Universitas Alma Ata Yogyakarta, dan lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut berakhir hari Rabu(24/10/2018) sebagai penutupan pertemuan PD PGMI Jateng-DIY. Pertemuan tahun kemarin, sesuai kesepakatan rapat, direncanakan akan bertempat di PGMI UIN Walisongo Semarang. (hg19/Hi).

Suasana seminar

Kudus, Harianguru.com - Muhammad Arwani Tomafi anggota DPR RI menegaskan bahwa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sama seperti Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

"PGMI adalah PGSD. PGSD adalah PGMI," tegas dia dalam Seminar Nasional bertajuk "Prospek dan Tantangan Alumni PGMI" di gedung Tarbiyah IAIN Kudus, Selasa (23/10/2018) yang juga dihadiri pembicara dari BKD Jateng dan Kanwil Kemenag Jateng.

Secara regulasi, Ketua Fraksi PPP MPR RI ini menegaskan, bahwa Undang-undang Nomor 30 tahun 2003 tidak ada pembedaan antara sekolah dan madrasah. "Sekolah atau S sama dengan Madrasah atau M. Jadi S adalah M. M adalah S. Ini harus dipahami, meski ada pembaharuan peraturan," ujar dia.

Mantan Ketua Yayasan Ma’arif NU Cabang Lasem Rembang ini juga menegaskan, pihaknya siap membawa rekomendasi kepada Presiden Jowo Widodo dari hasil pertemuan PD PGMI Jateng-DIY tersebut. Sebab, pertemuan tersebut membahas ketidakadilan dalam perekrutan CPNS antara alumni PGSD dan PGMI yang harusnya sama dan bisa mendaftar CPNS formasi guru kelas SD.



Dalam kegiatan itu, selain Rektor IAIN Kudus, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY. Mulai dari PGMI IAIN Kudus, UIN Walisongo, UIN Yogyakarta, STAINU Temanggung, STAI Al-Anwar Rembang, STAINU Purworejo, UM Magelang, IAINU Kebumen, STAI AMC Blora, IAIIG Cilacap, IIM Surakarta, Universitas Alma Ata Yogyakarta, dan lainnya.

Rangkaian kegiatan itu berakhir hari Rabu(24/10/2018) sebagai penutupan pertemuan PD PGMI Jateng-DIY. Pertemuan tahun kemarin, sesuai kesepakatan rapat, direncanakan akan bertempat di PGMI UIN Walisongo Semarang. (HG10/Hi).

Isni Indriyana
Temanggung, Harianguru.com - Isni Indriyana, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung berhasil menjadi Juara II Lomba Artikel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018 yang digelar PCNU Temanggung. Ia mendapat piala penghargaan yang diumumkan pada apel akbar HSN 2018 di Alun-alun Temanggung, Senin (22/10/2018).

Dalam kesempatan itu, panitia mengumumkan Juara 1 Anisatul Azizah santri Pondok Pesantewn Cekelan Temanggung, Juara II Isni Indriyana mahasiswi PGMI STAINU Temanggung, dan Juara III M. Ulfi Fadli mahasiswa PAI STAINU Temanggung.

Selain menggelar Lomba Artikel, panitia juga menggelar beberapa lomba termasuk Lomba Foto dalam merayakan Lomba Artikel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018.

"Alhamdulillah bisa berkesempatan mengikuti lomba ini. Ini lomba pertama kali yang saya ikuti sejak kuliah. Nggak nyangka banget sumpah kok bisa lolos juara dua," beber Isni Indriyana usai penyerahan hadiah, Senin (22/10/2018).

Saya nggak nyangka saja, kata dia, artikel yang dibuat secara mendadak gak ada sehari bisa keluar sebagai juara dua.

Menurut dia, ini adalah awal yang baik buat saya yang ingin menekuni bidang tulis menulis. "Ini menjadikan semangat untuk ke depannya," papar dia.

Dalam lomba itu, Isni menulis esai bertajuk "Membumikan Islam Nusantara, Santri atau Mahasiswa?" yang ditulis hanya dalam waktu sehari.

Tujuan ia menulis, tidak hanya mencari kejuaraan, namun lebih pada memperingati Hari Santri yang bisa dilakukan dengan cara membumikan Islam Nusantara. "Tapi apa sebagai mahasiswa kita juga tidak punya hak dan kewajiban? Tentu kita ikut andil di dalamnya. Apalagi untuk kita mahasiswa di bawah NU," beber mahasiswi yang aktif sebagai Koordinator Staff Redaksi Buletin PGMI (BUMI) STAINU Temanggung tersebut.

Ia juga menuturkan, tulisannya tersebut mengajak mahasiswa dan santri untuk membumikan Islam Nusantara dengan ciri khas toleran, moderat dan rahmat bagi semua alam. "Kita mahasiswa sekaligus santri yang berjuang dalam membumikan Islam Nusantara," papar dia.

Sementara itu, Usman panitia Lomba Artikel dan Foto HSN, me mengatakan banyak naskah dan foto masuk ke email panitia. Namun penilaian hanya menetapkan tiga juara per kategori lomba.

Dijelaskan dia, Lomba Artikel Hari Santri Nasional (HSN) 2018 ini digelar dengan tema Pemuda Islam sebagai Generasi Madani dan Peran Santri dalam Membumikan Islam Nusantara.(hg33/Dul).

Rektor IAIN Kudus (depan)
Kudus, Harianguru.com - Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir., M. Ag, Senin malam (22/10/2018), menegaskan bahwa dalam waktu dekat IAIN Kudus akan membuka Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk jenjang magister (S2).

Hal itu ia ungkapkan saat membuka acara Seminar dan Pertemuan Perkumpulan Dosen PGMI yang digelar Perkumpulan Dosen (PD) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Se Jateng-DIY di @Home Hotel Kudus, Senin malam (22/10/2018).

"Untuk bisa bersaing dan berakselerasi dengan baik, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, IAIN Kudus akan membuka S2 PGMI," beber Rektor IAIN Kudus.

Ia mengatakan, hal itu untuk memenuhi kualitas guru MI atau calon dosen PGMI. "Selama ini kita baru punya S2 MPI, Ekonomi dan Ilmu Syariah," lanjut dia.

IAIN Kudus, katanya, saat ini baru berbenah. "Nanti kalau bapak ibu ke kampus, kami menerima kritik dan saran untuk perbaikan kami," beber dia.

Selain Rektor, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua Asosiasi Dosen PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY.

Direncanakan, kegiatan akan berakhir pada Rabu (24/10/2018) yang dirangkai ke dalam beberapa seni kegiatan, baik di @Home Hotel dan di IAIN Kudus. (hg10/Ibda).

Kajur Tarbiyah IAIN Kudus Dr. Abdul Karim, M.Pd saat menyampaikan sambutan

Kudus, Harianguru.com - Perkumpulan Dosen (PD) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Se Jateng-DIY berhimpun dalam Seminar dan Pertemuan Perkumpulan Dosen di @Home Hotel Kudus yang dibuka resmi Dr. Mundakir., M. Ag Rektor IAIN Kudus, Senin malam (22/10/2018).

Selain Rektor, hadir jajaran pimpinan IAIN Kudus, Dr. Fauzan, MA Ketua PD PGMI Indonesia, Dr. Aninditya Sri Nugraheni Ketua PD PGMI Jateng-DIY, Kaprodi, Sekprodi dan dosen PGMI se Jateng-DIY. Mulai dari PGMI IAIN Kudus, UIN Walisongo, UIN Yogyakarta, STAINU Temanggung, STAI Al-Anwar Rembang, STAINU Purworejo, UM Magelang, IAINU Kebumen, STAI AMC Blora, IAIG Cilacap, IIM Surakarta, dan lainnya.

Kajur Tarbiyah IAIN Kudus Dr. Abdul Karim, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, pertemuan tersebut untuk merumuskan konsep pada PD PGMI dan alumni PGMI sendiri. "Harapan kami, dari Tarbiyah dan khususnya PGMI, dari perkumpulan ini benar-benar berdampak di lapangan," beber dia.

Di Pati saja, kata dia, beberapa tahun lalu ada 1600 kekurangan guru jenjang pendidikan dasar. "Fakta di lapangan, di Gembong misalnya, banyak kepala sekolah lebih senang menerima alumni PGMI daripada PGSD," lanjut dia.

Kemudian saya tanya lagi, kata dia, alasannya karena alumni PGMI isonan, serba bisa. Menjadi guru kelas bisa, guru PAI bisa, disuruh nyanyi bisa, diminta ngajar seni oke, memimpin rapat cepat, dimintan tahlilan bisa.

"Masalahnya, ada dikotomi pada saat perekrutan CPNS pada secara regulasi kurikulum berada pada payung yang sama. Saya berharap ini menjadi wahana merumuskan prospek dan tantangan alumni PGMI yang nanti bisa bermanfaat pada PGMI se Jateng-DIY bahkan se Indonesia," papar dia.

Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir., M. Ag mengatakan, Kudus meskipun kota kecil namun memiliki pendapatan besar. "Selain wisata religi, Kudus menjadi destinasi wisata kuliner," tegasnya mengawali sambutan.

Ada peluang dan tangangan yang dihadapi, kata dia, namun peluang itu ya sederhana terutama orang tua hanya ingin anak didiknya menjadi PNS. "Saya contohkan di Salatiga. IAIN Salatiga sudah berhasil melobi BKD yang menerima alumni PGMI menjadi guru SD. IAIN Kudus menirunya di BKD Kudus, Demak, Rembang, Pati, Blora dan Grobogan namun belum sempurnya," ujar dia.

Alumni kita harus kita perkenalkan kepada pada mereka. "Alumni kita memiliki keunggulan di bidang agama. Ini harus diketahui mereka karena menjadi nilai lebih," beber dia.

Jika tidak bisa menjadi PNS, kata dia, ya yang swasta harus dikelola baik. "Di Kudus saya contohkan, sekolah swasta lebih menarik dan bergengsi daripada sekolah negeri. Maka kalau ada sekolah negeri yang tidak baik, muridnya ya sedikit," beber dia.

Apalagi untuk anak MI, katanya, mendidikan anak MI SD itu sangat susah sebenarnya. "Karena guru lebih menunjukkan uswah, karakter daripada pengetahuan," tegas dia.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan seminar dan rangkaian kegiatan lain. Sesuai rencana, kegiatan akan berakhir pada Rabu (24/10/2018). (hg10/Ibda).


Semarang, HARIANGURU.com – Menjelang pelantikan, calon pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif Pengurus Wilayah (LPMPW) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah melakukan konsolidasi di ruang rapat lantai dasar gGdung PWNU Jateng, Jl. DR. Cipto 180 Semarang, Sabtu (20/10/2018).
R. Andi Irawan, M. Ag Ketua terpilih LPMPW NU Jateng menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan papat perdana orientasi dan persamaan persepsi penataan LPM Jateng periode 2018-2023.

Dalam kesempatan itu, hadir juga belasan calon pengurus LPMPW NU Jateng dari berbagai wilayah di Jateng, Gus Hudallah Sekretaris PWNU Jateng, Dr. Mahsun, MAg Wakil Ketua PWNU Jateng, Agus Sofyan Hadi Ketua LPMPW NU Jateng periode 2013-2018.

Dalam pengarahannya, Agus Sofyan Hadi menegaskan kesuksesan mengurus Ma'arif bergantung kekompakan pengurus. "Mengelola Ma'arif NU itu bisa mudah bisa susah. Sebenarnya mudah karena sudah ada sekolah, pengurus dan yayasannya," beber dia yang didampingi Sekretaris dan Bendahara LPMPW NU periode sebelumnya.

Susahhnya, kata dia, kurangnya sinergi antara Ma'arif di wilayah dan kabupaten atau kota dan PCNU setempat. "Karena selama ini sifatnya memang koordinatif. Tapi pengurus ke depan harus bisa merangkul dan rajin silaturahmi ke daerah-daerah. Jika ketuanya di Pati, kok ada masalah di Cilacap, langsung dikunjungi agar tuntas," beber dia.

Ia juga mengatakan, program pengurus baru nanti harus menarik agar kebutuhan di semua wilayah di Jateng terpenuhi. "Intinya adalah pemetaan dan penataan. Zaman saya dulu, di Jateng baru ada 32 Ma'arif dari 36 daerah. Tapi karena kerja bersama, daerah seperti Surakarta, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Magelang dan lainnya sekarang sudah terpenuhi," papar dia.

Saat perumusan platform LPMPW NU Jateng telah memetakan masalah dan solusi untuk digarap dalam satu periode ke depan. Di antaranya penguatan LPM, sekolah/madrasah, guru, murid, wali murid, dan penguatan karakter Aswaja Annahdliyah dan Wathaniyah.

Usai rapat, agenda dilanjutkan serah terima berkas-berkas organisasi dari pengurus lama kepada calon pengurus baru. Sesuai rencana, pengurus baru LPMPW NU Jateng periode 2018-2023 akan dilantik menjelang akhir tahun 2018 ini. (hg29/ibda).


Surabaya, Harianguru.com -  Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) baru saja melantik Pengurus di 3 Laboraturium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ( FEBI ). Pelantikan tersebut dilaksanakan di SAC UINSA. 

Dalam acara tersebut setidaknya 86 pengurus dari 3 Laboraturium hadir diantaranya 22 Pengurus Kopsyarma UINSA, 29 pengurus Galeri Investasi Syariah(GIS), dan 35 pengurus Griya Derma ( ziswaf ). Acara Tersebut Berlangsung mulai pukul 8 hingga 11 siang ini.(19/10/2018)

Dalam Acara pelantikan dan Serah Terima jabatan itu pula dihadiri oleh Wahidah zein Br Siregar, Dra., MA., Ph.d (Wakil rektor 1)  ,Prof. Dr. H. Ma'shum, M.Ag (Wakil rektor 3) ,Dr. Sirajul Arifin, S.Ag., S.S., M.E.I ( wakil dekan 1 ),Dr. Mugiyati. MEI ( wakil dekan 2 ) , Drs. H. Nur kholis, M.Ed.Admin., Ph.d ( Wakil Dekan 3 ), Dr. Fatmah, ST, MM ( kepala laboratorium FEBI ) serta jajaran pimpinan dan dosen fakultas ekonomi dan bisnis islam lainnya. Pada kesempatan itu pula Wakil Dekan 3 FEBI UINSA melantik pengurus dari 3 Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan masing-masing ketua diantaranya M. Rizki Fahrurrazi (Kopsyarma febi uinsa ) ,M. Ainul Yaqin (GIS) , M. Harfiar Baidlowi (Griya Derma).

M.Rizki Fahrurrazi selaku Ketua Umum Kopsyarma FEBI UINSA mengungkapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. "Alhamdulillah pelantikan dan serah terima kepengurusan Laboratorium FEBI UINSA hari ini tadi berjalan sukses," kata dia. 

Dilanjutkannya, kegiatan ini merupakan langkah awal sinergitas antar ketiga laboratorium yang ada di FEBI UINSA yaitu koperasi syariah mahasiswa, galeri investasi syariah, dan griya derma. 

"Semoga dengan sinergitas ketiga lab ini mampu memberikan manfaat terutama kepada mahasiswa sebagai pembekalan mereka baik dalam bidang perkoperasian, investasi, maupun ziswaf, serta dengan adanya ketiga laboraturium ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan kampus UINSA," ungkapnya. (Hb09/hms).

Pati, Harianguru.com - Mahasiswa Pati yang tergabung dalam Aliansi BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) Kabupaten Pati menggalang dana bagi korban gempa di Sulawesi Tengah.

Pengumpulan dana akan dilakukan dengan cara turun ke Traffic-light yang berada di Pati kota, sebagai tujuan utama, upaya  untuk menggalang dana.

Seperti yang telah terjadi, gempa bermaknitudo 7,7 dan Tsunami yang mengguncang di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, yakni Donggala, Palu juga Sigi pada Jumat lalu, membuat tergeraknya aliansi BEM Pati untuk mengagendakan penggalangan dana.

Pada Rabu sore 3/10, berada dalam tiga titik di traffic-light, para mahasiswa tersebut turun ke jalan, yaitu di perempatan lampu merah RA Suwondo, perempatan lawet(jl. Panglima Sudirman), dan perempatan stadion joyo kusumo, dan mereka nampak antusias menggalang bantuan kepada masyarakat yang melintas.

Mewakili aliansi BEM Perguruan Tinggi se Kabupaten Pati, Bam's, sapaan akrab presiden BEM STAI Pati(Sekolah Tinggi Agama Islam) Pati, ia mengatakan,"Ini merupakan gerakan hati nurani dari sahabat-sahabat Aliansi BEM Kabupaten Pati, kita semua begitu ingin meringankan beban saudara-saudara se-tanah air yang terkena bencana, khususnya di palu dan donggala yang baru diberi musibah ," ujarnya.

Lanjut Bam's, "sebenarnya, memang usaha kita tak seberapa, dan tak sebanding dengan luka mereka, namun, semoga saja, dana yang terkumpul bermanfaat bagi saudara kita yang ada disana," jelasnya.

"Sebelum berangkat, Kami juga berdo'a bersama untuk keselamatan negeri ini, semoga saja tak ada bencana lagi yang berat dan menguji masyarakat dan bangsa pada umumnya,"tandasnya.

Pada Rabu sore 03/09, kegiatan di ikuti oleh mahasiswa STAI(Sekolah Tinggi Agama Islam) Pati, STIMIK-AKI (Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer Abdi Karya), Akper(Akademi Keperawatan) Pragola, dan mahasiswa STIBI(Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) Syekh Jangkung.(HG44/Fakhrudin).

Semarang, Harianguru.com - Koperasi Mahasiswa (kopma) Universitas PGRI Semarang menggelar seminar nasional kewirausahaan dengan tema “Digital Entrepreneur di Era Milenial dan Program Inkubator Wirausaha" Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bertempat di Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), pada Sabtu (13/10/2018).

Seminar tersebut dihadiri Deputi Pengemangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto sebagai keynote sepeaker dan didampingai Dr Muhdi SH, M.Hum, Rektor UPGRIS. Pada kesempatan  tersebut merupakan buah kerja sama antara Kemenkop dan UKM dengan UPGRIS dalam pengembangan kewirausahaan.

Kampus tersebut menjadi tempat pelatihan kewirausahaan tidak pilihan asal. Faktanya kampus tersebut memang berhasil mendidik mahasiswanya menjadi wirausaha. Sedikitnya ada 6 mahasiswa yang mendapatkan bantuan untuk pengembangan modal usaha melalui program Wirausaha Pemula (WP) dari Kemenkop.

Selain melakukan bantuan modal, Kemenkop dan UKM juga mewadahi mereka yang menerima bantuan hibah dalam inkubator bisnis. Termasuk mulai hari ini diberikan bantuan pelatihan selama tiga hari. Dengan peserta sebanyak 1.394 orang berasal dari beberapa elemen, antara lain mahasiswa Universitas PGRI, Universitas lain, kopma se Jateng, peserta lomba cerdas cermat (LCC) dan business plan serta para wirausaha peserta inkubator bisnis.

Adapun kegiatan yang terselenggara ini merupakan agenda rutin tahunan untuk menasionalisasikan virus koperasi dan kewirausahaan kepada mahasiswa baru UPGRIS, serta menumbuhkan semangat wirausaha baru sejak dini dan mendapatkan penghasilan sendiri di waktu kuliah.

Sebelunya juga telah melakukan rangkaian kegiatan, diantaranya lomba LCC dan business plan tingkat SMA/SMAK se-Jawa Tengah. Pemenang antara lain, juara I SMK N1 Salatiga dengan ketua tim Raisanaya, Juara II SMA Kristen YSKI Semarang yang diketuai David Sugito dan Juara III SMK PGRI I Pati dengan ketua tim Anang Maulana. Untuk Bussiness Plan terbaik SMKN Salatiga dengan ketua tim Raisanaya. (HG33/hms).


Temanggung, Harianguru.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah STAINU Temanggung mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK ) dengan tema "membangun organisasi progresif dan profesional dengan membentuk karakter yang loyal" yang dilaksanakan pada 12 -13 oktober 2018 diikuti oleh 60 peserta dari 4 prodi (PAI, PGMI, PIAUD &MPI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pondasi awal pemahaman pengurus HMJ tentang pentingnya menghidupkan kegiatan organisasi intra kampus sebagai bagian dari  dinamisasi iklim positif civitas akademika di dalamnya. 

Luluk Ifadah, S.Pd.I., M.S.I. Kaprodi PAI Jurusan Tarbiyah  STAINU Temanggung menegaskan bahwa HMJ Tarbiyah menjadi miniatur kehidupan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini secara tidak  langsung berupaya pada proses pembangunan soft skill mahasisiwa STAINU temanggung di mana organisasi merupakan miniatur kehidupan mahasiswa.

"Seperti apapun proses yang dialami tentu akan membuahkan hasil positif bagi pengembangan karakter organisatorik mahasiswa," ujar dia saat mengisi materi, Jumat pagi (12/10/2018).

Embangunan karakter ini, lanjut dia, tercermin melalui loyalitas dan kerjasama pengurus dalam mengolah raga,  rasa, dan jiwa mereka dalam bingkai kebersamaan berorganisasi. sehingga, mampu mawujudkan genarasi yang berilmu pengetahuan tinggi dengan tetap memgang teguh  keimanan- ketakwaan kepada Allah SWT.

"Hal ini sejalan dengan visi kampus STAINU Temanggung yakni "unggul dalam budaya keilmuan, keimanan dan ketaqwaan yang berbasis Ahlussunnah wal Jama'ah An Nahdliyah yang akan dicapai pada Tahun 2022," lanjut dia.

Selaku pembina HMJ Tarbiyah  STAINU Temanggung yang juga menjadi penyaji materi dalam kegiatan tersebut, Luluk Ifadah, S.Pd.I., M.S.I., berharap agar usai acara para peserta bisa meningkatkan kemampuannya melalui wadah HMJ. (hg59/Hi).


Temanggung, HARIANGURU.com - Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung akan mengadakan Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu (Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen). Hal itu diungkapkan Andrian Gandi Wijanarko Ketua Panitia Lomba pada Ahad (07/10/2018).

Andrian Gandi W,  M.Pd ketua panitia lomba cipta puisi menambahkan "Kegiatan ini merupakan momentum partisipasi generasi muda tingkat SMA se-Karesidenan Kedu dalam meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme yang tercermin dalam kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Bahasa Indonesia".

"Peserta lomba yang berminat segera membayar biaya pe daftaran Rp 25.000, - (dua puluh lima ribu rupiah), seluruh peserta akan mendapatkan snack, sertifikat, serta bagi sekolah yang mendelegasikan minimal 5 peserta, akan mendapatkan satu (1) Buku Antologi Puisi (karya peserta) ber-ISBN secara gratis".

Pihaknya menambahkan "seluruh peserta lomba diwajibkan hadir pada hari Sabtu tanggal 10 November 2018 untuk mengikuti rangkaian kegiatan Seminar literasi remaja (gratis), Pembagian sertifikat, Pengumuman dan Pemberian hadiah bagi pemenang Lomba Cipta Puisi".

"Alhamdulillah sampai saat ini terdapat beberapa peserta dari luar Temanggung yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta. Diantaranya dari SMA N 2 Kota Magelang dan SMA N 1 Grabag," lanjut dia.

Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung merupakan lembaga pengembangan dan pelayanan bahasa di STAINU Temanggung dengan program kerja mencakup lima (5) bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jerman) akan mengadakan kegiatan terkait dengan Hari Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa, dan Hari Pahlawan.

Hal tersebut akan direalisasikan dengan mengadakan Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu dengan tema “Bangga berbahasa Indonesia melalui Puisi”.

Menurut Effi Wahyuningsih, M. Pd Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa patriotiosme, nasionalisme terhadap NKRI. Serta meningkatkan bakat dan minat siswa SMA/sederajat se-Karesidenan Kedu dalam dalam menulis puisi.

"Peserta lomba cipta puisi dapat memilih tema puisi (patriotisme dan nasionalisme) atau (pendidikan dan budaya). Pendaftaran dan pengumpulan naskah mulai tanggal 7 Oktober  sampai 3 November 2018 melalui daring aplikasi WhatsApp 081327038904 (Effi) dan 085713970970 (Gandi). Peserta juga bisa datang ke kantor sekretariat Lembaga Bahasa STAINU Temanggung," kata dia. (hg90/AGW)


Judul: Aku Ingin (Antologi Puisi Pelajar Kelas XII SMA N 1 Ampel)
ISBN: 978-602-50213-6-7
Cetakan: I, 2018
Tebal: 21 x 14 cm,  x + 31  Halaman
Penulis: Anggi Pupistaningrum, dkk
Penyunting: Ika Silfiana Arifatul Khoiriyah, M. Pd
Desain Sampul: Edy Erlambang
Diterbitkan: CV. Kataba Group
Alamat: Plukaran, Rt 01 RW 03 Gembong, Pati (59162)
Telp: 085 626 747 99
Website: katabagroup.com
Facebook: Kataba
Website : katabagroup.com
Harga: Rp. 30.000 (belum termasuk ongkir)


Buku Antologi Puisi “Aku Ingin”  ini terdiri atas 30 karya puisi dari perwakilan kelas XII SMA N 1 Ampel. Pengenalan puisi serta pembiasaan untuk menulis puisi merupakan bagian dari program pemerintah yang disebut dengan GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Menurut Permendikbud No. 23 Tahun 2015, Gerakan Literasi Sekolah merupakan salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkan budaya menulis peserta didik sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Dalam gerakan ini peserta didik dapat dikenalkan dan dibiasakan untuk menulis puisi.

Siswa SMA/SMK di Indonesia menjadi target utama GLS karena mereka berkemungkinan memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa untuk bersaing dengan siswa dari sekolah lain bahkan dari negara lain.

Gerakan Literasi Sekolah, khususnya di SMAN N 1 Ampel melalui literasi menulis puisi ini sekolah dapat menghasilkan karya-karya puisi peserta didik yang dapat dikumpulkan dalam satu buku kumpulan puisi atau menampilkan puisi-puisi tersebut dalam majalah dinding sekolah.  Peserta didik dapat merasakan manfaat yang lebih besar lagi dengan adanya GLS di sekolah ini. Melalui kegiatan tim PkM ini, budaya literasi menulis puisi di SMA N 1 Ampel dapat terbentuk dikalangan peserta didik karena mereka sudah mengetahui jenis-jenis puisi dan teknik penulisan puisi sehingga dapat menyalurkan ide dan perasaan melalui puisi. Mereka juga akan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui penulisan puisi.

Oleh karena itu kami dari Tim PKM dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo mengumpulkan karya-karya puisi dalam satu buku ini, yang kami beri judul buku Antologi Puisi “Aku Ingin” yang merupakan kumpulan keinginan-keinginan atau citas-cita dari kelas XII SMAN 1 Ampel. Kelas XII merupakan kelas dimana sebentar lagi mereka akan melanjutjan kependidikan selanjutnya atau bahkan memutuskan untuk bekerja. Kami tim PkM  memalui buku ini mendokumentasikan keinganan-keinginan mereka atau cita-cita mereka.

Buku Antologi puisi “Aku Ingin” ini merupakan buku pertama yang kami terbitkan. Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dimasa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya.  Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan khusunya pemberdayakan budaya literasi dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). 


Temanggung, HARIANGURU.com - Muhammad Reihan Azzidan siswa kelas V SD Negeri Japan,  Tegalrejo, Magelang tampil luar biasa saat perkuliahan Bahasa Jawa MI/SD pada Prodi PGMI STAINU Temanggung, Sabtu (06/10/18). Ia menjadi 'dosen' sehari di Prodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Pada kesempatan itu Zidan menyanyikan sekar Dhandanggula Penganten Anyar dan sekar Kinanthi Bhuminatan cengkok Mataraman. Penampilan Juara 1 Macapat Islami Kecamatan Tegalrejo Magelang ini membuat seluruh mahasiswa PGMI STAINU Temanggung terhibur.

"Kami sangat kagum akan penampilan Zidan, walaupun masih usia belia dia bisa menyanyikan lagu macapat dengan sangat merdu. Bahkan cengkok suaranya membuat kami merinding ketika mendengarkannya," ujar Khoiril Azmi mahasiswa PGMI STAINU Temanggung.

Sementara itu, Tatik Puji Rahayu mahasiswi PGMI juga menambahkan ia sangat senang dengan model perkuliahan tersebut. "Kami sangat senang akan pengalaman ini, bisa mendengarkan suara merdu siswa secara langsung dan melestarikan budaya Jawa melalui kegiatan menyanyikan sekar macapat secara bersamaan,“ ujar dia.

Andrian Gandi Wijanarko, dosen pengampu Bahasa Jawa MI/SD Prodi PGMI STAINU Temanggung menambahkan, program perkuliahan harus bisa kontekstual dengan menghadirkan langsung pelaku macapat khususnya dari unsur siswa-siswa jenjang MI/SD,

"Semoga pengalaman ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua bahwa anak-anak SD/MI memiliki potensi yang luar biasa. Kami berharap kelak mahasiswa PGMI mampu memberikan alternatif kepada siswa di bidang keterampilan diantaranya melalui nyekar macapat,” beber lulusan Prodi Pendidikan Dasar Pascasarjana UNNES tersebut.

Selain menyenangkan, kata dia, nyekar macapat juga mampu mempertahankan eksistensi kebudayaan Jawa di era Revolusi Industri 4.0.

‌Sementara itu Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung menyampaikan apresiasi terhadap dosen pengampu mata kuliah bahasa Jawa. “Pendidikan Bahasa Jawa merupakan Prodi PGMI, cakupan mata kuliah Pendidikan Bahasa Jawa di antaranya adalah mahasiswa PGMI memiliki keterampilan dalam menyanyikan sekar macapat, Prodi PGMI memang sangat concern dalam bidang kegiatan teacherpreneurship namun kami juga tidak akan melupakan budaya asli kita," kata dia.

Kita berharap, kata dia, semua dosen PGMI STAINU Temanggung bisa mengintegrasikan pembelajaran berbasis kontekstual. “Selain berorientasi pada praktik langsung, kami mendorong pembelajaran di PGMI berbasis produk sebagai ciri khas kurikulum KKNI-SNPT yang sudah kami terapkan sejak awal,” beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut. (HG57/A9W).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget