Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Januari 2018

Ilustrasi
Harianguru.com - Berbeda dengan kebiasaan, saat banyak yang menginginkan hidup nyaman dengan penghasilan tetap dan fasilitas yang memadai. Ajib Hamdani justru meninggalkan karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Institusi Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan. Dirinya terdorong keluar dari zona tersebut dan memutuskan untuk berwirausaha.

"Gaji saya cukup besar bagi seorang PNS. Jadi saya keluar bukan karena hal ini itu. Tapi saya punya filosofi, bahwa yang kita cari dalam hidup ini adalah bagaimana bermanfaat bagi orang lain," ungkap Ajib kepada Harianguru.com, (19/01/2018).

Ajib menegaskan bahwa dirinya memutuskan resign dari Ditjen Pajak bukan karena lokasi kerja ataupun masalah prestasi akademik. Ajib bahkan merupakan salah satu siswa yang cemerlang karena mendapat biaya dari negara dan berhasil lulus dengan nilai cumlaude.

"Menurut saya berwirausaha adalah jalan untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Masing-masing punya caranya sendiri untuk mengabdi, dan ini jalan saya," kata Ajib.

Pilihan Ajib untuk fokus menjadi seorang pengusaha dimulai setelah dirinya disekolahkan oleh Ditjen Pajak di Penilaian Properti Universitas Diponegoro di tahun 2005. Selepas itulah Ajib menggeluti dunia usaha, mulai dari usaha skala kecil hingga berkembang usaha-usahanya.

"Menjadi seorang pengusaha bukan hanya memikirkan profit oriented, tapi kita juga harus memikirkan apa manfaatnya untuk banyak orang. Kita harus bisa berkontribusi untuk masyarakat," tutur Ajib.

Selain menjalankan bisnisnya, Ajib juga aktif berorganisasi di HIPMI dan menjabat sebagai Ketua HIPMI Tax Center. Dirinya juga telah banyak berkontribusi di bidang perpajakan dari menyelenggarakan diskusi publik tentang isu-isu pajak, terlibat langsung perumusan tax amnesty, dan keterlibatannya dalam perumusan Revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Saat ini, Ajib diamanahi sebagai Ketua Panitia Sidang Dewan Pleno (SDP) 2 Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HIPMI. Ajib berharap forum SDP 2 Rapimnas yang akan segera dilangsungkan tersebut bisa menghasilkan gagasan-gagasan untuk perbaikan ekonomi secara nasional. (Red-HG44/hms).

Kudus, Harianguru.com - Pokdarwis (Kelompok sadar wisata) Desa Jepang semakin mengepakkan sayapnya dalam menggugah potensi desanya. Melihat secara langsung, desa yang memiliki cagar budaya Gapura Padureksan ini memiliki potensi seni yang bagus.

Hal ini juga didukung oleh aktif dan partisipasinya pemuda desa yang sadar akan potensi wilayahnya, termasuk wisata sejarahnya yang di bimbing langsung oleh Bunda Yani, begitu akrab ia disapa anak-anak desa.

Adapun hasilnya sangat terasa, apalagi kini sering di ajak kerja sama dengan Museum Kretek dan juga Honocoroko fan didukung oleh manajemen dari Cakra Dirgantara, alhasil, sudah ratusan anak yang berkunjung ke tempat wisata tersebut diajari menganyam oleh pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis.

"Seperti hari ini, senin 29 Januari 2018, tim workshop menganyam dari pokdarwis jepang, menangani 162 siswa dari Madrasah Ibtidaiyyah, di Museum Kretek,"terang bunda yani.



"Bahkan biasanya juga lebih dari kuota tersebut, yang penting komitmen kami dan tim untuk mengenalkan potensi desa sudah dikenal dari berbagai desa dan sekolahan, di Kudus dan Luar daerah,"tukasnya.(Red-HG33/udin).

Foto bersama usai kegiatan
Temanggung, Harianguru.com - Virus literasi media harus disebar dalam rangka menjadikan masyarakat melek terhadap media, pers, berita dan menangkal hoax. Hal itu dilakukan Hamidulloh Ibda dosen Prodi Pendidikan Guru MI (PGMI) STAINU Temanggung saat menyampaikan materi dasar-dasar jurnalistik dan literasi media siber kepada jajaran pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Temanggung di pada Rabu malam (31/1/2018) di Jalan Genie Tentara No. 27 Pikatan, Mudal, Temanggung.

Acara ini, dilaksanakan dalam rangka memberi wawasan jurnalistik dan literasi media siber. Saat mengawali acara, M Jamal SH MH mengatakan bahwa tujuan acara itu untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota LBH agar melek media dalam sudut pandang hukum.

"Acara ini paling dasar agar semua aktivis hukum melek jurnalistik dan bisa minimal menulis berita," beber kandidat doktor UII Jogjakarta itu.

Sementara itu, saat menyampaikan materi, Hamidulloh Ibda menyampaikan beberapa point. Mulai dari peran dan fungsi media, pers dan juga bagaimana cara untuk menulis berita. "Paling dasar itu adalah mengenal apa beda perusahaan pers dan organisasi pers," beber Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung itu.

Kalau perusahaan pers, kata Ibda, itu perusahaannya atau medianya kayak contoh Kompas, Jawa Pos, Sindo, Tempo, Suara Merdeka, Harian Jateng dan lainnya. "Kalau organisasi pers ya misal PWI, AJI, AWPI dan lainnya," tukas pengurus Bidang Penjaminan Mutu Perkumpulan Dosen PGMI Korwil Jateng-DIY tersebut.

Pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng itu juga menegaskan, bahwa kalau mau benar-benar menegakkan fungsi dan peran pers. "Mulai dari fungsi informasi, edukasi, kontrol dan hiburan," beber dia.

Sebelum praktik menulis berita, ia menjelaskan bahwa unsur 5W+1H saat ini tidak cukup dan harus ditambah menjadi 6W+1H. "Mulai dari what, when, where, who, why dan satunya waw ditambah how," beber jurnalis Harianjateng.com itu.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaku jurnalisme minimal memegang teguh 9 bahkan 10 ayat jurnalisme yang diteorikan oleh Bill Kovach. "Wartawan itu bukan profesi istimewa. Kapasitasnya hanya mencari, menulis, mengolah dan memberitakan. Ia bukan penyidik karena hanya sekadar wawancara dan klarifikasi. Tapi semua peradaban dan informasi itu semua ada pada pewarta. Benar salah dan baik buruk, serta indah tidak indah ada di tangan wartawan," beber mantan wartawan Harian Pelita tersebut.

Menurut dia, saat ini siapa saja bisa menjadi pewarta asalkan sesuai standar dan minimal bisa memenuhi standar kompetensi wartawan.

Pada akhir acara, semua peserta praktik menulis berita dan bisa membuat angle berita yang menarik. (red-HG44/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka tracer study atau pelacakan alumni, STAINU Temanggung melakukan kerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) STAINU Temanggung untuk mendata lebih lanjut para alumni dari masa ke masa, Selasa (30/1/2018).

Khamim Saifuddin Sekretaris IKA STAINU Temanggung mengatakan bahwa hampir semua alumni STAINU Temanggung terserap di lembaga negeri, swasta atau coorporate di wilayah Temanggung dan sekitarnya.

Untuk alumni yang menjadi guru, kata Khamim, seperti di Kecamatan Tembarak di MI. Banaran ada 4 guru, MI. Kemloko ada 5 guru, MI. Tawangsari ada 6 guru.

Kemudian di Kedu, kata dia, MI. Mojotengah ada 3 guru, MI. Menayu Bulu ada 4 guru. Lalu MI. Tinoyo Kaloran ada 4 guru.

Kemudian di Kranggan, MI. Pare Kranggan ada 3 guru, MI. Bengkal ada 3 guru. Lalu di Pringsurat, MI. Soropadan ada 3 guru. Selanjutnya di MTs. Nguwet ada 3 guru, MI. Ploso Kandangan ada 4, MI. Termas Kandangan ada 4 guru.

Kemudian di Bulu, MI. Pandemulyo ada 3 guru, MI. Bansari ada 1 guru, MI. Nglondong ada 3 guru, MI. Wanutengah ada 3 guru, MI. Al Ikhlas Parakan ada 6 guru. Kemudian juga di MI. Bolong Selopampang ada 3 guru, MI. Gedegan Tembarak ada 3 guru, dan MI. Kasihan Temanggung ada 3 guru dan MI. Dukuh Temanggung ada 3 guru.

Untuk MTs ada MTsN Parakan ada 1, dan SMP Izzul Muslim Bulu ada 1 guru. Lalu M. Abdul Halim Kepala SMP Bolong Selopampang.

Dilanjutkan Khamim, untuk tingkat MA, di MA. Muallimin Rowo Seneng ada 4 guru, MA. Muallimin Parakan ada 3 orang, MA. Muftahul Huda ada 5 orang, MA. AlHuda Kedu ada 3 orang, MA. Izzul Muslim Bulu juga ada.

Untuk posisi lain, ada sebaran alumni yang menjadi perangkat desa. Mulai dari Moh. Wildan Latif Kepala Desa Wonokerso Tembarak, Sofyan Setyawan Perangkat Desa Barang Jumo, Muhammad Najih Perangkat Desa Jragan Tembarak, Agus Maskuri Perangkat Desa Jambon Gemawang, Nurwanto Sekdes Ngadisepi Gemawang, Siti Mudzolifah Perangkat Desa Gejagang Ngadirejo, Muhlasin Lurah Parakan Wetan, Agus Fauzi Sekdes Nglondong Bulu, Ashuri Sekdes Tegowanu Kaloran.

Kemudian yang di Kemenag Temanggung ada Yusuf Purwanto Kasi Tata Usaha Kemenag Temanggung, Munsiri Kasi Mapenda, Ahrom Ahsani staf Mapenda, Wakhidatun Hasanah pengacara, Ahmad Fauzan staf bagian haji Kemenag dan Yusuf staf di Kemenag.

Kemudian yang menjadi dosen ada M. Jamal dosen STAINU Temanggung dan kandidat doktor UII Yogyakarta, Khamim Saifuddin dosen STAINU Temanggung, M. Qofin dosen STAINU Temanggung, M. Rozis dosen STAINU Temanggung, Siti Roichanah dosen STAINU Temanggung.

Sementara yang duduk dan atau pernah duduk di DPRD yaitu Mazum Abidin dan Mahudi Sholeh.

Khamim menambahkan bahwa data di atas tidak semuanya tercover. Sebab, banyak sekali alumni STAINU Temanggung tersebar di wilayah Magelang, Kabupaten Semarang, Wonosobo, Salatiga, Jogjakarta, Semarang bahkan di luar Jawa.

Sementara itu, Luluk Ifadah Kaprodi PAI Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung menambahkan bahwa proses tracer study ini adalah bagian kerjasama pihak kampus dengan IKA STAINU. "Total alumni STAINU Temanggung itu selitar 7000 lebih. Data ini tentu belum semuanya," kata Luluk.

Pihaknya berharap agar alumni STAINU Temanggung bisa menerapkan ilmunya di masyarakat dengan spirit Tri Dharma Perguruan Tinggi. (red-H99/Hi).


Judul: Media Literasi Sekolah (Teori dan Praktik)
Penulis: Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D dan Hamidulloh Ibda, M.Pd
Penerbit: CV. Pilar Nusantara
Editor: Dian Marta Wijayanti, S.Pd
ISBN: 978-602-51368-1-8
Cetakan: Pertama, 2018
Tebal:  xii + 492 Halaman
Harga: Rp 100.000 (Belum termasuk ongkir)
CP: 08562674799 / 085740145329

Dalam pengembangan pendidikan, sudah seharusnya menyesuaikan (zeitgeist) spirit zaman. Maka untuk meramunya, selain penguatan kompetensi, dan karakter, literasi menjadi daya tonjok untuk memajukan dunia pendidikan. Dalam skala kecil pembelajaran, seharusnya motto itu berbunyi "apa pun materinya, literasi medianya”. Jadi, titik tonjoknya literasi sudah menjadi media, tidak lagi “literasi media” yang cakupannya pada pengenalan dan penyadaran menyikapi media massa, media sosial, internet, dunia maya dengan benar, baik, serta bijaksana. Sebab, variabelnya akan berbeda jika itu “literasi media”, sedangkan dalam buku ini, yang dikaji adalah “media literasi” dalam berbagai bentuk.

Tantangan sekarang, jika merujuk pada Mckinsey Global Institute, lembaga riset yang pada bulan Oktober 2017 telah memprediksi Indonesia akan memiliki bonus demografi pada 2030. Tidak hanya dihadapkan pada pasar bebas, namun era digital ini kita dihadapkan dengan “disrupsi teknologi” yang berkembangan ke semua bidang, tidak terkecuali dalam pendidikan. Prediksi ilmiahnya, jumlah penduduk di negeri ini pada usia produktif akan berjumlah dua kali lipat dari penduduk usia tua atau usia bayi. Bonus demografi tersebut justru akan menimbulkan bumerang demografi jika memang tidak diantisipasi. Secara faktual, ada dua posisi, yaitu ancaman dan peluang. Untuk menjawab tantangan itu, akan sangat susah jika pelajar kita masih buta literasi.

Membumikan literasi di jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas) yaitu Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengan Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan juga Pendidikan Menengah (Dikmen) yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA) memang tidak mudah. Guru selama ini masih menilai literasi sebagai “hal baru” dan masih menganggapnya sebagai sesuatu yang bertele-tele, rumit, njelimet, dan harus menggunakan kecerdasan berlipat. Padahal, literasi sudah ada sejak Tuhan menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril pada tanggal 10 Agustus 610 M. Umur Nabi Muhammad ketika itu tepat 40 tahun 6 bulan 12 hari sesuai perkiraan tanggal dalam bulan. Sedangkan, jika memakai perkiraan hitungan matahari, maka umur Nabi Muhammad Saw waktu itu ialah 39 tahun 3 bulan 22 hari.

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad Saw pertama kali adalah “membaca”, tidak sekolah, bekerja, atau yang lainnya. Perintah ini jelas adalah perintah literasi yang bermakna kualitatif. Dari aspek ini, literasi hakikatnya sesuatu yang sakral, uluhiyah dan merupakan produk dari Tuhan, bukan dari manusia. Perintah Tuhan ini ternyata sangat relevan sepanjang sejarah kehidupan manusia, baik klasik maupun modern seperti saat ini. Buktinya, kemampuan literasi terutama aspek membaca di Indonesia masih sangat rendah.

Penelitian Programme for International Student Assessment (PISA), tahun 2012, UNESCO menemukan dari 1000 orang di Indonesia hanya 1 yang membaca serius. Kemudian diteliti ulang oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tahun 2016, dari 1000 orang, ada sekitar 25 yang membaca serius. Data ini tentu membuktikan kemampuan literasi masih jauh dari harapan. Padahal, aspeknya baru satu variebal, yaitu “membaca”.

Literasi tidak boleh sekadar membaca, sebab ia merupakan kemampuan kompleks. Bahkan, selain empat keterampilan berbahasa (menyimak atau mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara), literasi juga dimaknai sebagai semua usaha untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi. Aspek melek komputer dan menangkal berita bohong dan palsu juga masuk kategori literasi.

Dalam buku ini, literasi tidak lagi disajikan “kaku” seperti di buku-buku, dikat, dan jurnal-jurnal ilmiah selama ini. Sebab, literasi sudah melekat menjadi “media” itu sendiri dalam pembelajaran terutama di sekolah. Media literasi adalah bagian dari pengembangan “literasi” dan “media”. Banyak media yang selama ini sebenarnya adalah media literasi, namun guru dan juga dosen masih jarang yang memaknainya. Buku ini berisi empat bab. Mulai dari konsep literasi dalam pendidikan, gerakan literasi di sekolah, media literasi sekolah dan implementasi media literasi sekolah.

Buku “Media Literasi Sekolah (Teori dan Praktik)” ini merupakan mahakarya dua dosen yang berbeda. Satu dari PGSD dan satunya lagi dari PGMI yang secara kompatibilitas sama-sama mendidik calon guru di jenjang pendidikan dasar. Sinergi ini menjadi lengkap, karena keduanya membawa bekal keilmuwan berbeda tentang media dan literasi yang dikombinasikan dalam bentuk teori dan praktik.

Penulis buku ini juga menerapkan tradisi literasi dimulai dari penerapan pilar literasi yaitu “baca, tulis, arsip” yang menjadi motivasi bagi semua akademisi dan guru di Indonesia. Artinya, apa yang dibaca harus ditulis, dan apa yang ditulis harus dibaca yang pada puncaknya harus diarsipkan dalam bentuk karya cetak sebagai wujud literasi yang kafah dan tidak setengah hati. Bisa berupa buku, jurnal, prosiding, makalah, karya ilmiah, aritkel, dan lainnya.

Buku ini menjadi salah satu produk dari pilar literasi di atas. Sebab, ide yang terlalu lama disimpan dan tidak dibukukan, akan sia-sia karena menulis adalah bagian dari dakwah melalui kegiatan literasi. Sebelum menggapai puncak kejayaan literasi pada 2045, Indonesia bisa bergerak cepat melalui literasi untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, sampai program doktor (S3). Tanpa literasi, semua akan terasa bias bahkan tidak mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain. Akhirnya, selamat menikmati buku ini dan semoga Anda mendapatkan apa saja yang Anda cari sebagai bahan untuk melakukan akselerasi literasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. (hi).


Judul: Senandung Keluarga Sastra (Serpihan Cinta dan Enigma Rasa)
Prakata: Niam At-majha
Penulis: Hamidulloh Ibda
Penyunting: Hidayatun Ulfa
ISBN: 978-602-50465-9-9
Cetakan: I, 2018
Tebal: 21 x 14 cm,  xiv  + 32  Halaman
Penerbit: CV. Pilar Nusantara
Harga: Rp 30.000 (sudah termasuk ongkir di wilayah Jawa)
CP: 08562674799 / 085740145329


Manusia tercipta memiliki potensi besar. Bisa dari aspek logika, etika, dan estetikanya. Manusia sebagai animal symbolicum sangat bergantung pada bahasa, kata, dan rasa. Begitu pula dengan cinta, dan enigma rasa. Manusia, tidak mungkin bisa hidup tanpa kata. Begitu pula yang dialami Nabi Adam yang berumur 930 tahun. Atau, Nabi Idris yang berumur  865 tahun, Nabi Nuh yang berumur 950, dan ada yang berpendapat lebih dari 3500 tahun. Namun, karena kita adalah umat Nabi Muhammad yang umurnya hanya 63 tahun, akan sia-sia jika kita tidak bisa merawat kata dan mengasah logika dengan umur yang singkat itu. Secara sederhana, hidup terlalu singkat jika tak bersastra.

Hidup di dunia yang singkat ini, tentu akan terlalu singkat lagi jika kita hanya menjadi manusia yang tak memaksimalkan potensi bahasa. Saya sendiri sebagai orang yang bergelut di dunia kata, merasa getun (menyesal) ketika mengenal dunia kata dan luasnya bahasa sejak 2008. Padahal, lewat kata, saya mendapatkan semuanya. Ya, forma, materia, juga cinta.

Saya menikah pada 1 Juni 2014 lalu, semua berkat kata-kata, bahasa, dan rasa. Lewat buku yang kutulis, ada perempuan bernas dan cerdas mau melirikku yang akhirnya menjadi ibu dari anakku sekarang. Lewat buku Stop Pacaran, Ayo Nikah!, ia kulamar dan kunikahi. Buku itu sekaligus menjadi mahar pernikahan yang paling mahal bagiku, mungkin juga baginya.

Berkat buku itu, saya pun kaget ketika membaca sebuah berita di salah satu media siber, dan juga beberapa blog, serta website tentang pustaka buku. Berita itu muncul kurun 2015-2016 lalu. Saya kaget lantaran ditempatkan tokoh inspirasi yang menjadikan buku sebagai mahar pernikahan. Sesuai berita itu, orang pertama yang menjadikan buku sebagai mahar adalah Moh. Hatta Wakil Presiden Indonesia pertama yang memberikan mahar buku ‘Alam Pikiran Yunani” kepada istrinya Rahmi Rachim.

Tokoh kedua adalah Prof. Dr. H. Sirajudin Syamsudin atau yang lebih akrab disapa Din Syamsuddin. Mantan Ketum Muhammadiyah ini menikah untuk kedua kalinya sepeninggal sang istri selama delapan bulan. Beliau menikahi Novalinda Jonafrianty. Dalam pernikahannya Din Syamsuddin menghadiahkan mahar berupa mushab Alquran dan satu set buku Islam.

Tokoh ketiga adalah Apung Widadi yang saat menikah ia masih menjadi peneliti korupsi politik ICW. Ia menikah pada 1 September 2012. Apung menikahi wanita yang bernama Arnedia. Arnedia diberi mahar berupa buku berjudul “Korupsi Politik, Gurita Politik Transaksional” yang kebetulan, saat menjelang Pilgub Jateng 2013 silam, saya ikut hadir dalam bedah buku itu bersama Bang Budi Setiyono, Ph.D.

Tokoh terakhir, di blog dan berita media siber itu, adalah Hamidulloh Ibda. Saya sendiri. Di berita itu, saya ditulis terinspirasi dari Mohammad Hatta dan Apung Widadi, yang menjadikan buku Stop Pacaran, Ayo Nikah yang terbit pada 1 Januari 2014 untuk istri yang dinikahi pada tanggal 1 Juni 2014. Selain dari buku tersebut, saya di ulasan itu juga ditulis memberikan uang sebesar Rp 161.400 dan sepeda motor beat merah. Entah lah.

Perlu saya klarifikasi, saya tidak terinspirasi dari Mohammad Hatta atau Apung Widadi. Bahkan, saya baru tahu kalau tokoh-tokoh di atas yang memberikan mahar berupa buku. Justru, saya menulis buku itu karena niat pribadi dan permintaan istriku.

Atas berita dan ulasan di blog itu, banyak sekali orang yang menjadikan kami inspirasi. Katanya sih begitu. Sampai sekarang pun, tren buku menjadi mahar mulai ramai dan menjadi bukti cinta pada sang kekasih. Oleh karena itu, Anda yang membaca buku ini bisa menirunya kalau memang mau.
Maka dari itu, atas nama buku, kutulis kembali karya kecil ini untuk sang istri dan anakku. Ini adalah kumpulan puisiku pertama kali terbit, meski sejak dulu suka menulis puisi. Saya sejak dulu, bersama istri memang ingin menjadi sastrawan, bukan sekadar ilmuwan sastra.

Saking demennya dengan sastra, anak kami yang pertama yang lahir pada 28 Februari 2015 pun, kami namakan Sastra Nadira Iswara. Perhelatan yang cukup panjang untuk menemukan nama itu. Sebab, akhir kata adalah “ra”, dan jika dibuat akronim adalah SNI. Hal itu tanpa saya sadari, dan saya baru tahu saat diberi tahu salah satu teman.

Namun, ya sudahlah. Semua kehidupanku akan berjalan rimik dan melodik sesuai nada, serta menyesuaikan fana dan baqa. Lewat buku ini, penulis ingin membongkar dan merawat rahasia. Lewat rahasia, kebesaran Tuhan akan semakin besar meskipun tanpa dibesar-besarkan.

Saya tegaskan lagi, manusia bukanlah Nabi Muhammad Saw yang maksum dan derajatnya sudah keluar dari “kuasa kata”. Oleh karena itulah, Tuhan menjadikannya “ummi” yang terbebas dari kata lewat tidak bisa baca-tulis. Namun, ilmu yang dihempaskan Tuhan pada Muhammad langsung ke hati Sang Baginda Nabi. Masalahnya, kita bukan nabi karena sampai matipun, kita tidak mungkin mendapatkan sertifikat “nubuwwah”. Maka dari itu, kita tidak bisa terlepas dari kata untuk kepentingan identifikasi, informasi, dan menyerap ilmu pengetahuan lewat inderawi kita. Sekali lagi, kita bukan nabi!

Akhirnya, buku ini spesial saya tulis untuk istriku dan anakku, sekaligus menjadi kado ulang tahunnya yang jatuh pada 1 Januari 2018 ini. Sekali lagi, merawat sastra adalah merawat dunia. Sebab, dalam sastra menyimpan serpihan kehidupan dan sel-sel angin yang harus dikendalikan arahnya. (hg).

Bogor, Harianguru.com - Dosen STAINU Temanggung sekaligus advokat di Temangggung, Jamal, SH. MH, mengikuti Bimtek Mahakamah Konstitusi angkatan ke 1 tahun 2018 di Bogor sejak 21-25 Januari 2018. Agenda itu, merupakan Bimbingan Teknis Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan walikota secara serentak tahun 2018 ini yang diselenggarakan di Cisarua Bogor, Jawa Barat.

Bimtek diikuti 160 orang dari unsur advokat se Indonesia yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia, dan  kebetulan dari Dosen.

Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi  Kasianur Sidauruk SH, MH dalam pembukaannya menjelaskan dalam pelaksanaan BIMTEK ada 7 materi yang akan diberikan kepada peserta. Mulai dari materi tentang MK dalam sistem kenegaraan, sistem penyelenggaraan KPU, sistem pengawasan Bawaslu, mekanisme penyelesaian, teknik penyusunan permohonan, pemohon, jawaban dan pihak terkait serta praktik penyusunan permohonan.

Sementara itu, Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) bernama Jamaliah Lubis, SH, dalam sambutannya menjelaskan, agar semua peserta menjalankan  dengan baik BIMTEK tersebut. “Bimtek diselenggarakan dalam rangka menghadapi pilkada serentak tahun 2018, pilkada tahun 2018 sebanyak 171 daerah,” kata dia kepada harianguru.com.

Dalam menjalankan tugas di lapangan, lanjutnya, dilakukan dengan cara professional, mematuhi Kode Etik Advokat dan UU yang berlaku. Dijelaskannya pula, bahwa anggota KAI sudah 20 ribu advokat.

Dalam acara yang diikuti peserta dari 34 propinsi se Indonesia itu, Sekjen MK RI  Prof. Dr. M. Guntur Hamah, SH. MH mewakili Ketua MK yang kebetulan tidak bisa hadir mengatakan bahwa dalam proses pengajuan Permohonan di MK, Advokat dan MK adalah sahabat. Pesan dari Bapak Ketua MK dalam proses di MK patuhi koridor hukum dan PMK /Peraturan Mahkamah Konstitusi,” kata dia.

Semua perkara bisa dilakukan dengan HP, kata dia, bisa dilakukan secra online dan bisa di lacak menggunakan HP. “Dalam  perkara di MK ada 9 tahap. Tahun 2017 ada 101 PILKADA yang masuk menjadi Perkara ada 60 kasus. Proses di MK dibatasi waktu, yakni 45 hari, harus selesai,” lanjutnya kepada harianguru.com.

Tugas MK, menurutnya ada 5 yaitu Judicial Review, menyelesikan perselisihan kewenangan antar lembaga Negara, kewenangan pembubaran partai politik, perselisihan hasil pemilu umum, pemberhentian presiden dari jabatannya.

Sebagai perwakilan dari akademisi sekaligus advokat, Jamal, SH. MH berharap dengan adanya Bimtek ini, bisa digunakan untuk praktik di Kampus dengan mahasiswa syariah dalam mata kuliah Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. 

Dan juga sebagai bekal alumni syariah STAINU Temanggung yang berminat menjadi advokat, sementara ini sudah 6 alumni yang telah menjadi advokat, selain itu BIMTEK ini bisa digunakan untuk pengajuan sengketa hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2018,” harap dia. (hg33/hi).


Suasana rapat
Temanggung, Harianguru.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung terus melakukan upaya dan perbaikan sistem dalam rangka konversi menjadi insitut.

Baca: Prodi PGMI STAINU Temanggung Bentuk HMP untuk Wadahi Kreativitas Mahasiswa

Maka, dalam rangka menyongsong perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut, STAINU Temanggung terus meningkatkan kualitas dan sistem perkuliahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem perkuliahan pagi selain untuk mahasiswa non-reguler untuk hari Sabtu dan Minggu.


"Kuliah pagi memang berbeda dengan kuliah siang. Apapun risikonya tetap kita mulai. Insyallah niat baik ini akan membuka cakrawala, pengetahuan dan perasaan kita untuk maju. Maka mau tidak mau alhamdulillah mulai semester ini mulai kuliah pagi," ujar Drs. H. Muh Baehaqi, MM, Ketua STAINU Temanggung saat memberikan sambutan dalam rapat awal semester dalam siaran pers yang diterima harianguru.com, Sabtu (20/1/2018).



Hal ini menurutnya adalah bagian dari transisi dari rencana perubahan dari sekolah tinggi menuju institut.



Sembari menuju perubahan, pihaknya mendorong dosen untuk terus meningkatkan penilaian angka kredit untuk bisa sertifikasi. Hal itu terungkap dalam rapat awal semester genap di gedung STAINU Temanggung, Sabtu (20/1/2018).



Hadir dalam kesempatan itu semua Pembantu Ketua, Ketua Program Studi dan Sekretaris Prodi, dosen dan Ketua Lembaga di lingkungan STAINU Temanggung.



Sementara itu, hal sama dijelaskan Dr. Baedhowi, MAg pembantu ketua saat menyampaikan arahan perkuliahan. Dia menegaskan, perkuliahan yang dibangun dengan dosen berkualitas akan berdampak pada kualitas mahasiswa. (hg50/hms).

Suasana observasi di PN Temanggung.
Temanggung, Harianguru.com - Sebelum mahasiswa lulus dan bekerja sesuai bidangnya, perguruan tinggi sangat penting memberikan perkuliahan berbasis praktik. Sebab, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)  menjadi mata kuliah yang wajib ditempuh mahasiswa sebelum Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir.

Baca: Siapkan Calon Guru dan Hakim Profesional, STAINU Temanggung Terjunkan Mahasiswa PPL 

Untuk itu, banyak pengalaman praktik yang bisa mendorong mahasiswa kompeten di bidangnya termasuk bagi mahasiswa Prodi Al-akhwal Al-syakhsiyah (AS) Jurusan Syariah STAINU Temanggung yang kemarin, Kamis (18/1/2018) telah resmi diterjunkan di Pengadilan Negeri (PN) Temanggung.

Hal itu diungkapkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PPL Prodi AS STAINU Temanggung, Muhammad Jamal, MH. Pihaknya mengatakan bahwa PPL Prodi AS itu memang berorientasi pada capaian profesionalisme. "Kami berharap kepada mahasiswa mampu memanfaatkan waktu satu bulan PPL ini untuk digunakan belajar di tempat praktik, agar mengerti dan paham bagaimana implementasi hukum yang sebenarya," ujar Jamal yang juga advokat tersebut, Jumat (19/1/2018).

Dijelaskan Jamal, bahwa PPL itu direncanakan akan berjalan sebulan, dan untuk minggu pertama, semua mahasiswa praktikan wajib melakukan obrsevasi.

Di kampus, kata dia, lebih banyak porsi teori-teori hukum. "Andaikan ada praktik hanya sebatas simulasi, setelah selesai PPL harapannya mahasiswa-mahasiswi sudah mampu menjalankan praktik secara mndiri, kemudian ilmu teori dan praktik tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang berhadapan dengan proses hukum," beber mahasiswa Program Doktor UII Jogjakarta tersebut.



Tidak hanya dalam proses hukum saja, lanjut dia,  terlebih  mahasiswa memberi materi-materi tersebut dalam agenda-agenda penyuluhan hukum di masyarakat, agar masyarakat paham hukum selanjutnya terciptalah ketertiban hukum di Indonesia.



"Dulu saya waktu menjadi mahasiswa STAINU Temanggunhg juga melakukan PPL di Pengadilan. PPL tersebut membuat saya paham akan implementasi hukum. Setelah saya menjadi advokat, saya tidak lagi bingung dalam membela masyarakat yang terlibat kasus hukum," beber Jamal yang juga alumni STAINU Temanggung itu.



Ia menegaskan, bahwa lulusan Prodi AS sama seperti Fakultas Hukum secara umum. "Harapan saya semua mahasiswa Prodi AS jadi hakim, pengacara, karena sudah sama dengan fakultas hukum umum. Ini adalah amanat kurikulum berbasis KKNI-SNPT yang setara sehingga gelarnya pun sama Sarjana Hukum antara Prodi AS dengan prodi hukum secara umum," bebernya. (Red-HG44/Hi).

Suasana foto bersama mahasiswa PPL STAINU Temanggung usai pelepasan
Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka menyiapkan calon guru dan hakim serta panitera dan profesi lainnya sesuai prodi, sebanyak 61 mahasiswa-mahasiswi STAINU Temanggung secara resmi dilepas untuk melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) periode 2017-2018 di depan ruang akademik, Kamis (18/1/2018).

Mereka, akan melaksanakan PPL selama sebulan di sekolah dan lembaga praktikan. Sebanyak 61 mahasiswa-mahasiswi itu dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Al-akhwal Al-syaksiyyah (AS) yang akan praktik di SMAN 1 Temanggung, SMAN 2 Temanggung, SMAN 3 Temanggung, SMAN 1 Pringsurat, SMKN 2 Temanggung, SMKN 1 Tembarak, SMKN Jumo, SMAN 1 Parakan, dan Pengadilan Negeri Temanggung.

Dalam sambutannya, Sumarjoko Kaprodi AS mewakili Ketua STAINU Temanggung, berharap agar mahasiswa baik dari PAI maupun AS bisa menerapkan teori-teori secara aplikatif di sekolah atau lembaga praktikan. "Sebagai akademisi, Anda harus bisa menerapkan ilmu-ilmu dari perkuliahan," papar dia.

Sementara Ketua Panitia PPL Muh. Syafi' menambahkan bahwa PPL tidak sekadar seremonial perkuliahan, melainkan harus bisa mencapai capaian sesuai prodi masing-masing. "Untuk Prodi PAI, semua mahasiswa PPL harus bisa mencapai aspek profesionalisme. Apalagi, mereka akan belajar langsung di sekolah yang memiliki sistem dan budaya heterogen," beber dia.

Intinya, kata dia, sosok guru profesional menjadi ruh penting bagi mahasiswa PAI yang PPL. "Sementara untuk Prodi AS, mahasiswa harus bisa belajar tentang profesionalisme hakim, pengacara, panitera, dan tenaga administrasi lembaga pengadilan," lanjut dia.

Oleh karena itu, kata dia, Prodi AS pun sudah menyiapkan hal itu dengan membuat syarat sebelum PPL, mahasiswa wajib lulus teori dan praktik peradilan semu, BTQ, dan microteaching untuk mahasiswa PAI.

Maka dari itu, ada beberapa dosen yang ahli di bidangnya yang kami jadikan dosen pembimbing lapangan selain nanti dimbimbing oleh guru pamong. "Untuk minggu pertama, mereka akan observasi dulu sebelum praktik mengajar dan melakukan kegiatan di Pengadilan Negeri. Baru kemudian, mereka bisa melakukan praktik sesuai Silabus, RPP dan rencana kegiatan di masing-masing sekolah dan lembaga," pungkas dia. (hg5/hi).

Ilustrasi: Asrama Mahasiswa STAINU Temanggung.
Temanggung, Harianguru.com - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung memberikan wadah kepada mahasiswa dan mahasiswa PGMI untuk melakukan kegiatan dan mengasah kreativitas mereka dengan membentuk Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP).



Hal itu terungkap dalam rapat internal Prodi PGMI dengan calon pengurus HMP untuk periode 2018-2019 di kantor Prodi PGMI STAINU Temanggung, Kamis (18/1/2018) yang dihadiri Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda, Sekprodi PGMI STAINU Temanggung Farinka Nurrahmah Azizah, dan dosen PGMI STAINU Temanggung Effi Wahyuningsih dan Fadloli Alhakim serta calon pengurus HMP PGMI STAINU Temanggung.



Munawaroh Formatur HMP PGMI STAINU Temanggung terpilih, menjelaskan bahwa mereka bersama calon pengurus sudah merumuskan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Struktur Kepengurusan serta mempersiapkan pelantikan HMP PGMI STAINU Temanggung periode 2018-2019.



"Kami merencanakan nanti pelantikan maksimal dua minggu setelah perkuliahan aktif di semester genap ini," katanya kepada harianguru.com.



Sementara itu, Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung menambahkan kepada harianguru.com bahwa adanya HMP PGMI STAINU Temanggung adalah wadah untuk meningkatkan kualitas akademik, pengembangkan bakat sebagai calon guru kelas MI/SD dan mendukung capaian profil lulusan PGMI STAINU Temanggung sebagai teacherpreneur bidang pendidikan dasar.



"Nanti mahasiswa di HMP PGMI STAINU Temanggung kami beri PR untuk membentuk wadah khusus di bidang seni, pendidikan dan pelatihan serta bidang kepramukaan dan lainnya untuk membantu Prodi PGMI STAINU Temanggung dalam menjalankan tugas akademik," kata dia. (HG33/hms).


Baca: Kejar Target 1000 Pendaftar, STAINU Temanggung Ikuti Expo Kampus di Pati

Tim PMB STAINU Temanggung saat Expo Kampus di Pati
Pati, Harianguru.com - Dalam rangka untuk mencapai target 1000 pendaftar, Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung sukses mengikuti Expo Kampus di MA. Silahul Ulum Jalan Juwana Tayu Km. 8, Asempapan, Trangkil, Asempapan, Kabupaten Pati, Minggu-Senin (14-15/1/2018).

Baca: Pelajar di Kedu Sudah Daftar di STAINU Temanggung, Kamu Kapan?

Selain STAINU Temanggung, ada beberapa kampus yang turut menyukseskan kegiatan Expo Kampus di Bumi Mina Tani tersebut. Seperti UIN Sunan Kalijaga, UNNES, STAIN KUDUS, IAIN PEKALONGAN, UNDIP, USM, STAI PATI, UNISSULA, IPMAFA dan sejumlah kampus lain.



"Total peserta ada 17 dari berbagai daerah, dan STAINU Temanggung juga turut menyukseskannya," ujar Itsma salah satu mahasiswa STAINU Temanggung yang mewakili Tim Sosialiasi PMB STAINU Temanggung 2018-2019 kepada harianguru.com.



Ia menjelaskan kepada haringuru.com, banyak peserta dari pelajar yang tertarik dengan kegiatan itu, dan tentunya mereka juga turut mengenal dan ada juga yang mengisi formulir pendaftaran di STAINU Temanggung.



Devi, salah satu mahasiswi STAINU Temanggung asal Pati juga turut mengawal kegiatan itu. Ia menegaskan, bahwa warga Pati tidak menutup kemungkinan untuk kuliah di STAINU Temanggung.



Sementara itu, Muh. Syafi' Koordinator Tim Sosialiasi PMB STAINU Temanggung 2018-2019 secara terpisah menegaskan bahwa selama ini sosialiasi STAINU Temanggung tidak hanya di wilayah Temanggung. Namun juga sudah terlaksana di Batang, Kendal, Magelang dan bahkan di Pati.



Ia membeberkan, dalam waktu dekat juga akan melakukan penandatanganan MoU dengan sekolah-sekolah di luar Jawa, apalagi STAINU Temanggung menawarkan sejumlah beasiswa menarik. "Mulai dari beasiswa prestasi, santri, dan beasiswa kurang mampu. Jika sudah menjadi mahasiswa, maka mereka juga bisa mengikuti program beasiswa tahfidz, bansos, dan berbagai beasiswa lain," lanjut dia. (hg33/hi).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka mengejar target mendapatkan 1000 pendaftar calon mahasiswa, maka dalam waktu sehari, Sabtu (13/1/2018), Tim Sosialiasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung 2018-2019 melakukan sosialiasi pendaftaran kuliah di tiga tempat.

Baca: Kuliah di PGMI STAINU Temanggung Punya Kelebihan daripada PGSD

Pertama di SMA Islam Kandangan. Kedua di MA Al Huda dan Ketiga di acara Training Nasional GURAME bersama Kang Deden dan Kang Bara di kampus STAINU Temanggung yang dihadiri ratusan peserta dari Temanggung, Magelang, Semarang dan sekitarnya.

Seperti biasanya, tim sosialiasi mengajak pelajar untuk mengenal dunia pendidikan tinggi. Mereka mengajak para pelajar untuk melanjutkan pendidikan dan tidak hanya berhenti di bangku SMA/MA saja. Sebab, dunia global menuntut para pemuda untuk memiliki bekal akademik untuk menjawab tantangan zaman.

Dijelaskan Farinka Nurrahmah Azizah, salah satu tim sosialisasi PMB STAINU Temanggung bahwa penerimaan mahasiswa sudah dimulai dengan beberapa program studi pilihan. Untuk jurusan Tarbiyah ada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sementara pada jurusan Syariah ada dua Prodi yaitu Al-akhwal Al-syakhsiyyah (AS) dan Ekonomi Syariah (ES).

"Ada tiga beasiswa yang kami tawarkan, yaitu beasiswa prestasi, beasiswa kurang mampu dan beasiswa santri," ujar Sekprodi PGMI tersebut.

Ditambahkannya, selain beasiswa itu, ada pula beasiswa Bansos dan juga Tahfidz. "Sejak kemarin kita sudah sosialiasi di Bawang, Batang, di sejumlah sekolah di Temanggung dan ini juga sudah ada perwakilan tim PMB yang expo pendidikan di Kabupaten Pati," beber dia.

Ia juga menegaskan, selama ini animo pelajar yang ingin kuliah di STAINU Temanggung cukup tinggi. "Buktinya di setiap sosialiasi ada yang langsung daftar di tempat dan kami gratiskan biaya pendaftaran. Sejak kemarin juga sudah banyak yang langsung daftar di kampus," ujar dia. (hg55/Hi).

Blora, Harianguru.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada hari Kamis (11/1/2018) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora dengan didampingi 2 Dirjen Kemristekdikti, peneliti IPB, UGM dan LIPI.


Kedatangannya di Blora pukul 13.00 WIB disambut oleh Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si mewakili Bupati Djoko Nugroho. Setibanya di Blora, Menteri yang identik dengan baju putih ini langsung meninjau kebun buah yang ada di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan.


Disini Menristekdikti melakukan panen klengkeng dan melihat komoditas buah unggulan lainnya yang merupakan hasil inovasi teknologi hortikultura. Diantaranya alpukat berukuran jumbo yang beratnya bisa mencapai 2,5 kg per buah, jambu kristal dan durian.


Berada di kebun buah yang terletak di tepi Waduk Greneng itu, ia juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani buah yang bekerja di kebun tersebut. Menteri yang berasal dari PKB ini nampaknya tertarik untuk turut serta mengembangkan sektor hortikultura ke arah agrowisata berbasis riset dan teknologi.


Usai dari kebun buah, Menristekdikti beserta rombongan bertolak ke Pabrik Inseminasi Buatan (IB) peternakan sapi milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Blora yang ada di Desa Sambongrejo Kecamatan Tunjungan.


Disini mereka mencoba teknologi IB yang sedang dikembangkan di Blora dalam program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB). Menristekdikti tertarik untuk turut mengembangkan peternakan sapi di Blora yang populasinya lebih dari 230 ribu.


“Blora ternyata potensinya luar biasa. Blora yang dahulu dikenal sebagai daerah kering ternyata mampu menghasilkan buah yang luar biasa berkat adanya inovasi, kerja keras para petani dan dukungan riset teknologi. Ini harus dikembangkan, apalagi lahan di kebun buah ini masih luas. Ada sekitar 300 hektar,” ujarnya.


Kedepan ia ingin buah dari Blora benar-benar bisa jadi “BLORA” akronim dari Buah Lokal Nusantara yang dikenal luas. Salah satunya dengan cara menggandeng Kementerian LHK dan Kementerian Pertanian agar bisa dilakukan perluasan kebun buah melalui Perhutanan Sosial. Mengingat di sekitar kebun masih banyak lahan hutan milik Perhutani yang bisa dimaksimalkan.


“Nanti akan saya komunikasikan dengan Menteri LHK dan Mentan agar Blora ini bisa menjadi pusat buah unggulan hasil inovasi para petani. Negara yang maju itu karena inovasinya baik. Saya rasa inovasi di Blora ini perlu didukung untuk berkembang,” lanjutnya.


Sementara itu, tentang peternakan sapi di Blora ia sengaja mengajak peneliti dari IPB, UGM dan LIPI untuk membantu melakukan pengembangan peternakan berbasis teknologi. Ia ingin sapi-sapi di Blora bisa dikelola dengan sentuhan teknologi sehingga bisa lebih berguna, tidak hanya dagingnya saja namun juga hingga kotorannya.


“Saya tidak ingin membantu dana, tapi saya bantu dengan teknologi. Dengan sentuhan teknologi peternakan, saya ingin kedepan sapi Blora bisa lebih baik lagi. Peternakan yang terintegrasi dengan pertanian dan perkebunan. Tidak hanya berorientasi pada daging saja, namun teknologi pangan dan pengelolaan kotorannya juga diperhatikan,” terang Menristekdikti M Nasir.


Para petani dan peternak sapi yang dihadirkan dari berbagai desa tampak antusias dan senang mendengarkan pemaparan dari Menristekdikti. Diantaranya adalah petani peternak dari Desa Palon Kecamatan Jepon yang sudah berhasil melakukan ternak sapi dengan sistem komunal.


Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si mengucapkan terimakasih kepada Menristekdikti dan rombongan yang telah bersedia melakukan kunjungan ke Blora di tengah kesibukan kerjanya bersama seluruh Dirjen.


“Saya mewakili Bupati Djoko Nugroho, atas nama Pemkab Blora mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Menristekdikti yang telah bersedia datang ke Blora dan mengupayakan pengembangan sektor hortikultura dan peternakan. Semoga hasilnya nanti berguna untuk kemajuan Blora,” ucap H. Arief Rohman M.Si.


Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Sekda Drs.Bondan Sukarno MM, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir.Reni Miharti M.Agr.Bus, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ir. Wahyu Agustini SE, M.Si dan beberapa OPD terkait.


Kunjungan kerja Menristekdikti diakhiri dengan silahturahmi bersama tokoh agama di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Kaliwangan yang diasuh KH Muharror Ali. (hg33/hms).

Suasana rapat internal PGMI STAINU Temanggung.
Temanggung, Harianguru.com - Kuliah di Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) hakikatnya sama seperti di Prodi atau Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Apalagi, kurikulumnya sama, gelarnya sama, dan mata kuliahnya sama. Justru, PGMI lah yang memiliki kelebihan karena selain diberikan mata kuliah mapel umum di MI/SD, di Prodi PGMI diberi tambahan mapel agama, seperti Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Quran Hadist, Bahasa Arab, dan lainnya.

Lihat: Wajib Baca, Ini Keunggulan Prodi PGMI Daripada PGSD

Hal itu terungkap dalam rapat internal Prodi PGMI STAINU Temanggung yang bertempat di rumah makan Alam Desa Kranggan, Temanggung. Dalam kesempatan itu, Kaprodi, Sekprodi dan dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar rapat pemantaban penerapan kurikulum PGMI berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Kamis (11/1/2018).

Hadir Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Sekprodi PGMI Farinka Nurrahmah Azizah, dan dosen PGMI M. Fadloli Al Hakim, Effi Wahyuningsih, Gandhi yang bertempat di Jl. Raya Pringsurat, Kranggan, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Baca: Dosen PGMI STAINU Temanggung Ajak Guru Selalu Berjiwa Muda

Dalam penjelasannya, Prodi PGMI STAINU Temanggung sudah mengonsep dan kurikulum berbasis KKNI-SNPT. "Meski melalui proses panjang, dari perumusan capaian pembelajaran atau learning outcome, profil lulusan PGMI, sampai dengan perumusan bidang kajian, sampai dengan muncul pemetaan mata kuliah, sudah kami bahas panjang dengan perbandingan kurikulum KKNI-SNPT dari Perkumpulan Dosen Prodi PGMI Jateng-DIY yang saya dapat pada Desember 2017 kemarin," papar lulusan Prodi Pendidikan Dasar Pascsarjana UNNES itu.

Ia juga menegaskan, bahwa penerapan kurikulum PGMI berbasis KKNI-SNPT akan berdampak pada profil lulusan dan capaian pembelajaran sehingga melahirkan mata kuliah yang mendukung profil lulusan tersebut.

Rasionalisasi dari penerapan KKNI-SNPT ini menjadikan Prodi PGMI ini sama seperti Prodi PGSD. "Secara kurikulum sama, justru PGMI lebih unggul karena selain memberikan mata kuliah lima mapel wajib MI/SD yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, IPA dan PKn, namun PGMI juga memberikan mata kuliah konsep dasar, dan pembelajaran Akidah Akhlak, Fikih, Alquran Hadist, SKI dan Bahasa Arab dan beberapa mata kuliah lain. Di sinilah kelebihan PGMI daripada PGSD," tegas penulis buku 'Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner' tersebut.

Baca: Dosen PGMI STAINU Temanggung Punya Cara Lawan HIV/AIDS

Sementara itu, Sekprodi PGMI STAINU Temanggung Farinka Nurrahmah Azizah menambahkan bahwa profil lulusan utama dari Prodi PGMI STAINU Temanggung adalah menyiapkan calon guru kelas di jenjang MI/SD.

"Untuk profil tambahannya, kami merumuskan bahwa lulusan nanti disiapkan menjadi teacherpreneur. Ini sudah kami petakan learning outcome dan bidang kajian serta mata kuliahnya. Sehingga, produk PGMI itu bisa menjadi guru kelas di jenjang MI/SD sekaligus menjadi wirausahawan di bidang pendidikan dasar," ujar dia. (Dloli).

Ilustrasi
Semarang, Harianguru.com - Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora Universitas Wahid Hasyim Semarang (IMPARA Unwahas) goes to school 2018 #part 2 akan dilaksanakan oleh pengurus komisariat IMPARA Unwahas dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut rencananya akan di laksanakan antara tanggal 25 Januari sampai 16 Februari 2018.

Sosialisasi Kampus di tujukan untuk SMA/SMK/MA Sederajat di kabupaten Blora. IMPARA UNWAHAS Goes To school 2018 #Part 2 ini bertema " Melangkah Bersama Membangun Blora Mustika ".

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan IMPARA Unwahas Semarang. di tahun 2017 juga sudah terlaksana sosialisasi kampus di 12 sekolahan di kabupaten Blora.

"Rencana sosialisasi di tahun 2018 ini, mentargetkan 20 SMA sederajat yang tersebar di 16 kecamatan Kabupaten Blora," kata Ketua Impara Unwahas Semarang Dian Jati Wahyuni kepada harianguru.com, Rabu (10/1/2018).

Mahasiswa Unwahas, asal dari Randublatung, Blora ini mengharapkan kerjasama yang baik dari  Pengurus komisariat IIMPARA Unwahas dengan Universitas Wahid Hasyim , SMA Sederajat yang akan di sosialisasi se - Kabupaten Blora serta instansi yang terkait, guna terealisasinya acara tersebut.(Hg33/hi).

Suasana sosialiasi
Kedu, Harianguru.com - Sejak awal sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung, banyak animo pelajar mulai bergeliat ingin kuliah di kampus di Temanggung itu. Terbukti pada hari Selasa, 9 Januari 2018, tim sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung melakukan blusukan sosialisasi yang berlangsung di SMK NU Kedu, Temanggung.

Baca: Guru PAUD Jangan Ragu, STAINU Temanggung Siapkan Labschool


Ada puluhan calon pendaftar calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan kuliah di STAINU Temanggung. Husna Nashihin, Sekprodi PIAUD STAINU Temanggung mengatakan bahwa alhamdulillah di SMK NU Kedu terdapat banyak kader pemuda NU yang konsisten akan melanjutkan pendidikan sarjananya tetap di lembaga di bawah naungan NU.

"Meskipun, selain masalah prinsip ideologi, memang para siswa juga mengakui bahwa saat ini STAINU Temanggung cukup ideal untuk dijadikan sebagai perguruan tinggi pilihan untuk melanjutkan pendidikan S1," kata dia.

Komitmen ini, lanjut dia, dapat dilihat dari pembukaan prodi baru yang menambah pilihan prodi bagi para siswa SMK NU Kedu yang saat ini sudah akan lulus. Prodi yang menjadi pilihan siswa tersebut antara lain Jurusan Tarbiyah ada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kemudian Jurusan Syariah ada Prodi Al-akhwal Al-syaksiyah (AS) dan juga Ekonomi Syariah (ES).

"Alhamdulillah untuk prodi PIAUD sendiri bisa dipastikan mendapat 6 calon mahasiswa di SMK NU Kedu," tambah Husna yang juga sekprodi PIAUD tersebut.

Husna menambahkan, saat ini semua jurusan di STAINU Temanggung meskipun berlabel Islam, akan tetapi karena adanya KKNI pada semua perguruan tinggi berdampak pada penyetaraan jurusan tersebut dengan prodi umum. "Misalnya PIAUD saat ini setara dengan PAUD maupun PG TK/PG RA, adapun PGMI saat ini setara dengan PGSD, begitu pula dengan prodi lainnya. Saat ini tidak perlu ragu untuk mengambil keputusan berkuliah di STAINU Temanggung, toh lulusannya dan gelarnya sama," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sigit Tri Utomo Sekprodi PAI juga menambahkan bahwa beasiswa yang ditawarkan kepada para siswa menjadi daya tarik tersendiri, sehingga STAINU Temanggung pada sosialisasi bulan pertama ini sudah diserbu ribuan calon pendaftar. "Untuk SMK NU  Kedu alhamdulillah dari total 41 siswa yang ada, ada 16 siswa yang memastikan diri mendaftar di STAINU Temanggung. Bagaimana tidak pada tertarik, wong STAINU Temanggung itu satu-satunya kampus Islam di Temanggung apalagi kampus NU karena Temanggung gudangnya orang NU," tambah Sigit.

STAINU Temanggung, lanjut dia,saat ini sudah mengadakan sosialisasi sampai ke luar kota, terbukti sudah ada ribuan  calon mahasiswa baru yang mulai sekadar mencari informasi atau sampai mendaftar di STAINU Temanggung. (hg10/HI)

Ilustrasi
Temanggung, Harianguru.com - Selain menggagas labschool, Prodi PIAUD STAINU Temanggung juga merintis ruang kreativitas untuk mempermudah kegiatan mahasiswa. Hal itu teruntkap pada hari Kamis, 4 Januari 2018 di aula rapat lantai 3 STAINU Temanggung diresmikan kebijakan fasilitas baru untuk prodi PIAUD STAINU Temanggung berupa Laboraturium Kreativitas.

Baca: Inspiratif, Masih Mahasiswa Sudah Dirikan PAUD di Temanggung

"Fasilitas ini didirikan untuk memaksimalkan potensi mahasiswa prodi PIAUD dalam berkreasi mendesain media maupun strategi pembelajaran untuk anak PAUD, PIAUD, RA mapun TK. Laboraturium ini dikhususkan untuk pelaksanaan mata kuliah kepiaudan yang memang membutuhkan ruang khusus, ruang untuk stimulus media, ruang menempel, sampai praktek strategi pembelajaran dengan media yang telah didesain," kata Husna Nashihin, Sekprodi PIAUD pada Harianguru.com, Selasa (9/1/2018).



Hal ini diakuinya sebagai fasilitas yang dimungkinkan belum ada di prodi PIAUD perguruan tinggi lain dan menjadi daya beda atau diferensiasi yang diharapkan mampu menambah nilai plus lulusan prodi PIAUD.



"Jadi, nanti lulusan prodi ini tidak hanya bisa ngomong teori saja, tapi kreatif dan bisa menghasilkan media kreatif yang efektif dan efisien untuk anak PIAUD. Saat ini tidak ada alasan lagi bagi para guru PAUD, PIAUD, RA mapun TK yang belum S1 untuk tidak mengambil pendidikan sarjananya di STAINU Temanggung," kata lulusan Pascasarjana UIN Jogjakarta itu.



Kita, lanjut dia kepada harianguru.com, akan selalu menampung dan mengembangkan potensi para mahasiswa. "Kita juga akan menambah program manasik haji secara berkala khusus untuk mahasiswa prodi PIAUD karena kita memang punya fasilitas manasik haji yang lengkap," tambahnya.



Menurut dia kepada harianguru.com, selain itu, komitmen untuk membangun prodi PIAUD juga kita upayakan dengan membentuk forum komunikasi mahasiswa dan dosen, sehingga antara dosen dan mahasiswa yang berkuliah di prodi ini akan selayaknya anggota keluarga, bisa selalu saling bertanya jawab mengenai masalah kepiaudan. ujarnya.



"Dosen prodi ini tidak tanggung-tanggung didatangkan dari PTN terbaik se-Jawa Tengah dan DIY, seperti UIN Sunan Kalijaga, UNY, UGM, dan Unes. Kami siap melayani calon mahasiswa baru PIAUD yang ingin menjadi bagian penting dari prodi ini," pungkas dia. (red-HG10/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka mencari solusi atas masalah yang terjadi, Presidium Mahasiswa angkatan 2014 STAINU Temanggung dan sejumlah pimpinan kampus melakukan audiensi untuk memecahkan masalah bersama, pada Sabtu, (6/1/2018). Hal itu dilakukan juga untuk  menciptakan perubahan di kampus STAINU Temanggung/



Mereka melakukan audiensi di aula kampus setempat yang dihadiri oleh Ketua STAINU Temanggung, Drs. H. Muh Baehaqi, M.M, Pembantu III Bidang Kemahasiswaan Munjid, M.S.I, lalu Ketua Prodi PAI Luluk Ifadah, M.S.I, Ketua Prodi AS Sumardjoko, M.S.I, Ketua LP3M  Moh Syafi’, M.Hum dan beberapa penjabat lainnya serta Perwakilan Mahasiswa Angkatan 2014.



Audiensi ini dilaksanakan sebagai sarana aspirasi mahasiswa dan solusi dalam perbaikan STAINU Temanggung ke depan. Acara dimulai pukul 10.30 sampai pada pukul 12.00.



“Dari pihak kampus sendiri masih mengupayakan perbaikan dan pengoptimalan,“ tegas Ketua Prodi PAI Luluk Ifadah, MSI siang tadi.



Dijelaskannya, perihal sarana prasarana memang belum terpenuhi semua melirik kendala utama yang dihadapi adalah biaya. "Anggaran yang dimiliki sekarang masih diarahkan pada bidang-bidang yang lebih urgen," papar dia kepada mahasiswa untuk tetap sabar, karena hal itu perlu proses yang tidak cepat dan tidak instan.



Ketua Prodi PAI tersebut juga menambahkan, masukan bukan sekedar asumsi saja, namun klarifikasi terarah juga perlu dilakukan sebagai dasar diskusi agar seimbang dan tentunya tidak terjadi kesalahpahaman dalam bertindak.


Sementara itu, Almaksirun salah satu perwakilan mahasiswa mengatakan bahwa mahasiswa bisa turut serta mengawal kebijakan kampus untuk perubahan dan perbaikan. “Perlunya pengawalan terhadap kebijakan birokrasi kampus yang ada dan menyampaikan masukan yang tentunya membangun sebagai aspirasi mahasiswa,” jelas Almaksirun dan beberapa sahabat tadi.



Selanjutnya ada beberapa hal lain yang menjadikan persoalan yang perlu diklarifikasi yaitu masalah jalannya program penilaian dan pembelajaran setiap harinya yaitu, ada beberapa nilai yang sampai saat ini oleh mahasiswa angkatan 2014 belum menerima nilai mata kuliah terkait atau belum keluar.



Maka dari itu, dari pihak kampus akan tetap mengawal dan mengawasi terutama oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM). Sejalan dengan hal tersebut, ada persoalan yang lebih serius yaitu seberapa kompetensi kualitas dan kuantitas yang dimiliki dosen yang saat ini akan terus diperbaiki dan pengawasan oleh pihak terkait.



Sementara itu, merespon masukan mahasiswa, Ketua LP3M M Syafi’ M. Hum menambahkan bahwa sistematika penulisan skripsi yang mengacu kepada aturan baru yang mengacu pada aturan baru yang sedang dalam proses pleno dan pembukuan. "Komitmen dosen pembimbing skripsi dijamin oleh pihak kampus seiring dengan komitmen mahasiswa yang dimbing,“ lanjut dia.



Sebelumnya, juga membahas tentang observasi yang dilakukan pra KKN selama satu bulan tidak dikenakan biaya (gratis) yang tidak lama akan dilakukan oleh mahasiswa angkatan 2014 dalam waktu dekat-dekat ini.



Dalam audiensi tersebut, beberapa penjabat STAINU Temanggung berhalangan hadir kerena kepentingan yang bersamaan dan akan dijadwalkan kembali dengan pihak penjabat STAINU Temanggung dan mahasiswa. (Hg44/dama).

Pemberian souvenir dari STAINU Temanggung pada pelajar SMK Maarif NU Bawang
Batang, Harianguru.com - Siapa sangka, meski berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), namun siswa-siswi SMK Maarif NU Bawang, Kabupaten Batang, Jateng tergoda kuliah dan sudah ada yang mendaftarkan diri di STAINU Temanggung.


Hal itu terungkap saat Tim sosialisasi PMB STAINU Temanggung 2018-2019, pada Kamis (4/1/2018) melakukan sosialisasi ke SMK Maarif NU Bawang, Kabupaten Batang yang diterima langsung oleh kepala sekolah dan sejumlah dewan guru.

Perwakilan yang hadir mulai dari Muh. Syafi Koordinator Tim Sosialisasi, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Sekretaris Prodi PGMI Farinka Nurrahmah Azizah, Rindra Puspitasari anggota LPM dan Husna Nashihin Sekretaris Prodi PIAUD STAINU Temanggung.

Dijelaskan Muh. Syafi bahwa selama ini target calon mahasiswa yang mendaftarkan diri di STAINU Temanggung minimal 1000 orang. Maka langkahnya, menurut dia, sosialisasi sudah merambah ke berbagai daerah. "Untuk tahun ini tidak hanya di Temanggung tapi juga di kabupaten di sekitar Temanggung dan Jawa. Bahkan kita sudah rencakan sampai luar Jawa, ujar dia.

Saat sosialiasi di kelas, tim menjelaskan bahwa STAINU Temanggung memiliki dua jurusan yaitu Tarbiyah dan Syariah dengan prodi masing-masing. Pada jurusan Tarbiyah ada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sementara Syariah memiliki dua prodi yaitu Al Akhwal Al Syakhsiyah (AS) dan Ekonomi Syariah (ES).

"Ada banyak peluang siswa sini mendapatkan beasiswa. Mulai dari beasiswa prestasi, santri, dan beasiswa miskin serta beasiswa program akademik. Alhamdulillah sudah ada siswa yang positif nanti kuliah di STAINU Temanggung," lanjut dia.

Sementara itu, Aris Wahidin Kepala SMK Maarif NU Bawang merespon baik niat STAINU Temanggung dalam mendorong lulusan SMK untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. "SMK Maarif NU Bawang berdiri sejak 2013. Untuk kelas tiganya ada lima kelas dan jurusannya ada dua yaitu Teknik Kendaraan Ringan dan Akuntansi," beber dia.

Kalau yang cenderung meneruskan, kata dia, memang yang Akuntansi meskipun semua juga punya potensi kuliah.

Ia menambahkan bahwa kerjasama dengan STAINU Temanggung tidak hanya saat sosialisasi. Namun ke depan, akan dilakukan kerjasama di bidang penguatan literasi, jurnalistik bahkan sertifikasi dengan adanya tim dari STAINU Temanggung untuk uji kompetensi di bidang akuntansi. "Apalagi STAINU punya Prodi Ekonomi Syariah," beber lulusan UIN Sunan Kalijaga itu.

Sementara itu, Muh. Syafi selaku Koordinator Tim Sosialiasi merespon positif hal itu. "Kami punya beberapa dosen yang memang memiliki kompetensi untuk bisa diajak sinergi dengan SMK Maarif NU Bawang. Semoga ke depan rencana ini bisa terlaksana," beber dia. (hg44/hms).

Suasana Rakernas Tidar
Pekanbaru, Harianguru.com -  Mengakhiri tahun 2017 kemarin, Tunas Indonesia Raya (Tidar) menyukseskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang ke IV  yang bertempat di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru yang dimulai pada Jumat (1/12/2017) hingga Minggu (3/12/2017).


Dalam Rakernas Tidar yang ke IV kali ini dihadiri juga oleh Hashim Djodjohadikusumo sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Aryo Djodjohadikusumo dan Sekjen Tidar Ulul Aufa. Hadir pula Ketua Umum Tunas Indonesia Raya, Ketua DPD Gerindra Provinsi Riau Eddy Tanjung, Walikota Pekanbaru Firdaus.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tidar yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Riau ini, membuahkan beberapa hasil, diantaranya memperkuat jaringan kampanye melalui media sosial. Hal ini tentunya untuk memperkuat image Tidar dan Gerindra dalam situasi dan kondisi kekinian. Sesuai dengan background para kader Tidar, yaitu anak muda.

Dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum PP Tidar, Aryo Djojohadikusumo juga mengatakan bahwa kader Tidar harus memberikan contoh yang baik dalam menggunakan media sosial. Aryo merupakan salah satu politisi muda tanah air yang aktif di media sosial. Beberapa akun media sosialnya selalu dibanjiri komentar dan like dari followernya. Lihat saja akun IG dan twitter @aryoDjojo, dan fanpage Facebook Aryo Djojohadikusumo yang mencapai 229.000 like.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Sekretaris Jenderal Tidar, Ulul Aufa membenarkan bahwa pihaknya berharap para kader Tidar memiliki kreatifitas dalam bermedsos. “Arahan dari ketua umum Tidar Mas Aryo Djojohadikusumo sangat jelas, bahwa kita harus kokoh di media sosial. Kokoh yang berarti kuat dalam penyebaran informasi yang benar dan baik. Hindari perpecahan dan caci maki di media sosial” terang Ulul.

Ia menilai bahwa kondisi saat ini menyebarkan informasi di media sosial sangat efektif. Namun, tak sedikit juga informasi hoax yang bertebaran di medsos diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Menurutnya, kemajuan zaman sangat memberikan kemudahan bagi siapapun. Akan tetapi, jika tak bisa terkontrol tentu akan menimbulkan permasalahan.

“Inilah dilema jaman now. Satu sisi kita dimudahkan dengan sebaran informasi melalui medsos. Sisi lain kita disuguhi ragam berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, kita harus hati-hati dan bijak dalam bermedsos” tambahnya.

Sebelumnya, Rakernas yang diselenggarakan di Hotel Mutiara Merdeka, Kota Pekan Baru, Riau itu juga dihadiri konsultan internet marketing, Nukman Luthfie. Dalam paparannya, pria kelahiran Semarang yang saat ini menjadi konsultan media di beberapa BUMN itu memberikan materi tentang berinternet yang baik dan cara membuat konten menarik di sosial media.

“Jika kalian diserang para haters, kalian harus membalasnya dengan konten yang positif dan menarik. Semakin banyak konten positif yang kalian sebarkan, maka itu akan membuat para haters dan konten negatif mereka menjadi terkikis habis. Budayakan berinternet dengan baik” ujar Nukman.

Rakernas Tidar dihadiri seluruh kader dari penjuru tanah air. Berdasarkan undangan, ada 10 kader tiap pengurus daerah yang diundang, meliputi ketua, sekretaris, bendahara dan tujuh bidang lainnya. (red-HG22/Iam).

Temanggung, Harianguru.com - Mahasiswi yang satu ini sangat menginspirasi. Ya, Jumilah namanya, ibu yang saat ini menjadi mahasiswa aktif Prodi PIAUD STAINU Temanggung berhasil mendirikan sekolah sendiri di dekat rumahnya yang bernama RA Masyithoh Margosari yang beralamatkan di Dusun Margosari RT.02 RW.07, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah.

Mahasiswi Prodi PIAUD STAINU Temanggung ini, mengaku tidak menyesal karena banyak memberikan motivasi enterpreneur kewirausahaan untuk memiliki sekolah PIAUD sendiri. Tidak hanya mengajarkan bagaimana cara menjadi guru yang profesional, tetapi di prodi ini mahasiswa juga selalu dimotivasi untuk memiliki sekolah sendiri.

"Jadi, tidak hanya menjadi guru, tapi juga pemilik sekolah itu sendiri," jelasnya kepada harianguru.com di sela-sela pelaksanaan UAS di STAINU Temanggung, Rabu (3/1/2018).

Dijelaskan Husna Nashihin, Sekprodi PIAUD STAINU Temanggung, sebenarnya kurikulum secara tertulis tidak ada yang secara spesifik menuliskan hasil lulusan prodi ini menjadi owner sekolah PIAUD, hanya saja ada hidden curriculum yang selalu kita sampaikan kepada mahasiswa kita untuk bisa mendirikan PIAUD atau PAUD sendiri.

Buktinya, kata dia, belum lama berjalan sudah ada yang berhasil memiliki sekolah PIAUD sendiri, bahkan ada RA nya.

Yang paling mahal tentunya, katanya kepada harianguru.com, adalah menumbuhkan motivasi kepada mahasiswa untuk bangga kuliah di prodi PIAUD, salah satu kebanggaan tersebut kita sampaikan bahwa lulusan PIAUD juga bisa mendirikan sekolah sendiri karena peluang dan perizinan yang masih mudah," tambahnya.

Selain Jumilah, mayoritas mahasiswa di prodi ini juga sudah berprofesi sebagai guru PAUD, PIAUD, RA dan TK. Guru RA dan TK yang kuliah di prodi ini mengakui bahwa ilmu yang didapatkan hampir sama dengan jurusan PGRA maupun PGTK karena sama-sama mengurusi anak pra sekolah.

"Ada banyak guru RA maupun TK yang belum kuliah S1 yang memilih Prodi PIAUD STAINU Temanaggung sebagai tempat pendidikan sarjananya. Salah satunya Tria Asih yang saat ini menjadi guru di RA Warangan Dusun Grogol Temanggung," tukas dia.

Menurutnya, S1 PIAUD saat ini juga diakui sebagai syarat sertifikasi guru TK maupun RA. "Hal ini tentunya menjadi keharusan, mengingat saat ini pemerintah sudah mewajibkan semua pendidik bergelar sarjana, tidak terkecuali guru PAUD, PIAUD, RA, dan TK," tutur Husna. (hg02/Hi).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget