Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Maret 2018

Pati, Harianguru.com - Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syekh Jangkung, Pati, Jawa Tengah telah membuka pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru.

Sebagai kampus yang sudah dua tahun akademik berjalan, STIBI Syekh Jangkung memiliki Dosen unggulan dan mumpuni. Didukung juga lokasi yang berada di Pati Selatan membawa rona baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pati.

STIBI Syekh Jangkung juga memiliki prodi yang menarik, yakni Sejarah Kebudayaan Islam. Saat ini menjadi satu-satunya kampus yang memiliki prodi sejarah di jalur pantura.

Kami mengajak anda untuk bergabung bersama kami, raih sukses dan gemilang bersama STIBI Syekh Jangkung.

Pendaftaran gelombang pertama akan dimulai pada 3 April - 24 Juni 2018, dan gelombang kedua 03 Juli-30 September 2018.

Untuk informasi dan pendaftaran bisa kunjungi langsung ke Gedung Rektorat STIBI Syekh Jangkung(utara terminal Kayen) atau juga bisa datang ke sekretariat di Jl. Kayen-Tambakromo KM.1 Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Keteragan lebih lanjut silakan hubungi HP. +628-233-5390-57 bisa juga melalui e-mail : stibisyekhjangkung@gmail.com. (HG55/udin)

Temanggung, Harianguru.com - Dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN), hal penting sebelum melakukan program adalah menggali masalah dari masyarakat dan juga pihak perangkat desa di lokasi KKN.

Pada tahun 2018 ini, KKN STAINU Temanggung berlokasi di Kecamatan Tembarak yang tersebar di beberapa desa. Salah satunya adalah Desa Tawangsari yang menjadi lokasi KKN para mahasiswa-mahasiswi yang pada minggu ini melakukan observasi sebelum merumuskan program unggulan dalam KKN tersebut.

Oleh karena itu, bertempat di Balai Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, sepuluh mahasiswa-mahasiswi STAINU Temanggung yang sedang mengawali program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat desa setempat yang telah terlaksana pada Senin (26/3/2018).

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa-mahasiswi KKN tersebut melakukan diskusi bersama untuk menggali masalah yang ada di Desa Tawangsari sebelum mereka merumuskan program untuk dilakukan pada saat nanti menginap di rumah warga. Sebab, di awal KKN ini mahasiswa-mahasiswi hanya melakukan observasi dan tidak menginap di desa pengabdian.

"FGD dan pasowanan menjadi gerakan  pertama tim KKN STAINU Temanggung di Desa Tawangsari sebagai wujud kula nuwun pada masyarakat," kata Almaksirun Koordinator Desa KKN STAINU Temanggung di Tawangsari.

Kegiatan ini, kata dia, dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret 2018. "Bapak Kades dan tokoh masyarakat sangat welcome dengan adanya tim KKN STAINU Temanggung," lanjut dia.

Dijelaskannya, harapan masyarakat dengan datangnya tim KKN STAINU Temanggung dapat memberikan dan membantu SDM masyarakat dan mambaur dengan masyarakat. "Tema kegiatan KKN STAINU Temanggung di sini adalah penguatan kelembagaan SDM dalam keagaamaan," beber dia.

Kemudian, dalam sambutannya Al Maksirun menyapaikan pada peserta KKN bahwa KKN di sini milik masyarakat melebur menjadin satu. "Sehingga tidak ada sekat satu sama lainya, kita bersama sama belajar dengan masyarakat, ciptakan hal terbaik dan jangan lupa salam, sopan dan santunnya," beber dia. (HG66/hms).

Suasana diskusi PMII
Temanggung, Harianguru.com - Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari empat kabupaten, yaitu Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Purworejo berkumpul dalam rangka membahas kaderisasi berbasis kawasan.

Mereka menilai, kaderisasi berbasis kawasan sangat urgen diterapkan di era sekarang. Dalam kesempatan ini, Pimpinan Cabang PMII Temanggung menjadi tuan rumah yang mengadakan pertemuan diskusi Region se-Danyang Sumbing yang terdiri atas PC PMII Wonosobo, PC PMII Purworejo, dan PC PMII Magelang yang membahas tentang Penguatan kaderisasi PMII berbasis kawasan, Kamis (28/3/2018).

Kegiatan yang bertajuk "Penguatan Kaderisasi PMII Berbasis Kawasan" ini merupakan kegiatan yang diinisiasi PC PMII Temanggung yang dihadiri oleh PC PMII Wonosobo, PC PMII Purworejo, dan PC PMII Magelang.

"Melihat berbagai macam organisasi yang ada di Indonesia PMII menjadi organisasi yang terbesar di Indonesia bahkan se-Asia dengan jumlah kader kurang lebih 4.000.000 jiwa kader yang masih perlu di benahi dalam arah yang jelas dalam pergerakan baik bidang ekonomi maupun politik," kata Fathul, Ketua PC PMII Wonosobo ketika acara berlangsung di Balai Desa Menggoro, Tembarak, Temanggung, Kamis (29/3/2018).

Fatkhul mengungkapkan, keprihatinan PMII apabila pergerakannya tidak akan membuahkan hasil. "Yang jelas, kader PMII sebagai penerus bangsa dan agama harus bisa membuktikannya," tukas dia.

Hadir sejumlah aktivis PMII dalam kegiatan itu yang berdiskusi membahas berbagai hal. Khususnya, penguatan kaderisasi PMII yang diprioritaskan berbasis kawasan, dalam hal ini adalah Dayang-Sumbing. (hg33/Fika).

Ilustrasi: Kampus STAINU Temanggung
Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka merayakan Dies Natalis ke 48 tahun 2018 ini, panitia Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung selain menggelar sejumlah agenda, ada yang berbeda di STAINU Temanggung tersebut. Sebab, Panitia Dies Natalis STAINU Temanggung, pada tahun 2018 ini membuat format berbeda.

Salah satunya adalah mencari Duta STAINU Temanggung 2018 dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi. Hal itu dijelaskan M. Ulfi Fadli Wakil Presidem BEM STAINU Temanggung kepada awak media dalam siaran pers yang diterima Harianguru.com, Kamis malam (28/3/2018).


"Sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai kaum intelek, kita harus membuktikan dan bertanggung jawab. Dari pernyataan tersebut kita memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa STAINU yang kompeten berwawasan luas terkait dengan pengetahuan umum untuk mendaftarkan diri sebagai Duta STAINU 2018," ujarnya, Kamis malam (28/3/2018).

Selain itu, kata dia, kita kuliah di kampus agamis dalam naungan Nahdlatul Ulama, juga harus punya wawasan luas tentang ASWAJA. "Maka dari  itu kita memilih mahasiswa dan mahasiswi yang terbaik di antara yang baik dan nantinya menjadi Duta Mahasiswa-Mahasiswi serta memperoleh piala STAINU," beber dia.

Dijelaskannya, bahwa Duta STAINU adalah perwakilan mahasiswa dan mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik. Khususnya, di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi aspek pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, katanya, Duta STAINU juga harus berpenampilan menarik, karena menjadi brading kampus dan mereka dituntut memiliki keunggulan berbahasa, baik itu Jawa, Indonesia, dan juga bahasa asing.

Untuk yang terpilih nantinya, kata dia, merepresentasikan mahasiswa STAINU bahwa kampus STAINU tidak kalah dengan kampus negeri dan swasta yang lain.

Sementara itu, secara terpisah Yeni Ervina penanggungjawab Duta STAINU membeberkan panitia sudah menyiapkan konsep untuk pemilihan Duta STAINU Temanggung tahun 2018 ini.

"Duta STAINU Award tahun 2018 ini ada beberapa konsep yang sudah kami tentukan. Mulai dari tata cara pendaftaran, syarat, metode penilaian, juri, dan juga hadiah yang sudah disiapkan," beber dia.

Untuk syarat dan ketentuan lainnya, bisa dibaca di bawah ini sesuai yang sudah disepakati oleh panitia:

Syarat: 
1. Mahasiswa STAINU Temanggung aktif
2. Berprestasi (dibuktikan dengan KHS dari semester 1-terakhir, piagam, sertifikat, dan lainnya)
3. Aktif dan komunikatif
4. Berpenampilan menarik
5. Loyal terhadap kampus
6. Mampu menjaga nama baik almamater
7. Menguasai pengetahuan tentang kampus dan potensi daerah
8.Memiliki keterampilan bahasa lokal dan asing (minimal Bahasa Inggris/Bahasa Arab/Bahasa Jawa)
9.Bersedia aktif sebagai Duta STAINU Temanggung

Persyaratan Administrasi:
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Mengumpulkan Fotokopi KTM
3. Mengumpulkan Fotokopi KHS (dari semester 1-terakhir)
4. Pas poto terbaru ukuran 3×4 (2 lembar)
5. Melampirkan piagam atau sertifikat pendukung (aspek pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat)

Formulir dikumpulkan dengan map bewarna hijau (mahasiswa) dan ping (mahasiswi )

Hadiah:
1. Piala bergilir Duta STAINU Temanggung
2. Piagam penghargaan (bagi semua yang lolos seleksi administrasi)
3. Selempang Duta STAINU Temanggung

Sistem Pendaftaran dan Penilaian:
Tahap I: Seleksi administrasi (dinilai oleh tim panitia)
Tahap II: Presentasi oleh masing-masing peserta yang lolos seleksi administrasi (70% juri, 30% pertanyaan dari audience)
Tahap III : Penganugerahan Duta STAINU Temanggung tahun 2018

Dewan Juri:
1. M. Ridho Muttaqin, M.Pd.I - Kaprodi MPI STAINU Temanggung (Aspek Akademik, Bahasa Jawa, Budaya)
2. Effi Wahyuningsih, M.Pd - Ketua Lembaga Bahasa Asing STAINU Temanggung (Aspek Bahasa Inggris, Attitude, Public Speaking)
3. Kholilur Rokhman, S.H - Wisudawan Terbaik STAINU Temanggung 2018 (Aspek Kemahasiswaan, Wawasan Dunia Aktivis, dan Intelektualisme Mahasiswa)

Pendaftaran:
Tanggal 30 Maret 2018 sampai 15 April 2018

Lokasi: 
Kantor BEM STAINU Temanggung

CP: 
Yeni Ervina (087705380202)
Wahyu Egi Widayat (089671559908)

"Kami berharap, semua mahasiswa dan mahasiswa nanti mendaftarkan diri secepatnya. Sebab, ini menjadi sejarah bagi STAINU Temanggung mengadakan pemilihan duta yang nantinya bisa ikut Duta Wisata, Duta Jateng Fair, atau Duta-Duta yang lain yang digelar tiap tahunnya oleh pemerintah," beber Yeni.

Untuk informasi lebih detail, kata dia, semua mahasiswa dan mahasiswi STAINU Temanggung bisa menanyakan lebih lanjut di nomor di atas. (hg44/ibda).

Siti Rahmawati, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah (STAISA) Tuban, Jawa Timur.
Menjadi mahasiswa, terkadang hanya disibukkan dengan tugas-tugas perkuliahan semata. Namun, sangat jarang mahasiswa yang menjalani kuliah, sembari melakukan wirausaha sekaligus menjadi aktivis dan mengajar bukanlah semudah membalik telapak tangan. Apalagi, pekerjaan itu dilakukan seorang perempuan.

Akan tetapi, bagi Siti Rahmawati, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah (STAISA) Tuban, Jawa Timur justru menjadi kegiatan menantang.  Ia pun memendam mimpi ingin memberangkatkan haji orangtuanya sekaligus mengejar mimpinya lanjut studi S2 di luar negeri.

Buktinya, ia pun pada Minggu (25/3/2018) kemarin terpilih menjadi Wakil Presiden BEM STAISA Tuban periode 2018-2019 sebagai satu-satunya peserta perempuan dalam perhelatan politik mahasiswa di kampusnya itu.

"Kemarin terpilih menjadi Wapres pada Minggu tanggal 25 Maret 2018 bersama Presiden Mahasiswa Abdul Rouf," beber Siti Rahmawati kepada Harianguru.com pada Kamis (29/3/2018) pagi.

Kuliah, Aktivis, Bisnis
Menurut perempuan ini, bahwa menjadi mahasiswi, aktivis, sekaligus nyambi bekerja kecil-kecilan dan mengajar bukanlah hal mudah. Namun ia mengakui hal itu bisa terlaksana karena ia sudah terbiasa.
Siti Rahmawati (kanan) saat debat dan pemilihan raya mahasiswa di kampusnya

"Ya, Alhamdulillah  seperti itu dibagi waktunya buat kuliah,  ngajar, bisnis,  sama organisasi," kata dara kelahiran Tuban,  19 maret 1998 tersebut.

Sebagai mahasiswi  Jurusan Ekonomi Syari'ah semester 4, ia mengakui sudah mendapat sedikit banyak teori ekonomi dari bangku perkuliahannya. Maka ia mengaku harus bisa mengimplementasikannya dalam wirausaha atau entrepreneurship yang sesungguhnya di lapangan.

"Kalau sekarang bisnis online. Di online ini saya kembangkan bisnis baju, sepatu, kerudung,  banyak lah. Tapi sekarang fokus di bisnis online MSI yang bisa buatku pengen beli apapun tercapai keinginanku. Ini rencana mau buka toko fotocopy sama buat toko MSI," tandas perempuan berkacatama itu.

Meski merintis usaha kecil-kecilan, ia pun masih mendapatkan capaian akademik yang bagus. "Alhamdulillah nilai bagus. Dulu aku masuk nyusul aja waktu UTS langsung ikutan ujian bentar lagi UAS itu Alhamdulillah IPK saya sama dengan anak-anak yang masuk dari awal. Kalau buat nilai selalu bagus itu Bahasa Inggris selalu dapat A+," lanjut dia.

Alhamdulillah dengan kesibukan itu, lanjutnya, semua masih tetap aktif di perkuliahan. "Paling waktu rapat sama dosen baru ninggal jam kuliah," tukasnya.

Dalam waktu dekat, ia pun ingin memperdalam keterampilan berbahasa Inggrisnya. "Tapi bentar lagi udah  istirahat dulu kuliahnya. Rehat, izin dapat beasiswa belajar di Kampung Inggris 4 bulan. Habis ini ya kuliah lagi," tegasnya kepada Harianguru.com di sela-sela kesibukannya.

Pihaknya menegaskan, keinginan memerdalam kemampuan Bahasa Inggris karena didorong untuk melanjutkan studi di luar negeri. "Harapannya ke depan pengen bisa berangkatin haji kedua ortu. Terusin S2 Bahasa Inggris kalau nggak manajement di luar negeri dengan dapat beasiswa di kampus Inggris ini menjadikanku yakin bisa S2 ke luar negeri," pungkas dia. (red-HG55/hi)

Kudus, Harianguru.com - Terlihat raut wajah gembira nampak dari putra-putri KB Al-Azhar, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus saat dikabarkan akan berkunjung ke Taman Lalu Lintas Kudus. 


sorak ramai renyah pun lebih mengiringi sambil bernyanyi di dalam mobil, apalagi saat mobil sudah di pemberhentian, hal itu menandakan mereka sudah sampai di tempat tujuan yakni Taman Lalu Lintas. Ya, hari ini, Jumat pagi (9/3/2018) mereka mengunjungi Taman Lalu Lintas yang berada di kompleks Hutan Kota tepatnya di Rendeng. 


Tibalah saat bertemu dengan polisi, kelihatanya mereka terkesan sudah akrab dan bahagia, bahkan sangat antusias mendengarkan paparan mengenai Lalu Lintas oleh Bripka M. Zubaidi. Dan mereka tak canggung sedikitpun untuk bersahutan menjawab beberapa pertanyaan yang di ajukan Bripka M. Zubaidi usai memaparkan kode lalu lintas yang telah mereka dengarkan. 


Bripka M. Zubaidi ketika berada di dalam Rumah Edukasi Lalu Lintas yang terdapat di area taman, ditemani oleh Bripda Nely dan Briptu M. Khoiri, selain megenalkan Lalu Lintas, mereka juga mengajak putra-putri KB Al-Azhar bermain sulap dan bernyanyi untuk lebih menghangatkan suasana agar anak juga bisa lebih kenal dan dekat kepada polisi. Tak lupa, soal kedisiplinan juga sampaikan oleh Bripka Zubaidi. 


Sunarti Sudarmi salah satu pendidik di KB Al-Azhar menyampaikan, "berkunjung ke Taman Lalu Lintas merupakan pengenalan secara langsung kepada anak-anak untuk berlalu lintas dengan baik juga bijak, karena dalam keseharian saat bepergian, anak-anak pasti sering menjumpai berbagai gambar yang ada di jalan. Untuk itu, mengenalkan lalu lintas kepada anak sejak dini  juga menjadi keharusan apalagi untuk berlaku bijak saat berlalu lintas," katanya. 


Searah dengan Sunarti Sudarmi, Bripka M. Zubaidi juga menambahkan, "lalu lintas begitu sangat urgen, dan menanamkan berdisiplin lalu lintas juga merupakan salah satu pembentukan karakter bagi anak usia dini.  Jadi, bermulailah kita dengan baik, sadar dan bijak agar anak juga secara langsung mengetahui baik dan bijaknya berlalu lintas," pesanya. (Red-HG99/Udin).

Suasana Sosialisasi Pilkada Serentak 2018 di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Senin (26/3/2019).
Temanggung, Harianguru.com - Bekerjasama dengan STAINU Temanggung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung menggelar Sosialisasi Pilkada tahun 2018 di aula STAINU Temanggung lantai 3 yang diikuti ratusan mahasiswa-mahasiswi dan civitas akademika, Senin (26/3/2018).

Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung tahun 2018 ini menjadi agenda KPU Temanggung untuk menyasar pemilih pemula yang lebih idealis dan rasional.

Drs. H. Moh. Baehaqi, MM Ketua STAINU Temanggung saat menyampaikan sambutan, menegaskan bahwa partisipasi warta Temanggung di Pilkada sejak 2008, 2013 sangat bagus. Akan tetapi, dalam penelitiannya, Baehaqi menegaskan bahwa yang partisipasi kurang tinggi adalah pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 2013.

Dijelaskan dia, bahwa penelitian di disertasi yang ia susun di Program Doktor UII Yogyakarta sekarang, kebetulan mengkaji Pilkada da  pihaknya mendapatkan sejumlah temuan. "Adanya Sosialisasi Pilkada 2018.ini, semoga memberi efek positif.

Pilkada di Temanggung ini berjalan tertib, berjalan lancar dan pemimpin kita yang terpilih mendapat ridho dan keberkahan dari Allah Swt. Semoga sukses tanpa ekses," ujar dia.

Pihaknya juga mengajak semua civitas akademika STAINU Temanggung untuk tidak golput. "Semoga pertemuan siang ini membuahkan hasil. Terutama mahasiswa dan bapak ibu dosen bisa mengembangkan di wilayahnya masing-masing," ujar kandidat doktor UII Yoggakarta itu.



Sementara itu, dalam penyampaian sosialisasi itu, Komisioner KPU Temanfgunf Dwi Wiwik Handayani, M.Pd mengajak semua mahasiswa dan mahasiswi STAINU Temanggung untuk menjadi pemilih cerdas. "Jangan jual suara Anda. Kita harus berprinsip wani milih wani nagih. Artinya nagih itu nagih janji para pasangan calon yang sudah dijanjikan saat kampanye," beber dia.



Pihaknya mengajak semua mahasiswa-mahasiswi STAINU Temanggung untuk menolak politik uang. "Money politics itu memang susah dihilangkan tapi harus dilawan dan diminimalkan dari hal-hal sepele utamanya dari diri kita sendiri," lanjut dia.



Sesuai ruh Pilkada Serentak tahun 2018 di Jateng ini, ia mengajak semua warga STAINU Temanggung untuk menyukseskan Pilkada Serentak tahun 2018 yang bebas politik uang, bebas hoaks, bebas provokasi isu SARA. "Mari kita sukseskan Pilkada Serentak 2018 ini dengan becik tur nyenengke. Dan semoga Pilkada Serentak tahun 2018 di Temanggung ini sukses tanpa ekses," ujar dia di hadapan ratusan mahasiswa-mahasiswi dan civitas akademika STAINU Temanggung itu. (Red-HG99/hi)

Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM STAINU Temanggung saat diwawancarai
Temanggung, Harianguru.com - Di sela-sela Sosialisasi Pilkada 2018 yang dirangkai dalam Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung 2018, Presiden BEM STAINU Temanggung berharap semua mahasiswa-mahasiswi dan masyarakat di wilayah Temanggung menggunakan hak suaranya pada Pilkada Serentak pada Juni 2018 mendatang.

"Harapannya, kami dari tim pelaksana sosialisasi, harapannya adalah agar masyarakat Temanggung khususnya itu, tahu akan Pilkada besuk, bahwa tahun-tahun ini adalah tahun Pilkada 2018, 2019. Agar masyarakat Temanggung itu semuanya mencoblos Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur, dan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Dan diharapkan jangan ada yang golput seperti itu," beber Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung saat diwawancarai di sela-sela sosialisasi tersebut.

Yasin juga membeberkan, dari sosialisasi itu, bisa berdampak di wilayah-wilayah pelosok di Temanggung, khususnya bagi yang sudah mendapatkan materi sosialisasi untuk memberikan informasi kepada mereka yang berada di pelosok akan adanya Pilkada Serentak tahun 2018 ini.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM STAINU Temanggung, M. Ulfi Fadli, menambahkan bahwa keterserapan dan partisipasi akan meningkat dengan adanya sosialisasi di STAINU Temanggung tersebut.

"Untuk masalah menjamin atau tidaknya, kami belum tahu. Tetapi, pada dasarnya, terkait dengan diadakannya sosialisasi Pilkada ini, diharapkan nanti, mahasiswa khususnya mahasiswa STAINU Temanggung ini bisa menjadi pemilih yang pintar dengan adanya aplikasi Pemilu Pintar di Playstore ini, diharapkan dari mahasiswa bisa mengunduh dan bisa mengaplikasikannya dengan cara melihat, apakah nama-nama itu sudah terdaftar di DPS atau DPT atau belum," beber dia.

Di akhir wawancara, BEM STAINU Temanggung mengucapkan terima kasih kepada KPU Temanggung yang sudah melaksanakan Sosialisasi Pilkada Serentak tahun 2018 ini dengan harapan menjadi sumbangsih terhadap pelaksanaan pesta demokrasi. (red-HG55/hi).

Surakarta, Harianguru.com - Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung mengirim perwakilan dalam acara Musda HIMPI di IAIN Surakarta. Meski belum resmi dilantik, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP)Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung  mengirim tiga perwakilan mahasiswa dalam acara Musda ke-2 Ikatan Mahasiswa PGMI Se-Indonesia) ke-2 di IAIN Surakarta, Jumat (23/3/2018).

Acara di IAIN Surakarta dengan tema "Semarak PGMI Bersinergi Ciptakan Generasi Berintelektual Islami" ini dihadiri puluhan mahasiswa PGMI. Dalam kesempatan ini, HMP PGMI STAINU Temanggung mengirim tiga mahasiswa yaitu Daffa Salsabila, Munawaroh dan Idammatussilmi yang merupakan mahasiswa-mahasiswi Prodi PGMI STAINU Temanggung.

Acara ini juga bersamaan dengan Milad ke-4 Prodi PGMI IAIN Surakarta yang merupakan prodi baru tapi sudah mampu bersaing dengan prodi-prodinya pendahulunya. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan dan Milad ke-4 PGMI, kemudian dilanjutkan diskusi dan Musda IMPI yang direncanakan akan berakhir pada hari Sabtu (24/3/2018).

Formatur HMP PGMI STAINU Temanggung, Munawaroh, menegaskan bahwa acara tersebut menjadi wahana penting untuk silaturahmi mahasiswa-mahasiswi Prodi PGMI untuk mengetahui banyak hal. Khususnya bidang perkembangan Prodi PGMI dan berbagai dinamikanya.

Pihaknya menjelaskan, semua syarat pendirian organisasi HMP PGMI sudah dilengkapi dan tinggal pelantikan. "Untuk rencana Ketua HMP PGMI STAINU Temanggung adalah Munawaroh, Sekretaris Mieke Mustika, Bendahara Indah Wahyuningsih dan pengurus bidang lain," beber dia.

Dari forum itu, pihaknya menyimpulkan bahwa ulusan mahasiswa PGMI diharapkan menjadi generasi yang berintelektual Islami yang akan mencetak generasi masa depan yang Islami. "Berintelektual Islami merupakan generasi yang mempunyai kecerdasan dan kreativitas tinggi yang akan membawa kehidupan menjadi dinamis. Generasi kreatif yang tidak mudah mengeluh dalam situasi apapun dan mampu mengubah tekanan itu menjadikan kita lebih kokoh," kata dia.

Acara ini bagus sekali, katanya, untuk kami mahasiswa PGMI yang merupakan prodi baru di kampus kami sebagai tempat kami menambah wawasan dan pengalaman. "Salah satunya untuk memajukan HMP PGMI yang merupakan organisasi baru di STAINU Temanggung. Semoga HMP PGMI mampu menjadi organisasi yang maju dan mampu bersaing dengan organisasi atau UKM lain," harap dia.

Sementara itu, secara terpisah, Hamidulloh Ibda Ketua Program Studi PGMI STAINU Temanggung berharap melalui forum itu, mahasiswa yang dalam hal ini terhimpun dalam HMP PGMI bisa mengenal organisasi IMPI secara luas. "Kemarin saya dikontak langsung panitia. Alhamdulillah bisa mengirim tiga mahasiswa dari HMP PGMI untuk bisa menjadikan geliat memajukan PGMI secara luas dan khususnya PGMI STAINU Temanggung," ujar dia.

Apalagi, kata dia, Prodi PGMI STAINU Temanggung hanya memiliki dua profil lulusan inti. "Yaitu calon guru kelas MI/SD dan Teacherpreneurship bidang pendidikan dasar. Semoga mahasiswa kami bisa berkontribusi untuk memajukan PGMI STAINU Temanggung," papar Pengurus Bidang Penjaminan Mutu Perkumpulan Dosen (PD) PGMI Korwil Jateng-DIY tersebut. (hg44/hms).

Yogyakarta, Harianguru.com - Drs. Rokhmat, M.S.I dosen STAINU Temanggung berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji, Rabu (21/3/2018) sebagai syarat menyandang gelar doktor tersebut. Penelitian tentang local wisdom hukum adat di Kabupaten Temanggung itu, berhasil mengantarkannya menjadi doktor dalam sidang terbuka ujian promosi doktor yang bertempat di Ruang Sidang PPs Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarta.

Disertasi yang berjudul "Rekonstruksi Local Wisdom Menghadapi Determinasi Hukum Positif (Peraturan Desa tentang Pelanggaran Kesusilaan di Kabupaten Temanggung)" berhasil ia pertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Bidang Ilmu Hukum Islam UII Yogyakarta.

Rokhmat, berhasil menjawab pertanyaan dewan penguji dengan Ketua Nandang Sutrisno, SH, LLM, M.Hum, Ph.D yang juga Rektor UII. Kemudian Sekretaris Dr. Hujair AH Sanaky, MSI, dengan Promotor Prof Dr Khoirudin Nasution, MA., dan Co-Promotor Dr. Drs. Dadan Muttaqien, SH., M.Hum.  Sementara Penguji Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D, Prof. Drs. Ratna Lukito, MA., DCL dan Prof. Dr. Amir Mu'allim, MIS.

Promovendus, menjelaskan latarbelakang penelitiannya berangkat dari local wisdom (kearifan lokal) hukum adat di Temanggung sudah mulai ditinggalkan. Dulu, menurut dia, ketika ada orang salah masih berlaku hukum adat, pelaku kejahatan diarak di desa. Namun sekarang mulai ditinggalkan. Hal itu tak hanya pelaku yang sudah dinyatakan bersalah, namun ketika baru dugaan saja sudah dikenakan hukum adat. "Dulu ada orang nyolong ayam, ketika tertangkap tak dibawa ke polisi, namun ayamnya dikalungkan di leher si pencuri dan diarak serta minta maaf ke warga desa," katanya.

Diakuinya, Temanggung menjadi kabupaten nomor 2 pelanggaran susila seperti zina, narkoba dan kejahatan lainnya. "Saya temukan, adanya kejahatan susila itu ternyata kebanyakan terjadi di desa yang tak memiliki Peraturan Desa," kata promovendus di depan penguji.

Berdasarkan hasil penelitian di 78 desa, Rokhmat menjelaskan ada empat simpulan. Pertama, dinamika local wisdom masyarakat Temanggung mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Kedua, dinamika masyarakat Temanggung menghadapi hukum positif tergambar saat adanya keresahan karena hak pribadi mereka terganggu adanya kasus-kasus bertentangan dengan norma dan agama yang dianut.

Ketiga, proses penyusunan peraturan desa oleh Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintah desa dengan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat desa setempat atau memperhatikan tempat, waktu, dan keadaan.

Keempat, Peraturan Desa merupakan bentuk peraturan perundang-undangan yang relatif baru. "Dalam kenyataan di lapangan, belum begitu populer dibandingkan bentuk peraturan perundang-undangan yang lain," ujarnya.

Rokhmat merupakan dosen STAINU Temanggung yang juga Panitera Muda Hukum di Pengadilan Agama Temanggung. Pria kelahiran Temanggung, 16 Mei 1962 ini mendapat sejumlah temuan dalam penelitiannya. "Rekonstruksi local wisdom menjadi Peraturan Desa merupakan sebuah keniscayaan dalam upaya mengembangkan hukum yang dapat diterima secara baik, applicable serta menjamin hak asasi pribadi, sosial, dan menghindarkan dari ketertekanan akibat determinasi hukum positif," ujar Rokhmat saat menjelaskan temuan penelitiannya.

Doktor yang baru saja dipromosikan ini dalam penelitiannya juga memberikan beberapa rekomendasi. "Rekonstruksi local wisdom menjadi Perdes sebaiknya menjadikan local wisdom sebagai sumber utama, karena hasilnya, Perdes dapat dipahami secara akurat dan applicable dengan tiga pendekatan yakni asas rukun, patut dan laras. Semua itu dilakukan dengan memperhatikan tempat, waktu dan keadaan/desa, kala dan patra," beber doktor dari pasangan Salim dan Fatimah itu.

Kedua, penyusunan Perdes sebagai penanggulangan tindakan asusila, termasuk perizinan penting direalisasikan sebagai kontrol sosial.

Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3,72 dengan predikat sangat memuaskan. Dalam ujian promosi doktor itu, selain pejabat UII, hadir pula pejabat Program Pascasarjana (S3) FIAI UII, Dra. Hj. Mahmudah, MH Kepala Pengadilan Agama Temanggung dan jajarannya, civitas akademika STAINU Temanggung, dan keluarga promovendus. (hg33/ibda).


Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd.
Penulis merupakan guru SD Supriyadi Semarang

Masih ingatkah dibenak kita dengan permainan-permainan tradisonal yang dulu digandrungi oleh banyak anak-anak pada masanya. Seperti permainan petak umpet, jamuran, cublak-cubak suweng, gasing, engklek, sundamanda, dakon, dul-dulan, blentik dan lain sebagainya. Permainan tempo dulu itu sekarang sudah jarang didengar oleh telinga anak-anak zaman sekarang yang lebih senang menghabiskan waktunya di depan layar komputer atau di depan smartphone.

Anak-anak sekarang lebih senang bermain playstation atau menonton televisi dibandingkan melakukan dolanan (permainan) anak. Bahkan beberapa dolanan telah hilang karena tidak pernah lagi dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Sayang sekali jika permainan tradisonal itu semakin hari semakin menghilang dan sudah tidak dikenal lagi oleh anak dan di lingkungan masyarakat. Padahal, berbagai dolanan anak mengandung nilai moral dan edukasi seperti sikap bergotong royong, kreatif dan belajar bekerja sama yang tidak terdapat dalam budaya permainan modern, yang cenderung mengedepankan nilai individualis, kepraktisan, dan keuntungan komersial semata.

Sebagai contoh adalah dolanan cublak-cublak suweng mengingatkan agar kita bersikap santun atau yo prakonco yang mengingatkan akan pentingnya kerukunan. Tapi di zaman yang praktis dan efisien saat ini lebih memanfaatkan kecanggihan teknologi yang berkembang pesat. Bahkan anak-anak yang masih berusia dini sudah banyak diperkenalkan dengan permainan-permainan yang canggih sehinnga dapat mengubah pola pikirnya menjadi lebih konsumtif. Banyaknya berbagai macam permainan dengan teknologi visual dan lebih praktis menjadikan pemikiran mereka hanya tertuju pada dunia visual bukan dunia nyata yang ada di sekelilingnya.

Apa Penyebabnya?
Banyak hal yang menjadi faktor semakin menghilangnya permainan tradisional saat ini, sehingga tidak semeriah dan semarak seperti waktu itu. Seperti perkembangan pola pikir orang tua yang mengarah pada hal yang praktis. Permainan yang beredar saat ini bisa dinikmati dengan mudah di Internet Game Online, Gadged, HP, PlayStation, dan lain sebagainya. Sehingga menjadikan anak kurang menenemukan artinya kreativitas, kebersamaan, kekompakan dan hidup di alam nyata. Sebenarnya permainan modern boleh diberikan dengan batasan-batasan tertentu. Jangan hanya karena orang tua yang sibuk menjadi alasan untuk memberikan anak permainan yang instant tapi tidak berdampak memberikan suatu permainan yang menstimulus perkembangan sosialnya.

Teknologi memang menawarkan kemudahan dan hiburan dengan perkembangan begitu pesat. Saat ini masyarakat menengah atas maupun masyarakat bawah mulai merasakan hal itu sebagai bagian dari hidupnya dan seolah menjadi suatu kewajaran. Sementara produsen mainan terus mendominasi pasar. Banyak toko, warung, pasar, bahkan di lapak-lapak khusus mainan mudah ditemui mainan boneka, tembak-tembakan, robot-robotan, mobil-mobilan, pesawat terbang, helikopter baik secara manual, menggunakan batu baterai sampai mainan otomatis yang menggunakan remote control. Anak siapa yang tak tertarik dengan mainan model begitu. Selain itu semakin menipisnya lahan bermain anak yang ada, sehingga mempengaruhi persediaan tempat untuk melakukan permainan yang dulu menjadi trend itu.

Kemajuan zaman telah ‘menelan’ satu masa. Anak-anak tak punya banyak waktu lagi untuk bermain semacam dulu, lahan untuk bermain pun juga makin berkurang. Jangankan lagu dolanan, lagu anak-anak pun rasanya sangat asing bagi anak-anak zaman sekarang. Anak-anak zaman sekarang akan lebih mudah menghafal lagu-lagu cinta, lagu-lagu patah hati, lagu-lagu dewasa yang sebenarnya mereka sendiri belum tahu maknanya, dan belum masanya bagi mereka. Jangankan anak-anak, orang tua pun tak banyak yang paham lagu dolanan dan lagu anak-anak, dan tak jarang orang tua yang merasa bangga mendengar anak-anak mereka bernyanyi lagu cinta, lagu patah hati, lagunya orang dewasa, hingga begitu bangganya ketika anak-anak mereka bisa menyanyikan lagu dengan bahasa inggris, tapi tidak bisa nembang jawa dan ini (menurut saya) adalah sebuah ironis.

Pengenalan Ulang
Untuk itu diperlukan upaya revitalisasi guna melestarikan berbagai dolanan anak tersebut, seperti pengenalan ulang berbagai jenis dolanan di sekolah melalui media yang menarik. Selain itu, berbagai kegiatan seperti lomba dan festival harus sering diadakan agar anak tidak melupakan budaya tradisional mereka.

Dalam hal ini orang tua sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga harus memberikan permainan yang sesuai dengan perkembangan usia dan psikologisnya. Seperti permainan tradisional yang mampu memacu kecerdasan, bukan hanya intelegence saja namun juga melatih kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial anak tanpa harus mengabaikan teknologi yang terus berkembang. Sehingga dalam zaman yang berkembang ini permainan tradisional dapat terus dilestarikan hingga generasi yang akan datang dapat mengetahui bahwa budaya permainan tradisional tidak akan hilang tertelan oleh zaman yang terus berkembang. Bijaknya orangtua bisa memilih sebuah hiburan yang murah meriah, tetapi bisa mengasah apresiasi anak terhadap beragam kekayaan seni dan budaya adiluhung yang perlu dilestarikan dan diugemi bersama.

Selain itu pemerintah juga harus memberikan kurikulum pendidikan terkait permainan tradisional yang terintegrasi dengan pembelajaran, agar ciri khas suatu bangsa dalam daerah dapat terjaga ciri khas kewarisannya sampai kapanpun.

Satu masa yang ‘tertelan’ zaman dan semakin terkikis oleh kemajuan zaman serta pergeseran pola pikir. Tak perlu menyalahkan siapapun, semua kembali pada diri masing-masing. Hanya saja tak semestinya zaman menghilangkan satu masa (kanak-kanak), karena bagaimanapun juga setiap tahapan kehidupan membutuhkan sebuah proses, hubungan sosial, komunikasi, interaksi dan butuh dinamika dalam setiap masa. (*)

Semarang, Harianguru.com - Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Walisongo, Rabu (21/3/2018) malam ini, mendeklarasikan Nur Hamdi yang saat ini menjabat Sekretaris Umum HMI Cabang Semarang sebagai Kandidat Ketua Umum HMI Cabang Semarang selanjutnya. Mereka punya jago untuk ditandingkan dalam pemilihan Ketum HMI Cabang Semarang yang akan datang.

Dijelaskan Ketua Umum HMI Korkom Walisongo, Anwar Musyafa', deklarasi ini dilakukan setelah acara pelantikan Komisariat baru dibawah naungan Korkom Walisongo. Yaitu Komisariat Persiapan Febi dan Saintek.

"Malam ini merupakan momentum kumpulnya seluruh Ketua Umum Komisariat dibawah naungan HMI Korkom Walisongo dan sekaligus mendeklarasikan the next Ketua Umum HMI Cabang Semarang," kata Anwar, Rabu (21/3/2018).

Pria yang melanjutkan S2 di UIN Walisongo menjelaskan, terpilihnya saudara Hamdi sebagai Kandidat Ketua Umum HMI Cabang Semarang sudah melalui proses panjang, mulai dari penjaringan Kandidat sampai terakhir diputuskan pada rapat Harian Korkom tanggal 20 Maret 2018.

"Hamdi masih muda, 21 Tahun, Semester 8, sudah skripsi tinggal lulus, sebelum kuliah sudah mampu dan aktif menulis di media, sejak semester 2 sudah Lk2, semester 3 sudah SC dan masih aktif mengelola perkaderan serta mempunyai banyak prestasi" Ujar Ketua Tim Pemenangan.

Sedangkan menurut Ketua Pembina Tim pemenangan, Mokhamad Abdul Aziz, peremajaan organisasi hukumnya wajib. HMI adalah organisasi perkaderan, orang yang mau konsisten berkader dan mengkader adalah orang yang mempunyai komitmen untuk kelanjutan kaderisasi HMI.

"Dibutuhkan anak muda yang mau berjuang, bekerja keras, mempunyai semangat totalitas tinggi dan komitmen adalah yang kita cari" Ujar Aziz

Mantan Ketua Umum HMI Komisariat Dakwah ini menyatakan, HMI Cabang Semarang merupakan Cabang besar, dibutuhkan anak muda yang menjadi penggerak, pelopor serta inisiator semangat perkaderan dan gerakan sosial.

"Kita harus menyadari, memberi porsi kesempatan kepada anak muda yang punya karakter dan berprestasi untuk memimpin, sangat perlu dilakukan, dan hari ini PB HMI sudah melakukan itu sehingga terpilih Kanda Respiratori Saddam Al-Jihad" Ujar Direktur Eksekutif Monash Institute

Pria yang melanjutkan studi S2 di dua Universitas UIN dan Undip ini menambahkan, HMI Cabang Semarang butuh pemimpin muda yang agamis, intelektual, berprestasi, visioner, berprinsip serta komitmen untuk perkaderan.

"In syaa'a Allah Adinda Nur Hamdi mempunyai itu semua, komitmen berkader dan mengkader sudah tidak diragukan lagi, ketika masih menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Syari'ah mampu melaksanakan LK1 sebanyak tiga kali, sekum Komisariat dan semua Kabidnya dulu sudah SC dan aktif di BPL, serta Hampir semua departemennya sudah LK2. Hamdi akan selalu berkomitmen merangkul semua Komisariat di lingkup HMI Cabang Semarang untuk berjama'ah membangun kaderisasi yang baik," pungkas Aziz. (hg44/hms).


Oleh: Sa’aadatul Muflichah
Mahasiswi Semester II Prodi PIAUD STAINU Temanggung

Judul Buku          : Warna-Warni Kecerdasan Dan Pendampingannya
Penulis                : Mg. Sulistiorini, F.X. Warindrayana, Ch.Triharini dan kawan-kawan.
Penerbit              : Kansius(Anggota IKAPI)
Kota Terbit          : Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 5528.
Tahun terbit       :  2006
ISBN                  : 979-21-1182-4
Jumlah Halaman: 297

Tulisan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Lanjutan yang diampu Hamidulloh Ibda, M.Pd

Gagasan Utama :
Anak mempunyai warna kecerdasan tersendiri, yang berbeda dari yang lain.

Gagasan Tambahan :
Kecerdasan anak bukanlah dari kecerdasan intelektualnya saja tapi ada 4 aspek kecerdasan anaak itu yaitu kecerdasan intelektual kecerdasan emosional kecerdasan moral dan spiritual. Tapi para orang tua hanya meyakini kecerdasan intelektualnya saja apabila anak tersebut dikatan cerdas. Anak dikatakan cerdas apabia ia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kreativitas juga dapat disebut dengan kecerdasan anak. Kreativitas merupakan  suatu cara berfikir  mengarah pada berbagai kemungkinan penyelesaian menghasilkan ide. Kreativitas anak dimana anak akan menjelajah, memiliki keingin tahuan yang besar senang berimajinasi untuk menghasilkan suatu yang menabjubkan.

Orang tua harus mengetahu bakat anak sehingga keceerdasan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang. Mengetahui bakat anak orang tua hendaknya memperhatikan apa yang digemari anaknya. Kemudian orang tua membentu mengembangkat bakat anak dengan melatihnya atau memasukkan anak suatu sekolah les sesuai dengan bakat anak, Sehingga anak akan bisa bersosialisasi karena banyak teman, juga bisa membangun kepercayaan dirinya.

Di dalam sekolah guru harus mengembangkan kemampuan anak dengan cara guru memberikan pengetahuan-pengetahuan pada anak. Dan melatik anak mengembangkan keaktivan anak dalam belajar.

Pembaruan Ide dalam Tulisan:
Kecerdasan dasar anak yang sering disebut kecerdasan majemuk, pertama kali dimunculkan oleh Howard Garder. Teori belajar dan kecerdasan mampu menjadi dasar dan caraa pandang baru dalam mengembangkan kemampuan setiap anak. Sebagai berikut:
 (1) kecerdasan bahasa. Kecerdasan bahasa stiap hari anak membutuhkan kecerdasan bahasa untuk mencerna isi cerita, menceritakan pengalamannya, mengajarkan tugas membuat karangan puisi dsb.Mengembangkan kecerdasan bahasa sebagai orang tua atau sebagai pendidik dengan menceritakan dongeng setiap harinya. Mengajak anak berdiolog setiap hari dan juga mengajak anak untuk bercerita apa yang dilakukan hari itu, (2)Kecerdasan musik dalam kecerdesan anak-anak dengan kecerdasan ini anak dapat menghafal syair-syair lagu, hafal not, juga bisa memainkan alat musik. Namun jangan puas jika anak punya kecerdasan dan terampil dalam musikal. Sebagai orang tua pun harus mengembangkan ketrampilan tersebut, sehingga anak dapat berkembang lebih bagus. (3) kecerdasan logis, dengan kecerdasan ini anak biasanya berprestasi dalam pelajaran sekolah khususnya IPA dan Matematika. (4) kecerdasan antar pribadi, dalam kecerdasan ini ditunjukkan anak dengan kemampuan empati, kemauan untuk berbagi, bisa menunjukan kasih sayangnya dengan nyata dengan teman-temanya .(5) kecerdasan memahami diri, anak yang mempunyai kecerdasan ini berkemampuan mengenali diri sendiri dan berhasil cara mengobati kekecewakannya atau mengatasi kebosanan. (6) kecerdasan spasial, anak akan berimajinasi sendiri dengan menggambar apa yang dilihatnya dan membuat dimensi-dimensi baru. (7) kecerdasan olah tubuh, misalnya atlet, pemahat, dan montir.(8) kecerdasan naturalis, anak-anak yang mempunyai kecerdasan naturalis anak senang dengan berbau alam. (hlm. 82)

Kritik Tulisan:
Mendengarkan musik klasik merupakan bagian menstimulasi perkembangan otak anak. Masa tumbuh kembang otak anak paling pesat adalah sejak masa kehamilan sampai berumur tiga tahun. (hlm. 33)

Saya kurarang setuju dalam buku warna-warni kecerdasan meningkatkan perkembangan otak anak dengan mendengarkan musik klasik. Karena dengan musik klasik biasanya mengarah pada musik barat.

Pujian Tulisan:
Menurut saya tulisan buku warna-warni kecerdasan sudah bagus, rapi, dan dapat dipahami oleh pembaca dan memberikan penegetahuan kepada pembaca untuk mengembangkan kecerdasan anak.

Temanggung, Harianguru.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, menggembleng lima puluh kader untuk siap menjadi pemimpin bangsa melalui Pelatihan Kader Pemimpin, pada Sabtu-Ahad (3-4/3/2018).

Para peserta adalah dari pelajar MTs Ma'arif Gemawang dan MA Ma'arif Gemawang yang bertempat komplek MA Ma'arif Gemawang, Temanggung.

Walaupun lelah, mereka tak menumbangkan semangat dalam mengikuti kegitan yang terlaksana dua hari tersebut.

Ketua Umum IPNU PAC Gemawang M.Mundir mengatakan jiwa kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting yang perlu dimiliki oleh setiap anggota organisasi. "Karena dengan adanya jiwa kepemimpinan, maka kerjasama kelompok akan meningkat, kegiatan teroganisasi, dan kegiatan koordinasi menjadi lebih mudah karena adanya sikap saling mengerti dan menghargai satu sama lain," ujar dia kepada Harianguru.com, Ahad (4/3/2018).

Dijelaskan dia, mrlalui kegiatan ini diharapkan semua peserta terutama kader NU mampu tertanam kader-kader pemimpin juga harus memiliki kapabilitas, di mana kapabilitas ini berguna untuk mendorong kemampuan dari keterampilan yang dimiliki sebagai pemimpin.

"Keterampilan dan kemampuan inilah yang nantinya menjadi harapan yang ditunggu didalam masyarakat karena pemimpin yang dibutuhkan pada sekaramg adalah pemimpin yang mampu memberdayakan masyarakatnya dari segi sumber daya manusianya. soft skill, akademik, leadership, analisis diri," ujar dia.

 Minimal, lanjut dia, menjadi pemimpin diri sendiri. "Mampu meneruskan perjuangan para suhada' dengan prinaip Belajar, Berjuang, Bertakwa," tutup dia. (red-HG55/Ulin).

Temanggung, Harianguru.com - Pada zaman modern ini banyak sekali timbul permasalahan-permasalahan di masyarakat kita, khususnya menjaga lingkungan sekitar. Persoalan sampah menjadi momok yang sangat menakutkan karena jumlah sampah semakin bertambah tahun demi tahun dan kuata tempat sama tenaga penggurus sampah yang minim sekali.



Di Kelurahan Mungseng, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung sendiri permasalahan sampah sudah terasa. Atas kondisi itu, Forum Remaja Rt 3 Rw 4 (Foretza) Kelurahan Mungseng, Temanggung peduli dengan sampah.



Pada tahun 2015 saja, FORETZA membuat program bank sampah, dan program ini berjalan sampai sekarang. Saat ditemui di rumah, selaku perwakilan pemuda dan juge seksi bank sampah Foretza Ariwahid Subekti menggatakan bahwa yang melatar belakanggi program ini muncul, karena keresahan pemuda yang kegiatannya itu monoton cuma mengadakan acara untuk bersenang-senang dan maen.



"Tapi pada saat kumpul pemuda bulanan ada salah satu pemuda yg mengusulkan kegiatan baru yang bermanfaat dan rutin dan jadilah program bank sampah," kata dia.



Dalam program ini, menurut dia, kendala yang dihadapu adalah kebiasaan warga yang masih mencampur-campurkan sanpah onorganik. "Dan perlu diadakan sosialisasi lebih lanjut untuk mengajarkan warga untuk memisah-misahkan sampah," beber dia.



Untuk mekanisme pengumpulan sampah itu sendiri, kata dia, setiap rumah diberi karung untuk menampung sampah, dan pemuda setiap dua minggu sekali datang untuk mengambil sampah. "Setelah dikumpulkan pemusa menyortir sampah dan setelah itu disimpan digudang. Untuk satu bulan sekali pengepul datang untui membeli sampah tersebut," lanjut dia.



Untuk kelanjutan program ini, menurut dia, harapan pemuda adalah program ini bisa berlanjut dan berkembang. "Tidak hanya berhenti di bank sampah saja. Misal bisa membuat pengolahan sampah organik. Dan daur ulang kertas, dan sampah-sampah anorganik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna untuk kerajinan dan mempunyai nilai ekonomi, tapi kendalanya tempat dan tidak ada kepelatihan kerajinan tersebut," tandas dia.



Sementara tanggapan warga setempat tentang program ini adalah kebanyakan mendukung. Tapi ada juga yang tidak ikut serta mengumpulkan sampah. Alasanya karena ribet dan belum merasakan manfaatnya.



Sementara itu tokoh masyarakat dan juga ketua RT setempat, Marsono, berpendapat tentang program bank sampah ini sangat setuju dan mendukung sekali karena itu bentuk terhasap kecintaan terhadap lingkungan, dan menjadikan kehiatan pemuda sangat positif sekali. "Dan mudah- mudahan ada bantuan dari Dinas terkait untuk membantu melaksanakan program lanjutan bank sampah ini," ujar dia. (HG44/Abdullah Al Aziz).

Temanggung, Harianguru.com - Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) STAINU Temanggung tahun 2018 sudah berjalan yang dilakukan dua Prodi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Al-akhwal Al-syakhsiyah (AS). Pada kesempatan PPL ini, ada sembilan lokasi yang terdiri atas sekolah dan Pengadilan Negeri (PN) di Temanggung.

Moh. Syafi' Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Temanggug menjelaskan ketercapaian PPL tidak hanya terwujud saat praktik, namun juga terdeskripsikan di dalam laporan.

"Mahasiswa PAI bisa menyusun RPP sebelum pembelajaran. Minimal sistematis dan itu terwujud dalam deskripsi di laporan. Ini salah satu indikator capaian PPL sudah baik meski ada beberapa yang menjadi masukan. Mahasiswa AS juga sama. Mereka paham dengan rencana yang akan dilakukan di lokasi PPL dan itu terwujud di laporan," beber dia dalam rapat evaluasi PPL STAINU Temanggung tersebut, Jumat (2/3/2018).

Dalam rapat itu, banyak masukan yang kemudian menemukan konsep baru PPL yang akan dilaksanakan tahun depan.

Selain Syafi, hadir panitia PPL Asih Puji Hastuti, Martin Amnillah, Nur Alfi Muanayah, Sekretaris Prodi PAI Sigit Tri Utomo, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Ketua LPM STAINU Temanggung Khamim Saifuddin dan jajaran DPL yang lain.

Sementara itu, Sekprodi PAI STAINU Temanggung menegaskan persiapan sebelum mahasiswa terjun PPL telah matang. "Untuk RPP K13 dan KTSP sudah diseminarkan untuk prepare di lokasi praktikan. Semua itu sudah diseminarkan dengan baik dan dikawal sampai Microteaching dan pembekalan," ujar dia. (red-HG55/hms).

Pelaksanaan GEC LBA STAINU Temanggung
Temanggung, Harianguru.com - Setiap hari Jumat, Lembaga Bahasa Asing (LBA) STAINU Temanggung menggelar program General English Course (GEC). Program GEC ini menjadi salah satu dari sejumlah program unggulan yang diinisiasi LBA untuk melejitkan akselerasi bahasa asing para mahasiswa, dalam hal ini bahasa Inggris.

Hal itu dijelaskan Effi Wahyuningsih, M.Pd., Kepala LBA STAINU Temanggung, Jumat (2/3/2018). Menurut dia, tantangan di era milenial ini mengharuskan mahasiswa memiliki kompetensi bahasa asing selain bahasa lokal dan nasionalnya sendiri.

"Secara umum, program ini bertujuan untuk meningkatan kompetensi Bahasa Inggris bagi mahasiswa dan mahasiswi STAINU Temanggung," ujar Effi Wahyuningsih, Jumat (2/3/2018).

"At the of the course" , kata dia, mahasiswa mengikuti ujian untuk mengukur peningkatan kompetensi bahasa Inggris mereka, sekaligus mendapatkan sertifikat yang akan digunakan sebagai salah satu syarat mengikuti munaqosah (sidang skripsi).

Yang membanggakan dari GEC season 1 ini adalah bahwa lebih dari 90‰ mahasiswa menyatakan bahwa motivasi terbesar mereka mengikuti course ini adalah untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris mereka, sedangkan sisanya sebesar 10‰ terbagi menjadi 3 alasan yaitu, memenuhi persyaratan munaqosah, mengikuti teman, dan alasan lain. Hal ini dibuktikan dari data yang mahasiswa isi dalam formulir pendaftaran," lanjut dia di sela-sela mengawal program General English Course.

Selain itu, secara administratif dan kualitatif, semua mahasiswa STAINU Temanggung wajib mengikuti program General English Course karena menjadi syarat ujian munaqosah. "Program ini menjadi syarat munaqosah juga," paparnya.

Ia berharap, program itu bisa diikuti mahasiswa sebagai wahana memperkuat kompetensi bahasa asing. Selain bermanfaat untuk pendukung aktivitas menulis ilmiah, program ini menjadi bagian dari usaha literasi bahasa asing. (hg33/Hi).


Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd
Penulis Merupakan Guru SD Supriyadi Semarang

“Guru adalah sebuah profesi yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Ketika guru berhenti memperbaiki dan meningkatkan kualitasnya, maka ketika itu juga tingkat pengaruh guru terhadap siswa menurun. Kunci utama pendidikan tergantung pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru. Untuk mendapatkan guru-guru yang berkulitas, manajemen sekolah menjadi pintu utama. Sedangkan untuk menghasilkan manajemen sekolah yang mumpuni, maka kepala sekolah menjadi faktor kuncinya.”

Pada Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (pasal 1, butir 1), menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Peran guru dalam kondisi tertentu bahkan melebihi peranan kurikulum dan sarana-prasarana. Sehingga untuk menghasilkan output pendidikan yang berkemajuan, mutlak dibutuhkan pembenahan kualitas dan kapasitas guru di sekolah. Seorang guru memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan prestasi dan keberhasilan siswa. Oleh karena itu guru semestinya tidak pernah berhenti untuk belajar. 

Di dalam sebuah institusi pendidikan, guru merupakan pioner terpenting. Menjadi guru merupakan sebuah panggilan jiwa. Guru adalah representasi kemuliaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan. Pahlawan tanpa tanda jasa yang tersemat padanya, tidak cukup untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghargai jasa-jasa yang telah dilakukan demi mencetak generasi bangsa yang berkarakter mulia.

Saat ini, tugas dan tuntutan guru telah berubah. Para guru harus bisa menyesuaikan dan memenuhi tuntutan kebutuhan siswa abad ke-21, yang meliputi aspek berpikir kritis, kemampuan merumuskan, memecahkan masalah, kreatif dan inovatif, skill berkomunikasi, dan penguasaan Informasi dan Teknologi (IT). Seorang guru memiliki tanggung jawab besar bagi pendidikan nasional, dimana tidak hanya terkait dengan prestasi belajar namun juga keberhasilan siswa dalam kehidupannya sebagai hasil pendidikan. Guru merupakan orang tua kedua siswa, yang menjadi penuntun dan panutan sikap serta emosional siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Loyalitas Profesi
Dalam proses belajar mengajar seorang guru tak hanya menilai prestasi belajar siswa, akan tetapi seorang guru difungsikan sebagai teladan yang mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter yang merujuk pada moralitas, integritas, serta loyalitas.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, ada beberapa  sinonim kata yang menjelaskan makna dari kata loyalitas, antara lain adalah, Kesetiaan, Kepatuhan, Ketaatan, Komitmen dan Pengorbanan. Dalam konteks profesi, loyalitas lebih dekat padanannya dengan ‘Ketaatan’, karena memang kata ‘Ketaatan’ lebih tepat kalau dipadupadankan dengan kata profesi. Jadi makna yang terkandung dalam "Loyalitas Profesi" adalah ketaatan pada profesi yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan siap rela berkorban demi pengabdian pada profesi.

Loyalitas premium guru, diwujudkan dengan perilaku guru taat menjalankan tugas dengan tulus ikhlas tanpa pamrih, guru tidak hanya terjebak dalam ruang kelas dengan rutinitas mengajar lalu mengutak-atik sederet nilai, melainkan juga memperhatikan setiap perkembangan motivasi, emosional dan karakter tiap individu siswa. Loyalitas premium guru bukan hanya persoalan manajemen kedisiplinan dan peningkatan kualitas diri guru melainkan kesadaran akan filosofi dasar pendidikan yang tercermin secara langsung dari ucapan, perilaku, karakter, dan tindakan guru dalam keseharian.

Peran Kepala Sekolah
Lalu apa yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin yang membawahi para guru agar menghasilkan guru dengan loyalitas premium?

Pertama, memberikan teladan mengenai arti dari loyalitas dalam bentuk perilaku nyata baik dalam masalah keuangan, keadilan, maupun membantu kesulitan guru dalam administrasi pendidikan tanpa pamrih sehingga guru pun merasa bahwa loyalitas dan dedikasi yang tidak hanya sekedar kewajiban namun bagian dari sistem pelayanan dan esensi dari seorang pendidik.

Kedua, mampu menjadi mentor dan motivator agar guru mampu meningkatkan layanan pendidikan menjadi sebuah emotional attachment terhadap kepentingan terbaik siswa. Keteladanan kepala sekolah dalam memperjuangkan prestasi serta kebutuhan belajar siswa harus dapat dilihat sebagai contoh menyenangkan bagi guru.

Ketiga, membangun team yang solid terutama menciptakan tumbuhnya sense of ownership guna menghadapi tantangan yang dihadapi bersama. Dengan melakukan berbagai kegiatan bersama dengan diselingi memasukkan nilai-nilai pendidikan akan semakin meningkatkan keeratan hubungan dalam tim.

Keempat, menjadi fasilitator untuk memfasilitasi ide-ide kreatif dari setiap guru dan mempertimbangkannya dengan menjadikannya program kegiatan pembelajaran yang berpotensi meningkatkan life skill siswa.

Semangat juang guru sebagai orang yang memiliki loyalitas premium sering kita dapatkan setiap harinya di lingkungan pendidikan. Dalam setiap proses pendidikan di sekolah guru-guru selalu berpesan “Tekunlah belajar, Nak, kelak jadilah orang yang berhasil lebih dari bapak dan ibu guru”. Pesan-pesan demikian menyiratkan bahwa kebanggaan seorang guru adalah ketika melihat siswa-siswanya berhasil, melebihi keberhasilan dari gurunya.

Atas dasar butir-butir pemikiran di atas tidak perlu diragukan lagi bahwa pekerjaan sebagai guru adalah satu jenis loyalitas profesi. Dengan dasar itu pula bisa ditumbuhkan hal-hal mendasar untuk mendukung keberadaan profesi guru dan citra guru sebagai pendidik yang taat pada pekerjaan. Yang paling penting sebagai muaranya adalah berkembangnya rasa “loyalitas profesi” sebagai seorang guru yang taat pada profesi, penuh bertanggung jawab dan siap berkorban demi pengabdiannya pada pendidikan. (*)


Banjarnegara, Harianguru.com - Mitra wacana merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat  berkantor di Yogyakarta yang fokus pada penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perepuan. Mitra wacana sendiri sudah lama mendapingi 4 desa di 2 kecamatan yaitu di Desa Berta dan Karangjati, Kecamatan Susukan serta Desa Punggelan dan Bondolharjo di Kecamatan Punggelan.

Dalam pendampingan yang dilaksanakan hampir 5 tahun ini mulai dari akhir 2013 sampai dengan 2017 berhasil membentuk kelompok P3A (Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak) dimasing masing desa. Untuk kelompok di desa berta mereka manamainya dengan Lentera Desa Berta “Lentera Hati”, di karang jati sendiri mereka menamainya dengan nama Woca (women care) desa karang jati. Dari kedua desa tersebut kemudian mereka membentuk P3A dengan nama Cawan Susu (Cahaya Wanita Susukan). 

Sedangkan untuk kelompok di desa bondol harjo ada Serikat Bondolharo Peduli yang sering disingkat “Sejoli” dan Pelita wanita petuguran “PWT” di desa petuguran. Setiap p3a dimasing masing desa tersebut saling terkordinasi dengan membentuk kelompok ditingkat kecamatan masing masing.

Pada Sabtu (24/2/2018) mitra wacana melakukan penguatan akhir di kelompok setelah 5 tahun didampingi, pertemuan ini dimaksudkan agar setelah pendampingan yag dilakukan oleh mitra wacana ini dapat berlangsung walau tanpa ada pendampingan lagi. Kegiatan yang dilaksanakan di rumah makan sari rahayu 2 di jalan gumiwang kecamatan purwanegara kabupaten banjarnegara ini dihadiri langsung oleh direktur lama dari mitra wacana ibu Rindang Farikhah dan direktur baru ibu Imelda yang baru dilantik beberapa waktu yag lalu. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh perwakilan dari pengurus P3A di masing masing desa, staf mitra wacana, Comunity organizer  serta Kades dari desa berta dan karangjati.

Pada kesempatan ini setiap perwakilan dari masing masing p3A memberikan statmen selama didampingi oleh mitra wacana. Seperti kades karangjati ibu kusyati menyampaian bahwa pendampingan yang dilakukan oleh mitra wacana melalui program AWO Internasional e.v. ini sangat membantu pemerintah desa khususnya dalam memberikan pembelajaran masyarakat. 

Dengan adanya program ini ibu ibu yang dulu hanya sekedar ngrumpi di teras kemudian mereka belajar bahkan sampai mendampingi warga lain yang mempunyai masalah terkait dengan kekerasan terhadap perempuan baik itu pemerkosaan, KDRT dan juga pelecehan seksual. Tercatata ada beberapa kasus yang telah ditangani oleh p3A karang jati dan sudah tuntas sampai sekarang.

Selain membentuk kelompok P3A khusus untuk ibu ibu mitra wacana juga membentuk P3A remaja remaja di setiap desa. Menurut purwanti selaku Co di desa karangjati, kegiatan P3A lebih cederung ke kegiatan kegiatan sosialisasi konselor sebaya dan membuat film anti kekerasan. Dan film tersebut dijadikan sebagai media pembelajaran anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat kecamatan susukan.

Cerita sukses dari pendampingan mitra wacana selama ini kemudian di bukukan oleh ibu ibu dari P3A agar bisa digunakan untuk pembelajaran di masyarakat. Dalam buku yang tersebut lebih menekankan kepada proses penanganan dan pencegahan dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh kelompok P3A. 

“Kami sangat bangga dengan p3A yang ada di 4 desa ini, walaupun sudah tidak didampingi lagi oleh mitra wacana akan tetapi malah memberikan kejutan dengan membuat jejaring ditingkat kecamatan dan kabupaten. Buku yang telah ibu ibu buat tersebut mengingatkan kita bahwa setiap keberhasilan selalu melewati proses yang tidak mudah,” papar Rindang farikhah Direktur Mitra 2013-2017. (hg44/hms).

Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom, Ph.D,

Semarang, Harianguru.com – Sebagai bukti kepeduliaan terhadap perkembangan literasi di Indonesia, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom, Ph.D, Sekretaris Jurusan PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) merillis buku baru bertajuk “Media Literasi Sekolah (Teori dan Praktik)” yang ditulis bersama Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung. Menurut dia, buku Media Literasi Sekolah terbitan CV. Pilar Nusantara ini bisa menjadi rujukan media pembelajaran di Indonesia.

Dalam buku itu, Farid yang juga mengajar di Program Pascasarjana UNNES ini membeberkan bahwa literasi sudah menjadi media, bukan lagi literasi media yang selama ini menjadi konsep akselerasi pendidikan.

Sebelumnya, Farid telah merillis buku “Guru SD di Era Digital (Pendekatan, Media, Inovasi)”, tahun 2018 ini, ia merillis buku baru yang didedikasikan untuk menambahkan khazanah literasi khususnya di bidang media pembelajaran di Indonesia.

“Dalam buku ini, literasi sudah menjadi media, tidak lagi literasi media yang cakupannya pada pengenalan dan juga penyadaran menyikapi media massa dan media sosial, internet, dunia maya, dan lainnya dengan benar, baik dan bijaksana. Sebab, variabelnya akan berbeda jika itu literasi media, sedangkan dalam buku ini, yang dikaji adalah media literasi dalam berbagai bentuk,” kata Farid Ahmadi di sela-sela Dies Natalis UNNES ke 53, Kamis (1/3/2018).

Farid di dunia literasi, mendapatkan sejumlah prestasi. Mulai dari Juara II Dosen Berprestasi UNNES 2017, The best paper award IIER 2016 dari IIER Malaysia, dan The best paper award AIPAR 2017 dari AIPAR Australia dan lainnya. Hal itu mendorong pihaknya terus menelurkan karya melalui buku dan tidak hanya jurnal ilmiah.


Dosen kelahiran Kendal, 26 Januari 1977 juga membebarkan, bahwa literasi tidak boleh sekadar membaca, sebab ia merupakan kemampuan kompleks. “Bahkan, selain empat keterampilan berbahasa (menyimak atau mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara), literasi juga dimaknai sebagai semua usaha untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi. Aspek melek komputer dan menangkal berita bohong dan palsu juga masuk kategori literasi,” beber doktor bidang ilmu Information Science Central China Normal University (CCNU) tersebut.

Ketua Himpunan Dosen PGSD Wilayah Jawa ini juga menandaskan, bahwa dalam buku ini, literasi tidak lagi disajikan kaku seperti di buku-buku, diktat, dan jurnal-jurnal ilmiah selama ini. Sebab, literasi sudah melekat menjadi media itu sendiri dalam pembelajaran terutama di sekolah. Media literasi adalah bagian dari pengembangan literasi dan media.

“Banyak media yang selama ini sebenarnya adalah media literasi, namun guru dan juga dosen masih jarang yang memaknainya. Buku ini berisi empat bab. Mulai dari konsep literasi dalam pendidikan, gerakan literasi di sekolah, media literasi sekolah dan implementasi media literasi sekolah,” beber Ketua Gugus Pengelola Jurnal  LP2M  UNNES tersebut.

Dijelaskannya, bahwa sebelum menggapai puncak kejayaan literasi pada 2045, Indonesia bisa bergerak cepat melalui literasi untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, sampai program doktor (S3).


“Tanpa literasi, semua akan terasa bias bahkan tidak mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain. Saya berharap buku ini menjadi bahan untuk melakukan akselerasi literasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” pungkas Farid yang juga menjadi Anggota Senat UNNES tersebut. (hg11/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Organisasi mahasiswa, salah satu fungsinya adalah menjadi penguat intelektualisme mahasiswa itu sendiri. Hal itu dijelaskan Khamim Saefudin, M.Pd.I Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAINU Temanggung yang didampingi  Luluk Ifadah.MS.I Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAINU Temanggung, Rabu (28/2/2018).



Menurut dia, pendidikan sebagai suatu pengembang sumber daya manusia (SDM) yang utama. STAINU Temanggung sebagai sekolah tinggi satu-satunya di Temanggung, menjadi kawah candradimuka pengembangan intelektual mahasiswa.



Khamim menegaskan dalam seminar dengan tema "Mengukuhkan komitmen Kepengurusan dalam Mengemban Amanah Organisasi" tersebut yang dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi STAINU Temanggung.



Dalam ceramahnya, Khamim Saefudin menjelaskan organisasi HMJ Syariah sebagai organisasi khusus jurusan Syariah, sebagai wadah intelektual antar mahasiswa jurisan Syariah. "Sebagai mahasiswa harus memiliki budaya intelektual yang tinggi dengan cara membaca buku, dan mahasiswa harus bisa memposisikan diri di masyarakat," kata dia.



Selain itu, bu dosen Luluk Ifadah mengutaran ceramahnya, bahwa presiden harus memiliki motivasi dan motivator terhadap UKM-UKM di STAINU ini. "Sebagai mahasiswa aktivis harus bisa mengatur waktu dan harus memilki standar absen dikelas agar bisa seimbang antara dimata kuliah," kata dia.



Sebelum acara dimulai, sebelumnya telah dilantik pengurus BEM, DPM, HMJ Tarbiyah, HMJ Syariah, LPM Grip, dan UKM Racana STAINU Temanggung oleh Ketua STAINU Temanggung Drs. H. Muh. Baehaqi, MM yang didampingi sejumlah pembantu ketua dan pejabat STAINU Temanggung. (hg50/ Abdullah Al Aziz).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget