Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Kartini, Ekspresi dalam Kepatutan


Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd. 
Penulis Merupakan Guru SD Supriyadi Semarang.

Ibu kita Kartini putri sejati, Putri Indonesia harum namanya
Ibu kita Kartini pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Sudah kah hari ini  kita menanyikan lagu ciptaan WR.Supratman berjudul “ibu kita Kartini”? Yah, karena bertepatan dengan tanggal 21 April, bangsa kita selalu memperingati Hari Kartini. Kartini merupakan pahlawan perempuan Indonesia yang dikenal melalui spirit emansipasi wanita. Karena spiritnya tersebut Kartini menjadi berjasa bagi perempuan-perempuan Indonesia.

Mengapa Kartini?
Saya tidak akan membicarakan sejarah Kartini dan berbagai perannya yang akhirnya menasbihkan beliau sebagai salah seorang pahlawan. Akan tetapi karena ini bulan April, secara otomatis pikiran saya tertuju pada satu momen spesial yakni Hari Kartini. Meskipun diperingati dalam satu hari perayaan khusus, apakah semua orang Indonesia mengenal betul siapa sosok Kartini dan  pemikiran-pemikirannya.

RA Kartini yang saya kenal melalui perayaan Hari Kartini ketika duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dan berlanjut hingga bangku SMA. Perayaan Hari Kartini jaman saya kecil tidak jauh berbeda dengan jaman ini: anak-anak sekolah memakai baju adat seperti kebaya model Kartini dan anak laki-laki memakai blangkon lengkap dengan beskap jawanya. Lebih variasi lagi, sekarang anak-anak sekolah memakai pakaian adat nusantara saat perayaan hari Kartini.

Sejarah singkat Kartini, lahir pada tanggal 21 April 1879 merupakan seorang putri dari Bupati Jepara. Meskipun termasuk dalam keturunan kaum bangsawan, namun Kartini memiliki keterbatasan atau kesempatan yang minim dibanding anak laki-laki pada masanya. terutama keterbatasan mendapatkan pendidikan. Selain hidup dalam masa kolonialisme, lingkungan tempat tinggal Kartini juga masih memegang teguh adat, dimana ketika seorang anak perempuan sudah berumur 12 tahun, maka anak tersebut harus dipingit sampai kelak akan ada yang meminangnya, tidak ada jenjang pendidikan yang tinggi bagi kalangan perempuan.

Dengan banyak hal yang lalu lalang dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan. Bagi perempuan, sebagian orang melihat pilihan yang ada terbatas ataupun “dibatasi” oleh hal-hal tertentu. RA Kartini dengan quote terkenalnya “Habis gelap terbitlah terang” menjadi salah satu sosok pertama yang dikenal berani membuat pilihan dan berani memperjuangkan pilihan yang dipilih. Saat ini, apalagi dengan adanya sosial media, kita sengaja ataupun tidak disengaja mengkritisi/dikritisi, menghakimi/dihakimi.

Oleh karena itu, Hari Kartini mengingatkan kita semua akan kesempatan luxurious yang sangat berharga: kesempatan untuk mendalami pilihan yang ada, kesempatan untuk memilih, kesempatan untuk berani memilih, dan kesempatan untuk berani memperjuangkan hal yang sudah dipilih. Hari Kartini mengingatkan untuk bersyukur akan hal ini dengan memahami berbagai pilihan yang ada. Hari Kartini mengingatkan untuk mempelajari pilihan-pilihan yang ada sebelum memilih. Hari Kartini juga mengingatkan untuk menghormati perempuan-perempuan di luar sana yang sudah membuat pilihan dan memperjuangkan pilihan itu, baik itu pilihan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, pilihan untuk berkarir, pilihan untuk berumah tangga, pilihan untuk hidup mandiri, dan apapun itu.

Kartini adalah sosok teladan gambaran seorang ibu, yaitu keteladanan dan kehangatan cinta ibu dalam keluarga. Peranan  ibu dalam membangun keluarga dan kehidupan masyarakat sangat penting, tidak saja pada masa lalu dan masa kini, tapi juga di masa mendatang. Ibu merupakan saka guru peradaban sehingga kata bijak menyatakan, "wanita ialah tiang negara. Bila wanitanya baik, baiklah negara dan bila wanitanya buruk, rusaklah negara."

Sebagai Pelajaran
Terdapat beberapa catatan penting yang dapat kita pelajari dari sosok kehidupan, perilaku dan pemikiran Kartini.

Pertama, patuh dan taat pada orang tua. Seperti Kartini yang memilih untuk bersikap patuh dan taat atas keputusan yang diambil orang tuanya, yaitu menetap di dalam rumah (dipingit) alias tidak melanjutkan sekolah seperti keinginannya. Hal ini mencerminkan pada kita, meski harus mengorbankan keinginan yang menggebu untuk melanjutkan pendidikannya, namun karena keputusan orang tuanya, Kartini lebih memilih sikap patuh dan taat kepada orang tuanya, artinya ia tidak ingin mendurhakai orang tuanya.

Kedua, pantang menyerah demi mengagapi cita-cita. Sejarah membuktikan, kendati berada dalam pingitan dan tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah formal. Semangat Kartini untuk terus belajar tidak terhenti, cita-citanya untuk memajukan diri dan kaumnya (kaum perempuan) terus diupayakan melalui cara-cara yang dapat ia lakukan.

Ketiga, visioner (memiliki pandangan jauh ke depan). Kaum perempuan pun harus terus belajar, berhak memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan dari dunia luar.

Momen peringatan hari kelahiran RA Kartini bisa dimanfaatkan untuk kembali menggali makna perjuangan beliau secara utuh. Bukan hanya sebatas perayaan simbolik dengan mengenakan kebaya, berkonde, berblangkon atau lomba-lomba semata. Perjuangan Kartini lebih cerdas dari sekedar ornamen dan solekan yang erat melekat pada tubuh perempuan.

Seperti pemikiran Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai suatu hak untuk semua kalangan, agar masyarakat pun berpikiran maju, perempuan butuh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang luas untuk menjadi manusia pembangunan. Biarkan perempuan memilih ranah perjuangan dan keputusan yang menurut semua norma itu baik, bukan untuk dihakimi, dikekang dan diterbelakangkan. Perempuan, akan tetap berkodrat sebagai perempuan. Kebebasan berekspresi dalam garis kepatutan tak akan membuatnya menjadi arogan. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. (hg)

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget