Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Mei 2018

Lowongan Guru MI Salafiyah Kranggan 2018 Terbaru ini dibuka untuk semua kalangan yang saat ini membutuhkan pekerjaan.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan jenjang dasar yang beralamat di Jl. Pendowo Nomor 521 EA Prapak, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah.

Bagi anda yang memiliki semangat berjuang di dunia pendidikan sabagai sarana ibadah dengan pahala mengalir selamanya, mari bergabung sebagai guru kelas tahun ajaran 2018/2019, dengan syarat:

1.Pendidikan S1 diutamakan PGMI/PGSD
2. Diutamakan laki-laki maksimal 35 tahun
3. Lancar membaca dan menulis Alquran
4. Loyal, aktif, kreatif 

Jika Anda berminat, silakan kirimkan surat lamaran dan berkas pendukung lainnya ke : 
MI SALAFIYAH KRANGGAN Jl. Pendowo no. 521 EA Prapak Kranggan Temanggung.
CP : 081901946141.
Maturnuwun.

Pati, HARIANGURU.com - Untuk membekali karakter-karakter sesuai anjuran pemerintah, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jamaah Pasrah (JAPA) Kabupaten Pati, Jawa Tengah diajak melakukan kegiatan kajian Alquran di bulan suci Ramadan tahun 2018 ini.

Tak hanya itu saja, mereka juga diajak mengaji kitab Washiyatul Musthofa yaitu kitab yang berisi wasiat-wasiat Rasulullah Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Tholib.

"SMK JAPA di bulan Ramadan mengadakan kegiatan kajian Alquran dan kitab salaf," kata Minanurrahman Kepala SMK Japa Pati pada Harianguru.com pada Senin (28/5/2018).

Pihaknya menjelaskan, kitab salaf yang dipilih adalah kitab Washiyatul Musthofa yang merupakana kitab berisi kumpulan pesan Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali RA yang terangkum dalam beberapa bagian.

Dalam kitab itu, selain mukaddimah, di dalamnya ada beberapa fashal. Mulai dari fashal wudlu dan salat, fasahl tentang shaum (puasa), sedekah, lalu fashal tentang doa, istighfar, Alquran, dan zikir, fashal tentang al-Shidqi (jujur ) dan al-Shidaqah (pertemanan), fashal tentang taubat, menjaga lidah, wara', dan lain sebagainya.


Meski sekolah berlabel SMK, Minan menegaskan bahwa pola pendidikan di SMK Japa berbasis pondok pesantren dan berbeda dengan SMK pada umumnya.

Salah satu buktinya, digelar pesantren Ramadan dengan mengkaji kitab Washiyatul Musthofa ini. Sebab, menurut Minan, dari pesan, nasihat, wasiat Nabi Muhammad yang menjadi anutan umat Islam, pelajar SMK Japa bisa meneladani Nabi Muhammad melalui media kitab salaf tersebut.

Dijelaskan dia, dari pola ini diharapkan akan tertanam karakter-karakter mulia seperti jujur, rendah hati, disiplin, toleran, dan lainnya yang harus menjadi bekal anak-anak di masa yang akan datang. (hg99/hms).

Fitria Astuti, mahasiswi tingkat akhir Akper Alkautsar Temanggung
Saat puasa Ramadan seperti ini, keinginan makan dan minum sebanyaknya menjadi lazim bagi semua orang. Terutama, bagi mereka yang hidup di daerah panas atau perkotaan. Namun, ternyata saat puasa tidak ssmua makanan dan minuman baik untuk kesehatan. Puasa harus menjadi momentum mendidik, mengedukasi kesehatan bagi setiap muslim.

International Medical University Malaysia menyatakan bahwa saat berpuasa, enam puluh persen tubuh yang terdiri atas air, dan kita membutuhkan jumlah yang sama dengan air yang terbuang saat kita berpuasa. Untuk itu minum teratur di malam hari dan selama sahur, guna membantu kita tetap waspada dan terhidrasi sangat dibutuhkan.

Bagi Fitria Astuti, mahasiswi tingkat akhir Akper Alkautsar Temanggung, Jawa Tengah, ada beberapa cara atau metode yang harus diperhatikan umat Islam saat berpuasa.

"Kalau makan ya makanan yang tidak bersantan kental," beber Fitria Astuti kepada Harianguru.com pada Sabtu (26/5/2018).

Masih soal makanan, selain menyeleksi makanan yang tidak bersantan, perempuan ini juga berbagi agar tidak memakan makanan yang pedas. "Makanan yang tidak pedes sangat baik untuk kesehatan saat puasa," lanjut perempuan asal Ngropoh, Kranggan, Temanggung tersebut.

Perempuan yang pernah melakukan praktik di RSUD Temanggung,  RSUD Tidar Magelang,  RSB Budi rahayu,  RS PKU Temanggung dan RSU Muntilan ini juga mengatakan, pola minuman saat berpuasa juga harus diatur.

"Minum air putih 2 gelas saat bangun tidur,  2 gelas saat saat habis sahur, ninum 2 gelas saat buka dan 2-4 gelas saat pulang tarawih," papar dia.

Ia mengatakan, dua hal yang membuat badan bugar ada pola makan-minum dan  vitamin yang cukup bagi tubuh. "Minum air putih saat sahur, buka dan jangan minum soda terlalu banyak," lanjut dia.

Selain makanan, asupan vitamin, pola tidur saat puasa juga harus teratur. "Tidur 2-3 jam saat siang hari. Itu kalau versi aku lo. Kalau orang lain nggak tahu," tambah dia. (hg44/hms).

Majalengka, Harianguru.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.012 siswa di Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). Dalam kesempatan tersebut Presiden berpesan kepada generasi muda untuk dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak.

"Gunakan gawai, media sosial itu untuk hal-hal yang positif, yang baik, jangan untuk menjelek-jelekkan orang lain," pesan Presiden saat membagikan KIP di Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Presiden, saling mencaci dan menjelekkan orang lain bukan nilai-nilai yang dianut bangsa Indonesia. "Ini bukan nilai-nilai Indonesia yang kita miliki, bertentangan juga dengan nilai-nilai agama maupun etika," tambah Presiden. Oleh karena itu ia mengimbau generasi muda Indonesia dapat memanfaatkan internet dan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga berkesempatan untuk berdialog dengan para ketua OSIS jenjang SMA/SMK dan ketua organisasi kesiswaan lainnya, ia juga berpesan hal yang sama. Presiden berharap para ketua OSIS ini dapat mengajak teman-teman lainnya untuk menggunakan media sosial secara bijak.

Presiden memberikan kiat agar generasi muda sukses menggapai cita-citanya, yaitu belajar, bekerja keras, dan berdoa. "Silakan anak-anak gapailah semua yang dicita-citakan dengan disiplin belajar, bekerja keras dan berdoa," kata Presiden dalam pertemuan di Taman Dirgantara Majalengka.

Dengan tiga hal itu, kata Presiden, maka semua yang dicita-citakan bisa tercapai, baik itu yang ingin menjadi pengusaha, pejabat, bahkan jadi presiden. Siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut terdiri dari 250 siswa jenjang SD; 250 siswa SMP; 350 siswa SMA; dan 162 siswa jenjang SMK.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy juga menyerahkan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) di Universitas Majalengka. Jumlah penerima SKTPG sebanyak 500 guru, yang terdiri dari 100 guru TK; 200 guru SD; 100 guru SMP; 50 guru SMA; dan 50 guru SMK. Mendikbud berharap kepada para guru yang menerima SKTPG dapat meningkatkan kinerjanya dan menjadi guru yang profesional.

Dalam kunjungan ini Presiden didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Majalengka Sutrisno. (hg44/hms).

Buku dengan judul “Takkan Mampu Bersandiwara” ini bercerita tentang makna dari untaian kata yang begitu indah nan bijaknya dimana segala bentuk yang kita alami di masa muda akan menjadi pelajaran emosi yang luar biasa. Perasaan khawatir, cemas, takut, jatuh cinta, patah hati, penerimaan, penolakan, dan segala bentuk rasa yang tidak dapat dijelaskan akan menjadi sesuatu yang berharga.

Suatu hari kita akan mensyukuri rasa ini. Bahwa kita telah melewati segala sesuatunya dengan baik. Memang bukan yang terbaik, masih ada kesalahan yang diperbuat. Tapi, kita bersedia mengambil dan menerima pelajarannya. Menjadikannya sebagai bekal sehingga tidak terjadi lagi kesalahan yang sama di kemudian hari. Pada hari itu, kita bisa menata hati setenang samudera dalam. Memandang setiap masalah dengan teduh, menyikapi dunia dengan sewajarnya.

Identitas Buku:

  • Judul Buku : Takkan Mampu Bersandiwara
  • Penulis : Roem Rowie
  • Penerbit : Transmedia
  • Tahun terbit: 2018
  • Tebal : 184 halaman
  • Harga Buka: Rp.66.000,-


Dengan adanya Tuhan sebagai zat yang kita percayai akan hadirnya dan kita mintai tolong setiap ada rasa gundah melana diiringi oleh segenap harapan dan beribu kebaikan kita menadahkan tangan, beradu mulut mencoba berdialog dengannya hanya untuk memohon ampun dan meninta rezeki serta  berucap syukur atas anugerahnya dan apa yang diberi-Nya. Tuhan adalah pendengar yang baik, jika kamu tidak bisa mengucapkan doa itu maka berbisik pun tak mengapa. Percayalah! Ia tidak akan memudarkan harapanmu, hanya menggantinya dengan kebaikan lain yang lebih tepat.

Ada begitu banyak penganalogian dari makna hidup yang kesehariannya sama ataupun hampir sama dengan apa yang kita pernah kita alami oleh pancaindra serta kita perbuat baik sengaja maupun tak sengaja, banyak pengajaran makna cinta, sayang, dan kasih pada umumnya yang kemudian meninggalkan jejak cinta untuk diikuti di manapun, kapanpun, dan oleh siapapun.

Segala sesuatu punya waktunya masing-masing. Waktu untuk bebenah, bersiap, bertumbuh, berkembang, dan terus menerus menjadi mengagumkan. Segala sesuatu punya kesempatannya masing-masing. Perubahan kesempatan menjadi lebih baik, kesempatan untuk mencoba dan terus-menerus menjadi mengagumkan. Inilah hidup. 

Ada saatnya kita berjalan , ada saatnya kita pun harus berlari. Ada bahagis tapi terkadang terselip kesedihan. Ada saatnya jatuh tapi kita harus bangkit. Ada saatnya merasakan cinta tapi perlu hati-hati terhadap kecewa. Tapi, berharaplah ketik lelah akan menjadi satu, kondisi dan rintangan yang ada bukanlah untuk melemahkan. Semoga rintngan itu justru yang akan menguatkan, mengeratkan, dan mendewasakan kita.

Semua adaah bagian dari rencana-Nya untuk kebaikan di hidupmu. Apakah kamu masih ragu bahwa Tuhan selalu memiliki rahasia luar biasa? Tak ada yang sulit bagi-Nya.

Bagian yang Menarik
-Kini, aku ingin menyebut semua itu kebaikan dari semeta, dan Takdir Tuhan yang telah datang tepat sesuai waktunya. (TMB, hal. 6)

-Sekeras apapun perjuangan, sebanyak apapun waktu yang dikorbankan. Bila bukan dia orangnya maka akan tetap ada yang pergi begitu saja. Entah dirimu atau dirinya yang meninggalkan. (TMB, hal. 14)

-Pelangi kebahagiaan adalah hadiah bagi mereka yang lulus. Mereka yang sering berdiam menanti akhir yang indah. Terus bersabar meski sukar. (TMB,hal.97)

-Kelak yang akan menjadi haru bahagia adalah ketika kita tahu bagaimana cara ia memperjuangkan kita untuk menjadi tambatan terakhirnya. (hal.111)

-Jika suatu hari kamu menemukanku masih selalu menuntutmu mementingkan aku, kamu selalu punya dua pilihan untuk ingatkan aku dengan sabar atau temukanlah seeorang yang lebih baik. (TMB, hal. 120)

-Karena yang berjarak ialah raga, bukanlah hati tentunya. (TMB, hal. 174)

-Menikah bukan menjadi tujuan hidup, tetapi menjadi jalan kita untuk beribadah bersama-sama menggapai ridho-Nya. (TMB, 179)

Keunggulan
-Setelah membaca buku ini, dapat membuat kita lebih jauh bersyukur tentang apa yang Tuhan anugerahkan dan beri kepada kita.
-Buku ini memuat tulisan yang dikemas dengan indah, sehingga membuat para pemabaca terkesima akan untaian kata yang dirangkai dalam tiap kalimat pada tiap paragrafnya.
Intisari dari buku ini memberikan pengajaran tentang makna dari harapan dan juga kebaikan akan cinta yang kita tuju kepada Tuhan maupun makhluk-Nya.
-Cover yang begitu menarik dengan sederhananya mampu memikat daya tarik orang yang melihat buku ini.
-Buku ini mudah dibawa kemana-mana serta gaya bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti oleh pembaca.

Kekurangan
-Melihat dari isi buku ini, kalangan pembaca yang dianjurkan adalah remaja dan diatasnya. Untuk anak-anak belum pantas karena penganalogiannya masih belum ternalar dalam otak mereka.
-Penjelasan terkait pengajaran makna hanyalah tentang rasa cinta, sayang, dan kasih.
-Hanya cocok sebagai buku bacaan bergenre fiksi-romantis.

Manfaat
-Mampu meningkatkan nalar dan kesadaran tentang pemaknaan hidup yang terkait rasa cinta, kasih, dan sayang.
-Memberikan pengajaran secara moral terkait makna cinta yang diperbuat oleh pancaindra manusia.
-Menghilangkan rasa negatif tentang apa cinta yang mereka gundahkan biasanya. Kalimat yang begitu menyentuh mampu membuat mereka belajar mengikhlaskan setiap kekecawaan yang mereka rasakan.

Simpulan
Menurut saya, buku ini ialah jenis novel yang bergenre fiksi. Dilihat dari keunggulannya, buku ini memiliki kertarikan terhadap kalangan remaja karena pengajaran makna cinta yang sering menjadi topik hangat pembicaraan mereka kemudian saat membaca buku ini menjadi lebih paham akan arti mencinta dan kesedihannya.

Buku ini sangat bagus sebagai bacaan khususnya kepada mereka yang sedang jatuh cinta ataupun patah hati karena akan diulas tentang makna dari setiap bagiannya. Buku ini begitu menarik dari penyajian dan penyampaiannya.

Bagi teman-teman yang sedang bingung mau membaca tentang apa, silahkan baca buku ini tak hanya untuk mereka remaja atau orang yang sedang mencinta ataupun patah hati tetapi untuk kalangan umum yang dewasa pun cocok karena pengajaran cinta disini yang dikumpulkan dikemas menjadi sebuah buku, pengajaran ini tak hanya tentang cinta sesama manusia tetapi juga cinta kepada Tuhan. (*)


Oleh Ammelia Lisa Ariyanto
Penulis merupakan Mahasiswa Semester 4, Angkatan 2016, Prodi Sastra Indonesia, S1, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Jakarta, Harianguru.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Panji Internasional. Festival Panji Internasional akan diikuti tiga negara peserta di regional ASEAN, yaitu Indonesia, Kamboja, dan Thailand. Rangkaian Festival Panji Internasional akan diselenggarakan di delapan kota, yaitu Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta (puncak acara).

Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan mengatakan, tujuan Indonesia menggelar Festival Panji Internasional adalah untuk mengajak negara-negara di ASEAN bersama-sama merayakan panji sebagai warisan budaya dunia. Cerita Panji telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Memory of the World (MoW) atau “Ingatan Dunia” dalam situs resmi Memory of the World-UNESCO tertanggal 31 Oktober 2017.

“Ini (Festival Panji Internasional) juga bagian dari itu (Memory of the World). Dalam rangka merawat Panji sebagai Memory of the World. Kalau sudha diakui kan harus ada kegiatan atau aktivitasnya,” kata Restu.

Ia menuturkan, Cerita Panji menyebar hampir di seluruh negara ASEAN dengan Indonesia sebagai pusatnya. “Karena nilai-nilai dari Panji juga erat dengan keragaman, pendidikan karakter, dan sebagainya. Kita, negara-negara ASEAN juga mempunyai kesamaan dan kemiripan dalam budaya,” tuturnya usai rapat persiapan Festival Panji Internasional 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Rangkaian Festival Panji Internasional 2018 akan berlangsung pada tanggal 27 Juni hingga 13 Juli 2018. Beberapa kegiatan yang akan digelar antara lain pergelaran kesenian dari negara-negara ASEAN di delapan kota, lokakarya/seminar, kegiatan apresiasi (lomba-lomba bagi pelajar), kunjungan budaya, dan pameran (naskah, lukisan, topeng, dll).

“Panji” merupakan kata yang cukup populer, dan memiliki makna yang multitafsir, yaitu gelar kebangsawanan, bendera kebesaran, atau topeng/penutup wajah). Panji pun menjadi produk budaya berupa karya sastra lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu. Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos, yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa.

Panji adalah salah satu wujud kebudayaan, karena Panji menceritakan cerita rakyat di mana banyak terdapat nilai kebudayaan daerah tempat lahirnya Panji tersebut. Panji menceritakan religi dan kepercayaan masyarakat pada masa kerajaan; mata pencaharian rakyat; teknologi pada zaman itu (misalnya alat untuk berperang); pengetahuan di bidang pemerintahan, seperti Raja, Patih, dan Penasihat Kerajaan; dan siasat pertahanan dalam perang perebutan kekuasaan; serta organisasi sosial.(hg44/Desliana Maulipaksi).

Harianguru.com - Berikut adalah lirik dan video lagu Seledet Pong khas Bali.

Hei timpal-timpal rare jak mekejang
Mai mekumpul mejalah mengigel
Melajah mengigel Bali

Agemang tangane kepetang jerijine
Lengkiang bangkiange tindakan batise
Lentur gerak pinggule

Egal egol egal egol selier seledet pong
Egal egol egal egol selier seledet pong
Lan jumunin buin uli simalu

Back to

Hei timpal-timpal rare jak mekejang
Mai mekumpul mejalah mengigel
Melajah mengigel Bali

Agemang tangane kepetang jerijine
Lengkiang bangkiange tindakan batise
Lentur gerak pinggule

Egal egol egal egol selier seledet pong
Egal egol egal egol selier seledet pong
Lan jumunin buin uli simalu

Lihat juga:

Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan keprihatinan dan menyesalkan jatuhnya korban anak-anak akibat aksi terorisme di Surabaya. Tragedi kemanusiaan tersebut, menjadi pelajaran penting bagi semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Terutama kepala sekolah untuk mewaspadai agar jangan sampai ada korban dari anak-anak yang masih punya masa depan. Kejadian ini akibat dari doktrin yang menyesatkan, terutama pengaruh dari gerakan radikal dan teror,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Menteri Muhadjir juga mengimbau agar sekolah dan orang tua dapat menguatkan hubungan satu sama lain, sebagai bagian dari tripusat pendidikan dan penguatan pendidikan karakter (PPK). “Makanya kami ingin sekolah punya data lengkap hubungan antara siswa dengan orang tua, dan hubungan orang tua dengan sekolah,” ujar Mendikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu berharap dapat terjadi hubungan yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dan jika ada perilaku menyimpang, baik oleh siswa ataupun orang tua, bisa segera diketahui.

Muhadjir menyatakan mengutuk peristiwa peledakan bom di Surabaya yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku. “Apapun alasannya, apapun keyakinannya, mengorbankan anak adalah suatu yang sangat dilarang di dalam ajaran apapun agamanya. Dan saya termasuk mengutuk apa yang telah terjadi itu, dan jangan diteruskan modus-modus yang sangat mengerikan ini,” tegasnya.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Mendikbud juga menjenguk EH, siswa yang menjadi salah satu korban peledakan bom. “Alhamdulillah kondisinya sudah sangat bagus, sudah bisa tersenyum, sudah bisa diajak ngobrol, mudah-mudahan bisa segera sembuh,” ucapnya.

Terkait kegiatan belajar mengajar di kota Surabaya, Mendikbud mengusulkan agar pemerintah kota Surabaya dapat memperpanjang waktu belajar di rumah bagi siswa mengingat kondisi yang berkembang. “Tadi juga bicara dengan wali kota mengenai masalah hari libur sekolah. Saya usulkan supaya diperpanjang masa liburnya sampai keadaan tenang sehingga suasana belajar juga baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah mengeluarkan pengumuman bahwa kegiatan belajar mengajar pada Senin, 14 Mei 2018, dilaksanakan di rumah bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP. Kemudian Dinas Pendidikan Kota Surabaya kembali mengeluarkan pengumuman bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah tersebut diperpanjang hingga Senin, 21 Mei 2018. Pemerintah Kota Surabaya hanya mengeluarkan kebijakan tersebut untuk jenjang PAUD hingga SMP, dan tidak untuk jenjang SMA/SMK. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan sekolah untuk jenjang pendidikan menengah berada di bawah Pemerintah Provinsi, bukan Pemerintah Kota/Kabupaten. (hg44/hms).

Harianguru.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Pegawai di Lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbud di Bandung, Jumat malam, (11/5/2018). Kegiatan berupa mancakrida (outbound) tersebut berlangsung hingga Minggu (13/5/2018), dan dihadiri 186 pejabat di lingkungan Setjen Kemendikbud.

Dalam sambutannya, Didik berpesan agar para pejabat di lingkungan Setjen Kemendikbud harus kompak, bersinergi, dan maju. “Pekerjaan di kementerian sangat besar, kita harus bisa membaca, menganalisis, menyinergikan, menyingkronkan dengan unit utama,” ujar Didik Suhardi. Kegiatan mancakrida dihadiri pejabat eselon II, III, dan IV Kemendikbud, serta pejabat dari SEAMEO SEAMOLEC, yakni organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara.

Menurut Didik, sudah banyak kemajuan yang dimiliki Setjen Kemendikbud saat ini, antara lain penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan administrasi. “Alhamdulilah sekarang kita sudah banyak pekerjaan yang terkait dengan fasilitasi dan koordinasi, dan yang sifatnya mekanis itu alhamdulilah sebagian besar dikerjakan oleh IT. Tentu ini artinya sudah kemajuan luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Umum Sutanto dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan kepegawaian yang dikemas dalam bentuk mancakrida atau outbound. “Malam ini adalah outbound yang ketiga kali. Mudah-mudahan setiap tahun bisa dilaksanakan,” tuturnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menyatukan langkah semua pihak dalam mengerjakan tugas dan fungsi kerja masing-masing unit kerja, sehingga kita dalam satu organisasi Setjen (Kemendikbud) bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan bisa kompak,” kata Sutanto.

Mancakrida di lingkungan Setjen Kemendikbud diisi dengan kegiatan outing , seperti mengenal tempat bersejarah di Bandung, antara lain mengunjungi Jalan Asia Afrika yang menjadi tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama kali, Hotel Savoy Homann, dan Museum Kereta Api. Para peserta mancakrida juga mencoba permainan tradisional gasing dan alat musik tradisional khas Jawa Barat, yakni angklung. (hg44/MR/Desliana Maulipaksi).

Harianguru.com - Pendidikan seks bagi remaja sangat penting. Mengingat maraknya pergaulan bebas dan pacaran yang lebih mengedepankan hubungan fisik dari pada pendalaman karakter dan emosi yang berujung merugikan masa depan.

Hal ini disampaikan Arif Setiawan dalam kegiatan "Sosialisasi Pendidikan Remaja dan Seks" yang diselenggarakan mahasiswa Kuliyah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Reguler Angkatan 70 Posko 11 pada Minggu, (13/5/2018).

Bertempat di Balai Desa Gaji Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, acara ini dihadiri puluhan remajakarang taruna, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mulai dari usia SMP sampai kuliyah dan beberapa ibu PKK.

Arif menyampaikan, di Demak di antara kasus kekerasan seksual, 2 % hamil karena diperkosa,12 % hamil di luar nikah, 22% lari dari rumah untuk seks bebas, 2 % dilacurkan, 60% berciuman dan meraba/memegang. "Di tempat kita yang masih berbudaya patriarkhi, selalu perempuan yang di rugikan. Makanya buat remaja yang cewek, pacaran boleh, tapi jangan sampai ada kontak fisik. Dijaga sendiri harga dirinya ya," ingatnya.

Sementara pergaulan bebas, lanjutnya juga akan mengakibatkan di antaranya HIV/AIDS karena kemungkinan mereka bergonta ganti pasangan.  "Kalau sudah terserang HIV/AIDS akan menyesal seumur hidup. Imun dalam tubuh melemah. Hidupnya akan bergantung dengan obat dan sulitnya melawan stigma masyarakat. Makanya adek-adek, jangan sampai terpengaruh pergaulan bebas," ujar Arif yang juga aktivis HIV/AIDS.

Choirul Imam Mahdi, ketua panitia berharap acara yang diselenggarakan itu menambah wawasan bagi para remaja di desa Gaji.  "Dengan sosialisasi, akan mendapat pengetahuan. Dengan pengetahuan akan mendapat pelajaran untuk berhati-hati menjalani masa remaja," katanya.

Dwi Ariwibowo, kepala desa Gaji mengajak masyarakat remaja untuk menghindari pergaulan bebas dan nongkrong yang merugikan dirinya, keluarga dan lingkungannya.

"Remaja desa Gaji harus mempunyai kegiatan positif agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas. Bagi anak rw yang masih nongkrong tidak jelas karena tidak punya pekerjaan kita harap punya solusi bersama," harapnya. [hg90/Faiz].

Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung saat menyampaikan sambutan
Temanggung, Harianguru.com - Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung mengajak warga Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Temanggung untuk menghidupkan budaya mengaji di tengah era global yang sangat berdampak pada pemakaian gadget pada anak.

"KKN STAINU ini melakukan pembinaan di bidang pondok pesantren, TPQ dan takmir masjid di Tawangsari ini. Ini betul-betul kami sampaikan terima kasih dari Kemenag," kata dia dalam Tawangsari Bersholawat, Sabtu malam (12/5/2018) sebagai penutupan kegiatan KKN STAINU Temanggun di Desa Tawangsari.

Pihaknya juga menyampaikn ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tawangsari. "Untuk pelaksanaan pengembangan bidang keagamaan tidak bisa ustadz-ustadzahnya saja. Tapi harus bersama-sama. Untuk itu, kami memohon dari pemerintah desa untuk memberikan dukungan terutama dana. Misalnya pemberdayaan masyarakat desa. TPQ ini sangat dibutuhkan masyarakat ataupun pembangunan calon generasi bangsa," beber dia.

"TPQ itu bisa meredam kenakalan anak-anak. TPQ bisa menjadikan Islam jaya," beber Dra. Hariyatiningsih, M.Pd Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Temangggung itu.

Karena apa? kata dia, karena masih kecil sudah dikenalkan Islam. "Masih kecil sudah dikenalkan cinta pada Allah, Rasulullah, dan Alquran untuk menjawab tantangan zaman now daripada setan kecil gepeng bernama HP," beber dia.

Adanya HP, kata dia, anak-anak tak peduli dengan panggilan azan, panggilan bapak ibunya. "Mudah-mudahan Tawangsari tidak gitu," harap dia.

Oleh karena itu TPQ harus diperhatikan, kata dia, karena kita tak hanya mencari kebahagiaan di dunia tapi juga di akhirat. "Justru yang penting bahagia dan sukses dengan Alquran dan TPQ. Makanya jangan jauh dengan Alquran," beber dia. (hg44/hi).

KH. Agus Rojih Ubab Maimoen
PATI, Harianguru.com - Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) Ngagel, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah kini mendatangkan KH. Agus Rojih Ubab Maimoen dari Sarang untuk mengisi mauidzoh hasanah dalam acara haflah akhirussanah, Sabtu (12/05/2018). Haflah akhirussanah ini dipusatkan di depan halaman masjid Baiturrahman Ngagel.

Dalam mauidzoh hasanahnya, KH. Agus Rojih Ubab Maimoen menyampaikan salah satunya syarat masuk surga adalah menuntut ilmu. " Menuntut ilmu itu mendengarkan dari guru. Setelah mendengarkan maka memahami suatu ilmu tersebut," ungkapnya.

Kemudian dalam pemaparannya, beliau juga menyebutkan bahwa orang yang menekuni ilmu agama, maka ia akan mendapatkan rahmat Allah. Karena lafadz rahmat dalam al-Qur’an selalu diikuti dengan lafadz ilmu. Maka, menurutnya seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu pasti mendapatkan rahmat Allah.

Selain itu, sesepuh dari Sarang juga mengisahkan perjuangan Imam Syafi'i ketika mempunyai seorang murid yang bodoh bernama Robi'.

"Imam Syafi'i mengajari Robi' sudah berulang-ulang, tapi masih bodoh juga. Sampai Imam Syafi'i merasa jengkel dan berkata jika ilmu adalah makanan maka akan kumasukkan kemulutmu," tambahnya.

"Tapi Imam Syafi'i tetap berusaha mengajari Robi'. Akhirnya Robi' yang asalnya bodoh menjadi pintar atas kehendak Allah Swt," lanjutnya.

Wasiat dari KH. Agus Rojih Ubab Maimoen adalah junjunglah setingginya ilmu, perluas wawasan, dan pengalaman. Untuk kehidupan yang baik dimata Allah dan dimata manusia. (HG44/Reporter : Finaul Hikmah/Forografer : Muh Nurul Huda).

Temanggung, HARIANGURU.com - Menjelang berakhirnya program KKN STAINU Temanggung, Tim KKN STAINU di Desa Tawangsari, Tembarak, menggelar Lomba Musabaqoh TPQ yang digelar pada 8 Mei 2018.

Hal itu, bertujuan untuk memperkuat kualitas santri-santri sesuai kompetensi bidang keagamaan.

Acara ini diikuti oleh semua TPQ se Desa Tawangsari berjalan cukup baik. "Ada 3 cabang perlombaaan yaitu adzan, LCC dan lomba doa-doa harian," kata Almaksirun Ketua posko KKN STAINU di Desa Tawangsari, Tembarak, Temanggung.

Kejuaraan dalam kegiatan ini, kata dia, diambil 1 2 dan 3. "Acara ini dilaksanakan dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak TPQ  agar di kemudian santri-santri lebih berkompeten dan semngat yang tinggi," tambah dia.

Sesuai rencana, mereka akan mengakhiri KKN STAINU Temanggung secara formal pada Sabtu besuk. Namun, untuk kegiatan KKN sesuai jadwal akan berakhir pada 14 Mei 2018 mendatang. (hg58/hi).

Semarang, Harianguru.com - Tiga dosen STAINU Temanggung, turut mewakili STAINU Temanggung turut memperkuat kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pengabdian Masyarakat Kopertais wilayah X Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini, turut hadir Sumarjoko, M.S.I dan Hidayatun Ulfa, M.A Kaprodi AS dan Sekprodi Kaprodi AS STAINU Temanggung, dan  juga Sigit Tri Utomo, M.Pd.I Sekprodi PAI STAINU Temanggung yang digelar kemarin.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag Koordinator Kepertais wilayah X Jawa Tengah mengatakan bahwa penelitian di lingkungan PTKIS masih sepi. Rektor UIN Walisongo Semarang itu mendorong agar para dosen di lingkungan PTKIS turut menelitia dalam program yang sudah ada.

"Pendaftar peneliti di PTKIS masih minim. Maka untuk menggenjot dosen dosen ini diadakan kegiatan sosialisasi ini," kata Prof Mubibbin.

"Harapannya, waktu untuk pendaftaran peneliti tidak terlalu pendek karena seperti iming-iming tapi tidak jadi, maka harapannya diperpanjang," tambahnya.

Hadir juga Dr. Hasyim Muhammad, M.Ag selaku sekretaris juga perwakilan dari Diktis Muhammad Azis, M.Ag Kasi Pengabdian Masyarakat Kemenag RI.

Azis memaparkan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara ideal harus terintegrasi satu dengan yang lain. Tetapi realitasnya berjalan sendiri-sendiri. "Sering saya sekali menemukan bahwa penelitian dan pengabdian masyarakat hanya sekedar bagi-bagi," kata dia.

Maka hal ini, kata dia, menjadi sorotan oleh KPK maka dampaknya adalah tidak bisa menyalahkan  PT. "Karena banyak faktor yang mempengaruhi," lanjut dia.

Maka munculnya Libtadimas, kata dia, adalah jawaban dari itu. "Di mana dalam hal ini bertugas pengawasan dan pengkontrolan," beber dia.

Sementara itu, Sigit Tri Utomo dalam kesempatan itu berharap agar ke depan penelitian STAINU Temanggung makin digiatkan dengan memanfaatkan program dari Kopertais yang disinergikan dengan Kemenag RI. (hg44/hms).

Harianguru.com - Jadwal pameran buku di Kota Semarang 2018 akan dimulai. Tepatnya, besuk 09 Mei 2018 sampai 15 Mei 2018. Kegiatan tahunan ini dihelat dengan konsep "FESTIVAL SEJUTA BUKU JATENG 2018" yang bertempat di Gedung Wanita Jl. Sriwijaya No.29 Semarang.

Anda bisa datang ke lokasi, pada jam buku yaitu pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB pameran buku ditutup.

Anda tidak perlu beli tiket untuk masuk ke sini alias gratis. Akan digelar pula Talkshow "Mendadak Keren dengan Menulis di Media Online" bersama Iqbal Aji Daryono, Eka Pocer, Indra Ismawan, dan Arief Doel.

Kegitan ini digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Sesuai rencana, dari informasi yang didapat harianguru.com ada sekitar 300 penerbit akan ikut dalam pameran buku terbesar di Jawa Tengah ini.

Festival Sejuta Buku Jateng 2018 adalah agenda rutin di kota Semarang, 2 (dua) kali setahun. dan sudah ke 21 kalinya.

Festival Sejuta Buku Jateng 2018 ini juga akan menggelar sejumlah perlombaan. Ada Lomba Menyanyi, Tari Kreasi Jawa, Musikalisasi Puisi, Band Pelajar, Mewarnai Kreasi dan Menggambar. Info : 085728021121 (Heri) 0895604210952 (Ana). (Hg44).

Jakarta, Harianguru.com - Sebagaimana jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Serah Terima Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK kepada semua Dinas Pendidikan Provinsi pada hari Senin tanggal 30 April 2018 di Ruang Sidang Graha I, Jakarta.

Pada kesempatan yang terpisah sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menanggapi maraknya pemberitaan di media bahwa akan terjadi penurunan nilai UN.

“Soal-soal UN yang menuntut penalaran sudah harus diperkenalkan kepada para peserta didik. Soal-soal penalaran pada ujian nasional sebetulnya hanya sekitar 10-15 persen dari total semuanya. Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA),” jelas Mendikbud dalam siaran pers yang diterima Harianguru.com dari Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan bahwa secara umum terjadi penurunan rerata nilai UN, terutama untuk mapel matematika, fisika, dan kimia. Berdasarkan analisis, ada indikasi kuat bahwa penurunan rerata nilai UN disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor perubahan norma. Untuk UN 2018, memang dimasukkan beberapa soal dengan standar yang lebih tinggi dibanding UN Tahun 2017. Kesulitan ini tampak dialami oleh siswa2 di 50% sekolah, ditunjukkan dengan rerata nilai UN yang menurun. Tapi nilai UN di 50% sekolah lainnya justru mengalami kenaikan. Secara agregat faktor kesulitan soal ini tampaknya berpengaruh kecil. Kedua, pengaruh lebih besar adalah faktor perubahan moda ujian, dari UNKP ke UNBK. Sekolah-sekolah yang semula UNKP dan berubah ke UNBK mengalami penurunan nilai (terkoreksi) sangat signifikan. Sekolah-sekolah dengan indeks integritas rendah (IIUN 2017) secara rerata terkoreksi nilainya (menurun) sebesar 39 poin. Bahkan ada beberapa sekolah yang rerata nilai UN-nya turun hampir 50 poin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad, menjelaskan bahwa sikap kritis siswa dalam menilai soal-soal yang diujikan merupakan sinyal untuk memfasilitasi dan mengarahkan sikap kritis tersebut menjadi kompetensi yang andal, sehingga siswa Indonesia menjadi siswa yang mampu berpikir secara kritis, kreatif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Untuk dapat menyelesaikan soal penalaran siswa tidak hanya perlu menguasai konsep tetapi juga perlu mengolah informasi yang disajikan untuk menemukan penyelesaian yang sesuai.

“Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tambah Totok Suprayitno

Hamid Muhammad, yang sekaligus juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, menekankan bahwa hal terpenting yang perlu dilakukan dalam proses asesmen adalah menindaklanjuti hasil diagnosisnya. Dia berjanji akan tetap menjadikan hasil diagnosis ini sebagai salah satu acuan dalam pembuatan kebijakan peningkatan proses pembelajaran. Satu hal positif yang perlu dicatata adalah bahwa hasil UN tahun ini semakin memberikan gambaran apa adanya tentang salah satu hasil belajar para siswa. Distorsi-distorsi pengukuran akan capaian siswa makin dapat dikurangi sehingga hasil UN tersebut bisa dijadikan pijakan yang lebih meyakinkan untuk perbaikan kualitas pendidikan ke depan,” tambah Hamid.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, menambahkan bahwa penyelenggaraan UN 2018 sudah berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (POS) UN yang telah ditetapkan. Hasil pemantauan yang telah dilaksanakan di lapangan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip penyenggaraan UN baik UNBK maupun UNKP telah berjalan baik, manajemen waktu juga berjalan maksimal, dimana untuk UNBK diselenggarakan dalam tiga sesi sedangkan UNKP diselenggarakan dalam satu sesi. “Sebagian besar siswa SMA (93%) dan siswa SMK (98%) telah melaksanakan UNBK, dengan relatif tertib dan lancar. Sebanyak 14,1% SMA, 20,3% MA, dan 12,2% SMK  dari sekolah pelaksana UN menyelenggarakan UNBK dengan skema resource sharing,” jelas Bambang.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Moch. Abduh, menerangkan bahwa pada tahun 2018, Indonesia menorehkan sejarah berhasil menyelanggarakan UN Berbasis Komputer kepada hampir 6 juta siswa yang tersebar di 59.467 sekolah. UN tahun 2018 juga menjadi awal mula penggunaan format soal isian singkat.

Sementara itu, Dadang Sudiyarto, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan menjelaskan, “Pelaksanaan UNKP Tahun 2018 jenjang SMA/MA dan SMK diikuti oleh 197.606 peserta, yaitu 9 % siswa SMA/MA dan 2 % siswa SMK. Hasil UNKP Tahun 2018 terjadi perbaikan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) dari sekolah yang IIUN rendah naik menjadi IIUN tinggi, yaitu sekitar 40% dari sekolah dengan IIUN lebih dari 80%. Keadaan ini menunjukkan adanya perbaikan pelaksanaan UNKP.

Melalui penyelenggaraan UN ini, Mendikbud berharap kepada semua pihak terkait agar menjadikan hasil analisis UN sebagai salah satu alat refleksi dan acuan untuk peningkatan mutu pendidikan. “Saya berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan, guru, kepala sekolah, dan pengawas menjadikan hasil analisis ujian sebagai “cermin” yang jujur, dan yang terpenting dapat menjadi pendorong perbaikan mutu pembelajaran,” pesan Mendikbud. (Hg44/hms).

Jakarta, Harianguru.com - Sebanyak 570 peserta Darmasiswa Republik Indonesia yang berasal dari 89 negara siap kembali ke negara masing-masing membawa pengetahuan dan pengalaman tentang Indonesia. Setelah belajar di Indonesia selama satu tahun, alumni Darmasiswa diharapkan menjadi pendukung diplomasi budaya Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada Anda semua yang telah memutuskan untuk belajar budaya dan bahasa Indonesia dengan memanfaatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Malam ini saya mengangkat Anda semua menjadi duta budaya Indonesia untuk selama-lamanya," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka Pembekalan Kepulangan Peserta Darmasiswa di Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Darmasiswa adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada mahasiswa asing dari negara-negara sahabat untuk belajar di perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga telah menjadi timbal-balik (resiprokal) pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program diplomasi lunak melalui people to people contact, dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Duta Besar Republik Sudan Elsiddieg Abdulaziz Abdalla mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia akan segera menjadi bahasa internasional. Dubes Republik Sudan memuji para pengajar bahasa Indonesia sangat mahir sehingga mampu membuat siswa asing mudah menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, peserta Darmasiswa di ajak untuk berinteraksi/bercengkrama sekaligus mengenal budaya Indonesia melalui masyarakat lokal. Belajar Bahasa Indonesia juga dilakukan sembari belajar membatik, memasak masakan khas daerah, dan juga dengan berbagi ilmu yang mereka miliki seperti mengajarkan Bahasa Inggris; dan sebaliknya masyarakat lokal mengajarkan mereka berbahasa Indonesia dengan baik.

Sejak dimulai tahun 1974, program Darmasiswa telah diikuti oleh 7.852 peserta yang berasal dari 121 negara sahabat yang belajar di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita harap dari para alumni ini muncul volunteer yang memperkenalkan dan menjelaskan tentang Indonesia di luar negeri," ujar Sekretaris Jenderal Didik Suhardi.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Suharti mengungkapkan bahwa awalnya program ini hanya mengundang peserta dari kawasan ASEAN dengan peserta yang hanya sekitar puluhan orang. Dengan pertimbangan bahwa program ini sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, jumlah dan cakupan negara yang diundang terus ditingkatkan.

"Untuk tahun akademik 2017/2018, peserta Darmasiswa disebar ke 55 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk belajar seni budaya dan bahasa Indonesia," tutur Suharti.

Kata Alumni Darmasiswa Tentang Indonesia

Martina Gavalirova dari Slovakia yang belajar di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung sangat terkesan dengan cara belajar bahasa dan budaya melalui praktik di masyarakat. Ia tidak hanya belajar bahasa Indonesia, namun juga belajar bahasa Sunda. Katanya, penting belajar bahasa daerah untuk mendapatkan diskon saat berbelanja di pasar tradisional.

"Saya percaya, mengenal bahasa dan budaya yang baru memberikan pemahaman yang lebih baik dalam memandang perbedaan dan meningkatkan toleransi," tutur perempuan yang akrab dipanggil Tina.

Karolina Siwacka, peserta dari Polandia yang belajar di ISI Padangpanjang Sumatra Barat mengaku sebelumnya tidak banyak mengetahui tentang Indonesia. Setelah setahun belajar di Padangpanjang, ia sangat kagum dengan budaya minang, khususnya tarian dan silat tradisi yang ditemuinya.

Moshe Ash yang berasal dari Amerika Serikat mengungkapkan kebahagiaannya dapat mengikuti program Darmasiswa. Setahun terakhir, ia berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai suku di Indonesia.

"Di sini, saya bisa makan bakmi Jawa bersama sekelompok mahasiswa Madura suatu saat, dan kemudian bermain video game di asrama Bugis berikutnya. Multikulturalisme adalah perekat yang dimiliki bangsa ini, dan ini adalah eksperimen sosial yang telah berhasil dengan baik," tutur Moshe Ash yang belajar di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Peserta Darmasiswa akan berdefile dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah di Indonesia pada hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Jakarta. Alumni Darmasiswa tahun 2017 ini akan berarak dari Hotel Grand Sahid menuju ke kawasan Hotel Indonesia pada Minggu, 6 Mei 2018. (hg55/hms).

Lombok, Harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, menyelenggarakan Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, di Lombok City Center (LCC), Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Marilah peringatan ini kita jadikan sebagai saat untuk mengeratkan hubungan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana yang tercermin dalam ajaran dan pemikiran tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara," disampaikan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada pembukaan puncak peringatan Hardiknas, Senin (7/5/2017).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini puncak peringatan Hardiknas 2018 digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) tingkat nasional yang diikuti lebih dari 4.000 peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia.

LKS SMK diselenggarakan pada tanggal 7 s.d. 11 Mei 2018, sebagai upaya untuk mempromosikan kompetensi siswa dan lulusan SMK, agar masyarakat khususnya dunia usaha dan industri (DUDI) dapat menyaksikan secara langsung sehingga dapat memberikan pengakuan terhadap SMK. LKS juga menjadi ajang awal bagi siswa SMK untuk mengikuti lomba tingkat internasional.

LKS SMK tingkat nasional tahun 2018 melombakan 56 bidang lomba, terdiri atas 2 bidang lomba daring (online), termasuk 5 bidang lomba South East Asia Creative Camp (SEACC), dan 49 bidang lomba luring (offline).

Lebih lanjut disampaikan Mendikbud, untuk menyongsong revolusi industri keempat harus disiapkan generasi era digital. "Kita harus mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, karena dengan kemampuan berpikir kreatif kita akan bisa menyiapkan generasi yang mudah beradaptasi dalam situasi baru di masa yang akan datang," ujarnya.

Beberapa kegiatan pendukung dalam LKS SMK tingkat nasional tahun 2018, meliputi pameran produk unggulan SMK dari 34 provinsi, pameran literasi, bazar buku, workshop, job matching, one school one province (OSOP), pada kegiatan ini setiap kontingen berkunjung ke satu SMP di Kota Mataram untuk bersahabat dan mendapatkan dukungan selama lomba. Selain itu, show skills alumni kompetitor World Skills Competition (WSC), sertifikasi kompetensi, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Puncak peringatan Hardiknas juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pemenang olimpiade guru pendidikan dasar dan menengah, serta pengawas dan widyaiswara. Olimpiade unjuk karya guru yang dilaksanakan pada tanggal 3 s.d. 6 Mei 2018 di Kota Mataram itu diikuti 191 orang guru dan kepala sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Selanjutnya, Mendikbud juga memberikan penghargaan kepada 13 dari 550 siswa penerima KIP di NTB yang mengukir prestasi pada berbagai lomba tingkat nasional dan internasional.

Sejumlah kegiatan dalam rangkaian peringatan Hardiknas tahun 2018 telah dilaksanakan mulai tanggal 21 s.d. 30 April 2018. Berbagai kegiatan tersebut, antara lain, bazar buku murah, pojok literasi, nonton bareng film Indonesia, dialog dan lokakarya pendidikan, pawai budaya dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang dilaksanakan di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan puncak peringatan Hardiknas 2018 tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi NTB. Turut hadir dalam acara puncak peringatan Hardiknas, Gubernur NTB TGH. Muhammad Zainul Majdi, yang memberikan apresiasi atas kepercayaan Kemendikbud menyelenggarakan puncak peringatan Hardiknas 2018 di Provinsi NTB. Selain itu, pemerintah Provinsi NTB juga berharap dengan adanya LKS SMK dapat menumbuhkan optimisme siswa dalam menghadapi masa depan, karena dunia industri sudah banyak diisi oleh lulusan SMK. (hg44/hms).

Temanggung, Harianguru.com -  Ada banyak cara untuk melestarikan tradisi dan budaya Nusantara. Hal itu terbukti dengan hadirnya ribuan warga yang membanjiri  Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam Ponpes Sunan Plumbun RT 4 Desa Krajan, Kecamatan Tembarak, Temanggung, Senin malam (7/5/2018).

Baca: Ponpes Sunan Plumbon Lestarikan Seni Leak

Mereka menonton seni leak khas Kabupaten Temanggung yang menampilkan sejumlah atraksi dari grup seni Turonggo Tunggal.

Ponpes Sunan Plumbon Temanggung merupakan salah satu lembaga berbentuk pendidikan yang menerapkan sistem pembelajaran bandongan, sorogan , halaqah dan lainya.

Secara global sistem yang di terapkan ada dua jenis yang di selanggarakan. Pertama, pendidikan non formal ( kepesantrenan), ada Mejlis Ta’lim Mingguan (setelah jumat), Panti Asuhan Yatim dan Dluafa’, pengajian Ramadan paket 21 hari, Taman Pendidikan Alquran, Madrasah Diniyah, pesanten anak-anak modern, Wajar Dikdas, Takhasus.

Sedangkan pendidikan Takhosus menerapkan tiga tingkatan yaitu Isti’dadiyah dengan kurikulum dua tahun, Ibtida’iyah dengan kurikulum tiga tahun, Tsanawiyah dengan kurikulum tiga tahun dan Aliyah dengan kurikulum tiga tahun

Untuk pendidikan formal sendiri meliputi Play Group D-BAITO Sunan Plumbon, Madrasah Ibtidaiyah Makukuhan Krajan, SMP D-BAITO Sunan Plumbon dan MA D-BAITO Sunan Plumbon.

Dengan cakupan lembaga itu, Ponpes Sunan Plumbon ini saat Haflah digeruduk ribuan orang dari berbagai daerah. "Cakupannya ada tiga kegiatan umum, ada yang Islami, dan ada yang mengangkat seni lokal," kata Usman salah satu penduduk setempat.

Ia mengakui, kegiatan ini terus lestari dari tahun ke tahun. Tak hanya dari Temanggung sendiri, banyak pula warga dari daerah lain seperti Kendal, Magelang, bahkan Semarang dan luar Jawa turut menonton kegiatan untik tersebut. (hg90/hi).

salah satu pertunjukan seni leak dalam haflah Ponpes Sunan Plumbon
Temanggung, Harianguru.com - Lembaga pendidikan Islam, salah satunya pondok pesantren, tak sekadar mengurusi dan melestarikan pendidikan. Namun juga seni sebagai salah satu cakupan kebudayaan di Indonesia ini.

Tak heran, jika ribuan warga membanjiri  Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam Ponpes Sunan Plumbun RT 4 Desa Krajan, Kecamatan Tembarak, Temanggung, Senin malam (7/5/2018). Mereka, hanya ingin menonton seni leak, kuda lumping sebagai salah satu khazanah budaya khas Temanggung ini.

Pantauan di lapangan, mereka menonton seni leak khas Kabupaten Temanggung yang menampilkan sejumlah atraksi dari grup seni Turonggo Tunggal.

Ponpes Sunan Plumbon Temanggung merupakan salah satu lembaga berbentuk pendidikan yang menerapkan sistem pembelajaran bandongan, sorogan , halaqah dan lainya.

Dalam rangkaian haflah itu, salah satu kesenian yang ditarik dan digaungkan lewat pertunjukan seni itu adalah leak dan kuda lumping khas Temanggung.

Warga berduyun-duyun menonton kesenian itu dari berbagai daerah. Ada yang dari Tembarak sendiri, Temanggung, Gemawang, bahkan dari Kendal, Magelang, Semarang dan Lembata.

Keunikan ini membuat penonton rela berdesak-desakan karena tidak tiap hari warga bisa menikmati suguhan menarik dari para seniman leak dan kuda lumping itu. (hg59/hi).

Harianguru.com - Kegiatan "Gerakan Nasional Membaca Buku" (Gernas Baku) yang di adakan di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Sabtu 5 Mei 2018 berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan jumlah terbanyak yakni Dua puluh ribu peserta yang hadir dalam Gernas Baku di Kahuripan Permai.      
  
 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asrofi, mengatakan, kegiatan ini dihadiri oleh sepuluh ribu anak, sepuluh ribu orang tua, ditambah dengan dua ribu guru pendamping dan ditambah juga lebih kurang seribu undangan

"Kegiatan Gernas Baku yang dilaksanakan pada saat ini, juga dilaksanakan di Kota Makassar dan dipantau langsung oleh Kemendikbud RI. Ini baru pertama kali dilaksanakan di Sidoarjo dengan peserta terbesar, sehingga masuk rekor MURI," katanya di Sidoarjo.

Ia pun mengatakan, peran keluarga sangat diperlukan sebagai penyelenggaraan pendidikan, dapat mendorong budaya literasi dan juga untuk membiasakan orang tua untuk membacakan buku terhadap anak dan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua.

"Pada saat ini data yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo untuk lembaga PAUD dan TK tercatat 1.662 lembaga, dengan jumlah gurunya sekitar 6.800 orang lebih, dan jumlah peserta didik 52.000 anak," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, di bulan Mei yang merupakan bulan pendidikan, dan Kabupaten Sidoarjo telah menentukan sikap memilih kegiatan nyata melakukan Gerakan Nasional orang tua membacakan buku untuk anak.

"Kegiatan ini merupakan implementasi refleksi untuk mereruskan prinsip Ki Hajar Dewantara yang tersirat pada tujuan pendidikan," katanya.

Ia menjelaskan, untuk membiasakan anak senang membaca harus diawali dari orang tua, karena orang tua harus memberi contoh, dengan gemar membaca akan meningkatkan kemampuan anak untuk mengoptimalisasi kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini dengan baik.

"Dengan demikian anak-anak akan mampu memanfaatkan waktunya dengan baik dan mampu meminimalisir pemanfaatan gadget pada anak-anak," katanya.

Sementara Manager MURI, Ariani Siregar, menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo telah mencatatkan 21 kegiatannya terspektakuler di MURI Indonesia, dimulai sejak tahun 2004 dengan membuat selendang Bordir terpanjang.

"Dan pada saat ini MURI datang lagi ke Kabupaten Sidoarjo dengan mencatatkan kegiatan Gernas Baku dengan peserta terbanyak lebih dari 20.000 peserta yang merupakan urutan rekor MURI ke 8451," kata dia. (Hg44/Fuji Rachman).

Harianguru.com - Gernas Baku gagasan Kemdikbud menyebar di semua daerah. Walikota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano MM mendampingi Bunda PAUD Kota Jayapura, Chistine L Mano, turut hadir dalam peluncuran Gernas Baku. 

"Saya berharap dengan Launcing GERNAS BAKU ini orang tua dapat membaca buku kepada anak anaknya, karena menurut saya tingkat baca buku anak - anak di kota jayapura berkurang untuk itu sekali lagi saya berharap dengan launching ini orang tua dapat membaca buku kepada anaknya baik di tingkat Paud, SD maupun SMP," kata Bunda Christine Mano. 

Terutama lagi, tingkat baca di Kota Jayapura masih kurang, maka dengan adanya Gernas Baku, Bunda Christine Mano punya harapan yang besar agar anak-anak di Jayapura lebih suka membaca.

Bunda Christine Mano juga mengakui bahwa perkembangan teknologi saat ini lebih mempermudah dalam mengakses buku atau bacaan, tapi alangkah baiknya jika anak-anak juga mencintai buku sebagai salah satu sumber ilmu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, DR. Fahcrudin Pasolo yang juga hadir bersama rombongan mengatakan "Gernas Baku adalah program pemerintah pusat yang didesiminasikan dengan pemerintah daerah untuk pendidikan dasar yakni pada tingkat Paud". (hg44/hms).

Kalsel, Harianguru.com - Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbud melakukan kunjungan ke lima Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang menjadi pilot project pembangunan ULT di daerah, salah satunya LPMP Kalimantan Selatan (Kalsel). ULT di LPMP Kalsel sudah berjalan sekitar dua bulan.

Muhammad Jazuli, pejabat yang ditunjuk sebagai Koordinator ULT di LPMP Kalsel mengatakan, pengunjung di ULT terus bertambah. "Berdasarkan rekap petugas layanan, informasi yang paling banyak ditanyakan adalah seputar NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan PPG (Pendidikan Profesi Guru)," ungkapnya.

Senada dengan Jazuli, Muftihidayati, staf yang melayani informasi tentang NUPTK dan PPG menyampaikan, berdasarkan data pengunjung yang ia rekap sejak bulan Maret hingga April, pertanyaan terbanyak untuk layanan guru adalah mengenai sertifikasi, NUPTK dan PPG. "Di Bulan Maret pertanyaan terbanyak adalah tentang sertifikasi, sementara di bulan berikutnya pertanyaan terbanyak yang disampaikan mengenai NUPTK yaitu 20 orang dan PPG berjumlah 19 orang," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa masalah yang sering diadukan kebanyakan disebabkan karena guru tidak memahami kebijakan dan tidak mengetahui ke mana harus bertanya. "Misalnya dalam pelaksanaan PPG,  seringkali guru tidak mengerti prosedur untuk mengisi aplikasinya padahal hal ini sangat menentukan kelanjutannya untuk dapat ikut PPG. Maka kami  menjelaskan kepada mereka terkait proses pendaftaran PPG serta berinisiatif memberi informasi kepada para guru yang sudah daftar namun belum melengkapi berkas PPGnya," katanya.

Staf Bidang Layanan Kurikulum 2013, Mila Rismiaty mengakui keberadaan ULT di LPMP sangat menguntungkan para pengguna layanan. "Jika sebelumnya masyarakat mendatangi setiap seksi di ruangan yang berbeda, kini masyarakat cukup datang ke ULT untuk mendapatkan layanan," ujarnya.

Kepala Subagian Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Darmawan Wicaksono, mengapresiasi semangat seluruh jajaran di LPMP Kalsel dalam mewujudkan ULT di LPMP. "Sambil terus berbenah,  kami menyarankan agar ULT dilengkapi dengan fasilitas keamanan seperti CCTV, petunjuk dan penanda lokasi ULT untuk lebih memudahkan masyarakat yang ingin menuju ke  ULT LPMP, serta agar jadwal layanan ULT dipajang di depan pintu ULT sehingga masyarakat lebih tertib dalam menyampaikan permintaan layanan," tuturnya.  (hg55/Denty Anugrahmawaty).

Ilustrasi
Jakarta, harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Ditbinkel), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), dan organisasi lain yang bergerak di bidang pendidikan anak menyelenggarakan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) 2018.

Gerakan ini merupakan bagian dari gerakan literasi nasional untuk menumbuhkan minat baca yang ditujukan kepada anak usia dini yang pada umumnya belum mampu membaca dalam rangka mendukung pengembangan kemampuan literasi anak melalui peran orang tua.

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat.

“Karena kita tahu, bahwa buku itu adalah jendela dunia dan buku itu adalah sumber ilmu pengetahuan maka kami ingin anak-anak mencintai buku lebih dari pada gadgetnya. Lebih penting lagi, melalui kebiasaan ini dapat mempererat hubungan emosional antara anak dengan orang tuanya,” ujar Harris dalam sambutannya di PAUD KM Nol, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (05/05/2018).

Selaku ketua pelaksana, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud, Sukiman, dalam laporannya mengatakan, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardikanas) 2018, seluruh lembaga masyarakat dan komunitas di Indonesia secara serentak menggelar Gernas Baku 2018. “Tidak hanya di PAUD KM Nol Senayan Jakarta yang melangsungkan secara resmi, tetapi di seluruh Indonesia, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan di sekolah-sekolah dan paud-paud gelar kegiatan yang sama,” laporannya.

Dalam kesempatan ini turut hadir penasihat Dharmawanita (DWP) Kemendikbud, Wida Muhadjir Effendy dengan mengajak anak bungsunya, Harbantyo Ken Najjar. Ibu Wida menyampaikan pesan bahwa membaca buku itu tidak hanya untuk menambah ilmu pengetahuan tetapi cara yang efektif untuk menanamkan karakter positif kepada anak-anaknya.

Selain itu, pada kegiatan Gernas Baku 2018 yang digelar di PAUD KM Nol Senayan, Jakarta, panitia menyelenggarakan teleconference dengan dua titik kota yang turut menyelenggarakan Gernas Baku 2018 pada waktu yang bersamaan. Di Kota Sidoarjo, tepatnya di Kahuripan Nirwana Village selain dihadiri oleh Bupati Sidoarjo dan komunitas-komunitas yang ada, turut hadir sepuluh ribu anak-anak dan sepuluh ribu orang tua yang ikut serta menyukseskan gerakan ini dan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang ada di Jakarta.

Sedangkan di Kota Makassar, Gernas Baku 2018 digelar di aula kantor BP PAUD Dikmas Sulawesi Selatan dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kepala BPPAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan serta empat ratus orang anak dan orang tuanya.

Kepada orang tua yang ada di Kota Sidoarjo dan Makassar, Wida Muhajir mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan gerakan ini untuk bersama sama menjadi orang tua yang cinta anak, salah satunya adalah dengan membacakan buku. “Saya harap agar bunda mengajak tetangganya, lingkunganya agar jangan memaksa anak untuk membaca tapi orang tuanyalah yang harus membacakan buku,” pesan Wida Muhajir kepada para orang tua. (hg44/hms).

Ilustrasi
Jakarta, Harianguru.com - Ada lima Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) yang menjadi pilot project pembangunan Unit Layanan Terpadu (ULT) di daerah, salah satunya adalah LPMP Kalimantan Selatan (Kalsel). Kepala Subagian Layanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Darmawan Wicaksono mengatakan bahwa ULT di LPMP adalah miniatur dari ULT di Kemendikbud. 

"Jika ada masyarakat di luar Kalsel datang ke ULT,  tetap dilayani karena semua mini ULT perannya sama seperti ULT pusat yaitu melayani seluruh masyarakat di Indonesia," ujarnya. 

Muhammad Jazuli, Koordinator ULT di LPMP Kalsel mengakui bahwa sejak ULT di LPMP Kalsel beroperasi pada Maret lalu,  jumlah pengunjung terus meningkat. "Tamu paling banyak memang masih seputar kabupaten atau kota di sekitar Kalsel. Bulan Maret jumlah pengunjung hanya lima orang. Namun, bulan April pengunjung ULT meningkat drastis yaitu 65 orang," jelas Jazuli yang mulai bertugas di ULT sejak Februari lalu.

Guru SMP 5 Banjarbaru, Hery Edy, mengaku puas dengan layanan yang didapatnya dari ULT karena bisa memberi solusi atas masalahnya. "Saya tadi mengadukan masalah pendaftaran PPG yang ingin saya batalkan karena saya sudah ikut dan mendapat sertifikasi, kemudian saya mendapat penjelasan dari petugas agar saya cukup menghubungi panitia PPG untuk tidak jadi diikutsertakan," ungkap guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan  tersebut.

Mila Rismiaty, Salah satu staf pada layanan kurikulum 2013 di ULT LPMP Kalsel, mengakui keberadaan ULT di LPMP sangat menguntungkan para pengguna layanan. "Jika sebelumnya masyarakat mendatangi setiap seksi di ruangan yang berbeda, kini masyarakat cukup datang ke ULT untuk mendapatkan layanan," katanya. (hg44/Denty Anugrahmawaty)

Temanggung, Harianguru.com - Sedikitnya 5 mahasiswa angkatan pertama Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, mengikuti seminar dan ujian proposal skripsi yang diadakan oleh prodi setempat, Jum'at (04/5/2018).

Ketua Program Studi MPI, Muhammad Ridho mengatakan, seminar dan ujian proposal skripsi ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum melalukan proses penelitian yang diajukan oleh mahasiswa.
" Pengajuan proposal ini sebagai pra penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa sebagai pertimbangan untuk mempresentasikan hasil, guna mendapat persetujuan untuk penelitian lanjutan dan disahkan serta diajukan ke prodi,” sebut Ridho.

Menurut pemaparannya, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dan menjadi agenda program kerja Prodi MPI.

"Kegiatan Seminar dan Ujian Proposal Skripsi ini merupakan yang perdana dilakukan secara terbuka di kampus STAINU Temanggung. Dimana mahasiswa melalukan presentasi dan diuji langsung oleh tim penguji dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa secara terbuka khususnya Prodi MPI. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih dan menggembleng mental mahasiswa, bukan hanya semester atas tetapi juga semester bawah. Karena kami membuat kebijakan bahwa prasyarat untuk dapat mengikuti Seminar dan Ujian Proposal Skripsi mereka harus menjadi audience kegiatan tersebut minimal 3x yang dibuktikan dengan kartu seminar" paparnya.

Dijelaskannya, dalam seminar dan ujian proposal penelitian ini, mahasiswa diwajibkan untuk mempresentasikan dan menjelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah, urgensi dan signifikansi, kerangka teori, metodologi penelitian serta analisis data dari penelitian yang diinginkan.
Kemudian, peserta diberikan pertanyaan serta saran dari dosen penguji yang telah ditunjuk oleh prodi serta memberikan pertimbangan persetujuan atau penolakan terhadap usulan mahasiswa tersebut.

“Alhamdulillah semua mahasiswa yang mengikuti seminar proposal skripsi hari ini berjalan lancar dan dapat mempertahankan proposal yang diajukan, walaupun beberapa usulan ada yang harus dilakukan revisi atau perbaikan baik dari sisi sistematika penulisannya maupun konten materinya,” tandasnya.

Dalam ujian ini Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I. yang merupakan Ketua Prodi MPI bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus Penguji 1, Sholeh Kurniandini, M.M. sebagai Sekretaris Sidang merangkap Penguji 2, Khamim Saifudin, M.Pd.I. sebagai Penguji 3, dan Zaidatul Arifah, M.Pd. sebagai Penguji 4. (hg32/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN)STAINU Temanggung, Jawa Tengah ikuti tarian kobro  yang dilaksanakan pada hari Kamis, (3/5/2018). Tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di mana desa tersebut merupakan salah satu tempat untuk KKN di tahun ini.

Desa Banaran sendiri memiliki banyak sekali kebudayaan, diantarannya yaitu musik perkusi, topeng ireng, kobro, drum band, band. Diantarannya yaitu musik perkusi, topeng ireng, kobro, drum band, band.

"Desa ini memang memiliki banyak sekali kebudayaan, dan setiap membuat kegiatan masyarakat disini sangat antusias, memang kegiatan disini menarik, dan kegiatan yg pailing diminati masyarakat adalah drum band, karna brum bend sudah terkenal di desa-desa yang lainnya," kata Widodo salah satu pegawai di Kec Tembarak, Temanggung.

Kobro sendiri merupakan kesanian yang berlatar belakang agama islam, dimana lagu yang dibawakan mengandung makna islam dipulau jawa, yang selalu mejunjung kebesaran tuhan.

Disela-sela pentas seni kubro kami disuguhi berbagai atraksi-atraksi yang berbahaya, bahkan saya sendiripun tidak berani melihat atraksi tersebut. (hg13/ast).

Demak, Harianguru.com - Bertempat di halaman rumah kepala desa Karangmelati, Demak, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Demak Kota meluncurkan aplikasi AnsorPay dan BanserPay, Senin (1/5/2018).

Acara yang dikemas dengan pengajian umum dan mujahadah ini dilaksanakan untuk memperingati hari lahir (harlah) GP Ansor ke-84 dan malam Nishfu Sya'ban.

Ratusan jamaah umum dan anggota GP Ansor menghadiri acara yang diawali dengan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin yang dipimpin oleh Gus Bayu dari Tlogorejo Magelang dan maidhoh hasanah yang disampaikan KH Agus Khadziq. Lalu acara peluncuran AnsorPay dan BanserPay.

Dalam sambutannya, Sholikul Hadi, ketua PAC GP Ansor Kecamatan Demak Kota menyampaikan, AnsorPay dan BanserPay merupakan produk layanan jasa pembayaran menggunakan handphone android. "Aplikasinya dapat diunduh di playstore di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.ansorpay.android,"tuturnya.

Aplikasi ini, lanjutnya, merupakan salah satu unit dari koperasi ABADI (Ansor Banser Demak Inovasi) yang diharapkan jadi usaha kemandirian dalam berorganisaai. "Kami berharap aplikasi ini dapat digunakan Ansor Banser se-Indonesia saat melakukan pembelian pulsa telpon, pulsa token PLN, pembayaran tagihan PLN, PDAM, BPJS dan lain-lain," ujarnya.

Turut hadir juga Nurul Muttaqin, ketua Cabang GP Ansor Demak. Dalam sambutannya ia menyampaikan selamat atas hari lahir GP Ansor dan telah diluncurkannya aplikasi itu. "Semoga di hari harlah GP Ansor ini menjadikan momentum semangat untuk tetap mengabdi di Ansor dan Banser yang bermanfaat untuk umat," papar dia. [hg55/Faiz].

Pati, HARIANGURU.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 ini menjadi momentum spesial bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) JAPA Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebab, meskipun baru beroperasi, SMK Japa ini melakukan berbagai akselerasi pendidikan yang mendukung visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Hal itu dijelaskan Minanurrohman Kepala SMK JAPA di sela-sela upacara peringatan Hardiknas 2018 di lapangan sepakbola Alasdowo, Dukuhseti, Pati, Rabu (2/5/2018).

"Tema Hardiknas tahun 2018 ini Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Kami SMK Japa turut memajukan pendidikan lewat satuan pendidikan yang kami gelar sejak tahun kemarin," kata dia kepada wartawan.

Untuk aspek kebudayaan, ia menjelaskan banyak sekali kegiatan rutin di SMK Japa yang mengajak pelajar terjun langsung ke masyarakat.

"Penanaman nilai agama sejak dini adalah modal utama pendidikan anak di masa depan," tegas alumnus UIN Walisongo Semarang tersebut.
Degradasi moral generasi bangsa, kata dia, adalah indikasi nilai ke-agamaan yang tidak tuntas. Maka dari itu, SMK Japa meskipun berbentuk SMK yang dinilai umum, tidak mau ketinggalan karena juga menerapkan pendidikan Islam yang diimplementasikan dalam sejumlah mata pelajaran. (hg4/hi).


Baca: Hardiknas 2018, Mendikbud Ajak Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget