Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Juni 2018

Yogyakarta, Harianguru.com - Dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung, Andrian Gandi, mengikuti kegiatan sosialisasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) bagi Program Studi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Selasa (26/6/2018).

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) bagi Program Studi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini dihadiri dengan narasumber Assoc. Prof. Dr. Nantana Gajaseni, Acting Chair Person of AUN QA-Council di Ruang theatrikal lantai 1 gedung Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kegiatan yang dihadiri jajaran rektor dan dosen Perguruan Tinggi Islam ini dilaksanakan pada hari Selasa, 26 juni 2018 di Ruang theatrikal Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menghadirkan pembicara utama Assoc. Prof. Dr. Nantana Gajaseni (Acting Chair Person of AUN-QA Council).

 "AUN- QA merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh AUN yang bertujuan untuk melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN," kata dia.

Ini adalah salah satu bentuk pemantauan kualitas dari AUN, kata dia, yang berusaha melakukan pengukuran secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan terhadap universitas-universitas anggotanya. AUN QA merupakan sebuah assessment, dan bukan akreditasi. Akreditasi sendiri merupakan bagian dari QA.

"Penilaian dilakukan secara mandiri (self assessment) dengan melakukan penulisan SAR (Self-Assesment Report). Proses ini diikuti dengan konfirmasi kelengkapan dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu barulah akan dilakukan proses visitasi oleh tim reviewer dari anggota AUN yang berasal dari negara ASEAN lainnya untuk memberikan masukan terhadap self assessment yang telah dilakukan," beber dia.

Sementara itu, Gandi yang mewakili PGMI STAINU Temanggung berharap, pihaknya belajar dari proses AUN QA sebagai salah satu standardisasi akreditasi internasional.

"Melalui kegiatan ini, dosen dapat berbagi informasi, bersinergi dengan beberapa Program Studi dari Perguruan Tinggi Islam sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas prodi PGMI Stainu Temanggung," kata Gandi. (Hs33/hms).

Ilustrasi
HARIANGURU.com - Berdasarkan rencana Pemerintah untuk kembali membuka penerimaan CPNS tahun 2018, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai koordinator pelaksana seleksi nasional tengah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan. Maka, lowongan CPNS tahun 2018 ini sudah disiapkan dari segi konsep sampai teknisnya,

Sesuai dilansir dari laman resmi Kemenpan RB, dijelaskan infrastruktur tersebut mulai dengan proses pendaftaran secara online melalui https://sscn.bkn.go.id (web SSCN), Seleksi Administrasi, sampai dengan proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sambil menunggu pengumuman penerimaan CPNS resmi yang akan dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), BKN telah melakukan peningkatan kapasitas (upgrading) web SSCN, karena diperkirakan akan terdapat 8-10 juta pendaftar. Sistem Helpdesk dan pengaduan akan dilaksanakan dengan lebih efektif, cepat, transparan dan efisien. Sistem Helpdesk ini akan dibuat secara online (yang menyatu dengan web SSCN) maupun offline di Kantor Pusat BKN dan 14 Kantor Regional BKN.

Pelaksanaan SKD dan SKB tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN dengan perbaikan SOP dan pengembangan fitur perangkat lunak.

Karena diperkirakan penerimaan CPNS kali ini dimaksudkan untuk penambahan PNS di pusat dan daerah, maka titik-titik lokasi SKD dan SKB akan berada di 34 provinsi, dengan memperhitungkan jarak dan kendala transportasi peserta.

Untuk itu BKN sedang menjajaki kerja sama dengan BKD/BKPSDM/BKPP di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki fasilitas CAT. Penjajakan serupa dilakukan pula dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki fasilitas UKG dan UNBK.

Dengan kebijakan rekrutmen yang kompetitif, adil, objektif, transparan, tidak KKN, dan bebas biaya ini, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang berkaitan dengan penerimaan CPNS. Jangan pernah percaya jika ada pihak yang menjanjikan dapat membantu dalam penerimaan CPNS dengan atau tidak dengan imbalan tertentu.

Informasi resmi penerimaan CPNS hanya berasal dari web dan kanal informasi Kementerian PANRB dan BKN. Untuk BKN telah disediakan berbagai kanal informasi yaitu web www.bkn.go.id serta media sosial twitter.com/BKNgoid, facebook.com/BKNgoid, instagram.com/BKNgoidOfficial serta youtube.com/c/BKNgoidOfficial. (Red-HG99/PR).

Kendal, Harianguru.com - Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Negeri Kendal menggelar Reuni angkatan tahun 1998 dengan tema "Temu Kangen Konco Lawas", Jumat siang (22/06/2018) bertempat di Rumah Makan Aldila Kendal, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti 80 orang lebih dari para alumni. Acara diawali dengan pembacaan doa dan mendoakan para sahabat yang sudah mendahului meninggal dunia dengan bacaan tahlil.

Dalam sambutannya ketua panitia Agustina Dwi Pamuji, S.S., menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni yang hadir dalam acara reuni SMPN 1 Kendal angkatan 1998. "Saya atas nama kutua panitia maupun nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara yaitu Ninik, Jamzuri, Umar, Luqman, Elan, Hesti, Lala, Tetik, Anang, Sumarno, Ali dan Zingkohen. Dan saya ucapkan terima kasih juga atas partisipasinya dari para alumni yang sudah hadir dalam kesempatan temu kangen konco lawas ini, semoga acara ini akan lebih mempererat tali silaturahim yang selama 20 tahun sudah kita terpisah," ujarnya.

"Saya berharap dengan adanya reuni ini kedepan bisa menjadi agenda tahunan, untuk memperkuat persaudaraan kita, jika ada saudara yang sakit kita bisa bahu membahu untuk memberikan dukungan, baik dukungan secara moral mupun dukungan materi," harap Tina.

Selain itu disampaikan juga oleh Elan Afilia Ardiani  anggota panitia bahwa acara ini dimeriahkan oleh musik dangdut dan banyak doorprize  yang di bagikan kepada alumni yang hadir. "Acara ini kami mulai sejak Pukul 13:00 dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya ada organ tunggal dan bagi bagi doorprize dengan undian nomer di dalam snack makanan masing-masing peserta," jelasnya.

Sedangkan Nurhanifah salah satu alumni yang hadir dalam acara itu mengaku sangat senang bisa  bertemu kembali setelah 20 tahun berpisah. "Rasa bahagia bercampur dengan rasa kesedihan, karena selama 20 tahun lamanya baru kali ini saya bisa bertemu dengan teman- teman SMP. Kebahagiaan saya bisa berkumpul bercanda bersama, dan kesedihanku harus berpisah kembali dengan teman-teman, saya berharap acara ini harus tetap berjalan agar hubungan baik ini tetap terjaga walaupun kita sudah subuk dengan urusan masing-masing," harapnya.

Usai pembagian doorprize dilanjut dengan makan bersama, mereka saling bercengkrama bercanda gurau seakan mengulang 20 tahun lalu waktu mereka masih duduk di bangku SMP, terlihat saat mereka tertawa terbahak-bahak penuh dengan kebahagiaan.

Diakhir acara Tina berpesan kepada teman-teman alumni. "Ada kegiatan yang lebih penting lagi yaitu kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) yang nanti akan kita lakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu, maka dari itu kekompakan menjadi dasar utama kita untuk menyukseskan program mulia ini," tuturnya.

Acara diakhiri dengan doa penutup dan foto bersama. (Red-HG99/Heri).

Ilustrasi
TK IT Nurul Ilmi Bumi Wanamukti (dekat RSUD Ketileng Kota Semarang) membutuhkan 2 guru dengan persyaratan:

1.Lulusan pendidikan S1
2. Perempuan berhijab), bisa mengaji, dan menyukai dunia anak-anak
3. Diutamakan domisili Semarang.

Pengiriman berkas lamaran langsung ke sekolah pada tanggal 3 Juli 2018 - 5 Juli 2018.
silahkan share barangkali ada yang membutuhkan.
CP : Azizah WA (087837272589)

Ilustrasi
Assalaamualaikum Wr, Wb

Dibutuhkan guru mata pelajaran
NO MAPEL KODE
1. Pend. Kewarga Negaraan (PKN)
2. Pend.
fisika/biologi/kimia (IA)
3. Bahasa Inggris (BN)
4. Teknologi Informasi (IT)

Persyaratan :
1. S1 sesuai bidang yg dibutuhkan (linier)
2. Bisa bekerja secara personal maupun team.
3. Mampu berkomunikasi dengan baik.
4. Mampu membaca Al Qur'an.
5. Siap patuh dan taat dengan peraturan yang ada.
6. Usia max. 35th

Fasilitas :
1. Asrama bagi guru yg blm menikah
2. Makan 3X sehari

Kirimkan lamaran anda ke :
Pondok Pesantren Multazam
Jenjang SMP-SMA
Griya payung indah 3A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.

Telp / wa : 08574029618

Wassalaamu'alaikum  Wr,Wb

Nb:
# Amplop lamaran ditulis kode.
# lamaran dikirim paling lambat tanggal 30 juni 2018

Jakarta, Harianguru.com - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengadakan lomba foto pendidikan dan kebudayaan. Saat ditutup pada tanggal 2 Mei 2018 pukul 16.00 WIB, lomba yang bertema "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" ini telah menerima 7.036 karya foto.

Dalam durasi tidak sampai dua bulan sejak dibuka pada 20 Maret 2018,  kategori pelajar diikuti oleh 1.655 foto, kategori guru 1.839 foto, kategori wartawan 430 foto, dan yang terbanyak kategori umum 3.112 foto.

Ari Santoso, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud selaku penyelenggara lomba, menyampaikan bahwa animo yang begitu besar dari masyarakat ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berkisar 5 ribuan foto. Peserta dan juga lokasi pengambilan foto tersebar dari Timur hingga Barat Indonesia.

"Pengambilan foto tidak harus menggunakan kamera DSLR, namun kamera ponsel juga bisa. Ini untuk membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat," ujar Ari Santoso di Jakarta pada 7 Juni 2018.

Para pemenang lomba telah diumumkan pada Kamis (7/6/2018) kemarin melalui laman dan media sosial Kemendikbud. Pemenang tersebar dari paling barat Kab. Bangka, provinsi Bangka Belitung, hingga paling timur Kab. Biak Numfor, provinsi Papua.

Selain lomba foto, lomba artikel dan jurnalistik bidang pendidikan dan kebudayaan 2018 juga telah diumumkan. Sejak dibuka pada tanggal 20 Maret 2018 hingga 21 April 2018, terhitung 846 artikel opini dan features telah dikirimkan oleh peserta melalui laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id. Untuk kategori opini guru berjumlah 419 artikel, kategori opini umum 292 artikel, dan kategori wartawan sebanyak 135 features.

Berikut pada juara dari beberapa kategori:
Kategori Artikel/Opini Guru:
1. Pemenang 1 oleh Junaidi asal Kota Padang Sumatera Barat
2. Pemenang 2 oleh Supadilah asal Kabupaten Lebak, Banten
3. Pemenang 3 oleh Robertus Arifin Nugroho asal Kulon Progo, DIY

Kategori Artikel/Opini Umum:
1. Pemenang 1 oleh Hamidulloh Ibda asal Kota Semarang, Jawa Tengah
2. Pemenang 2 oleh Romi Febriyanto Saputro asal Sragen, Jawa Tengah
3. Pemenang 3 oleh Muhammad Istbatun Najih asal Kudus, Jawa Tengah

Kategori Karya Jurnalistik (Features):
1. Pemenang 1 oleh Sri Juliati
2. Pemenang 2 oleh Melda Riani
3. Pemenang 3 oleh Muhammad Oliez

Ari menyampaikan bahwa para pemenang akan dihubungi oleh panitia melalui telepon maupun surel. "Hati-hati penipuan, pemenang tidak dipungut biaya apapun," tutup Ari mengingatkan. (Anang Kusuma).

Pati, Harianguru.com - Dalam rangka menyukseskan visi misi, Sekolah Menengah Kejuruan Jamaah Pasrah (SMK Japa) Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggandeng wali murid atau orangtua siswa.

Hal itu terungkap dalam pertemuan jajaran pihak sekolah dengan wali murid pada Sabtu (9/6/2018) di gedung SMK Japa dalam agenda silaturahim dan penerimaan rapor. "Selamat datang orang tua / wali murid di SMK Jamaah Pasrah. Dalam acara Silaturahim dan penerimaan rapor ini,  pihak sekolah meminta dukungan orang tua/wali murid untuk mewujudkan visi misi SMK Jamaah Pasrah," kata Minanurrohman Kepala SMK Japa di sela-sela pertemuan.

Pihaknya menegaskan, secara umum visi SMK Japa adalah untuk mencetak pelajar berkualitas, memiliki akhlak dan beriman serta bertakwa. "Kami bertedak untuk mengahantarkan siswi-siswi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan bertakwa," lanjut dia.

Minan juga menjelaskan, bahwa SMK Japa merupakan sekolah yang bernaung di Yayasan Jamaah Pasrah (YJP). Sejak pertama dibuka, SMK Japa memiliki jurusan Teknik Kerja Jaringan (TKJ) dan Rekaya Perangkat Lunak (RPL).

Saat ini, SMK Japa berlokasi di Jalan Raya Tayu-Puncel KM. 10 Desa Dukuhseti, RT 6/RW4 Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. "Kami bertekad untuk Mewujudkan Peserta Didik Cerdas, Berakhlakul Karimah, dan Berkompetensi appeared first on Layanan Digital untuk Nahdliyin dan Indonesia," tegas Minan.

Untuk menggapai hal itu, SMK Japa memiliki sejumlah program unggulan. Mulai dari kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf), Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Alquranm latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab), berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari, juga Diskusi dan Penelitian Ilmiah.

Ada juga Kepramukaan, Pengembangan Olahraga, Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis, Pengembangan Seni Beladiri, Tahfidhul Qur’an, Pengembangan jurnalistik dan publisistik, Pengembangan Exacta (Lab Skill), Keterampilan, dan Wirausaha.

Melalui forum silaturahmi dan pembagian raport itu, Minan berharap semua wali murid turut mendukung suksesi visi misi. (red-HG78/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Perwakilan mahasiswa STAINU Temanggung yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (IMMPI) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) GRIP ikut sukseskan Buka Bersama Karo TPQ Darussalam yang disingkat "Bakar Tadarus", Jumat (8/6/2018).

"Kami perwakilan dari keluarga TPQ Darussalam mengucapkan banyak terimakasih kepada Mahasiswa STAINU Temanggung yang sudah menjalin kerjasama ini ditahun kedua ini," ujar pengasuh TPQ Darussalam Ustaz Rofingi.

Ditambahkan pula semoga jalinan kerjasama ini bisa selalu terjalin dengan baik.

Begitu pula halnya yang disampaikan oleh Kharis Bastoni selaku koordinator dari acara tersebut. "Semoga jalinan kerjasama ini benar-benar terjalin dengan baik dan selalu berjalan setiap tahunnya," beber dia.

Acara tersebut bertempatkan di dusun Temandang Pendowo, Kranggan, Temanggung. Acara dimulai dengan bacaan Alfatihah, kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan sambutan-sambutan.

Setelah itu berbagi pengalaman dari mahasiswa kepada anak-anak TPQ Darussalam dan dipungkasi dengan acara buka bersama. (Red-HG29/Mus).

Ilustrasi
Jakarta, Harianguru.com - Untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan guru di sekolah negeri, khususnya di sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan guru. Total kebutuhan guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah negeri berjumlah 988.133 orang.

Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso, di kantor Kemendikbud, Rabu (06/06/2018).

“Jumlah guru sekolah negeri saat ini sebanyak 2.114.765 orang, terdiri atas guru ASN 1.378.940 orang, dan guru non ASN berjumlah 735.825 orang. Untuk memenuhi kebutuhan guru saat ini, kita butuh sebanyak 988.133 guru ASN. Namun, dengan asumsi ada guru yang bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran dan dapat mengajar di tingkat kelas yang berbeda maka bisa diupayakan cukup dengan 707.324 guru PNS saja,” jelas Ari. dalam siaran pers yang diterima harianguru.com yang dikirim Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 6 Juni 2018.

Pihaknya menambahkan, untuk memenuhi kekurangan guru akibat adanya yang pensiun, mutasi, promosi, meninggal, penambahan ruang kelas baru, penambahan unit sekolah baru, dan sebagainya, Kemendikbud pada tahun ini mengusulkan penambahan sekitar 100 ribu guru ASN kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

“Usulan pemenuhan kekurangan guru setiap tahun mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2024 untuk menggantikan guru yang pensiun dan karena kenaikan akses pendidikan berjumlah 707 ribu guru ASN dengan asumsi dipenuhi dalam 7 tahun, maka Kemendikbud untuk tahun ini mengusulkan pengangkatan sekitar 100 ribu guru kepada KemenPAN dan RB,” terangnya.

“Pola rekrutmen guru sesuai dengan pola yang di tentukan dan berkualitas, karena guru akan mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Terkait dengan prioritas sekolah yang membutuhkan guru baru, Ari mengatakan, Kemendikbud membuat urutan atau peringkat berdasarkan kriteria yang ditentukan, seperti ketersediaan ASN, status daerah tertinggal, rasio guru dan murid, mata pelajaran prioritas, dan fiskal. “Penentuan sekolah yang membutuhkan guru baru ditempatkan ke sekolah sesuai dengan peta perhitungan, dan dikawal agar tidak di tempatkan di luar sekolah yang membutuhkan,” pungkas Ari. (hg55/hms).

Harianguru.com  -Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Fotografi Pendidikan dan Kebudayaan 2018 telah selesai bulan lalu. Pada hari Kamis 7 Juni 2018, Kemdikbud lewat laman resminya telah mengumumkan Pemenang Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik 2018 dari tiga kategori.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 telah mengadakan Lomba Apresiasi Jurnalistik dan Fotografi, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018. Lomba ini terbuka untuk umum.

Lomba artikel (opini) dan karya jurnalistik (features) pendidikan dan kebudayaan bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para penulis dan jurnalis yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori artikel (opini) untuk guru, artikel (opini) untuk umum, dan karya jurnalistik (features) untuk wartawan. Tema lomba tahun 2018 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Berikut pada juara dari beberapa kategori:
Kategori Artikel/Opini Guru:
1. Pemenang 1 oleh Junaidi asal Kota Padang Sumatera Barat
2. Pemenang 2 oleh Supadilah asal Kabupaten Lebak, Banten
3. Pemenang 3 oleh Robertus Arifin Nugroho asal Kulon Progo, DIY

Kategori Artikel/Opini Umum:
1. Pemenang 1 oleh Hamidulloh Ibda asal Kota Semarang, Jawa Tengah
2. Pemenang 2 oleh Romi Febriyanto Saputro asal Sragen, Jawa Tengah
3. Pemenang 3 oleh Muhammad Istbatun Najih asal Kudus, Jawa Tengaj

Kategori Karya Jurnalistik (Features):
1. Pemenang 1 oleh Sri Juliati
2. Pemenang 2 oleh Melda Riani
3. Pemenang 3 oleh Muhammad Oliez

Pemenang akan dihubungi juri dan hati-hati penipuan. (Hg33).

Pembukaan Baksos IMPARA
Blora, Harianguru.com - Di bulan suci Ramadhan 1439 H ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi daerah Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora (IMPARA) Semarang menyelenggarakan Bakti Sosial (BAKSOS) yang di buka langsung oleh Bapak Istono Kepala Desa Tinapan,Todanan, Blora yang dilanjut dengan LCC (Lomba Cerdas Cermat), Kamis (7/6/2018).



Pembukaan Baksos di laksanakan di Balai Desa Tinapan, Todanan, Blora bakda terawih jam 20.00 WIB,dihadiri oleh Perangkat Desa, Masyarakat Desa Tinapan dan anak-anak TPQ yang berantusias untuk mengikuti LCC selesai pembukaan.



"Saya mewakili masyarakat Desa Tinapan mengucapkan banyak terimakasih kepada adik-adik IMPARA Semarang karena telah hadir di Desa kami, dan mengadakan Baksos disini, kami mengucapkan selamat datang semoga dilancarkan Baksosnya dan amal ibadah, kebaikan adik-adik mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT," ujar Istono Kepala Desa Tinapan dalam forum itu.



LCC berlangsung sangat sengit, ada 4 kelompok yang hadir mewakili dari Dukuh Tinapan, Kalijalin, Kedung Mulyo, Kalonan dan Dukuh Bandol Kidul yang kebetulan berhalangan hadir, dikarenakan jarak tempuh yang lumayan jauh dan jalanya masih tatanan bebatuan putih belum terjangkau aspal menuju balai Desa Tinapan.



Perlombaan di bagi menjadi 3 babak , babak pertama sistem skor pertanyaan bagi rata, kedua pertanyan rebutan, dan ketika babak tambahan dan penguranan point, dengan pertanyaan seputar Agama, Umum , dan Sosial.



Pertarungan berlangsung sengit pasca babak kedua, karena ada yang di unggulkan dan ada yang pointnya menjadi ketinggalan jauh.



Akhirnya setelah ketatnya persaingan LCC juara I di raih Dukuh Kedung Mulyo , Juara II Dukuh Kalijalin, Juara III Dukuh Tinapan dan juara harapan I dari Dukuh Kalonan.



Sorak sorai, tepuk tangan dari warga Tinapan yang menyaksikan LCC dari awal sampai akhir mewarnai penutupan LCC, dan menandakan telah berakhirnya perlombaan tersebut.



Ayum Fitriana selaku Ketua IMPARA Semarang mengucapkan terimakaih kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Tinapan karena telah menyambut kehadiran IMPARA Semarang.



"Semoga apa yang menjadi tujuan baik kami disini dapat tercapai dan membawa keberkahan untuk kami dan khususnya untuk masyarakat Desa Tinapan," lanjutnya. (hg09/sofa).


Temanggung, Harianguru.com - Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo, S.I.K, M.IK mengajak generasi muda khususnya pemuda NU untuk menolak tegas dan melawan radikalisme.

Hal itu ia ungkapkan saat memberi materi terhadap peserta kegiatan Sarasehan dan Buka Bersama dengan tema “Peran Pemuda dalam Menangkal Faham Radikalisme” yang digelar Polres Temanggung bekerjasama dengan LPM Grip STAINU Temanggung bertempat di Masjid Ash – Shohabat Asrama Polisi Gemoh Temanggung pada Rabu sore (06/06/2018).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo, S.I.K, M.IK menegaskan, Islam bukanlah agama teror, melainkan agama rahmat dan kasih sayang. Namun, stigma Islam itu teror lahir karena ulah segelintir orang. “Saya ambil contoh peristiwa di Surabaya beberapa waktu yang lalu,” tegas pejabat kepolisian tersebut yang dihadiri puluhan aktivis dari mahasiswa STAINU Temanggung, IPNU-IPPNU, PMII, dan Racana serta pelajar di Temanggung.

Disambung kembali, itu merupakan paham radikalisme yang akan sangat meresahkan warga sekitar bahkan sampai ke semua penjuru. “Karena yang melakukan aksi radikal tersebut berbusana muslim, berakibat terhadap orang yang non muslim beranggapan bahwa muslim itu teroris,” tegas dia yang didampingi Ketua STAINU Temanggung Drs H Moh Baehaqi, MM dan AKP Abu Dardak sebagai Kepala Satuan Binmas Polres Temanggung.

Ini sangat disayangkan, kata dia, karena agama Islam itu rahmatan lil alamin. “Ini menjadi sebuah bumerang terhadap Islam karena dia anggap teroris,” lanjutnya.

Dikatakannya, sebab ini semua karena paham yang digunakan adalah takfiri. “Mengkafirkan yang berada di luar paham atau aliran mereka. Ketika mereka tidak mengikuti imamnya maka orang lain dianggap kafir,” paparnya.

Diteruskannya, mereka didoktrin hanya untuk memikirkan akhirat tidak untuk memikirkan dunia. “Satu alasan tersebut membuat berbagai jalan atau cara muncul untuk mencapai ridho Allah SWT dengan cara berjihad. Jihadnya dengan melakukan bom bunuh diri sebagai syaratnya membunuh orang kafir menurut sepemahaman mereka. Tidak mau bunuh diri sebelum orang di luar mereka mati,” jelas dia.

Disambungnya, begitu miris sekali dengan pemahaman seperti itu. Padahal, kata dia, hakikat manusia adalah untuk saling tolong menolong bukan untuk saling membunuh. Ini merupakan pemahaman yang perlu dibasmi agar negara kita ini aman dari paham radikal.

“Satu contoh kemarin, santri dari Gus Furqon Prapak Kranggan selaku Ketua PC NU Temanggung yang santrinya ingin pulang ke Kalimantan,” kata laki-laki berbadan gagah itu.

Dikatakannya, sesampainya di Simpang Lima Kota Semarang santri tersebut mondar mandir dengan membawa bekal yang lumayan banyak. Karena sedang viral isu tersebut anggota kepolisian dengan cepat curiga dan langsung mengamankan santri tersebut dan menyuruh untuk membuka bekalnya. Namun yang didapatkan hanyalah barang-barang keseharian santri tersebut.

“Sangat jelas sekali imbasnya, bukan hanya kepada mereka yang meninggal saja. Namun santri yang tampilannya agamis menjadi sasaran kecurigaan para anggota sebagai sikap waspada terhadap teroris,” tegas dia.

Di sela-sela jeda waktu menunggu buka puasa, beliau berpesan kepada seluruh peserta sarasehan yang terdiri dari kalangan muda, baik dari tingkat pelajar, mahasiswa serta umum agar peserta jangan mudah percaya dengan paham radikalisme dan terorisme. “Jadikan negara kita aman dari bahaya untuk mewujudkan kedamaian di lingkungan masyarakat,” beber dia.

Kemudian kegiatan ini ditutup dengan sholat magrib berjamaah setelah melakukan buka puasa bersama narasumber, panitia dan peserta. (red-HG99/Wahyu EW).


Temanggung, Harianguru.com - Pada Rabu (06/06/2018) bertempat di Masjid Ash – Shohabat Asrama Polisi Gemoh Temanggung, LPM GRIP STAINU Temanggung mengadakan kegiatan ngabuburit dengan cara ngaji tentang paham radikalisme dan terorism. Acara tersebut dikemas dengan nama sarasehan dan buka puasa bersama.

Dalam forum itu, Polres dan STAINU Temanggung sepakat menolak tegas radikalisme yang meresahkan. “Kami berterimakasih kepada Pihak Kepolisian Resor Temanggung, khususnya Satuan Binmas Polres Temanggung telah berkenan untuk bekerjasama dengan kami untuk mengadakan kegiatan tersebut,” ujar Musyafak Ketua Umum LPM GRIP STAINU Temanggung.

Tandanya kembali, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi resiko pemahaman para generasi muda Indonesia terhadap paham radikaslime dan untuk melawan para teroris yang meresahkan masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain hal tersebut juga sebagai silaturahim pengurus LPM GRIP terhadap generasi muda di luar kampus STAINU Temanggung.

AKP Abu Dardak sebagai Kepala Satuan Binmas Polres Temanggung dalam sambutannya mengajak pemuda menolak radikalisme. “Generasi muda Indonesia pada umumnya dan Temanggung pada khusunya harus mampu menangkal paham radikalisme ini. karena telah menjadi teror yang sangat menakutkan bagi masyarakat awam,” tandasnya.

Disambungnya, sangat perlu diadakan kegiatan ini agar pemahaman tentang gerakan radikalisme tersebut dapat diminimalisir dengan khalayak umum yang paham dengan ciri-ciri gerakan tersebut.

Dilanjutkan, agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan kerjasama antara LPM GRIP dan Polres Temanggung dapat berjalan terus kedepannya.

“Sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sedang marak isu tentang radikalisme dan terorisme yang telah terjadi beberapa waktu terakhir” kata Muh. Baehaqi selaku Ketua STAINU Temanggung.

Dilanjutkan, mumpung di bulan yang suci ini kita bermuwajahah untuk ngaji bareng tentang gerakan-gerakan yang akan menghancurkan rasa toleransi dalam berkehidupan sosial. Insyaallah bertemunya dan berkumpulnya kita dalam satu majelis ini mendapat ilmu yang bermanfaat untuk meminimalisir apa yang menjadi tema pada sarsehan kali ini.

Disambungnya, bahwa di sarasehan ini bukan hanya sekedar paham akan gerakan-gerakan takfiri, namun, juga perlu di ketahui di 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini memiliki banyak khasiat yang sangat luar biasa. Oleh karena itu marilah kita jalankan puasa kali ini dengan di dasari hati yang ikhlas.
Sarasehan tersebut di tutup oleh narasumber AKBP Wiyono Eko Prasetyo selaku Kapolres Temanggung. “Paham radikal dan terorism perlu ditekan agar tidak menjadi virus di masyarakat” kata dia.

Dikatakan, mereka diajak untuk berjihad, akan tetapi hanya sebatas perang. Mereka didoktrin untuk hidup hanya fokus kepada akhirat, tidak kepada dunia yang fana. Sangat disayangkan adalah syarat bunuh diri harus membunur orang lain terlenih dahulu yang afiliasinya berada diluar kaum mereka. Disebabkan karena mereka beranggapan orang yang berada di luar mereka adalah kafir, yang sering dikenal dengan gerakan takfir.

Dipenghujung penyampaiannya, laki-laki nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Temanggung tersebut mengajak kepada peserta untuk barhati-hati memahami paham yang sekiranya meragukan. Jangan sampai paham itu mampu masuk kepada kal pikiran kita yang akan berakitan kepada orang sekitar kita.

Bersama narasumber, tamu undangan dan peserta sarasehan setelah terdengar bunyi sirine langsung membatalkan puasanya dan melakukan buka puasa bersama dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum serta para anggota Kepolisian Resor Temanggung. (hg09/Egi).


Temanggung, Harianguru.com - Hari Selasa (02/06/2018) bertempat di traffic light perempatan Cekelan, Temanggung, sejumlah aktivis Racana STAINU Temanggung berbagi dengan sesama, mereka melakukan bhakti Ramadhan berbagi takjil dengan para pengguna jalan atau pengendara kendaraan bermotor.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai pengamalan Dasa Dharma yang selalu diterapkan oleh para pramuka” kata Wahyu Egi Widayat selaku Ketua Racana Putra.

Dilanjutkannya, bertepatan di bulan Ramadhan ini sebagai bulan yang mulia untuk saling memberikan manfaat terhadap sesama. “Karena seperti pada bimbingan yang sering sampaikan oleh para dosen dibulan puasa ini pahala dilipat gandakan. Bukan semata-mata untuk memperoleh pahalan namun sebagai mahluk sosial untuk saling berbagi,” lanjut dia.

Di sini, kata dia, kami sebagai mahasiswa juga harus mampu bersosial masyarakat.

Diteruskan, bahwa pramuka bukan hanya sekedar fokus pada pembentukan karakter namun juga pada sosial bermasyarakat sehingga dengan ini pramuka juga mampu bermanfaat untuk sesama.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk Racana STAINU Temanggung agar anggota racana juga mampu belajar diluar lingkungan kampus,” ujar dia.

Dikatakan dia, untuk bhakti ramadhan ini juga sebagai perekat kekluargaan antara anggota racana. Karena kekluargaan juga termasuk titip poin atau sasaran pengurus agar kedepan setelah para anggota purna jabatan.

Wahyu Ratnasari sebagai Ketua Racana Putri menyampaikan selain bhakti ramadhan ini racana juga ada agenda buka bersama setelah selesai membagikan takjil gratis.

Diterukan olehnya, program kerja kedepan juga dibahas setelah buka bersama seperti yang sudah di buat pada awal pembentukan racana beberapa bulan yang lalu sebagai acuan pelaksanaan kegiatan racana.

“Khusunya bagi para anggota yang kuliah di jurusan tarbiyah yang nantinya akan berkecimpung dengan dunia pendidikan” ujar dia.

Pemerintah telah menerapkan kurikulum 2013, bahwa pramuka sudah mulai diwajibkan. Sehingga dengan mengikuti Unit Kajian Mahasiswa (UKM) Racana ini mampu menambah wawasan dalam bidang kepramukaan, disambung dia.

Disela-sela akhir wawancara, mereka berdua mengatakan khusunya kepada mahasiswa atau generasi muda Indonesia sebagai penerus bangsa dimasa mendatang untuk selalu belajar tentang kepramukaan karena di pramuka bukan hanya sekedar belajar tetang keterampilan kepramukaan saja, namun juga ada manfaat lain yang akan berguna di dalam bersosial masyarakat. (hg33/wew).


Temanggung, Harianguru.com - Bersamaan dengan bulan Ramadhan tahun 1439 H, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Temanggung membagikan takjil gratis di Perempatan Terminal Temanggung, Jawa Tengah sebagai pelaksanaan program kerja.

“Kegaiatan ini merupakan program kerja BEM juga sebagai menambah amal ibadah terlebih di bulan suci Romadhan,” kata M. Ulfi Fadli Wakil Presiden Mahasiswa STAINU Temanggung, Selasa (5/6/2018).

Dilanjutkan, kegiatan ini diawali dengan membuat takjil bersama-sama di kampus karena kegiatan ini bekerjasama dengan beberapa organisasi atau Unit Kajian Mahasiswa (UKM) yang ada. Diantaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Unit Kajian Islam (UKI).

“Pembagian takjil dimulai mendekati berbuka puasa bersama-sama dengan para anggota” tandas dia.
Disambung dia, 400 bungkus takjil dibagikan kepada pengendara kendaraan bermotor di semua penjuru arah. Bukan hanya kepada pengendara kendaraan bermotor saja namun juga kepada pengguna jalan yang melintas disekitaran perempatan tersebut.

“Terakhir setelah kegiatan pembagian takjil, bersama anggota melakukan berbuka puasa bersama dan dilanjutkan dengan terawih bersama” ujar dia sebagai penutup wawancara pada media.
M. Fadloli Al Hakim selaku dosen STAINU Temanggung yang mendampingi juga membantu kegiatan ini.

“Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut di tahun kedepannya. Karena selin untuk promosi kampus di khalayak umum juga memperoleh manfaat yang labih terutama mendapatkan pahala” ujar dia.

Disambung dia, kegiatan tersebut juga sebagai pembuktian bahwa mahasiswa aktif dalam bersosial bermasyarakat, bukan hanya fokus pada pembelajaran dikelas dan sangat mengapresiasi kegiatan karena merupakan aktifitas yang positif. “Sangat bahagia bisa berbagi,” lanjut dia. (hg44/wew).

Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali melakukan penataan jajaran pejabat pimpinan tinggi utama, administrator, dan pengawas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebanyak 208 pejabat struktural dilantik ke dalam jabatan baru bersama dua orang pejabat fungsional Pengembang Teknologi Pendidikan (PTP).

"Pelantikan ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari perubahan struktur organisasi dan tata kerja pada beberapa unit di kementerian," disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya, di Plaza Insan Berprestasi, kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Ada beberapa unit yang dihilangkan agar organisasi dapat lebih ramping dan lincah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun tour of duty dan tour of area yang terus dilakukan adalah demi penyegaran, peningkatan kompetensi, dan agar para pejabat di lingkungan Kemendikbud mampu memahami permasalahan di unit yang berbeda-beda.

"Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan jasa-jasanya selama melaksanakan tugas jabatan," kata Mendikbud.

Mendikbud melantik Sutanto sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesditjen Dikdasmen). Sedangkan Dyah Ismayanti dilantik sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal. Pelantikan kembali Kepala Biro Kepegawaian menjadi Kepala Biro SDM sejalan dengan penyesuaian organisasi dan tata kerja (OTK) Kemendikbud yang baru melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 11 Tahun 2018.

Dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Mendikbud melantik M. Qudrat Wisnu Aji sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Bambang Winarji yang sebelumnya menjabat Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah dilantik sebagai Direktur Tenaga Kependidikan. Sedangkan Sri Renani Pantjastuti yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dilantik sebagai Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Adapun Thamrin Kasman yang sebelumnya menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah hari ini dilantik sebagai Inspektur II di Inspektorat Jenderal. Sore ini, Mendikbud juga melantik pejabat fungsional Nelwan Isa dan Didik Wira Samodra sebagai Pengembang Teknologi Pendidikan Ahli Madya.

"Ciptakan kepemimpinan yang menyejukkan dan demokratis, sehingga menumbuhkan kreativitas dan produktivitas kerja," pesan Mendikbud di akhir sambutannya. (hg44/hms)

Jakarta, Harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Direktorat PSMA) menyelenggarakan Sarasehan Penguatan Pendidikan Karakter di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, dari tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2018. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah menyosialisasikan kebijakan dan strategi pencegahan penyebaran radikalisme.

Kegiatan sarasehan nasional ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Kamis (31/5/2018). Dalam pembukaan tersebut, Mendikbud didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad.

Mendikbud menyambut baik diselenggarakannya kegiatan sarasehan ini mengingat tantangan permasalahan yang semakin berat yang mengancam tumbuh kembangnya jati diri anak-anak bangsa saat ini. Dua bahaya besar yang mengancam generasi muda Indonesia adalah radikalisme dan narkoba. "Ancaman itu datang dari berbagai lini, terutama dua ancaman besar bagi generasi muda yaitu narkoba dan radikalisme," kata Mendikbud saat membuka acara tersebut.

Oleh karena itu semua pihak perlu terus meningkatkan kewaspadaan dan bahu membahu melindungi generasi muda dari semua ancaman-ancaman tersebut dengan memperkuat karakter moral dan karakter kebangsaan. Muhadjir menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan prioritas pemerintah Presiden Joko Widodo. "Dasar hukum penguatan pendidikan karakter ini sudah kuat, yaitu Perpres Nomor 18 Tahun 2018, jadi kita harus bahu membahu menguatkan karakter anak-anak bangsa," kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Mendikbud menambahkan bahwa pemerintah perlu membuat langkah-langkah terukur dan sistemik dalam menguatkan karakter kebangsaan siswa dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Langkah-langkah yang diambil pemerintah perlu didukung seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu Mendikbud mengajak seluruh elemen bangsa turut mendukung program penguatan pendidikan karakter.

Dirjen Dikdasmen mengatakan tujuan sarasehan nasional ini adalah: a. memperkuat sikap cinta damai dan cinta tanah air dari siswa SMA sehingga mereka mampu menghindari diri dari pengaruh negatif yang mengancam; b. menyosialisasikan kebijakan dan strategi pencegahan penyebaran radikalisme; c. memperoleh masukan perihal cara-cara terbaik dalam melindungi peserta didik dan memperkuat ketahanan sekolah menghadapi bahaya penyebaran radikalisme; dan d. Mengkoordinasikan dan mensinergikan upaya pencegahan penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan.

Hamid menambahkan jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 174 orang. Peserta sarasehan terdiri dari unsur dinas pendidikan provinsi 6 orang, kepala SMA 55 orang, pembina OSIS 44 orang, pembina Rohis 11 orang, ketua OSIS 42 siswa, ketua Rohis 11 siswa, dan komite sekolah 5 orang. "Untuk kegiatan kali ini peserta kami undang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta. Pada tahun ini kami mengambil fokus di provinsi-provinsi tersebut namun pada tahun-tahun berikutnya akan kita perluas dari daerah-daerah lainnya," kata Hamid Muhammad. (hg44/Nur Widiyanto / Erika Hutapea).

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan bahwa reformasi sekolah menjadi tema besar program pemerintah di bidang pendidikan dasar dan menengah. Salah satu kebijakan yang ditempuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah penerapan sistem zonasi pada persekolahan.

"Zonasi merupakan salah satu strategi percepatan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Target kita bukan hanya pemerataan akses pada layanan pendidikan saja, tetapi juga pemerataan kualitas pendidikan," disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy di depan Kepala Dinas Pendidikan yang mengikuti sosialisasi peraturan bidang pendidikan dasar dan menengah, di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Meskipun kewenangan pendidikan dasar dan pendidikan menengah telah dibagi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, diharapkan kerja sama antar pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi tidak dibatasi oleh sekat-sekat birokrasi. Guru Besar Universitas Negeri Malang ini juga berpesan kepada jajarannya yang berada di daerah agar memperkuat kerja sama dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota di wilayah tugasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 yang menggantikan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tidak banyak perubahan dalam peraturan pengganti, fokus kebijakan pada implementasi sistem zonasi. Di dalam pasal 16 disebutkan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Adapun radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi berdasarkan ketersediaan anak usia sekolah di daerah tersebut; dan jumlah ketersediaan daya tampung dalam rombongan belajar pada masing-masing sekolah.

Ditegaskan kembali oleh Mendikbud bahwa kebijakan zonasi ini diambil sebagai respon atas terjadinya 'kasta' dalam sistem pendidikan yang selama ini ada karena seleksi mutu masukan/penerimaan peserta didik baru.m "Tidak boleh ada favoritisme. Pola pikir kastanisasi dan favoritisme dalam pendidikan semacam itu harus kita ubah. Seleksi dalam zonasi dibolehkan hanya untuk penempatan (placement)", ujar Muhadjir.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyampaikan bahwa sistem zonasi telah diimplementasikan bertahap sejak tahun 2016. Diawali dengan penggunaan zona untuk penyelenggaraan ujian nasional, kemudian di tahun 2017 untuk pertama kali digunakan dalam PPDB, dan di tahun 2018 ini semakin disempurnakan lagi. Dalam penerapan tahun ini akan dilakukan penyesuaian jumlah rombongan belajar (rombel), jumlah siswa dalam rombel, sehingga dapat dicari solusi permasalahan yang terjadi dalam implementasi PPDB berbasis zonasi pada tahun lalu.

"Pemanfaatan zonasi akan diperluas untuk pemenuhan sarana prasarana, redistribusi dan pembinaan guru, serta pembinaan kesiswaan. Ke depan, sistem zonasi bukan hanya untuk UN dan PPDB, tetapi menyeluruh untuk mengoptimalkan potensi pendidikan dasar dan menengah," lapor Dirjen Hamid.

Peran Masyarakat Memajukan Pendidikan

Mendikbud menjelaskan bahwa penataan sekolah dimulai dari penguatan peran masyarakat dalam pendidikan, yaitu melalui Komite Sekolah. Termasuk sumber pendanaan alternatif yang tentunya dengan cara-cara yang baik, transparan, dan akuntabel; seperti sumbangan alumni. "Intinya perlu adanya keterlibatan banyak pihak dalam mendukung sekolah. Lalu bagaimana cara menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya di lingkungan sekitar untuk memajukan sekolah," kata Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan bahwa Kemendikbud bekerja sama dengan tim saber pungli (sapu bersih pungutan liar) untuk menyosialisasikan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. "Kalau ada keraguan, lapor saja. Kita tugaskan Itjen untuk mendampingi," katanya.

Menutup arahannya, Mendikbud kembali mengingatkan pentingnya alokasi anggaran fungsi pendidikan sebesar 20% sesuai amanat konstitusi. Saat ini pemerintah pusat telah mengalokasikan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk fungsi pendidikan. Mendatang, diharapkan semakin banyak pemerintah daerah yang mengalokasikan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk fungsi pendidikan.

"Kami mohon kepala dinas dapat memperjuangkan guru-guru honorer agar mendapatkan gaji minimal sebesar upah minimum regional. Itu kan bisa dianggarkan di APBD," ujar Mendikbud. (hg44/hms).

Jakarta, Harianguru.com - Dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang kewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2018.

Kerja sama ini ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman oleh rektor, wakil rektor dan koordinator PPG dari 38 Perguruan Tinggi Indonesia di Hotel Milenium Jakarta, pada Senin malam (28/05/2018).

Mewakili Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Didik Suhardi berharap PPG yang akan dimulai pada 31 Mei 2018 mendatang ini akan berjalan dengan baik. “Harapan kami hanya ingin begitu guru-guru keluar dari PPG, cara mengajarnya sudah berubah, cara memberi evaluasi berubah, juga yang lebih penting anak-anak yang diajarpun semakin bersemangat,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbud dalam sambutannya.

Untuk pola pembelajarannya, Direktur Pembelajaran Kemenristek Dikti, Paristianti Nurwandani menyampaikan PPG dalam Jabatan 2018 akan mengembangkan sistem hybrid learning dengan standar Indonesia, yaitu melalui daring selama tiga bulan dilanjutkan dengan workshop tatap muka selama lima minggu, dan terakhir mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga minggu. “Pada tanggal 29 Mei s.d. 4 Juli mendatang kami akan langsung melakukan kegiatan sosialisasi hybrid learning ke 38 LPTK,” kata Paristianti.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara dua kementerian ini telah menghasilkan modul sebanyak 1.200 modul yang sudah siap diterapkan ke dalam program PPG dalam Jabatan 2018. “Harapan kami, guru Indonesia betul-betul preofesional dan tidak kalah dari profesi dokter. Jadi nanti PPG akan sama prestisiusnya dengan pendidikan dokter,” ujar Purwanti.

Untuk itu, Didik menyampaikan dalam pelaksanaanya Kemendikbud menyerahkan sepenuhnya kepada pendidik yang ada di Perguruan Tinggi. “Teori apapun yan bapak keluarkan kami pasrah, branded learning, hybrid learning, atau e-learning, apapun kami terimakasih. Semoga ilmu-ilmu yang bapak keluarkan membawa perbaikan dan perubahan yang signifikan bagi guru-guru kami di lapangan,” ungkap Didik Suhardi.

Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Indonesia, Syawal Gultom menambahkan pada pelaksanaan PPG mendatang, para guru akan diberi kompetensi-kompetensi baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan dapat berfikir kritis sehingga para guru memiliki daya nalar tinggi. “Kita sepakat untuk melakukan perubahan itu dimulai dari guru. Ubah cara membelajarkan guru, guru harus bisa menyampaikan cara berpikir, karena mahakarya Aristoteles itu logika. Semakin tinggi cara kita bernalar, semakin cepat negeri ini maju,” pungkas Rektor Universitas Negeri Medan ini. 

PPG dalam Jabatan 2018 akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pada tahap pertama 31 Mei 2018 sejumlah 6.775 guru, tahap kedua dimulai tanggal 2 Juli 2018 dengan sasaran 7.112 guru dan tahap ketiga akan dimulai pada tanggal 1 September 2018 khusus untuk guru dari daerah 3T dengan jumlah sasaran 7.000 guru. Saat ini telah siap PPG dalam Jabatan tahap pertama untuk 15 bidang studi yang akan dilaksanakan di 38 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Untuk pelaksanaannya, pemerintah pusat melalui Ditjen GTK Kemendikbud mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp.7.500.000,- per orang untuk 20.000 guru. Selain pemerintah pusat, ada pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran PPG dalam Jabatan yaitu Provinsi Jawa Barat dengan sasaran 650 orang, Provinsi Aceh dengan sasaran 230 orang dan Kabupaten Merauke untuk sasaran 14 orang.  Sehingga guru yang akan mengikuti PPG dalam Jabatan berjumlah 20.887 orang.(hg44/hms).

Tegal, Harianguru.com - Bertempat di Gedung Hanggawana Kota Tegal, ratusan warga tersebut merupakan perwakilan dari berbagai kelompok elemen bangsa terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, akademisi dan pelajar serta masyarakat umum.

Kegiatan bertema "Gendhu-Gendhu Rasa Untuk Bangsa" dan Doa Bersama ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tegal mengadakan pada Jumat (1/6/2018) dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Selain itu tampak hadir segenap unsur Forkopimda Kota Tegal dan OPD Kota Tegal.

Asisten Pemerintahan Sekda Kota Tegal Drs Imam Badarudin mewakili Pjs Walikota Tegal Drs Achmad Rofai MSi menyampaikan bahwa Pancasila merupakan sebuah rumusan proses yang sudah berlangsung sejak dahulu, dimana dengan mengamalkan Pancasila sudah menjadi kesepakatan bersama bangsa Indonesia.

"Pancasila menyatukan kita, dengan segala perbedaan latar belakang, adat istiadat semua berbeda namun tidak boleh ada yang merasa lebih, semua setara.Perbedaan merupakan warna warni yang jika disikapi dengan baik akan menjadikan kita bangsa yang kaya," jelasnya.

Ia mengharapkan perbedaan yang ada dapat menjadikan kekuatan untuk saling melengkapi dan mengokohkan. "Jangan sampai ada celah dan kesempatan pada gerakan radikal, teroris dan pengaruh dunia luar menguasai kita," tegasnya.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Drs Suwondo MSi menyerukan tentang perayaan Hari Lahir Pancasila dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Mari kita kembangkan kecerdasan kehidupan berbangsa dengan berdasar Pancasila sebagai pedoman, dengan sikap gotong royong dan kerjasama. Meskipun dengan segala perbedaan yang menjadi kekayaan bangsa," ujarnya.

Ia menandaskan bahwa Jawa Tengah harus menjaga sebagai Benteng Pancasila.

"Sebagai perwujudan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika,jadikan Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila, Jawa Tengah yang sejahtera dan berbudaya," pungkasnya.

Akademisi Kota Tegal, Mahben Jalil dalam kesempatan yang sama menuturkan bahwa kita generasi saat ini diberi amanah menjaga perdamaian bangsa. Dirinya mengajak seluruh elemen untuk mengguggah kristalisasi nilai kebenaran yang menjadi pandangan Pancasila.

"Pancasila merupakan pondasi dari segala bangunan, sumber dari segala pijakan ke depan bangsa Indonesia," paparnya.

Ketua FKUB Kota Tegal, Drs Suharso menyampaikan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Quran.

"Banyak yang harus kita jaga dan pelajari serta berpegang teguh pada nilai nilai Pancasila dan agama," katanya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan pentas seni musikalisasi puisi oleh kelompok Al Fatah dan ditutup dengan buka puasa bersama. (hg44/Ibda).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget