Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Juli 2018

PENERIMAAN PEGAWAI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS INDONESIA

Posisi Penerimaan :
DOKTER
PERAWAT
PENUNJANG MEDIS
NON MEDIS

DOKTER
1. Dokter Umum
2. Dokter Spesialis

Kualifikasi Umum :
• Pendidikan Minimum Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter / Spesialis.
• Telah menyelesaikan internships / Program PTT.
• Memiliki STR yang masih berlaku.
• Diutamakan memiliki sertifikat ATLS/ACLS/Hiperkes yang masih berlaku, fasih dalam Bahasa Inggris, memiliki pemahaman yang baik terhadap keselamatan pasien dan komunikasi efektif.

PERAWAT
1. Perawat
2. IPCN - Bersertifikasi (Infection Prevention and Control Nurse)

Kualifikasi Umum :
• Pendidikan minimum D3 Keperawatan atau S1 Keperawatan yang telah menyelesaikan Profesi (NERS).
• Memiliki STR yang masih berlaku.
• Diutamakan memiliki pengalaman bekerja di Rumah Sakit (Lulusan baru dapat melamar).
• Bersedia untuk bekerja Shift.

TERAPIS GIGI DAN MULUT
• Terapis Gigi dan Mulut

Kualifikasi Umum :
• Pendidikan minimum D3, Terapis Gigi dan Mulut.
• Memiliki STR yang masih berlaku.
• Diutamakan memiliki pengalaman bekerja di Rumah Sakit (Lulusan baru dapat melamar).
• Bersedia untuk bekerja Shift.

PENUNJANG MEDIS
1. Ahli Gizi
2. Apoteker
3. Asisten Apoteker
4. Radiografer
5. Fisikawan Medis
6. Petugas Proteksi Radiasi (PPR1 / PPR2)
7. Fisioterapis
8. Analis Laboratorium
9. Rekam Medis
10. Operator CSSD Bersertifikasi (Central Sterile Supply Department).

Kualifikasi Umum :
• Pendidikan minimum D3 dan S1 di bidang terkait.
• Memiliki STR yang masih berlaku.
• Diutamakan memiliki pengalaman bekerja di Rumah Sakit (Lulusan baru dapat melamar).
• Bersedia untuk bekerja Shift.
• Poin 10 : pendidikan minimum SMA sederajat diperbolehkan melamar.

NON MEDIS
1. Kasir
2. Registrasi /Admission
3. Operator Telepon
4. Akuntan / Accounting
5. Bagian AP / Hutang
6. Bagian AR / Piutang
7. Bagian Billing
8. Bagian Pajak
9. Bagian Kolektor
10. Logistik
11. Pembelian / Pengadaan
12. Humas / Pemasaran
13. IT - Teknologi Informasi
14. Teknisi - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit  (*D3 Teknik Mesin, Elektro, Sipil)
15. Teknisi Sipil – Kesehatan Lingkungan (*D3 Sipil, Lingkungan)
16. Teknisi Elektromedik (*D3 Elektromedis)
17. Teknisi Forensik (*Diutamakan memiliki Pengalaman/Pelatihan terkait).
18. Operator Laundry
19. Administrasi Laundry
20. Pekarya

Kualifikasi Umum :
• Pendidikan minimum D3/S1.
• Diutamakan sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya di bidang yang sama, memiliki pengalaman bekerja di Rumah Sakit (Lulusan baru dapat melamar).
• Bersedia untuk ditempatkan di Rumah Sakit Universitas Indonesia – Depok.
• Bersedia untuk bekerja Shift.
• Untuk poin 14 – 20 pendidikan SMA sederajat diperbolehkan untuk melamar.

Kirimkan CV lengkap beserta Foto terbaru dan berkas pendukung lainnya melalui email rekrutmen: penerimaan.rsui@ui.ac.id
Sertakan Posisi yang dilamar pada Judul/Subject email. Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan diproses lebih lanjut.

Temanggung, Harianguru.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung, sukses menggelar Malam Bina Iman Dan Taqwa (MABIT) dengan tema “Penguatan Karakter Spiritual,” yang diadakan pada hari Sabtu - Minggu 28-29 Juli 2018.

Pada malam harinya diadakan  kegiatan spiritual building training dengan menghadirkan 2 motivator dosen STAINU Temanggung, yaitu Luluk Ifadah, S.Pd.I., M.S.I. Kaprodi PAI dan Ahmad Taufiq S.Pd.I.M.Pd.I dosen PAI STAINU Temanggung.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Ta'lim Nahdlatut Tulab MAN Temanggung dalam upaya memberikan bekal penguatan karakter spiritual peserta didik baru MAN temanggung yang berjumlah 450 peserta didik.

Dijelaskan Luluk Ifadah, bahwa kegiatan itu menjadi penguat karakter spiritual pelajar MAN. “Dengan diselenggarannya kegiatan ini diharapkan akan menjadi bekal bagi etape perjalanan peserta didik dalam menimba ilmu di lingkungan yang baru, sehingga mereka bisa menentukan arah pijakan bagi masa depannya melalui semangat penguatan karakter spiritual,” kata Luluk Ifadah yang juga alumni MAN temanggung lulus tahun 2002.

Diharapkan pula, katanya,  peserta didik mampu berproses membangun karakter diri dengan tetap memegah teguh sisi spiritualitas sehingga mampu menghadirkan generasi yang berilmu amaliyah dan beramal ilmiah.

Selain itu dijalaskan oleh Bapak Jakfar Sodik, S.Pd.I Pembina MT, bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menstimulasi motivasi peserta didik dalam keteguhan menggapai cita cita hidupnya selama menimba ilmu di MAN Temanggung. (*)

Harianguru.com - Kepala Bagian Humas IKIP Budi Utomo Malang, Jawa Timur, Dr. Rochsun mengklarifikasi terkait dengan pemberitaan yang dilansir harianguru.com, dengan judul ‘’Ini Daftar 243 Kampus yang Tak Bisa Ikut Tes CPNS 2016-2017’’

"Padahal dalam perkembangannya, data tersebut sudah berubah. Validasi data yang diberikan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), jumlah perguruan tinggi, yang berstatus pembinaan, ada 32 PTS, pada tahun ajaran 2018/2019 ini. Anda juga melakukan cross check pada laman Badan Akreditasi Nasional (https://banpt.or.id)," katanya seperti di email yang diterima Harianguru.com, Sabtu (28/7/2018).


Hanya saja, kata dia, dalam portal berita yang anda pimpin, www.harianguru.com, kami tidak menemukan adanya update berita. Akibatnya, banyak pihak yang tetap beranggapan, jika PTS yang berstatus pembinaan, jumlahnya masih 243 PTS.

"IKIP Budi Utomo Malang Jawa Timur, yang dalam berita tersebut, menjadi salah satu PTS dengan urutan nomor 109 daftar PTS bermasalah, merasakan dampaknya. Sebagai akibat, berita tersebut tidak lagi ada perbaruan, yang didasarkan pada kondisi saat ini," beber dia.

Dalam perkembangannya, IKIP Budi Utomo Malang, sudah tidak dalam status pembinaan. Bahkan pada tahun 2016, sebagaimana waktu berita itu dilansir, IKIP Budi Utomo sudah mendapatkan Sertifikat Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

"Didasarkan pada keputusan BAN-PT nomor : 1025/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2016. Sertifikat akreditasi itu, berlaku hingga 17 Juni 2021," beber Kepala Bagian Humas IKIP Budi Utomo, Dr. Rochsun. (hg33/foot: netralnews.com).

Ibnu Jarir membacakan puisinya

Harianguru.com - Tiga guru yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Literasi dari Lereng Sumbing hadir di acara Nyang Sastra #3 yang diadakan oleh Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) Temanggung, Sabtu malam (21/7/2018). Mereka adalah Ibnu Jarir, Tri Sadono, dan Zendi Arvi, para guru yang telah melahirkan beberapa karya fiksi dan nonfiksi.

Nyang Sastra (Nyinau Anggit Sastra) merupakan kegiatan rutin bulanan KSS3G Temanggung yang isinya adalah belajar bersama, membedah dan mendiskusikan karya sastra, serta menampilkan karya seni lainnya. Pada kesempatan itu, karya puisi tiga guru tersebut dibedah dan didiskusikan bersama.

Acara yang diselenggarakan di Pendapa Pengayoman Temanggung ini dihadiri oleh anggota KSS3G Temanggung, Komunitas Pejuang Literasi dari Lereng Sumbing, Litterasi.com, dan para pemerhati seni dan sastra.

“Kami sangat berterima kasih kepada panjenengan semua, teman-teman KSS3G Temanggung, yang telah mengundang dan mengapresiasi karya kami. Semoga menjadi pemacu semangat kami untuk terus belajar dan berkarya,” ungkap Ibnu Jarir mewakili teman-temannya.

Kreatifitas-kreatifitas lain sangat dibutuhkan, agar bisa memacu semangat diri dan para siswanya, karena literasi tidak sebatas membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai di sekolah,” ucap Asrul Sanie, selaku narasumber, ketika berbicara tentang keterkaitan antara literasi dan guru masa kini.

Ketika membahas karya puisi dari tiga guru tersebut, Asrul Sanie menekankan tentang pentingnya sebuah gagasan yang kuat dalam menulis puisi. Ia juga menyampaikan rasa bahagianya melihat para guru masa kini sudah banyak memiliki karya dalam bentuk tulisan.

Acara malam itu dihangatkan oleh penampilan musikalisasi puisi dan pembacaan puisi oleh para hadirin. (hg44/AS).

Dodit Mulyanto saat open mic di aula lantai 3 STAINU Temanggung.
Temanggung, Harianguru.com - Pada saat open mic di aula lantai 3 STAINU Temanggung, ratusan penonton dari berbagai daerah terbius dan tertawa lepas dengan lawakan dari komika Dodit Mulyanto pada Sabtu malam (28/7/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dimulai dengan Dani Akbar membuat penonton mulai dipanasi dengan atmosfer humor. Dengan dipandu MC Chavid dan Feenan, Dodit mengeluarkan berbagai lawakan layaknya saat tampil di layar kaca.

"Temanggung itu sejuk, alamiah, dan angker," katanya saat open mic yang membuat semua penonton tertawa.

Agenda tersebut merupakan rangkaian Dodit Mulyanto Akhire Tour 2018 yang kebetulan bertempat di STAINU Temanggung. "Apalagi, monumen bambang sugeng. Brrrrrrrr....," kelakar Dodit saat melanjutkan lawakannya.

Selain menyoal Temanggung, komika jebolan SUCI Kompas TV ini juga menyinggung STAINU Temanggug karena tak sedikit mahasiswa dan mahasiswi juga turut menonton sekaligus menjadi panitia. "STAINU ki kampuse luar biasa. Letake pinggir ndalan. Nek ono sepeda motor RX King lewat balangen," celotehnya dengan nada guyon.

Katanya, kata Dodit, di sini punya kakbah sendiri. "Jadi ini luar biasa," kata dia dengan tepuk tangan penonton.

Seperti diketahui, kakbah yang dimaksud Dodit adalah miniatur kakbah di kompleks KBIH Babussalam di kompleks STAINU Temanggung yang sering dijadikan manasik ratusan jemaah haji dari berbagai daerah.

Sebelum open mic, jajaran pimpinan STAINU Temanggung juga menemui Dodit di ruang transit lantai 2 gedung D STAINU Temanggung. (HG58/dul)

Dodit Mulyanto bersama jajaran pimpinan STAINU Temanggung
Temanggung, Harianguru.com - Di sela-sela kesibukan menyiapkan akreditasi dan perkuliahan tahun ajaran 2018-2019, STAINU Temanggung kedatangan tamu pelawak nasional. Ia adalah Dodit Wahyudi Mulyanto yang akrab disapa Dodit Mulyanto yang menghibur ratusan warga Temanggung di aula lantai 3 gedung D STAINU Temanggung.

Pada Sabtu (28/7/2018) sore, ia sekitar pukul 15.50 WIB sudah sampai di Temanggung dan transit di lantai 2 STAINU Temanggung. Di sela-sela itu, jajaran pimpinan STAINU Temanggung menemui Dodit dan bercakap-cakap sebentar sekaligus foto bersama.

Acara tersebut merupakan rangkaian Dodit Tour Temanggung yang digelar komunitas komika Temanggung bekerjasama dengan BEM STAINU Temanggung. "Kami STAINU Temanggung mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud memelihara seni yang berkembang," kata Drs. H. Muh Baehaqi, MM Ketua STAINU Temanggung, Sabtu (28/7/2018).

Pihaknya berharap, kegiatan itu bisa mendinginkan suasana Jawa Tengah khususnya di Temanggung yang baru saja menggelar Pilkada. "Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat umum," bebernya yang didampingi Khamim Saifuddin Ketua LPM STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI dan Muh. Fadloli Alhakim dosen PGMI STAINU Temanggung.

Sementara itu, Dodit ketika ditemui mengaku sehat meskipun memiliki kesibukan luar biasa. Pria kelahiran Blitar, 30 Juni 1985 ini dengan berambut gondrong, menyempatkan diri untuk saling menyapa dengan civitas akademika di tempat transit. "Alhamdulillah kabar baik meski sedikit sibuk," kata Dodit pelawak tunggal jebolan kompetisi stand up comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV tersebut.

Komika jebolan Universitas Sebelas Maret ini juga mengaku bahwa kegiatan itu menjadi kegiatan menarik karena belum pernah digelar di Temanggung.

Dodit merupakan komika yang memiliki ciri khas pembawaannya yang kalem dan membawa biola, meski kadang tidak dimainkan. Open Mic di STAINU Temanggung itu, sebelumnya diumumkan lewat berbagai media.

Sementara itu, Usman panitia dari BEM STAINU Temanggung mengatakan bahwa informasi total peserta sekitar 300 lebih. Kegiatan itu merupakan kali pertama yang menghadirkan Dodit di Kota Tembakau. (hg44/Dul).

Bali, HARIANGURU.com - Sebanyak 100 pemandu wisata di Bali mengikuti lokakarya “Peningkatan Kompetensi untuk Pemandu Wisata Sejarah” dari Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lokakarya tersebut memberikan pembekalan kepada peserta mengenai konten serta materi pengayaan sejarah, sehingga para pemandu wisata bisa meningkatkan kompetensinya tentang sejarah sebagai bagian dari budaya Indonesia.
Dalam lokakarya, para pemandu wisata yang menjadi peserta diberikan materi-materi pengayaan sejarah, di antaranya: Pengetahuan Sejarah untuk Pariwisata, Sejarah Publik untuk Pariwisata, Sejarah Lokal untuk Pariwisata, Toponimi dan Teknik Kepemanduan dengan Konten Sejarah. Mereka juga melakukan kunjungan (ekskursi) ke objek wisata sejarah, antara lain Museum Bali, Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Monumen Bajra Sandhi), dan Goa Gajah.
Lokakarya “Peningkatan Kompetensi untuk Pemandu Wisata Sejarah” berlangsung selama lima hari, yakni tanggal 23 s.d. 27 Juli 2018. Lokakarya diselenggarakan bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Universitas Hindu Indonesia (UNHI), STP Nusadua, dan Universitas Dyana Pura.
Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali, I Made Dharma Suteja mengatakan, bangsa Indonesia kita patut berbangga karena sudah memiliki Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, setiap warga negara juga harus ikut memajukan kebudayaan Indonesia, termasuk dalam aspek pariwisata dan sejarah.
“Berbicara pariwisata sejarah, khususnya di Pulau Bali ini, tidak terlepas dari kaitan antara sejarah dan budaya, karena budaya merupakan kekuatan dari sejarah dan motor penggerak dari sejarah itu sendiri,” kata I Made Dharma Suteja saat membuka lokakarya, Rabu (25/7/2018). Turut hadir dalam acara pembukaan, yaitu Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Bali, I Ketut Ardana; Ketua HPI Bali, Nyoman Nuarta; dan Wakil Rektor UNHI I Putu Gelgel.
Ketua Panitia, Saptari Novia mengatakan, semakin berkembangnya sektor pariwisata di Indonesia menjadi latar belakang diselenggarakannya lokakarya. “Berbicara tentang pariwisata khususnya wisata sejarah, tidak terlepas dari adanya peran seorang guide atau pemandu. Sebagai bentuk dukungan, Direktorat Sejarah Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi untuk Pemandu Wisata Sejarah,” tuturnya.
Saptari menambahkan, di tahun 2018 ini Bali menjadi tempat pertama kegiatan ini dilaksanakan. “Mudah-mudahan di tahun berikutnya dapat dilaksanakan di daerah/kota lain,” harapnya. (hg33/Desliana Maulipaksi).

Jakarta, HARIANGURU.com - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa Kemendikbud) telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek. Maka semua bahasa itu wajib dilestarikan.

"Dari tahun 1991 sampai 2017 kami telah memetakan dan memverifikasi bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Jumlahnya saat ini 652 bahasa daerah, yang tentunya bisa berubah seiring waktu," kata Dadang Sunendar, dalam acara Lokakarya Pengelolaan Laman dan Media Sosial di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Senin (23/7/2018).

Penghitungan jumlah itu diperoleh dari hasil verifikasi dan validasi data di 2.452 daerah pengamatan. Bahasa-bahasa di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat belum semua teridentifikasi. Dadang Sunendar mengatakan salah satu tugas Badan Bahasa Kemendikbud adalah melindungi dan melestarikan bahasa-bahasa daerah tersebut.

Dikutip dari laman Badan Bahasa, beberapa lembaga internasional pun telah ikut memetakan bahasa di Indonesia.  Summer Institute of Linguistics (SIL) Internasional dengan proyek Ethnologue dan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) dengan program Atlas of the World’s Languages in Danger adalah contohnya. Namun, karena perbedaan metodologi,  jumlah  bahasa  hasil  pemetaan  lembaga-lembaga itu pun  berbeda-beda. 

Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan.  Sementara itu, Unesco baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.  (hg33/Nur Widiyanto).

Harianguru.com - Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan tim pengabdian masyarakat mengadakan pendampingan publikasi artikel ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah baru-baru ini.

Tim yang diketuai oleh Farid Ahmadi ini, beranggotakan Florentina Widihastrini, Kurniana Bektiningsih, Farizqo Irvan, Bekti Nugroho, dan Galih Ardhi. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Asyari Masjid Al Muttaqin tersebut diikuti oleh 54 peserta, terdiri atas 50 guru SD yang merupakan perwakilan dari semua SD yang ada di Kecamatan Kaliwungu dan 4 pengawas dari UPTD Pendidikan Kecamatan Kaliwungu.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan publikasi artikel ilmiah PTK bagi guru SD di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Kaliwungu dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kaliwungu, Suharo. Kegiatan pelatiahan ini merupakan bentuk dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“Peningkatakan kualitas dan kompetensi guru SD saat ini, menjadi tanggungjawab perguruan tinggi sebagai pabrik penghasil tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional. Publikasi artikel ilmiah PTK menjadi salah satu parameter dari kualitas tersebut yang dapat dimanfaatkan dalam kenaikan jabatan bagi guru-guru di SD,” ungkap Farid Ahmadi dalam kegiatan yang telah terlaksana pada 16-18 April 2018 tersebut.

Sementara itu, Yuliastanti, guru SDN 4 Kerajankulon merespon positif kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan pendampingan berjalan lancar dan menarik antusias peserta yang ditandai dengan adanya permintaan untuk mengadakan pendampingan lanjutan. “Saya rasa pendampingan publikasi artikel ilmiah PTK ini sangat bermanfaat bagi kami, namun perlu adanya pendampingan secara intensif untuk pendampingan selanjutnya,” beber dia. (Hg44/HI).

Pati, Harianguru.com - Di hari kedua pada Selasa (17/7/2018), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Jamaah Pasrah (JAPA) Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, pelajar SMK JAPA dihimbau untuk menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan raya.

Hal itu diungkapkan Aiptu Suwarto, Kanit Bhinmas Polsek Dukuhseti, di hadapan enam puluh siswa-siswi baru SMK Japa yang mengikuti MPLS di hari kedua tersebut. "Pelajar harus menjauhi kenakalan remaja dan harus menjadi pelopor lalu lintas," tegas dia.

Diajak Ziarah Kubur
Sementara pada MPLS hari ketiga, Rabu (18/7/2018), dilanjutkan dengan kegiatan spiritual ziarah kubur ke makam wali.

"MPLS pada hari ketiga, kegiatannya ziarah ke makam Syekh Hamim atau Mbah Klompro, Mbah Amar Maruf pendiri Yayasan Jamaah Pasrah dan SMK Jamaah Pasrah dan Mbah Brojoseti Singo Barong perintis agama Islam di Desa Dukuhseti," kata Minan.

Menurut dia, kegiatan ziarah kubur ini rutin sebagai wujud penghambaan kepada Allah melalui walisah lewat para waliyullah. Tahun 2017 kemarin juga telah terlaksana kegiatan ziarah kubur pada awal pembelajaran.

Peserta didik, menurut Minan, wajib dibekali kecerdasan spiritual di samping bekal intelektual dan emosional. Hal itu sangat penting di era Revolusi Industri 4.0 ini agar mereka tidak tercerabut dari tradisi Islam yang sudah dilestarikan sejak dulu. (hg55/hms)

Bogor, Harianguru.com - Selama dua hari ini, 18-19 Juli 2018,  beberapa dosen se Indonesia mengikuti presentasi proposal Annual Conference Research Proposal (ACRP). Di antara peserta se Nusantara itu ada beberapa dosen dari Jawa Tengah khususnya dari Temanggung.



Mereka adalah Drs. Muh Baehaqi, M.M., Ketua STAINU Temanggung, Sumarjoko, M.S.I Kaprodi Hukum Keluarga dan Sekprodi PAI Sigit Tri Utomo, M.Pd.I.



Acara diikuti oleh peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) se Indonesia baik negeri maupun swasta. Acara berlangsung sangat meriah diawali dengan teknikal meeting yang dimotori oleh pejabat Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Aziz Hakim, M.H juga turut hadir Prof. Phil Kamarudin Amin, Prof Amsal Bakhtiar juga  Tari Saman dari MTs Pembangunan yang berlangsung meriah.



Kemudian dilanjutkan acara presentasi proposal di masing-masing cluster baik penelitian maupun pengabdian masyrakat.  Perlu diketahui sekitar 1961 an proposal masuk ke aplikasi Liptadimas Kemenag kemudian diverifikasi secara ketat dengan verval dengan kroscek NIDN yang lolos sekitar 1410 kemudian tim reviewer melakukan seleksi sehingga sekitar 984 yang lolos dari 16 cluster, akhirnya 881 yang presentasi proposal di Aston Hotel  Resort dan Spa Bogor.





Dalam kesempatan itu, pembicara Prof. Amin mengatakan, penelitian harus memuat orisinilitas, kredibilitas dan temuan-temuan pengembangan pendidikan Islam yang secara akademik kompetitif akan diadakan setiap tahun.



Selain itu turut membuka Menteri Agama RI, Lukman Khakim Saefudin. Beliau memaparkan bahwa penelitian di PTKI harus bermanfaat secara realitas tidak hanya sebatas konsep dan literasi saja. "Tetapi mampu mengenalkan muslim Indonesia di kancah global dan milenial. Tidak hanya itu, penelitian pada kesempatan ini dianggarkan sekitar 45.4 miliar," tegasnya.



Pemateri lain, Prof. Arskal Salim, P.h.D. menegaskan ke depan akan dilaksanakan ARKAN (Agenda Riset Keagamaan Nasional) jangka 2018-2028. "Sehingga dapat menberikan produktivitas keagamaan baik secara sebagai scientific impact, maupun impact factor dan dapat meningkatkan prestasi PTKI menjadi pusat pendidikan, kajian dan penelitian Islam dunia. Amin," tegasnya.



Ketua STAINU Temanggung Drs. H. Moh Baehaqi, MM dan jajarannya merasa bangga bisa tembus ajang nasional. Hal itu diharapkannya menjadi geliat bagi semua dosen untuk giat meneliti sebagai wujud komitmen pada profesi dosen.



Acara yang diadakan di Aston hotel resort dan spa Bogor ini berlangsung sangat meriah dan antusias. Banyak di antara mereka mengaku mendapat banyak hal karena bisa bertemu peneliti se Indonesia dari berbagai kalangan dan kampus. (hg48/HI/STU).

Temanggung, Harianguru.com - Ada yang berbeda dengan situasi di kampus induk STAINU Temanggung pada Senin (16-7-2018) kemarin. Hari itu merupakan hari pertama siswa ELPIST masuk sekolah. Guru - guru ELPIST yang biasa akrab dipanggil "miss" oleh para siswanya sudah berbaris didepan pintu masuk menyambut siswa baru ELPIST. Kampus yang biasanya dihuni oleh mahasiswa saja, dengan kehadiran Lab School milik Prodi PIAUD ini sekarang juga ramai dihuni siswa ELPIST. Labs School ini kami persembahkan untuk masyarakat Temanggung, disamping juga sebagai Laboraturium mahasiswa kami. tutur Husna, Ketua Pendirian ELPIST.

Menurutnya, desain sekolah paud ini akan menjadi percontohan bagi semua sekolah PAUD di Temanggung. Sekolah ini diajar oleh guru yang kesemuanya berpendidikan S1 PAUD atau PIAUD. Fasilitas gedung ber AC dan gedung ber- 3D Aquarium Raksasa juga menjadi hal yang unik bagi para siswa. Temanggunh yang secara geografis pegunungan, jauh dari pantai, ketika para siswa diperkenalkan dengan dunia laut maka akan menemukan hal baru yang belum mereka temukan di alam Temanggung. tambahnya.

Yenni selaku Ka. Lab menambahkan, ELPIST juga menjadi kebanggaan Prodi PIAUD karena Labs School ini bisa menjadi daya beda atau diferensiasi prodi kami dengan prodi PAUD lain di Temanggung dan sekitarnya. Jujur, Prodi PIAUD STAINU Temanggung saat ini menjadi prodi PAUD pertama di Temanggung dan sekitarnya yang memiliki Laboraturium. Hal ini sudah terbukti banyak mahasiswa kami dari Temanggung dan Magelang yang memilih berkuliah disini dari pada kuliah di Prodi PAUD Perguruan Tinggi lain yang belum memiliki Laboraturium. paparnya secara gamblang.

Semester ini masih kami buka pendaftaran siswa baru, meskipun saat ini sudah ada puluhan siswa baru di tahun pertama ELPIST ini berdiri. tutur Fitri, guru ELPIST yang juga alumnus UNY itu. Kami bertekad akan menjadikan ELPIST ini sebagai sekolah PAUD percontohan di Temanggung. Sebagai Lab School kami memiliki konsultan dari banyak dosen Prodi PIAUD yang sangat mumpuni. Semoga dengan kehadiran ELPIST ini bisa menjadi berkah untuk semuanya. tambahnya. (hg55/hms

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menyatakan terdapat sekitar 100 ribu formasi untuk tenaga pendidik atau guru pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang bakal segera dilakukan.

"Saya sudah laporkan ke Pak Wapres tapi belum saya laporkan ke Pak Presiden ya. Kemungkinan ya, kurang lebih antara 100 ribu-an untuk seluruh guru," kata Asman dalam wawancara dengan media pada Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian 2018, Rabu (11/7/2018), seperti dikutip dari akun Twitter BKN.

Formasi 100 ribu guru di CPNS 2018 ini bakal ditempatkan di seluruh pemerintah daerah yakni seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Asman menjelaskan penerimaan formasi 100 ribu guru itu dilakukan untuk mengurangi kekurangan guru yang terjadi di seluruh Indonesia. Menurut Asman, berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia masih kekurangan sekitar 700 ribu guru.

"Untuk mengurangi kekurangan itu, jadi kami cicil," ujar Asman.

Berbeda dengan sebelumnya, pada penerimaan seleksi CPNS 2018 ini, Asman menyatakan tak ada formasi khusus bagi tenaga kontrak K2 dan honorer. Semua penerimaan harus melalui seleksi CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Sudah saya jelaskan di DPR, teknik yang kami lakukan untuk rekrutmen tidak bisa lagi tanpa tes. Tenaga K2 dan honorer silahkan ikut tee, sementara kami prioritaskan tes secara terbuka," tutur Asman.

Selain tenaga pendidik, seleksi CPNS 2018 ini juga membuka formasi dalam jumlah besar untuk tenaga kesehatan. Hanya saja, Asman menyebut jumlah pasti formasi tenaga kesehatan belum ditetapkan karena mmasih menunggu laporan dari Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah.

Lihat juga: Pendaftaran CPNS 2018 Hanya Dilakukan Lewat Situs BKN
Untuk formasi lain, Asman menyatakan bakal menerima CPNS untuk mengisi sekitar 220 ribu pegawai yang pensiun.

"Jumlah yang pensiun ada 220 ribu, tapi kami memakai sistem pertumbuhan yang kurang, jadi yang kami terima kurang dari itu," ucap Asman.

Asman menyatakan formasi pasti untuk seleksi CPNS 2018 ini bakal diumumkan dalam waktu dekan melalui situs BKN di https://sscn.bkn.go.id. (red-HG44/cnn).

Harianguru.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya berhasil mendapatkan ijazah SMA paket C. Meski demikian, ia sebenarnya sudah dinobatkan sebagai doktor honoris causa oleh Universitas Diponegoro Semarang beberapa waktu lalu.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menyatakan keberhasilan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih ijazah setara SMA layak menjadi inspirasi bagi bangsa.

"Saya kira langkah tersebut patut diapresiasi dan jadi inspirasi bagi masyarakat kita," kata Zulficar Mochtar ketika dihubungi, Sabtu (14/7/2018) pagi.

Menurut Zulficar, langkah itu layak menjadi apresiasi karena meski diketahui seorang menteri sangat luar biasa sibuk, Susi tetap egaliter dan melewati proses tahapan yang ada serta selalu punya semangat kuat untuk proses pendidikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah berhasil meraih ijazah setara SMA setelah lulus ujian Paket C yang diikuti dirinya di satu SMA negeri di daerah domisilinya, Pangandaran, Jawa Barat, 11-13 Mei 2018.

Asisten Pribadi Menteri Susi, Fika Fawzia, dalam akun media sosial Instagram, Jumat (13/7/2018) malam, menyatakan bahwa tepatnya pada 7 Juni 2018, Susi dinyatakan lulus dan pada Jumat (13/7/2018) menerima ijazah Paket C yang tertera namanya.

Fika dalam akunnya tersebut mengungkapkan, perjalanan Susi mencapai keberhasilan tersebut dimulai pada 16 Juni 2015, yaitu seusai sidang kabinet kala itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Anies Baswedan, menghampiri Susi Pudjiastuti dan menanyakan apakah pada tahun depannya ingin mengikuti ujian Paket C.


Awalnya tawaran itu hanya ditanggapi Susi dengan canda dan keengganan, tetapi Anies terus membujuk sehingga Susi mengiyakan permintaan tersebut.

"Saya yang berjalan di belakang mereka berdua awalnya hanya sayup-sayup mendengar percakapan tersebut, namun akhirnya Pak Anies menoleh ke saya, 'Kamu saksi, ya. Ibu udah bilang mau, jadi tahun depan kita atur'," tutur Fika dalam akunnya.

Namun, karena kesibukan Susi di kabinet dan amanahnya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, baru pada Mei Susi kemarin berhasil menyempatkan diri mengikuti proses ujian Paket C.

Ujian Paket C yang diikuti Susi adalah dengan mengikuti proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar di SMA 1 Pangandaran.

Ternyata hasilnya, Menteri Susi tidak hanya lulus dan meraih ijazah setara Paket C, tetapi dia juga berhasil meraih peringkat nomor 1 (satu) dari 569 peserta di Ciamis. (hg33/MI).

YOGYAKARTA, Harianguru.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu ajang mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Stadion UNY pada Jumat (13/7/2018).

Lebih lanjut, Mohamad Nasir mendorong mahasiswa KKN untuk mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat baik dalam hal peningkatan kualitas kesejahteraan maupun tingkat pendidikan masyarakat.

“Mahasiswa KKN adalah agen perubahan. Agen perubahan pada pembangunan ekonomi dan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Mahasiswa KKN harus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui implementasi ilmu pengetahuan yang dimiliki”, ujar Nasir.

Nasir juga berpesan supaya setiap mahasiswa untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ini. “Saya berharap, saudara-saudara dapat menjalankan tugas ini dengan baik. Jangan sampai menimbulkan masalah dengan masyarakat di lokasi penempatan”, pesan Nasir.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester khusus tahun akademik 2017/2018 Universitas Negeri Yogyakarta diikuti oleh 4.033 orang mahasiswa yang terbagi dalam 388 kelompok. Selain itu, terdapat 101 dosen yang ditunjuk sebagai dosen pembimbing. Daerah sasaran KKN ini meliputi 13 kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. (hg10/MSF).

Jakarta, Harianguru.com – Inovasi berbasis riset harus dihilirisasi dan dikomersialisasikan agar memiliki nilai tambah. Lebih dari itu penelitian terapan berbasis output yang dapat memberikan solusi atas permasalahan saat ini secara praktis juga harus didorong. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada Penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium Gedung BPPT II, Thamrin pada 10 Juli 2018.

Gelaran ke-11 Anugerah BJHTA ini diberikan kepada Prof. Dr. Eng-Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., yang telah berhasil mengembangkan teknologi Fuel Cell dengan metode electron transfer. Teknologi ini menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor juga back up power untuk berbagai peralatan. Proses produksi gas hidrogen telah dikembangkan dari limbah biomassa dengan bahan baku limbah dari industri kepala sawit.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nasir juga menghimbau para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia memiliki lebih dari 5.400 riset yang telah dipublikasikan, jumlah ini terus meningkat per Juli lalu. Saat ini kita telah mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Riset yang bermanfaat adalah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Oleh karena itu riset harus kita dorong dan inovasi menjadi output, jangan sampai riset berhenti sampai publikasi saja,” ucapnya.

Sementara itu Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, selaku tokoh pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia untuk menciptakan ilmuan-ilmuan muda generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi dan inovatif menuju kemandirian bangsa mengembangkan teknologi. “Apabila kita ingin maju seperti bangsa lain hanya mengandalkan sumber daya alam saja, forget it,” ujarnya.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan bahwa penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada pelaku teknologi.

“Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie adalah pemberian penghargaan tertinggi dari BPPT kepada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara memiliki reputasi nasional dalam bidang teknologi dan menghasilkan karya nyata yang memberikan impact pada bidang teknologi yang menghasilkan inovasi,” terangnya.

Eniya Listiani Dewi merupakan wanita pertama yang berhasil menyabet BJHTA. Ia menerangkan kelangsungan hidup manusia dan keberlanjutan peradaban memerlukan energi, dan banyak negara yang sudah menghapuskan sumber energi konvensional dan beralih ke Energi Baru Terbarukan.

“Saya harap temuan Energi Baru Terbarukan (EBT) saya ini dapat lebih ekonomis. Seperti kita tahu kebijakan EBT 23% pada tahun 2025 dan saat ini baru 13%, dalam 7 tahun ini upaya apa yang bisa kita lakukan. Pemerintah perlu mendorong inovasi ini, dan dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga EBT merupakan bentuk concern pemerintah,” jelasnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Komisi VII DPR-RI Bidang Riset dan Teknologi, Panitia Khusus Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional, serta tamu undangan lainnya. (hg44/hms).

Jakarta, Harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai upaya mempercepat pemerataan di sektor pendidikan.

Sistem zonasi, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem sebelumnya, yakni sistem rayonisasi. Rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian siswa di bidang akademik, sementara sistem zonasi lebih menekankan pada jarak/radius antara rumah siswa dengan sekolah. Dengan demikian, yang lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan adalah calon siswa rumahnya paling dekat dengan sekolah.

Akan tetapi, mengingat kondisi geografis setiap daerah yang berbeda, Mendikbud menyampaikan bahwa penetapan zonasi tidak dapat dibuat dengan standar nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. “Pemerintah daerah dapat menyusun penetapan zonasi sesuai kondisi yang ada, dengan prinsip mendekatkan jarak rumah siswa ke sekolah tanpa menggunakan nilai sebagai indikator seleksi,” disampaikan Mendikbud dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Namun di awal penerapannya, tidak sedikit keluhan dari para orang tua siswa mengenai hitungan nilai oleh pihak sekolah yang dianggap merugikan calon siswa berprestasi. Selain itu, ada masukan masyarakat agar pemerintah mengevaluasi sistem zonasi yang mulai diterapkan sejak tahun ajaran 2017/2018.

Menanggapi hal tersebut, Mendikbud, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa pada prinsipnya sistem zonasi adalah untuk lebih mendekatkan tempat tinggal siswa dengan sekolah, sehingga mekanismenya hanya menggunakan jarak bukan nilai.

Ditambahkan Mendikbud, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 tahun 2018 tentang PPDB merupakan pelaksanaan dari Pasal 53A Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
“Peraturan ini bukan peraturan baru, karena Permendikbud itu tidak boleh bertentangan dengan PP,” ujarnya.

Dalam penerapannya, sistem zonasi mendapat apresiasi dari masyarakat, selain sebagai upaya pemerintah untuk memeratakan pendidikan, ternyata juga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas. (hg44/hms).

Pontianak, Harianguru.com - Untuk mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS) yang berkualitas, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud), Didik Suhardi, mengimbau seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan DIKMAS untuk selalu melakukan inovasi dan tidak ragu melakukan perubahan dalam proses belajar mengajar di satuan pendidikan non formal dan informal.

“Sebagai wujud memberikan layanan pendidikan yang berkualitas pada PAUD dan DIKMAS, mari kita lakukan inovasi dan melakukan pembaruan untuk mewujudkan pendidikan non formal dan informal yang berkualitas,” demikian pesan Didik Suhardi pada acara penganugerahan Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS Tingkat Nasional Tahun 2018, di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (13/07/2018).

Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS diselenggarakan Kemendikbud bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat mengangkat tema “Membangun Karakter Peserta Didik melalui Karya Nyata GTK PAUD dan DIKMAS”. Melalui tema tersebut diharapkan seluruh GTK PAUD dan DIKMAS yang menjadi garda terdepan dalam mendidik anak di masa usia keemasan (golden age) dapat terus mengedepankan pembangunan karakter peserta didik.

“GTK PAUD dan DIKMAS sebagai garda terdepan dalam mendidik anak usia keemasan tidak boleh salah mendidik, khususnya dalam membentuk dan membangun karakter anak melalui pendidikan sejak usia dini,” tutur Didik.

Pada penyelenggaraan apresiasi ini, Didik mengharapkan setiap peserta dapat saling memberikan motivasi melalui kisah-kisah sukses . “Teruslah berkarya. Semoga GTK PAUD dan DIKMAS dapat terus berinovasi, melakukan pembaruan yang berkemajuan, berkarakter, cerdas, dan profesioal,” pesan Didik.

Penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2019 akan diselenggarakan di Provinsi Bangka Belitung.

Berbeda dengan penyelenggaraan apresiasi sebelumnya, mengawali acara pemberian anugerah tahun ini, pada pukul 06.00 – 08.00 pagi, Kemendikbud mengajak seluruh peserta, perangkat pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Barat, dan warga sekitar untuk melakukan gerak jalan sebagai wujud mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

“Pagi ini kita lakukan gerak jalan bersama sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan mendukung suksesnya penyelenggaran Asian Games 2018,” pungkas Didik. (hg33/hms).

Bandung, Harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) menyelenggarakan lokakarya (workshop) perfilman bagi guru, tanggal 11 hingga 16 Juli 2018 di Marbella Suites Bandung Jawa Barat. Lokakarya perfilman selama enam hari ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru-guru SMK di bidang penyiaran dan multimedia.

Kepala Pusbangfilm Maman Wijaya mengatakan bahwa lokakarya perfilman ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kompetensi teknis perfilman bagi guru-guru SMK. "Kegiatan ini juga sebagai upaya penanaman bibit-bibit perfilman dalam rangka pengembangan perfilman nasional," kata Maman Wijaya di Bandung, Rabu (11/7/2018).

Maman menambahkan, guru merupakan agen terdepan dalam peningkatan kualitas pendidikan, tidak terkecuali di bidang perfilman. "Satu hal yang istimewa dari SMK adalah, guru dituntut memiliki kompetensi yang bukan hanya dari segi teori tetapi juga praktik, guna mempersiapkan para siswa untuk langsung terjun dalam dunia kerja," tambah Kepala Pusbangfilm. Oleh karena itu, kompetensi guru harus terus menerus ditingkatkan terutama dari sisi praktik.

Kegiatan lokakarya perfilman ini diikuti 120 orang, yang terdiri dari guru-guru SMK dari sekolah percontohan dan guru-guru SMK bidang penyiaran dan multimedia dari sejumlah daerah di Indonesia. Para peserta akan dibekali 19 materi, yang terdiri dari 4 materi umum dan 15 materi khusus. Materi umum mencakup kebijakan pengembangan perfilman, kebijakan nasional tentang SMK, kebijakan kurikulum, dan sertifikasi pada SMK.

Selain materi umum, peserta juga memperoleh materi pokok yang mencakup pendalaman materi umum. Materi pokok terdiri dari pendekatan ilmiah dan penilaian autentik, penyusunan program tahunan dan program semester, penyusunan silabus dan rencana pembelajaran. Selain itu materi-materi menarik tentang sejarah film, pengantar seni film, produksi film, sinematografi dasar, tata artistik, tata suara, tata kamera, editing, visual effect, animasi juga diberikan oleh praktisi perfilman yang berpengalaman.

Lokakarya perfilman ini diharapkan menjadi langkah awal persiapan dibukanya kompetensi keahlian produksi film di SMK. Hal ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi. (hg33/Nur Widiyanto).

Magelang, Harianguru.com - Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Nusantara ini berupaya membangun generasi Islam Moderat. Maka langkah yang dilakukan adalah dengan membuat ciri khas Islam Nusantara sebagai salah satu pengembangan institusi.

Tepat pukul 08.28 WIB, Workshop Penguatan Kurikulum KKN-SNPT STAINU Temanggung resmi dibuka Drs. KH. Moh. Baehaqi, MM Ketua STAINU di ruang pertemuan Hotel Oxalis Jl. Cempaka No. 17, Kemirirejo, Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Dalam workshop bertajuk "Menuju STAINU Temanggung Berwawasan Riset" itu, membedah kurikulum berbasis KKNI-SNPT yang sudah diterapkan di STAINU yang turut mengembangan Islam Nusantara.

Dalam pemaparan materi, Dr. Sigit Purnama, M.Pd akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menegaskan semua perguruan tinggi sesuai UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi wajib menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI dan menyesuaikan Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang biasa disebut SN DIKTI atau SNPT.

"Semua lulusan STAINU kalau sudah ada standar minimal di KKNI-SNPT akan sama dengan semua kampus. Lulusan PAI STAINU tak akan kalah dengan UIN misalnya. Lulusan PGMI STAINU tak akan dengan UIN atau kampus lain misalnya, begitu pula yang lain," beber doktor jebolan UNY tersebut.

Perkuat Islam Nusantara
Jika sudah menerapkan KKNI-SNPT, kampus harus memiliki keunikan. "Ini munculooo pada mata kuliah penciri, baik di tingkat universitoa atau jurusan dan prodi yang mendukung visi misi. Jadi yang unik inilah yang menarik," beber dia.

Dijelaskan dia, di UIN Jogjakarta kemarin yang menarik adalah visi misi dan menjadi perhatian khusus saat akreditasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

"STAINU karena di bawah NU harus menunjukkan mata kuliah penciri NU nya karena itu yang membedakan, memiliki nilai lebih di akreditasi," lanjut dia.

Ia pun menegaskan, kajian Islam Nusantara yang dimasukkan ke mata kuliah di STAINU Temanggung sangat bagus karena wajib diterapkan di semua prodi. Selain Islam Nusantara, STAINU juga memiliki mata kuliah penciri yaitu Aswaja Annahdliyah, Sejarah Pemikiran dan Perkembangan NU dan beberapa mata kuliah pendidikan Islam lainnya.

Sementara mata kuliah titipan nasional itu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan pendidikan agama yang berciri khas Islam di sejumlah mata kuliah.

Menurut Sigit, mata kuliah Islam Nusantara menjadi kajian yang menarik diperdalam. Sebab, lebih menekankan pada Islam moderat khas Indonesia atau Nusantara. "Intinya Islam moderat, tidak terlalu kanan dan kiri. Kemarin saya juga menulis soal ini," lanjut dia.

Ia mengharap, STAINU memiliki pusat kajian Islam Nusantara yang sangat menarik dan fokus pada penelitian, dan penulis karya berbasis ilmiah.

Sementara itu, saat konsorsium mata kuliah, Hamidulloh Ibda Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menegaskan tiap perguruan tinggi mana pun menerapkan mata kuliah ciri khas untuk mewujudkan visi misi institusi.

"Misalnya NU punya mata kuliah titipan Islam Nusantara, perguruan tinggi wajib menerapkannya. Begitu pula seperti di perguruan tinggi Muhammadiyah ada matakuliah Al-islam Kemuhammadiyahan. Semua mata kuliah itu untuk penciri dan menjadi bangunan untuk mewujudkan visi misi institusi," lanjut dia.

Ketua STAINU Temanggung, Drs. KH. Baehaqi, MM menambahkan, bahwa di semua perguruan tinggi NU memang ada titipan mata kuliah dari LPTNU, Kopertais dan institusi internal.

"Bahkan kemarin saat kami kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Magelang, di sana menyiapkan Prodi DIII Kemuhammadiyahan," kata dia.

Untuk itu, semua mata kuliah di perguruan tinggi itu sangat menunjang visi misi institusi karena sudah sesuai aturan negara dan justru memiliki nilai lebih sebagai mata kuliah penciri dari perguruan tinggi lain.

Acara workshop ini dihadiri pulun dosen yang digelar pada Jumat (13/7/3018) sampai Sabtu (14/7/2018) dengan menghadirkan pula Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, MA dari UIN Jogjakarta. (hg33/Hi).

Ilustrasi
Harianguru.com - Beberapa waktu ini, ada pesan masuk ke redaksi Harianguru.com tentang "Penyelesaian Atas Sanksi Kemiripan Dokumen Usulan Dokumen Akreditasi" yang memberi pesan bahwa kampus dilarang plagiat borang akreditasi.

Pada tanggal 10 Juli 2018 BAN-PT mengundang 176 Perguruan Tinggi yang mendapat sanksi atas  kemiripan usulan dokumen  akreditasi, yang terdiri dari 12 usulan AIPT dan 279 APS.

Berikut Catatan Penting yang dapat dirangkum Dari Penyampaian Direktorat Kelembagaan Ristekdikti dan BAN-PT.
1. Setelah diterapkan SAPTO, usulan akreditasi yang bermasalah lebih banyak dari pada yang diterima. Dikarenakan mulai awal 2018 SAPTO dipasang dengan sistem yang dapat membaca duplikasi/kemiripan sampai 3 tahapan, baik kemiripan sesama PT maupun luar PT.
2. Sesuai dengan prinsip Akuntabilitas, kejujuran, serta bahwa akreditasi merupakan kegiatan akademik, maka bagi PT yang terdeteksi duplikasi/memiliki kemiripan diberikan sanksi ditolak usulan (tidak terakreditasi) dan 1  atau bisa 2 tahun tidak boleh mengajukan usulan.
3.  Dengan banyaknya usulan akreditasi yang ditolak dan diberikan sanksi, Ristekdikti dan BAN-PT mencari solusi terbaik. (Dengan memegang prinsip kejujuran dan akademik)
4. Adapun penyelesaian bagi PT yang mendapat sanksi terbagi menjadi 2. Pertama, yang mengajukan setelah 10 Juli 2018 dan terdeteksi plagiasi/memiliki kemiripan akan dinyatakan tidak terakreditasi dan disanksi 1 atau 2 tahun  tidak bisa mengajukan usulan. Kedua, yang mengajukan sebelum tanggal 9 Juli 2018 dan terdeteksi plagiasi/memiliki kemiripan akan dinyatakan tidak terakreditasi dan bisa langsung mengajukan usul kembali, dengan ketentuan yang belum di AL mengulang secara keseluruhan, bagi yang telah di AL hanya memperbaiki ED dengan mengirim ke sekretariat@banpt.or.id paling lambat 10 Agustus 2018 (SK Tidak terakreditasi tetap akan terbit di SAPTO), Bagi  yang telah keluar SK tidak terakrediasi dan mendapat sanksi 1 atau 2 tahun, SK sanksi akan dicabut dan bisa langsung mengajukan baru, tatapi Status tidak terakreditasi tetap berlaku.
5. Rata-rata yang terdeteksi kemiripan adalah ED, untuk Buku IIIA dan IIIB, untuk menghindari kemiripan adalah HAPUS SEMUA PERTANYAAN BORANG LANGSUNG JAWABAN.
6. Usulan akreditasi diterima, jika telah dinyatakan LENGKAP.
7. Bagi PT yang telah menjalani sanksi 6 bulan akan diberikan perioritas untuk segera diperoses dan diberikan SK Akreditasi dengan CATATAN TIDAK MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA.

Demikian, Semoga Informasi ini bermanfaat, bagi PT yang akan Mengajukan USUL AIPT MAUPUN APS .


Harianguru.com - Dinas sosial pemberdayaan dan perlindungan anak mengadakan rapat kordinasi rutin forum Perlindungan korban kekerasan (FPKK) Kabupaten Gunung kidul di ruang rapat dinas yang dihadir sekitar 40 peserta dari seluruh jajaran kepengurusan FPKK di tingkat kecamatan, RSUD Kulon Progo, Kejaksaan, Pengadilan Agama dan beberapa LSM seperti Mitra Wacana, Rifka Anisa, PKBI, SOS children Village Yogyakarta.

Kordinasi yang dilakukan 3 bulanan tersebut banyak mengupas tentang pentingnya FPKK sampai ketingkatan desa sesuai dengan amanah peraturan bupati kulon progo no 4 tahun 2016. Menurut Bpk Eka prayata kepala dinas social pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten gunung kidul bahwa sekarang FPKK ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya kasus yang terjadi  dikulonprogo. Ditahun 2017 terjadi kasus109 kasus antara lain 40 kasus korban Perempuan, 69 kasus korban anak, 31 kasus korban pelecehan seksual. Pendampingan nikah usia anak 36 pasang. 

Untuk tahun 2018 Sampai bulan Juli  sudah ada 36 kasus. pendampingan korban kekerasan FPKK,  perempuan 17 kasus, anak 19 kasus dan untuk dispendsasi nikah sampai bulan juli ada 20 pasang. Selain penangan kasus yang terjadi FPKK juga mempunyai tantangan untuk dapat melakukan pencegahan guna menekan terjadinya kasus serupa di tahun 2018. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu perhatikan bahwa belum semua kepala desa paham akan pentingnya FPKK sehingga perlu adanya sosialisasi tentang peraturan bupati no 4 tahun 2016.

Pertemuan rutin yang ke 3 ini dimanfaatkan untuk laporan setiap FPKK kecamatan mengenai kasus yang terjadi diwilayahnya. Berdasarkan laporan yang masuk dari FPKK kecamatan nantinya akan ditindak lanjuti oleh FPKK kabupaten sehingga penanganan korban kekerasan bisa cepat tertangani. Selain permasalahan seperti KDRT, Pernikahan usia dini, perlu diwaspadai juga terkait trafficking yang terjadi diwilayah masing masing. Apalagi seperti didaerah temon yang nantinya akan dibangun bandara internasional dan berbagai tempat hiburan maka praktik praktik trafficking bisa saja bermuculan.

menurut Septi Wulandari penggiat LSM Mitra Wacana yang bergerak di isu perempuan, Trafficking, kesetaraan gender belum optimalnya FPKK ini dikarenakan belum pahamnya peraturan bupati tersebut. Masih banyak yang belum sadar akan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan. Disamping mereka mengalami kekerasan secara fisik pasti akan mengalami trauma yang mendalam. Kita harus melakukan langkah preventif untuk menekan tindak kekerasan baik itu Kekerasan seksual, KDRT, Trafficking hingga ke pernikahan usia dini. LSM Mitra Wacana sendiri mempunyai 9 kelompok dampingan di 3 kecamatan diantaranya kokap, sentolo dan juga galur. 

Kelompok dampingan yang tergabung dalam Pusat pembelajaran perempuan dan anak (P3A ) ini terlebih dahulu dibekali dengan beberapa materi tentang kekerasan seksual, KDRT, Trafficking, kesehatan reproduksi. Diharapkan dengan bekal tersebut mereka dalam melakukan sosialisasi kepada orang terdekat mereka sehingga mereka dapat meningkatkan kewaspadaan. (red-Hg33/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Temanggung, Jawa Tengah, mengajak para guru dan mahasiswa untuk bisa melukis dalam menjawab tantangan zaman. Hal itu terungkap dalam Workshop bertajuk "Guru PAUD Zaman Now Pandai Melukis" di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Rabu (11/7/2018).

Dalam pembukaan, Drs. M. Abdul Munjid MSI, Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Temanggung mengatakan kegiatan tersebut menjadi penunjang kegiatan akademik. "Utamanya dalam meningkatkan keterampilan melukis yang diisi Pak Wid pakarnya," katanya di hadapan peserta.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Kaprodi PIAUD Lina Indra Kartika dan Sekrprodi PIAUD Husna Nashihin, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, Sekprodi ES Fatmawati Sungkawanigrum, beberapa dosen dan peserta dan guru di wilayah Temanggung dan mahasiswa.

Abdul Munjid di akhir sambutannya berharap, kegiatan itu menjadi pemicu kualitas skill mahasiswa dan guru PAUD agar bisa menyesuaikan zaman.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang diisi Widodo. A, Kepala SD Negeri Balesari, Kecamatan Bansari, Temanggung yang juga pelukis nasional.

Pria kelahiran Temanggung 29 September 1963 ini merupakan peraih Juara I Lomba Lukis Seni tahun 2010 dalam ajang International Borobudur Festival (IBF). Ia juga pernah meraih Juara II Lomba Menggambar Komik Anak di Bali tahun 2015.

"Alhamdulillah, saya juga dijadikan pelatih lukis tingkat nasional di jenjang SD/MI," beber dia di sela-sela acara. (red-HG33/hi).

Pati, Harianguru.com - Ratusan peserta didik baru Madrasah Aliyah Manahijul Huda (MA Mahida) Ngagel, Dukuhseti, Pati diajak melawan bullying (perundungan) yang kini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal itu menjadi agenda besar dalam Masa Orientasi Sekolah (MOS) tahun 2018 ini.

Sejak pukul 06.30 WIB, mereka berdatangan ke sekolah. Mereka melalukan Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang dikemas berbeda sesuai ciri khas MA. Mahida.

Hari Selasa pagi (10/07/2018) merupakan hari pertama mereka mengikuti kegiatan masa untuk ta'aruf lingkungan madrasah (Muta'alima) 2018 yang diadakan oleh Ikatan Pelajar MA Manahijul Huda (IPMA) tiap tahunnya.

Di depan sekolahan, para siswa disambut baik oleh kang mas denok Mahida beserta duta Mahida, perwakilan semua organisasi baik IPMA, DA, LPS Cendekia Mahida, dan PIK-R, dan seluruh dewan guru MA Manahijul Huda.

Tepat pukul 07.00 WIB mereka berkumpul di halaman MA Mahida untuk mengikuti upacara pembukaan kegiatan Muta'alima 2018 ini.

Ketua Panitia, Ilham Syafatullah mengatakan, upacara pembukaan ini dibuka resmi oleh Kepala Madrasah.  "Setelah itu kepala madrasah juga memberikan penyematan atribut sekolah kepada dua perwakilan peserta didik baru. Mereka adalah Muhammad Irham dan Nafi Faridatul Ulfa," Ucapnya.

"Kegiatan Muta'alima 2018 yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema 'Sadar akan pentingnya toleransi dan menghormati sesama, Stop Bullying'.

Kepala madrasah, H. Baidlowi Ahmad, S.Pd.I dalam sambutannya menjelaskan bahwa Muta'alima ini merupakan masa untuk pengenalan siswa baru terhadap MA Manahijul Huda, baik dari nilai-nilai sosial, tata tertib lingkungan madrasah, pengenalan lingkungan madrasah, dan lain-lain. Tak hanya itu, beliau juga memaparkan motto dan sloggan MA Mahida.

Kemudian upacara pembukaan ini juga ditandai dengan pelepasan balon yang diiringi irama drum band MA Mahida. (Red-HG33/Cendekia).

Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengimbau kepada seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya sekolah swasta yang baru tahap pembangunan untuk membangun sekolah yang bermutu dan berkualitas.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, saat meresmikan dan pemasangan papan tanda dimulainya pendirian EDOTEL SMK Pariwisata Aisiyah, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (06/07/2018).

“Sekarang untuk bikin sekolah atau fasilitas sekolah lainnya harus dibangun yang bermutu,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menerangkan, pembangunan SMK yang bermutu tidak harus mewah, tetapi mencerminkan lembaga pendidikan yang berkualitas, berkemajuan, dan lembaga pendidikan yang memiliki reputasi baik. “Bikin sekolah dan fasilitas dengan sekedarnya sudah tidak zaman lagi, harus terdesain dengan baik, agar dapat menarik dan memberikan kenyamanan kepada peserta didik,” jelas Mendikbud.

Menanggapi imbauan yang disampaikan Mendikbud, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyambut baik pengalihan kewenangan penyelenggaraan pendidikan menengah kepada pemerintahan provinsi sebelumnya di pemerintahan kabupaten/kota. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di SMK untuk bersama-sama melakukan pembinaan, sehingga dapat mewujudkan SMK yang bagus dan berkualitas.

“SMK kewenangannya ada di provinsi. Walaupun begitu mari kita bersama-sama di dalam melakukan pembinaan, dan membuat sekolah kita bagus dan berkualitas. Kita akan perhatikan bersama seluruh SMK, dan membantu dalam menyediakan sarana dan prasarananya,” pungkas Wagub. (Red-HG33/hms).

Harianguru.com - Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi dan  menyambut baik penyelenggaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diselenggarakan Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut disampaikan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharulla, pada penyelenggaraan kompetisi hari pertama tingkat kota, di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Jumat (06/07/2018).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mendikbud dan memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Gala Siswa Indonesia,” ucap Walikota Padang.

Penyelenggaraan GSI ini, kata Walikota Padang, memberikan aktivitas positif bagi para generasi muda. “Kami menyambut baik penyelenggaraan GSI, karena kita juga selalu mengedepankan dan menghadirkan warga yang sehat dengan berolahraga. Kegiatan ini akan kami lanjutkan pada masa mendatang,” ungkap Walikota.

Pada pembukaan pertandingan GSI di Kota Padang ini diawali dengan lari bersama para peserta GSI mengelilingi lapangan bola dua putaran dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Sambutan hangat Walikota Padang terhadap penyelenggaraan GSI, Mendikbud juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang memiliki komitmen dalam menyukseskan penyelenggaraan kompetisi olahraga ini.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan GSI, dan mengedepankan olahraga untuk menghadirkan warga yang sehat,” tutur Mendikbud.

Penyelenggaraan GSI ini, terang Mendikbud, sebagai wujud menjalankan amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk mencari bibit-bibit muda potensial dalam memajukan persepakbolaan Indonesia. “Para pemain muda potensial yang muncul dari Gala Siswa ini dapat direkrut oleh PSSI dan Koni untuk menjadi pemain professional, sehingga dapat mewujudkan pembangunan persepakbolaan Indonesia,” terang Mendikbud.

“Untuk itu kita dukung penyelenggaraan GSI ini yang saat ini sudah masuk pada jenjang Kota, dan nantinya akan masuk pada jenjang Provinsi, dan nantinya akan masuk pada pertandingan tingkat nasional,” pesan Mendikbud.

Sekolah dari tiga kecamatan yang berhasil masuk pada tingkat kota terdiri dari 14 SMP, yakni Kecamatan Padang Timur terdiri dari SMPN 30, SMPN 5, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 31, dan SMP Kartikan 1-7; dan pada Kecamatan Padang Utara terdiri dari SMPN 7, SMPN 25, SMPN 40, SMP AL Azhar, dan SMP Pembangunan Labor UNP; sedangkan Kecamatan Nanggalo terdiri dari SMPN 22, SMPN 12, dan SMPN 29.

Selanjutnya, untuk penjadwalan pertandingan GSI Kota Padang sudah dimulai pada tanggal 6 Juli 2018 yang mempertandingkan Kecamatan Padang Timur dan Kecamatan Padang Utara; dan penyelenggaraan tanggal 07 Juli 2018 mempertemukan Kecamatan Padang Timur dan Kecamatan Nanggalo; serta pada penyelenggaraan tanggal 08 Juli 2018 Kecamatan Nanggalo bertemu dengan Kecamatan Padang Utara. (red-HG33/hms).


Oleh Dwi Prabowo
Dosen Teknik Lingkungan Universitas Surya

Besarnya angka goput pada setiap penyelenggaraan pemilukada membuat pesismisme terhadap pelaksanaan demokrasi akan mendatangkan kemaslahatan. Rendahnya tingkat kesadaran politik masyarakat dianggap menjadi penyebab utama. Menarik jika mencermatu angka golput dari penyelenggaraan pemilu yang pernah dilaksanaka di Indonesia. 

Angka golput justu cenderung semakin besar dari waktu ke waktu. Apa yang terjadi dengan Negara demokrasi kita? Apakah demokrasi Indonesia tidak bermakna lagi?. Masyarakat sudah tidak percaya demokrasi dapat membawa perubahan Indonesia ke arah lebih baik?

Nada sumbang pesimisme mewarnai demokrasi dari jaman Plato sampai hari ini. Plato bahkan dengan terang-terangan mengatakan kebusukan demokrasi. Hingga saat ini pun masih banyak orang melontarkan nada yang serupa. 

Saat ini bagaimanapun juga demokrasi adalah konsep utopia yang tidak akan pernah dapat tercapai. Utopia demokrasi semakin nampak dalam bingkai negara demokrasi. Utopia demokrasi justru akan semakin memudar dalam masyarakat majemuk yang abstrak. Yang ada adalah heterotopia demokrasi.

Di berbagai pilkada di Indonesia, angka rata-rata golput mencapai Lebih 40%. Kegagalan Negara mengemban amanat warga negaranya dituding menjadi penyebab tingginya tingkat apatisme masyarakat. Banyaknya elit pemerintah yang terlibat dalam kasus korupsi juga dituding menjadi penyebab lainnya. Tetapi apakah benar demikian yang menyebabkan tingginya angka golput di Indonesia.

Kita harus melihat demokrasi dari sudut lain daripada hanya memperdebatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum. Demokrasi bagaimanapun juga tidak bisa lepas dari sejarah perkembangan masyarakat dari awal peradaban hingga masyarakat kita saat ini. 
Rappler.com

Esensi demokrasi sudah ada sejak adanya kehidupan manusia tetapi istilah demokrasi baru muncul pertama kali pada masyarakat yunani kuno. Demokrasi dengan demikian adalah satu dari banyak istilah yang ikut mengalir dalam derasnya kehidupan masyarakat.

Masyarakat Abstrak
Demokrasi selalu mengandaikan adanya sebuah masyarakat tertutup dengan ruang wilayah yang kongkret. Karl R. Popper (Dalam Masyarakat terbuka dan musuh-musuhnya,1950) mengatakan masyarakat tertutup paling baik diumpamakan sebuah organisme. 

Manusia sebagai sebuah organisme dengan berbagai organ yang ada selalu menempati ruang tubuh yang tetap dan kongkret. Tangan tidak mungkin menggatikan posisi kepala dan sebaliknya kepala tidak mungkin menggantikan posisi kepala.

Sebuah masyarakat tertutup yang mirip kesatuan unit di mana anggotanya disatukan oleh ikatan biologis, kekeluargaan, dan kebersamaan hidup. Selain itu masyarakat tertutup adalah kelompok kongkret yang terdiri dari individu-individu kongkret dengan hubungan yang kongkret secara fisik. Di atas konsep organisme seperti ini utopia demokrasi disandarkan. Namun sayangnya masyarakat yang benar-benar kongkret seperti itu tidak pernah ada.

Pengandaian adanya masyarakat tertutup dengan wilayah kongkret seperti itulah yang oleh John Agnew (Human geography today, 1999:175) menyebabkan konsep negara demokrasi terperosok dalam “jebakan wilayah teritorial”. Minimal ada tiga anggapan modern yang menyebabkan konsep negara demokrasi masuk dalam jebakan wilayah territorial. 

Pertama, kedaulatan negara menghendaki adanya wilayah teritorial dengan batas yang kongkret dan jelas. kedua, ada sebuah pemisahan secara mendasar antara urusan dalam negera (domestic) dan urusan di luar negara (foreign). ketiga, wilayah negara bertindak seolah-oleh sebagai wadah geografis dari masyarakat. Ketiga anggapan tersebut menyebabkan munculnya utopia demokrasi yang hampir mustahil terwujud dalam masyarakat global saat ini.

Utopia demokrasi paling mungkin hanya dapat terjadi pada level keluarga atau kelompok masyarakat dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Terdapat sebuah keintiman antara anggota kelompok. Meminjam istilah Edwar W Soja (Dalam Postmetrpolis,2000:), Synekism adalah sebuah kondisi yang muncul dari kehidupan bersama dalam kelompok dengan suasana kekeluargaan. Kita bisa membayangkan kehidupan awal manusia di bumi adalah synekism tahap pertama ditandai dengan identitas yang masih tunggal. Synekism seperti ini masih kita jumpai pada level keluarga dengan ikatan darah sebagai identitas utamanya.

Dengan demikian synekism yang paling mungkin terwujudnya utopia demokrasi adalah pada level keluarga. Pada level yang lebih luas adalah kelompok sosial dengan ikatan kebersamaan yang kuat. Kelompok masyarakat yang berpindah-pindah adalah synekism yang mendekati utopia demokrasi setelah level keluarga. Tahap selanjutnya adalah kehidupan masyarakat dalam Negara kota pada masa Yunani kuno dimana plato sangat mengutuk demokrasi.

Perkembangan masyarakat dari awal hingga saat ini dengan demikian merupakan perkembangan dari masyarakat tertutup menuju masyarakat terbuka. Namun masyarakat tertutup itu masih ada. Berbagai kelompok (community) yang tidak bisa dibatasi wilayah territorial. Demokrasi Negara dengan demikian adalah usaha untuk menyeragamkan berbagai identitas komunitas ke dalam komunitas besar wilayah Negara. Sebuah utopia dalam dunia global di mana batas territorial Negara semakin kabur oleh teknologi informasi yang terus berkembang.

Globalisasi Demokrasi
Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini?. Saat ini kita hidup dalam sebuah masyarakat terbuka di mana hubungan antar individu lebih dominan bersifat abstrak. Masyarakat yang telah kehilangan karakteristik kelompok kongkretnya. Dalam masyarakat abstrak, hubungan antar individu tidak didasarkan pada hubungan yang kongkret secara fisik, kekeluargaan, dan kebersamaan. Sebuah kondisi masyarakat yang semakin majemuk dalam lingkup global.

Sebuah masyarakat abstrak yang tidak bisa lagi disatukan oleh wilayah territorial apapun termasuk Negara. Yang ada bukan utopia demokrasi tetapi Heterotopia Demokrasi. Demokrasi tidak hanya Pemilu tetapi demokrasi bisa AC Milan, Harry Potter, The Beatles yang melampaui batas wilayah territorial apapun. 

Demokrasi macam ini yang lebih kongkret dalam arti tidak terikat wilayah territorial tertentu. Semua penggemar AC Milan, Harry Popper, David Beckham dapat membentuk sebuah perkumpulan dari seluruh penjuru dunia dalam identitas yang tunggal. Demokrasi menjadi semakin majemuk dan demokrasi Negara hanya menjadi salah satu dari heterotopia demokrasi.

Akhirnya dalam heterotopia demokrasi seperti sekarang ini kita tidak seharusnya terlalu menilai parameter demokrasi negara dengan tingkat partisipasi dalam pemilu. Heterotopia demokrasi menunjukkan bahwa identitas kelompok telah berbaur dalam masyarakat global yang tidak mengenal batas territorial apapun termasuk negara dan semua komponen didalamnya. Demokrasi Negara tetap ada tetapi harus bersaing dengan demokrasi-demokrasi lainnya macam AC Milan, Harry Potter, Piala Dunia dan banyak lagi lainnya.

Dalam kondisi yang demikian itu maka satu-satunya cara adalah menumbuhkan kembali nilai-nilai persamaan senasib sepenanggunangan sebagai sebuah bangsa. Bangsa yang didalamnya selalu ada keintiman layaknya sebuah ikatan dalam keluarga. Dengan demikina aka nada kesadaran terhadap nasib masa depan bangsa pada selembar kertas suara. Bukan sekedar dimaknai dengan angka-angka rupiah yang menentukan kemauan untuk dating ke TPS. (*)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget