Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Pendidikan Tanggap Bencana dalam Keluarga

Ilustrasi: Foto bencana. dok FT UGM

Oleh Wahyu Egi Widayat
Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAINU Temanggung

Definisi bencana menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Undang-undang tersebut juga menjelas berbagai macam bencana. Ada bencana alam, non alam, dan bencana sosial. Indonesia menjadi rawan bencana terhadap definis tersebut.
Apalagi akhir-akhir ini semua bencana tersebut terjadi. Indonesia ujung timur, tepatnya Papua telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), masyarakat mengidap gizi buruk karena beberbagai macam faktor penyebabnya.

Pendidikan Tanggap Bencana
Pendidikan tanggap bencana menjadi penting. Pemahaman ini harus dipahamkan terhadap anak sebagai persiapan masa depan untuk meminimalisir terjadinya bencana alam, non alam, dan sosial sebagai pendukung program pemerintahan Indonesia terbebas dari bencana.

Selain itu Indonesia sedang mendapat hujan bencana alam, baik itu Tsunami maupun gempa bumi.  Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas menerangkan, untuk potensi bencana tsunami, Indonesia menempati peringkat pertama dari 265 negara di duinia yang disurvei badan PBB. Resiko ancaman tsunami di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan di Jepang. Ada 5.402.239 orang berpotensi terkena dampaknya dalam hitungan UNISDR.

Pengenalan paling dasar terhadap anak adalah pehaman bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Selain untuk penyelematan diri sendiri juga dapat menyelamatkan nyawa orang lai yang berada disekitarnya saat bencana terjadi. Sehingga mampu meminimalisir terjadinya korban yang berjatuhan dan meminimalisir kerugian harta benda yang mampu diselamatkan.

Digambarkan saat terjadi gempa bumi, apabila di dalam ruang atau bangunan, untuk melindungi badan dan kepala dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dan lain sebagainya sebagai perlindungan diri dan cari tempat yang paling aman.

Jika di luar ruangan segera mungkin untuk mencari tempat yang lapang untuk menghindari robohnya bangunan. Termasuk saat mengendarai mobil, apabila memungkinkan, untuk mncari tempat yang lapang sekiranya tidak mampu untuk keluar dari mobil mengantisipasi dari pergeseran lempeng. Jauhi pantai karena gempa bumi berpotensi terjadinya tsunami dan jauhi bukit yang berpotensi terjadinya tanah longsor.

Berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, tanggap bencana merupakan wujud sikap masyarakat terhadap peduli lingkungan termasuk gebrakan dalam mewujudkan program pemerintah tentang revolusi mental. Maka dari itu pendidikan tanggap bencana sangat penting dalam meminimalisir terjadinya banyak kerugian dan korban.

Pra Bencana
Orang tua memberikan pendidikan terhadap anak tentang ciri-cirinya terjadi bencana. Pengenalan terhadap bencana melalui gawai maupun media lainnya. Sikap dan perilaku orang tua sangat penting menjadi contoh terhadap pengetahuan anak. Di manapun tempatnya harus memberikan pengetahuan tanggap bencana.

Karenanya, bencana dapat terjadi dimanapun tempat bukan hanya soal bencana alam namun juga soal bencana lainnya yang dapat megancam kemaslahatan hidup individunya. Mayoritas orang tua hanya memberi tahu anak dengan kalimat “jangan itu bahaya” sehingga dalam benak anak menjadi sebuah tanda tanya besar. Kalimat tersebut akan menjadikan enigma bagi anak, alhasil acuh tak acuh atau kepedulian yang kurang akan hal tersebut.

Saat Bencana Terjadi
Usia anak yang walau hanya menonton dengan terjun kelapangan langsung akan muncul sebuah paradigma bahwa ini merupakan kewajiban bersama untuk saling memperingatkan dan tolong menolong terhadap sesama. Termasuk salah satu karakter dalam PPK yaitu peduli sosial. Melihat kejadian seperti itu secara tidak langsung masuk ke dalam hati muncul rasa iba.

Hasilnya akan saling tolong menolong terhadap sesama. Pendangan kedepan akan tertanam sejak dini karakter peduli sosial dan peduli lingkungan. Saat terjadi bencana langsung tergerak untuk membantu orang disekitarnya. Konteksnya bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh faktor yang lain sesuai dengan undang-undang.

Selain itu, bukan hanya pada Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun juga perlu dikenalkan pada unsur-unsur yang terlibat dan cara penangannya.

Pascabencana
Penekanan pada fase ini dengan berpartisipasi memperbaiki lingkungan atau pun dengan cara penggalangan dana. Cara tersebut akan memunculkan asumsi anak kenapa bisa terjadi dan apa penyebabnya. Selain itu muncul pertanyaan bagaimana cara mencegahnya agar tidak terjadi.

Bayangan anak mulai muncul kehati-hatian terhadap semua hal. Poin pentingnya mendoktrinisasi psikologis diri sendiri dan orang lain melalui pengalaman yang telah didapatkan sebagi contoh dan meyakinkan kepada lainnya.

Oleh karena itu penekanan sejak dini tentang tanggap bencana akan meminimalisir terjadinya bencana karena human error. Mengantisipasi banyaknya korban jiwa karena telah masuki knowladge tentang kebencanaan. Proses pemulihan kembali juga terbantu dengan ilmu secara empiris yang didapatkannya.

Ke depannya menjadikan prinsip pokok untuk selalu berhati-hati dalam bertindak. Tidak sembarangan melakukan hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain di masa mendatang.

Safety first menjadi acuan utama dalam kehidupan sehari-hari dan sosial masyarakat dalam ranah tanggap bencana dan mengurangi resiko bencana. Serta mengurangi korban dan dampak pasca kejadian sebagai nilai pendidikan karakter untuk merovolusi mental bangsa Indonesia sesuai Nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget