Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

September 2018

Temanggung, Harianguru.com - Mahasiswa STAINU Temanggung melakukan aksi kemanusiaan dan solidaritas untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana pada Minggu sore (30/9/2018) yang juga telah terlaksana pada Sabtu (29/9/2018).

Palu dan Donggala yang menjadi alasan mahasiswa STAINU Temanggung menggalang dana di perempatan Jalan Suwandi-Suwardi Cekelan, Kecamatan Temanggung, Temanggung, Jawa Tengah.

Ahmad Yasin selaku Presiden Mahasiswa STAINU Temanggung mengungkapkan aksi ini sebagai salah satu bentuk empati mahasiswa STAINU Temanggung terhadap saudara kita yang terkena bencana. "Kita tidak mungkin akan berangkat ke tempat terjadinya bencana, sehingga dengan aksi seperti ini minimal kita dapat meringankan beban mereka" tegasnya dalam sela-sela wawancara.

Lanjutnya, sekecil apapun aksi kita minimal dapat membantu meringkan beban saudara kita. Termasuk melatih kita untuk selalu peduli dengan sesama khusunya terhadap saudara kita yang terkena musibah. "Kegaitan ini melibatkan dari beberapa elemen antaranya ada BEM, PMII Komisariat, HMJ Tarbiyah dan syariah, Racana, LPM GRIP, serta HMP PGMI" tandas pria humoris tersebut.

Puji syukur Tuhan dengan aksi hari ini memperoleh donasi dari pengendara kendaraan bermotor, mahasiswa dan dosen STAINU Temanggung dengan jumlah Rp. 6.607.700 sambung pria yang akrab di panggil Yasin. "Harapan kami, sekecil apa pun dan seberapa hasil usaha dan donasi dari masyarakat, minimal dapat menggoreskan senyuman terhadap saudara-saudara kita disana" tegasnya.

Diucapkan terimakasih banyak terhadap para donatur dan juga mahasiswa STAINU Temanggung yang telah membantu aksi ini. Tanpa yang lainnya aksi ini tidak akan terealisasi dan sukses. Berkat kerjasama semua elemen yang ada menjadikan acara aksi ini sukse, pungkas Yasin di akhir wawancara.

Marilah seluruh masyarakat bahu membahu membantu saudara kita yang sedang menerima ujian dari Tuhan. (HG44/Wahyu Egi).


Temanggung, Harianguru.com - Himpunan Mahasiswa Prodi PGMI STAINU Temanggung ikut meramaikan kegiatan bazar dalam rangka Open House ELPIST STAINU Temanggung yang digelar pada Ahad (30/9/2018).

Kegiatan bazar yang dilaksanakan di halaman gedung ELPIST STAINU Temanggung tersebut diramaikan oleh jajaran dosen, mahasiswa, warga masyarakat juga anak-anak yang telah selesai mengikuti rangkaian kegiatan ELPIST STAINU Temanggung.

Pada kesempatan itu, Munawaroh ketua HMP PGMI  STAINU Temanggung mengutarakan bahwa pihaknya mengikuti kegiatan itu dalam rangka mengimplementasikan teacherprenuerhsip. "Kami mengikuti kegiatan bazar sebagai penerapan  teacherpreneurship yang sesuai dengan visi Prodi PGMI STAINU Temanggung," beber dia.

Beberapa waktu lalu, kata dia, kami telah mengikuti kegiatan bazar di halaman kampus  STAINU Temanggung. “Sekarang kami kembali mengikuti kegiatan bazar untuk meningkatkan softskill kami dalam berwirausaha. Selain itu sebagian hasil penjualan akan kami sisihkan untuk korban gempa dan tsunami Donggala, Palu, Sulawesi Tengah,” ujar kepada Harianguru.com melalui siaran persnya.

Bazar kali ini, lanjut dia, kami menjual berbagai variasi makanan tradisional dan minuman bagi pengunjung stand kami. “Salah satu produk kami yang laris manis adalah tela-tela dengan varian rasa yang berbeda. Ide menjual produk dari ketela ini berasal dari gagasan sahabat kami Mieke Mustika,” papar Munawaroh.

"Kita harus berani dalam mengidentifikasi peluang sehingga  menghasilkan sesuatu yang bernilai jual sehingga akan memberikan manfaat bagi kita dan orang lain," tukas dia.

Sementara itu, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mendukung apa saja yang dilakukan semua mahasiswa PGMI di bidang teacherpreneurship, baik di wilayah pendidikan maupun di luar pendidikan.

“Kami juga mendorong di wilayah personal maupun berkelompok. Di PGMI ada yang bisnis kopi, kami mendukungnya juga. Ada yang jualan online, kami juga mendukungnya sebagai bentuk visi teacherpreneurship,” ujar dia. (HG44/gandi)


Temanggung, HARIANGURU.com - Pada Sabtu (29/8/2018), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Temanggung mengajak aksi solidaritas gempa yang menimpa Palu dan Donggala, Sulteng kemarin, yang juga diikuti oleh BEM, HMJ dan UKM di lingkungan STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Mereka melakukan penggalan dana di Jalan Raya Suwandi-Suwardi Temanggung.

Fuad Latif Korlap Aksi Sosial ini menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai aksi solidaritas kemanusiaan. "Saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Palu dan sekitarnya membutuhkan bantuan kita. Semoga mereka  tetap diberi kesabaran dan ketabahan dan aksi ini juga bertujuan untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sana," tuturnya.

Sedangkan Wiwin perwakilan korlap perempuan, juga menambahkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk implementasi dalam menjalankan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. 

"Penggalangan dana ini kita laksanakan dari pukul 14.00 hingga 17.00 di empat titik bangjo terminal dekat Kampus STAINU temanggung," kata dia.

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan penggalangan dana tidak hanya di Jalan Suwandi-Suwardi, namun juga di kelas-kelas dan di kompleks Festival Kopi Temanggung 4 di Gedung Pemuda Temanggung.

"Tidak hanya di sini, kita juga menggerakkan massa agar terjun juga di pagelaran Festival Kopi Temanggung 4 di Gedung Pemuda Temanggung dan juga memasuki kelas-kelas kampus dan juga dosen," ujar Yasin.

Jumlah sementara dari penggalangan di trafic light yaitu Rp 4.500.000 belum ditambah dari titik Festival Kopi dan yang dari kampus.

Sesuai rencana, mereka akan menyalurkan dana itu melalui rekening PB PMII untuk disalurkan secepatnya kepada korban gempa di Palu dan Donggala. (HG55/Usman).

Jakarta, HARIANGURU.com –  Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D  didampingi anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto, hari ini meluncurkan PINTAR, sebuah program peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. PINTAR, atau Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran, berfokus pada tiga pendekatan, yaitu membangun praktik-praktik baik pembelajaran, manajemen dan kepemimpinan sekolah; mendukung pemerintah menyebarluaskan praktik-praktik baik; dan  mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pendidikan calon guru.
“Dalam banyak assesmen nasional dan internasional, kita wajib prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Saatnya kita tidak cuma melakukan seminar, FGD dan sebagainya, tapi  benar benar melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Kami berterima kasih pada Tanoto Foundation yang telah ikut melakukan sesuatu dan berpartisipasi  mengatasi salah satu masalah utama pendidikan di negeri ini yaitu masalah pembelajaran,”  ujar Hamid Muhammad.
Tanoto Foundation yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto memulai kegiatan sejak 1981. Sampai sekarang, Tanoto Foundation terus berinvestasi pada program-program yang menyentuh seluruh tahapan siklus kehidupan, mulai dari anak-anak usia dini hingga usia produktif. Tanoto Foundation berkomitmen mengembangkan Lingkungan Pembelajaran yang berkualitas, mendukung pengembangan Pemimpin Masa Depan, serta mendukung Penelitian Kesehatan. Program PINTAR merupakan salah satu komponen dari komitmen Tanoto Foundation dalam mengembangkan Lingkungan Pembelajaran yang berkualitas.
“PINTAR dirancang untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program penguatan kapasitas pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kualitas guru, serta partisipasi orangtua dan masyarakat. Kami di Tanoto Foundation percaya bahwa pendidikan berkualitas akan mempercepat munculnya kesetaraan peluang. Keyakinan kami turut diperkuat dengan hasil penelitian Mc Kinsey tahun 2017 bahwa program peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah berdampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” kata anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto.
Sebelumnya, Tanoto Foundation telah menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan, atau Pelita Pendidikan, sejak 2010. Program ini telah bermitra dengan lebih dari 500 sekolah yang menjangkau 43.000 siswa, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi lebih dari 5.000 guru di tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.
PINTAR  adalah kelanjutan dan pengembangan program Pelita Pendidikan yang  juga dirancang untuk menjawab tantangan sistem pendidikan di Indonesia yang kompleks, di mana Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbesar, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Lebih dari 250.000 sekolah tersebar di seluruh Nusantara, serta lebih dari 2,6 juta guru dan 50 juta murid. Program PINTAR diharapkan memberi dampak yang lebih dalam dan menjangkau wilayah Indonesia lebih luas.
Mulai tahun 2018 program PINTAR diperluas ke 14 kabupaten dan kota dan 10 LPTK di 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan akan berkembang ke 30 daerah dan bermitra dengan 810 sekolah pada tahun 2019. Bekerja sama dengan pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; pemerintah provinsi; serta pemerintah kabupaten dan kota; pada 2022 program PINTAR ditargetkan menjangkau 12.000 sekolah di Indonesia.
Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta Prof Dr Ravik Karsidi,  MS menjadi salah satu narasumber dalam talkshow yang digelar dalam peluncuran.  Ravik  menyebutkan bahwa kemitraan antara Tanoto Foundation dengan LPTK dan daerah merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin khususnya dalam hal perbaikan kompetensi substansial dan metodologis. 
"Isu yang menarik dalam kerjasama ini adalah terkait dengan kompetensi guru dalam hal substansial dan methodologis.  Dua hal tersebut harus digarap secara kolaboratif antara LPTK dan Tanoto Foundation untuk meningkatkan daya saing bagi seorang guru," ungkap guru besar tersebut. 
Ditemui secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Muhadjir Effendy,  menginginkan program PINTAR bisa dilakukan di daerah-daerah terpencil yang belum pernah tersentuh program yang sama. “Agar kualitas pendidikan merata di semua tempat,” ujarnya.  (HG33/hms).

Kudus, Harianguru.com - Menjadi anak Yatim-piatu bukan menjadi cita-cita ataupun pilihan setiap insan, setiap manusia pasti memiliki harapan selalu ada orang tua yang mendampingi dalam kegiatannya, maka dari itu putra-putri KB Al-Azhar, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, pada Kamis (20/09/2018) menyambangi Panti Asuhan Budi Luhur, Jekulo untuk merajut kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan.

Sekitar 70 an peserta didik KB Al-Azhar yang didampingi oleh pendidik maupun tenaga kependidikan itu, mereka datang dengan raut wajah sumringah, pula senyuman yang hangat kepada puluhan anak-anak Panti Asuhan Budi Luhur tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan keluarga besar disambut baik oleh Wiwik Purwati, S.Pd, selaku ketua, Kiai Nur Mukhsin, juga beserta pengurus panti asuhan.

H. Ahmad Faedloni, SH, MH, selaku pembina KB Al-Azhar, mengungkapkan, ini merupakan momen yang ada dalam bulan baik, saat muharram atau bertepatan 10 Asyuro, berbagi kasih memang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

"Kegiatan ini tak lain, mengajarkan anak-anak kami bagaimana memberikan pengertian terhadap mereka sedini mungkin untuk mencintai dan peduli terhadap sesama,"jelasnya.

Lanjut Faedloni, "bukan sekadar penanaman nilai berbagi, dan mengasihi kepada sesama, berbagi secara langsung pada mereka, mengenalkan bagaiamana rasa ikhlas itu muncul dari dalam dari putra-putri KB Al-Azhar sendiri, rasa ikhlas dan kemanusiaan mereka akan tumbuh, jika kita sebagai orang tua mengenalkan mereka yang notabenya Anak Usia Dini terhadap salah satu sunnah Rasulullah SAW, yakni untuk mencintai dan berbagi kepada sesama manusia, apalagi yatim-piatu," tandasnya.(HG33/fakhrudin).

Harianguru.com - Beriktu adalah Lowongan Dosen PGMI/PGSD IAI Ngawi Jawa Timur bagi Anda yang membutuhkan pekerjaan.

Anda perlu tahu, bahwa Institut Agama Islam (IAINgawi adalah metamorfosis dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ngawi telah resmi beralih status sesuai dengan SK Dirjen Pendis No. 608 Tahun 2016 tertanggal 1 Februari 2016 dimana perguruan tinggi ini merupakan Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngawi yang patut menjadi pilihan masyarakat untuk membina putra-putri anda untuk di didik menjadi sarjana dengan bekal ilmu Hukum Islam, Ilmu Pendidikan Islam dan Ekonomi Islam. IAI Ngawi yang sebelumnya bernama STAI Ngawi berdiri di Ngawi pada, 4 September 2008 dan telah memiliki gedung sendiri yang beralamat di Jalan Ir. Soekarno (Ringroad Barat) No. 99 Ngawi ini diprakarsai oleh ulama, ahli kependidikan, ahli hukum Islam dan praktisi Islam di Kabupaten Ngawi.
Saat ini, Institut Agama Islam Ngawi telah memiliki 6 Program Studi yang terbagi dalam 3 Fakultas. Yaitu program studi Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Raudlatul Athfal, Ahwal Al-Syakhsyiyah, Hukum Ekonomi Islam/ Muamalah, Ekonomi Syari'ah serta Zakat dan wakaf yang dikembangkan sesuai dengan kompetensi bidang ilmu untuk menghadapi era global.
Saat ini Institut Agama Islam Ngawi telah menyandang status TERAKREDITASI INSITUSI berdasarkan SK BAN-PT No. 461/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2015 tertanggal 23 Mei 2015 dimana belum banyak perguruan tinggi di Kab. Ngawi yang menyandang status tersebut. IAI Ngawi membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, MA, MAK, Kejar Paket C dan sederajat baik fresh Graduate maupun yang sudah bekerja untuk menjadi mahasiswa IAI Ngawi.

Jika Anda berminat, silakan langsung kirim lamaran atau silakan hubungi dan kunjungi alan Ir. Soekarno No. 99, Beran, Pandansari, Jururejo, Kec. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63216 Provinsi: Jawa Timur Telepon: 0856-5561-2889.


Temanggung, Harianguru.com – Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar Diskusi Prodi bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung yang bertempat di Kampoeng Sawah Temanggung, Rabu (26/8/2018).

Acara diawali dengan pelantikan pengurus redaksi oleh Kaprodi PGMI STAINU Temanggung sekaligus launching Buletin PGMI (BUMI) oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung. Rangkaian kegiatan tersebut digelar dalam acara bertajuk Forum Keakraban Mahasiswa dan Diskusi Prodi dengan tema "Bahasa dan Pengembangan Karakter".

Dalam pemaparannya, Faizah MPd, dosen PGMI STAINU Temanggung, menegaskan bahwa bahasa ibu atau bahasa pertama sangat urgen dipertahankan di era globalisasi ini. Sebab, menurut lulusan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga itu, saat ini kerusakan anak tidak hanya pada aspek rusak bahasanya, namun juga karakternya.

“Keluarga sangat menentukan bahasa yang halus dan pemertahanan bahasa ibu. Jika kita orang Jawa, Sunda, maka kita harus melestarikan "bahasa ibu" kita tersebut yaitu bahasa Jawa, Sunda, dan bahasa ibu yang lain,” beber dia dalam diskusi yang dimoderatori Muhammad Fadloli Alhakim tersebut.

Ia juga memberi solusi, pemertahanan bahasa ibu juga ditentukan oleh penggunaan bahasa dalam pergaulan sehari-hari. Sebab, menurut dia, bahasa menjadi penciri karakter seorang, jika bahasanya baik, maka akan mencerminkan karakter baik sang anak, atau sebaliknya.

Sementara itu, Effi Wahyuningsih dosen Bahasa Inggris STAINU Temanggung sebagai penyaji kedua, mengatakan bahasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. “Penggunaan bahasa dalam interaksi sehari-hari sangat menentukan karakter anak, kasar atau halusnya bahasa mereka ditentukan oleh penggunaan bahasa dalam interaksi sehari-hari di lingkungan mereka,” beber dia. Bahasa yang mereka peroleh dan pelajari dari keluarga, sekolah, tayangan-tayangan acara di televisi dan internet juga sangat berpengaruh kepada karakter anak.

“Kurikulum di jenjang SD/MI juga menentukan bahasa dan karakter anak. Maka dari itu, Program Pengembangan Karakter (PPK) yang digagas oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memprioritaskan pendidikan karakter untuk jenjang SD/MI sebesar 70 persen,” tegas dia.

Hadir dalam kesempatan itu Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung, Farinka Nurrahmah Azizah Sekprodi PGMI STAINU Temanggung, dan Andrian Gandi Wijanarko dosen PGMI STAINU Temanggung serta puluhan mahasiswa dan juga pengurus HMP PGMI STAINU Temanggung.

Acara berlangsung meriah, karena antara dosen dan mahasiswa beradu argumen mengenai penggunaan bahasa kasar dan penerapannya dalam keluarga serta di sekolah. Sebagai kesimpulan dari acara diskusi ilmiah tersebut adalah bahwa pembentukan karakter anak melalui bahasa juga harus dikaitkan erat dengan budaya, karena belajar bahasa juga berarti belajar tentang budaya terkait.(Res-HG44/hi).


Temanggung, Harianguru.com - Bertempat di Kampoeng Sawah Temanggung, Buletin PGMI (BUMI) dilaunching Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar Forum Keakraban dan Diskusi Prodi dengan tema "Bahasa dan Pengembangan Karakter", Rabu (26/8/2018).

Dalam forum itu, sebelumnya manajemen redaksi dilantik langsung Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda. Mereka dilantik untuk menjadi susunan redaksi BUMI periode 2018-2020.

"Secara resmi, Anda semua menjadi pengurus dalam susunan redaksi BUMI ini. Tema pertama memang mengusung sesuai misi STAINU, yaitu STAINU Menuju Kampus Riset," lanjut dia.

Dilanjutkan Ibda, bahwa BUMI merupakan buletin yang diterbitkan Prodi PGMI melalui HMP di bawah tanggungjawab susunan redaksi yang terbit dua bulan sekali.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan upgrading penguatan redaksi BUMI yang diisi Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda dan Muhammad Fadloli Alhakim Dewan Penasihat BUMI. "Temanya tidak harus kaku seperti ini, namun bisa fleksibel dan berkembang sesuai kondisi dan kesepakatan redaksi," ujar Fadloli saat mengisi upgrading.

Usai kegiatan, dilanjutkan launching Kartu Tanda Anggota (KTA) HMP PGMI dan Rapat Kerja HMP PGMI, serta Diskusi Prodi yang diisi Effi Wahyuningsih dan Faizah dosen PGMI STAINU Temanggung. (hg19/hms).


Temanggung, Harianguru.com - Proses kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Trisula STAINU Temanggung pada kesempatan kali ini didatangi langsung KH. Muhammad Furqon Masyhuri Ketua Tanfidzhiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung, Sabtu (22/9/2018). Pada momen ini, Anang sebagai moderator membacakan curiculum vitae dan juga materi yang akan dibahas yaitu Mabadi' Khoiru Ummah dan mengambil kutipan juga dari kitab Hadratusayaikh Hasyim Asyari yaitu Qonun Asasi.

Dalam penyampaiannya, Kiai Furqon menekankan bahwa konsep mabadi' khoiru ummah harus dijadikan pegangan bagi seluruh kader-kader PMII yang di mana konsep itu terdiri atas beberapa aspek kepemimpinan umat, baik dari segi assidqu maupun ta'awun dan al-amanah, tolong menolong sesama.

Beliau juga memberi sebuah motivasi kepada peserta bahwa mengurusi PMII sama halnya mengurusi NU. “Ngopeni PMII iku podo karo ngopeni Nahdlatul Ulama, karena saya yakin bahwa PMII merupakan bagian dari sayap Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan estafet perjuangan NU,” tegas Gus Furqon tersebut di hadapan puluhan peserta Mapaba.

Pesan beliau yang terakhir mengutip dari ungkapan Hadratusayaikh, yaitu siapa yang mau ngurusi NU maka dia santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah bersama anak cucunya. (HG39/Robin).


Temanggung, Harianguru.com – Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, Jawa Tengah menjadi tuan rumah Sosialisasi Ikatan Mahasiswa Manajemen/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Wilayah Jawa Tengah DIY pada Ahad (16/9/2018).

Bertempat di Aula STAINU Temanggung, acara itu dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Jawa Tengah dan DIY. Di antaranya, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Purwokerto, STAI Pemalang, dan beberapa kampus lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAINU Temanggung Muhammad Ridho Muttaqin. Dalam sambutannya Ridho mengatakan mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam harus menjadi garda terdepan dalam konteks dunia pendidikan. Hal ini sesuai dengan visi misi jurusan tersebut yaitu menjadi tenaga kependidikan, manajerial, dan kepemimpinan yang profesional dan andal.

"Mahasiswa MP, AP, dan MPI juga harus mempersiapkan dirinya dalam persaingan global di era revolusi industri 4.0 dan MEA. Oleh karena itu, jiwa kemandirian, kreativitas, dan entrepreneurship menjadi modal utama untuk mampu bersaing dalam kancah internasional," tandasnya.

Kegiatan Sosialisasi IMMAPSI ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di kampus STAINU Temanggung setelah yang pertama pada 06 November 2016 yang bertujuan untuk memberikan motivasi serta mengenalkan tentang wadah organisasi bagi mahasiswa jurusan MPI. (hg43/hi).


Temanggung, Harianguru.com - Bertempat di lantai 2 kampus STAINU Temanggung, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip mengadakan malam keakraban yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai prodi yang ada di kampus, Sabtu malam (15/9/2018).

Malam keakraban itu, juga di hadiri oleh senior Grip dan juga pembicara pada acara tersebut, yaitu Hamidullah Ibda, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan dan mewajibkan mahasiswa untuk melakukan tiga pilar literasi, yaitu membaca, menulis, dan mengarsipkan.

Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STINU Temanggung, Musyafak, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk merekatkan dan mengakrabkan antar anggota Grip dan anggota magang.

Acara pada malam itu berjalan dengan lancar, dan peserta antusias dalam mengikutinya. Dalam kegiatan tersebut, Kaprodi PGMI mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) harus berbeda dengan mahasiswa yang lain. “Setidaknya harus bisa membuat makalah dengan benar dan baik,” kata dia.

Acara itu berlangsung pada hari Sabtu malam (15/9/2018) yang akan berlangsung sampai minggu pagi (16/9/2018). (HS33/Ari M).


Temanggung, Harianguru.com - Tepat pukul 14.00 WIB, STAINU Temanggung mengadakan Stadium General dengan tema "Penguatan STAINU Temanggung Berwawasan Riset Islam Nusantara dalam Menjawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0" di lantai 3 Aula STAINU Temanggung,  Sabtu (08/09/2018).

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Aziz Hakim, Kepala Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menegaskan banyak hal tentang riset berwawasan Islam Nusantara.

Dalam acara itu, ada beberapa kata kunci yang Aziz katakan. "Ada tiga kata kunci dalam tema ini. Kampus riset, Islam Nusantara dan Revolusi Industri 4.0. Tema ini berat dan minimal kita mulai dari hal-hal kecil," beber Wakil Sekjen PP GP Ansor 2015-2020 tersebut yang didampingi moderator Nashih Muhammad.

Untuk STAINU sendiri, Aziz menegaskan harus dikuatkan pada peran Tri Darma Perguruan Tinggi. "Ada pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini harus terkoneksi dan saling mendukung karena menjadi tiga hal yang tidak bisa dipisahkan," lanjut dia.

Pihaknya juga menegaskan, riset yang berwawasan Islam Nusantara bisa dimulai dengan pola pikir tawazun, moderat sebagai ruh dari Islam Nusantara itu sendiri. "Islam Nusantara itu ya tipe Islam di Indonesia yang tengah-tengah. Tidak mainstream kanan dan kiri. Harus paham tekstual dan kontekstual. Saya merujuk Rais Am PBNU KH. Ma'ruf Amin. Intinya, Islam Nusantara itu pada wilayah fikrah (pemikiran), akidah (keyakinan), amaliyah (amalan), harakah (gerakan)," lanjut dia.

Makanya, kata dia, karena kita di tengah-tengah, harus siap dihantam kelompok dan

Sementara apa bisa STAINU menjawab era Revolusi Industri 4.0? Aziz menegaskan bisa. "Minimal dikuatkan pada penelitiannya. Karena di sini belum ada fakultas atau jurusan eksak, FMIPA. Tapi kemarin sudah ada beberapa dosen sini lolos kluster penelitian Kemenag," lanjut dia.

Di sisi lain, mantan aktivis PB PMII ini juga menjelaskan bahwa ada beberapa tipologi mahasiswa, salah satunya Mahasiswa yang memiliki pengetahuan intelektual dan aktif dalam kegiatan organisasi maupun pengabdian masyarakat. "Dari beberapa tipologi mahasiswa, mahasiswa STAINU Temanggung harus mampu mengembangkan pengetahuan intelektual akademis dan mampu berkontribusi dalam kegiatan organisasi ataupun pengabdian masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya," ujar Muhammad Aziz Hakim yang berdarah Temanggung tersebut.

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa Mahasiswa dan Dosen STAINU Temanggung harus percaya diri (PD)  aatu tidak minder dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
Beliau juga menegaskan salah satu cara kampus riset menjawab tantangan saat ini dengan cara menulis.

"Dengan menulis dosen dan mahasiswa STAINU Temanggung dapat memperkenalkan lembaganya dalam kancah nasional maupun internasional. Seperti yang sudah diikuti beberapa dosen STAINU Temanggung yang mengikuti karya tulis ilmiah nasional, yang hasilnya tak kalah dengan penulis luar dan menyabet juara salah satunya dosen tetap PGMI Hamidulloh Ibda, M. Pd. Beberapa waktu silam," jelasnya semangat.

Dosen dan Mahasiswa STAINU Temanggung juga harus keluar dari zona aman dalam mencari peluang dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Jajaran penjabat, Kaprodi, Sekprodi, dosen dan karyawan serta Mahasiswa STAINU Temanggung.

Di akhir acara, Nashih menyimpulkan bahwa peran STAINU bisa menggalakkan gagasan kampus riset dari hal-hal kecil. "Islam Nusantara harus menjadi landasan dalam riset. Dan STAINU Temanggung harus bisa mengimplementasikannya dalam aspek Tri Darma Perguruan Tinggi," ujar dia. (HG33/Dama/Ibda).

Donny Imam Priambodo

Jakarta, Harianguru.com – Dalam memperingati hari Aksara Internasional Tahun 2018, Donny Imam Priambodo Caleg DPR RI Dapil Jateng III memberikan komentarnya bahwa peringatan hari aksara harus menjadi refleksi bersama dalam merenungi cita-cita bernegara yaitu mercerdaskan kehidupan masyarakatnya.

Menurunya, patut disyukuri dalam memberantas buta huruf, Indonesia mengalami kemajuan. sebagai upaya nyata untuk sampai kepada cita cita bernegara, Sabtu ( 08/09/2018).

“Indonesia hari ini mengalami kemajuan dalam memberantas buta aksara. Capaian tahun 2017 berdasarkan data Badan Pusat Statistika ( BPS ) penduduk yang telah berhasil di beraksarakan mencapai 97,93 persen dan 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa ( Usia 15-59 ) yang belum melek aksara” ujar Donny Imam Priambodo Kepada Media Saat ditemui di Kawasan Mampang Jakarta, Sabtu (8/9/2018)

Peringatan Hari Aksara Internasional dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi kita semua untuk melakukan gerakan budayakan literasi untuk memberantas buta aksara.

Membudayakan literasi menjadi kepentingan bersama untuk dilakukan secara seksama dalam rangka membangun kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam akhir komentarnya Donny Imam Priambodo Caleg DPR RI Dapil Jateng III ingin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengisi peringatan Hari Aksara Internasional dengan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan sehingga mempunyai dampak sosiologis.

“Peringatan Hari Aksara Internasional ini mari kita isi dengan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (hg44/hms).

Sindi Nur Azizah

Temanggung, Harianguru.com – Bagi Sindi Nur Azizah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, awalnya tidak berminat kuliah Prodi tersebut. Namun, setelah masuk, ia merasa tersesat di jalan yang benar karena banyak ilmu dan pengalaman ia temukan.

Ia pun menegaskan, calon guru bahkan guru itu sendiri harus bisa menguasai seni, bai itu tilawah maupun sholawat, begitu pula dengan kesenian yang lain.

“Jujur saja, yang pertama alasan masuk PGMI karena saya menuruti sama bapak ibu. Soalnya, bapak ibu saya ridho kalau saya kuliah di STAINU dan masuk PGMI,” ujar Sindi Nur Azizah kepada Harianguru.com pada Sabtu (8/9/2018).

Justru, kata dia, sekarang malah sudah merasa nyaman. “Sudah punya keinginan yang lebih lagi buat belajar di prodi PGMI,” tegas dia.

Awalnya, ia mengakui tidak tahu apa itu PGMI. Namun setelah Ospek dan melakukan perkuliahan, ia mengaku tersesat di jalan yang benar. “Cuma tak ambil sisi positifnya saja, berharap semoga ridhonya bapak ibuk yang bisa bikin saya sukses,” lanjut dia.

Awalnya, kata dia, memang masih banyak mengeluh setiap pulang dari kampus. “Saya mengeluh gara-gara tugas karena belum terbiasa. Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa beradaptasi yang awalnya kebayang sama tugas, tapi ternyata kalau dijalani ya asik asik saja, ditambah sama teman-teman PGMI juga enak karena pada baik,” beber dia.

Selain menjalani kesibukan kuliah, ia mengaku banyak kegiatan dilakukan. “Kalau malam, kesibukan di pondok, dan kadang kalau pas ada undangan ngisi tilawah atau sholawat dalam acara hajatan, tapi itu ya belum pasti,” lanjut mahasiswi yang juga menimba ilmu di Pesantren Al Mukaromah Walitelon, Temanggung tersebut.

Kalau tilawah, kata dia, ia memang tidak ada grup. “Kesibukan tilawah memang tidak di grup, cuma belajar bareng-bareng di pesantren setiap malam Ahad,” kata dia.

Musiknya, menurut Sindi, adalah berjenis Salafan. “Maksudnya yang musiknya itu memakai ketipung, terbangan, dan bedug, serta yang lain seperti model musik yang dikembangkan Habib Syech,” tukasnya.

Kalau qori, katanya, sebenarnya belum terlalu bisa, karena masih tahap baru belajar. “Saya belum pernah qori di tempat yang jauh-jauh, cuma di daerah sini saja.  Lebih seringnya kalau yang sholawat sama grup di Pringsurat,” ujar mahasiswi asal Beji, Walitelon, Temanggung, Jawa Tengah itu.

Ia mengakui, harus bisa membagi waktu perkuliahan dengan agenda di pondok. Namun, dengan memasuki Prodi PGMI di STAINU Temanggung, ia berharap bisa menjadi calon guru yang baik dan membahagiakan orang tua.

“Harapannya, saya bisa dapat ilmu yang manfaat. Soalnya kalau saya punya ilmu, pasti kesuksesan atau rezeki akan mengikuti. Tapi kalau Allah menghendaki, semoga saya bisa jadi guru MI bisa bagi ilmu ke banyak orang,” pungkas dia. (htm99/dul).

Temanggung, Harianguru.com - Bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, Temanggung TV adalah salah satu media yang sangat dekat dengan mereka, karena banyak tayangan dari TV lokal tersebut yang mengangkat budaya, tradisi dan berita terbaru di Kabupaten Temanggung khususnya.



Pada hari Rabu 9 September 2018 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Temanggung berkesempatan disalah satu aacara Temanggung TV, yang disebut KOPI (Komunitas Pilihan Kita).



Acara tersebut fokus mengulas tentang sebuah komunitas/organisasi tertentu. Acara yang dibagi menjadi 3 segmen tersebut, Segmen pertama membahas bagaimana sejarah berdirinya komunitas/organisasi, dalam hal ini Ibrahim Fahmi Ketua Umum PMII menjelaskan bahwa PMII didirikan karena hasrat kuat para pemuda Nahdliyin yang ingin membuat wadah khususnya untuk Mahasiswa NU, pada tahun 1960 tepatnya 17 April akhirnya PMII resmi berdiri.



Selanjutnya, masuk dalam segmen ke-2, Dian Wahyuningsih pembawa acara menanyakan apa sih kegiatan-kegiatan yang dilakukan PMII?



"Kalau kita berbicara lokalitas Temanggung sendiri, PMII sering mengadakan forum diskusi karena background kita adalah mahasiswa tentunya forum-forum seperti itu sangat penting untuk pengembangan keilmuan para kader PMII," kata Ketua Umum PMII Ibrahim Fahmi.



Mar’atus Sholikhah mantan Ketua KOPRI PC PMII Temanggung juga menambahkan, banyak kegiatan yang bekerjasama dengan Ormas ataupun dinas tertentu, seperti KBPP, Gusdurian, KNPI, dan besok pada tanggal 28 September hingga 1 Oktober kita ada acara Festival Kopi Temanggung yang bekerjasama dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kab. Temanggung,  agenda tahunan yang sudah berjalan untuk ke empat kalinya.



"Setelah itu kita ikut andil dalam kepanitiaan HSN (Hari Santri Nasional) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, itulah gambaran kecil dari kegiatan PMII, karena PMII bergerak dilingkup sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, keagamaan dan keilmuan," ujar dia.



Dian juga menanyakan dalam segmen terakhir, apa saja harapan PMII untuk kedepanya dalam lingkup organisasi ataupun secara umum?



Dalam kesempatan itu, Faizun Rohman Sekretaris Umum PC PMII Temanggung menjawab, bahwa

tahun 2030 kita akan menghadapi masa yang disebut bonus demografi, di mana bangsa ini akan dipimpin oleh generasi muda sekarang atau yang lebih dikenal sebagai generasi milenial.



"Mau tidak mau para kader PMII harus siap untuk era tersebut  karena memang kader PMII dilatih untuk menjadi seorang leader atau pemimpin, dan semoga kita bisa berkiprah dengan baik dalam ikut membangun bangsa ini," ujarnya. (Red-HG44/hi).

Temanggung, Harianguru.com - Tepat pukul 08.30 WIB, STAINU Temanggung menggelar simulasi pra visitasi akreditasi kedua di gedung B, Kamis (6/8/2018).

Dalam sambutannya, Dr. H. Muh Baehaqi, MM Ketua STAINU Temanggung menjelaskan kegiatan tersebut dalam memantabkan borang akreditasi AIPT STAINU Temanggung tahun 2018 ini.

"Insyaallah akhir September 2018 borang diupload untuk akreditasi AIPT STAINU Temanggung," ujar doktor jebolan UII Yogyakata itu.

Kita menargetkan, kata dia, STAINU dapat nilai akreditasi minimal B. "Insyallah 2019 kita rencanakan perubahan dari sekolah tinggi ke institut. Karena syarat ke institut minimal enam prodi dan itu sudah kami kantongi," beber dia.

Sementara itu, Prof Dr Khoiruddin Nasution, MA Asesor BAN PT menegaskan bahwa tim akreditasi merupakan tim pengubah nasib perguruan tinggi. "Kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan ini mendapat rida Allah," tegas guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Pihaknya menegaskan, nasib kita yang mengubah adalah diri sendiri. "Nasib perguruan tinggi juga sama. Saya melihat, sarana prasarana STAINU sudah cukup bagus. Kalau berbicara cukup itu relatif. Di kampus lain butuh AC tapi kan di sini tidak butuh," ujar dia.

Saat ini, katanya, baik dan buruknya perguruan tinggi bukan negeri dan swasta. "Tapi intinya pada akreditasi," tegas dia.

Ia menegaskan, borang merupakan mendokumenkasikan kinerja sesuai lini masing-masing. "Jadi mendokumenkan RPS dosen, penelitian dosen, dan lainnya," ujar dia.

Pihaknya juga mendorong Jurnal Ilmiah Cita Ilmu di STAINU bisa segera akreditasi ke Sinta. Semua itu menurutnya, harus diseriusi karena perguruan tinggi NU harus bermutu.

Dalam simulasi itu, hadir jajaran pejabat, kaprodi, sekprodi, dan dosen yang bertanggungjawab pada standar 1 sampai 7. (hg5/hi).

(tengah) Drs. Agus Sumaryono 
Kendal, Harianguru.com Dalam rangka mewujudkan Kendal Smart City Pemerintah Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Tanoto Foundation Program Pelita Pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Agus Sumaryono saat acara Sosialisasi  Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation yang diadakan di Aula Bupati Kendal, Selasa (4/9/2018).     

“Saya sangat menyambut baik dan akan sepenuhnya mendukung program Tanoto Foundation ini dalam rangka mewujudkan Kendal Smart City, yang salah satu misinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing tinggi,“ ujarnya pada acara Sosialisasi Program Pelita Pendidikan yang diadakan di Aula Bupati Kendal, Selasa (4/9).  

Asisten Kesra menjelaskan, tidak ada suatu negara/daerah maju tanpa pendidikan yang baik. Pendidikan membuat manusia jadi lebih baik. Begitu istimewanya pendidikan, sehingga banyak negara yang mengawali pembangunannya dengan meletakkan dasar sistem pendidikan untuk menciptakan generasi terbaik.

“Demikian juga dengan kabupaten Kendal. Kita ingin menciptakan generasi terbaik bagi bangsa ini melalui pendidikan berkualitas sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Hal ini selaras dengan visi Pembangunan Nasional 2015-2019, yaitu: “mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera, serta mewujudkan bangsa yang berdaya saing,” ungkapnya menjelaskan.

Program Pelita Pendidikan hadir di Kendal untuk mendukung pemerintah menerapkan pembelajaran aktif di sekolah. Model Pembelajaran yang akan diterapkan berfokus pada siswa, bukan hanya pada guru. Model pembelajaran klasik yang lebih didominasi ceramah oleh guru, akan digantikan dengan siswa yang aktif secara fisik, mental, dan personal  dalam proses belajar tersebut.

“Program ini menjadikan guru sebagai fasilitator dan pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Siswa diarahkan untuk menjadi lebih proaktif, percaya diri, dan memiliki modal sejak dini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Fian Falopi Bidang Kerjasama dan Perencanaan, mewakili Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation saat memberikan sambutan.

Program ini juga akan membantu sekolah mengembangkan kepemimpinan dan manajemen sekolah yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel,  serta lebih berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas.   Menanggapi hasil studi internasional tentang rendahnya tingkat literasi siswa di Indonesia, program juga akan menyasar pada peningkatan kemampuan literasi siswa di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Program juga bekerja sama dengan perguruan tinggi pencetak guru atau LPTK dan sekolah labnya, di Jawa Tengah, UIN Walisongo Semarang dan Univeristas Sebelas Maret Surakarta merupakan mitra utama program. “Perkuliahan menjadi model praktik yang baik bagi mahasiswa calon guru dalam penerapan pembelajaran aktif, sehingga keluarannya juga akhirnya bisa meningkatkan percepatan mutu pendidikan,” jelasnya lebih lanjut.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nurkolis, MM menjelaskan, skema awal kerjasama akan berlangsung selama tiga tahun yaitu mulai tahun 2018 sampai 31 Desember 2021. Tanoto Foundation akan melatih kepala sekolah, guru, dan komite di 24 sekolah/madrasah piloting terpilih untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengimplementasikan pembelajaran aktif, manajemen sekolah, dan budaya baca. Sekolah yang terpilih tersebut terdiri dari 12 SD, 4 MI, 6 SMP, dan 2 MTs yang berada di dua kecamatan yaitu Brangsong dan Patean.

“Sebelum program dimulai, di SD dan MI tersebut akan dilakukan asesmen kemampuan membaca dan matematika, terutama siswa kelas awal, akan diuji kemampuan literasinya dengan menggunakan instrumen standar internasional EGRA (early grade reading assessment) dan EGMA (early grade mathematic assesment),” ujar Doktor bidang manajemen tersebut menjelaskan kepada undangan yang hadir.

Di tingkat pusat, program Pelita Pendidikan yang diprakarsai Tanoto Foundation ini bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang bekerja sama dengan lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto ini.  Provinsi lainnya adalah Jambi, Riau, Kalimatan Timur, dan Sumatara Utara.

Kegiatan Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah, Baperlitbang, Perpusda, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, sekolah dan madrasah mitra, fasilitator daerah, media, dan pemangku kepentingan lainnya. (hg44/hms).

Temanggung, Harianguru.com - Hamidulloh Ibda dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung merillis buku baru bertajuk "Filsafat Umum Zaman Now" di Ceker Judes, Jalan Gatot Subroto Temanggung, Selasa malam (4/8/2018).

Menurut dosen kelahiran 17 Juni ini, buku tersebut merupakan salah satu karya yang fokus tidak hanya pada perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan era primitif, Yunani, pertengahan, renaissance, modern, kotenmporer, namun juga mengulas perkembangan ilmu zaman now yang bermuara pula pada perkembangan ilmu era Revolusi Industri 4.0.

Buku terbitan CV. Kataba Group ini merupakan buku yang mengkaji lebih dalam tentang filsafat, ilmu, pengetahuan, ilmu pengetahuan, cabang filsafat, serta kemajuan ilmu pengetahuan dari zaman primitif orang berkiblat pada klenik/mitos sampai zaman now di era milenial, pascamilenial, era alfa dan era Revolusi Industri 4.0.

Sebelumnya, sejak 2013 ia telah menulis buku Demokrasi Setengah Hati (2013), Stop Pacaran Ayo Nikah! (2014), Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? (2014), Sing Penting NUlis Terus (2017), Media Pembelajaran Wayang berbasis Wayang (2017), Media Literasi Sekolah (2018), dan Senandung Keluarga Sastra (2018) serta mengedit puluhan buku.

"Alhamdulillah bisa menitihkan karya lagi. Prinsip menulis bagi saya sederhana. Sing penting nulis terus," ujar Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut yang dihadiri sejumlah dosen.

Ia menjelaskan, buku filsafat selama ini masih sedikit yang mengulas sampai era Revolusi Industri 4.0 ini.

"Beberapa yang saya rujuk sudah lengkap seperti karya Maman Rachman, dkk, Ahmad Tafsir, Jujun S. Suriasumantri, lalu juga Hasan Bakti Nasution, pada Filsafat Pendidikan Islam ada Toto Suharto dan lainnya. Saya menambahkan poin tentang kemajuan ilmu pengetahuan zaman now, milenial, pascamilenial, generasi alfa dan era Revolusi Industri 4.0," tukas pengurus bidang penjamin mutu PD PGMI Korwil Jateng-DIY itu.

Sementara itu, Andrian Gandi Wijanarko dosen PGMI STAINU Temanggung mengatakan tradisi literasi di PGMI sangat bagus. Ia pun mengapresiasi Kaprodi PGMI yang tahun ini sudah menulis tiga buku dan beberapa jurnal. "Kami dosen tahun ajaran ini akan mengikuti jejaknya," bebernya. (HG44/agw).

Ilustrasi
Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan sudah mendapatkan sinyal persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait usulan pengangkatan 100 ribu guru baru. Proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Alhamdulillah, kita usulkan 100 ribu guru PNS baru dan sudah kita bicarakan dengan bapak Wakil Presiden. Insyaallah juga disetujui Menpan RB untuk tahun ini sebanyak 100 ribu CPNS seperti sudah disampaikan sebelumnya,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy, di Jakarta, Kamis (30/8/2018) dalam siaran pers yang diterima Harianguru.com melalui Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Jakarta, 30 Agustus 2018.

Mendikbud kembali menegaskan bahwa penentuan proporsi guru yang diangkat baik dari honorer maupun kategori guru CPNS jalur umum, bukanlah kewenangannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya akan menyampaikan kriteria-kriterianya sesuai kebutuhan.

“Jadi 100 ribu itu tidak musti dari honorer semua ya, walaupun honorer tetap akan diprioritaskan untuk mengikuti seleksi,” terang Mendikbud sekaligus meluruskan isu yang beredar tentang pengangkatan khusus guru honorer.

Lebih lanjut, disampaikan Muhadjir bahwa saat ini paling tidak dibutuhkan 736 ribu guru PNS baru. Kebutuhan tersebut untuk mengganti guru-guru yang pensiun, maupun penempatan di sekolah-sekolah baru, dan sekolah-sekolah di daerah khusus.

“Penambahannya dilakukan bertahap setiap tahun mulai tahun ini dengan jumlah kuota yang signifikan setelah beberapa tahun ditetapkan moratorium pengangkatan guru PNS,” kata guru besar Universitas Negeri Malang ini. (HG33/hms).

Kudus, Harianguru.com - Semenjak senin pagi,27 Agusutus 2018 hingga hari ini, jumat 31 Agustus, sebanyak Guru PAUD yang terdiri dari 80 pendidik dari KB, TK, TPA, SPS Pos PAUD di Kabupaten Kudus menjalani Diklat(Pendidikan dan pelatihan) peningkatan kompetensi di Hotel Proliman Kudus yang dibagi menjadi dua kelas.

Diklat berjenjang tingkat dasar yang berlangsung selama lima hari tersebut, diadakan oleh TK Negeri Pembina Kabupaten Kudus yang bekerjasama dengan PKG PAUD Kecamatan Kota dan Disdikpora Kabupaten Kudus, yang juga atas dukungan Dirjen PGTK  PAUD dan Dikmas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Republik Indonesia.

Kegiatan demikian, dipandu oleh narasumber-narasumber yang mumpuni dalam bidangnya yang tentunya bergelut dalam dunia PAUD di kudus. Halnya, Dra. Sriatie, MM, Tutik Arsi, S.Pd. AUD, Maryatin S.EI, M.E, Trisye Sulistiowati S.Pd, Mujiwati, SE, S.Pd, Dra. Ruslin, terang ketua pelaksana kegiatan, Ummu Umaroh, S.Pd AUD.

Adapun materi yang disampaikan dan wajib diikuti peserta yakni, Konsep Dasar PAUD, Perkembangan Anak Usia Dini, Pengenalan ABK, Cara Belajar Anak Usia Dini, Perencanaan Pembelajaran, Penilaian Perkembangan Anak, Kesehatan dan Gizi, Komunikasi dalam Pengasuhan, Etika dan Karakter Pendidik PAUD, dan Peer Teaching yang mengasah kemampuan pendidik dalam memberikan pembelajaran kepada anak.

Lima hari sudah dijalani oleh peserta dan hari ini, jum'at 31/08/18, saat penutupan Diklat tersebut, Ketua Panitia yang kerap disapa Bu Ummu itu menyampaikan kepada seluruh Pendidik PAUD yang mengikuti Diklat," banyak yang kita pelajari selama lima hari kemarin dari sekian Narasumber, semoga pendidik bisa memtik semua apa yang disampaikan, dan mengimplementasikan ilmu yang didapat selama diklat," ujarnya.

Sementara, Kadin Disdikpora, yang diwakili oleh Drs. Moh. Soleh, M.M yang selaku Kabid PAUD dan Dikmas Kabupaten Kudus mengapresiasi kegiatan yang mendorong kompetensi bagi pendidik PAUD di kudus.

"Ia juga menyebut Diklat ini diadakan di Kabupaten, akan tetapi rasa-rasanya sudah seperti berarah ke Nasional," tambahnya.

"Sekarang, banyak Diklat diadakan oleh pemerintah, baik via tatap muka seperti ini, bahkan online oleh PAUD Dikmas, dan kami juga akan mengupayakan bagi para pendidik PAUD untuk meningkatkan kompetensinya lewat Diklat yang berjenjang dan memfasilitasinya seperti halnya kegiatan kali ini," terang Soleh.

Sebagai ungkapan senang dapat berkesempatan mengikuti Diklat,  Hanifah, salah seorang peserta menyampaikan ras syukurnya, mewakili seluruh peserta, ia akan menerapan segala ilmu yang ia dapat kali ini, juga menginformasikan kepada khalayak, bagaimana mendidik anak usia dini dengan baik dan penanganan yang benar,"ungkapnya.(HG33/Fakhrudin).

Harianguru.com - Pada Selasa (02/09/18) di Masjid dan Aula Kecamatan Kranggan telah berlangsung berbagai macam perlombaan antar Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Taman Pendidikan Alquran (Badko TPQ).

"Kegiatan tersebut merupakan serangkaian acara untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau tahun baru Islam yang ke 1440 yang nanti puncaknya apel santri pada tanggal 11 September 2018 di lapangan Menongso Kemloko Kranggan," ujar Bapak Aziz selaku ketua panitia.

"Acara tahunan ini Alhamdulillah banyak dukungan dari semua kalangan baik dari pemerintahan Kecamatan dan juga dari ustad/dzah se Kecamatan Kranggan selain itu tingkat antusias dari masing-masing TPQ pun sangat luar biasa" bebernya.

"Saya sangat senang dan mendukung dengan adanya kegiatan perlombaan antar TPQ ini, dikarenakan mampu melatih mental anak dan juga menjadi ajang silaturrahim antar santri TPQ dan juga ustad/dzah" ungkap Ustadzah Akhadiyah salah satu ustadzah dari dusun Temandang.

"Selain itu juga menjadi ajang untuk siar agama Islam agar Taman Pendidikan Alquran semakin berkembang", tambahnya.

Perlombaan yang diadakan oleh Badko TPQ kecamatan Kranggan yaitu ada tiga jenis perlombaan yaitu adzan, tartil Alquran dan pildacil. Perlombaan tersebut diikuti kurang lebih oleh 39 TPQ se Kecamatan Kranggan. (HG33/mus).


Malang, HARIANGURU.com - Sebagai  sarana mengabdi kepada masyarakat, PKPT IPNU IPPNU Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan Pembekalan Pengajar TPQ (1/9). Hal ini diawali karena kurangnya pengajar di salah satu TPQ di Jalan Jombang Kota Malang, yaitu TPQ Al- Khodijah. Dengan begitu, Bapak Mu’am selaku pembina TPQ meminta bantuan rekan-rekanita untuk membantu mengajar. Acara tersebut berjalan dengan lancar yang diisi empat materi.

Zaenal Arifin, selaku pemateri motivasi mengatakan, “ setiap apa yang ada di dunia ini memiliki shodaqoh, shodaqohnya ilmu itu dengan mengajarkannya. Dan sebaik-baik orang adalah ia yang belajar Al-qu’an dan mengajarkannya.”

Acara dilanjukan dengan materi perkembangan psikologi  anak, yang disampaikan oleh Rekan Saputra Fitrianto, mahasiswa psikologi UM. Dia mengatakan bahwa “seorang anak memiliki minat belajar itu bergantung dengan lingkungan mereka, jadikan tempat belajar anak menyenangkan dan guru selalu memasang wajah bahagia. Sehingga ada kesan yang bagus di awal bagi anak”
Setelah mendapat dua materi,  para peserta berdisukusi yang dipandu oleh Rekanita Rosa. Sebelum berdiskusi  Rekanita Rosa mengajak mereka untuk bermain game supaya mereka lebih berkonsentrasi saat berdiskusi dan menerima materi selanjutnya.

Pemateri Selanjutnya adalah Kak Fitri yang merupakan  seorang pengajar TPQ berbasis metode ummi. Metode ummi memang sudah digunakan di TPQ Al-Khodijah. Kak Fitri menjelaskan bahwa metode ummi adalah metode yang mendekati dengan kasih sayang, seperti seorang Ibu, sesuai dengan namanya yaitu ummi. Setelah penjelasan dari Kak Fitri selesai, para peserta diajak untuk praktek mengajar dengan cara, salah satu peserta menjadi ustadzah dan peserta yang lain menjadi murid. (Red-HG44/Indi Ashlihah/ Eliza Fitri).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget