Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Gandeng Tanoto Foundation, Pemkab Wujudkan Kendal Smart City

(tengah) Drs. Agus Sumaryono 
Kendal, Harianguru.com Dalam rangka mewujudkan Kendal Smart City Pemerintah Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Tanoto Foundation Program Pelita Pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Agus Sumaryono saat acara Sosialisasi  Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation yang diadakan di Aula Bupati Kendal, Selasa (4/9/2018).     

“Saya sangat menyambut baik dan akan sepenuhnya mendukung program Tanoto Foundation ini dalam rangka mewujudkan Kendal Smart City, yang salah satu misinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing tinggi,“ ujarnya pada acara Sosialisasi Program Pelita Pendidikan yang diadakan di Aula Bupati Kendal, Selasa (4/9).  

Asisten Kesra menjelaskan, tidak ada suatu negara/daerah maju tanpa pendidikan yang baik. Pendidikan membuat manusia jadi lebih baik. Begitu istimewanya pendidikan, sehingga banyak negara yang mengawali pembangunannya dengan meletakkan dasar sistem pendidikan untuk menciptakan generasi terbaik.

“Demikian juga dengan kabupaten Kendal. Kita ingin menciptakan generasi terbaik bagi bangsa ini melalui pendidikan berkualitas sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Hal ini selaras dengan visi Pembangunan Nasional 2015-2019, yaitu: “mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera, serta mewujudkan bangsa yang berdaya saing,” ungkapnya menjelaskan.

Program Pelita Pendidikan hadir di Kendal untuk mendukung pemerintah menerapkan pembelajaran aktif di sekolah. Model Pembelajaran yang akan diterapkan berfokus pada siswa, bukan hanya pada guru. Model pembelajaran klasik yang lebih didominasi ceramah oleh guru, akan digantikan dengan siswa yang aktif secara fisik, mental, dan personal  dalam proses belajar tersebut.

“Program ini menjadikan guru sebagai fasilitator dan pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Siswa diarahkan untuk menjadi lebih proaktif, percaya diri, dan memiliki modal sejak dini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Fian Falopi Bidang Kerjasama dan Perencanaan, mewakili Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation saat memberikan sambutan.

Program ini juga akan membantu sekolah mengembangkan kepemimpinan dan manajemen sekolah yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel,  serta lebih berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas.   Menanggapi hasil studi internasional tentang rendahnya tingkat literasi siswa di Indonesia, program juga akan menyasar pada peningkatan kemampuan literasi siswa di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Program juga bekerja sama dengan perguruan tinggi pencetak guru atau LPTK dan sekolah labnya, di Jawa Tengah, UIN Walisongo Semarang dan Univeristas Sebelas Maret Surakarta merupakan mitra utama program. “Perkuliahan menjadi model praktik yang baik bagi mahasiswa calon guru dalam penerapan pembelajaran aktif, sehingga keluarannya juga akhirnya bisa meningkatkan percepatan mutu pendidikan,” jelasnya lebih lanjut.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nurkolis, MM menjelaskan, skema awal kerjasama akan berlangsung selama tiga tahun yaitu mulai tahun 2018 sampai 31 Desember 2021. Tanoto Foundation akan melatih kepala sekolah, guru, dan komite di 24 sekolah/madrasah piloting terpilih untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengimplementasikan pembelajaran aktif, manajemen sekolah, dan budaya baca. Sekolah yang terpilih tersebut terdiri dari 12 SD, 4 MI, 6 SMP, dan 2 MTs yang berada di dua kecamatan yaitu Brangsong dan Patean.

“Sebelum program dimulai, di SD dan MI tersebut akan dilakukan asesmen kemampuan membaca dan matematika, terutama siswa kelas awal, akan diuji kemampuan literasinya dengan menggunakan instrumen standar internasional EGRA (early grade reading assessment) dan EGMA (early grade mathematic assesment),” ujar Doktor bidang manajemen tersebut menjelaskan kepada undangan yang hadir.

Di tingkat pusat, program Pelita Pendidikan yang diprakarsai Tanoto Foundation ini bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang bekerja sama dengan lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto ini.  Provinsi lainnya adalah Jambi, Riau, Kalimatan Timur, dan Sumatara Utara.

Kegiatan Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah, Baperlitbang, Perpusda, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, sekolah dan madrasah mitra, fasilitator daerah, media, dan pemangku kepentingan lainnya. (hg44/hms).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget