Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Kaji Kerusakan Bahasa, PGMI STAINU Tawarkan Solusinya


Temanggung, Harianguru.com – Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar Diskusi Prodi bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung yang bertempat di Kampoeng Sawah Temanggung, Rabu (26/8/2018).

Acara diawali dengan pelantikan pengurus redaksi oleh Kaprodi PGMI STAINU Temanggung sekaligus launching Buletin PGMI (BUMI) oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung. Rangkaian kegiatan tersebut digelar dalam acara bertajuk Forum Keakraban Mahasiswa dan Diskusi Prodi dengan tema "Bahasa dan Pengembangan Karakter".

Dalam pemaparannya, Faizah MPd, dosen PGMI STAINU Temanggung, menegaskan bahwa bahasa ibu atau bahasa pertama sangat urgen dipertahankan di era globalisasi ini. Sebab, menurut lulusan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga itu, saat ini kerusakan anak tidak hanya pada aspek rusak bahasanya, namun juga karakternya.

“Keluarga sangat menentukan bahasa yang halus dan pemertahanan bahasa ibu. Jika kita orang Jawa, Sunda, maka kita harus melestarikan "bahasa ibu" kita tersebut yaitu bahasa Jawa, Sunda, dan bahasa ibu yang lain,” beber dia dalam diskusi yang dimoderatori Muhammad Fadloli Alhakim tersebut.

Ia juga memberi solusi, pemertahanan bahasa ibu juga ditentukan oleh penggunaan bahasa dalam pergaulan sehari-hari. Sebab, menurut dia, bahasa menjadi penciri karakter seorang, jika bahasanya baik, maka akan mencerminkan karakter baik sang anak, atau sebaliknya.

Sementara itu, Effi Wahyuningsih dosen Bahasa Inggris STAINU Temanggung sebagai penyaji kedua, mengatakan bahasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. “Penggunaan bahasa dalam interaksi sehari-hari sangat menentukan karakter anak, kasar atau halusnya bahasa mereka ditentukan oleh penggunaan bahasa dalam interaksi sehari-hari di lingkungan mereka,” beber dia. Bahasa yang mereka peroleh dan pelajari dari keluarga, sekolah, tayangan-tayangan acara di televisi dan internet juga sangat berpengaruh kepada karakter anak.

“Kurikulum di jenjang SD/MI juga menentukan bahasa dan karakter anak. Maka dari itu, Program Pengembangan Karakter (PPK) yang digagas oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memprioritaskan pendidikan karakter untuk jenjang SD/MI sebesar 70 persen,” tegas dia.

Hadir dalam kesempatan itu Hamidulloh Ibda Kaprodi PGMI STAINU Temanggung, Farinka Nurrahmah Azizah Sekprodi PGMI STAINU Temanggung, dan Andrian Gandi Wijanarko dosen PGMI STAINU Temanggung serta puluhan mahasiswa dan juga pengurus HMP PGMI STAINU Temanggung.

Acara berlangsung meriah, karena antara dosen dan mahasiswa beradu argumen mengenai penggunaan bahasa kasar dan penerapannya dalam keluarga serta di sekolah. Sebagai kesimpulan dari acara diskusi ilmiah tersebut adalah bahwa pembentukan karakter anak melalui bahasa juga harus dikaitkan erat dengan budaya, karena belajar bahasa juga berarti belajar tentang budaya terkait.(Res-HG44/hi).
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget