Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Program PINTAR Tanoto Foundation Diluncurkan di Kemendikbud

Jakarta, HARIANGURU.com –  Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D  didampingi anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto, hari ini meluncurkan PINTAR, sebuah program peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. PINTAR, atau Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran, berfokus pada tiga pendekatan, yaitu membangun praktik-praktik baik pembelajaran, manajemen dan kepemimpinan sekolah; mendukung pemerintah menyebarluaskan praktik-praktik baik; dan  mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pendidikan calon guru.
“Dalam banyak assesmen nasional dan internasional, kita wajib prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Saatnya kita tidak cuma melakukan seminar, FGD dan sebagainya, tapi  benar benar melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Kami berterima kasih pada Tanoto Foundation yang telah ikut melakukan sesuatu dan berpartisipasi  mengatasi salah satu masalah utama pendidikan di negeri ini yaitu masalah pembelajaran,”  ujar Hamid Muhammad.
Tanoto Foundation yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto memulai kegiatan sejak 1981. Sampai sekarang, Tanoto Foundation terus berinvestasi pada program-program yang menyentuh seluruh tahapan siklus kehidupan, mulai dari anak-anak usia dini hingga usia produktif. Tanoto Foundation berkomitmen mengembangkan Lingkungan Pembelajaran yang berkualitas, mendukung pengembangan Pemimpin Masa Depan, serta mendukung Penelitian Kesehatan. Program PINTAR merupakan salah satu komponen dari komitmen Tanoto Foundation dalam mengembangkan Lingkungan Pembelajaran yang berkualitas.
“PINTAR dirancang untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program penguatan kapasitas pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kualitas guru, serta partisipasi orangtua dan masyarakat. Kami di Tanoto Foundation percaya bahwa pendidikan berkualitas akan mempercepat munculnya kesetaraan peluang. Keyakinan kami turut diperkuat dengan hasil penelitian Mc Kinsey tahun 2017 bahwa program peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah berdampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” kata anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto.
Sebelumnya, Tanoto Foundation telah menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan, atau Pelita Pendidikan, sejak 2010. Program ini telah bermitra dengan lebih dari 500 sekolah yang menjangkau 43.000 siswa, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi lebih dari 5.000 guru di tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.
PINTAR  adalah kelanjutan dan pengembangan program Pelita Pendidikan yang  juga dirancang untuk menjawab tantangan sistem pendidikan di Indonesia yang kompleks, di mana Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbesar, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Lebih dari 250.000 sekolah tersebar di seluruh Nusantara, serta lebih dari 2,6 juta guru dan 50 juta murid. Program PINTAR diharapkan memberi dampak yang lebih dalam dan menjangkau wilayah Indonesia lebih luas.
Mulai tahun 2018 program PINTAR diperluas ke 14 kabupaten dan kota dan 10 LPTK di 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan akan berkembang ke 30 daerah dan bermitra dengan 810 sekolah pada tahun 2019. Bekerja sama dengan pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; pemerintah provinsi; serta pemerintah kabupaten dan kota; pada 2022 program PINTAR ditargetkan menjangkau 12.000 sekolah di Indonesia.
Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta Prof Dr Ravik Karsidi,  MS menjadi salah satu narasumber dalam talkshow yang digelar dalam peluncuran.  Ravik  menyebutkan bahwa kemitraan antara Tanoto Foundation dengan LPTK dan daerah merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin khususnya dalam hal perbaikan kompetensi substansial dan metodologis. 
"Isu yang menarik dalam kerjasama ini adalah terkait dengan kompetensi guru dalam hal substansial dan methodologis.  Dua hal tersebut harus digarap secara kolaboratif antara LPTK dan Tanoto Foundation untuk meningkatkan daya saing bagi seorang guru," ungkap guru besar tersebut. 
Ditemui secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Muhadjir Effendy,  menginginkan program PINTAR bisa dilakukan di daerah-daerah terpencil yang belum pernah tersentuh program yang sama. “Agar kualitas pendidikan merata di semua tempat,” ujarnya.  (HG33/hms).

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget