Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

November 2018


Harianguru.com - Potensi pariwisata di Kota Semarang sedang mengalami geliat positif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tempat-tempat wisata baru serta tempat wisata yang dikelola dengan lebih baik di Kota Semarang.

Potensi yang ada tersebut mendorong kalangan mahasiswa turut mengambil bagian dalam mendukung peduli pariwisata, salah satunya adalah dengan adanya Lembaga Pariwisata dan Pecinta Mahasiswa Islam (LEPPAMI). Lembaga yang bergerak di bidang Pariwisata dan Pecinta Alam tersebut merupakan kelompok yang berada di naungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang.

Pada Kamis, 29 November 2019 bertempat di Wisma Djakfar Sampangan telah dilangsungkan Musyawarah Lembaga (Muslem) yang menjadi forum untuk mengevaluasi kepengurusan yang lama, memilih formateur (Direktur Utama) serta menetapkan rekomendasi untuk pengurus selanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kisanak M. Dwi Sugiarto selaku Direktur yang melakukan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) menyampaikan bahwa potensi organisasi ini sangat besar untuk menampung minat anggota HMI Cabang Semarang, sebab Leppami tidak terbatas pada satu disiplin keilmuan tertentu saja. “Berbeda dengan lembaga pengembangan profesi lainnya," kata dia.

Dalam kata sambutan pengurus HMI Cabang Semarang sekaligus membuka kegiatan Kanda Catur Basuki selaku Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) yang mewakili ketua umum menyatakan bahwa Leppami harus bergerak lebih cepat dalam memfasilitasi minat bakat kader-kader HMI Cabang Semarang.

 “Istilah Kisanak-Kisanik yang menjadi ciri khas di Leppami selayaknya Kanda-Yunda di HMI tentu dapat menjadi motivasi bagi anggota Leppami. Bahwa Kisanak-Kisanak dalam film-film kolosal menunjukkan identitas bagi para pendekar. Tentu harapannya anggota Leppami dapat menjadi pendekar (manusia) yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujar dia.

Proses Muslem berjalan dengan sangat dinamis, bahkan ketika pemilihan Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Lembaga (MPKPL) tedapat sekitar 11 calon hingga akhirnya disahkan tiga orang MPKPL yaitu M. Dwi Sugiarto, Catur Basuki dan Yanthuridi melalui surat ketetapan yang ditandatangani Kisanak Arju Najjay, Kisanik Rosalia Indah dan Kisanak Adhitya Kharisma selaku pimpinan sidang.

Formateur (Direktur Utama) Kisanak Ahmad Muzakki Alwi dalam uji kelayakan kriteria menegaskan bahwa amanah adalah kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan. “Dan saya akan menjaganya sekuat tenaga saya,” ujar dia.

Kader dari HMI Komisariat FISIP Undip tersebut dalam kesehariannya merupakan sosok yang ramah dan memiliki pergaulan yang luas serta minat dalam kegiatan sosial. Ia merupakan mahasiswa semester 7 di Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro. (Red-HG50/Kemang).


Temanggung, Harianguru.com - Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Trisula STAINU Temanggung resmi dilantik pada Jumat (30/11/2018). Pelantikan pengurus komisariat ini juga dirangkai dalam peringatan Harlah Korps PMII Putri (KOPRI) yang ke 51 dan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Dalam kesempatan itu, hadir jajaran PC PMII Temanggung dan Hamidulloh Ibda Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung.

Usai pelantikan, cara sarasehan yang bertajuk "aplikasi sikap keteladanan Rasulullah SAW sebagai bekal di era digital" yang disampaikan Khamim Saifuddin Ketua IKA PMII Temanggung dan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Temanggung.

Nugroho ketua panitia pelaksana menambahkan panitia menggelar acara ini dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus Komisariat PMII Trisula STAINU Temanggung yang dilangsungkan di Balaidesa Plumbon, Kecamatan Selopampang, Temanggung.

"Kegiatan ini memang sengaja di bersamakan karena bertepatan tanggal 25 November kemarin ialah tanggal harlah KOPRI," kata Usman Mafruhin Ketua PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung.

Adapun dalam isi acara Ketua Umum PMII Cabang Temanggung Ibrahim Fahmi menegaskan, kegiatan ini selain sebagai pemantik ghirah atau semangat pengurus komisariat dalam menjalankan roda organisasi juga bertujuan untuk memantapkan daya juang baik dalam situasi dan kondisi apapun untuk selalu berpegang teguh menegakan tanggung jawab organisasi. 

"Di samping itu harlah kopri ini kita patut kita syukuri bahwa kopri termasuk juga elemen yang ikut andil dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di manapun berada," ujar dia.

Sementara dalam sarasehan yang di isi oleh pemateri Khamim Syaifudin, beliau banyak menuturkan selain sejarah Nabi Muhammad SAW dari segi perjuangan dan juga dakwah beliau karena pada waktu yang bersamaan juga memperingati Maulid Nabi. 

"Maka di korelasikan terkait harlah KOPRI bagaimana kita membentuk atau mengaplikasikan sikap teladan nabi dalam ranah pergerakan khususnya wanita, ketua IKA PMII Temanggung ini juga berpesan bahwa kegiatan semacam ini jangan dilakukan sebatas seremonial belaka tetapi juga harus di isi forum-forum diskusi agar tidak lepas dari kultur warga pergerakan," kata dia.

Mau kegiatan berbentuk apapun, katanya, jangan lupa di dalamnya di kasih diskusi agar nalar pikir kita sering digunakan untuk mengasah terhadap suatu kajian wacana.

Setelah sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Hamidulloh Ibda Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung yang diberikan kepada Ketua KOPRI PC PMII Temanggung Wiwin Nur Hidayah. (Hg44).

Tangerang, Harianguru.com - Eko Sariyekti dan Hidayatun Ulfa, dosen STAINU Temanggung telah mengikuti Seminar Evaluasi Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmuiah, dan Pengabdian Masyarakat DIKTIS Kementerian Agama (Kemenag) RI. 

Seminar evaluasi tersebut diselenggarakan pada tanggal 26-27 November 2018 di Hotel Allium Hotel Tangerang. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini 160 peserta.

Kegiatan ini diperuntukkan unk penerima bantuan zona Jawa dan DIY. Khusus bantuan penelitian transformatif (pengabdian berbasis riset) diikuti oleh seluruh penerima bantuan seluruh seluruh zona di Indonesia. 

Acara dibuka oleh Dirjen DIKTIS Kemenag RI, Prof. Arskal, dilanjutkan dengan kegiatan review dari masing-masing program. Kegiatan diakhiri dengan overview dari seluruh reviewer secara garis keseluruhan dan resmi ditutup oleh Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian  Kepada Mayarakat Diktis Kemenag RI.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas penelitian, pengabdian dan publikasi PTKI agar mampu bersaing dengan penelitian pengabdian dan publikasi dengan PT lain.

Di sela-sela kegiatan, Eko Sariyekti mengatakan bahwa ia menangkat penelitian peningkatan kualitas rebana dalam komunitas rebana Khairun-Nisa Kabupaten Temanggung.

"Kalau kebaruanna ya grup rebana khusus perempuan di Kabupaten Temanggung yang belum punya wadah dalam komunitas, kini sdh ada wadahnya yakni dengan komunitas tersebut," kata dia.

Pihaknya berharap, rangkaian riset itu dapat menjadi sumbangsih bagi masyarakat khususnya pada sasaran sesuai riset yang dikembangkan. (hg44).

Jakarta, Harianguru.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi penumbuhan minat kewirausahaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mendikbud berharap agar kegiatan "SMK Pencetak Wirausaha" yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) dapat diperkuat dan dikembangkan lagi.

"Pembelajaran kewirausahaan itu bukan sekadar mengajari teori-teori saja. Tetapi harus dicoba, dilakukan, dipraktikkan. Yang penting itu menciptakan iklim yang mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan," pesan Mendikbud Muhadjir Effendy pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan, di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Menurut Muhadjir, modal utama seorang wirausahawan adalah keberanian mengambil risiko, cermat melihat dan menangkap peluang, serta kemampuan menghadirkan sesuatu yang berbeda. "Kalau berhasil, tidak mudah puas. Dan kalau gagal, tidak kapok," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, menyampaikan tahun depan target siswa dan sekolah yang mendapatkan dukungan program SMK Pencetak Wirausaha akan ditambah. Jika tahun ini sekitar dua ribu SMK, tahun depan diharapkan dapat meningkat dua kali lipat. Sekolah ditantang mengirimkan proposal dukungan, bukan lagi ditunjuk oleh pusat. "Kriteria utamanya adalah orisinal, unik, dan usefulness atau kegunaan," ujarnya.

Dirjen Dikdasmen mengungkapkan, program ini juga merupakan salah satu upaya Kemendikbud menjawab kritik dan pandangan negatif mengenai lulusan SMK yang menjadi pengangguran. Pengembangan minat kewirausahaan untuk siswa SMK ini melatih siswa membuka atau menciptakan lapangan pekerjaan. "Kita ingin menjawab, bahwa SMK ini bukan menciptakan pengangguran, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan," kata Hamid.

Menurut Dirjen Hamid, kesesuaian antara bidang keahlian yang dipelajari di sekolah dengan usaha yang dijalankan tidak menjadi persoalan. "Ukurannya itu omzet. Pokoknya omzetnya sudah bisa lima juta ke atas. Kita apresiasi. Ini 'kan baru tahap awal, kita tetapkan lima juta. Tapi sudah ada yang omzetnya mencapai lima puluh sampai seratusan juta. Itu 'kan luar biasa untuk seusia mereka," katanya.

Pengembangan pembelajaran kewirausahaan di dalam kurikulum SMK telah diakomodir ke dalam mata pelajaran kompetensi keahlian dan penambahan jam pelajaran yang signifikan. Program “Sekolah Pencetak Wirausaha” merupakan kerja sama Direktorat Pembinaan SMK dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Pada bimtek hari ini, Mendikbud menyerahkan hadiah berupa beasiswa modal wirausaha sebesar 1 juta rupiah kepada 17 siswa perwakilan dari sekolah peserta SMK Pencetak Wirausaha.

M. Fajrul Falah, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pekalongan mampu meraih omzet sebesar 143 juta rupiah dalam 3 bulan. Usaha yang dijalaninya adalah jasa pengelolaan pernikahan (wedding service organizer). Selain jasa katering, Fajrul juga menyediakan jasa tata rias dan sewa baju pengantin. "Omzet paling banyak dari jasa kateringnya," kata siswa yang menekuni tata boga di SMK tersebut. (hg44/Hms)

Sungkono (tengah)

Temanggung, Harianguru.com – Banyak peran yang dapat dilakukan guru. Ada banyak kegiatan yang dapat menjadikan inspirasi bagi murid-muridnya. Salah satunya, sosok Inspiratif di balik keberhasilan siswa mengikuti lomba  cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu yang digelar Lembaga Bahasa STAINU Temanggung beberapa waktu lalu.

“Hari Guru Nasional, merupakan pengakuan yang diberikan Negara akan jasa mulia guru-guru Indonesia. Guru merupakan bagian penting dari sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan ipteks untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan nasional,  regional dan global. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita memuliakan guru-guru kita,” kata Wahyuningsih Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung, Ahad  (25/11/2018).

Ia menambahkan, bahwa LB STAINU Temanggung sangat mengapresiasi peran seluruh guru yang telah membimbing siswa untuk mengikuti kegiatan kami. “Satu di antara seluruh guru yang berperan dalam membimbing siswanya adalah bapak Sungkono," beber dia.

Bapak Sungkono merupakan guru SMK N 3 Purworejo yang selalu memberikan motivasi inspirasi kepada setiap siswa. Mengawali karier menjadi guru SD, SMP, KS SMK, sehingga beliau sangat paham dalam membimbing siswa sesuai dengan tahap perkembangan siswa.

Menurut Salsabila siswi SMK N 3 Purworejo, beliau sangat sabar dalam mengajar dan membimbing kami. “Beliau juga memberikan keteladan kepada setiap siswa sehingga kita semakin termotivasi dalam meraih cita-cita," katanya.

Sementara itu Andrian Gandi W sekretaris Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menegaskan keberhasilan kita saat ini tidak terlepas dari karunia Tuhan, doa tulus orang tua dan jasa guru-guru kita. “Selamat Hari Guru Nasional, jayalah guru,” beber dia. (HG33).

Jakarta, Harianguru.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menambahkan skema sertifikasi kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tahun ini, sebagai tahap kedua, Kemendikbud menetapkan sebanyak 81 kompetensi keahlian bagi guru produktif dan 38 skema sertifikasi untuk tenaga kependidikan. Tahun lalu, pada tahap pertama, terdapat 56 kompetensi keahlian guru yang telah ditetapkan. Skema sertifikasi merupakan persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama, sehingga dapat memastikan dan memelihara kompetensi yang didapat melalui pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK, Kemendikbud), Supriano, mengungkapkan penambahan skema sertifikasi sebagai upaya mempersiapkan lulusan SMK sebagai aset negara. "Skema ini untuk mempersiapkan lulusan SMK menjadi aset bangsa, yaitu dengan dikeluarkan skema sertifikasi guru dan tenaga kependidikan," ujarnya saat menandatangani dokumen skema sertifikasi bersama dengan Bambang Suryadi selaku Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Kamis (15/11/2018), di Jakarta. Ke depan, guru dan tenaga kependidikan bersertifikasi diharapkan dapat mempersiapkan siswa SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. "Kita harus meningkatkan (kemampuan) guru dan tenaga kependidikan di SMK karena pergeseran (kebutuhan kompetensi lulusan SMK) di dunia industri sangat cepat, kita akan tertinggal kalau tidak lekas ditingkatkan kompetensinya," jelas Supriano.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BSNP Bambang Suryadi menjelaskan skema sertifikasi sebagai bentuk dukungan terhadap program Revitalisasi SMK. "Sertifikasi ini wujud revitalisasi SMK yang khusus diamanatkan pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016" ujarnya. Dia mengungkapkan, revitalisasi ini mencakup percepatan sertifikasi kompetensi sebagai lulusan SMK dan sertifikasi untuk kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Secara keseluruhan, terdapat 142 skema sertifikasi kompetensi guru, dan 38 sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan.

Data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mencantumkan bahwa skema sertifikasi mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012. Payung hukum ini mencantumkan sertifikasi profesi terdiri dari sertifikat satu hingga sembilan pada jenis profesi. Skema ini berlaku secara nasional dan direncanakan berlaku secara baku bagi lingkup internasional. (HG33/hms).

Temanggung, Harianguru.com – Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, Jurusan Syariah, STAINU Temanggung, Jawa Tengah telah melakukan diskusi tentang sistem ekonomi yang pernah ada di dunia. Di antaranya adalah sistem ekonomi kapitalis, sosialis dan Islam pada Sabtu (24/11/2018). 

Diskusi ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah STAINU Temanggung Amin Nasrullah Lc. M.E.K, dan Fatmawati Sungkawaningrum, M.SI dan mahasiswa.

“Diskusi diikuti mahasiswa angkatan 2017 dan mahasiswa angkatan 2018. Insyaallah diskusi ini akan rutin diadakan setiap 2 Minggu sekali. Kegiatan diskusi ini merupakan program kerja dari bidang kajian dan penelitian  mahasiswa ekonomi syariah STAINU Temanggung,” kata Fatmawati Sungkawaningrum Sekprodi ES STAINU Temanggung.

Sistem ekonomi kapitalis dengan tokoh terkenalnya Adam Smith yang muncul di abad ke 17 saat ini banyak digunakan diberbagai negara. Sistem ini memberikan kebebasan penuh pada semua orang untuk melakukan kegiatan ekonomi, sehingga pemerintah hanya berperan kecil untuk memantau kegiatan perekonomian. “Hal ini lah yang menyebabkan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin," ujar Nur Janah mahasiswa Ekonomi Syariah STAINU Temanggung angkatan 2018.

Difla peserta diskusi lain menambahkan, Karl Max muncul di abad ke 18 untuk mematahkan sistem ekonomi kapitalis yang dianggap banyak merugikan masyarakat. “Negara yang paling menganut sistem sosialis adalah uni Soviet, namun hancur juga di tahun 1991,” kata dia.

Ayu Minarti peserta diskusi lain menambahkan bahwa sistem syariah terletak antara sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis, karena sistem ekonomi syariah lebih membentuk masyarakat yang bermoral karena bertanggung jawab langsung kepada Allah Sang Pencipta.

Ekonomi syariah hadir seperti membawa angin segar bagi masyarakat yang merindukan kesejahteraan. Perlu diketahui bahwa ekonomi syariah sebenarnya telah hadir terlebih dahulu dibanding sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis yaitu sekitar abad ke 7. Hanya saja umat Islam tidak menyadari asset berharga ini.

Acara diskusi dimoderatori oleh baru Aditya dan sebagai ketua panitia adalah Alvin Muzakki.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ekonomi syariah, sebagai sarana bertukar pendapat dan melatih mahasiswa ekonomi syariah mengungkapkan pendapatnya di muka umum. (HG22).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung sukses gelar lomba  cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu (10/11/2018). Dalam rangkaian itu, ada 160 penyair muda yang berhasil lolos puisinya dalam lomba tersebut.

Dalam rangka memperingati hari bulan bahasa dan hari pahlawan Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menyelenggarakan lomba cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu di Aula STAINU Temanggung yang dipuncaki pada Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan yang dihadiri, jajaran dosen, tamu undangan, guru pendamping  dan 160 peserta lomba cipta puisi dibuka oleh Dr.H.Muh.Baehaqi,MM Ketua STAINU Temanggung.

Menurut beliau kegiatan lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung merupakan salah satu wadah bagi penyair muda se-Karesidenan Kedu untuk melestarikan puisi dan kebudayaan daerah, serta menuangkan karya indahnya dalam bentuk buku.

Sementara itu Effi Wahyuningsih, MPd Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan awal Lembaga Bahasa STAINU Temanggung yang baru berdiri beberapa bulan. "Kami harap kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung," ujar dia.

Rangkaian kegiatan Seminar Literasi, dengan pembicara Hamidulloh Ibda, M.Pd dosen dan Kaprodi PGMI STAINU Temanggung, pengumuman lomba cipta puisi dan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diterbitkan penerbit Kataba Group diramaikan oleh penampilan Rebana, Teater Petromax, dan mahasiswa PGMI yang menyanyikan tembang macapat Kinanthi wantah "STAINU Temanggung" karya Andrian Gandi W ketua panitia kegiatan.

Kegiatan lomba cipta puisi dimenangkan oleh Sekar Yumna Salsabila (SMAN 2 Temanggung), Christofer Edgar L (SMA Seminari Mertoyudan), dan Kukuh Pujiantoro (SMKN 1 Windusari).
Sedangkan juara harapan Ardana Kartika Sari (SMAN 2 Temanggung), Rizka Ul Alfiawati (MAN Temanggung) dan Riyana (SMKN 1 Temanggung). Juri lomba bersama ketua panitia kegiatan mengucapkan selamat kepada pemenang lomba cipta puisi, memberikan sertifikat dan piala bagi pemenang lomba.

Kegiatan diakhiri dengan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diwakili oleh Sekar Yumna pemenang lomba cipta puisi kepada Ibu Effi  Wahyuningsih, M.Pd kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung serta kepada Ibu Dwi Chandra Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Temanggung.

Menurut Ketua Panitia, Andrian Gandi Wijanarko sebenarnya peserta lebih dari 200 an mendaftarkan diri. "Tapi karena ada yang dari luar Kedu, maka kami tidak memprioritaskan sesuai syarat. Kemudian ada juga yang mendaftarkan diri namun melebihi batas waktu. Jadi total ada 200 penyair lebih yang antusias. Tapi secara resmi hanya 160 yang masuk," kata dosen PGMI STAINU Temanggung itu.

Ia berharap, tahun depan 2019 Lembaga Bahasa STAINU akan menggelar lomba cipta puisi yang diprioritaskan bisa melebar ke tingkat Jateng-DIY bahkan tingkat nasional. (Hg33/agw).


Hoax Slayer
Oleh Firdaus Ahmadi
Redaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan Sekolah Tinggi Keguruan Iimu Pendidikan Banten

Binatang selalu menggunakan instingnya (naluri) untuk menjalankan hidupnya.  Makan, minum, menyalurkan kebutuhan biologisnya, bahkan membunuh, menggunakan insting tanpa akal pikiran, bagi mereka semuanya halal, oleh sebab itu nanti di hari kiamat, binatang tidak dikenakan hisab atau pertanggung jawaban  atas semua perbuatannya di hadapan penciptannya.

Beda dengan manusia, selain diberi insting  juga diberikan otak atau pikiran dan hati untuk berpikir, tentang baik atau buruk, halal atau haram, putih atau hitam dan sebagainya. Insting manusia yang di kendalikan melalui otak dan hatinya jangan dilepas sekehendaknya, nanti apa bedanya dengan binatang, karena akan merugikan orang lain dan diri sendiri, karena memang ada naluri binatang di kehidupan manusia, yang berbentuk hawa nafsu, yaitu nafsu kekuasaan, serakah,  berhubungan seks, mengambil hak orang lain, membunuh, menyakiti orang lain, dan lain – lain.

Hoax (berita bohong) adalah salah satu sifat naluri kebinatangan manusia yang keberadaannya sangat merugikan orang lain, ia dilahirkan dari ketidakperdulian manusia atas lingkungannya, baik pelakunya menyadari atau tidak. Jawaban menyadari (secara langsung atau tidak) dengan modusnya yang variatif seperti alasan dendam, menjalankan perintah (order) atau hoax berbayar.  Sedangkan jawaban tidak tahu, itu lebih baik kalau pelakunya cepat menyadari dan meminta maaf, namun jawaban tidak tahu disertai dengan usaha pembelaan diri dengan berbagai alasan, maka biarkan hukum yang akan menyelesaikannya.

Alasan dendam lebih kearah sifatnya pribadi, yang paling berbahaya adalah yang menjalankan perintah dan hoax yang berbayar, karena mereka akan menggunakan segenap cara perencanaan, pengkoordiniran dan sumberdaya untuk menjalankanya, seperti perekrutan karyawan, komputer, media sosial dan lain – lain. Hingga kita melihat hasil kerja kebinatangan mereka; ada fitnah, adu domba, kesalahpahaman, keributan, penghancuran nama baik individu, keluarga, teman dan organisasi.

Jadi naluri binatang yang dilakukan hewan untuk menjalankan hidupnya dibandingkan naluri binatang yang dilakukan manusia yang juga untuk menjalankan hidupnya tanpa dikendalikan melalui otak dan hatinya akan lebih merusak,  bukan saja merusak diri sendiri namun orang lain seperti keluarga, teman namun juga organisasi dan bahkan sebuah negara.

Terkait upaya itu, pemerintah melalui Kominfo memiliki tiga cara untuk menekan dari hulu hingga hilir. Proses tersebut dinamakan Upstream, Midstream dan Downstream:
(1). Pada proses upstream atau hulu, ia menyebut ada sekitar 90 siber kreasi yang terdiri dari pemerintah hingga Non-Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Corporate Social Responsibility (CSR) dan artis dari Persatuan Film Indonesia (PARFI).
(2). Sedangkan untuk langkah midstream atau menengah, terdapat proses pengedukasian melalui situs antihoax.id.
(3). Selanjutnya, untuk langkah downstream, diserahkan kepada dua lembaga pemerintahan, yakni Kominfo dan Polri.

Tindakan - tindakan tersebut juga akan diimbangi dengan penyesuaian di regulasi sehingga platform media sosial yang terbukti terlibat penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian dikenakan sanksi denda administratif. Peraturan Menkominfo tentang pengendalian konten hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang nantinya ingin diterbitkan berlandaskan ke Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik yang telah direvisi. (Sumber Berita :www.tribunnews.com dan www.kominfo.go.id)

Iman seseorang naik dan turun, ketika iman sedang turun, percayalah binatang yang menjadi penguasa.



Temanggung, Harianguru.com - Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung komitmen melawan radikalisme dalam hal fikrah (pemikiran), aqidah (keyakinan), amaliyah (tradisi) dan harakah (gerakan). Hal itu terungkap dalam kegiatan Malam Keakraban dan Penerimaan Anggota Baru, Kamis (1/10/2018) di aula kampus setempat.

Ketua Program Studi Al-akhwal Al-syakhsiyah Sumarjoko mengatakan sebelum UKI lahir dulunya ada yang namanya Lembaga Dakwah Islam (LDI) beberapa tahun lalu. "Sebelum itu sudah ada, kurang lebih tujuh kampus yang terinfeksi radikalisme. Diharapkan, agar UKI tidak hanya moderat saja, tapi juga jangan mudah terbawa arus," tegas dia.

Jadi UKI harus bisa menempatkan diri di tengah, kata dia, dengan memegang prinsip tawazun, tasamuh, i'tidal. "Tujuannya agar radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus," paparnya.

UKI itu diharapkan tidak hanya mencari ilmu, kata dia, tidak hanya dari satu sudut pandang tapi dari berbagai sudut yang lain. "Jadi jangan hanya berpedoman hanya dengan Alquran dan Hadis, tapi dari kitap yang lainnya. Termasuk kitab-kitab kuning, karena banyak masalah baru lahir yang itu di Alquran masih umum dan belum ditemukan dasar solusinya," kata dia.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri kurang lebih 30 peserta, serta dihadiri oleh 1 perwakilan dari tiap Unit Kajian Mahasiswa (UKM). Selain Sumarjoko Ketua Program Studi AS, hadir pula M. Fadloli Alhakim  dosen pembina UKM Olahraga dan dosen PGMI STAINU Temanggung.

M. Farikin Ketua UKI STAINU Temanggung dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan makrab ini adalah agar bisa menjalin Ukhuwah Islamiyah (menjalin persaudaraan) di STAINU Temanggung. "Sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, dan semua mahasiswa aktif dalam organisasi agar bisa menjadikan kampus STAINU menjadi lebih baik lagi," harapnya.

Ketika mahasiswa aktif dalam organisasi, kata dia, maka akan menjadikan kampus yang lebih berwarna. "Dengan mengadakan berbagain kegiatan seperti kegiatan Makrab pada hari ini, juga diharapkan mahasiswa bisa memberikan kritikan baik terhadap akademik, mahasiswa, maupun dosen," lanjut dia.

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan, kegiatan itu menjadi sejarah bagi UKI. "Ini merupakan kegiatan makrab UKI yang pertama di STAINU Temanggung, dan kegiatan ini sekaligus menerima anggota baru, dan diharapkan kegiatan ini nantinya bisa menjadikan anggota-anggota UKI menjadi lebih kompak lagi kedepannya, saya juga mewajibkan agar semua mahasiswa agar aktif di dalam organisasi sesuai dengan bidang kalian masing-masing," ujar dia.

Sementara itu, M. Fadloli Alhakim menambahkan, mahasiswa yang aktif di organisasi di STAINU Temanggung, kebanyakan mereka mengikuti organisasi lebih dari satu, dua, bahkan sampai lima organisasi sekaligus, dan mereka tidak hanya menjadi anggota saja melainkan ikut dalam 2 kepengurusan.

"Dulu ketika saya masih S1 saya tidak pernah ikut dalam organisasi, nah dari situ saya sadar ketika saya hidup di masyarakat, karena organisasi itu sebagai bekal nantinya ketika kita sudah hidup dimasyarakat. Saran saya agar UKI mengadakan mujahadah minimal satu bulan sekali yang diawali oleh anggota UKI terlebih dahulu, lalu yang selanjutnya terkait porseni diharapkan agar UKI mencarikan peserta lomba MQK dan MTQ, yang akan dilaksanakan pada (17-18/11/2018)," harap dia.

Organisasi itu sebagai bekal mahasiswa agar nantinya bisa menempatkan diri di lingkungan manapun, kata dia, tentang seberapa besar peran orang di dalam lingkungan tersebut. (hg12/AA).


Temanggung, Harianguru.com - Pada Kamis malam (01/11/2018) berlangsung kegiatan malam keakraban dan penerimaan anggota baru yang diadakan oleh Unit Kegiatan Islam (UKI) STAINU Temanggung.

UKI merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kajia  keislaman. Kegiatan tersebut mengusung tema Menjalin Ukhuwah di Era Baru sebagai Refleksi Nilai-Nilai Aswaja.

Acara tersebut dibuka  pukul 19.10 WIB dan berlangsung di Aula STAINU Temanggung dengan dihadiri sekitar 30 mahasiswa.

M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menegaskan bahwa aktif di organisasi mahasiswa banyak sekali manfaatnya.

"Mahasiswa yang mengikuti sebuah organisasi akan merasakan manfaatnya secara nyata ketika sudah terjun dimasyarakat," ujar M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung dalam sambutannya.

"Dan itu akan dirasakannya dalam jangka waktu yang panjang," tambahnya dosen olahraga dan pembina UKM Olahraga tersebut.

Dalam sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mahasiswa hari ini harus mengikuti UKM-UKM yang ada di kampus sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga nantinya ketika dimasyarakat bisa menyalurkan potensi tersebut dan mampu memberikan manfaat di masyarakat.

Acara tersebut dibuka langsung oleh pembina UKI yaitu  Sumarjoko, M.S.I. Ia dalam sambutannya berpesan agar UKI bisa menjadi pelopor deradikalisasi di kampus dari aspek pikiran sampai gerakan. (hg33/Musyafa).

Semarang, Harianguru.com - Setelah lolos Juara Lomba Karya Tulis PGRI Kota Semarang, dan menjadi peserta Seminar Nasional Guru Berprestasi Kesharlindung Dikdas Kemdikbud tahun 2018 ini, guru SDN Sampangan 01 Kota Semarang, Dian Marta Wijayanti berhasil lolos nominasi Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga tahun 2018 kategori opini.

Sebelumnya, Panitia dan Tim Juri Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018 telah mengumumkan nominasi pemenang pada tanggal 8 September 2018. Daftar nominator telah diumumkan melalui laman Sahabat Keluarga dan mereka diundang ke Jakarta pada akhir 24-26 Oktober 2018 kemarin.

Para juri telah melakukan penilaian sebanyak dua tahap karena banyaknya naskah dari peserta. Adapun lomba terbagi dalam empat kategori, yakni Feature, Berita, Opini, dan Blog. Adapun untuk kategori Feature, terdapat 104 naskah yang masuk, sedangkan untuk Opini mencapai 323 naskah, Berita sebanyak 53 naskah, dan blog mencapai 625 tulisan. Peserta juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Untuk kategori Opini, naskah yang masuk berasal dari media di 26 provinsi.

Dian Marta Wijayanti berhasil lolos menjadi nominasi dari 15 besar dengan opini berjudul "Keluarga Ramah Anak" yang telah dimuat di koran Media Indonesia.

"Alhamdulillah bisa berkarya dan berbagi bersama guru, blogger dan jurnalis hebat se Indonesia," beber Dian kepada Harianguru.com pada Kamis (1/11/2018).

Ia berharap, dengan ikut serta meramaikan apresiasi pendidikan keluarga bisa menguatkan peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Sebab, menurut lulusan terbaik PGSD Unnes ini, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak.

"Makanya saya menulis keluarga ramah gawai karena saat ini memang anak-anak tak bisa jauh dari gawai. Orang tua harus melakukan edukasi dan tindakan strategis agar gawai itu bermanfaat bagi anak-anak," papar penulis buku Guru Zaman Now tersebut. (hg44/hms)

Rembang, Harianguru.com - Madrasah Aliyah Riyadlotut Thalabah Rembang adakan latihan dasar kepemimpinan sekolah (LDKS) ke XV di auditorium madrasah pada tanggal 1 November 2018.

Menurut Kepala sekolah MA Riyadlotut Thalabah, Drs Anshori MSi dalam sambutan pembukaan LDKS, agenda ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang selalu diselenggarakan oleh sekolah.

"Kegiatan ini bentuk perhatian sekolah kepada para pengurus MPS, OSIS dan Pramuka agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya". Ujar Anshori. 

Menurut Anshori, karakter kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi sangat dibutuhkan sehingga semua program yang sudah dicanangkan para pengurus mampu dijalankan semua dengan baik.

"Dengan begitu, para pengurus sadar bahwa semua yang dijalankan mempunyai konsekuensi dan pertanggungjawaban "  Tutur Anshori.

Anshori menambah, maju dan tidaknya sekolah salah satunya juga ditentukan oleh organisasi siswa didalamnya. Ketikan organisasi siswa berjalan dengan baik, maka sekolah akan baik dan progres. Begitupun sebaliknya.

"Sekolah sadar organisasi siswa sangat penting, LDKS sangat diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam memupuk karakter para pengurus sehingga terbentuk karakter kepemimpinan yang handal". Ujar Anshori.

Menurut Anshori, kegiatan ini diambilkan pemateri dari alumni yang sudah punya pengalaman banyak dalam berorganisasi.

"Tujuannya agar alumni bisa memberi masukan serta arahan dalam menjalankan proses kepemimpinan berorganisasi dengan baik". Tutur Anshori. (HG11).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget