Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

November 2018


Yogyakarta, Harianguru.com - Setelah berhasil menjadi Juara II dalam Lomba Artikel Hari Santri Nasional 2018, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung, Isni Indriyana berhasil lolos 15 besar dalam Lomba Esai Agraria Nasional ke-4 yang digelar Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta dalam rangka Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional.

Dalam final lomba pada Senin (12/11/2018), Isni menjadi Finalis Terfavorit pilihan dewan juri dari 15 peserta tersebut. Kemudian Deiny Setiyawan dari Universitas Sebelas Maret menjadi Finalis Best Perform. Sementara Juara I didapat Muchammad Chanif Chamdani dari UGM, Juara II Sandi Halim dari UGM, dan Juara III Wasyilatul Jannah dari STPN Yogyakarta.

Isni mengangkat tulisan bertajuk "Mencari Keadilan Sosial  bagi Korban Penggusuran Tanah" yang bersanding dengan peserta lain dari STPN Yogyakarta, UGM, UII Yogyakarta, Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, dan lainnya.

"Banyaknya kasus penggusuran tanah yang terjadi di Indonesia, dan kasus ini harus segera diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan dan menjadi hal yang berlart-larut," kata dia kepada harian guru seperti yang telah ditulis di dalam esainya.

Menurutnya, kasus penggusuran tanah yang terjadi sangat berdampak dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam kehidupan sosial, politik, agama dan mental warga korban penggusuran tanah.

Terpisah, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mengapresiasi pencapain tersebut. "Menulis memang tidak terbatas tema dan disiplin ilmu. Sejak mahasiswa S1 saya juga sering nulis tentang politik padahal S1 saya ya PGMI," beber dia kepada Harianguru.com.

Ia mendorong semua mahasiswa PGMI untuk rajin menulis dan menghidupkan budaya literasi yang tidak sekadar membaca, namun juga menulis dan mengarsipkan. "Dalam waktu dekat sudah ada beberapa lomba yang digelar berbagai institusi. Saya sudah membimbing beberapa mahasiswa juga selain Prodi PGMI. Semoga menjadi geliat untuk terus berkompetisi," papar peraih Juara I Lomba Artikel Tingkat Nasional Kemendikbud tahun 2018 tersebut. (ghg44).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Bahasa (LB) STAINU Temanggung sukses gelar lomba  cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu (10/11/2018). Dalam rangkaian itu, ada 160 penyair muda yang berhasil lolos puisinya dalam lomba tersebut.

Dalam rangka memperingati hari bulan bahasa dan hari pahlawan Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menyelenggarakan lomba cipta puisi tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kedu di Aula STAINU Temanggung yang dipuncaki pada Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan yang dihadiri, jajaran dosen, tamu undangan, guru pendamping  dan 160 peserta lomba cipta puisi dibuka oleh Dr.H.Muh.Baehaqi,MM Ketua STAINU Temanggung.

Menurut beliau kegiatan lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung merupakan salah satu wadah bagi penyair muda se-Karesidenan Kedu untuk melestarikan puisi dan kebudayaan daerah, serta menuangkan karya indahnya dalam bentuk buku.

Sementara itu Effi Wahyuningsih, MPd Kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan awal Lembaga Bahasa STAINU Temanggung yang baru berdiri beberapa bulan. "Kami harap kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung," ujar dia.

Rangkaian kegiatan Seminar Literasi, dengan pembicara Hamidulloh Ibda, M.Pd dosen dan Kaprodi PGMI STAINU Temanggung, pengumuman lomba cipta puisi dan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diterbitkan penerbit Kataba Group diramaikan oleh penampilan Rebana, Teater Petromax, dan mahasiswa PGMI yang menyanyikan tembang macapat Kinanthi wantah "STAINU Temanggung" karya Andrian Gandi W ketua panitia kegiatan.

Kegiatan lomba cipta puisi dimenangkan oleh Sekar Yumna Salsabila (SMAN 2 Temanggung), Christofer Edgar L (SMA Seminari Mertoyudan), dan Kukuh Pujiantoro (SMKN 1 Windusari).
Sedangkan juara harapan Ardana Kartika Sari (SMAN 2 Temanggung), Rizka Ul Alfiawati (MAN Temanggung) dan Riyana (SMKN 1 Temanggung). Juri lomba bersama ketua panitia kegiatan mengucapkan selamat kepada pemenang lomba cipta puisi, memberikan sertifikat dan piala bagi pemenang lomba.

Kegiatan diakhiri dengan peluncuran buku antologi puisi "Patriot is Me" yang diwakili oleh Sekar Yumna pemenang lomba cipta puisi kepada Ibu Effi  Wahyuningsih, M.Pd kepala Lembaga Bahasa STAINU Temanggung serta kepada Ibu Dwi Chandra Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Temanggung.

Menurut Ketua Panitia, Andrian Gandi Wijanarko sebenarnya peserta lebih dari 200 an mendaftarkan diri. "Tapi karena ada yang dari luar Kedu, maka kami tidak memprioritaskan sesuai syarat. Kemudian ada juga yang mendaftarkan diri namun melebihi batas waktu. Jadi total ada 200 penyair lebih yang antusias. Tapi secara resmi hanya 160 yang masuk," kata dosen PGMI STAINU Temanggung itu.

Ia berharap, tahun depan 2019 Lembaga Bahasa STAINU akan menggelar lomba cipta puisi yang diprioritaskan bisa melebar ke tingkat Jateng-DIY bahkan tingkat nasional. (Hg33/agw).


Hoax Slayer
Oleh Firdaus Ahmadi
Redaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan Sekolah Tinggi Keguruan Iimu Pendidikan Banten

Binatang selalu menggunakan instingnya (naluri) untuk menjalankan hidupnya.  Makan, minum, menyalurkan kebutuhan biologisnya, bahkan membunuh, menggunakan insting tanpa akal pikiran, bagi mereka semuanya halal, oleh sebab itu nanti di hari kiamat, binatang tidak dikenakan hisab atau pertanggung jawaban  atas semua perbuatannya di hadapan penciptannya.

Beda dengan manusia, selain diberi insting  juga diberikan otak atau pikiran dan hati untuk berpikir, tentang baik atau buruk, halal atau haram, putih atau hitam dan sebagainya. Insting manusia yang di kendalikan melalui otak dan hatinya jangan dilepas sekehendaknya, nanti apa bedanya dengan binatang, karena akan merugikan orang lain dan diri sendiri, karena memang ada naluri binatang di kehidupan manusia, yang berbentuk hawa nafsu, yaitu nafsu kekuasaan, serakah,  berhubungan seks, mengambil hak orang lain, membunuh, menyakiti orang lain, dan lain – lain.

Hoax (berita bohong) adalah salah satu sifat naluri kebinatangan manusia yang keberadaannya sangat merugikan orang lain, ia dilahirkan dari ketidakperdulian manusia atas lingkungannya, baik pelakunya menyadari atau tidak. Jawaban menyadari (secara langsung atau tidak) dengan modusnya yang variatif seperti alasan dendam, menjalankan perintah (order) atau hoax berbayar.  Sedangkan jawaban tidak tahu, itu lebih baik kalau pelakunya cepat menyadari dan meminta maaf, namun jawaban tidak tahu disertai dengan usaha pembelaan diri dengan berbagai alasan, maka biarkan hukum yang akan menyelesaikannya.

Alasan dendam lebih kearah sifatnya pribadi, yang paling berbahaya adalah yang menjalankan perintah dan hoax yang berbayar, karena mereka akan menggunakan segenap cara perencanaan, pengkoordiniran dan sumberdaya untuk menjalankanya, seperti perekrutan karyawan, komputer, media sosial dan lain – lain. Hingga kita melihat hasil kerja kebinatangan mereka; ada fitnah, adu domba, kesalahpahaman, keributan, penghancuran nama baik individu, keluarga, teman dan organisasi.

Jadi naluri binatang yang dilakukan hewan untuk menjalankan hidupnya dibandingkan naluri binatang yang dilakukan manusia yang juga untuk menjalankan hidupnya tanpa dikendalikan melalui otak dan hatinya akan lebih merusak,  bukan saja merusak diri sendiri namun orang lain seperti keluarga, teman namun juga organisasi dan bahkan sebuah negara.

Terkait upaya itu, pemerintah melalui Kominfo memiliki tiga cara untuk menekan dari hulu hingga hilir. Proses tersebut dinamakan Upstream, Midstream dan Downstream:
(1). Pada proses upstream atau hulu, ia menyebut ada sekitar 90 siber kreasi yang terdiri dari pemerintah hingga Non-Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Corporate Social Responsibility (CSR) dan artis dari Persatuan Film Indonesia (PARFI).
(2). Sedangkan untuk langkah midstream atau menengah, terdapat proses pengedukasian melalui situs antihoax.id.
(3). Selanjutnya, untuk langkah downstream, diserahkan kepada dua lembaga pemerintahan, yakni Kominfo dan Polri.

Tindakan - tindakan tersebut juga akan diimbangi dengan penyesuaian di regulasi sehingga platform media sosial yang terbukti terlibat penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian dikenakan sanksi denda administratif. Peraturan Menkominfo tentang pengendalian konten hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang nantinya ingin diterbitkan berlandaskan ke Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik yang telah direvisi. (Sumber Berita :www.tribunnews.com dan www.kominfo.go.id)

Iman seseorang naik dan turun, ketika iman sedang turun, percayalah binatang yang menjadi penguasa.



Temanggung, Harianguru.com - Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung komitmen melawan radikalisme dalam hal fikrah (pemikiran), aqidah (keyakinan), amaliyah (tradisi) dan harakah (gerakan). Hal itu terungkap dalam kegiatan Malam Keakraban dan Penerimaan Anggota Baru, Kamis (1/10/2018) di aula kampus setempat.

Ketua Program Studi Al-akhwal Al-syakhsiyah Sumarjoko mengatakan sebelum UKI lahir dulunya ada yang namanya Lembaga Dakwah Islam (LDI) beberapa tahun lalu. "Sebelum itu sudah ada, kurang lebih tujuh kampus yang terinfeksi radikalisme. Diharapkan, agar UKI tidak hanya moderat saja, tapi juga jangan mudah terbawa arus," tegas dia.

Jadi UKI harus bisa menempatkan diri di tengah, kata dia, dengan memegang prinsip tawazun, tasamuh, i'tidal. "Tujuannya agar radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus," paparnya.

UKI itu diharapkan tidak hanya mencari ilmu, kata dia, tidak hanya dari satu sudut pandang tapi dari berbagai sudut yang lain. "Jadi jangan hanya berpedoman hanya dengan Alquran dan Hadis, tapi dari kitap yang lainnya. Termasuk kitab-kitab kuning, karena banyak masalah baru lahir yang itu di Alquran masih umum dan belum ditemukan dasar solusinya," kata dia.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri kurang lebih 30 peserta, serta dihadiri oleh 1 perwakilan dari tiap Unit Kajian Mahasiswa (UKM). Selain Sumarjoko Ketua Program Studi AS, hadir pula M. Fadloli Alhakim  dosen pembina UKM Olahraga dan dosen PGMI STAINU Temanggung.

M. Farikin Ketua UKI STAINU Temanggung dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan makrab ini adalah agar bisa menjalin Ukhuwah Islamiyah (menjalin persaudaraan) di STAINU Temanggung. "Sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, dan semua mahasiswa aktif dalam organisasi agar bisa menjadikan kampus STAINU menjadi lebih baik lagi," harapnya.

Ketika mahasiswa aktif dalam organisasi, kata dia, maka akan menjadikan kampus yang lebih berwarna. "Dengan mengadakan berbagain kegiatan seperti kegiatan Makrab pada hari ini, juga diharapkan mahasiswa bisa memberikan kritikan baik terhadap akademik, mahasiswa, maupun dosen," lanjut dia.

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan, kegiatan itu menjadi sejarah bagi UKI. "Ini merupakan kegiatan makrab UKI yang pertama di STAINU Temanggung, dan kegiatan ini sekaligus menerima anggota baru, dan diharapkan kegiatan ini nantinya bisa menjadikan anggota-anggota UKI menjadi lebih kompak lagi kedepannya, saya juga mewajibkan agar semua mahasiswa agar aktif di dalam organisasi sesuai dengan bidang kalian masing-masing," ujar dia.

Sementara itu, M. Fadloli Alhakim menambahkan, mahasiswa yang aktif di organisasi di STAINU Temanggung, kebanyakan mereka mengikuti organisasi lebih dari satu, dua, bahkan sampai lima organisasi sekaligus, dan mereka tidak hanya menjadi anggota saja melainkan ikut dalam 2 kepengurusan.

"Dulu ketika saya masih S1 saya tidak pernah ikut dalam organisasi, nah dari situ saya sadar ketika saya hidup di masyarakat, karena organisasi itu sebagai bekal nantinya ketika kita sudah hidup dimasyarakat. Saran saya agar UKI mengadakan mujahadah minimal satu bulan sekali yang diawali oleh anggota UKI terlebih dahulu, lalu yang selanjutnya terkait porseni diharapkan agar UKI mencarikan peserta lomba MQK dan MTQ, yang akan dilaksanakan pada (17-18/11/2018)," harap dia.

Organisasi itu sebagai bekal mahasiswa agar nantinya bisa menempatkan diri di lingkungan manapun, kata dia, tentang seberapa besar peran orang di dalam lingkungan tersebut. (hg12/AA).


Temanggung, Harianguru.com - Pada Kamis malam (01/11/2018) berlangsung kegiatan malam keakraban dan penerimaan anggota baru yang diadakan oleh Unit Kegiatan Islam (UKI) STAINU Temanggung.

UKI merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kajia  keislaman. Kegiatan tersebut mengusung tema Menjalin Ukhuwah di Era Baru sebagai Refleksi Nilai-Nilai Aswaja.

Acara tersebut dibuka  pukul 19.10 WIB dan berlangsung di Aula STAINU Temanggung dengan dihadiri sekitar 30 mahasiswa.

M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menegaskan bahwa aktif di organisasi mahasiswa banyak sekali manfaatnya.

"Mahasiswa yang mengikuti sebuah organisasi akan merasakan manfaatnya secara nyata ketika sudah terjun dimasyarakat," ujar M. Fadloli Alhakim dosen Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung dalam sambutannya.

"Dan itu akan dirasakannya dalam jangka waktu yang panjang," tambahnya dosen olahraga dan pembina UKM Olahraga tersebut.

Dalam sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mahasiswa hari ini harus mengikuti UKM-UKM yang ada di kampus sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga nantinya ketika dimasyarakat bisa menyalurkan potensi tersebut dan mampu memberikan manfaat di masyarakat.

Acara tersebut dibuka langsung oleh pembina UKI yaitu  Sumarjoko, M.S.I. Ia dalam sambutannya berpesan agar UKI bisa menjadi pelopor deradikalisasi di kampus dari aspek pikiran sampai gerakan. (hg33/Musyafa).

Semarang, Harianguru.com - Setelah lolos Juara Lomba Karya Tulis PGRI Kota Semarang, dan menjadi peserta Seminar Nasional Guru Berprestasi Kesharlindung Dikdas Kemdikbud tahun 2018 ini, guru SDN Sampangan 01 Kota Semarang, Dian Marta Wijayanti berhasil lolos nominasi Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga tahun 2018 kategori opini.

Sebelumnya, Panitia dan Tim Juri Lomba Jurnalistik dan Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018 telah mengumumkan nominasi pemenang pada tanggal 8 September 2018. Daftar nominator telah diumumkan melalui laman Sahabat Keluarga dan mereka diundang ke Jakarta pada akhir 24-26 Oktober 2018 kemarin.

Para juri telah melakukan penilaian sebanyak dua tahap karena banyaknya naskah dari peserta. Adapun lomba terbagi dalam empat kategori, yakni Feature, Berita, Opini, dan Blog. Adapun untuk kategori Feature, terdapat 104 naskah yang masuk, sedangkan untuk Opini mencapai 323 naskah, Berita sebanyak 53 naskah, dan blog mencapai 625 tulisan. Peserta juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Untuk kategori Opini, naskah yang masuk berasal dari media di 26 provinsi.

Dian Marta Wijayanti berhasil lolos menjadi nominasi dari 15 besar dengan opini berjudul "Keluarga Ramah Anak" yang telah dimuat di koran Media Indonesia.

"Alhamdulillah bisa berkarya dan berbagi bersama guru, blogger dan jurnalis hebat se Indonesia," beber Dian kepada Harianguru.com pada Kamis (1/11/2018).

Ia berharap, dengan ikut serta meramaikan apresiasi pendidikan keluarga bisa menguatkan peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Sebab, menurut lulusan terbaik PGSD Unnes ini, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak.

"Makanya saya menulis keluarga ramah gawai karena saat ini memang anak-anak tak bisa jauh dari gawai. Orang tua harus melakukan edukasi dan tindakan strategis agar gawai itu bermanfaat bagi anak-anak," papar penulis buku Guru Zaman Now tersebut. (hg44/hms)

Rembang, Harianguru.com - Madrasah Aliyah Riyadlotut Thalabah Rembang adakan latihan dasar kepemimpinan sekolah (LDKS) ke XV di auditorium madrasah pada tanggal 1 November 2018.

Menurut Kepala sekolah MA Riyadlotut Thalabah, Drs Anshori MSi dalam sambutan pembukaan LDKS, agenda ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang selalu diselenggarakan oleh sekolah.

"Kegiatan ini bentuk perhatian sekolah kepada para pengurus MPS, OSIS dan Pramuka agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya". Ujar Anshori. 

Menurut Anshori, karakter kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi sangat dibutuhkan sehingga semua program yang sudah dicanangkan para pengurus mampu dijalankan semua dengan baik.

"Dengan begitu, para pengurus sadar bahwa semua yang dijalankan mempunyai konsekuensi dan pertanggungjawaban "  Tutur Anshori.

Anshori menambah, maju dan tidaknya sekolah salah satunya juga ditentukan oleh organisasi siswa didalamnya. Ketikan organisasi siswa berjalan dengan baik, maka sekolah akan baik dan progres. Begitupun sebaliknya.

"Sekolah sadar organisasi siswa sangat penting, LDKS sangat diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam memupuk karakter para pengurus sehingga terbentuk karakter kepemimpinan yang handal". Ujar Anshori.

Menurut Anshori, kegiatan ini diambilkan pemateri dari alumni yang sudah punya pengalaman banyak dalam berorganisasi.

"Tujuannya agar alumni bisa memberi masukan serta arahan dalam menjalankan proses kepemimpinan berorganisasi dengan baik". Tutur Anshori. (HG11).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget