Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Hoax (The Animal Instinc)


Hoax Slayer
Oleh Firdaus Ahmadi
Redaktur Pelaksana Jurnal Sekolah Tinggi Teknologi dan Sekolah Tinggi Keguruan Iimu Pendidikan Banten

Binatang selalu menggunakan instingnya (naluri) untuk menjalankan hidupnya.  Makan, minum, menyalurkan kebutuhan biologisnya, bahkan membunuh, menggunakan insting tanpa akal pikiran, bagi mereka semuanya halal, oleh sebab itu nanti di hari kiamat, binatang tidak dikenakan hisab atau pertanggung jawaban  atas semua perbuatannya di hadapan penciptannya.

Beda dengan manusia, selain diberi insting  juga diberikan otak atau pikiran dan hati untuk berpikir, tentang baik atau buruk, halal atau haram, putih atau hitam dan sebagainya. Insting manusia yang di kendalikan melalui otak dan hatinya jangan dilepas sekehendaknya, nanti apa bedanya dengan binatang, karena akan merugikan orang lain dan diri sendiri, karena memang ada naluri binatang di kehidupan manusia, yang berbentuk hawa nafsu, yaitu nafsu kekuasaan, serakah,  berhubungan seks, mengambil hak orang lain, membunuh, menyakiti orang lain, dan lain – lain.

Hoax (berita bohong) adalah salah satu sifat naluri kebinatangan manusia yang keberadaannya sangat merugikan orang lain, ia dilahirkan dari ketidakperdulian manusia atas lingkungannya, baik pelakunya menyadari atau tidak. Jawaban menyadari (secara langsung atau tidak) dengan modusnya yang variatif seperti alasan dendam, menjalankan perintah (order) atau hoax berbayar.  Sedangkan jawaban tidak tahu, itu lebih baik kalau pelakunya cepat menyadari dan meminta maaf, namun jawaban tidak tahu disertai dengan usaha pembelaan diri dengan berbagai alasan, maka biarkan hukum yang akan menyelesaikannya.

Alasan dendam lebih kearah sifatnya pribadi, yang paling berbahaya adalah yang menjalankan perintah dan hoax yang berbayar, karena mereka akan menggunakan segenap cara perencanaan, pengkoordiniran dan sumberdaya untuk menjalankanya, seperti perekrutan karyawan, komputer, media sosial dan lain – lain. Hingga kita melihat hasil kerja kebinatangan mereka; ada fitnah, adu domba, kesalahpahaman, keributan, penghancuran nama baik individu, keluarga, teman dan organisasi.

Jadi naluri binatang yang dilakukan hewan untuk menjalankan hidupnya dibandingkan naluri binatang yang dilakukan manusia yang juga untuk menjalankan hidupnya tanpa dikendalikan melalui otak dan hatinya akan lebih merusak,  bukan saja merusak diri sendiri namun orang lain seperti keluarga, teman namun juga organisasi dan bahkan sebuah negara.

Terkait upaya itu, pemerintah melalui Kominfo memiliki tiga cara untuk menekan dari hulu hingga hilir. Proses tersebut dinamakan Upstream, Midstream dan Downstream:
(1). Pada proses upstream atau hulu, ia menyebut ada sekitar 90 siber kreasi yang terdiri dari pemerintah hingga Non-Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Corporate Social Responsibility (CSR) dan artis dari Persatuan Film Indonesia (PARFI).
(2). Sedangkan untuk langkah midstream atau menengah, terdapat proses pengedukasian melalui situs antihoax.id.
(3). Selanjutnya, untuk langkah downstream, diserahkan kepada dua lembaga pemerintahan, yakni Kominfo dan Polri.

Tindakan - tindakan tersebut juga akan diimbangi dengan penyesuaian di regulasi sehingga platform media sosial yang terbukti terlibat penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian dikenakan sanksi denda administratif. Peraturan Menkominfo tentang pengendalian konten hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang nantinya ingin diterbitkan berlandaskan ke Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik yang telah direvisi. (Sumber Berita :www.tribunnews.com dan www.kominfo.go.id)

Iman seseorang naik dan turun, ketika iman sedang turun, percayalah binatang yang menjadi penguasa.


Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget