Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Januari 2019

Beberapa contoh isi buku bacaan ramah anak hibah Tanoto Foundation dan Room to Read
Jakarta, Harianguru.com  Penyediaan buku-buku bacaan berkualitas di sekolah menjadi faktor penting untuk mendorong minat dan kemampuan membaca siswa. Apalagi saat ini masih belum banyak tersedia buku-buku bacaan berkualitas untuk anak-anak kelas awal yang baru belajar membaca. Dari pendataan awal 2018 (baseline) yang dilakukan di 28% sampel sekolah dan madrasah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation, hanya 9% sekolah yang memiliki inisiatif untuk menyediakan buku-buku bacaan nonbuku paket.

Hal itulah yang mendorong lembaga filantropi yang berfokus pada pendidikan Tanoto Foundation menggandeng Room to Read untuk memberikan hibah buku-buku bacaan yang ramah anak. Untuk tahap pertama, ada 17.880 buku bacaan dihibahkan untuk 298 SD dan MI yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. 

“Buku-buku bacaan ini disebut ramah anak karena mulai teks, ilustrasi gambar, dan isi pesannya disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Buku-buku ini dibuat berjenjang yang disesuaikan dengan kemampuan membaca anak, bukan berdasarkan  jenjang kelas atau usia anak,” kata Saifullah Program Manager Provisi Education yang menjadi mitra operasional Room to Read Indonesia di Jakarta, (23/1/2019).  

Sampai Januari 2019, sudah ada 55 judul buku yang dikembangkan oleh Room to Read bersama para penulis dan illustrator lokal. Pada bulan Maret 2019 akan disusul sebanyak 20 judul cerita anak terbaru.  Isi cerita yang dikembangkan bervariasi dan banyak mengambil dari kisah rakyat berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti kisah Persahabatan Putri Pandan Berduri cerita lokal dari Kepulauan Riau atau I Belog yang mengambil karakter anak dari Bali dan cerita Gatot Kaca.

“Buku-buku yang dikembangkan Room to Read di Indonesia berfokus pada penjenjangan level rendah. Teks ceritanya mulai dari beberapa kalimat pendek sampai beberapa kalimat yang bervariasi dengan ilustrasi yang sangat baik yang membuat anak tertarik untuk membaca buku,” kata Saiful lagi.

Stuart Weston, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation mengatakan, hibah buku ini juga untuk memantik pengelola sekolah menciptakan ragam kegiatan untuk mendorong minat membaca siswa. Program budaya baca dapat berhasil bila ada buku yang meningkatkan minat membaca siswa. “Lebih dari 4.100 kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah sudah kami latih untuk berinisiatif mengembangkan ragam program budaya baca. Mereka juga difasilitasi untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami isi buku,” tukasnya.

Yang juga penting, lanjut Stuart, para pengelola sekolah perlu bekerja sama memikirkan penyediaan buku-buku bacaan secara berkelanjutan. Buku-buku tersebut juga harus mudah diakses oleh siswa sehingga dapat membangkitkan ketertarikan mereka untuk membaca. Pada tahun 2019 ini, Tanoto Foundation menargetkan lebih dari 160 ribu buku bacaan yang ramah anak akan dihibahkan ke 440 sekolah dan madrasah mitra Program PINTAR.

Penyediaan buku bacaan anak yang ramah anak, menurut Angie Anggari, pendiri Sekolah Tara Salvia, menjadi kunci keberhasilan sekolah dalam menumbuhkan minat membaca anak. Kalau di sekolah tidak ada buku-buku bacaan yang bisa menarik minat membaca maka dapat dipastikan sekolah akan gagal membuat mereka senang membaca. “Kebiasaan membaca akan berkembang menjadi budaya membaca jika didukung oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan buku bacaan, kondisi siswa, lingkungan belajar, dan juga dukungan orang tua,” tukasnya.

Menurut Angie lagi, membaca memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Anak-anak dengan keterampilan membaca yang baik, biasanya memiliki pencapaian akademik yang baik pula. Pada era industri 4.0, kebiasaan membaca memiliki peran penting dalam menjamin keberlangsungan belajar seumur hidup secara mandiri. Kebiasaan membaca seseorang membuat dia bisa terus belajar di mana saja dan kapan saja. “Kebiasaan membaca juga merupakan sarana untuk mengembangkan kemampuan mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi pada diri siswa sejak dini,” tukasnya. (Hg33/hms).


Harianguru.com - Deklarasi Mahbubian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat Raden Mas Said dan Pimpinan Cabang Sukoharjo yang berlangsung pada Sabtu (26/1/2019) di Lincak Kopi Kertosuro Solo, acara yang dihadiri oleh seluruh perwakilan pimpinan komisariat se-Jawa Tengah itu menghadirkan 3 pemateri yang luar biasa di antaranya yaitu Isfandari MD yang juga anak kandung dari Mahbub Djunaidi, Iwan Rasta penulis buku "BUNG", dan juga Yankee selaku ketua umum MD Centre.

Acara yang dimulai pada pukul 18.00 itu berlangsung secara meriah, diawali dengan diskusi ringan sampai dengan selayang pandang dari Isfandari MD yang berstatement Mars PMII adalah ruh pergerakan. 

“Bergerak ke masa yang lebih progresif. NU memiliki peranan penting bagi Bangsa Indonesia, warga Indonesia yang dominan muslim dan sebagian besar muslim di Indonesia adalah NU, yang menggerakkan bangsa ke arah yang lebih progresif adalah para pemuda, ini mengerucut menjadi tugas para pemuda NU untuk dapat melakukannya itu adalah PMII para mahasiswa yang harus membawa perubahan dengan pergerakannya," tegas dia.

Sedikit selayang pandang dari beliau yang disertai guyonan sarkasme yang menggelitik salah satunya ialah "pergerakan mahasiswa itu berbeda dari himpunan" dari sedikit celetusan itu membuat para audiens tertawa. Diskusi yang berlangsung menuai banyak perhatian dari audien yang ditunjukkan dengan partisipan audien untuk bertanya. Pertanyaan yang terbaik akan memperoleh cindera mata berupa majalah Tempo.

Beberapa audien yang bertanya dijawab dengan tegas dan jelas oleh ke tiga pemateri yang kemudian mengerucut kepada demokrasi di Indonesia. Pesan terakhir dari Isfandari MD pada saat diskusi adalah "Relefansi pemikiran Mahbun Djuanidi untuk masa sekarang yaitu Mahbub Djuanidi adalah tokoh perjuangan, tokoh pergerakan,  jurnalis, dan memikirkan hal hal yang berkaitan dengan rakyat masa kini dan masa yang akan datang".

Sedikit kalimat dari audien untuk acara Deklarasi Mahbubian. "Kita sebagai mahasiswa sepantasnya memiliki pengetahuan yang lebih baik lebih dari pengetahuan-pengetahuan yang kita fokuskan,” kata dia.

Terakhir pesan dari Isfandari MD yaitu "Mahbub Junaidi tetap Mahbub Djunaidi." (HG33//Dheta).


Temanggung, Harianguru.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada 26 Januari 2019 mendatang di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung. Hal itu diungkapkan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM pada Kamis (19/1/2019) di ruang B1 gedung Tarbiyah STAINU Temanggung saat Rapat Evaluasi Dosen dan Pembagian Jadwal Perkuliahan semester genap tahun akademik 2018-2019.

“Insyaallah, besuk tanggal 26 Januari 2019, Muskerwil PWNU Jateng akan bertempat di STAINU dan KBIH Babussalam,” beber Baehaqi.

Menurut dia, persiapan sudah dilaksanakan, dan direncanakan, akan hadir Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dan jajarannya, dan acara akan dihadiri juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta jajarannya.

“Ini merupakan agenda besar, dan banyak rumusan yang akan dibahas di dalamnya,” ujar Bendahara Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) Kopertais X Wilayah Jateng tersebut.

Usai rapat, STAINU, PCNU Temanggung dan panitia lokal juga menggelar koordinasi di hari yang sama bersama Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. HM Muzammil beserta jajarannya di KBIH Babussalam NU Temanggung.

Seperti diketahui, PWNU Jateng telah memersiapkan Muskerwil NU Jateng di kampus STAINU Temanggung yang akan digelar Sabtu (26/1/2019) mendatang. Menurut informasi, seluruh personal PWNU Jateng  dan utusan dari lembaga dan banom NU tingkat Jateng serta utusan PCNU se-Jateng akan mengikuti kegiatan permusyawaratan tertinggi kedua  setelah konferensi wilayah ini.

Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU dibawah PWNU Jateng dikonsolidir dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih antara sesama lembaga atau banom, bahkan dengan program kerja NU dalan forum Pembinaan dan Koordinasi lembaga di lingkungan PWNU Jateng pada  awal tahun 2019 ini.

Semua lembaga dan banom, dalam forum tersebut, akan memaparkan program-programnya, baik untuk jangka pendek, menengah, panjang dan program prioritas. Selanjutnya akan diharmonisasi dan disinkronkan dengan program NU yang akan dibahas di arena Muskerwil  di STAINU Temanggung.

Selain akan membahas dan menetapkan program kerja PWNU Jateng masa khidmah lima tahun ke depan yang disinkronkan dengan program kerja perangkat-perangkatnya, Muskerwil juga akan membahas materi-materi yang akan dibahas dalam Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional (Konbes & Munas) Alim Ulama NU di Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Kota Banjar Jabar 27 Februari – 1 Maret 2019 mendatang. (hg44/Ibda).


Temanggung, Harianguru.com - Di sela-sela Rapat Evaluasi dan Pembagian Jadwal Perkuliahan semester genap tahun akademik 2018-2019, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mendapat penghargaan dari Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAINU Temanggung sebagai Dosen Penulis Jurnal Ilmiah terbanyak sejumlah 23 yang dimuat di jurnal ilmiah skala nasional maupun internasional .

Penghargaan secara simbolis diberikan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM pada Kamis (19/1/2019) di ruang B1 gedung Tarbiyah STAINU Temanggung.

"Ini merupakan bentuk award dari LPM agar dapat memberi motivasi dan uswah kepada dosen yang lain," kata Khamim Saifuddin Kepala LPM STAINU Temanggung.

Pihaknya memberi apresiasi tersebut karena tugas dosen tidak hanya mengajar, melainkan juga meneliti, menulis dan mengabdi kepada masyarakat.

LPM juga memberikan penghargaan kepada Sekprodi HKI Hidayatun Ulfa sebagai dosen peraih penelitian terbanyak dan Kaprodi PAI Luluk Ifadah sebagai dosen dengan pengabdian kepada masyarakat terbanyak.

Saat menyampaikan kesan dan pesan, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa penulisan jurnal ilmiah itu belum semuanya terpublikasi. "Sebagian sudah dimuat, sebagian ada yang masih proses review redaksi dan menunggu jadwal atau edisi terbit, namun sudah diterima redaksi," kata Pengurus Bidang Litbang dan Diklat LP Ma’arif PWNU Jateng periode 2018-2023 itu.

Juara I Lomba Esai Nasional Filsafat Ilmu UGM ini juga menyampaikan, bahwa hal itu bukanlah prestasi. "Ini hanya kegiatan yang terdokumentasi secara ilmiah saja dan pasti dapat dilakukan semua dosen," beber dia.

Ibda yang juga peraih Juara I Lomba Artikel Kemdikbud tingkat nasional 2018 menambahkan, ke depan pihaknya ingin belajar bersama agar dapat tembus jurnal terindeks Scopus atau Thomson Reuters.

Peraih penulis jurnal ilmiah terbanyak kedua didapat Sekprodi PAI Sigit Tri Utomo dan Pembantu Ketua I Bidang Akademik Dr. Baedhowi. Masing-masing dosen yang meraih prestasi mendapat penghargaan dari kampus, yaitu sertifikat dan uang pembinaan yang langsung diberikan oleh Ketua STAINU Temanggung sebagai bentuk apresiasi. (hg44).

Suasana rapat PMB

Temanggung, Harianguru.com – Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAINU Temanggung periode 2019-2020 menggelar rapat perdana, Rabu (16/1/2019) di aula rapat kampus setempat. Hadir sejumlah pejabat, dosen, dan panitia PMB STAINU Temanggung 2019-2020.

Dalam kesempatan itu, sudah digagas model PMB One Day One Service yang memudahkan proses pendaftaran.

“Kami terima kasih atas semua panitia yang baru, semua respek, dan sigap untuk segera membentuk panitia PMB tahun ini. Insyallah, dalam kepanitiaan tahun ini ada peningkatan terutama di aspek SDM-nya daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan dengan porsi seperti ini, kinerja kita lebih baik,” kata Drs. H. Muhammad Abdul Munjid, M.S.I Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Temanggung saat menyampaikan arahan.

Pihaknya juga melanjutkan, dalam manajemen PMB, yang perlu diperhatikan adalah perencanaan dan aksi yang baik. “Kinerja dari tahun ke tahun, kita lihat mahasiswa pendaftar sudah ada peningkatan. Untuk itu, mudah-mudahan di tahun ini meningkat lagi,” ujar mahasiswa S3 Unissula tersebut.

Dalam sambutannya, Luluk Ifadah, M.S.I Ketua I PMB STAINUTemanggung menjelaskan, semua panitia kompak. “Meskipun kita posisinya berada pada Tupoksi masing-masing, bukan berarti kita tidak saling membantu,” beber dia.

Tim sosialisasi, kata dia, kita ambil masing-masing perwakilan prodi. “Ada tiga model sosialisasi PMB. Pertama, umum, yaitu melakukan sosialisasi di tingkat prodi masing-masing. Mengapa ini perlu? Karena ini pengampu atau pejabat prodi tertentu menyampaikan visi-misi prodi lain ini juga tidak mudah karena memang beda,” beber dia.

Sedangkan yang ketiga, kata dia, sosialisasi even atau menggandeng pada kegiatan-kegiatan tertentu. “Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tanggungjawab secara personal. Tapi eksekutor nanti kita ada partisipasi dari mahasiswa,” beber Kaprodi PAI STAINU Temanggung.

Ketua II PMB STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda, juga menambahkan bahwa sukses dan tidaknya PMB tidak hanya pada Bidang Sosialisasi, dan Administrasi dan Pendaftaran Seleksi. “Namun juga pada Bidang Kerohaniahan, yang ini merupakan bidang baru,” beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung.

Dalam forum itu, dibahas juga model seleksi one day one service, dan juga tidak ada tes gelombang I, II, atau III. “Panitia akan menerima mahasiswa selama proses pendaftaran, sampai seminggu sebelum perkuliahan baru dimulai,” beber Luluk saat menambahkan.

Selain Drs. H. Muhammad Abdul Munjid, M.S.I Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINU Temanggung, hadir juga Pembantu Ketua I Bidang Akademik Dr. Baedhowi, M.Ag, dan Pembantu Ketua II Bidang Keuangan Ana Sofiyatul Azizah, M.Pd. (hg44/hms)

   Prof Patta Bundu membantu peserta dalam kelompok.
Semarang, Harianguru.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan penguatan bagi dosen tutor pendidikan profesi guru (PPG). Penguatan tersebut  dikemas dalam workshop perangkat pembelajaran dan penelitian tindakan kelas bagi tutor pendidikan profesi guru yang diselenggarakan di hotel C3 Ungaran, Senin – Selasa  (14-15/1). Di hari pertama workshop, UIN Walisongo menggandeng Tanoto Foundation untuk merefresh tentang perangkat pembelajaran dan penguatan tentang pembelajaran aktif.

Salah satu pemateri dari Tanoto Foundation, Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd menyampaikan bahwa pengembangan perkuliahan yang terbaru adalah berbasis kerangka konseptual gabungan dari pengetahuan, teknologi, pedagogi dan konten yang saling berhubungan. Kerangka ini disingkat menjadi TPACK atau Technological,Pedagogical, and Content, Knowledge.

“Sekarang ini semua acuan untuk rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan (RPP) dan kegiatan perkuliahan itu akan diberikan berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), akarnya adalah PCK (Pedagogical Content Knowledge). Dari situlah semuanya akan berakar. Ketika kita akan mengembangkan RPP, tentunya juga akan berangkat dari materi yang kita turunkan dengan menggunakan PACK tersebut,” jelas Prof Ani yang juga guru besar Universitas Negeri Semarang.

Prof Ani menjelaskan bahwa TPACK direpresentasikan melalui CoRe dan PaP-eRs. CoRe digunakan
untuk mengkonseptualisasikan konten dari materi subjek tertentu, dibuat sebelum  merancang RPP, dan guru yang berbeda akan menghasilkan CoRe yang berbeda untuk topik/materi yang sama. Sedangkan PaP-eRs merupakan deskripsi naratif mengenai PCK seorang guru yang menggarisbawahi bagian atau aspek tertentu dari konten materi yang diajarkan.

“Selain TPACK, unsur penting dalam mengembangkan perkuliahan aktif adalah menggunakan unsur Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi atau disingkat MIKIR. MIKIR bukan pola baru dan tidak merubah pola apapun dalam pembelajaran aktif. Namun, unsur ini merupakan unsur yang dapat digunakan secara sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami dan diimplementasikan oleh para peserta PPG atau pendidik apapun kurikulumnya,” jelasnya.

Bersama dengan Prof Ani, yaitu Prof Patta Bundu dari Universitas Negeri Makasar. Prof Patta Bundu menjelaskan pentingnya mengoptimalkan pembelajaran dan perkuliahan aktif dengan menggunakan lembar kerja berbasis higher order thinking and skill atau (HOTS). Lebih umum disebut sebagai keterampilan berfikir tingkat tinggi.

“Keterampilan HOTS ini merupakan transfer satu konsep ke konsep lainnya, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan menelaah ide dan informasi secara kritis,” jelas Prof Patta.

Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin menyampaikan pentingnya kegiatan ini, karena dari PPG inilah nanti akan dikeluarkan sertifikat sebagai guru profesional. Sehingga tanggungjawab pelaksanaan PPG sangat besar. Walaupun kegiatan ini lebih banyak pada refreshment namun harapannya penguatan ini  didapat sebuah penguatan yang maksimal.

“Peserta PPG berasal dari guru-guru yang telah mengajar. Workshop dengan kerjasama yang didukung Tanoto Foundation ini, mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa di dapat,  sehingga mendorong hasil PPG ke depan lebih berhasil. Sehingga lahir guru-guru yang mampu memaksimal peran dan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ,” kata Prof Muhibbin.

Workshop di selenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo. Sebanyak 75 orang baik dari  unsur guru besar, dosen, dan pejabat kampus yang menjadi dosen pengampu PPG menjadi peserta. Selama 2 hari mereka akan dikuatkan dan dilatih sebagai persiapan untuk menjadi pengampu pelaksanaan PPG tahun ini.(hg44/hms).


Cibubur, Harianguru.com – Perkemahan Regu Penggalang Ma'arif NU Nasional (Pergamanas) 2019 dilaunching pada Rabu (16/1/2019). Dalam kesempatan itu, sejumlah pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif (LPM) PWNU Jawa Tengah turut menyukseskan acara Launching Pergamanas II yang digelar Rabu (16/1/2019). 

Sesuai rencana, Pergamanas II akan digelar  di Cibubur tangggal 19-23 Februari 2019, dan Rapat Koordinasi Nasional LP Maarif.

Turut hadir R. Andi Irawan Ketua LPM PWNU Jateng, Fakhrudin Karmani Wakil Ketua LPM PWNU Jateng, Ahmad Muzammil Bendahara LPM PWNU Jateng, Muhammad Syaiful Panitia Pergamanas LPM PWNU Jateng, dan H. Shobirin Ketua Sakomanu LPM PWNU Jateng.

R. Andi Irawan Ketua LPM PWNU Jateng mengatakan, bahwa tujuan kegiatan itu adalah syiar kebesaran LP Ma'arif se Indonesia dan meneguhkan Islam berkarakter Ahlu sunnah Wal jamaah Anahdliyah yang moderat dan rahmatallilalamin serta menanamkan nilai nilai Aswaja kepada peserta didik melalui kegiatan Pramuka.

Acara Launching Pergamanas 2019 tersebut, secara resmi dibuka oleh Ketum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, yang juga dihadiri Ketua PP LP Ma’arif PBNU Drs. K.H. Z. Arifin Junaidi, M.M, Ketua Sakomanu Pusat, dan sejumlah pengurus PP LP Ma’arif PBNU yang lain.

Sesuai rencana, Pergamas akan dibuka oleh Presiden RI dan sejumlah menteri. Dari informasi panitia, peserta diperkirakan berjumlah 7.000 an lebih.

“Kami mewakili dari LPM PWNU Jateng dan di sini pesertanya semua provinsi se Indonesia,” katanya, Rabu (16/1/2019).

Untuk delegasi dari Jawa Tengah sendiri, Andi mengatakan sekitar 700an peserta. Pihaknya juga mengatakan, Panitia Pergamanas LPM PWNU Jateng sudah mengoordinasikan kegiatan tersebut sejak 2018 yang lalu.

Andi menambahkan, bahwa delegasi dari Jateng dalam acara ini mulai dari Ketua Maarif, Wakil Ketua, Bendahara, Ketua Sakomanu Jateng, dan Panitia Pergamanas Jateng. (HG10/Ibda).

Temanggung, Harianguru.com - Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya membentuk mahasiswa memberikan penguasaan Profesional, Pedagogik, Sosial maupun kompetensi personal.

Hal itu diungkapkan Moh. Syafi' Kepala LP3M STAINU Temanggung saat pembekalan PPL, Ahad (13/1/2019). Pihaknya menambahkan bahwa semua mahasiswa harus mengikuti tahapan PPL dengan prosedural. "PPL tahun ini diikuti oleh mahasiswa Hukum Keluarga Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan juga Pendidikan Agama Islam yang semuanya diikuti sejumlah 45 Mahasiswa STAINU Temanggung," kata Ketua Panitia sekaligus Kepala LP3M tersebut.

Adapun mahasiswa PPL PAI ditempatkan di SMA dan SMK Daerah Temanggung, Mahasiswa HKI /AS diteruunkan di Pengadilan Agama dan KUA Daerah Temanggung sedangkan mahasiswa MPI di SMK Swadaya Temanggung.

Pembekalan diikuti peserta secara khidmad dan penuh semangat. Kaprodi Luluk Ifadah, M.S.I dalam sambutannya memaparkan bahwa PPL bukan sekedar praktik biasa bahkan PPL dianalogikan sebagai "Kawah Candra Dimuka" dengan kedisiplinan dan perbaikan diri dalam pelaksanaan. "Karena pangalaman sebelumnya PPL mampu mengubah kepribadian seseorang dengan regulasi di Institusi lapangan," tukas pengurus PC Fatayat NU tersebut.

"PPL juga salah satu cara untuk melengkapi kebutuhan pribadi dengan tim yang solid dan kerja sama yang baik," beber Instruktur Alumni Nasional HMI Yogyakarta tersebut.

PPL akan dilaksanakan sekitar satu bulan yaitu 14 Januari sampai 19 Februari 2019. (Hg44/STU)

Kudus, Harianguru.com - Saat melakukan pendidikan politik dengan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengan, Tardjo Ragil yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Tengah sekaligus Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Nomor Urut 2, mengimbau warga di Kudus untuk memilih Caleg berkualitas.

Hal itu, dijelaskan Tardjo Ragil saat kembali blusukan ke masyarakat untuk memberikan pendidikan politik. Kegiatan bertempat di gedung milik H. Noor Kholis Desa Jetak Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus pada Minggu, 13 Januari 2019.

Pihaknya di hadapan ratusan warga, menekankan pentingnya masyarakat berpartisipasi penuh menyukseskan pelaksanaan pemilu serentak pada April 2019.  Ratusan warga dari berbagai macam latar belakang, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua ormas, kelompok perempuan dan warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Keterlibatan bapak-ibu pada pemilu mendatang sangat penting, tidak hanya menyangkut legitimasi politiknya, tetapi juga memastikan agar orang orang yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik agar terpilih untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," kata Tardjo yang juga sebagai Staf Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut.

Ia juga menambahkan, agar masyarakat selektif dan lebih menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan politiknya. "Kualitas demokrasi dan masa depan pembangunan bangsa akan semakin baik apabila jabatan jabatan publik ditempati dan diurus oleh orang orang yang memiliki kompetensi serta integritasnya teruji. Dan ini semua menjadi tanggung jawab kita," papar pria yang memakai peci tersebut.

Melalui pendidikan politik ini, sebagaimana dikatakan Tardjo, menjadi concern Partai Golkar supaya masyarakat memiliki pemahaman sekaligus kesadaran politik yang baik, terutama agar kualitas demokrasi dan arah pembangunan bangsa Indonesia kedepan semakin maju.

Pada forum tersebut dibuka pula dengan sesi dialog. Peserta tampak antusias, terutama menyampaikan harapanya jika Tardjo terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dapat menjadi wakil rakyat yang amanah dan bisa mewakili kepentingan masyarakat luas.

Imbauan itu tidak semata hanya formalitas, akan tetapi menurut Tardjo, menjadi bagian dari tugas politisi yang menjadi guru politik bagi masyarakat. (HG33).

Jakarta, Harianguru.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee bin Malik, yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjunginya di awal tahun 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri dan seluruh delegasi Malaysia atas kehadirannya. Mudah-mudahan kehadiran ini akan membawakan manfaat yang baik untuk Indonesia maupun Malaysia dan kerja sama antara dua negara serumpun akan terus dan semakin merdu,” tutur Mendikbud RI, saat menyambut kunjungan Menteri Pendidikan Malaysia, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia sudah terjalin sangat baik, lanjut Mendikbud RI, seperti para siswa Indonesia sudah beberapa kali tampil dalam ajang kebudayaan di Malaysia. Selain itu, juga ada pertukaran pelajar yang akan ditingkatkan dengan mekanisme youth camp dan terdapatnya sekolah Indonesia di Malaysia. “Kita juga saling bertukar pikiran tentang kebudayaan,” ujar Mendikbud RI.

Menteri Pendidikan Malaysia pun menyampaikan hal yang serupa, bahwa hubungan antara kedua negara adalah istimewa, satu rumpun, satu leluhur, dan bersaudara. “Pembinaan sejarah di masa depan bermula pada hari ini, dan seharusnya ada titik permulaan terhadap pembinaan sejarah masa depan. Kita mau atau pun tidak mau, pembinaan sejarah, pembinaan peradaban, harus dimuliakan dengan pendidikan,” tutur Menteri Pendidikan Malaysia.

Ia menambahkan, pendidikan memainkan peranan penting, bukan sekedar masa depan negara, tetapi juga mencorakkan peradaban yang bakal dimunculkan. ”Disinilah kita melihat bahwa dengan kita berkongsi, relatif banyak persamaan dari segi bahasa, budaya, dan juga dari segi psyco-social. Kita harus melihat bahwa abad-abad ke depan ini simbiosis antara kedua negara, kedua bangsa, untuk menjadi dentuman baru kepada peradaban dunia,” terang Menteri Pendidikan Malaysia.

Praktik Baik Pendidikan dan Kebudayaan di Malaysia

Menteri Pendidikan Malaysia menyampaikan kekagumannya dengan pendekatan yang dilakukan Indonesia dalam meletakkan kebudayaan dan pendidikan dibawah satu kementerian, sebab, pendidikan adalah berkaitan dengan nilai. “Pembangunan pendidikan yang terpisah dengan nilai hanya akan melahirkan robot-robot yang bernyawa. Robot-robot yang bernyawa ini yang akan membawa kepada konflik, korban nyawa, kerakusan, ketamakan. Untuk itu, pendidikan harus disertakan dengan nilai. Dan budaya itu sendiri adalah salah satu dari pada wahana untuk menyampaikan nilai,” jelasnya.

Pendidikan di era Malaysia baru pasca pertukaran Pemerintah, kata Menteri Pendidikan Malaysia, menitikberatkan pada isu nilai. “Bapak Perdana Menteri Malaysia buat kali kedua, telah berbicara dua jam lebih dengan Bapak Presiden RI dengan berbagai pembicaraan yang mereka bicarakan, tetapi terdapat satu pembicaraan yang paling penting ialah berbicara tentang nilai,” ujarnya.

“Pak Muhadjir, jika menitikkan kiat-kiat baik ataupun harapannya kepada pendidikan, sering saya mengatakan bahwa di Malaysia pendidikan harus bisa merubah generasi yang akan datang. Kita harus melihat kepada Jepang, bagaimana setelah keruntuhan perang dunia kedua mereka bangkit untuk menjadi negara atau bangsa yang bisa mendominasi dunia, semuanya bermula dengan nilai. Rajin bekerja, amanah, disiplin, kebersihan, komitmen dan juga mempunyai sikap integritas yang tinggi. Itu semuanya bermula dari pendidikan. Penerapan pendidikan di Malaysia juga ditekankan pada pembinaan karakter,” terangnya.

Malaysia, katanya, saat ini sedang berupaya mewujudkan sebagai bangsa yang membaca. “Bukan membaca karena ada ujian, bukan membacanya karena mau mengajar, di sekolah atau pun di kuliah, tetapi mereka membaca karena menjadi gaya hidup, cara hidup, way of life. Target kita pada tahun 2030, masyarakat Malaysia akan menjadi masyarakat membaca nomor satu di dunia, dan ini penting,” tuturnya.

“Dalam kerja sama bidang pendidikan dengan Indonesia, akan melakukan pertukaran pelajar, guru, dan kepala sekolah. Kita akan saling belajar satu sama lain,” ucap Menteri Pendidikan Malaysia.

Mendikbud RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia yang mengizinkan pendirian Community Learning Center (CLC) di Malaysia dalam rangka menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Sampai saat ini terdapat 306 CLC dengan jumlah siswa sebanyak 16.130 orang untuk jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah pertama. Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Pemerintah Malaysia agar mengizinkan pendirian CLC untuk jenjang Pendidikan Menengah Atas. Terkait permintaan tersebut, Pemerintah Malaysia memberi tanggapan yang positif dan akan berkoordinasi secara internal dengan pihak-pihak terkait.

Pada kesempatan ini Menteri Pendidikan Malaysia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Kemendikbud RI. “Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud RI, karena menerima kunjungan kami. Saya mengharapkan supaya pertemuan kita pada kali ini menjadi turning point atau titik tolak terhadap perubahan sejarah di masa depan. Semoga suatu hari nanti terwujudnya peradaban bersama Malaysia dan Indonesia,” pungkasnya. (hg44/hms).

Jakarta, Harianguru.com -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap sinergi antar unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di daerah terus ditingkatkan. "Jangan ada sekat-sekat dalam bekerja, apalagi di lapangan personel Kemendikbud kan tidak banyak, jadi harus bersinergi," pesan Mendikbud ketika meresmikan sejumlah fasilitas baru di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kemendikbud memiliki sejumlah UPT di daerah, antara lain LPMP, pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (PPPPTK), balai pelestarian cagar budaya (BPCB), balai pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat (Balai PAUD Dikmas), dan balai bahasa. Mendikbud mengatakan dengan sinergi dan kerja sama yang baik antar UPT, tugas-tugas Kemendikbud di daerah seperti penjaminan mutu pendidikan, pemetaan mutu, gerakan literasi nasional bisa dikerjakan dengan efektif dan efisien.

Mendikbud  menambahkan bahwa pembagian struktur organisasi dan anggaran tidak menjadi sekat yang memisahkan. Banyak pekerjaan besar yang harus dikerjakan dengan melibatkan beberapa unit kerja agar pekerjaan tersebut selesai dengan baik. "Misalnya pemetaan mutu sekolah, ini bukan hanya tanggung jawab LPMP. LPMP perlu menggandeng UPT lainnya. Begitu juga dengan gerakan literasi nasional, bukan semata-mata tugas balai bahasa," kata Muhadjir Effendy.

Muhadjir juga mengimbau satuan kerja yang diberi amanat mengelola penerimaan negara bukan pajak (PNBP), agar bekerja lebih keras agar target PNBP bisa terpenuhi. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki LPMP ataupun PPPPTK harus dioptimalkan penggunaannya untuk kegiatan pendidikan dan juga kegiatan yang menghasilkan penerimaan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud meresmikan sejumlah fasilitas di LPMP DKI Jakarta, seperti aula pertemuan dan gelanggang olahraga. Fasilitas-fasilitas tersebut baru selesai dibangun ataupun direnovasi akhir tahun 2018. Mendikbud didampingi Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi dan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad. (hg44./Nur Widiyanto).


Semarang, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif (LPM) PWNU Jawa Tengah menguatkan sinergi dengan Unicef. Hal itu terungkap dalam Tecnical Meeting antara LPM PWNU Jateng dengan Unicef  dalam rangka persiapan sosialisasi dan kampanye inklusi di lima Kabupaten, Sabtu (12/1/2019).

"Agenda kami adalah kerjasama LPM PWNU Jateng dengan Unicef," kata Zaedun Wakil Sekretaris LPM PWNU Jateng dalam siaran pers yang diterima harianguru.com pada Sabtu (12/1/2019).

United Nations Children's Fund, (UNICEF) merupakan sebuah organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.

Untuk itu, dalam rangka memerkuat peran LPM PWNU Jateng menggandeng Unicef sebagai lembaga internasional yang konsen pada anak-anak yang terlaksana di Rumah Makan Cikal Gading Jalan Fatmawati No.81 Lohpait, Cikal, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Hadir perwakilan LPM PWNU Jateng dan Unicef dan perwakilan dari NU Kabupaten Semarang.

Sementara itu, secara terpisah Ketua LPM PWNU Jateng, R. Andi Irawan menambahkan kerjasama pendidikan inklusi di 5 kabupaten di wilayah Jateng itu dalam rangka menguatkan pendidikan inklusi bagi anak-anak. Khususnya, di lingkungan atau sekolah di bawah naungan Ma'arif NU.

"Pendidikan inklusi dipandang penting untuk memberi pelayanan pendidikan kepada anak anak distabilitas secara baik, sehingga madrasah atau sekolah Maarif ramah terhadap mereka," katanya.

Seperti diketahui, pendidikan inklusi atau biasa dikenal sebagai pendidikan inklusif merupakan sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman sebayanya.

Dalam model pendidikan inklusi, anak-anak diperlakukan sama, dan tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali anak difabel.

Hal itulah yang membuat LPM PWNU Jateng tergerak untuk konsen memberi sumbangsih nyata untuk kemajuan pendidikan di naungan Ma'arif NU.

Andi juga berharap, kepedulian LPM PWNU Jateng terhadap pendidikan inklusi dapat mengentaskan berbagai problematikan pendidikan khususnya di Jateng sendiri. (hg20/Hi).


Temanggung, Harianguru.com - Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Temanggung melakukan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada 12-13 Januari 2018.

"Makesta inu adalah pekaderan tahap awal yang digelar pada 12-13 Januari 2019 di gedung balai Desa Tawangsari," kata Agus Setiawan Nugroho, Sabtu (12/1/2019).

Acara tersebut di ikuti 59 kader baru IPNU-IPPNU Tawangsari, Temanggung. Acara tersebut akan di isi beberapa materi yaitu materi Aswaja, keorganisasian, materi  tentang IPNU-IPPNU dan kepemimpinan.

"Tema pada Makesta kali ini adalah mempersiapakan generasi bangsa yang berakidah Aswaja dan berahlaq mulia guna memperkuat Nahdhatul Ulama," kata Agus.

Makesta itu, menurut Agus adalah salah satu progam kerja jangka panjang yang menurut dia sangat urgen untuk perkaderan awal.

Agus mengapresiasi kegiatan itu karena peserta sangat antusias. "Kami sangat berharap besar dengan kegiatan ini untuk menciptakan generasi penerus tongkat estafet IPNU-IPPNU Tawangsari," kata dia.

"Semoga tercipta kader yang militan dan berkualitas sebagai penerus NU di masa mendatang," kata Agus. (hg10).

Kegiatan Membaca di Kelas bersama orang tua siswa yang dilakukan pada awal semester 2 di SDN Kalilumpang  Patean Kendal. 
Kendal, Harianguru.com -  “Kalau sehari uang saku putra-putri Bapak Ibu rata-rata adalah Rp 5.000,00 bila  dikumpulkan selama liburan sekolah 2 minggu berarti sekitar Rp 60.000,00 sedangkan harga buku bacaan Rp 5.000,00 - Rp 10.000,00 sudah dapat. Saya kira semua wali murid mampu untuk membelikan putra putrinya buku dan bila berkenan dapat menyumbangkan ke sekolah sehingga dapat dipakai bergantian,” begitulah kata-kata rasional dari Kepala SDN Kalilumpang  Patean, Ibu Robingah saat menjelaskan kepadaseluruh wali murid dalam sosialisasi program Gerakan Literasi Sekolah.

Manarik apa yang dilakukan oleh SDN Kalilumpang  Kecamatan Patean Kabupaten Kendal saat memasuki awal  semester2 tahun 2019 ini. Sekolah di tengah perkebunan karet yang diapit pegunungan ini ternyata memiliki cara unik untuk menggiatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kenyataan bahwa kekurangan buku bacaan siswa merupakan masalah utama dalam GLS dapat mereka solusikan dengan sebuah gerakan menarik. Gerakan yang mereka lakukan mereka sebut sebagai gerakan Satu Buku Satu Anak atau disingkat Saku Sanak.

Gerakan Saku Sanak mereka mulai usai sekolah mendapatkan pelatihan dari Program PINTAR Tanoto Foundation untuk ManajemenBerbasis Sekolah (MBS). Setelah pelatihan mereka mendapatkan kesempatan untuk pendampingan dan membuat rencana strategis pengembangan sekolah. Dalam pertemuan tersebutlah disepakati gerakan ini.

“Pada hari pertama masuk sekolah, orang tua/wali murid kelas 1, 2, dan 3 datang semua. Mereka kita berikan waktu sekitar 30 menit untuk membacakan sebuah buku yang telah mereka beli kepada anaknya masing-masing. Mereka semua datang dengan semangatnya lalu membacakan buku. Ada yang dibaca di pangkuan. Ada yang di sampingnya. Terlihat menyenangkan dan mungkin ini momen yang langka setelah sekian lama mereka mendidik anak-anaknya,” ungkap Ibu Robingah sambil menahan haru.

Setelah mereka membacakan buku, buku tersebut ternyata seluruhnya disumbangkan kepada sekolah. Buku tersebut selanjutnya dikelola oleh sekolah untuk mengembangkan program budaya baca. Sekolah juga telah menyiapkan jurnal baca untuk mengetahui perkembangan membaca siswa setiap harinya. Jurnal tersebut akan dikelola masing-masing wali kelas.

Ketua Komite SDN Kalilumpang  Kasiyanto menyampaikan bahwa inisiatif program ini memang dari sekolah. Namun yang tidak disangka adalah respon dari wali murid. Program yang awalnya  dibuat sederhana ternyata mereka menyambutnya dengan semangat.
“Awalnya kami membentuk pengurus paguyuban kelas sesuai dengan arahan dari kepala sekolah,  setelah itu kami membuat program-program pengembangan sekolah. Salah satunya membuat kelas yang ramah anak dan membuat sudut-sudut baca di kelas. 

Rencana awal hanya di kelas 4 saja dulu sebagai percontohan. Namun ternyata, setelah mendengar program ini, semua kelas lewat paguyuban berlomba untuk melakukan. Mereka sampai lembur dan semua dana dari mereka sendiri,” tutur Kasiyanto dengan semangat.
“ Untuk menempatkan buku-buku bacaan anak, wali murid juga saling berkreasi membuat rak buku dari kayu bekas di gudang sekolah yang sudah tidak terpakai lagi. Kemudian rak buku tersebut ditempatkan di pojok baca”, tambah Bu Robingah.

Program ini dapat berjalan dengan efektif karena adanya pengurus paguyuban kelas yang pro aktif. Setiap ada informasi dan rencana pengembangan sekolah selalu didiskusikan dengan komite dan pengurus. Setelah disepakati baru disampaikan kepada orang tua/walimurid. Tak terkecuali program SakSanak ini. Awalnya juga di bicarakan antara pengurus paguyuban dengan sekolah kemudian baru disampaikan kepada semua warga sekolah.

Program PINTAR Tanoto Foundation sebagai mitra Kabupaten Kendal,  mendampingi sekolah-sekolah mitra percontohan untuk dikembangkan baik pada ranah manajemen sekolah, budaya baca maupun pembelajaran aktif. Di Kendal ada 24 SD/MI dan SMP/MTs yang didampingi. Selama kurun waktu pendampingan mereka akan didampingi sepenuhnya dan setelah dinilai memiliki efek perkembangan positif praktik-praktik yang baik di sekolah akan dikembangkan dan disebarluaskan kepada sekolah lain di seluruh Kendal. (Hg44).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam Bedah Buku Humanisme Islam karya Dr. Baedowi, M.Ag, Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM menegaskan bahwa kunci kerukunan sudah dikonsep apik dalam Islam, Kamis (10/1/2019).

"Pak Baedhowi ini salah ikon filsuf di STAINU Temanggung. Humanisme ini dalam ilmu mantik, manusia adalah al insan alkhayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir, bernalar, hakikatnya adalah hewan," katanya saat menyampaikan sambutan.

Humanisme Islam, kata dia, selalu memuliakan manusia daripada hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Alquran bahwa manusia itu mulia daripada makhluk lain.

"Di Indonesia selain ada humanisme Islam, humanisme Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme," ujar doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.

Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada lima pokok humanisme yang saya catat. Pertama adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua adalah hak beragama. Ketiga hak kepemilikan. Keempat hak profesi. Kelima hak berkeluarga.

"Semua itu jika diterapkan, maka Indonesia ini akan cinta damai tanpa gesekan," katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir penulis buku Dr. Baedowi, panelis Ketua LP3M STAINU Temanggung Moh. Syafi' dan dosen STAINU Temanggung Nasih Muhammad, Kaprodi dan Sekprodi PAI, PGMI, PIAUD, AS, ES dan MPI, dosen, mahasiswa dan sejumlah tamu undangan. (hg44/Ibda).

Suasana latihan grup Sardulo Krida Mustika
Blora, Harianguru.com - Grup barong Sardulo Krida Mustika Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus melakukan perbaikan pengelolaan grup pada anggotanya. Sebab, grup yang dirintis dari tahun 2014 ini sudah menapaki usia hampir 5 tahun ini masih eksis dan berkembang di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Hal itu diungkapkan Indra Bagus Kurniawan Pimpinan grup Sardulo Krida Mustika usai pentas di rumah warga, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya, ia bersama puluhan anggota grup melakukan latihan intens sebelum tampil. "Kalau latihan aslinya kita tiap hari libur, baik itu Sabtu atau Minggu dan juga hari libur nasional. Tapi kalau waktunya memang malam hari dari habis isya sampai jam sepuluh malam bahkan sebelas malam," beber dia, Rabu (2/1/2019).

Kepada Harianguru.com, pihaknya menegaskan, banyak sekali agenda yang mendukung program edukasi barongan Blora. Mulai yang digelar pemerintah, warga dan sanggar atau grup barong itu sendiri. (hg90/hms).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget