Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Zonasi: Tak Rugi Masuk Sekolah Swasta


Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd.
Guru SD Supriyadi Semarang, Alumni Program Pascasarjana UNNES

Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang menginginkan anaknya masuk ke sekolah negeri. Banyak pertimbangan yang menjadi alasan kenapa mereka lebih memilih anaknya masuk ke sekolah negeri dibandingkan sekolah swasta.

Namun, dengan semakin berkembangnya dunia pendidikan ada beberapa macam pembaharuan di dunia pendidikan salah satunya sistem pendaftaran berbasis zona dimana sekolahan negeri menerima siswa dari sekitar domisili.

Dengan sistem baru tersebut semakin marak kegelisahan dari sekolah yang berlabel favorit atau sekolah unggulan yang biasanya menyaring anak berprestasi di luar daerah jadi tidak bisa lagi dengan adanya sistem zonasi. Begitu pun kegalauan wali murid yang anaknya bergudang prestasi namun tidak bisa diterima di sekolah idaman karena berada di luar batas zona.

Memilih sekolah negeri memang masih menjadi momok idaman para orang tua. Pada umumnya, yang menjadikan para wali murid lebih memilih sekolah negeri ialah terkait persoalan biaya dan kualitas pendidikan. Banyak yang beranggapan jika selain biayanya murah, sekolah negeri juga memiliki kualitas pengajaran yang lebih bagus.

Banyak wali murid menganggap bahwa anaknya tidak diterima sekolahan Negeri maka akan malu dengan tetangganya. Anggapan keliru yang selalu menganggap anak yang sekolah tidak di sekolah negeri pasti anak bodoh, pasti anak nakal, pasti anak nilai akademiknya rendah. Memang tidak ada sekolah swasta yang bisa mendidik? Memang tidak ada sekolah swasta berkualitas? Soal bertambahnya ilmu memang hanya faktor dari sekolahan saja? Karena sesungguhnya kemampuan dari masing-masing siswa pun turut andil besar, dan sekolah hanya memfasilitasi, membimbing, mengarahkan dan membelajarkan. Dan bukan ditentukan dari label sekolah Negeri atau swasta.

Lalu apakah sekolah swasta selalu “kalah” jika dibandingkan dengan negeri? Ternyata tidak. Ada beberapa keunggulan sekolah swasta yang tidak dimiliki oleh sekolah negeri. Apa sajakah keunggulan tersebut?

Pertama, Secara fasilitas, sekolah swasta umumnya jauh lebih baik. Jika kita cermati, kebanyakan fasilitas yang ditawarkan sekolah swasta umumnya lebih baik dibandingkan dengan sekolah negeri. Hal ini disebabkan pengelolaan keuangan sekolah swasta sepenuhnya dikelola pihak yayasan yang memiliki sekolah. Sumber dana yang diperoleh pun berasal dari berbagai pihak, selain dari yayasan, wali murid, donatur, maupun kerja sama pendanaan dengan pihak lain. Jadi, mereka bisa leluasa meningkatkan kualitas fasilitas kegiatan belajar mengajarnya dengan mengedepankan sarana prasarana dan fasilitas penunjang proses pembelajaran.

Sedangkan untuk sekolah negeri, keuangan mereka ditentukan oleh pemerintah. Mereka hanya diberi jatah yang kadang sangat kurang untuk membangun fasilitas sekolah yang cukup mumpuni

Kedua, Secara mata pelajaran, sekolah swasta lebih beraneka ragam. Keuntungan lainnya yang bisa kita dapatkan dari sekolah swasta ialah lebih bervariasinya muatan mata pelajaran yang diberikan. Jika di sekolah negeri umumnya hanya fokus dengan mata pelajaran yang akan diujikan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS) maka untuk sekolah swasta ada mata pelajaran lain yang tidak kalah ditekankan. Bahkan beberapa sekolah pun menjadikan mata pelajarn tertentu seperti muatan karakter dan agama menjadi program unggulan dalam tujuan pendidikannya.


Seperti misal, terjadi pada SD Supriyadi Semarang yang berdiri di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah. Selain siswa menerima pelajaran pokok dari pemerintah, ada beberapa program unggulan yang terinput dalam muatan mata pelajaran bidang keagamaan seperti akidah akhlak, fikih, Al Qur’an hadits, Bahasa Arab, dan penanaman karakter di setiap pembelajaran dengan tetap berpayung pada kurikulum yang berlaku dari pemerintah. Begitu pun dengan sekolah swasta yang lainnya, sudah barang pasti akan memvariasikan mata pelajaran sesuai dengan visi dan misinya.

Ketiga, Variasi dalam berkegiatan dan berorganisasi. Sama halnya seperti pelajaran, biasanya variasi kegiatan dan organisasi sekolah swasta lebih banyak pilihannya. Jika sekolah negeri berkutat dengan organisasi OSIS, PMI, Paskibra, atau olahraga, namun di sekolah swasta banyak ditemukan kegiatan dan organisasi yang tidak kalah keren. Organisasi tersebut biasanya sengaja dibentuk sebagai nilai jual kualitas sekolah swasta. Seperti kegiatan intrasekolah yang beraneka macamnya sehingga siswa bisa menyalurkan bakat dan minat sesuai dengan kemampuannya. Tak hanya kegiatan intra sekolah untuk siswa. Kegiatan organisasi yang beranggotakan wali murid dan masyarakat pun banyak dibentuk oleh sekolah swasta dengan tujuan utama menghidupkan kembali tripusat pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat).

Keempat, Pelayanan sekolah swasta biasanya lebih baik. Sekolah swasta dikenal memiliki etos kerja dan pelayanan yang cukup prima. Hal ini karena mengingat biaya yang dikeluarkan orangtua siswa tidak sedikit, jadi pelayanan terhadap peserta didikpun menjadi prioritas utama. Tidak jarang, jajaran yayasan dan dewan guru mengadakan rapat internal untuk melakukan evaluasi rutin, serta mendengarkan berbagai kritik dan masukan dari berbagai pihak demi kemajuan pendidikan.


Itulah beberapa keunggulan sekolah swasta dibandingkan dengan sekolah negeri. Menjadi benang merah dan menjadi koreksi bersama bahwa yang menentukan kesuksesan seseorang bukan status sekolah, Negeri atau Swasta, melainkan bagaimana kesungguhan usaha seseorang dalam meraih cita-cita.
Label:

Posting Komentar

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget