Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Bahaya Laten Gadget


Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd.
Penulsi merupakan guru SD Supriyadi Semarang.

Di zaman sekarang ini, kita jarang melihat anak-anak bermain permainan tradisional. Tidak pernah lagi melihat anak-anak bermain ‘jamuran’, gundu, cublak-cublak suweng, dakon, bermain hujan, lumpur dan permainan tradisional lainnya. Kenyataanya bahwa anak-anak di zaman teknologi ini lebih senang mengurung diri di kamar. Anak-anak lebih mementingkan bermain game daripada meningkatkan hubungan sosial mereka.

Perkembangan dan kemajuan teknologi begitu pesat, terlebih gadget (smartphone/handphone/HP/tab) menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi manusia saat ini. Pada awal kemunculannya, gadget dianggap sangat positif karena dapat mempercepat pekerjaan manusia dalam proses mencari informasi dengan mudah.

Namun sekarang, gadget tidak bisa dipisahkan dari semua kalangan, dari orang tua, anak kuliah, anak sekolah SMA, SMP, SD bahkan sampai anak usia prasekolah sudah dibekali dengan gadget di sela waktu bermainnya.

Seiring waktu berjalan, manusia mulai merasakan efek negatif dari benda ini, seperti masalah kesehatan, masalah sosial, dan ganguan perkembangan psikologis pada anak. Dampak negatif yang terjadi adalah dapat memutuskan hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya. Dengan demikian, tidaklah heran jikalau di zaman ini anak-anak lebih bersifat individualistik, acuh tak acuh dengan lingkungan sekitarnya serta minimnya sikap respek terhadap fenomena realitas di sekitarnya.

Racun bagi Anak?
Benda kecil dengan kemampuan teknologi canggih jika digunakan tidak dengan sangat bijak bukan lah tidak mungkin akan menjadi racun bagi penggunanya terlebih bagi anak usia sekolah.

Pertama, dengan adanya gadget konsentrasi anak saat belajar akan mengalami penurunan. Konsentrasinya menjadi lebih singkat dan sikap respek anak terhadap lingkungan sekelilingnya berkurang. Anak kerap kali berimajinasi mengenai tokoh game yang sering dimainkan pada gadget nya. Kebiasaan anak menggunakan gadget akan merusak kemampuan berkonsentrasi. Memang mengasyikkan, tapi akhirnya terbiasa, sehingga pada waktu seorang anak harus fokus terhadap sesuatu hal, fokus dengan belajar di rumah, fokus saat memperhatikan guru di keas, akhirnya menjadi susah untuk fokus.
Kedua, mengalami kecanduan. Kebiasaan memegang gadget dalam waktu yang sering bagi anak, makan sambil pegang gadget, mau tidur dan bangun tidur pegang gadget, pulang sekolah pegang gadget, terlebih hari libur ful gadget. Kondisi ini adalah efek candu dari gadget. Saat di sekolah pikirannya ingin segera pulang biar main gadget, ingin segera hari libur biar bisa main gadget. Saking asiknya kebiasaan dengan gadget, sehingga bila tidak ada gadget, anak-anak merasa gelisah.
Ketiga, malas membaca dan menulis. Gadget membuat anak-anak menjadi sangat malas membaca dan menulis. Karena kebanyakan siswa menganggap sekedar membaca tulisan merupakan hal yang membosankan, sehingga anak lebih memilih gadget. Selain itu, anak lebih mencari hal yang praktis dalan melakukan aktivitas belajar. Motorik anak menjadi kurang efektif dan kebiasaan menulis menggunakan tangan menjadi kurang apik.

Keempat, menurunnya kemampuan bersosialisasi. Anak menjadi acuh dengan lingkungan sekitar dan tidak paham dengan etika bersosialisasi. Rasa solider antar sesama memudar dan komunikasi pun tidak efektif. Imbasnya psikososial anak menjadi tumpul.
Kelima, menghambat perkembangan psikologis anak. Penggunaan gadget akan membuat pergerakan anak sempit. Anak yang menggunakan gadget secara berlebihan akan berdampak buruk pada prestasi akademiknya. Pengawasan dan penggunaan terhadap gadget harus lebih intensif. Jika tidak diawasi oleh orang tua, maka bukan tidak mungkin akan mengakibatkan stres pada anak. Anak stres akibat tidak dapat memenangkan permainan di gadget nya, sehingga sering mengganggu kondisi mentalnya.
Keenam, malas melakukan banyak hal. Saat menggunakan gadget, anak cenderung tidak melakukan gerak badan. Sensor motorik yang tidak sering diasah akan tumpul, tidak berkembang bahkan mati. Akibatnya, jika sensor motorik tidak digunakan oleh anak sejak kecil, bukan hanya keterampilan menulis saja yang menurun, tetapi akan membuahkan penyakit akibat tidak melakukan gerak motorik pada badan.
Ketujuh, anak menjadi agresif. Konten kekerasan dalam gadget, dapat menstimulus anak untuk melakukan hal apa yang dilihatnya. Dampak buruk jangka panjang pada anak yang mengkonsumsi gadget, menjadi lebih agresif dari anak biasanya. Bukan tidak mungkin anak akan meniru adegan permainan kekerasan pada teman sebayanya.

Tanggung Jawab Bersama
Gadget menjadi sarana informasi yang baik walaupun terkadang ada informasi yang salah atau tidak tepat, maka dengan itu kita harus menggunakan gadget dengan bijak, apalagi zaman sekarang teknologi sangat canggih serta ditambah adanya social media yang semakin merajalela, bisa saja gadget yang semestinya bisa dijadikan tutor untuk belajar malah hanya untuk bermain social media dan bermain game.

Maka perlunya pengawasan intensif dari orang tua di rumah. Mengembalikan waktu belajar anak untuk belajar, mengembalikan waktu sosial bermain anak dengan teman-teman di lingkungannya. Kualitaskan waktu berkumpul bersama anak-anak, seperti saat sedang makan malam bersama, menonton TV bersama, jangan biarkan anak bermain gadget/handphone terus menerus. Mengajak anak untuk bercerita tentang kesehariannya di sekolah, kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi dalam belajarnya.

Jangan biarkan kondisi pada saat kita bertemu satu sama lain, berbicara, bertukar pikiran dan pengalaman, malah lebih fokus ke gadget daripada bercerita dan tertawa bersama keluarga atau teman. Gunakan gadget sesuai kebutuhan sebagai sarana yang membantu kita secara positif. Terutama melindungi anak-anak dari bahaya laten gadget jika minim bimbingan dan pengawasan orang tua. (*)
Label:

Posting Komentar

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget