Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

November 2019

Kebumen, TABAYUNA.com - Kementerian Agama RI melalui Kasubdit Kerjasama dan Kelembagaan kementeran Agama RI Dr. Abdullah Faqih, MA., M.Ed, melakukan monitoring program Madrasah inklusi di Kabupaten Kebumen. Dalam Forum FGD yang dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Pengurus LP Ma`arif PWNU Jateng dan PCNU Kebumen, Kepala Madrasah, Komite, Guru Pembimbing Khusus (GPK) ABK, menyampaikan apresiasi dan bangga kepada LP Ma`arif Jateng yang sudah menggerakkan madrasah menjadi inklusif.

“Kami merasa bangga dan senang bisa hadir ditengah-tengah Bapak/Ibu semua. Dan jujur yang menggerakkan saya hadir kesini adalah karena ini tentang inklusif. Masih banyak orang yang menganggap inklusif bukan program yang diunggulkan padahal Ini program yang sangat mulia dan mari kita populerkan ke masyarakatkan agar kita bisa menjamin bahwa pendidikan itu tidak hanya dinikmati oleh orang-orang kaya/kota, dan pendidikan harus dimiliki semua” ujar Faqih pada Sabtu 30 November 2019.

Lebih lanjut Faqih menyampaikan bahwa saaat ini Kementerian Agama RI sedang dalam proses penyelesaian Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang disabiltas/pengelolaan madrasah inklusi. Namun demikian pihaknya memastikan agar layanan Anak Berkebutuhan Khusu (ABK) di madarasah dan juga esejahteraan Guru Pembimbing Khusus (GPK) akan menjadi prioritas perhatian.

“Hasil monitoring ini akan kami jadikan bahan diskusi dengan tim di Jakarta agar kami segera menyelesaikan PMA dan segera mensosialisasikan ke kementerian agama kabupaten agar semua madrasah khsusunya Madrasah Negeri harus inklusif dan tidak boleh menolak anak ABK. Terima kasih kepada LP Ma`arif Jateng yang sudah jauh melangkah tanpa menunggu regulasi/peraturan dari Kemenag. Ini patut di apresiasi” Demikian disampaikan Dr. Faqih.

Menurut Fakhruddin Karmani, Wakil Ketua LP Ma`arif Jateng sekaligus Program Manager Inklusi LP Ma`arif Jateng menjelaskan bahwa saat ini LP Ma`arif Jateng sudah mendampingi 17 Madarsah di 4 Kabupaten (Semarang, Kebumen, Banyumas, Brebes) dan mendesiminasikan ke 11 Sekolah dan Madrasah tentang pengelolaan Madrasah/Sekolah Inklusif.

“LP Ma`arif Jateng telah mendeklarasikan 17 Madrasah Inklusif dan kami SK kan, sehingga 17 madrasah ini bisa menjadi rujukan masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus menyekolahkan anaknya. Harapan kami kedepan anak-anak berkebutuhan khsus terutama di Jawa Tengah akan memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan pendidikan Formal” ungkap Fakhruddin.

Kepala MI Ma`arif Sidomulyo Ambal, Amin Masruri, M.Pd menjelaskan bahwa saat ini MI Ambal sebagai Madarsah Inklusif telah banyak menerima manfaat dari pendampingan yang dilakukan oleh LP Ma`arif NU Jateng – UNICEF. Salah satu indikator adalah kenaikan Jumlah siswa terutama anak ABK. Sejak didampingi LP Ma`arif perkembangan madrasah kami semakin pesat. Awalnya kami hanya menerima siswa ABK 3 orang dan saat ini kami memiliki 14 ABK. "Alhamdulillah setelah LP Ma`arif Jateng meyakinkan kami untuk melaksanakan madrasah Inklusif kami semakin semangat. Terima kasih kepada Kemenag RI yang sudah memberi bantuan dana kepada kami pada tahun ini. Sehingga kami bisa melengkapi fasilitas layanan untuk anak ABK dan juga peningkatan kapasitas guru kami” demikian disampaikan Amin Masruri.

Sebagai informasi, MI Sidomulyo adalah salah satu Madrasah di Jawa tengah yang menerima bantuan dana dari kementerian Agama Ri untuk dukungan penyelenggaraan program madrasah inklusi. (Hg77/FK).

Temanggung, Harianguru.com - Dalam rangka memajukan literasi Indonesia, salah satu kampus yang berada di Kota Tembakau, STAINU Temanggung mengadakan Seminar Literasi, Pengumuman Juara Lomba Cipta Puisi 2019, dan Peluncuran Antologi Puisi "Nasionalisme" pada Sabtu, (30/11/2019) pagi hingga siang hari ini. Lebih tepatnya. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung di aula kampus. Lembaga Bahasa STAINU Temanggung bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Pembukaan disambut dengan penampilan Pencak Silat Pagar Nusa dari MA Hidayatullah Temanggung. Dengan 330 peserta di aula STAINU Temanggung, serentetan acara mulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesian Raya, Mars Subbanul Wathon, Mars STAINU Temanggung, sambutan-sambutan, dan doa penutup berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, ketua STAINU Temanggung, Dr. H. Muh. Baihaqi M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Bahasa selaku penyelenggara acara, panitia kegiatan, dan seluruh peserta seminar maupun lomba cipta puisi 2019. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang nyata.

Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan tersebut menyampaikan dalam sambutannya, "Acara ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang lebih baik ke depannya, baik itu secara estetika maupun tingkah laku kita semua dalam bermasyarakat."

Acara seminar literasi dimoderatori oleh Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., dan Muhammad Rois Rinaldi selaku pemateri utama yang juga merupakan sastrawan terkenal dari Jawa Barat. Ia pernah menerima banyak penghargaan seputar literasi dari berbagai penjuru seperti Malaysia, Kuala Lumpur, Serang, dan lain-lain. Rois Rinaldi sendiri pada kesempatan hari ini banyak mengupas berbagai hal tentang karya sastra berupa puisi. Baik itu dari segi diksi (pilihan kata), estetika bahasa puisi, potongan kata, dan masih banyak lagi.

Dalam rangka Lomba Cipta Puisi 2019 yang diadakan oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung, bersama dua rekan dewan juri, Hamidulloh Ibda dan Niam At-Majha, Rois mengakui bahwa meskipun dibandingkan dengan tahun pertama yang menampung 130 penyair dan tahun kedua hanya 90 penyair, diksi dan estetika bahasa yang digunakan jauh lebih baik di tahun kedua ini. Rois juga menambahkan bahwa puisi akan berkembang sesuai dengan jaman.

"Pengetahuan tidak hanya seputar apa yang kita baca dalam buku, namun juga apa yang kita baca dalam hidup," tuturnya.

Salah satu pertanyaan menarik dari peserta seminar ialah bertanya tentang cara agar tulisan seorang penulis diminati banyak orang. Dengan lugasnya, Rois menjawab bahwa persepsi tersebut harus dihilangkan karena jika seorang penulis menciptakan sebuah karya, maka seorang penulis harus mendedikasikan hatinya untuk menunjukkan diri sendiri dalam karyanya pada manusia.

"Di situlah kita dan Indonesia benar-benar berada pada satu tarikan napas. Tidak ada lagi cinta yang diekspresikan dengan cara yang salah," tutup Rois dalam seminarnya.

Acara yang dikemas sempurna oleh Lembaga Bahasa STAINU Temanggung ini sangat membantu peserta dalam bersama memajukan literasi yang ada di Indonesia ini, khususnya lingkup yang sangat dekat dengan kita.

Acara yang paling ditunggu setelah seminar literasi tersebut adalah pengumuman pemenang Lomba Cipta Puisi 2019 tingkat Jawa Tengah dan DIY tema "Nasionalisme". Juara pertama diraih oleh Linda Lidyasari (SMKN 1 Temanggung) dengan judul Surat Buat Bapakku, juara kedua diraih oleh Andika (SMAN 1 Candimulyo) dengan judul Janji Pohon Kurma, juara ketiga diraih oleh Zahara Sania (MAN Debaito Sunan Plumbon) dengan judul Masa Kepahitan.

Adapun juara harapan satu oleh Misbahul Munir Septian (SMAN 1 Candimulyo) dengan judul Asa Jiwa, juara harapan dua oleh Rizal Iman Mubarok (MAN Debaito Sunan Plumbon) dengan judul Kelam, dan juara harapan tiga oleh Ardana Kartika Sari (SMAN 2 Temanggung) dengan judul Kausa Gelora.

Adapula empat kontributor puisi yang masuk ke dalam sepuluh besar yaitu Septian, Brahmada, Khusnul Kharomah (pengirim puisi pertama), dan Sofi Widiyanti. Sepuluh besar kontributor Lomba Cipta Puisi 2019 akan mendapatkan buku antologi puisi "Nasionalisme".

Sebelum ditutup, banyak dari peserta yang menunjukkan bakatnya melalui puisi-puisi karya sendiri maupun karya penyair. Dan lebih istimewa lagi, Rois Rinaldi bahkan membacakan puisi karya sang juara pertama, Linda Lidyasari.

Acara ini berjalan dengan lancar meskipun Effy Wahyuningsih, M.Pd. selaku ketua Lembaga Bahasa STAINU Temanggung, mengaku sempat khawatir jika aula tidak muat menampung 330 peserta. Namun, semua kendala telah teratasi dengan memaksimalkan ruangan aula tersebut.

Salah satu peserta seminar, Iis Narahmalia, mahasiswi STAINU Temanggung juga mengaku senang mengikuti acara ini karena sangat bermanfaat bagi jalannya literasi dalam negeri ini. Dia juga berharap bisa menjadi sastrawan seperti tokoh kita hari ini, Muhammad Rois Rinaldi. (Hg88/Novia/lpmgrip).

Suasana ToT
Semarang, Harianguru.com - Dalam rangka penguatan dan peningkatan kompetensi Guru Ma`arif NU Jawa Tengah, LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah melaksanan ToT In-2 Master Trainer Program Pengembangan Keprofessian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma`arif yang dilaksanakan selama 3 hari 22-24 Nopember 2019 di Kantor PWNU Jawa Tengah. Sebelumnya ToT In-1 PKB dilaksanakan pada 6-9 September 2019.

Menurut Koordinator Bidang Mutu LP Ma`arif Jateng sekaligus Wakil Ketua LP Ma`arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, Pelaksanaan ToT Master Trainer PKB Guru Ma`arif terlaksana atas dukungan dari Direktorat GTK Kementerian Agama RI dan dukungan dari tim TASS (Technical Assistance for Education Systems) dari pemerintah Australia. Dalam kegiatan ToT In-2, tim Pengembangan PKB Dir GTK yang hadir adalah Yun Yun Yunadi dan dari TASS Tjipto Prakosa.
 
“Sejak awal mulai dari Perencanaan sampai kegiatan ToT ini, kami selalu didampingi oleh Tim Pengembang PKB Guru Kementerian Agama RI dan tim TASS. Jadi inshaalloh tahapan yang kami lakukan sesuai dengan juknis atau panduan dari Kementerian Agama. Dan tahapan PKB Guru yang akan kami kembangkan ini berbasis Gugus/KKG/MGMP dan materinya menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga mengacu Assesment yang akan dilakukan kepada Guru Ma`arif sebelum PKB," kata dia.

Sebagaimana direncanakan, bahwa output dari ToT In-2 ini adalah bahan/materi yang akan dikembangkan untuk melatih Tim Fasilitator/trainer Ma`arif Cabang. Selain itu fokus pada In-2 ini juga membekali para Trainer dengan konsep monitoring evaluasi dan penjaminan mutu.
 
Ketua LP Ma`arif NU Jawa Tengah, Ratna Andi Irawan dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa salah satu fokus utama pengurus Ma`arif periode ini adalah pengembangan SDM, bahkan pihaknya juga telah menyiapkan infrastruktur maya untuk mewadahi dan optimalisasi layanan peningkatan mutu di sekolah/madrasah LP Maarif NU yaitu server data yang mengarah kepada layanan e-learning.

“karena PKB Guru yang akan kita lakukan nanti berbiaya mandiri, maka semua infrastruktur dan SDM harus benar-benar kita siapkan. Jika diperlukan setelah ToT In-2 ini ada pertemuan lagi oleh Master Trainer untuk menyiapkan lebih matang lagi pasti akan kami lakukan. Bahkan kami sudah mendesain Gedung di kantor PWNU Jawa Tengah menjadi ruang kelas yang standar untuk pelatihan dan juga penginapan yang memadahi. Kami juga sudah siapkan skema pembiayaan PKB di Ma`arif Cabang dengan model sharing antar Ma`arif Wilayah dan cabang” demikian tutur Andi.

Sebagain informasi, peserta/Master Trainer PKB Guru Ma`arif Jawa Tengah terdiri dari perwakilan instansi maupun unsur profesional seperti Pengawas Sekolah/Madrasah, Dosen, Guru dan kepala Madarasah/Sekolah dan dari Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Kemenag. Dengan demikian diharapakan semua potensi pengembangan Mutu bisa dilihat dalam banyak perspsktif dan benar-benar berbasis kebutuhan. (HG77/Ibda).


Semarang, Harianguru.com - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dan merespon positif atas langkah yang telah diupayakan oleh Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU baru-baru ini. 

Jajaran IPNU dan IPPNU Jateng langsung menindaklanjutinya dengan menjalin kerjasama dengan LP Maarif PWNU Jateng yang tertuang dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah di Aula PWNU Jateng Lantai 3 Jl Dr Cipto No 180 Karangtempel Semarang, Jumat (22/11/2019).

MoU ini dilakukan di sela-sela pembukaan Training of Trainer Master Trainer Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma’arif NU Jawa Tengah.

MoU itu berisi tentang kerjasama pendirian dan pengembangan komisariat IPNU-IPPNU di setiap sekolah di bawah naungan LP Maarif NU. Hal ini sebagaimana dimuat oleh NU Online baru-baru ini. Tak hanya berupa MoU saja, kerjasama itu juga dilengkapi buku panduan pendirian Komisariat IPNU-IPPNU yang sudah tercetak di tingkat sekolah/madrasah Ma’arif yang sudah dibahas jauh-jauh sebelum antara tim IPNU-IPPNU dengan LP Ma’arif PWNU Jateng.

“MoU ini sebenarnya sebagai tahap akhir dari tahapan proses kerjasama antara LP Ma’arif PWNU Jateng dengan IPNU-IPPNU sejak beberapa bulan lalu dengan menyusun standar pendirian Komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah disertasi tentang pola pembinaannya sampai teknis,” kata Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng R. Andi Irawan.


Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Pendidikan Maarif di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"Kita mengharapkan dukungan nyata dari LP Maarif Jateng dalam pendirian dan pengembangan komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madrasah di bawah naungan LP Maarif NU Jawa Tengah, utamanya di 3.241 Sekolah/Madrasah sebagaimana data terbaru PW LP Maarif NU Jateng," ungkap Ferial Farkhan Ibnu Akhmad Selaku Ketua PW IPNU Jawa Tengah dalam kesempatan tersebut.

Penandatanganan tersebut turut dihadiri serta disaksikan Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh bersama Khotib Syuriyah KH Hudallah Ridwan, serta Ketua PW LP Maarif NU Jateng Ratna Andi Irawan M.Ag, jajaran Tanfidziyah PWNU Jateng diwakili Prof Dr Musahadi selaku Wakil Ketua PWNU Jateng, kemudian Ketua PW IPPNU Jateng Sri Nur Ainingsih dan Wakil Komandan DKW CBP IPNU Jateng Ahmad Syukron.

Senada dengan Feri, Rekanita Ain, sapaan akrab Ketua PW IPPNU Jateng juga mengharapkan agar pasca penandatanganan ini ada langkah konkrit yang disinergikan bersama antara LP Ma'arif NU Jateng dengan PW IPNU dan IPPNU Jateng.

"Kita respon positif langkah ini, dan kami siap bersinergi untuk menindaklanjuti kerjasama ini" tutur Ain pasca pendatanganan MoU ditemani pengurus PW IPPNU Jateng lainnya, Asriyani Awaliyah dan Fitri Muhtadi.

Sementara itu, Andi Selaku Ketua PW LP Maarif NU Jateng menegaskan bahwa pihaknya dalam periode ini memang menggencarkan penguatan mutu kelembagaan LP Maarif NU Jateng dan komitmen atas kerjasama dilakukan pihaknya dengan IPNU dan IPPNU Jateng ini. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh Mahmudi selaku Sekretaris PW LP Maarif NU Jateng.

"Pasca penandatanganan ini, kami akan segera agendakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PW LP Maarif NU Jateng pada 15 Desember 2019 dan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) di 6 Titik Karesidenan Se Jateng, disana kami ajak PW IPNU dan IPPNU Jateng guna memaparkan dan mempresentasikan langkah atas program dan MoU ini dihadapan perwakilan PC LP Maarif NU Kabupaten/Kota se Jateng maupun segenaP Kepala Sekolah/Madrasah dibawah naungan LP Maarif NU," ungkap Mahmudi di hadapan pengurus PW IPNU dan IPPNU Jateng.

Adapun naskah kerjasama tersebut memuat tentang kesepakatan atas dukungan LP Maarif NU Jateng terhadap pendirian Komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madarasah dibawah naungannya, pengawalan untuk pembinaan segenap dewan guru yang nanti akan dijadikan pembina Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU, Ruang terbuka dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk utusan IPNU dan IPPNU menyampaikan materi Ke IPNU IPPNU an, dan memfasilitasi pengadaan modul materi serta panduan pendirian Komisariat IPNU dan IPPNU di Sekolah/Madrasah lingkungan LP Maarif NU. (hg44/A Halim Solkan).

Semarang, Harianguru.com - Bertempat di kantor PWNU Jawa Tengah, Training of Trainer Master Trainer Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru Ma'arif NU Jawa Tengah resmi dibuka, Jumat malam (22/11/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWNU Jateng Prof. Dr. H. Musahadi, memberi banyak pesan pada Master Trainer PPKB Guru Ma'arif NU Jawa Tengah.

"Para master trainer ini orang pilihan. Maka perlu pencandraan, mendefinisikan perubahan zaman sekarang ke dalam pendidikan. Apa yang dapat ditransformasi Program PPKB ini harus sesuai dengan perkembangan zaman," beber dosen UIN Walisongo Semarang tersebut.

Kegiatan penyiapan generasi itu sangat strategis, lanjutnya, karena memiliki dampak atau impact yang luas. "Apa yang dilakukan LP Ma'arif NU Jawa Tengah, apa yang dilakukan PWNU Jawa Tengah, IPNU-IPPNU Jawa Tengah, LP Ma'arif se Jawa Tengah, dan masyarakat luas tentang pendidikan, baik fisik maupun nonfisik, harus didukung dengan maksimal," lanjut mantan Wakil Rektor UIN Walisongo tersebut.

Kunci menghadapi perubahan, menurut Prof Musa ada dua. "Pertama adalah keberanian kreativitas. Kedua keberanian inovasi," tegasnya.

Pihaknya juga menjelaskan, di LP Ma'arif NU, proses pembelajarannya harus meneladani Rasulullah, tidak cukup melalui berjanzen san dzibaan, namun harus meneladani moralitas, integritasnya, itu harus dilakukan sekuat tenaga.

Semua lembaga, organisasi, menurut Prof Musa akan dapat bertahan, dan berkembang ketika dapat menyesuaikan dengan zaman. Untuk itu, pihaknya berharap PPKB ini menjadi bagian untuk meningkatkan mutu pendidikan di LP Ma'arif NU.

Selain Prof Musa, hadir Rais Syuriah PWNU Jateng KH. Ubaidillah Shodaqoh, Sekretaris PWNU Jateng KH. Hudallah Ridwan Naim, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan, Ketua IPNU-IPPNU Jateng, puluhan tim ToT Master Trainer, dan jajaran pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan penandatangan MoU antara LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah dengan PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah tentang pendirian komisariat IPNU-IPPNU dan perkaderannya di sekolah dan madrasah LP Ma'arif se Jawa Tengah. (Hg77/Ibda).

Rapat persiapan Kemah Kebangsaan Sakoma NU Jawa Tengah

Semarang, Harianguru.com - Direncanakan dalam Kegiatan Kemah Kebangsaan Anggota Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (8-10 November 2019) akan dilasanakan Bedah Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka untuk di tambah kompetensi khusus terkait Ajaran Ahlussunah Waljama’ah Annadliyah. Hal itu diungkapkan Ketua Sakoma NU Jateng, H. Shobirin, S.Ag., M.Pd.I, di sela-sela rapat persiapan Kemah Kebangsaan, Ahad (3/11/2019).

“Bedah Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka ini rencananya akan kami laksanakan dalam kegiatan Kemah Kebangsaan Anggota Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’rif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah tahun 2019,” ujar H. Shobirin.

Dijelaskannya, SKU hasil kegiatan ini dimaksudkan untuk digunakan bagi semua anggota Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’rif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, kegiatan ini selain merupakan salah satu program Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’rif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.

“Ini merupakan jabaran program Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah juga bentuk ikhtiar pengurus dalam melaksanakan tugas pokok memberikan wadah bagi gugus depan dil ingkungan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdatul Ulama untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi peserta didik guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini diharapkan Sako Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah dapat mewujudkan tujuannya untuk membentuk setiap Pramuka memiliki beberapa karakter. “Pertama, agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Kedua, memiliki keyakinan akan kebenaran aqidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” katanya.

Sesuai rencana, Kemah Kebangsaan akan digelar pada 8-10 November 2019 di kompleks Bumi Perkemahan Candra Birawa Pusdiklatda Jawa Tengah. Ratusan peserta sudah siap mengikuti kegiatan itu dari wilayah Jawa Tengah. (Hg44/HI).

Suasana rapat persiapan Kemah Kebangsaan

Semarang, Harianguru.com – Semarang – Menjelang digelarkan Kemah Kebangsaan Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif (Sakoma) LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah besuk pada Jumat 8 November 2019 sampai Ahad 10 November 2019, jajaran panitia menggelar rapat di kompleks Bumi Perkemahan Candra Birawa Pusdiklatda Jawa Tengah, Ahad (3/11/2019). Hadir sejumlah panitia yang membahas persiapan tersebut. 


Ketua Sakoma NU Jawa Tengah, H. Shobirin, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan bahwa persiapan sampai Ahad ini sudah matang. “Sebelum rapat, panitia bidang petualangan penegak pandega telah melakukan survei tempat petualangan di sekitar Curug Lawe dan Curug Benowo serta Desa Kalisidi untuk memastikan lokasi kegiatan penegak pandega berpetualangan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sakoma NU Jateng dan Waka Binawasa Kakak Drs. H. Sumardi Nurrahman juga turut mendampingi survei lokasi Curug Lawe dan Curug Benowo Kalisidi Ungaran Barat.

Sampai hari ini, rekap jumlah peserta terakhir sejumlah 339 peserta. “Besuk, seluruh panitia akan datang Kamis 7 November  2019 pukul 15.00 WIB. Mulai memasang umbul-umbul kegiatan, bendera pendukung kegiatan, spanduk dan baliho kegiatan  serta perlengkapan lain pendukung kegiatan,” katanya.
Survei lokasi Curug Lawe dan Curug Benowo Kalisidi Ungaran Barat.
“Untuk mendukung kegiatan upacara pembukaan diupayakan ada peserta upacara  dari anggota Sako Ma’arif Wilayah Ungaran yaitu Gudep Sako Ma’arif MI Keji, MTs NU Ungaran, SMK NU Ungaran dan Gudep Sako Ma’arif yang memungkinkan diundang,” lanjutnya.

Direncanakan, akan ada acara tersendiri bagi Ketua Sako Ma’arif NU Kabupaten/Kota yang diundang untuk penguatan organisasi dan sosialisasi program Sakoma NU Jawa Tengah.

“Sehubungan untuk kegiatan Bakti Menanam pohon di lokasi sekitar Curuk Lawe  dianggap  belum sangat perlu untuk saat ini, maka kegiatan Bakti di alihkan bentuk pelepasan burung di alam terbuka Curuk Lawe (bagi peserta) dan tabur benih ikan (bagi Pengurus Sakoma NU Jateng) informasi perubahan dan teknik pengadaan akan di informasikan Sekretaris Panitia kepada kontingen kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk seremonial pembukaan, katanya, disepakati dengan bentuk pelepasan balon udara yang di bawahnya digantungkan kaos kegiatan dan nominal voucer  belanja sebagai hadiah yang menemukan. “Mengingat efektifitas kegiatan kegiatan penguatan Aswaja dan Sakoma NU Jateng Anti Radikalisme dilaksanakan di satu tempat dengan 2 sesi,” katanya.

“Untuk pendukung kegiatan Sakoma NU Jateng Bersholawat diadakan Tambahan Tenda terob di tribun Lapangan upacara sebelah barat sebagai panggung kegiatan. Karena sekitar curuk lawe sinyal HP sangat minim, maka kepada semua panitia diharapkan membawa/ meminjam HT sebagai pendukung komunikasi panitia melaksanakan tugas,” katanya.


Persiapan itu, menurut H. Shobirin sudah hampir 99 persen. Ia berharap, Kemah Kebangsaan itu dapat membangun generasi nasionalis, dan menguatkan ideologi Aswaja Annahdliyah. (Red-HG33/HI).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget