Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Desember 2019


Wonosobo, Harianguru.com - Hari ini, Senin 30 Desember 2019, Yayasan Al Madina mengadakan pelatihan bagi para asatidz SD Al Madina Wonosobo, Jawa Tengah.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan asatidz menghadapi semester II dengan lebih baik lagi, ujar Ustadzah Enci Lu'luul Khasanah,S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Al Madina.

Acara ini dibuka langsung oleh Dr. H. Ngarifin Shidiq,M.Pd.I Ketua Yayasan Al Madina dan Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo.

Menurut beliau setiap asatidz Al Madina harus lebih baik lagi dan tidak boleh berpuas diri dan menganalisis menggunakan SWOT.

Kegiatan dengan tema Remidial dan Pengayaan ini dipimpin oleh Ruslaeni,S.Pd,MM.Pd. Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah SD 5 Wonosobo.

Semoga acara hari ini berjalan dengan baik, dan bermanfaat bagi seluruh asatidz SD Al Madina,Aamiin. Al Madina Excellent. (hg12/tofan)

Wonosobo, Harianguru.com - Bertempat di SMP Almadina Wonosobo pada hari Jumat tanggal 26 Desember 2019 dilangsungkan Diklat Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) yang di ikuti oleh 4 kabupaten yaitu Wonosobo, Banjarnegara , Magelang dan Temanggung.

Pembukaaan GLM dibuka langsung  oleh PWNU jateng yang dimulai jam 10:00 . Dihadiri juga Dr. H Abdul Majid M.Pd. selaku Ketua LP Ma'arif wonosobo, Edi Rohani M.Pd.I, tim pemateri PWNU Jawa Tengah, sektetaris PCNU Wonosobo Dr. H. Mushofa MP.d.

Acara di mulai jam 13:00 dalam sesen pertama  yang di isi oleh Bapk M Igbal Nawawi para peserta wajib membuat laporan kegiatan GLM yang sedang berlangsung.(hg44).

Wonosobo, Harianguru.com - Rinai hujan mengguyur bumi Wonosobo sejak jam 12 siang tadi. Tanah becek dan hawa dingin tak menyurutkan semangat para guru untuk tetap ngangsu kaweruh dalam diklat pendidikan dan literasi oleh LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan direktorat Guru dan tenaga kependidikan Kementrian  Agama Republik Indonesia.

Acara dengan tema Gerakan Literasi Ma'arif ini membuat hidup lantai tiga gedung SMP Almadina Boarding School Wonosobo pada tanggal 27-28 Desember 2019. Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan dari sekolah di berbagai daerah di Jawa Tengah hadir dalam gerakan literasi ini.

Mereka begitu antusias mengingat acara seperti ini masih jarang ditemui. Tentu saja bersama Narasumber yang mumpuni, rundown acara mulai dari opening hingga materi penulisan berita, essai, puisi dan praktek penukisan begitu semarak.

Dengan harapan besar dari Ketua PCNU dan seluruh pengurus besar Nahdlotul Ulama, agar Guru sebagai tonggak pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa harus punya wawasan luas, terutama dalam bidang jurnalistik.

Guru sebagai yang digugu dan ditiru jika ingin anak didiknya gemar membaca, ia sendiri harus bisa membiasakan diri dengan membaca banyak buku. Membaca dan menulis tidak akan pernah terpisahkan. Karena pembaca ulung juga pasti bisa menulis. (HG44).

Wonosobo, Harianguru.com - Menurut pemateri Diklat Literasi Gerakan Literasi Ma'arif (GLM), Junaidi Abdul Munif, ternyata menulis itu bukan dari bakat, meskipun banyak orang pandai menulis karena bakat.

Hal itu diungkapkan Tim GLM LP Ma'arif PWNU Jateng Junaidi Abdul Munif dalam Diklat GLM Wonosobo yang digelar mulai 27  sampai 28 Desember 2019

"Bisa jadi bakat menulis cuma 1% saja selebihnya karena kemauan, kerja keras dan banyak membaca. Buku-buku dari para pakar pendidikan atau para novelis bisa dijadikan referensi," kata Junaidi Abdul Munif.

Ia mengatakan untuk mereka yang ingin memulai belajar menulis bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Epigon/pengikut, banyak membaca, banyak referensi, memiliki komunitas, dan yang terpenting memiliki kemauan yang kuat. Silahkan para pemula bisa mengikuti langkah-langkah di atas. (Hg44/Sri Muktiningsih)

Wonosobo, Harianguru.com - LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah mengadakan pelatihan literasi dengan judul "Gerakan Literasi Maarif"

Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan para peserta dan pemahaman dasar dalam hal literasi

Meski mendung menyelimuti SMP Al Madina di pagi ini tampak para peserta antusias,ini terbukti dari 60 peserta hadir dalam pelatihan ini.

Acara yang berlangsung 2 hari mulai tanggal 27-28 desember 2019 ini diikuti dari beberapa daerah sekitar kota berkabut ini,ada dari Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Magelang.

Selain antusias dari para peserta, dan tamu undangan juga ikut hadir dalam acara ini seperti ketua maarif PWNU,Ketua PCNU,dan ketua LP ma'arif wonosobo ikut memberikan sambutan dan motivasi di acara ini.

Semoga acaranya berjalan dengan baik dan menjadi acuan di kabupaten selanjutnya.bravo LP ma'arif (hg44/tofan) .

Banjarnegara, Harianguru.com -Dalam rangka pengembangan madrasah dan sekolah Inklusi di Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Ma`arif (LPM) PWNU Jawa Tengah pada Minggu – Selasa 22-24 Desember 2019, menggelar Training of Trainer (ToT) Tahap I Fasilitator Inklusi. Kegiatan di laksanakan di Hotel Surya Duta Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Hadir sebagai Nara Sumber dari INOVASI Muhammad Taufiq dari Probolinggo dan Heri Setiawan dari NTB.

Koordinator Program Inklusi LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan bahwa ada 22 peserta calon fasilitator pendidikan inklusiyang terdiri atas unsur guru SLB, kepala madrasah dan sekolah Inklusi, Pengawas Madrasah dan Sekolah, Komunitas Inklusi dan pengurus LP Ma'arif PWNU Cabang dan Wilayah.

Lebih lanjut Fakhruddin menyampaikan bahwa calon fasilitator ini akan memiliki peran strategis dalam pengembangan dan desiminasi program Inklusi Ma`arif di Jawa Tengah. “Saat ini kami sedang bermitra dengan UNICEF untuk piloting madrasah inklusi di 4 Kabupaten (Banyumas, Kebumen, Brebes, Kab. Semarang). Dengan terbentuknya tim fasilitator ini, kedepan LP Ma`arif akan secara mandiri mengembangkan dan mendesiminasikan program ke Kabupaten lain. Harapannya semua Madarsah/Sekolah Ma`arif di Jawa Tengah mengenal pembelajaran yang inklusif dan saatnya nanti semua siap memberikan layanan pembelajaran kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)," ujar dia.

Sebagai informasi bahwa saat ini LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah telah menyelesaikan pendataan/identifikasi terhadap jumlah ABK yang sekolah di bawah naungan LP Ma`arif Jawa Tengah. Dari 80% data yang masuk tercatat 1.477 ABK di 25 Kabupaten Kota dari 35 Kabupaten/Kota.

“Data ini masih akan berkembang dan harapan kami 35 kab/kota bisa terselesaikan. Dari data sementara Kab. Pekalongan yang paling tinggi ABKnya” lanjut Fakhruddin.

Tugas Fasilitator
Dalam pengantar kegiatan pembukaan ToT, tim Program Kemitraan LP Ma`arif NU Jawa menyampaikan beberapa tugas fasilitator Inklusi LP Ma`arif NU Jawa Tengah. Pertama, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan perencanaan, implementasi, dan pendampingan dan pengambangan Madrasah berbasis inklusi di LP Ma`arif Wilayah dan LP Ma`arif Cabang. Kedua, menfasilitasi pelatihan-pelatihan di Madrasah Inklusi yang mencakup pengembangan bahan/materi/modul, fasilitasi pelatihan dan pendampingan. Ketiga, mendukung Tim pengembang untuk mendokumentasikan pendekatan pembelajaran berbasis inklusi dengan pendekatan berbasis Gugus (forum KKG/MGMP/KKM). Keempat, mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter ASWAJA An-Nahdliyah dalam setiap pelaksanaan kegiatan pelatihan di madrasah-madrasah baik dalam pelatihan maupun pendampingan.

Sedangkan peserta ToT Fasilitator Inklusi tersebut terdiri atas guru, kepala madrasah dan sekolah inklusi, dosen dan psikolog, pengawas SLB, komunitas inklusi, pengurus LP Ma'arif PCNU Banjarnegara, dan pengurus LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah. (Hg88).

Banjarnegara, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah dan UNICEF menggelar Training of Trainer (ToT) Fasilitator Inklusi yang resmi dibuka pada Ahad (22/12/2019) dan akan berakhir Selasa (24/12/2019). Kegiatan yang bertempat di Madukara Room Hotel Surya Yudha Jl. Raya Rejasa, Rejasa, Banjarnegara.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma'arif PCNU Banjarnegara Hendro Cahyono mengatakan pihaknya tersanjung karena Banjarnegara dijadikan tempat ToT. "Anak-anak berkebutuhan khusus memang layak mendapat perhatian. Pemerintah Banjarnegara, dari data ada 3 SLB dan 15 sekolah inklusi namun belum maksimal. Dengan adanya ToT ini, kami berharap ke depan pendidikan inklusi di Banjarnegara semakin baik," beber dia.

Semoga acara ini lanjar, lanjut dia, dan bermanfaat bagi ABK karena mereka adalah anak-anak kita, generasi muda kita.

Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengatakan bahwa peserta sekitar 30 orang ini adalah calon fasilitator pendidikan inklusi. 

Andi juga mengatakan, LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah memiliki beberapa program. Salah satunya adalah SIMNU yang di dalamnya tahun ini menemukan data ABK se Jawa Tengah. "Data ini menjadi dasar pemetaan apa saja yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan," lanjut dia.

Salah satu program LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah adalah sekolah dan madrasah inklusi. "Kami (LP Ma'arif PWNU Jateng) yang bermitra dengan UNICEF merasa prihatin karena data ABK di Indonesia masih tinggi. Maka kami bersama UNICEF ingin mewujudkan hak pendidikan, hak sosial, hak ekonomi yang ini sesuai spirit nilai Mabadi Khaira Ummah yang salah satunya keadilan, al-adalah," kata dia.

Beberapa kegiatan berjalan lancar di kabupaten/kota yang dijadikan piloting sekolah dan madrasah inklusi telah berjalan maksimal. "Spirit keadilan pendidikan ini adalah ruh agama. Maka nanti ketika misalnya kemitraan LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah dan UNICEF berakhir, pengurus LP Ma'arif harus melanjutkan program inklusi ini karena ini sesuai spirit agama, undang-undang dan kemanusiaan," lanjut dia.

Pihaknya juga menekankan, semua program inklusi tersebut klimaksnya adalah masyarakat inklusif. "Ini membutuhkan paradigma mendasar, karena memandang ABK itu butuh paradigma yang benar. Jika sudah benar, maka untuk mewujudkan inclusive society akan dapat kita capai," katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan ToT Fasilitator Inklusi yang diisi narasumber dari UNICEF dan INOVASI. Sedangkan peserta ToT Fasilitator Inklusi tersebut terdiri atas guru, kepala madrasah dan sekolah inklusi, dosen dan psikolog, pengawas SLB, komunitas inklusi, pengurus LP Ma'arif PCNU Banjarnegara, dan pengurus LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah. (Htm88/H. Ibda).

Temanggung, Harianguru.com - Untuk meningkatkan kompetensi Kepala Madrasah khususnya Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kabupaten Temanggung, selama 6 hari mulai tanggal 26 Nopember – 30 Nopember 2019 , Kelompok Kerja Pengawas ( Pokjawas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang, mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Kepala Madrasah, bertempat di MTsN 1 Temanggung.

Kegiatan tersebut diikuti 79 peserta kepala MI, di wilyah binaan Kecamatan Tretep, Wonoboyo, Bejen, Candiroto, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo , Jumo, Bulu, Tlogomulyo dan Kaloran, di antaranya Mahfud,S.Pd.I, Kepala MI An-Nur Sigedong yang juga mengikuti Diklat tersebut.

Selama 6 hari peserta mendapat materi tentang Kompetensi Kepala Madrasah, Kepemimpinan, Tata Persuratan, Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Madrasah, EDM serta Penyusunan RKAM.
Materi disampaikan oleh para Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang.
Saefudin,M.Pd. selaku Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Temanggung dalam sambutan Pembukaan diklat tersebut mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting, guna membekali kepala Madrasah dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan.

Lebih lanjut Saefudin megatakan Keberhasilan proses belajar mengajar membutuhkan peran berbagai pihak, salah satunya Kepala Madrasah, bahkan kepala madrasah berperan penting sebagai pemimpin dalam manajemen madrasah, termasuk mengatur guru dan siswa.

Mahfud, S.Pd.I Kepala MI An-Nur Sigedong mengatakan dengan adanya Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Kab. Temanggung, yang dilaksanakan dari tanggal 26-30 November 2019. "Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan, bagi kami selaku Kepala Madrasah akan berusaha melaksanakan apa yang telah kami dapatkan selama Diklat, namun kiranya untuk dapat melaksanakanya kami selalu mengharapkan dukungan dan support dari berbagai pihak, guna untuk membawa madrasah yang lebih baik, dan terciptanya madrasah hebat bermartabat," katanya.

Miftahul Hadi, MPd Ketua Panitia Diklat dan Ketua Pokjawas Kabupaten Temanggung mengatakan untuk MI an-Nur Sigedong yang relatif masih baru, cari spesifikasi kelebihan sebagai mode/ brending, sesuai dengan potensinya, missal tahfidz. "Kondisikan internal guru dengan baik, walaupun masalah kesejahteraan belum seperti yang diharapkan. Ciptakan image positif di masyarakat. Untuk itu apa yang kemarin diterima pada saat Diklat untuk segera dilaksanakan. Mulai dari analisa EDM sampai dengan RKM/RKT. Terus berusaha, tidak ada kata besok menunda waktu, harus mulai saat ini, mulai dari diri sendiri, jika semua pengelola kompak satu kata satu langkah, maka pasti akan menuai hasil yang tinggi. Selamat berjuang," katanya.

Pada kesempatan lain M. Farokhi, S.Ag selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan TretepWonoboyo mengharapkan kepada Mahfud, S.Pd.I Selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Sigedong harus memiliki kompetensi yang memadai untuk menggerakkan dan mengembangkan semua potensi yang ada di madrasah, kepala Madrasah benar-benar harus meningkat kompetensinya baik kompetensi Kepribadian, Kompetensi manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Supervisi dan kompetensi sosailnya. "Sehingga dapat mewujudkan Madrasah yang Hebat dan madrasah yang bermartabat sesuai harapan masyarakat," pesannya. (Hg44).

Suasana deklarasi
Kebumen, Harianguru.com - Kabupaten Kebumen mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Inklusi. Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz membacakan naskah deklarasi dihadapan ribuan peserta deklarasi.

Hadir dalam Deklarasi Kebumen Inklusi Chief of Field Office UNICEF Arie Rukmantara dan tim UNICEF, Ketua LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah Ratna Andy Irwan dan Jajaran Pengurus, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kebumen, Tokoh Masyarakat, Para Penyandang Difable dan ABK, Serta madrasah dan sekolah inklusi di Kebumen, Jumat, 6 Desember 2019.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasihnya kepada para pihak dan tokoh pemerhati inklusi yang sudah mendorong Kabupaten Kebumen inklusi.

“Saya sampaikan terima kasih kepada LP Ma`arif NU Jateng dan UNICEF yang telah hadir dan membantu menuju Kabupaten Inklusi serta para tokoh pemerhati inklusi," demikian disampaikan Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berharap agar semua OPD dan dinas-dinas harus siap memberikan pelayanan yang inklusif kepada publik. Bahkan semua OPD di Kabupaten Kebumen diharapkan bisa menerima pegawai baik yang honorer maupun PNS yang difable sebagaimana amanat undang-undang.

Chief of Field Office UNICEF Arie Rukmantara menyampaikan apresiasi atas lahirnya perangkat-perangkat pendukung inklusi seperti SK bupati tentang Komite Perlindungan Penyandang Disabikitas, adanya forum komunikasi difable yang pimpin anak muda, kemudian ada 3 Dinas di Kabupaten Kebumen yang yang sudah melangkah membangun fasilitas-fasilitas yang ramah difabel.

Arie Rukmantara juga menyampaikan terima kasih kepada LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah yang selalu progresif ketika ditawarkan inovasi baru dan selalu menyambut karena madrasah inklusi ini menjadi hal baru yang sangar bagus.

“Terima kasih Pak Bupati suatu saat kami ingin hadir dengan penghargaan yang berbeda dengan indikator yang berbeda untuk melihat kemajuan Kebumen. Kami ingin melihat angka partisipasi belajar, angka aksestabilitas penyandang disabilitas ke sekolah naik, angka pertumbuhan ekonomi naik, angka pengangguran yang turun. Ketika itu terjadi nanti kami akan datang pak dan menunjukkan kepada dunia bahwa ada cara bagi kabupten yang katanya punya prestasi dibawah secara ekonomi tetapi bisa naik ke atas. Olahraga Inklusi ini untuk menunjukkan bahwa kita bisa bermain bersama dan berkolaborasi bersama karena lapangan kerja abad 21 adalah lapangan kerja yang tidak mengenal diskriminasi bahkan saat ini sudah ada CEO yang berkebutuhan khusus,” demikian disampaikan Arie.

Sementara Ketua LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah Ratna Andi Irawan, meyampaikan bahwa LP Ma`arif Jawa Tengah merasa ikut terpanggil melihat realitas masyarakat difabel yang kurang mendatkan perhatian dari pemerintah. Menurut Andi sudah dua tahun ini LP Ma`arif NU Jawa Tengah sudah bekerjasama dengan UNICEF melakukan program madrasah inklusi di Jawa Tengah.

“Saat ini sudah ada 17 madarsah Ma`arif yang sudah kami deklarasikan sebagai madrasah Inklusi yang hari ini juga hadir di belakang di stand-tand yang ada. Silahkan nanti bisa dilihat dan bertanya apa saja yang sudah dilakukan dan dipersiapakan menjadi madarsah inklusi," demikian ungkap Andi.

Sebagai informasi, bahwa kegiatan Kebumen inklusi ini diramaikan dengan stad-stand sekolah dan madrasah inklusi. 4 Madrasah LP Ma`arif inklusi mitra UNICEF yang hadir adalah (MTs Ma`arif Karangsambung, MI Ma`arif Kemangguhan, MI Ma`arif Sidumulyo Ambal, MI Ma`arif NU + Jatinegara dan dihasiri satu SDN Suroturunan sebagai mitra LP Ma`arif).

Hadir Juga SDLB Kabupaten Kebumen dalam stand inklusi serta dari Rumah Inklusif Kebumen.

Selain stand dan pameran inklusi salah satu hal menarik lainnya adalah 4 Madrasah Inklusi LP Ma`arif menampilkan permainan futbolnet atau olahraga Inklusi (sport festival inclusion) yaitu bermain kolaborasi antara Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan non ABK dalam berbagi ragam permainan.

"Di sinilah nilai dari inklusi dan pameran hari ini. Kita tunjukkan bahwa pendidikan inklusi yang dikembangkan madrasah Ma`arif ini akan menjadi contoh dalam setiap pembelajaran di Madrasah/sekolah. Kita mengajarkan kebersamaan dan kesamaan dalam hidup tanpa ada batas dan bulliying. Semoga yang hadir dan melihat permainan ini bisa terprovokasi dan membangkitkan semangat inklusif terutama para pendidik,” ujar Fakhruddin Karmani Manager Program Madrasah Inklusi LP Ma`arif NU Jawa Tengah. (Hg77/HI).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget