Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2020

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng saat mengikuti halal bi halal Keluarga Alumni UIN Walisongo via daring
Semarang, Harianguru.com - UIN Walisongo Semarang diharap menjadi universitas berbasis riset Islam ala ahli al-sunnah wa al-jama'ah atau aswaja di Indonesia, dengan terus melakukan penelitian dan publikasi hasil-hasilnya terhadap sumbangsih Islam Aswaja dalam membangun peradaban yang rahmat al-alamin.

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil  dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang yang bertema "Maju dan Mandiri Bersama Alumni Walisongo", Ahad, 31 Mei 2020 Pukul 19.30 sd 20.30 WIB Via Zoom Meeting.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. H. Imam Taufiq, MAg Rektor UIN Walisongo, Drs. H. Lukman Hakim, MSi Ketua Umum DPP KALAM, Dr. H. Rumadi Ahmad, MA Sekjend DPP KALAM, Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag, MSi mantan Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Kerja, Dr. H. Abdul Mu'thi, M.Ed Sekjend PP Muhammadiyah, Drs. HM. Muzammil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu Hanif Dzakiri menyampaikan perlunya para alumni mencermati perubahan yang terjadi. "Hanya orang yang pro perubahan yang akan eksis memiliki peran".

Ketua PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan perlunya UIN Walisongo untuk komitmen menjadi pusat riset pengembangan keilmuan Islam ala ahlussunnah wa al-jama'ah atau aswaja. "Bagaimana agar Islam aswaja hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini", tegasnya.

Lebih lanjut ia menyinggung, "ada hal-hal yang tetap, namun juga ada hal-hal yang berubah. Yang tetap tentunya adalah hal-hal yang bersifat ushuliyah, sedang yang berubah adalah hal-hal yang furu'iyyah", urainya.

Sementara itu Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan, "kami bangga jadi alumni UIN Walisongo karena UIN memiliki kualitas atau mutu yang baik, karena telah terakreditasi A".

Lebih lanjut ia berharap agar UIN Walisongo terus bersinergi dengan instutusi keilmuan lainnya dalam berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. (Hg44).

Suasana hala bi halalal ISNU Jawa Tengah via online
Semarang, Harianguru.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil dalam sambutannya pada acara halal bi halal virtual ISNU Jateng meminta kepada ISNU Jateng untuk ikut memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

"Bagaimana sebenarnya persoalan yang kini tengah terjadi di negara kita? Tentu bukan hanya soal pandemi gbobal, namun juga dampaknya pada semua aspek kehidupan: agama, ideologi, ekonomi, politik, hukum, sosbud dan hankam", ujarnya, Ahad (31/5/2020).

Menurut HM Muzamil, persoalan tersebut perlu dianalisis secara multi disiplin ilmu oleh ISNU, tidak hanya kedokteran, namun juga dampaknya terhadap kehidupan agama, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan.

ISNU adalah organisasi sarjana Indonesia yang beragama Islam, sehingga sebagai sarana tentu ISNU memiliki disiplin ilmu yang dapat disumbangkan untuk mengatasi persoalan-persoalan umat, bangsa dan negara Indonesia saat ini.

"Selain itu ISNU juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap Keislaman dan Keindonesiaan, sehingga posisinya sangat penting untuk bersama ulama dan umara dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai sarjana, tentu ISNU tidak elok jika memenaragadingkan diri dari kehidupan ummat, bangsa dan negara", tegasnya.

Tampak hadir dalam halal bihalal lewat zoom tersebut, Ketua PW ISNU Jateng Prof Dr Budi Setiyono, PhD, Sekretaris H Fahrudin Aziz, jajaran pengurus Wilayah dan Cabang ISNU se-Jateng.


Oleh  Mohsan Fauzi dan Husna Nashihin

Sebagaimana kita semua ketahui bersama,bahwa negara – negara di dunia kini sedang di hadapkan sebuah makhluk kecil yang tak tampak kasat mata apabikla kita ingin melihatnya harus menggunakan microskop yang ukurannya harus berkali kali,agar bisa terlihat dan ini tantangan terbesar penanganan wabah virus corono yang secara resmi di identifikasi oleh WHO sebagai Corona Virus Desease-19 atau disingkat covid-19.Ujar Nurchalis, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia.

( ISMI ) Aceh,Wasekjen DPP Persatuan Sarjana Pertanian Indonesia ( PIPSI ) kita bisa melihat hanya dalam beberapa bulan saja sejak kemunculannya pada januari lalu pandemi Covid-19 ia berkembang pesat dan dia (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang sangat serius hampir seluruh aspek kehidupan manusia di muka bumi.Terutama di sektor ekonomi, meskipun jika kita mau objektif panademi ini juga telah memberi dampak positif terhadap perbaikan kondisi ekologis bumi dengan skala dan luasan yang tidak main main, seperti : global, wosrlwide, seluruh negara di dunia merasakannya.

Dampak terbesarnya adalah menggagu proses produksi,distribusi,dan konsumsi akibat tingkat dan skema penularan virus yang  menyerang aspek paling fundamental dari seluruh aktivitas kita,yaitu interaksi fisik antar manusia hingga memaksa kita menerapkan kebijakan social/phycal distancing. Sebagai instrumen utama penggerak aktivitas ekonomi,tentu ini akan sangat berdampak. Meskipun  ekonomi kita sudah mukai bergerak ke arah digital, namun trend tidak cukup kuat untuk menjadi alternatif solusi atas dampak masif dan luar biasa pandemu Covid-19 ini.

Pengusaha pengusaha saat ini mulai kelimpungan baik yang skala besar maupun menengah. Proses keluar masuknya ekonomi kini menjadi macet. Banyak perusahaan menutup usaha dan pabrikny akubat tansaksi perdagangan mengalami penurunan akibat kurangnya pembeli serta terbatasnya ekspor sehingga mengalami penurunan omset. Kemudian pemberhentian hak kerja ( PHK) terjadi dimana mana,baik buruh pabrik,karyawan hotel,usaha angkutan,tranportasi, tempat tempat parawisata, dan banyak sektor jasa lainnya.

Dan dengan adanya pembatasan pembatasan inilah masyarakat  pada prihatin,karena tanpa adanya pembatasan” dan kurangnya pembeli masyarakat dapat menghasilkan omset yang maksimal bahkan tinggi agar bisa mencupi kebutuhan rumah tangga dan untuk menyekolahkan anak didiknya.Dan mirisnya lagi dengan masyarakat kecil pelaku mikro,sektor riiil, hingga petani,pedagang,nelayan, dan buruh yang mana mereka hanya bisa mengandalkan pendapatan sehari hari dari situ bahkan mengalami dampak yang lebih parah hingga mereka merasakan kondisi rentang pangan dan ancaman kelaparan.


Sampai sejauh ini kita belum bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,yang jelas kondisi ini akan mengakibatkan aktifitas ekonomi khususnya perdagangan baik di tingkat lokal,regional,dan internasional akan mengalami ketidakpastian,bahkan sampai pada ancaman berhenti total.namun apabila memang virus covid-19 ini sudah musnah tetep saja sistem ekonomi masih anjlok di bawah rata rata,karena bayaknya hutang dimana mana hingga turun 0,4 persen.Di negara kita meski kita memiliki sumberdaya alam yang berlimpah,namun kekayaan alam tersebut kita belum mampu untuk mengelola kekayaan alam dengan maksimal malah di serahkan ke negara negara lain untuk meproduksinya
Padahal kita itu punya segalanya tpi kenapa tidak di optimalkan,inilah Indonesia. Diperparahkan oleh pandemi Covid-19,maka jelas target pertumbuhan ekonomi kita akan tidak stabil dan tidak tercapai.

Dalam skup lokal kita bisa lihat di Aceh, kita tahu pondasi ekonomi Aceh sangat tergantung pada sumber daya alam dari sektor agri dan perikanan, namun sayangnya minimnya nilai tambah karena tidak tumbuhnya industri. Dalam sektor lain yang sebenernya sangat potensial digarap,namun masih dalam tahapan konsolidasi dan sekarang macet karena pandemi Covid-19,adalah sektor pariwisata.

Dengan kondisi ini ekonomi Aceh sangat terpengaruh dinamika pasar di luar Aceh atau suplay chain yang dalam kondisi normal tidak terlalu bermasalah,selain hanya ketimpangan dalam neraca perdagangan Aceh,namun dalam kondisi pandemi Covid-19 dapat di pastikan akan membuat ekonomi di Aceh mengalami guncangan yanga cukup kuat.

Produksi agro Aceh seperti CPO,nilai, paa dan lain lainnya, juga dalam perikanan sampai saat ini masih stabil atau dampaknya belum tampak signifikan. Namun kopi yang merupakan komoditas unggulan dan perikanan darat mengalami dampak serius. Denga. Berlakunya sosial distancing konon lagi jika sampai di lockdown, PSBB,atau sejenisnya dengan pangsa pasar luar negri, kopi gayo tak terjual,pemasaran menjadi macet hingga terjadi penumpukan stock kopi yang cukup besar, mencapai 70 persen dari total produksi.

Sepertii hal yang ada di sekitar saya,dengan adanya Covid-19 ini,semua masyarakat berkelu kesah karena apabila pemerintah memang ingin mengadakan pembatasan penumpang atau mengadakan PSBB atau bahkan sampai mengadakan lockdown di seluruh wilayah hal ini sangat membuat masyrakat tidak mendapakan omset yang sepadan,walaupun dengan adanya lockdown lebih baik tetapi apa wajar jika mereka tidak bisa hidup dengan tidak makan minum,apalagi ada lockdown yang mana orang dalam tak bisa keluar, dan orang luar tak biasa kedalam ini merupakan penghambatan untuk mencari nafkah keluarga mereka.

Sebagaimana pemerintah bilang katanya ingin membagikan subsidi ke masyarakat dan mengratiskan listrik tpiii cman di bibir saja tak berkutik sama sekali,klau memang jikaa ingin membagikan ke masyarakat seharusnya sama rataa doong,,,kasihan dongg orang yang hanya di php in kasian doong orang yang penghasilan nya minim apalagi miskin,,, maka harus adill yaaak,,,kasihan orang miskin tahu...

Allah berfirman yang artinya :
“wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah,walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orang tua dan kaum karabatmy. Jika dia ( yang berdakwah)  kaya ataupun miskin,maka Allah lebih tahu kemaslahatan (untuk kebaikannh). Dan jika kamu memutarbaikkan (kata-kata)  atau enggan untuk menjadi saksi, maka keteahuilah bahwa Allah Mahateliti  terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan ( Q.S An-Nisa : 135 ).

Dari sinilah kita tahu bahwa sesama makhkuq itu harus adiil agar tidak ada perselisihan diantara mereka sehingga mereka membuat onar di wilayahnya,, karena pemimpinlah yang jadi saksi di akhirat nanti jikalau memang tidak ada keadilan di tengah tengah masyarakat.

-Penulis adalah akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta.

Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM
Jakarta, Harianguru.com - Peran pondok pesantren dalam sejarahnya tidak diragukan lagi. Tak hanya dalam bidang agama dan pendidikan, namun kaum santri terbukti ikut mempertahankan NKRI dengan wujud Hari Santri Nasional sebagai peringatan mengenang jasa mereka.

Maka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan kepada Pemerintah agar jangan lupa pada Pondok Pesantren (Ponpes) dalam penerapan era new normal. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM dari Dapil IX Jawa Tengah ( Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal).

PKB secara resmi, kata Nur Nadlifah, mendesak kepada Pemerintah untuk memperhatikan kelangsungan pondok pesantren dalam masa new normal covid-19. Dengan mempertimbangkan kehidupan sekitar 28.000 pesantren  dengan 18 juta santri yang tersebar di Indonesia, Pondok pesantren agar dapat kembali memulai proses belajar mengajar.

" Kondisi sarana dan prasarana pesantren yang sebagian besar belum ememnuhi standar kesehatan seperti pusat kesehatan pesantren, sarana MCK, Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, hand sanitizer, masker dan lainnya, katanya, Rabu (27/05/2020).

Kondisi ini, lanjut Nur Nadlifah, harus segera diantisipasi untuk ditangani dan ditemukan solusinya oleh Pemerintah pusat hingga daerah. Apabila dibiarkan tanpa adanya intervensi dan bantuan nyata dari Pemerintah, maka Pondok pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa ini.

" Oleh karena itu, PKB mendesak kepada pemerintah agar segera memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kyai dan santri, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi pesantren, penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar new normal dan alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota untuk pesantren selama masa new normal," imbuhnya.

Nur Nadlifah juga berpesan, bahwa Pondok Pesantren merupakan garda terdepan percontohan Pendidikan Keagamaan di Indonesia, dan Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua di Republik Indonesia yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, untuk itu Pesantren mempunyai peran yang sangat berpengaruh penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan perubahan akhlak generasi yang akan datang.  (hg77/LH/BU)


Oleh Lisa Virdinarti Putra, M. Pd.

Usia tidak menentukan apakah dapat berinvestasi ataupun tidak. Sebagian besar pelajar belum ada yang mengalokasikan sebagian uangnya untuk ditabung atau diinvestasikan.  Mereka masih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, keinginan, dan kebutuhan saat ini saja. Padahal mereka dalam pembelajaran telah diberikan ilmu mengenai cara berinvestasi.

Penanaman nilai – nilai literasi keuangan sedini mungkin akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat  kesejahteraan di masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah metode partisipasi aktif melalui tahapan : 1) sosialisasi program; 2) penyampaian materi; 3) pelatihan; 4) pemanfaatan produk; dan 4) monitoring dan evaluasi (monev).

Siswa perlu diberikan edukasi dalam hal melakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

Tanggapan positif dari siswa dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan dompet harian dan menggunakan Diary Cerlang yang merupakan hasil produk pengabdian.  Siswa mengalami peningkatan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%). Dalam pengaplikasiannya dibantu dengan “Diary Cerlang” yang membantu mereka dalam pencatatan keuangan sehari-hari mereka. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan pemasukan mereka.

-Dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ilustrasi

Oleh Fitra Gusti Wijaya
Mahasiswa Prodi PBA STITMA Yogyakarta

Rapor adalah kitab sakral?
Di sekolah-sekolah dalam enam bulan sekali dan setahun sekali biasa diselenggarakan acara rutin,  yaitu pembagian rapor.  Setiap pembagian rapor,  para orangtua merasa deg-degan dengan nilai hasil rapor anaknya, mengharapkan nilai hasil ujian anak-anaknya bagus, apalagi matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Nilai Rapor menjadi sesuatu Yang sakral sebagai acuan berhasil tidaknya anak mereka didalam belajar disekolah. ( Munif Chatib,  Sekolah Anak-Anak Juara)

Padahal nilai tersebut hanya berisi tentang kemampuan kognetif anak saja. Begitu juga sebagian besar guru,  mereka para guru kebanyakan hanya mementingkan hasil dari ujian tulis Yang merupakan evaluasi kognitif belaka.

Kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik dipandang sebelah mata!?
Disamping kemampuan kognetif,  ada juga kemampuan afektif (empati/akhlak)dan kemampuan psikomotor (pembiasaan/karya) bagi sang anak,  ketiganya saling terkait satu sama lain.

Didalam evaluasi ranah afektif peserta didik tidak terlalu diperhatikan, Lihatlah akhir -akhir ini, banyak anak-anak menjadi pecandu narkoba, melakukan sex bebas, tidak menghormati orangtuanya bahkan ada yang memukul orangtuanya sendiri, wal 'iyadzubillah.

Apalagi disekolah-sekolah umum,  waktu yang disediakan untuk pelajaran agamapun hanya dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat.

Materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar aqidah dan akhlak, lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). 

Kendala lain adalah kurangnya keikutsertaan  guru mata pelajaran lain dalam memberi motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya berbagai sarana pelatihan dan pengembangan, serta rendahnya peran serta orang tua siswa”.

Hasan yang pemalas tetapi ahli memperbaiki mesin yang rusak...
Didalam buku Munif Chatib: Sekolah Anak-Anak Juara, dikisahkan seorang anak bernama hasan, ia tak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan guru, iapun divonis sebagai anak pemalas,  ia sering bolos dan tidak menyukai hampir seluruh mata pelajaran Yang diberikan disekolah. Ia dikenal murid yang paling malas diantara siswa pemalas lainnya.

Akan tetapi ia mempunyai kelebihan memperbaiki alat-alat listrik dipesantren yang rusak, seperti instalasi listrik Yang padam,  mesin penyedot air Yang rusak,  mesin rumput yang ngadat, bahkan mesin rontgen klinik yang ada dipesantren.

Disaat hasan tidak ada dipesantren ia merupakan sosok yang sangat dirindukan ketika ada masalah pada mesin-mesin tersebut. Karena tak ada yang mampu memperbaiki mesin-mesin tersrbut disaat rusak kecuali hasan.

Kemampuan hasan dalam bidang perbaikan mesin -mesin yang rusak tersebut sangat berbanding terbalik dengan kemampuan hasan pada semua teori pelajaran.

Saat lulus SMA nilai-nilai tes kognetif hasan pada semua bidang studi rendah,  namun keterampilan elektronik dan mesin yang dimiliki hasan membuat dia diterima bekerja sebagai teknisi diklinik kesehatan.  Hasan telah menunjukkan kemampuan kecerdasannya pada bidang pekerjaannya Yang sangat ia sukai.

Demikianlah hendaknya seorang peserta didik itu bukan hanya dievaluasi  kemampuan kognetifnya semata,  akan tetapi, evaluasi afektif dan evaluasi psikomotorpun hendaknya diperhatikan juga,  karena ketiganya mempunyai keterikatan satu sama lain. Agar tercipta insan kamil yang diharapkan bagi orangtua,  masyarakat, agama,  bangsa dan negara.

Kudus, Harianguru.com - Hasil diskusi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus, terkait pembelajaran via online disetujui oleh Hj. Eni Misdayani, S.Ag, M.M, selaku ketua yayasan.

Persetujuan tersebut, dimufakati usai diskusi yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus, dalam menghadapi pencegahan Virus Covid-19, di Gedung KB Al-Azhar, Senin, (16/3/2020)..

Ia menilai, bahwasanya lembaga PAUD juga harus terus memantau perkembangan KBMnya melalui kontak digital, laiknya Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

"Hal tersebut juga menindaklanuti surat edaran dari Disdikpora Kabupaten Kudus, yang mengimbau untuk tetap memantau jalanya KBM meskipun online," jelasnya.

Anak memang perlu dibatasi dalam penggunaan media digital, akan tetapi, melalui peran orang tua dan pendidik, pendidikan PAUD juga dapat diberikan kepada peserta didik Al-Azhar.

Lanjut, Umi Eni, begitu sapaan akrab Ketua Yayasan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus tersebut, "Kita gunakan kecanggihan teknologi ini untuk memantau perkembangan anak-anak. Misalnya dengan video call, dan tetap intens menanyakan kegiatan mereka selama seharian dirumah, juga sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan selama satu bulan ini," sampainya.

"Dan lagi, kita berharap peran orang tua sangat kami butuhkan dalam hal ini. Terlebih agenda outing class yang tertunda, tentunya anak-anak sudah bermimpi jauh untuk mengekspolrasikan diri diluar ruang," paparnya.

Umi Eni juga mengimbau kepada wali kelas, untuk memgedukasi pencegahan terhadap Covid-19 melalui Whatsapp grup, melakukan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), dan mengajak orang tua untuk sadar pentingnya cuci tangan, sekaligus memberi pengajaran kepada anak selama dirumah untuk membiasakan cuci tangan.

Pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar, baik TPA, KB maupun TK masih tetap lakukan aktifitas di sekolahan untuk tetap menjaga kebersihan sekolahan selama libur pencegahan Covid-19. (Hg55/Udin)

Penyaluran bantuan dari DPR RI FPKB untuk guru Madin
Brebes, Harianguru.com - Guru atau ustadz Madrasah Diniyah (Madin) adalah bagian masyarakat yang terkena dampak Covid 19. Kegiatan keagamaan dari pengajian sampai acara tahlil dikampung, bahkan santunan tahunan dari Pemerintah Kabupaten pun semua ditiadakan. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian Ustadz dan guru ngaji di Kabupaten Brebes.

Sebagai wujud kepedulian untuk berbagi kepada sesama, Hj Nur Nadlifah,anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKB membagikan paket sembako kepada Ustadz Madin Se-Kabupaten Brebes.

Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes H.Ahmad Sururi, menghaturkan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah anggota DPR RI yang telah berbagi kepada Ustadz Madin di Kabupaten Brebes. Dengan bantuan sembako yang telah dibagikan ini tentu menjadi kabar gembira bagi para guru Diniyah yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan Islam di Kabupaten Brebes.

" Apapun bentuknya, Guru Madin adalah bagian yang kena imbas,oleh karena itu kehadiran bantuan Bu Nad sangat membantu guru-guru Madin yang tersebar di kampung-kampung. Semoga bermanfaat dan buat Bu Nad untuk terus berkhidmat untuk Umat, Kami dukung perjuangan..Semoga bermanfaat untuk rakyat khususnya di Dapil IX," paparnya Ahad (17/5/2020).

Sebagai wakil rakyat yg mewakili masyarakat Kabupaten Brebes, kota Tegal dan Kabupaten Tegal, Bu Nad telah menunjukan kepeduliannya kepada komunitas pendidikan keagamaan temasuk Madin dan guru ngaji serta Pondok Pesantren.

Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian  Agama  Kabupaten Brebes melalui Kasi PD Pontren, H.Akrom Jangka Daosat, menyampaikan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah, anggota DPR RI komisi IX  yang telah berbagi kepada Ustadz Madin, guru ngaji  dan  beberapa Pondok Pesantren di kab Brebes termasuk Pondok Pesantren Al Falah  Salafy Jatirokeh Kecamatan Songgom, Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Kecamatan Bulakamba, Yayasan Baitus Sa'adah Jatibarang dan beberapa Ponpes serta lembaga-lembaga Pendidikan, majelis ta'lim dan takmir masjid.

Ustad Madin sangat terasa dengan adanya  Pandemi Covid-19. Semoga dengan kepedulian bersama akan memperkuat rasa kebersamaan sebagai bangsa dan warga Negara Indonesia.

Sementara itu salah satu Ustadz Madin penerima bantuan sembako, Ali Imron mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah, sebagai anggota DPR RI, yang telah menunjukan kepeduliannya kepada Guru Madin dan Guru Ngaji dengan berbagi paket Sembako.

Paket sembako ini sangat bermanfaat bagi Ustad Madin yang terkena dampak Covid 19.
Acara serah terima sembako dibeberapa kecamatan dihadiri oleh Ketua DPC FKDT Ahmad Sururi, Ketua PC Fatayat NU Brebes, Nur Wahidah dan beberapa pengurus DPAC FKDT tingkat kecamatan dan PAC Fatayat tingkat kecamatan.

Bantuan paket sembako yang diserahkan langsung kepada guru madin berisi beras 5 kg,minyak goreng 2 liter, mie instan, dan lain-lain.

Kepedulian terhadap masyarakat mestinya menjadi langkah utama para Wakil rakyat untuk melakukan gerakan bantuan kepada mereka. Saatnya menunjukkan bukti nyata atas peran dan eksistensinya menjadi pengayom masyarakat. Hal ini sudah diinisiasi oleh anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj. Nur Nadlifah,S.Ag, MM dengan memberikan bantuan 10.000 paket sembako dan alat kesehatan.

Sebelumnya, Bu Nad juga membagikan masker dan paket nasi kotak kepada masyarakat di Dapil IX, melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan  Wastaffel Portable dan kegiatan lainnya sebagai antisipasi memutus rantai penyebaran virus Corona. (Hg44/LH/Rur).

Banyumas, Harianguru.com - Berbagai pihak terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran covid-19 dengan sosialisasi preventif dan penyemprotan disinfektan. Tak terkecuali Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Banyumas yang ikut berperan dalam penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer di sejumlah tempat, Sabtu (28/3/2020).

Hal ini dilakukan mengingat semakin meningkatnya gejala penyebaran covid-19 dan telah diberlakukan lockdown pada tiap kecamatan di Banyumas. Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan sebagai antisipasi dini penyebaran virus corona.

“Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan dari pencegahan covid-19 yang telah diberlakukan lockdown setiap kecamatan. Misalnya di Kecamatan Kedungbanteng telah didirikan tujuh titik posko gugus tugas pada jalur keluar atau masuk wilayah kecamatan,” kata Ketua LPBI NU Kabupaten Banyumas, Wuryanto Al Maghfuri.

Menurutnya, kondisi ini perlu disikapi oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sosial kemasyarakatan. Seperti diketahui, LPBI NU menjadi lembaga yang secara struktural-organisatoris sebagai pelaksana kebijakan dan program NU di bidang penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan.

Untuk itu, lanjut Wuryanto, diberlakukannya lockdown pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas menjadi peringatan serius untuk warga masyarakat agar tidak keluar rumah tanpa alasan mendesak. Sehingga kerjasama dan partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk tetap dirumah, mengurangi aktivitas diluar dan menghindari kerumunan masa.

“Penyemprotan kali ini difokuskan pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Baturraden, Purwokerto Utara dan Kedungbanteng. Sasaran yang dituju meliputi masjid, pondok pesantren, madrasah diniyah dan tempat umum lain,” jelasnya.

Relawan LPBI NU Kabupaten Banyumas, Ahmad Musholih menyampaikan intensifikasi penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer merespon perubahan terkini. Kegiatan ini hasil kerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Banyumas.

“Acara dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Banyumas. Relawan secara sukarela bahu membahu membagi hand sanitizer dan mendatangi beberapa tempat untuk disemprot,” terangnya.

Diberlakukannya lockdown, tambah Musholih, menjadi perhatian semua pihak untuk waspada dan saling menjaga. Bagi para pemudik atau pendatang dari luar kota diharap untuk cek kesehatan di puskesmas atau posko yang telah didirikan pemerintah.

“Selain menyemprot dan membagi hand sanitizer, relawan juga menghimbau masyarakat melalui pengeras suara dengan mobil keliling. Meski sederhana, cara ini dianggap lebih menarik dan mendekatkan ke masyarakat,” pungkasnya. (hg88/Musmuallim).

Brebes, Harianguru.com - PKB hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk membantu dan menenangkan masyarakat dalam kondisi Covid+19 dengan cara penyemprotan di Pondok  Pesantren, tempat-temat ibadah serta tempat umum lainnya, pihaknya memberikan sabun cuci tangan dan juga hand sanitizer dengan mengandeng DPC untuk terjun ke masyarakat untuk tanggap Covid-19.

Demikian disampaikan oleh Hj. Nur Nadlifah selaku Anggota DPR RI dari Fraksi PKB juga anggota Komisi IX membidangi masalah Kesehatan. Sabtu (28/03/2020).

Nadlifah menambahkan, pihaknya melakukan penyemprotan cairan Disinfektan di empat pondok pesantren, yakni Pesantren Assalafiyah Luwungragi Kecamatan Bulakamba dan Ponpes Assalafiyah 2 Saditan Kecamatan Brebes, Ponpes Al Bukhori Sengon Kecamatan Tanjung, dan Ponpes Al Falah Salafiyah Jatirokeh Kecamatan Songgom.

Saat ini kata Nadlifah, belum ada pengobatan khusus yang efektif untuk infeksi virus corona baru. Vaksin mungkin baru bisa tersedia 18 bulan ke depan (2021).

" Sementara ini, cara terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan, yaitu: Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan, anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap, "imbuhnya.

Sementara Pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi KH. Subhan Makmun mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh  Anggota DPR RI FPKB, sekaligus DPC-PKB Kabupaten Brebes yang tanggap untuk upaya pencegahan merebaknya virus Corona di Kabupaten Brebes.

" Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Tetap Ikhtiar, Tawakal dan selalu berdoa agar dalam waktu cepat aman dari wabah penyakit, sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai, " pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPC PKB Zubad Fahilatah, pihaknya senang dengan kegiatan seperti ini, Intruksi DPP PKB memerintahkan agar penyemprotan Disinfektan ke pondok pesantren dan tempat ibadah, ini awal kami untuk bergerak yakni penyemprotan di 4 Ponpes dilanjutkan tempat lainnya.

Pada acara penyemprotan dihadiri sejumlah pengurus DPC PKB dan tim relawan penyemprotan yang ditugaskan untuk membantu tanggap covid-19. (hg88/BU)

Temanggung, Harianguru.com - Dalam pidatonya, Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi menegaskan bahwa virus corona jangan sampai meneror masyarakat. Hal itu diungkapkan dalam wisuda program sarjana STAINU Temanggung, Selasa (17/3/2020).

"Selain problem bangsa yaitu virus corona yang kini meneror umat, kita harus refleksi sejenak, bahwa ada problem mendasar yang dihadapi bangsa ini. Di antaranya mutu SDM, kompetensi, dan literasi yang masih lemah, pengangguran, narkoba, prositusi, degradasi moral bangsa, hingga radikalisme," bebernya.

Corona, menurut Baehaqi, jangan turut dijadikan teroris karena masih banyak musuh bangsa yang harus dihadapi.

"Karakteristik umat Islam di Indonesia sejak kehadirannya sampai dipeluk oleh mayoritas masyarakat, memiliki sifat dasar yang moderat. Pemaknaan moderat di sini adalah tengah-tengah, wasatiyah, tidak terlalu mainstrem kanan dan mainstream kiri. Moderat berarti damai, dapat menerima perbedaan dan terbiasa hidup dalam keragaman. Namun akhir-akhir ini umat Islam Indonesia sering terstigma radikal atau ekstrim," lanjut doktor jebolan UII Yogyakarta itu.

Jika kita kaji secara mendalam, kata dia, sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Hanya karena kesalahan dari beberapa gelintir orang kemudian masyarakat Islam secara keseluruhan mendapat imbasnya. "Untuk itu mayoritas kaum modernis harus memiliki peran moderasi di negara kepulauan yang luas ini," bebernya.

Sebagaimana kita ketahui, katanya, bahwa kekuatan umat Islam telah terbukti membentuk prinsip kebangsaan yang paripurna, sehingga konsep keIslaman dan keIndonesiaan menyatu dalam dinamika yang terus menerus berproses secara berkesinambungan. "Praktik keIslaman Indonesia atau Islam Nusantara menjelma sebagai watak genuince yang membumi. Maka dari itu menjadi kontra produktif ketika dijumpai sekelompok umat Islam minoritas yang dengan lantang memiliki cara pandang dan tindakan radikal menjurus ekstrem, keras, dan anti terhadap Pancasila maupun bentuk radikalisme lainnya," lanjut dia.

Menurutnya, negara harus hadir untuk memangkas cara pandang hal tersebut. Menata dan meninjau ulang konsep dan strategi kontra radikalisme menjadi langkah awal yang perlu dilakukan. "Semua mafhum bahwa labelisasi terhadap Islam sangat identik dengan radikalisme umat Islam. Namun kebijakan deradikalisasi yang muaranya pada institusi-institusi Islam tidak lantas menjadi pembenaran untuk memusuhi Islam. Konsep moderasi Islam sebagai satu paket utuh dengan moderasi Indonesia dan keindonesiaan dianggap perlu untuk dilakukan secara utuh," tegas pembimbing haji di KBIHU NU Babussalam tersebut.

Baehaqi juga menjelaskan, bahwa Soekarno menamakan negara ini dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lain sebagai entitas untuk membentuk perbedaan diri dalam satu kesatuan. "Pancasila sebagai falsafah dasar (Philosofische grondslag) dan pandangan hidup (Weltanschauung) yang menjadi pusat titik-temu dari seluruh keragaman yang dihimpun dalam jiwa Gotong Royong agar bangunannya berdiri tegak di atas. Titik temu inilah yang menjadi kekuatan moderat di tubuh Indonesia, sehingga dapat disimpulkan Indonesia dengan segala aspek keindonesiaannya yang diikat dan dilandasi Pancasila itu sejatinya berkarakter moderat. Karenanya Indonesia tidak boleh ditarik dan dibelokkan menjadi radikal, ekstrem, dan mengingkari kemoderatan dirinya," bebernya.

Dijelaskannya, meskipun demikian tindakan radikal tidak dapat dilawan dengan radikalisme atau dalam bahasa agama amar makruf harus dengan cara yang makruf dan nahi mungkar harus dengan jalan yang makruf. Maka moderasi merupakan pilihan untuk melawan radikalisme atau ekstremisme. Moderasi Indonesia sesungguhnya merupakan kontinyuitas dari akar masyarakat Indonesia.

"Watak moderat menjadi konsensus nasional dalam bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai titik temu dari segala arus keindonesiaan," lanjut dia.

Sebelum digelar wisuda, pihak kampus sudah melakukan koordinasi dengan Kopetais Wilayah X dan Pemkab Temanggung dan menjalankan instruksi dari pihak-pihak terkait. "Pesan dari Setda Temanggung terkait pelaksanaan wisuda STAINU, harus disediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan sabun antiseptik, tidak ada jabat tangan, jarak antar kursi satu meter, dan menyediakan termogun untuk mengukur panas tubuh, itu sudah kami lakukan untuk antisipasi," kata dia.

Hadir civitas akademika STAINU Temanggung, Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. H. Ruswan, Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan Naim Lc, Ketua YAPYINU Drs. H. Nur Mahsun, PCNU Temanggung, perwakilan Pemkab Temanggung, wisudawan dan wali wisudawan, dan berbagai tamu undangan. (Hg44/Hi).

Purbalingga, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF menggelar kampanye inklusi di Gedung PGRI Purbalingga, Sabtu (15/2/2020). Kegiatan ini dihadiri kepala madrasah dan kepala sekolah di Wilayah I yaitu LP Ma'arif PCNU Purbalingga, LP Ma'arif PCNU Cilacap, dan LP Ma'arif PCNU Banyumas, Sabtu (15/2/2020).

Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengatakan bahwa kampanye inklusi itu diikuti 463 kepala madrasah / kepala sekolah dari tiga daerah tersebut.

Kampanye itu dkhadiri juga Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil, Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan, jajaran PCNU dan LP Ma'arif PCNU dari tiga wilayah, dan tamu undangan dari beberapa unsur.

Pamateri pertama, Kepala MI Ma'arif Keji Kabupaten Semarang, Supriyono. Ia mengatakan untuk menerapkan madrasah/sekolah inklusi, para kepala, guru, dan stakeholders harus mengubah paradigma bahwa pendidikan adalah untuk semua. "Semua anak berhak mendapatkan pendidikan layak, dan tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan layanan pendidikan," kata dia.

Sementara pembicara kedua, Wakil Pimred Suara Merdeka sekaligus pengelola SD Cita Bangsa Semarang Triyanto Triwikromo yang menerapkan pendidikan inklusi. Pihaknya menekankan bahwa inklusi tidak sekadar kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK). "Namun inklusi sebenarnya untuk semua. Maka literasi dasar, tidak hanya soal literasi baca tulis, melek media, namun juga harus melek inklusi," katanya.

Moderator kampanye inklusi, Miftahul Huda juga menekankan bahwa pendidikan inklusi menjadi program penting dan utama dalam kepengurusan LP Ma'arif PWNU Jateng periode 2018-2023 kali ini yang bermitra dengan UNICEF. (Hg76/Ibda).

Klaten, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF menggelar Kampanye Pendidikan Inklusi di Pendopo Kabupaten Klaten, Sabtu (8/2/2020).

Dijelaskan Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan, bahwa kampanye kali ini di eks Karesidenan Surakarta diikuti 7 kabupaten/kota, yaitu Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri. "Total peserta kali ini ada 162 kepala madrasah/sekolah yang dipusatkan di Klaten," kata dia.

Koordinator program inklusi Fakhrudin Karmani menjelaskan bahwa program madrasah/sekolah inklusi sudah berjalan lama. "Untuk piloting sudah terlaksana di empat kabupaten di Jawa Tengah. Silakan jika tertarik, madrasah dan sekolah dapat berkoordinasi kami untuk menerapkan pendidikan inklusi yang sudah kami terapkan bersama mitra kami UNICEF," lanjut dia.

Sementara pemateri, yaitu mahasiswa Fakultas Pertanian Univeritas Brawijaya yang juga penyandang disabilitas tuli, Maulana Aditya, dan didampingi penerjemah bahasa isyarat Yanda.

Saat memaparkan materi, Aditya menggunakan bahasa isyarat. Dalam penjelasannya, saat ia sekolah di jenjang SD, SMP, SMA, masih banyak ketimpangan kurikulum atau pembelajaran. Seperti contoh, materi SD namun materinya materi TK. "Ini membuat kami tidak berkembang seperti anak normal lainnya," jelasnya melalui penerjemah tersebut.

Sampai akhir materi, semua peserta sangat antusias menyimak pemaparan materi inklusi dari Aditya yang dimoderatori Education Officer Program Inklusi LP Ma' arif PWNU Jateng Miftahul Huda tersebut.

Selain pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng, hadir juga perwakilan UNICEF Supriyono, Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzamil, Kepala Dinas Kominfo yang mewakili Bupati Klaten, Ketua LP Ma'arif PCNU dari tujuh kabupaten. (Hg89/Ibda).

Semarang, Harianguru.com - Menyelenggarakan pendidikan inklusif tidaklah mudah. Madrasah/sekolah seringkali mengalami kesulitan dalam menerapkan pendidikan yang benar-benar inklusif. Mulai dari kendala warga sekolah atau madrasah yang belum sepenuhnya menerima kehadiran ABK maupun masih belum maksimalnya peran Guru Pendamping Khusus (GPK) di madrasah/sekolah inklusif.

Yang terlebih lagi semangat dari Kepala Madrasah/sekolah terkadang juga tidak sejalan dengan upaya untuk menyelenggarakan layanan yang inklusif.
Demikian disampaikan Supriono, M.Pd, Nara Sumber kegiatan workshop penguatan GPK Madrasah/sekolah Inklusif yang diselenggarakan oleh program kemitraan LP Ma`arif NU Jawa Tengah – UNICEF di MI Ma`arif Keji Ungaran dan SLB Ma`arif Muntilan Magelang pada 3-5 Februari 2020.

Selain Supriono, hadir pula sebagai Nara Sumber Lani Setiyadi, S.Pd dari Yayasan Yogasmara Semarang. Kegiatan penguatan GPK LP Ma`arif NU Jateng diikuti 41 GPK dari 24 Sekolah/Madrasah LP Ma`arif.

“Lingkungan sekitar madrasah/sekolah inklusif harus mengupayankan anak-anak ABK bisa ditangani dan diterima. Seperti tersedianya ruang sumber dan membuat lingkungan yang nyaman ketika anak mengalami masalah. Harus ada arah yang jelas dari tujuan pendidikan untuk anak ABK. Tidak bisa melaksanakan pembelajaran tanpa rencana seperti madrasah harus punya PPI. Sangat penting juga menemukan potensi/bakat ABK supaya mereka PD dan itu bisa menjadi kunci karena dengan PD itu kita mudah mendorong mengasah bakat dan motivasi mereka” demikian ungkap Lani yang juga aktif di komunitas sahabat difabel Semarang.

Miftahul Huda, Education Officer program inklusi LP Ma`arif menjelaskan, bahwa peserta kegiatan penguatan GPK ini hanya tidak sekedar menerima materi dari nara sumber, tetapi hari ke-2 para GPK akan diajak melakukan kunjungan rumah (home visit) ke wali murid ABK dari MI Keji untuk memperoleh pengalaman langsung terkait peran serta orang tua dirumah dalam mendampingi anaknya. Pada Hari ke-3 peserta akan melakukan school visit ke SLB Ma`arif NU Muntilan untuk melihat praktek pembelajaran dan layanan kompensatoris. Dan hari ke-4 GPK akan dilatihkan modul 3 tentang fotbolNet dan ma`arif game.

“jadi setelah kegiatan penguatan ini, kami harap GPK benar-benar menerapkan pengalaman pelatihan supaya semakin yakin dan percaya diri menjadi guru Pendamping ABK di sekolah/madrasah. Dengan demikian madrasah/sekolah penyelenggara pendidikan inklusif akan diterima oleh masyarakat dan mampu mengembangkan potensi diri ABK” ungkap Huda. [Hg44/FK]

Kendal, Harianguru.com - Untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kompetitif dan berkarakter, MKKS SMK NU kabupaten Kendal menyelenggarakan IHT Revitalisasi SMK yang diikuti 267 guru dan pegawai SMK NU se kabupaten Kendal.

Kegiatan berlangsung Sabtu (1/2) di gedung DPRD Kendal. Hadir dalam kegiatan tersebut Mujib Rohmat (anggota komisi X DPR RI), Ahmad Nadhif (Kepala SMK Percontohan NU Ma'arif Kudus) dan Ibnu Darmawan (Ketua LP Ma'arif NU Kendal)

Ahmad Nadhif yang tambil sebagai pembicara menyampaikan bahwa yang terpenting dalam program Revitalisasi adalah revitalisasi SDM. "Komitmen Kepala Sekolah, kompetensi Guru dan instruktur serta support tenaga kependidikan adalah kunci keberhasilan revitalisasi SMK" demikian tuturnya. Ditambahkan langkah berikutnya yaitu penguatan kemitraan dengan Dudi mulai dari singkronisasi kurikulum, magang guru, magang siswa, transfer teknologi dan puncaknya rekruitmen lulusan

Sementara itu Ibnu Darmawan dalam sambutannya menekankan pentingnya karakter bagi lulusan SMK NU. "Dudi saat ini mementingkan karakter atau attitude diatas knowledge dan skill, karena karakter butuh waktu lama untuk membentuknya" melalui pembiasaan sehari-hari disekolah diharapkan karakter tersebut terbentuk

Sedangkan Mujib Rohmat memandang saat ini masih banyak lulusan SMK yang mis match dengan dunia kerja. Pihaknya akan mendorong kementrian pendidikan untuk membantu modernisasi alat praktek siswa agar relevan dengan perkembangan Dudi.

Ahmad Supari Ketua MKKS SMK NU Kendal mengungkapkan saat ini 8 SMK NU di kabupaten Kendal terus berupaya melakukan revitalisasi diantaranya melalui peningkatan kompetensi guru, mengirim guru mengikuti Diklat Asesor, dan menggandeng berbagai Dudi Nasional dan multinasional sebagai mitra SMK.

"Kami sedang persiapan membentuk LSP P2 sebagai lembaga yang akan mensertifikasi lulusan kami, juga mengintensifkan peran BKK Ma'arif untuk membantu lulusan kami memperoleh pekerjaan" demikian terangnya. (Hg77/Hi).

Suasana pelatihan artikel populer
Wonosobo, Harianguru.com - Pada Rabu 29 Januari 2020, puluhan guru yang tergabung dalam forum Kegiatan Kolektif Guru (KKG) MI se Kecamatan Wonosobo dan Watumalang mengikuti kegiatan literasi tentang penulisan artikel populer.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di MI Ma'arif Kejiwan dengan menghadirkan narasumber dosen STAINU Temanggung sekaligus Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda.

Sementara itu Ketua KKG Catur Rochman berharap untuk guru-guru yang berada di forum KKG yang dipimpinnya miliki kemampuan literasi yang baik terutama dalam hal membaca dan menulis. Hal itu ia ungkapan karena masih rendahnya minat guru untuk membaca sementara program literasi membaca banyak digalakkan di berbagai madrasah.

Catur juga mengungkapkan dengan menulis akan mendapatkan poin yang nanti dapat digunakan oleh guru itu sendiri dalam kenaikan angka kredit.

Dalam kegiatan tersebut guru diberikan beberapa teori tentang menulis yang selanjutnya diikuti dengan praktik langsung penulisan artikel populer.

Ibda selaku narasumber mengapresiasi kegiatan KKG tersebut dan berharap guru memiliki semangat untuk menulis. Untuk selanjutnya hasil artikel guru akan berusaha diterbitkan untuk menjadi sebuah buku dan berharap KKG MI Kecamatan Wonosobo dan Watumalang menjadi pelopor diterbitkan buku dari KKG.

Usai pemaparan materi, semua peserta diajak praktik menulis dan akan dikumpulkan menjadi sebuah buku bunga rampai.

"Semua hasil karya artikel populer ini, seminggu lagi akan kami kumpulkan dan edit, dan akan kami terbitkan menjadi sebuah buku bunga rampai," kata Ibda. (Htm55/Catur R).

Wonosobo, Harianguru.com - Pada Rabu 29 Januari 2020 hari ini terlaksana Kegiatan Kolektif Guru (KKG) Kecamatan Wonosobo dan Watumalang yang bertempat di gedung MI Ma'arif Kejiwan.

Ada suasana berbeda pada pertemuan kali ini karena biasanya narasumber dari guru-guru senior maupun dari pengawas sendiri, kali ini sebagai narasumber yaitu salah satu penggerak literasi, yaitu Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) Hamidulloh Ibda bersedia hadir sebagai narasumber untuk mengisi acara.

Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 60 guru dari 6 madrasah gabungan dari kecamatan Wonosobo dan Watumalang. Peserta menyambut baik dan antusias dengan kehadiran beliau.

"Program literasi di madrasah masih sangat minim karena rendahnya minat baca guru" kata Ketua KKG Kecamatan Wonosobo dan Watumalang Catur Rohman dalam sambutannya.

Karena itu tergeraklah KKG ini untuk menumbuhkan minat dan bakat guru dalam literasi baik membaca maupun menulis.

"Menulis bukan sesuatu yang susah," kata Hamidulloh Ibda pada saat memberikan materi dalam KKG sebagai motivasi dan penyemangat guru-guru madrasah dalam menulis.

Karena menurutnya, menulis itu tidak sulit karena setiap orang dapat memproduksi ribuan kata setiap harinya jadi tidak ada kata sulit dalam menulis.

Harapannya semua guru bisa tergugah dan memiliki semangat yang lebih dalam menulis. (Hg77/Yuli@).

Temanggung, Harianguru.com – Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung dalam memperingati kelahiran Jenderal hebat, seorang pahlawan revolusioner bangsa mengadakan kegiatan “Nonton Film bareng dan Diskusi bersama”. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB. Di Gedung Akhwalussakhiah STAINU Temanggung dengan Narasumber oleh Usman Mafrukin S.Pd dan Moderator Ahmad Farichin yang diikuti oleh mahasiswa STAINU Temanggung, pada Jumat 24 Januari 2020.

Hal menarik yang dikaji dalam diskusi ini mengenai sosok Jendral Sudirman sebagai Jendral besar dalam membela bangsa Indonesia di era penjajahan kolonial Belanda. Proses diskusi berjalan begitu heboh saat terjadi argumen baik pro maupun kontra mengenai sosok Jendral Sudirman.

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi Benteng Merah Putih. Akan tetap hidup, Tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi”.

Pengggalan Kalimat yang begitu indah akan rasa Nasionalisme sosok seorang pahlawan yang begitu besar dalam membela bangsanya sampai titik darah penghabisan, hal ini yang seharusnya menjadi sebuah dimensi bagi generasi milineal dalam menjadi penerus generasi bangsa di era revolusi Industri 4.0 ini.

Tokoh jendral sudirman memang selayaknya menjadi bagian dari keteladanan kepemimpinan, seperti salah satu ungkapannya “yang sakit adalah sudirman, paglima tidak ada rasa sakit”, jika dimaknai perkataan tersebut sangat mendalam, dan jarang yang sekarang ini dapat melaksanakan hal tersebut, karena jika diitarik benang merah, ungkapan tersebut adalah merelakan jiwa dan raga untuk mengabdi tanpa memperhatikan diri sendiri hinngga muncul pertanyaan, “apakah ada yang dapat meniru sosok jendral Sudirman di zaman seperti ini?
Tentu mustahil jika menjadi jendral sudirman, karena setiap insan diciptakan berbeda-beda, tidak ada yang sama. Namun, jika dalam sifat, tingkah laku, kita sedikit demi sedikit dapat meniru, mempelajari dan mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. 

Rutinitas kegiatan Unit Kajian Islam (UKI) STAINU Temanggung yang dilaksanakan setiap minggunya khususnya di hari jumat berharap mampu menambah minat mahasiswa dalam mengasah ajang kreatifitas, baik dalam berorganisasi di intra maupun ekstra kampus yang mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme seperti apa yang dapat kita tauladani dari sosok Jendral Sudirman. Hingga pada pertanyyan terakhir, apakah kita mampu meneruskan perjuangan beliau? Mari kita renungkan! (Hg33/Iis Narahmalia).


Semarang, Harianguru.com - Menulis bagi yang tidak terbiasa memang menjadi hal susah. Apalagi menulis karya sastra yang diterbitkan dalam bentuk buku. Namun hal itu tidak berlaku bagi Deni Prabowo, pelajar SMK Negeri 4 Kota Semarang.

Pelajar yang baru berumur 16 tahun tersebut berhasil menerbitkan buku pribadi. Buku berjenis antologi puisi tersebut diterbitkan penerbit CV. Pilar Nusantara dengan judul "Antara Cinta dan Senjata: Antologi Puisi".

"Proses menulis sekitar 3 bulan
Motivasinya, pertama ada tugas untuk membaca novel. Kelamaan suka sama dunia tulis menulis dan membaca. Lalu coba-coba membuat puisi. Karena suka jadi keterusan menulis," kata dia, Sabtu (25/1/2020).

Pelajar yang tinggal di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang tersebut tidak memedulikan hal-hal yang membuat dirinya stagnan menulis. "Selama proses menulis, banyak kejadian-kejadian yang mendorong untuk diceritakan dalam bentuk puisi," lanjut dia.

Ia juga mengaku, pihak sekolah maupun orang tua sangat mendukung hobinya tersebut meski kini baru duduk di bangku SMA. Ia juga berharap ke depan agar ke depan semakin produktif dalam berkarya. (Hg45/Hi).

Oleh Lilik Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Perayaan Imlek kini bisa dinikmati di seluruh negeri, sebagaimana masyarakat merayakan adat tradisinya masing-masing. Pengakuan Imlek sebagai bagian budaya nasional ini adalah sumbangsih presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) dengan mencabut beberapa peraturan-peraturan yang dianggap diskriminatif terhadap orang-orang Tionghoa.

Momen Imlek lekat sekali dengan harapan keberuntungan serta keharmonisan keluarga. Menjadi momen tepat untuk berkumpul bersama keluarga, membagikan angpao kepada sanak saudara, hingga beristirahat sejenak dari berbagai kesibukan dunia. Menjadi momen untuk mensyukuri semua hal yang sudah didapat, serta menatap dengan optimis semua tantangan ke depannya.

Imlek tidak hanya menjadi seremoni tahunan bagi etnis tionghoa saja. Banyak sekali makna penting dari perayaan imlek yang dapat diimplementasikan bagi semua orang. Satu yang paling penting adalah menyadarkan kita tentang akulturasi budaya bangsa.

Dimana di setiap daerah memiliki cara unik tersendiri untuk ikut serta merayakan imlek. Seperti contohnya di Semarang, perayaan Imlek disambut dan dirayakan warga lintas etnis. Banyak masyarakat yang mengunjungi beragam festival di kawasan Pecinan. Pasar Imlek Semawis (PIS) menjadi salah satu rujukan penyelenggaraan agenda merayakan Imlek selama berpuluh-puluh tahun di kota Semarang. Sebab ada beragam agenda, seperti festival kuliner dan pertunjukan barongsai yang dipadukan dengan kebudayaan jawa.

Pembaruan lintas etnis inilah yang menjadikan momentum Imlek sebagai momen peraayaan penting. Akulturasi tradisi ini menjadi jembatan untuk menghapus antarsekat etnis dan agama. Keberagaman budaya tak menjadi penghalang bagi persatuan bangsa. Hal ini justru menjadi semakin eratnya persatuan.

Melek Akulturasi
Masyarakat nampaknya semakin menyadari bahwa akulturasi budaya Tionghoa ke Indonesia sudah terjadi jauh-jauh hari dan diterima dengan baik. Contoh diantaranya adalah Barongsai yang merupakan produk akulturasi. Di daerah Jawa sendiri barongan biasanya juga dipertunjukkan dalam kesenian Kuda Lumping. Di Bali juga ada pertunjukan tari barong yang alunan musiknya senada dengan iringan musik barongsai.

Akulturasi di bidang kuliner bahkan lebih terasa. Contohnya bakso, cakwe, lumpia dan kue bolang-baling. Makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia ini merupakan makanan adaptasi dari Tionghoa. Lebih baru lagi ketika muncul makanan bernama lontong cap go meh, yang semakin banyak orang ingin menikmatinya. Ada lagi makanan khas perayaan imlek yang berasal dari tepung ketan dan gula jawa yakni kue keranjang. Disebut kue keranjang, karena saat diberikan kepada teman/keluarga di saat perayaan imlek diletakkan dalam keranjang. Sama dengan kue keranjang, di Jawa ada kue sejenis itu, yakni ‘jenang’ yang berasal dari tepung ketan dan gula jawa, yang biasanya disuguhkan saat ada hajatan.

Pengaruh arsitektur Tionghoa pun terlihat pada bentuk masjid-masjid yang bergaya arsitekstur seperti kelenteng. Masjid Jami’ Ceng Ho di Kecamatan Mrebet, Purbalingga contohnya. Masjid ini memperlihatkan arsitektur Tionghoa dimana desain interior dan eksteriornya bernuansa kelenteng. Akan tetapi aktivitas di dalamnya sarat dengan nuansa Islami. Ini menunjukkan bahwa akulturasi budaya sudah diterima dengan baik di Indonesia baik untuk kalangan antaretnis maupun agama.
Berbeda dengan arsitektur bangunan, alat musik seperti gong dan canang/bende sejenis gong kecil, suling, kecapi telah masuk dan menjadi alat musik daerah di Indonesia. Gambang Keromong merupakan perpaduan antara musik jawa dan Tiongkok, pada mulanya adalah musik tradisional dari Betawi yang digunakan untuk mengiringi upacara sembahyang orang keturunan Tionghoa. Namun sekarang berkembang menjadi musik hiburan rakyat.

Akulturasi budaya pun sudah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kebiasaan minum teh yang disuguhkan kepada tamu sudah cukup populer di Indonesia. Biasanya masyarakat menyuguhkan minuman hangat saat ada tamu berkunjung ke rumah, baik suguhan teh hangat, atau dengan mengganti teh dengan kopi.

Kemudian tradisi saling berkunjung dengan memberikan jajanan atau masakan pada hari raya. Ini sama seperti yang dilakukan oleh etnis Tionghoa saat perayaan imlek, yang mahsyur dengan pembagian angpau yang berisi uang dan pembagian kue keranjang pada kerabat, keluarga, teman, tetangga dan orang-orang yang disayangi.
Wayang Potehi di Jawa pun sebagai wujud akulturasi budaya. Kata “Potehi” berasal dari kata Poo berarti kain, Tay (kantong), Hie (wayang). Secara lengkap istilah Po Te Hi memiliki arti wayang kantong atau boneka kantong. Cara memainkannya adalah dengan memasukkan jari tangan ke dalam kantong kain dan menggerakkannya sesuai dengan jalannya cerita.

Dengan bukti-bukti kekayaan kebudayaan Indonesia hasil akulturasi dengan bangsa Tionghoa tidak perlu lagi memperdebatkan dikotomi warga keturunan Tionghoa dengan masyarakat pribumi, karena mereka adalah satu kesatuan NKRI.
Pelajaran penting lain dari imlek adalah rasa syukur. Selama perayaan imlek, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan sembahyang Imlek dan perayaan Cap Go Meh yang bertujuan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapatkan rezeki yang lebih berlimpah barokah. Selamat Tahun Baru Imlek 2020 Gong Xi Fa Chai.

- Penulis adalah Pecinta Budaya, Praktisi Pendidikan. Guru SD Supriyadi Semarang.

Kunjungan Kapolres Brebes di PCNU Brebes
Brebes, Harianguru.com - Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si, bersama Kabag Ops Polres Brebes Kompol Raharja, S.H.,M.H, Kasat Intelkam AKP Edi Sudarmono, Sh, Kasat Binmas AKP Kamal Hasan, SH, Kasubag Humas AKP Suraedi, Kasat Lantas AKP Moch Adimas Purwonegoro Sugeng Eko, SIK. Dan KBO Sat Intelkam Ipda Yazis Asmungi, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Ketua dan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini, dilaksanakan hari Senin (20/1/2020) yang bertempat di Kantor PCNU Brebes, yang beralamat di Jl. Yos Sudarso no 36 Koplek Islamic Centre Brebes.

Rombongan dari Polres tersebut, disambut langsung oleh Ketua Tanfidziyah H. M. Aqsho, M.Ag, Wakil Ketua KH. Sodikin Rahman, Sekretaris Lahmuddin serta Bendahara H. Agus Hasanuddin dan H. Sufawijaya.

Ketua Tanfidziyah H. M. Aqsho, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan , ucapan selamat datang kepada Kapolres beserta rombongan di kantor PCNU Brebes

“Kami ucapkan selama datang kepada Kapolres beserta rombongan di kantor PCNU Brebes , dengan sepenuh keikhlasan kami siap membantu program Harkamtibmas Polres Brebes,” ujar M. Aqsho.

Sementara itu Dalam sambutannya Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si berharap agar para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat bersinergi dengan kepolisian dan dapat berjalan bersama untuk menciptakan situasi wilayah yang kondusif khususnya di wilayah Polres Brebes.

Dalam kesempatan itu juga Kapolres Brebes yang aslinya asal Jepara. Pihaknya bercerita waktu remaja aktip di IPNU Ranting I Bandungharjo Keling (sekarang Donorejo) Jepara, suka ngaji Alquran, Barjanjinan dan Solawatan.
Ketika Kapolres menanyakan apa yang bisa dibantu untuk NU, yang ditimpali langsung oleh Ketua Tanfidziyah, bahwa Ansor Banser yang anggotanya sampi saat ini sudah 11.000, sedang punya keinginan untuk mempunyai mobil Komando Satkorcab Banser Brebes dan Mobil Komando GP Ansor Kab. Brebes, yang saat ini sedang mengumpulkan Donasi dari anggota dan donatur NU, yang langsung diapresiasi dan menyambut siap membantu dan mempasilitasi pengadaan 2 buah mobil Komando tersebut.

Alhamdulillah keinginan untuk mempunyai mobil Komando dimudahkan dengan hadirnya Kapolres di PCNU Brebres, yang diamini Ketua Ansor Kab. Brebes Ahmad Munsip bersama, Bayu Rohmawan (Wakil Ketua), Subhan (Kasatkorcab Banser) Dan Fauzan Amin (Kasetma Satkorcab Banser) yang sedang ada di PCNU Brebes.

Dalam pertemuan demi keselamatan dan kelancaran tugas Acara ditutup dengan Doa oleh KH. Sodikin Rahwan selaku Wakil PCNU Brebes. (Hg66/Hi).

Pemberian kenang-kenangan dari Kaprodi PGMI kepada Kepala SDN Sarirejo Kartini
Semarang, Harianguru.com - Dalam rangkan memenuhi kewajiban akademik, puluhan mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SDN Sarirejo Kartini Kota Semarang, Rabu (15/1/2020).

Saat pembukaan, pengawas sekolah Korsatpen Semarang Timur Lusia Endang mengatakan bahwa SDN Sarirejo Kartini merupakan salah satu sekolah unik di Kota Semarang. "Sekolah ini pernah mendapat bantuan dari Pemkot Semarang mau direnovasi, namun tidak jadi karena untuk menjaga nilai sejarah," kata dia.

Sementara Kepala SDN Sarirejo Kartini Sri Sayoga mengatakan bahwa SD yang ia pimpin itu selain memiliki akar sejarah yang menarik karena didirikan R.A Kartini, juga sudah menerapkan berbagai wirausaha. "Kita ada beberapa program yang nanti bisa dikunjungi adik-adik mahasiswa semua untuk belajar wirausaha," katanya.

Menurutnya, dalam buku sejarah, SDN Sarirejo Kartini tersebut didirikan R.A Kartini pada tahun 1912. Dijelaskan dia, dulu nama SDN ini adalah SDN Kartini, kemudian kini berubah menjadi SDN Sarirejo Kartini untuk tetap menyematkan nama R.A Kartini yang juga pahlawan nasional sebagai pendiri sekolah tersebut.

Sementara Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Prodi yang ia pimpin merupakan Prodi baru sejak 2017. "Selain menyiapkan calon guru kelas jenjang MK/SD, profil lulusan kami yang kedua adalah menyiapkan calon teacherpreneurship di bidang pendidikan dasar," kata dia.

Untuk mendukung itu, kata pengurus LP. Ma'arif PWNU Jateng itu, kami menyiapkan mata kuliah teoretis dan praktik. "KKL ini merupakan salah satu mata kuliah yang dilakukan di luar untuk belajar secara langsung tentang wirausaha di bidang pendidikan dasar," lanjut penulis buku Guru Dilarang Mengajar tersebut.

Selain mereka, hadir juga dewan guru, komite, Ketua LP3M STAINU Temanggung, dosen dan mahasiswa PGMI STAINU Temanggung.

Usai pembukaan, mahasiswa berkeliling dan dipandu oleh guru. Mereka belajar pengembangan bisnis batik, kompos, keterampilan dan di kelas. Selain itu, pengembangan wirausaha di SDN Sarirejo Kartini ini juga menyasar ke berbagai ranah, seperi pengembangan softskill berupa rebana, tari, khitobah, TIKI, pembuatan souvenir dari sampah, dan lainnya. (Hg33/Gandi).

Semarang, Harianguru.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah menyiapkan 3 modul menuju madrasah madrasah/sekolah inklusi. Modul itu merupakan hasil karya 21 fasilitator inklusi dalam Training of Trainer (ToT) Tahap II Fasilitator Inklusi LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah - UNICEF yang berjalan sejak Kamis (9/1/2020). ToT akan berakhir pada Ahad (12/1/2020).

Penanggungjawab kegiatan Fakhrudin Karmani mengatakan bahwa sampai hari ketiga, Sabtu (11/1/2020) ini, semua fasilitator inklusi aktif dalam menyusun modul inklusi yang akan menjadi bahan pelatihan di madrasah/sekolah Ma'arif se Jawa Tengah.

"Hari ini, modul akan diplenokan. Dan kami juga sudah menyiapkan skema pelaksanaan sampai tataran teknis," kata Fakhrudin Karmani di sela-sela ToT, Sabtu (11/1/2020).

Modul yang disusun fasilitator itu akan menjadi acuan pelaksanaan madrasah/sekolah inklusi dari tataran konseptual sampai implementatif. (hg44/Ibda).

Semarang, Harianguru.com - Sebagai bentuk organisasi pelayanan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendirikan Posko Bersama NU Peduli Jawa Tengah. Lokasi posko tersebut bertempat di komplek kantor PWNU Jawa Tengah Jalan Dr Cipto No.180, Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tujan pendirian itu menurut Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan Naim (Gus Huda), adalah untuk menampung dan mendistribusikan semua bantuan sekaligus menjadi pusat informasi terkait penyaluran bantuan untuk korban bencana yang melanda di beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Tujuan pendirian posko ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan dan kepedulian kepada umat, khususnya yang tertimpa musibah," kata Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan Naim kepada awak media, Sabtu (11/1/2020).

Dengan adanya posko bersama ini, lanjut Gus Huda, diharapkan seluruh elemen NU dan perangkat-perangkatnya saling bersinegi. "Sehingga bisa berkhidmah atau memberikan pelayanan dengan jeli, tepat, cepat dan tangguh," lanjutnya.

Untuk mengimplementasikan itu, melalui Surat Keputusan PWNU Jawa Tengah Nomor: PW.11/299/SK/I/2020 tentang Pengesahan Posko Bersama NU Peduli PWNU Jawa Tengah ditunjuklah Kordinator Posko Bersama, Ibu Winarti SS. M.Si, Ketua LPBI PWNU Jawa Tengah bersama panitia lain.

Menurutnya, sesuai data yang diterima, banjir di Kabupaten Grobogan ada 8 kecamatan yang terdampak banjir, ada sekitar 2.000 rumah terendam, dan ada 1 korban meninggal dunia.

"Silakan salurkan kepedulian Anda, bisa bantuan berupa uang ke nomor rekening 5010112851 Bank Mualamat an. Lazisnu Jateng,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan mendesak, lanjutnya, Anda dapat menyumbangkan berupa perahu karet, terpal, selimut, pakaian dewasa dan anak-anak, obat-obatan, makanan, minuman, air bersih, dan lainnya.

Posko tersebut dibuka sejak Kamis (9/1/2020) yang dijadikan sebagai pusat pelayanan sekaligus distribusi bantuan dalam bentuka apa saja. Gus Huda berharap, adanya posko tersebut menjadikan warga atau pengurus NU turut peduli terhadap saudara-saudara sesama warga negara Indonesia agar mendapat bantuan yang layak. (hg44.Hi).

Pati, Harianguru.com - Bertempat di aula SMK JAPA Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Yayasan Jamaah Pasrah Pati bekerjasama dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag RI menggelar Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Ahad (5/1/2020) yang bertajuk "Guru Mulia Lewat Karya".

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jamaah Pasrah Ngalimun mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Ditjen GTK Kemenag dalam meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam bidang literasi dan penulisan karya tulis ilmiah.

"Kami berterima kasih kepada Kemenag yang sudah mempercayai Yayasan Jamaah Pasrah untuk melaksanakan kegiatan Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah, karena kegiatan seperti ini langka bahkan ini mungkin baru pertama kali ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti Pati," kata lulusan Unwahas tersebut.

Selain puluhan guru dan tenaga kependidikan MI, MTs, MA, panitia juga mengundang Kemenag Pati. Sementara itu, panitia mendapuk Junaidi Abdul Munif Juara 1 Lomba Nasional Hari Santri 2017, dan Hamidulloh Ibda Juara 1 Lomba Artikel Kemdikbud 2018.

Dalam pemaparannya, Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa manusia sebagai animal symbolicum sebenarnya sudah dibekali kemampuan membaca, menulis, berbicara dan menyimak atau dikenal sebagai caturtunggal keterampilan berbahasa. "Secara umum, ada tiga jenis karya. Yaitu karya tulis jurnalistik, karya tulis ilmiah, dan karya sastra. Karya tulis ilmiah di sini, harus memenuhi syarat-syarat ilmiah, berdasarkan data, masalah ilmiah, metode ilmiah, sesuai GAP research, dan state of the art of the resarch," beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Dosen STAINU Temanggung itu juga menjelaskan beberapa aplikasi sitasi seperti Mendeley, Zotero, Citavi, EndNote dan lainnya. "Semua karya ilmiah, apalagi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah saat ini ketat, harus bebas plagiasi, duplikasi, fabrikasi dan falsifikasi," lanjut peraih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional Fakultas Filsafat UGM tahun 2018 tersebut.

Untuk mengecek similarity atau kesamaan tulisan dan plagiasi, Ibda juga menjelaskan beberapa aplikasi cek similarity seperti Turnitin, Grammarly, Copyscape, Plagiarism Checker dan lainnya.

Sedangkan Junaidi Abdul Munif menjelaskan teknik penulisan KTI dengan mengajak peserta mencari masalah ilmiah. "Karya ilmiah merupakan karya penelitian berbasis ilmiah, bukan asumsi. Ciri-ciri keilmiahannya bisa dilihat dari teori dan metode penelitian. Teori merupakan pendapat dari para pakar keilmuan yang telah diakuai secara luas. Sedangkan metode penelitian adalah cara untuk melakukan penelitian sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Junaidi.

Pengurus Bidang Diklat dan Litbang LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah itu juga menjelaskan teknis mencari dan merumuskan masalah, menentukan metode riset, penyajian data sampai analisis data.

Usai penjelasan materi, semua peserta diajak praktik menulis karya ilmiah dan ditarget akan membukukan hasil karya peserta dalam bentuk buku khususnya artikel populer sebagai bagian dari artikel ilmiah. (Hg66).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget