Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2020


Temanggung, Harianguru.com - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dilarang alergi atau anti terhadap sains atau ilmu pengetahuan barat. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam kegiatan beragama, sains barat sangat dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan dosen STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda saat menjadi pemateri dalam forum Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Cabang Temanggung di SMP Jam'iyyatut Tholibin Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jumat (25/12/2020).

"Kita mau menentukan arah kiblat butuh kompas, kita mau haji sangat butuh pesawat terbang, kalau anti sains dan teknologi ya sudah sana pergi haji jalan kaki, kalau melewati laut ya nglangi (berenang)," kelakar Mabimkom PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung tersebut.

Bahkan, kata dia, hari ini semua aktivitas keagamaan harus menggunakan produk teknologi lewat media sosial, media siber, dan media baru seperti Youtube. "Sekarang ngaji lewat Youtube, Misa Natal lewat Youtube, lalu kok kita menolak teknologi barat itu ya paradoks," tegas Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif LP. Ma'arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Dalam MAPABA yang diikuti mahasiswa AKPER Al-kautsar dan STAINU Temanggung yang bertajuk "Menyiapkan Mu'taqid Muda yang Berlandaskan Nilai Nilai Ahlussunah Waljamaah" itu, ia menjelaskan pada dasarnya ada empat potensi sains dan Islam atau agama jika disandingkan.

Ibda mengutip pendapat Ian Graeme Barbour dalam bukunya Issue in Science and Religion. Menurut Barbour, ada empat potensi agama dan sains ketika disandingkan. "Pertama adalah konflik. Dalam konteks ini, agama dan sains sangat susah bersatu. Paradigma ini berpandangan seorang ilmuwan tidak akan begitu saja percaya pada kebenaran sains. Agama dinilai tidak mampu menjelaskan dan membuktikan kepercayaannya secara empiris dan rasional," tegas dia.

Seperti contoh, fenomena covid-19 hari ini, Anda seolah-olah tidak bertuhan dan ateis karena takut terkena virus itu. "Maka yang menang adalah produk sains dengan produk kesehatan ala WHO yang mengharuskan orang memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Padahal mau pakai masker atau tidak, ketika orang itu sakit ya sakit," beber penulis buku Filsafat Umum Zaman Now tersebut.

Potensi kedua, kata Ibda, adalah independen. "Paradigma kedua ini intinya agama dan sains memiliki wilayah yang berbeda dan berdiri sendiri, maka tidak perlu adanya dialog antara agama atau Islam dengan sains itu sendiri," beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Ketiga adalah dialog. "Paradigma ini intinya ada relevansi, persenyawaan sama antara sains dan agama, sehingga keduanya bisa didudukkan bersama untuk saling mendukung, berdiskusi, menguatkan dan mempengaruhi untuk membicarakan problem kehidupan," lanjut dia.

"Keempat adalah integrasi. Paradigma ini menyatakan bahwa agama dan sains dapat menyatu dan berpadu menyelesaikan masalah kehidupan. Dan integrasi inilah yang paling banyak dipilih, karena secara hakikat agama dan sains itu bisa dinikahkan," papar penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.

Dari keempat potensi itu, Ibda menjelaskan bahwa banyak perguruan tinggi mengembangkan model paradigma keilmuan integrasi daripada pengilmuan Islam atau islamisasi ilmu pengetahuan. "Agama dan sains itu satu tarikan nafas, maka kita jangan anti barat. Saya mengutip prinsip hidup Jawa digawa, Arab digarap dan Barat diruwat," beber pengurus FKPT Jateng tersebut.

Islam sendiri, kata Ibda, sangat mengutamakan akal. "Rumusnya adalah agama itu persoalan akal. Tidak beragama bagi mereka yang tidak menggunakan akalnya. Dalam Alquran juga banyak perintah Allah kepada manusia untuk berpikir dan menggunakan akal. Seperti afala tatafakkarun, afala yatafakkarun, afala ta'qilun dan lainnya," beber Ibda.

Dijelaskan Ibda, sudah seharusnya kader PMII harus menguasai agama dan sains. "Jangan hanya sains saja yang Anda kuasai, jangan pula agama saja yang Anda dalami. Tapi harus keduanya. Seperti kata Albert Einstein yang mengatakan religion without science is blind, science without religion is lame," lanjut dia.

Ia juga mengajak para kader PMII untuk mendalami ayat-ayat qauliyah dan kauniyah seperti contoh fenomena corona hari ini. "Di NDP PMII itu diajarkan bahwa kita harus dapat mengolaborasikan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminallam. Ini membuktika bahwa kita harus beragama lewat zikir, bersains lewat pikir, dan beramal lewat amal saleh. Sebab, sebaik-baiknya agamawan dan ilmuwan adalah yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Maka harus dipegang teguh prinsip zikir, pikir dan amal saleh," tukas dia. (HG55/Wahyu Egi).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip melakukan Makrab dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Kode Etik Jurnalistik" pada Selasa (22/12/20) sanpai Rabu (23/12/20). Bertempat di Gedung Tarbiyah STAINU Temanggung. Tema kegiatan ini adalah "Mengkulturasikan Kode Etik Jurnalistik".


Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Menyanyikan Mars Shubanul Wathan dan Mars STAINU. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak.


Acara ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber yang di hadirkan yaitu Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian, Mahasiswa IAINU Kebumen, Musafak, Pengurus PPMI Kedu, Yulian Wahyu Aji, Dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda.


Pemaparan dari tiap pemateri sangat menarik dan sangat membantu para peserta. Terutama untuk kebutuhan peserta dalam dunia jurnalistik kedepan. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari semester 1 dan 5. Tanya jawab berlangsung secara dinamis dalam kegiatan ini.  


"Dalam definisi jurnalistik, yang dimaksud dengan informasi adalah news (berita), views (pandangan atau opini), dan karangan khas yang disebut feature (berisikan fakta dan opini)," ungkap Hamidulloh Ibda disela-sela pemaparannya.


Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian Nur mengatakan kode etik merupakan suatu alat untuk menjaga martabat wartawan pers mahasiswa. (Hg11/Tri Wulantoro/AS).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STAINU temanggung mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Makrab digedung Tarbiyah STAINU temanggung pada 22-23 Desember 2020.Pelatihan ini diikuti oleh Mahasiswa STAINU Temanggung berjumlah 20 mahasiswa.

Pelatihan ini diberi materi tentang PPMI disampaikan oleh Yulian Wahyu aji mulai pukul 22.00-20.30.

PPMI ini merupakan organisasi/lembaga yang menaungi dari gabungan LPM dan Persma di tingkat kampus. PPMI ini tujuannya untuk mengkoordinasi di kota-kotanya,serta berperan dalam lembaga ,dan melindungi anggota LPM , papar pemateri tersebut.


Berita ini ditulis untuk memberikan sebuah informasi yang diwartakan berdasarkan fakta dan sama sekali tidak mengandung hoax. 

Di akhir sesi penyampaian materi ,ia memberi kesempatan untuk peserta berdiskusi/sesi tanya jawab.(hg11/Rochifah).


Temanggung, Harianguru.com - Melalui aplikasi Zoom dan dilakukan dalam jaringan (daring), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung divisitasi atau asesmen lapangan akreditasi oleh dua asesor BAN PT pada Kamis (17/12/2020) sampai hari ini, Jumat (18/12/2020). Dua asesor yang melakukan visitasi secara daring itu adalah Dr. Fauzan, MA., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd., dari UPI Bandung.


Selama dua hari itu, menurut Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda dilakukan beberapa konfirmasi atau klarifikasi borang APS sesuai yang dikirim di BAN PT. "Tahapan akreditasi ini memang panjang. Kita dulu upload borang di SAPTO pada Maret 2019. Lalu karena di BAN PT terjadi banyak antrean borang yang belum divisit, maka visitasi mundur sampai Desember 2020 ini," beber Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) tersebut.


Berdasarkan alur dari BAN PT di SAPTO, tahapan akreditasi dimulai dari pemenuhan borang dan diupload di SAPTO. "Lalu ada AK dan kemudian kalau AK sudah beres baru dilanjutkan AL dan tinggal menunggu terbit SK serta sertifikat akreditasi," beber penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.


Selain terjadi antrean visitasi borang, pandemi covid-19 ini juga menjadikan AL harus dilakukan secara daring. "Semua prodi dari jenjang S1, S2 sampai S3 saya kira menunggu AL. Alhamdulillah kita mendapat jadwal di tahun ini dan semoga mendapatkan hasil maksimal meski kita belum memiliki lulusan," beber dia.


Dijelaskan dia, AL secara daring memiliki keunikan tersendiri. Untuk akreditasi Prodi, hari pertama setelah pembukaan dilakukan klarifikasi pada sesi dengan pimpinan unit pengelola Prodi, dilanjutkan konfirmasi data LKPS/Exel data PS, sesi dengan pelaksana penjamin mutu internal, sesia dengan tim akreditasi, sesi dengan middle manajemen di UPPS, dab sesi dengan alumni serta pengguna eksternal.


Pada hari kedua adalah sesi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kerja mandiri tim asesor, penyampaian feedback dan penandatanganan berita acara AL, lalu wrap up dan penutupan.


"Rangkaian itu memang banyak kendala. Utamanya dengan koneksi, listrik dan lain sebagainya. Namun semoga Prodi PGMI STAINU Temanggung mendapat nilai maksimal," harap dia. (Hg12).


Pati, Harianguru.com
- Mulai hari ini, Rabu, 16/9/2020, Pemerintah Kabupaten Pati, lakukan monitoring terhadap seluruh desa, di Kabupaten Pati.


Hal tersebut dilakukan atas instruksi, Bupati Pati  Haryanto, untuk menekan pencegahan virus corona, selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Pati.

Laiknya di Kantor Pemerintah Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, pagi ini,  
monitoring dilakukan oleh Bappeda Pati.

Bappeda Pati bersama Pemerintah Kecamatan Kayen, Pemerintah Desa Sundoluhur, yang didukung Bidan Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Guru PAUD, BUMDes, Karang Taruna, tokoh masyarakat, beserta mahasiswa KKN Mandiri STIBI Syekh Jangkung 2020, sepakat untuk mengedukasi masyarakat melalui gerakan memakai masker, secara wajib.
 
Bappeda, diwakili Widhayoko, pemerintah desa dan seluruh yang hadir pada pagi ini, ia mengimbau, untuk mengajak masyarakat dalam pergerakan memakai masker secara serentak selalu diupayakan.

Pak Yoko, sapaan akrabnya, ia mengingatkan bahwasanya telah terbit Peraturan Bupati (Perbup) nomor 66 tahun 2020, bagi warga masyarakat yang tak disiplin terkena sanksi, apabila tak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan denda 100 ribu hingga 1 juta rupiah. Yang sebelumnya, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 49 tahun 2020. 

Perbup baru tersebut, diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati untuk menunjukkan keseriusan dan lebih tegas lagi dalam menangani Covid-19.

"Mari, saling 'gepok tular' untuk menjaga kesehatan bersama, tetap patuhi protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, dan jauhi kerumunan, karena kondisi Pati, kini melonjak signifikan," pintanya.

Ia juga menitip pesan kepada mahasiswa STIBI Syekh Jangkung Pati, ia mengajak untuk mengedukasi masyarakat secara masif, meskipun dilakukan daring. "Kami juga butuh kawan-kawan KKN mahasiswa ini, untuk mengedukasi dengan baik, akan pentingnya menaati protokol kesehatan," pesanya.

Atas mufakat dari kerja sama antar lini, kegiatan dipungkasi dengan pemukulan kentongan oleh Bappeda dan Djamian selaku Kepala Desa Sundoluhur, sebagai pengutaraan simbolik, untuk keseriusan mengahdapi pandemi Covid-19. (hg44/Din).


Semarang, Harianguru.com
- Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada Kamis, 3 Desember 2020. Pengukuhan pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat dihelat bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Digelar juga seminar nasional secara virtual dengan tema “Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan Inklusi di Madrasah” dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr Sujarwanto, M.Pd, Dewan Pakar FPMI dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unversitas Negeri Surabaya, Tubagus Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, dan Sita Thamar Van Bemmelen, Konsultan Pendidikan Inklusi Inovasi. Kegiatan virtual ini melibatkan 500 peserta melalui aplikasi zoom, sedangkan channel youtube yang disiapkan GTK Madrasah tercatat disaksikan oleh lebih dari 2700 pemirsa.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6782 tahun 2020 tentang Penetapan Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif Pusat tahun 2020-2025 tertanggal 3 Desember 2020, telah ditetapkan Dewan Pembina yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur Gurubdan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktur Kurikulum, Sarana Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah.

Dewan Penasihat yaitu Siti Sakdiyah, M.Pd., Dr. Abdul Faqih, M.A., M.Ed., Sunarman Sukamto, Dr. Imam Bukhori, M.Pd., Dr. Abdul Munir, M.Ed., M. Sidiq Sisdiyanto, S.Ag.

Dewan Pakar yaitu Dr. HM. Mujib Qulyubi, MH., Prof. Dr. Drs. Achmad Syahid, M.A., Dr. Ro'fah, S.Ag., BSW., MA., Ph.D., Dr. Sujarwanto, Dr. Dedy Kustawan, M.Pd., Dr. Ahsan Ramdani, Drs. Hariyanto Oghie, MA., Mokhamad Ikhsan, M.Ed.

Ketua Umum FPMI pusat adalah Supriyono, M.Pd., Wakil Ketua Maskanah, M.Pd dan Akmal, S.Ag., M.Pd. Sekretaris Umum Fakhrudin Karmani, M.Pd.I, Sekretaris Mahruf, S.Ag, M.Pd.I., Erwan Hermawan, S.Pd.I, M.Pd., dan Endah Bidayatul W, M.Pd. Sedangkan Bendahara Umum Lailil Qomariyah, M.Pd, Bendahara Dr. Yeni Sri Wahyuni R, S.Pd., MA., Hasan Asro, S.Ag, MA.

Bidang Penelitian dan Pengembangan H. Ahmad Mujahidin, B.Ed., M.Pd., Drs. Euis Juariah, Drs. Yettu Herlina, M.Pd.I., Hj. Ummiyani, S.Ag., M.Pd., Drs. Hj. Retno Dewi Utami, M.Pd. Bidang Data dan Informasi Miftahul Huda, S.Pd.I., Tjipto Prakosa, ST., MT., Hamidulloh Ibda, M.Pd., Drs. H. Zahrudin, MM., Sholahudin Fikri, M.Pd.I.

Bidang Perencanan dan Program Inti Farhani, MA., Drs. Sucipto G Siswanto, MM., Said Jufri Baabud, S.Pd.I., Siti Aisyah, S.Ag., Syuriah, Lutfi Firdausi. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Ilham Prakoso, S.Sos.I., Hj. Azmarwati, M.Pd., Drs. M. Wahdan Zani, Amir Masruri, M.Pd.I, dan Anizar ST., M.Pd.

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Organisasi Tati Supiati, S.Pd.I, Miftachul Huda, M.Si., Fitrisma Rais, M.Pd., Hj. Husnul Khatimah, SP., Drs. Musahir, M.Pd. Bidang Advokasi dan Hukum As'adul Yusro, M.H.I., Zubaida dan Sahadeni, S.Pd. (HG44/ibda).


Medan, Harianguru.com - Dalam rangka upaya pencegahan sebagai antisipasi masuknya nilai radikalisme baik yang bersifat intoleran maupun terorisme perlu dilakukan oleh seluruh pihak. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga persatuan, kesatuan serta keamanan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi incaran kelompok terorisme. Tiada hentinya, Kepala BNPT kini menyambangi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (2/12) pagi.


Rektor UINSU, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA mengapresiasi atas kunjungan dan perhatian Kepala BNPT di bidang pendidikan dan generasi muda dengan dilaksanakannya Silaturahmi Kebangsaan di UINSU. Ia mengatakan pemberdayaan umat dan moderasi beragama menjadi bagian visi UINSU yang diharapkan dapat menjadi implikasi upaya pecegahan di lingkungan kampus.


“Di UINSU ada pusat integrasi ilmu, dikotomi keilmuan, dan agama kami coba integrasikan.  Upaya deradikalisasi atau pencegahan sudah kami arahkan sebagai upaya moderasi beragama, semoga kami bisa memberikan kontribusi,” ujar Rektor UINSU.


Dalam kunjungan yang didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan perkembangan terorisme baik global maupun nasional. Penting untuk dipahami bahwasanya ideologi radikal yang intoleran serta menggunakan kekerasan masif digaungkan oleh tokoh terorisme global yang kemudian mempengaruhi perkembangan radikal terorisme di kawasan regional dan nasional. Gelombang tersebut menempatkan generasi muda sebagai rentan terpapar terlebih dengan adanya transisi metode infiltrasi yang dulunya dilakukan secara konvensional hingga digital seperti kondisi saat ini.


“Pergerakan kelompok teror ini tidak bisa dipandang remeh, ideologi kekerasan terorisme yang disemai dibawa ke Indonesia, sudah banyak contohnya dimana anak muda Indonesia terbawa ideologi yang seolah-olah memperjuangkan misi agama, ini karena ajaran tersebut dikembangkan penerus-penerusnya,” ujar Kepala BNPT.


Hal tersebut menunjukkan adanya kerapuhan pertahanan ideologi dari generasi muda. Diperlukan penguatan pertahanan diri generasi muda yang terdiri dari narasi agama dan nasionalisme yang seimbang, sehingga generasi muda dapat membedakan ajakan yang bersifat merusak nilai-nilai kebangsaan.


“Kita harus menjaga dan membekali adik-adik generasi penerus bangsa kita, jangan sampai mereka bisa menganggap tawaran aksi kekerasan sebagai bagian dari agama, agar senantiasa juga memegang teguh 4 pilar kebangsaan uang merupakan titipan warisan luhur pendiri bangsa,” ujar Kepala BNPT. (HG19).


Purworejo, Harianguru.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo di penghujung bulan November 2020 ini melakukan pemilihan Ketua STAINU Periode 2020-2024. 


Pemilihan ketua STAINU Purworejo kali ini dihadiri oleh Ketua Senat Dr. Djamal.M.Pd. yang diikuti oleh Kandidat calon ketua STAINU Purworejo yaitu bapak Mahmud Nasir, S. Fil.I M.Hum. sebagai calon ketua nomor urut 01 dan Siti Khusniayati Sururiyah , M.Pd.I., sebagai calon ketua nomor urut 02. 


Kedua kandidat saling beradu orasi dengan memaparkan visi misi dan program kerja masing-masing. Acara pemaparan Visi Misi dan Proker 4 tahun kedepan diikuti oleh audien dengan sangat antusias dan semangat. 


Setelah pemaparan visi misi dan program kerja oleh masing-masing kandidat acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pertanyaan berasal dari panitia dan para dosen. Sesi tanya jawab berlangsung dengan penuh antusias. 


Hal ini dibuktikan dengan banyak penanya dan banyaknya pertanyaan dimasing-masing penanya. Dari panitia yang awalnya hanya memberi kesempatan untuk dua penanya tetapi karena melihat antusias para audiens kemudian panitia akhirnya memberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebanyak enam penanya. Tiba dipenghujung acara yaitu pemilihan Ketua STAINU Purworejo periode 2020-2024 yang dilakukan oleh segenap dosen kemudian dilanjurkan acara perhitungan suara yang dimenangkan oleh bapak Mahmud Nasir, S.Fil, I.M.Hum, Senin (30/11/2020). 


Dalam sambutan pidato kemenangannya, beliau menyampaikan terimakasih untuk kepada dosen, karyawan dan serta mahasiswa STAINU Purworejo yang telah menemani beliau memimpin empat tahun terakhir ini. Tanpa adanya dukungan dan spirit, tentu program-program tidak bisa berjalan dengan lancar.


“Di pundak saya masih ada amanah yang dipercayakan, beliau juga menyampaikan terimakasih pada Senat STAINU Purworejo, dan terimakasih pada ibu Siti Khusniayati Sururiyah , M.Pd.I. yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini," kata dia. (HG99/Aiena Rissa F).


Ende, Harianguru.com - Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda, M.Pd., didapuk Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag RI mengisi kegiatan “Pelatihan Guru dan Tendik di Daerah 3T” yang diselenggarakan pada tanggal 28 November 2020 sampai 1 Desember 2020 di Syifa Hotel Jl. Gatot Subroto KM3, Kel. Mautapaga, Ende Timur, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 


Pihaknya berkesempatan menyampaikan materi bertemakan

"Membangkitkan Gerakan Literasi di Madrasah dalam Pengembangan Diri Guru melalui Forum Kerja Guru di Daerah 3T" pada Ahad (29/11/2020).


Dalam materinya, ia menjelaskan best practice Gerakan Literasi Madrasah yang dilakukan di Jawa Tengah. Menurut dia, literasi adalah perintah Allah pertama kali yang sudah ada di Alquran pada surat Al-Alaq. "Namun harus kita pahami, literasi saat ini harus bergeser. Jika dulu paradigmanya adalah literasi lama saja yaitu membaca, menulis, berhitung, kini kita harus melakukan literasi baru yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia," beber penulis buku Konsep dan Aplikasi Literasi Baru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 tersebut.


Jika diterjemahkan, maka ada beberapa jenis karya yang dapat dikembangkan di madrasah. "Ada empat jenis karya yang harus diperkuat di NTT ini. Mulai dari karya tulis jurnalistik, karya tulis ilmiah, karya sastra dan karya digital," beber penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.


Dijelaskannya, bahwa skema gerakan literasi yang dapat dilakukan di MI, MTs, MA di NTT dapat dilakukan melalui empat pola. "Yaitu pendidikan-pembelajaran, pembiasaan-pembudayaan dan keteladanan," beber Kabid Bidang Media Massa, Hukum, dan Humas FKPT Jateng tersebut.


Beberapa best practice yang ia sampaikan mulai dari pembiasaan-pembudayaan tradisi Islam Wasatiyah seperti membaca aqoid 50, selawat Nabi, asmaul husna, hafalan surat pendek, burdahan dan lainnya sebagai pengganti kegiatan 15 menit membaca sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.


"Madrasah juga perlu mendirikan Lembaga Pers Siswa, media menulis siswa, membuat mading, buletin, tabloid, majalah. Juga perlu membuat media ilmiah penerbit dan percetakan buku, jurnal ilmiah, dan perlu juga menguatkan karya digital seperti pembuatan meme dan video pembelajaran di Youtube," papar Pengurus LTN NU Temanggung tersebut.


Selain itu, skema rencana tindak lanjut juga ia buat. Mulai dari pendidikan-pembelajaran, penerbitan-percetakan, perlombaan. "Forum KKG dan MGMP harus menjadi wadah meningkatkan profesionalisme guru baik secara kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, maupun profesional. Khususnya pada aspek pengembangan diri dan pengembangan keprofesian berkelanjutan," papar penulis buku Sing Penting NUlis Terus tersebut.


Pihaknya juga siap mendampingi Forum KKG dan MGMP di NTT dalam melakukan pendidikan dan pelatihan. Mulai dari diklat karya tulis jurnalistik, diklat karya tulis ilmiah, diklat karya sastra dan diklat karya digital.


"Sesuai yang sudah ada pada form rencana tindak lanjut, segera lakukan analisis SWOT potensi dan sumber daya yang ada untuk menerapkan gerakan literasi madrasah di daerah 3T. Saya yakin akan berbeda. Sekali lagi, tidak semua konsep atau program literasi yang saya sampaikan ini dapat diterapkan. Maka harus menyesuaikan dengan local knowledge (pengetahuan lokal), local genius (kecerdasan lokal), dan local wisdom (kearifan lokal) di masing-masing madrasah," kata penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.


Inti dari literasi, kata dia, harus melakukan tiga pilar. "Kalau menurut Phoenix, ada tiga pilar literasi yaitu membaca, menulis dan mengarsipkan. Sudah saatnya madrasah di NTT ini menjadi pelopor literasi," beber dia. (HG99).


Lasem, Harianguru.com - Dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) yang dihadiri oleh ketua LP Ma'arif dan jajarannya, kepala MANU, SMKNU Lasem beserta anggota yang terdiri dari guru atau karyawan.


Nur Hasan Ketua Ma'arif NU Lasem dengan sambutan yang luar biasa yang menginginkan agar guru dan karyawan dapat mengamalkan apa yang didapat pada acara literasi ini dan ada pantauan dari Ma'arif Jateng, Sabtu (7/11/2020).

Acara ini di gelar sehari dengan nara sumber yang masih muda dan berkompeten dibidangnya bersama Hamidulloh Ibda (Penulis, koordinator GLM LP Ma'arif PWNU Jateng), Eko Sam (cerpenis, Editor Maarifnujateng.or.id) dan Miftakhul Khoiri (Youtuber, content creator, LP Ma'arif PWNU Jateng).

Semua peserta antusias mengikuti acara literasi sampai kelar. Menurut salah satu peserta acara literasi ini, acara ini sangat bagus sekali agar guru dan karyawan melek terhadap literasi. (HG99/HS).


Semarang, Harianguru.com
–  Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan Webinar International dengan tema "Islamic Perspective on Psychopathology in the Era  of Disruption yang bertempat di ICT Kampus III UIN Walisongo Semarang pada  Kamis (5/11/2020).

Webinar International ini, diselenggarakan FPK UIN Walisongo bekerjasama dengan: International Institute of Islamic Thought (IIIT), Asosiasi Psikologi Islam (API), dan Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I). Acara ini menghadirkan para pakar praktisi psikopatologi, yaitu Hanan Dover, M.Psych, MA Hons - Clinical and Forensic Psychologist, Psychentral, Sydney-Australia, Dr. Nada Ibrahim - Center for Islamic Thought and Education, UniSA Education Futures, University of South Australia, Olga Pavlova, Ph.D. - Moscow State University of Psychology and Education, Moscow- Russian Federation, Dr. Ahmad Gimmy Prathama Siswadi, M.Si - Islamic Psychology Association (API).


Dekan FPK Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi  atas terselenggaranya acara ini. "Tema yang diangkat sangat kekinian dan berusaha menjawab berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat kontemporer; era disruptif  melahirkan berbagai problem psikologis, seperti stress berkepanjangan, disorientasi, suka marah, dan merasa teraliniasi yang terkadang akumulasi penyakit kesehatan mental ini melahirkan disorder sosial. Sementara menghadirkan prespektif Islam dalam Psikopatologi diyakini, dapat memecahkan berbagai problem masyarakat modern. Sebab Islam akan mengembalikan seseorang untuk mengenali dirinya sendiri, menghadirkan kekuatan keimanan pada Allah Swt., yang menuntun seseorang mengoptimalkan seluruh fungsi akal, hati, dan perilaku secara berimbang dan beriringan,” katanya.


Di samping itu, Prof. Syamsul menyampaikan bahwa salah satu tujuan webinar internasional ini adalah sebagai upaya untuk mendukung pembaharuan fokus dan scope Jurnal Psikohumaniora. Sebelumnya, jurnal Psikohumaniora menerbitkan artikel-artikel penelitian dalam bidang psikologi secara umum, mulai awal tahun 2021 Jurnal Psikohumaniora hanya akan menerbitkan artikel penelitian lapangan tentang kesehatan jiwa, berdasarkan kajian empiris di bidang psikologi dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Saya yakin, acara ini bisa dijadikan kesempatan yang baik untuk memperkuat Jurnal Psikohumaniora menjadi jurnal bereputasi Internasional dan terndiks Scopus dan WoS.


Dr. Baidi Bukhari, selaku Pimred Psikohumaniora secara khusus menyatakan sangat berterimaksih pada semua pihak; terutama kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang telah mentapkan Jurnal Psikohumaniora sebagai salah satu penerima bantuan peningkatan kualitas jurnal bereputasi internasional tahun anggaran 2020. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan dan seluruh sivitas akademika UIN Walisongo, Editorial Board, editor, reviewer, para penulis, International Institute of Islamic Thought (IIIT) Perwakilan Indonesia, Asosiasi Psikologi Islam (API) Pusat, dan Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) Pusat, dan panitia yang telah mensukseskan kegiatan seminar ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Rektor UIN Walisongo dalam Keynote Speechnya merasa senang atas dukungan dan antusiasme Webinar ini yang telah menarik hampir 1.000 peserta dari seluruh dunia, Asia, Eropa, Amerika Serikat, hingga Afrika. Minat dan partisipasi Anda dalam webinar ini akan menjadi kontribusi untuk memperkaya ide tentang bagaimana Islam memandang kesehatan mental dan psikopatologi. Sebagaimana diketahui sudut pandang dalam psikologi dari perspektif Islam, bahwa sebagai manusia, kita secara alami tertarik untuk mencari tahu siapa kita, apa sifatnya, dan bagaimana kita dapat meningkatkan diri kita sendiri untuk mencapai kesehatan mental yang baik.


“Saya mungkin berkata, pikiran yang damai, adalah kunci kesehatan mental. Sebagai Muslim, kami menemukan jawaban atas semua pertanyaan tentang kehidupan di dalam Alquran dan contoh Nabi Muhammad. Psikolog juga ditujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi dengan pendekatan, penelitian dan teori yang lebih ilmiah. Islam memandang psikologi sebagai studi tentang jiwa dan semua aspeknya: perilaku emosional, dan proses mental, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Gagasan ini didasarkan pada kenyataan bahwa jiwa adalah elemen dasar, dan entitas kehidupan itu sendiri. Islam menambahkan pengertian jiwa sebagai "jiwa" manusia yang memiliki esensi spiritual dan metafisik. Itu adalah fitrah setiap jiwa manusia, untuk dihubungkan dengan sumbernya, Sang Pencipta, Allah Yang Esa dan satu-satunya,” katanya.


Dijelaskannya, hubungan antara jiwa dan Allah itu seperti makanan, air untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, jiwa akan menderita kecemasan, depresi, dan keputusasaan. Ini adalah bagaimana Islam memandang psikopatologi. Ini adalah penyakit di dalam jiwa, bukan hanya dipikiran. Jiwa telah kehilangan makanannya, jauh dari unsur vitalnya, merindukan Allah. Setiap jiwa menuntut untuk terhubung dengan Allah, jadi setelah diabaikan, jiwa terus menjadi tidak lengkap, kehilangan pegangan.


Webinar ini harus diperhatikan tidak hanya dari sudut psikologi Islam dari pandangan tetapi baik dari pandangan psikologi yang lebih luas. Masalah mental kesehatan telah menjadi perhatian global yang diupayakan setiap orang untuk keberlanjutannya. Itu dikonfirmasi secara global seperti yang dinyatakan dalam tujuan ketiga tentang Pembangunan Berkelanjutan Tujuan (SDGs): untuk memastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua usia melalui pencegahan, pengobatan, dan untuk meningkatkan kesehatan mental.


“Saya sangat berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan mental masyarakat. Kesadaran global tentang kesehatan mental akan mendapatkan faktor pelindung menentukan kesejahteraan manusia, melawan risiko psikopatologi yang muncul. Itu Perlu dipahami, bahwa kesehatan mental adalah tanggung jawab setiap orang. Di sini, di UIN Walisongo, kami berkomitmen untuk menghormati batasan, keberadaan toleransi dan memelihara lingkungan yang damai. Kami menghargai kebutuhan setiap orang hidup di lingkungan yang damai, menyediakan sistem pendukung untuk meningkatkan mental kesehatan, psikologis dan spiritual,” lanjutnya. (HG33).


Sukoharjo, Harianguru.com – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr KH Syamsul Ma’arif, M.Ag., didapuk Bidang PENAISZAWA Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dalam Penguatan Kompetensi Penceramahan Agama di Jawa Tengah, Jumat (23/10/2020) di Hotel Syariah, Karatusara, Kabupaten Sukoharjo.


Prof Syamsul menyampaikan materi bertajuk Gerakan Terorisme Dunia & Upaya Penanggulangan Di Jateng. “Terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan, kejahatan luar biasa, dan kejahatan lintas Negara. Terorisme merupakan ancaman bagi keselamatan Negara dan Bangsa Indonesia. Terbukti dengan rangkaian peristiwa sejak bom bunuh diri di Bali taahun 2002 hingga terkuaknya jaringan radikal – teror baru. Upaya penanggulangan terorisme yang paling efektif dilakukan adalah memberdayakan sumber daya nasional, serta berporos pada kemitraan yang efektif antara Negara dan warga masyarakat,” tegasnya.


Kemajuan teknologi digital, lanjutnya, telah dimanfaatkan secara maksimal dalam program pendidikan teroris, propaganda dan perekrutan anggota baru dan penggalangan dana. 


Maka dari itu, Dekan FPK UIN Walisongo itu juga menegaskan pencermah agar memperkuat moderatisme, menanunggulangi penyebaran ajaran radikalisme di tengah masyarakat, dengan cara mensosialisasikan tipologi gerakan radikalisme. “Penceramah harus menarasikan damai, membangun harmoni, dan peduli pada kemanusiaan,” tegasnya.


Pihaknya juga mengenalkan FKPT sebagai organisasi yang dibentuk BNPT yang bertugas menanggulangi terorisme maupun radikalisme. "Sesuai Peraturan BNPT, No. 3 Tahun 2019 Tentang Pedoman Umum FKPT di Daerah, Pasal 1 FKPT adalah organisasi yang dibentuk oleh BNPT di tingkat Daerah sebagai mitra strategis BNPT dalam melaksanakan tugas kordinasi pencegahan terorisme di daerah,” lanjutnya.


Pencegahan tindak pidana terorisme, menurut Prof Syamsul adalah upaya mencegah terjadinya tindak pidana terorisme melalui kesiapsiagaan, kontra radikalisme, dan deradikalisasi.

Hal itu wajib diketahui penceramah di Jawa Tengah, karena menurut Guru Besar UIN Walisongo tersebut, saat ini aksi terorisme sudah disebar melalui cara-cara baru. “Dunia maya, internet, media sosial, adalah cara baru dalam perekrutan anggota kelompok radikal dan teroris. Ide-ide radikal yang berasal dari jaringan teroris, disebarkan secara massif via internet dan/atau media sosial,” bebernya.


Sedangkan cara lama, proses dan pola rekruitmen teroris yaitu melalui tiga hal. Pertama, melalui pengajian umum yang menyebarkan kebencian terhadap kelompok yang dianggap sebagai kafir dan atau thogut. Kedua, ada baiat atau janji setia pada kelompok radikal. Ketiga, ada pertemuan atau pengajian khusus bagi orang-orang yang mulai tertarik pad ide radikalisme.


Untuk membendung hal itu, Prof Syamsul dalam materinya memberikan beberapa solusi. Pertama, Tindakan pencegahan, yaitu mencermati dan mengikuti secara aktif perkembanan yang terjadi di lingkungan sosial sekitarnya sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan dan ancaman terorisme.


Kedua, tindakan persuasif. “Merangkul dan melibatkan individu, keluarga, dan kelompok masyarakat pelaku terror dan pendukung serta simpatisannya dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk resosialisasi dan reintegrasi,” lanjutnya.


Ketiga, Tindakan intervensi, yaitu masyarakat bersama-sama dengan aparat menghentikan kegiatan atau tempat yang dijadikan pembibitan, penyebaran ajaran radikalisme dan pelatihan teroris.


Keempat, tindakan nyata. “Membuat rencana untuk menghadapi situasi darurat. Membiasakan diri untuk menghadapi situasi darurat dan penyelamatan diri, Mencatat dan mengetahui nomor-nomor penting yang bias dihubungi dalam menghadapi situasi genting, seperti kerabat, sahabat, ketua RT, ketua RW, Kepala Desa, Kepolisian, Rumah Sakit,Pemadam Kebakaran, dan PLN terdekat,” paparnya.

Hal itu tentu dibutuhkan peran penceramah agama di Jawa Tengah. Mereka harus dapat menjadi agen dalam pencegahan terorisme. (HG10)


Semarang, Harianguru.com – Program Madrasah/Sekolah Inklusi LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah yang dilaksanakan di sejumlah tempat mendapat apresiasi di kancah nasional. Hal itu terungkap dalam pemuatan beberapa foto kegiatan siswa/guru Ma’arif di Majalah United Nations Comprehensive Response to COVID-19 Saving Lives, Protecting Societies, Recovering Better edisi September 2020. Majalah itu resmi diunggah melalui laman unsdg.un.org.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng R. Andi Irawan mengapresiasi berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan inklusi di Jawa Tengah sehingga PBB memilih aktivitas madrasah inklusi Ma’arif di kancah global. Hal itu diungkapkannya dalam rapat Pengurus Harian LP Ma’arif PWNU Jateng pada Jumat malam (2/10/2020).

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani mengatakan bahwa pemilihan foto itu bukan rekomendasi UNICEF, melainkan langsung dari PBB.


Menurut Fakhrudin, dua siswa itu adalah Syaiful (Iful) dan Millah yang muncul di laporan global PBB, pada halaman 36 dan 62. Laporan itu bukan publikasi UNICEF, dan foto-foto kegiatan siswa dan guru Madrasah Inklusi khususnya MI Ma’arif Keji Kabupaten Semarang dan MI Ma'arif Ciberem Banyumas sudah digunakan utk publikasi resmi PBB.

Syaiful adalah siswa MI Ma'arif Ciberem Banyumas dan Millah merupakan siswi MI Ma'arif Keji Kabupaten Semarang.

Pada halaman 36, ditulis “Syaiful, 12 tahun, seorang anak dengan gangguan fisik, studi dengan gurunya Fatikhatus di Banyumas, Jawa Tengah”.

Sementara pada halaman 62, Millah ditulis “Gadis berusia dua belas tahun dengan seorang disabilitas intelektual menerima panggilan video darinya guru saat belajar di rumah di Ungaran, Jawa Tengah.”

Selain masuk di laporan global PBB, kegiatan inklusi LP Ma'arif Jawa Tengah di beberapa madrasah juga dimuat di media resmi Unicef yaitu unicef.org. Pertama bertajuk "Shades in the Crayon Box: The Stories of Kevin and Syaiful". Kedua bertajuk "Keberagaman adalah Sumber Belajar: Kisah Atika". Ketiga bertajuk "Mendaki Puncak Dunia: Kisah Millah".

Pihaknya mengapresiasi terpilihnya foto kegiatan itu karena tanpa disadari dan direkomendasi, dalam laporan PBB ditulis dan dijadikan sebagai laporan global. Hal ini merupakan hal luar biasa untuk memajukan pendidikan inklusi di Jawa Tengah dan umumnya di Indonesia. (*)


Surakarta, Harianguru.com - Bertempat di Hotel Sunan  Surakarta, Kabid Perempuan dan Anak Forum Koordinator Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah  Dra.Atiek Surniati.S,M.Si., mewakili Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma’arif pada hari  Jumat, (2/10/2020). 

Dalam kegiatan " Silaturahim Kebangsaan dalam Rangka Pencegahan Paham Radikalisme Terorisme " bersama Forkopimda, Toga, Toma di Prov.Jawa Tengah itu diikuti peserta berjumlah 60 orang. Kegiatan itu guna untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Hadir secara virtual Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, lalu hadir di lokasi Walikota Surakarta diwakili Asisten Pemerintahan, Bupati Karang Anyar, jajaran Forkopimda Surakarta, Toga dan Toma dari pondok pesantren, Kesbangpol, dan perwakilan FKPT Jawa Tengah.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan doa, laporan penyelenggara oleh Kol.Sujatmiko, dan pengaraham Gubernur Jawa Tengah secara virtual dengan beberapa penekanan. Menurut Gubernur Jateng, melihat kondisi saat ini dalam upaya menangkal radikalisme, perlu kerja keras semua elemen bangsa untuk menunjukkan kepada mereka, mengajak membaca sejarah apabila ada orang yang ingin mengganti Pancasila secara radikal dengan Ideologi lain berarti mereka tdk memahami terbentuknya negara ini.

“Mari membuat gerakan gerakan dan terlibat langsung dalam menangkal radikalisme. Menggiring anak muda untuk berprestasi , berkegiatan yang dapat menciptakan semangat toleransi, semangat kebersamaan, untuk menyentuh rasa keadilan dan mendorong agar membuat dan menjadi anak  muda yang memiliki narasi  yang baik,” kata Ganjar Pranowo.

Sementara pengarahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, pihaknya mengingatkan bahwa tugas BNPT, tidak dapat dikerjakan sendiri tanpa ada dukungan dari semua elemen, membangun kesiap siagaan dari semua golongan, agar dapat mengeliminir gerakan yang ada, yang bisa tertangani secara masif, bisa dihindari dan tidak ada ruang dari pihak-pihak yang dapat berdampak buruk. “Radikalisme Intoleransi dan lainnya harus dihabisi dengan radikal yang lebih kuat yaitu semangat, strategi kita kuatkan dengan nilai nilai kebangsaan,” tegasnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan berjalan lancar berakhir pada pukul 17.00 WIB. (*)


Semarang, Harianguru.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema "Bersama Pengawas Sekolah Penggerak Ma'arif Hebat Nusantara Kuat" yang bertempat di Hotel Muria Semarang (26/09/2020).


Acara yang mengundang pengawas sekolah ini, dihadiri oleh KH. Muhammad Muzamil selaku Ketua PWNU Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau meminta para peserta untuk ikut berkhidmat mengawal sekolah yang di bawah koordinasi Ma'arif PWNU Jateng.


Selain itu beliau juga menambahi bahwa "Membantu NU tidak harus menjadi pengurus di NU. Tapi bisa berkhidmat melalui sekolah-sekolah yang di bawah naungan Ma'arif NU Jateng.


Di lain kesempatan, Wakil Ketua LP. Ma'arif PWNU Jateng sambutannya menuturkan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan sistem serta kualitas sekolah Ma'arifyang hingga kini berjumlah 321 sekolah.


Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan diskusi soal sistem sekolah yang diisi oleh beberapa narasumber seperti Dr. H. Fauzi M.Ag selaku ketua LP Ma'arif NU Banyumas, Ibnu Darmawan M.Pd. selaku ketua LP Ma'arif NU Kendal, serta Drs. Agus Mujiono, M.Ed selaku Tim Pengembang Ma'arif Jateng


Salah satu yang akan di bahas dalam acara ini adalah soal "managemen Pengelolaan Sekolah Ma'arif" yang menyangkut bagaimana seharusnya sekolah Ma'arif dapat mengelola lembaganya dengan baik.


Harapannya setelah acara ini, dapat terbentuk model pengelolaan sekolah Ma'arif di bawah LP Ma'arif PWNU Jateng. Sehingga sekolah Ma'arif dapat menjadi lebih baik dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat. (HG11/Aklis).


Temanggung, Harianguru.com - Sebagai perguruan tinggi di Kabupaten Temanggung, STAINU dan AKPER Alkautsar siap mewujudkan Temanggung Gandem untuk peradaban. Hal itu terungkap dalam Studium Generale yang digelar pada Selasa (22/9/2020) bertajuk "Sinergi STAINU AKPER Alkautsar dalam Mewujudkan Temanggung Gandem untuk Peradaban" yang juga disiarkan langsung lewat virtual di Youtube STAINU Temanggung Channel.


Hadir Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi MM, Direktur AKPER Alkautsar Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners, M.Kep, Ketua YAPTINU Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., dan jajarannya, Ketua Tim Alih Kelola AKPER Alkautsar Drs. KH. Mansyur Asnawi, M.S.I., pejabat STAINU dan AKPER Alkautsar dan perwakilan mahasiswa-mahasiswi STAINU dan AKPER Alkautsar.

Selain itu hadir pula Ketua KBIHU Babussalam NU H Rochmadi, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichadl, dan Sekretaris Komisi C DPRD Jateng M Hendri Wicaksono, serta tamu undangan yang lain.

Hadir Bupati Temanggung yang diwakili Sekda Drs. Hary Agung Prabowo. M.M., Anggota DPD/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH., dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung KH.Ahmad Mukhdzir, S.Ag., M.M., yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu yang dipandu moderator Dr. Sugi, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Sekda Temanggung Drs. Hary Agung Prabowo. M.M., menjelaskan banyak hal. "Tema ini sangat menarik dan bagus karena mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Temanggung yang memang mengusung Temanggung Gandem," tegasnya.

Ia juga mengatakan, di musim pandemi atau era new normal ini, dampak riil bagi masyarakat Temanggung adalah adanya penurunan sektor ekonomi. "Pada tahun 2021 kita fokus pada pemulihan ekonomi," bebernya.

Pendapatan kita secara global, lanjutnya, yaitu 1,7 T yang akan digulirkan ke dalam berbagai program untuk mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Temanggung. "Kita ada banyak program, salah satunya menggulirkan dana perekonomian secara cepat," lanjutnya.

Melalui Studium Generale itu, Sekda juga menjelaskan beberapa program Pemkab Temanggung yang dapat didukung STAINU maupun AKPER Alkautsar.

Anggota DPD/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH., saat menyampaikan materinya diawali dengan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Studium Generale tersebut. "Kami mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Kami juga mengucapkan apresiasi atas bergabungnya AKPER di bawah YAPTINU yang mengelela STAINU juga sebagai wadah potensial," katanya.

Ia menjelaskan perjalanan karir dan pendidikannya dari Temanggung. "Fokus kerja kami di ranah legislatif adalah membuat regulasi dalam hal ini di tingkat pusat. Kami juga melakukan pengawasan penggaran di tingkat pusat," katanya.

Istri Wakil Bupati Temanggung itu juga menjelaskan fokus kerja yang dilakukan baik sebagai DPD maupun MPR RI. "Kalau MPR itu anggotanya adalah anggota DPR RI dari partai politik, serta anggota DPD RI perwakilan provinsi masing-masing," lanjutnya.

Menyingung era new normal, pihaknya menegaskan dua hal yang saat ini menjadi prioritas. "Dua hal yang penting gara-gara covid ini adalah sektor kesehatan dan ekonomi. Kita bisa bertahan secara ekonomi dan tidak terjangkit penyakit. Maka kami mengajak semua pihak untuk keluar dan mengakhiri pandemi ini. Kuncinya disiplin dengan menjaga protokol kesehatan dan menjaga kesehatan," lanjutnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung KH. Ahmad Mukhdzir, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa Kementerian Agama mempunyai tugas menyiapkan generasi salih, baik individual maupun sosial. "Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dalam menyelesaikan problem sosial," katanya.

Selain salih, lanjut dia, kita juga harus moderat. "Kita sekarang dihadapkan dengan kutub Islam radikalis dan kutub Islam moderat. Maka di era sekarang, kita harus aktif dalam dakwah di media sosial, karena saat ini penyebaran radikalisme sudah bergeser melalui media sosial," tegas Ketua PCNU Purbalingga tersebut.

Pihaknya dalam kesempatan itu mengajak STAINU dan AKPER Alkautsar karena sudah jelas di bawah Nahdlatul Ulama untuk menyebarkan moderasi beragama. "Islam wasatiyah adalah model yang harus kita dakwahkan karena itu menjadi core model dari ulama kita," tegas dia.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Para pemateri juga menjawab pertanyaan lewat channel Youtube STAINU Temanggung Channel. (Hg12/Ibda).


Temanggung, Harianguru.com - Kegiatan Gebyar Muharam diselenggarakan dalam rangka peringatan pergantian tahun Islam. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung oleh Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (BADKO TPQ) pada Kamis (17/09/2020).


Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Temanggung yang diwakili oleh Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan, serta tamu undangan dari berbagai unsur.


"Kegiatan seperti ini harus tetap berjalan. Sebagai ajang kreativitas dan penguatan ilmu untuk menambah atau mengasah kompetensi" kata Tri Raharjo dalam sambutannya.


Sambungnya, lomba-lomba ini tentunya sebagai media mengembangkan pembelajaran. Mencari hal yang inovatif dan kreatif demi kemajuan pembelajaran di tingkat TPQ.


H. Mahsun selaku Ketua BADKO TPQ Kabupaten Temanggung menyatakan kreativitas dan inovasi dari masing-masing peserta menjadi ujung tombak dalam peningkatan mutu pembelajaran di tingkat TPQ. Apalagi disaat seperti ini, munculnya pandemi Covid-19 membuat semuanya harus berinovasi agar pembelajaran di TPQ tetap berlanjut.


"Munculnya Covid-19 ini membuat semuanya harus beradaptasi. Agar pendidikan di TPQ tetap berlanjut" katanya.


Lanjutnya, keberlanjutan hal tersebut juga harus didampingi dengan kemampuan menggunakan teknologi. Berawal dari lomba-lomba ini sebagai awal untuk mengoptimalkan teknologi yang ada jangan sampai ketinggalan memahami teknologi.


Dengan lomba yang ada tentunya selain mengenalkan teknologi juga memberi semangat kepada ustadz dan ustadzah serta santri untuk tetap semangat melaksanakan proses pendidikan, tandasnya.


"Dari lomba-lomba yang telah dilaksanakan telah diperoleh juara yang terdiri dua kategori" tegasnya.


Lanjutnya, kategori yang pertama adalah lomba inovasi pembelajaran inovasi ustadz/ustadzah. Kategori tersebut diambil 3 juara. Juara 1 Dahroni perwakilan Badko TPQ Jumo dengan total nilai 246. Juara 2 Kun Khayati dari perwakilan Badko TPQ Gemawang dengan total nilai 241. Juara 3 Hanif Fakhiratul Muna perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 237.


Sambungnya, untuk kategori kreasi santri Juara 1 Dina Aulia Noviyanti perwakilan Badko TPQ Tembarak dengan total 238. Juara 2 Nida Aulia Ramadhani perwakilan Badko TPQ Ngadirejo dengan total nilai 237. Juara 3 Rifqi Umayah perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 233


Bukan hanya pengumuman kejuaraan saja dalam rangkaian Gebyar Muharam ini. Namun juga ada launching buku bahan ajar untuk seluruh TPQ di Kabupaten Temanggung. Tujuannya sebagai pedoman dalam pengajaran di TPQ masing-masing. 


"Di kesempatan ini juga ada launching buku bahan ajar bagi pendidik di seluruh TPQ" pungkas pria itu.


Buku bahan ajar TPQ itu secara simbolis dilaunching Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan yang mewakili Bupati Temanggung yang diberikan kepada Ketua Badko TPQ Kabupaten Temanggung H. Mahsun.


"Semoga buku bahan ajar ini bermanfaat tidak hanya satu periode, tapi untuk selamanya," ujar Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan tersebut saat melaunching buku. (Hg19).


Semarang, Harianguru.com - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan ( PBAK) Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK)

UIN Walisongo Semarang tahun 2020 mengangkat tema "Harmoni Moderasi Beragama sebagai Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan" yang dilaksanakan secara daring sebagai langkah cerdas mensikapi pandemi covid-19 pada Rabu (9/9/2020).

Dijelaskan Dekan FPK UIN Walisongo Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag., bahwa PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan dapat menjadi momen sekaligus katalis mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kegiatan perkuliahan dan kehidupan kampus di FPK.

Pihaknya mengajak mahasiswa baru lewat forum yang dilaksanakan secara daring itu, agar mahasiswa mengenali dulu tentang apa-apa saja yang berkaitan dengan studi. "Kenali dulu hal-hal yang berhubungan dengan studi. Rasulullah Saw., bersabda 'lihatlah tetangga/lingkungan sekitar kita dulu, sebelum (membangun/mencari) rumah.."(H.R.ak-Khothib)," jelasnya.

Dalam menginjakkan kaki di perguruan tinggi menjadi gerbang kesuksesan dalam studi dan meraih mimpi-mimpi. "Saatnya mahasiswa mandiri dan belajar dan belajar," tegas guru besar UIN Walisongo tersebut.

Mahasiswa sebagai Agent of Change, menurut Prof Syamsul harus melakukan tiga hal. "Pertama transformsi personal, kedua transformasi intelektual, dan ketiga transformasi kultural," lanjutnya.

Hal itu menurutnya, dilandasi prinsip "Innallaha la yughaiyyuru ma biqumin hatta yughayyiru ma bianfusihim."

Di fakultas ya dipimpinnya, Prof Syamsul menegaskan bahwa FPK menjadi kawah condrodimuko. "Maka kita harus memperkuat tri etika kampus, yaitu diniyah, ilmiah dan ukhuwah, membentuk generasi unggul berwawasan moderat dan siap memperkuat NKRI," paparnya.

Untuk itu, mahasiswa sudah saatnya berkenalan dengan berbagai pemikir dan para tokoh Barat dan Timur, sebut saja Al-Ghzali, al-Tabari, Ki Hadjar Dewantara. 

"Tokoh gizi seperti Ibnu Sayyar al-Waraq, Maryam Jamaludden dan yang lain," tandasnya.

FPK, menurutnya, mengarah pada psikolog dan nutritionist profesional. "Psikologi akan mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sedangkan dalam bidang gizi, dapat mengkaji studi tentang gizi dan penggunaan diet khusus untuk mencegah dan mengobati penyakit," ujarnya.

Kegiatan PBAK FPK UIN Walisongo itu merupakan bagian dari pengenalan dunia akademik, khususnya dalam mendalami bidang psikologi dan kesehatan. (Hg99).


Semarang, Harianguru.com - Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyiapkan riset dengan langkah adanya coaching penelitian tangkal terorisme di Jawa Tengah. Sesuai rencana, kegiatan itu akan bertempat di kantor PWNU Jawa Tengah. Hal itu merupakan wujud bentuk langkah riil dalam membendung terorisme di Jawa Tengah.

Hal itu terungkap dalam rapat persiapan kegiatan FKPT Jateng Bidang Penelitian di Waroeng Steak and Shake Ngaliyan, Semarang, Rabu sore (2/9/2020).

"Kerangka riset ke depan, diawali dengan coaching. Ke depan harus jelas tujuannya, fokus masalahnya, dan wawasan risetnya. Jangan sampai nanti sudah jalan terjadi empty teory, empty methodology," kata Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag.

Hal tersebut menurut guru besar UIN Walisongo itu mendesak, dan harus ada pemikiran dan gerakan alternatif. "Jadi bisa diawali dengan preparing, coaching, juga penguatan metodologi secara holistik," tegasnya.

Selain Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag., hadir juga jajaran pengurus lainnya, Sekretaris H. Iman Fadhilah, Kabid Penelitian Sukendar, Kabid Pemuda dan Pendidikan Joko Prihatmoko, Kabid Media Massa, Hukum, dan Ekonomi Hamidulloh Ibda, staf administrasi dan umum Ahmad Rouf.

"Besuk Sabtu 5 September 2020, akan dilakukan coaching yang akan diikuti 20 orang dari enam kabupaten/kota di Jawa Tengah. Enam daerah itu dari Tegal, Solo, Semarang, Demak, Magelang dan Semarang," kata Koordinator Penelitian, Siti Maemunah MSI.

Kegiatan itu juga menjadi bagian FKPT Jateng dalam menguatkan riset tentang tangkal terorisme di Jawa Tengah. Selain membahas persiapan coaching, juga dilakukan laporan perbidang termasuk perkembangan perlombaan di BNPT. (Hg17/Ibda).

Wiradesa, Harianguru.com - Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan literasi dalam dunia pendidikan, SMP Islam Al Bayan Wiradesa Pekalongan menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Media Digital pada Selasa (18/8/2020), peserta terdiri dari pelatihan tersebut meliputi guru SMP Islam Al Bayan, siswa-siswi SMP Islam Al Bayan dan mahasiswa-mahasiswi PPL IAIN Pekalongan. Adapun pematerinya merupakan Tim Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jateng yakni bapak Hamidulloh Ibda dan bapak Miftakhul Khoiri.


Dalam penjelasannya, dapat dirangkum beberapa hal penting megenai berita. Meliputi beberapa jenis berita, penyusunan berita dan yang paling menarik kita harus tahu perbedaan antara berita dan artikel sehingga dalam penyusuannya tidak keliru. "Berita harus natural (origin) tidak boleh berdasarkan opini yang tidak jelas atau tidak diketahui sumbernya dalam kata lain harus objektif," ujar Ibda.

Sesuai dengan tujuan pelatihan literasi ini, bapak Hamidullah Ibda menuturkan, "Kita harus terus menulis karena dengan menulis kita bisa menjadi besar". Di sini beliau dengan lugas memberikan motivasi dan inspirasi bahwa dengan menulis serta melek literasi kita dapat meraih banyak prestasi yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. (Hg11/Rina Setya Pambudi).

Pekalongan, Harianguru.com - Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media Selasa (18/8/2020) sampai Rabu (19/8/2020) di SMP Islam Albayan Wiradesa, Pelalongan diikuti oleh Guru SD, SMP, SMA Islam Al Bayan serta Mahasiswa PPL IAIN Pekalongan. 


Pelatihan ini bertempat di ruang kelas SMA Islam al Bayan. Dalam menghadapi masa pandemi covid-19 Kepsek SMP Islam Albayan bertujuan agar guru terbiasa dengan kegiatan dalam jaringan dalam memberikan tugas kepada siswa.

Diadakannya kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menjadikan guru-guru di SMP islam Albayan agar menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan karya videografis dan jurnalistik

Kegiatan Pelatihan ini di mentori oleh Koordinator GLM Bapak Hamidulloh Ibda kelahiran Pati dan Bapak Muhammad Khoiri dari Grobogan perwakilan dari LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah. (HG88/Nurul Falah).

Temanggung, Harianguru.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan dan di bidang akademik pendidikan Islam, sekaligus merespon era normal baru (new normal), AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 untuk pelajar MA/SMA/SMK se Indonesia.

“Lomba ini, bagi kami merupakan lomba pertama kali yang berhadiah kuliah. Sebab, selain hadiah uang tunai, para pemenang dan finalis akan berkesempatan kuliah di AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung, kata Ketua Panitia  Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda lewat siaran pers pada Sabtu (15/8/2020).

Pihaknya mengajak untuk pelajar kelas XII MA/SMA/SMK se Indonesia untuk berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 yang digelar AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung. “Total hadiah Rp 9.500.000 dan beasiswa kuliah,” kata Kaprodi PGMI STAINU Temanggung itu.

Tema lomba ini adalah “Inovasi Kaum Milenial di Era New Normal”. Ada empat ruang lingkup tema (focus dan scope) yaitu pertama, 4 (empat) Pilar Kebangsaan. Kedua, kesehatan / edukasi kesehatan. Ketiga, pendidikan dan pembelajaran. Keempat, seni, budaya, tradisi dan sejarah. Kelima, keagamaan, sosial, dan ekonomi. Keenam, hukum dan politik. Kedelapan, teknologi, informasi, komunikasi

Bagi yang berhasil lolos dan menang, maka akan diberi penghargaan. Pemenang LKTI 2020 akan mendapatkan seritifikat, uang pembinaan, beasiswa kuliah dengan rincian Juara 1: Rp. 2.500.000 + Beasiswa kuliah, Juara 2: Rp. 2.000.000 + Beasiswa kuliah, Juara 3: Rp. 1.500.000 + Beasiswa kuliah, dan Nominator  1 - 7: Rp.   500.000 + Beasiswa kuliah.

“Penentuan penghargaan ini ada catatannya. Pertama, aemua juara 1-3, juara nomoniator 1-7 mendapatkan beasiswa kuliah di AKPER Alkautsar NU / STAINU Temanggung (hanya berlaku 1 orang jika berkelompok). Kedua, beasiswa kuliah hanya diberikan ketika peserta mendaftar kuliah di AKPER Alkautsar NU / STAINU Temanggung. Ketiga, pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Ibda yang pernah menjadi Juara I Lomba Artikel Kemdikbud tahun 2018 tersebut.

Dewan juri dalam LTKI 2020 tingkat nasional ini juga beragam. Pertama, untuk aspek isi/substansi/konten adalah Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq dan Anggota DPD RI/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH.

Kedua, aspek bahasa dan kebaruan ide/novelty yaitu Direktur AKPER Alkautsar NU Temanggung Tri Suraning W., S.Kep.Ns., M.Kep. Ketiga, aspek metodologi dan tata tulis yaitu Sekretaris YAPTINU Dr. Sugi, S.Pd., M.Pd., dan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, M.M.

Semua informasi dapat dilihat di tautan penting yaitu untuk pendaftaran dan pengiriman naskah KTI bit.ly/daftardanuploadkaryalktinakperstainu2020, panduan LKTI https://bit.ly/panduanlktinakperstainu2020, dan template naskah KTI https://bit.ly/templatelktinakperstainu2020.

Tahapan lomba, yaitu untuk pengiriman naskah 15 Juli – 15 Desember 2020, seleksi administrasi 1 Desember – 10 Desember 2020, penilaian oleh tim juri 10 Desember– 25 Desember 2020, pengumuman pemenang 30 Desember 2020, dan penyerahan hadiah pada awal Januari 2021.

Semua informasi dapat ditanyakan langsung kepada Hamidulloh Ibda 08562674799 atau melalui website akperalkautsar.ac.id dan stainutmg.ac.id. (*)


Banjarnegara, Harianguru.com -  YPP Al Fatah Banjarnegara menyambut  para santri   yang  mulai hari ini  secara bergiliran memasuki  pondok pesantern   yang di lakukan secara  bertahab  sampai tanggal  30 Juli 2020. Kedatangan  santri  di mulai hari ini  27 Juli  2020  di mulai dari santri Diniyah  putra dan Diniyah  putri  kemudian di susul  santri MTS   putera  dan  puteri hari berikutnya,  Kemudian  MA  putrera dan  puteri   serta  SMK Putera dan Puteri  , Kedatangan yang di lakukan cecara  bergelombang ini   terkait  dan  persiapan   pesantern  terutama    dengan  prosedur  dari  Tim Gugus  Covid 19  PP Al Fatah  Banjarnegara   yang  menjadwalkan  santri   yang datang secara  bersama  sama harus  sudah  memenuhi protokol kesehatan   yang di tetapkan   di lingkungan  pondok pesantren .

Tim Gugus Covid 19 YPP Al Fatah  Banjarnegara Yang di ketuai  Gus Makmun Arif  menggandeng Rumah Sakit  Islam  Banjarnegara dan  Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara   dalam  pelaksanaan  menyambut  kedatangan para santri   sehingga  para santri yang datang  benar benar  sudah  memenuhi prosedur kesehatan. Pesantren Juga  menyediakan ruang  karantina  yang secara  khusus  di persiapkan   untuk  para santri  untuk  melakukan ioslasi mandiri   selama  14 hari sebelum  para santri  memasuki  asrama  . Para santri yang  di perkenankan memasuki asrama  harus sudah  melakukan tes kesehatan  dan  di buktikan dengan membawa Surat  keterangan  Sehat dari  Rumah  Sakit ,Dokter atau  Puskesmas  atau  telah  melakukan  isolasi mandiri dan tidak  melakukan kegiatan yang   beresiko terhadap penyebaran Covid  19. Pesanteren juga  melakukan sterilisasi  di dalam   komplek Asrama  dan  melakukan penambahahan  beberapa  fasilitas   penujang  dari    sistem sanitasi , tempat Cuci tangan dan pemagaran di sekeliling  pondok pesantren.

Prosedur  kedatangan  para santri   yang  masuk  Pesantern  terlebih  dulu  harus  di cek  kesehatanya , suhu badan , dan mengisi ceklist kesehatan  yang  meggambarkan  kondisi  kesehatan secara  menyeluruh   para santri   selama  14 hari  sebelum kedatangan  ke Pesantern pemeriksaan tersebut  di lakukan  di PP Al Fatah  Banjarnegara  dengan  pengawasan dari  DKK Dan RSI  Kab Banjarnegara. Setelah  Para santri  melakukan  pemeriksaan secara menyeluruh  para santri  yang sudah memenuhi  standar   kesehatan  baru bisa  memasuki  Asrama  dengan tidak  di antar oleh  Wali  Santri . Para Wali santri  hanya  boleh  mengantar sampai  ke  gerbang  saja  dan tidak di  perbolehkan memasuki asrama .

Kegiatan Pembelajaran  di  Pondok Pesantren  akan di laksanakan setelah  semua  santri  masuk  dan  menetap di  asrama  pesantern dan  pelaksanaan Pembelajaran tetap di laksanakan dengan   prosedur  protokol  kesehatan yang telah di tetapkan oleh ketua gugus tugas covid 19. Untuk pembelajaran sekolah dilakukan secara bergantian dari mulai MTS, MA dan SMK yaitu dengan proses bapak ibu guru yang datang ke pondok dan semua santri diberikan modul sesuai dengan kebutuhan santri  dengan menggunakan prosedur protokol kesehatan.Kedatangan Santri tahun ini memang sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Karena di Pondok tidak diijinkan membawa teknologi Henphone maka pembelajaran daring tidak bisa di lakukan namun kusus siswa SMK tetap dilakukan dengan cara luring menggunakan Komputer di sekolah dengan jaga jarak dan terjadwal sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan bahaya akan covid 19 ini. Persiapan untuk sekolah yaitu menyediakan peralatan protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah. Kita berharap pendemi ini segara berakhir sehingga pembelajaran dapat optimal dan efektif. (HG33/Yayik).


Purworejo, Harianguru.com - Mahasiswa STAINU Purworejo, melaksanakan KKN-DR 2020 di desanya masing-masing. KKN-DR 2020 tersebut dimanfaatkan oleh Layla Maulida Nurrohmah(22) warga dusun Ngebuh RT 01 RW02,Desa Winonglor,Kecamatan Gebang,Kabupaten Purworejo untuk memberikan ilmu pengetahuannya kepada beberapa anggota karang taruna dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pembuatan handsanitizer,pada Sabtu (25/07/2020).

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut, Layla mengajarkan dan mengedukasi sebagian amggota karang taruna untuk membuat handsanitizer denga bahan-bahan yang mudah dicari disekitar,sebagai wujud pengabdian serta membantu pemerintah dalam mencegah virus COVID-19 di Purworejo.

Layla Mengatakan,edukasi pembuatan handsanitizer dari bahan alcohol sekitar 70%,Aloevera(lidah buaya)20%,Air Mawar 10%(untuk megharumakan). Progam ini dilaksanakan bersama beberapa anggota karang taruna supaya pemuda peduli akan bahayanya COVID-19.

“ Edukasi pembuatan handsanitizer ini dilakukan agar masyarakat bisa membuat handsanitzer sendiri dan meminimalisir pengeluaran mereka untuk membeli handsanitizer ditoko-toko yang harganya masih mahal”

Layla mengungkapkan,pembuatan handsanitizer juga bisa dimanfaatkan oleh pemuda karang taruna sebagai peluang bisnis ditengah pandemik ini.

Handsanitizer pada masa pandemic ini banyak dicari karena memang mempunyai banyak manfaat sebagai penghilang virus yang praktis digunakan dan dibawa saat bepergian atau sedang diperjalanan selain itu,juga menjadikan kebutuhan mendasar untuk menjaga kesehatan terutama di masa Pandemi Covid-19.

“Dengan adanya kegiatan ini saya sangat berharap dapat membantu masyarakat baik dalam segi menjaga kesehatan saat dalam perjalanan maupun tidak dan menciptakan peluang bisnis baru yang menambah pemasukan ditengah pandemi.”

Sementara itu, M.Rasyid(21) salah satu anggota karang taruna yang ikut membuat handsanitizer dari bahan-bahan yang ada disekitar kita mengatakan kegiatan ini baik sekali untuk menambah pengetahuan masyarakat terutama pemuda karang taruna agar lebih produktif ditengah masa pandemic covid-19. (HG44).

Nur Makhsun
Temanggung, Harianguru.com - Pada hari Rabu 29 Juli 2020, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama Temanggung mengadakan webinar dengan tema Tantangan Guru Paud di Era Revolusi Industri 4.0. Webinar dibuka dengan sambutan dari Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM.

Webinar menghadirkan narasumber Drs. Nur Makhsun, M.S.I., Ketua Pengawas RA Kabupaten Temanggung sekaligus menjabat sebagai Ketua YAPTINU Kabupaten Temanggung. Beliau membahas mengenai pentingnya penguasaan e-learning bagi guru PAUD di masa pandemi. "Era disrupsi mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi daring , hal ini merupakan tantangan baru bagi para guru," bebernya.

Pemateri kedua Yuni Setya Hartati, M.Pd dosen STAINU Temanggung sekaligus praktisi PAUD. Beliau membahas pentingnya kompetensi bagi para guru diantaranya kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. "Ketiga kompetensi tersebut harus dimiliki oleh seorang guru," bebernya.

Untuk meningkatkan kompetensi profesional, beliau mengajak audien mengambil pendidikan di prodi PIAUD STAINU Temanggung bagi yang belum menyandang gelar sarjana. Acara ditutup dengan pembagian doorprize bagi para penanya yang diberikan kepada dua peserta dari STAINU Temanggung dan satu peserta dari Unisnu Jepara Jawa Tengah. (hg44/APH).

Temanggung, Harianguru.com - Sejumlah mahasiswa Akper Alkautsar NU Temanggung, Jawa Tengah turut melakukan edukasi dan gerakan nyata memutus penyebaran virus covid-19. Langkah itu dilakukan dengan razia kepada puluhan orang yang tidak melengkapi protokol diri perlindungan covid-19 saat memasuki area Car Free Day di Temanggung, Minggu (27/7/2020).

Penertiban dilakukan dengan memberikan layanan pemeriksaan suhu, hand sanitizer serta masker secara cuma-cuma.
Mahasiswa Akper Alkautsar NU Temanggung turut menyukseskan razia yang digawangi HIPMI, Lakpesdam dan GUSDURian Temanggung tersebut.

"Kami melihat masih banyak yang belum pakai masker. Kami memberikannya gratis untuk mereka kenakan agar terlindung dari penularan Covid-19," kata Febri, mahasiswa Akper Alkautsar yang tengah membagikan masker di perempatan BCA Temanggung.

Sebagai area jujugan warga menikmati akhir pekan, CFD berpotensi menjadi sarang penularan Covid-19 apabila proses screening tidak dilakukan kepada pengunjung. Untuk itu, Asosiasi Pedagang CFD, Gugus Tugas dan pihak terkait lainnya melakukan razia di pintu masuk CFD untuk memastikan protokol perlindungan diri berjalan. "Ini bentuk kepedulian kami, kami calon tenaga kesehatan yang harus peduli terhadap kesehatan masyarakat. Termasuk saat pandemi," papar mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Dalam razia ini, dilakukan pembagian gratis kepada masyarakat berupa sabun, hand sanitizer, brosur bahaya Covid-19, poster antihoaks corona dan berbagai kebutuhan lain. Barang-barang yang disumbangkan ini merupakan donasi dari masyarakat yang ditampung oleh Posko Bersama HIPMI, LAKPESDAM dan GUSDURian di Jalan Jenderal Sudirman 73 Temanggung.

"Kami hanya menyalurkan yang disumbang oleh masyarakat. Dari masyarakat untuk masyarakat," imbuh Dita, mahasiswa lainnya.

Pengurus Asosiasi Pedangan CFD, Damar Susanto mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya screening semacam ini maka ada jaminan dasar pengunjung CFD aman dan bisa saling melindungi.

"Kalau semua pengunjung pakai masker, paling tidak kami tenang. Makannya kami terima kasih sekali dengan Akper Alkautsar NU yang membantu kami all out," katanya.
Selain protokol dasar, pihaknya juga menerapkan sistem jualan bertahap. Pada minggu lalu telah digelar CFD namun khusus untuk olahraga. Minggu ini dibuka pedagang dengan pola bergantian. "Yang minggu ini dagang, minggu depan libur dan seterusnya," imbuh dia. (Red_hg42/Abaz).

Umi HS
Temanggung, Harianguru.com - Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar Webinar Pendidikan Dasar "Inovasi Pembelajaran Daring di MI/SD pada Masa Pandemi Covid-19" pada Rabu, 23 Juli 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting.

Hadir secara daring, dua narasumber Kepala MI Alma'arif Kauman Parakan Temanggung Sri Chamdanah, M.Pd., dan Kepala MI Almustajab Pringapus Kabupaten Semarang Umi HS, M.S.I.

Dalam prakatanya, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda yang mewakili Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, mengapresiasi acara tersebut. "Kami hadirkan dua narasumber, ini bukan dari akademisi. Tapi pelaku teknis di lapangan, yaitu Bu Sri Chamdahan dan Bu Umi HS yang nanti akan berbagi best practice atau good practice tentang inovasi pembelajaran daring di MI/SD di tengah pandemi covid-19 ini," katanya.

Sri Chamdanah dalam pemaparannya menegaskan bahwa di masa pandemi covid-19 ini guru dituntut untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran. Juara 1 Guru MI Berprestasi tingkat Kabupaten Temanggung tahun 2013 ini menegaskan, bahwa munculnya pembelajaran daring berlatarbelakang dari Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020.

Pembelajaran masa darurat, menurut alumnus STAINU Temanggung ini, tidak sekadar mengutamakan ketuntasan materi, namun menitikberatkan pada penguatan karakter, keselamatan, praktik ibadah, peduli lingkungan, dan kesalehan sosial lainnya.

"Selain itu pembelajaran masa darurat juga melibatkan siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Mengembangkan aspek sikap, pengetahuan, keterampilan. Menumbuhkan literasi dan merangsang tumbuhnya 4 C atau critical thinking, collaborative, creative, communicative," beber Pengurus LP Ma'arif PCNU Temanggung itu.

Lulusan S2 Unsiq ini menegaskan, bahwa prinsip pembelajaran masa darurat yaitu siapa saja adalah guru. "Siapa saja adalah siswa. Dan di mana saja adalah kelas," lanjut kepala MI yang pernah mendapatkan Peringkat 1 Guru MI Berprestasi tahun 2014 dari PGRI Kabupaten Temanggung tersebut.

Ia mencontohkan praktik baik inovasi pembelajaran yang sudah dilakukan dengan beberapa hal. Mulai dari penggunaan WhatsApp yang sudah diterapkan dan mudah dilakukan.

Perempuan kelahiran Temanggung 17 Juni 1972 tersebut juga berbagi cara teknis mengajarkan pelajaran di MI/SD. Pihaknya mencontohkan pembelajaran praktik wudlu pada mata pelajaran fikih dan IPA melalui video yang digabung, kemudian dikirimkan lagi kepada siswa melalui WA tersebut.

Sementara Umi HS, menegaskan bahwa untuk melakukan inovasi, terlebih dulu perlu pemetaan letak geografis, kondisi ekonomi, pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua. "Kondisi ini berbeda, ada yang orang tua itu lulusan S3, S1, lulusan SMA bahkan SD, maka nanti harus disesuaikan," tutur Kepala MI yang pernah mendapat Penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun oleh Presiden RI tahun 2015 tersebut.

Kondisi lainnya, Umi HS mengatakan bahwa rata-rata anak-anak sudah memiliki gawai. "Orang tua atau anak sendiri sudah punya smartphone dan hampir semua punya WA dan akun Facebook. Namun siswa rata-rata dengan smartphone itu hanya untuk main game dan Youtube. Ini susah, padahal dengan smartphone itu bisa jadi sumber belajar," beber Kepala Madrasah Berpretasi oleh Kemenag Kabupaten Semarang itu.

Ia mengakui, melakukan inovasi juga didukung dengan internet. "MI kami belum ada wifi. Jadi kami ya pakai hp untuk mendukung itu," papar Juara 1 Lomba Kompetisi GTK Madrasah Tingkat Jateng tahun 2019 tersebut.

Ia menyebut ada beberapa inovasi yang sudah dilakukan di MI Almustajab. Pertama melalui WA. Kedua, video pembelajaran melalui Youtube. "Jadi kami melakukan kolaborasi membuat konten setiap guru lalu diupload di Youtube kami," beber Juara 1 Guru Berprestasi SD/MI Tingkat Kabupaten Semarang tahun 2013 tersebut.

Ketiga, Google Classroom. Keempat, BSE dan buku. "Kami menyediakan link khusus untuk BSE," beber lulusan IAIN Walisongo Semarang itu.

Kelima, blog pembelajaran. Keenam, Office 365. "Jadi kami ini sudah langganan dan gratis. Kami melakukan pembuatan soal memakai form Office 364 ini," lanjut Pengurus LP Ma'arif PCNU Kabupaten Semarang tersebut.

Pihaknya memberikan rekomendasi bagi MI/SD yang akan melakukan inovasi. Pertama, pilih model dan media sesuai kebutuhan. Kedua, berinovasi sesuai kondisi. Ketiga, peningkatan kemampuan guru. Keempat, pendekatan dengan wali murid. Kelima, persiapkan sarana dan prasarana. Keenam, patuhi regulasi dan pantang menyerah.

"Ketika ada saran dan kritik boleh saja, namun jangan sampai menyerah untuk melalukan inovasi pembelajaran, karena melakukan inovasi pembelajaran itu banyak tantangan," bebernya.

Hal itu ia tegaskan karena menerapkan inovasi pembelajaran sangat banyak sekali ditemukan kendala di lapangan dan tidak serta merta berjalan mulus. Namun ia berharap, dari apa yang sudah dipraktikkan MI Almustajab menjadi inspirasi agar ke depan inovasi pembelajaran semakin berkembang.

Selain guru, mahasiswa, pelajar, dan dosen dari Temanggung, hadir pula peserta dari STAINU Purworejo, PGMI Universitas Alma Ata Yogyakarta, peserta dari Ungaran, Semarang, Jepara, Batang, Pekalongan, Bandung, Sintang Kalimantan Barat, Yogyakarta, Lamongan, Meulaboh, Lampung, Jambi, Surabaya, dan lainnya.

Total peserta yang mengikuti via Zoom lebih dari 60 orang dan diikuti pula lewat tayangan langsung di Youtube STAINU Temanggung Channel. Peserta yang bertanya, diberikan doorprize berupa buku dari Prodi PGMI STAINU Temanggung maupun karya Kaprodi PGMI STAINU Temanggung. (hg44)

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget