Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2020

Temanggung, Harianguru.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan dan di bidang akademik pendidikan Islam, sekaligus merespon era normal baru (new normal), AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 untuk pelajar MA/SMA/SMK se Indonesia.

“Lomba ini, bagi kami merupakan lomba pertama kali yang berhadiah kuliah. Sebab, selain hadiah uang tunai, para pemenang dan finalis akan berkesempatan kuliah di AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung, kata Ketua Panitia  Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda lewat siaran pers pada Sabtu (15/8/2020).

Pihaknya mengajak untuk pelajar kelas XII MA/SMA/SMK se Indonesia untuk berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2020 yang digelar AKPER Alkautsar NU dan STAINU Temanggung. “Total hadiah Rp 9.500.000 dan beasiswa kuliah,” kata Kaprodi PGMI STAINU Temanggung itu.

Tema lomba ini adalah “Inovasi Kaum Milenial di Era New Normal”. Ada empat ruang lingkup tema (focus dan scope) yaitu pertama, 4 (empat) Pilar Kebangsaan. Kedua, kesehatan / edukasi kesehatan. Ketiga, pendidikan dan pembelajaran. Keempat, seni, budaya, tradisi dan sejarah. Kelima, keagamaan, sosial, dan ekonomi. Keenam, hukum dan politik. Kedelapan, teknologi, informasi, komunikasi

Bagi yang berhasil lolos dan menang, maka akan diberi penghargaan. Pemenang LKTI 2020 akan mendapatkan seritifikat, uang pembinaan, beasiswa kuliah dengan rincian Juara 1: Rp. 2.500.000 + Beasiswa kuliah, Juara 2: Rp. 2.000.000 + Beasiswa kuliah, Juara 3: Rp. 1.500.000 + Beasiswa kuliah, dan Nominator  1 - 7: Rp.   500.000 + Beasiswa kuliah.

“Penentuan penghargaan ini ada catatannya. Pertama, aemua juara 1-3, juara nomoniator 1-7 mendapatkan beasiswa kuliah di AKPER Alkautsar NU / STAINU Temanggung (hanya berlaku 1 orang jika berkelompok). Kedua, beasiswa kuliah hanya diberikan ketika peserta mendaftar kuliah di AKPER Alkautsar NU / STAINU Temanggung. Ketiga, pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Ibda yang pernah menjadi Juara I Lomba Artikel Kemdikbud tahun 2018 tersebut.

Dewan juri dalam LTKI 2020 tingkat nasional ini juga beragam. Pertama, untuk aspek isi/substansi/konten adalah Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq dan Anggota DPD RI/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH.

Kedua, aspek bahasa dan kebaruan ide/novelty yaitu Direktur AKPER Alkautsar NU Temanggung Tri Suraning W., S.Kep.Ns., M.Kep. Ketiga, aspek metodologi dan tata tulis yaitu Sekretaris YAPTINU Dr. Sugi, S.Pd., M.Pd., dan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, M.M.

Semua informasi dapat dilihat di tautan penting yaitu untuk pendaftaran dan pengiriman naskah KTI bit.ly/daftardanuploadkaryalktinakperstainu2020, panduan LKTI https://bit.ly/panduanlktinakperstainu2020, dan template naskah KTI https://bit.ly/templatelktinakperstainu2020.

Tahapan lomba, yaitu untuk pengiriman naskah 15 Juli – 15 Desember 2020, seleksi administrasi 1 Desember – 10 Desember 2020, penilaian oleh tim juri 10 Desember– 25 Desember 2020, pengumuman pemenang 30 Desember 2020, dan penyerahan hadiah pada awal Januari 2021.

Semua informasi dapat ditanyakan langsung kepada Hamidulloh Ibda 08562674799 atau melalui website akperalkautsar.ac.id dan stainutmg.ac.id. (*)


Banjarnegara, Harianguru.com -  YPP Al Fatah Banjarnegara menyambut  para santri   yang  mulai hari ini  secara bergiliran memasuki  pondok pesantern   yang di lakukan secara  bertahab  sampai tanggal  30 Juli 2020. Kedatangan  santri  di mulai hari ini  27 Juli  2020  di mulai dari santri Diniyah  putra dan Diniyah  putri  kemudian di susul  santri MTS   putera  dan  puteri hari berikutnya,  Kemudian  MA  putrera dan  puteri   serta  SMK Putera dan Puteri  , Kedatangan yang di lakukan cecara  bergelombang ini   terkait  dan  persiapan   pesantern  terutama    dengan  prosedur  dari  Tim Gugus  Covid 19  PP Al Fatah  Banjarnegara   yang  menjadwalkan  santri   yang datang secara  bersama  sama harus  sudah  memenuhi protokol kesehatan   yang di tetapkan   di lingkungan  pondok pesantren .

Tim Gugus Covid 19 YPP Al Fatah  Banjarnegara Yang di ketuai  Gus Makmun Arif  menggandeng Rumah Sakit  Islam  Banjarnegara dan  Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara   dalam  pelaksanaan  menyambut  kedatangan para santri   sehingga  para santri yang datang  benar benar  sudah  memenuhi prosedur kesehatan. Pesantren Juga  menyediakan ruang  karantina  yang secara  khusus  di persiapkan   untuk  para santri  untuk  melakukan ioslasi mandiri   selama  14 hari sebelum  para santri  memasuki  asrama  . Para santri yang  di perkenankan memasuki asrama  harus sudah  melakukan tes kesehatan  dan  di buktikan dengan membawa Surat  keterangan  Sehat dari  Rumah  Sakit ,Dokter atau  Puskesmas  atau  telah  melakukan  isolasi mandiri dan tidak  melakukan kegiatan yang   beresiko terhadap penyebaran Covid  19. Pesanteren juga  melakukan sterilisasi  di dalam   komplek Asrama  dan  melakukan penambahahan  beberapa  fasilitas   penujang  dari    sistem sanitasi , tempat Cuci tangan dan pemagaran di sekeliling  pondok pesantren.

Prosedur  kedatangan  para santri   yang  masuk  Pesantern  terlebih  dulu  harus  di cek  kesehatanya , suhu badan , dan mengisi ceklist kesehatan  yang  meggambarkan  kondisi  kesehatan secara  menyeluruh   para santri   selama  14 hari  sebelum kedatangan  ke Pesantern pemeriksaan tersebut  di lakukan  di PP Al Fatah  Banjarnegara  dengan  pengawasan dari  DKK Dan RSI  Kab Banjarnegara. Setelah  Para santri  melakukan  pemeriksaan secara menyeluruh  para santri  yang sudah memenuhi  standar   kesehatan  baru bisa  memasuki  Asrama  dengan tidak  di antar oleh  Wali  Santri . Para Wali santri  hanya  boleh  mengantar sampai  ke  gerbang  saja  dan tidak di  perbolehkan memasuki asrama .

Kegiatan Pembelajaran  di  Pondok Pesantren  akan di laksanakan setelah  semua  santri  masuk  dan  menetap di  asrama  pesantern dan  pelaksanaan Pembelajaran tetap di laksanakan dengan   prosedur  protokol  kesehatan yang telah di tetapkan oleh ketua gugus tugas covid 19. Untuk pembelajaran sekolah dilakukan secara bergantian dari mulai MTS, MA dan SMK yaitu dengan proses bapak ibu guru yang datang ke pondok dan semua santri diberikan modul sesuai dengan kebutuhan santri  dengan menggunakan prosedur protokol kesehatan.Kedatangan Santri tahun ini memang sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Karena di Pondok tidak diijinkan membawa teknologi Henphone maka pembelajaran daring tidak bisa di lakukan namun kusus siswa SMK tetap dilakukan dengan cara luring menggunakan Komputer di sekolah dengan jaga jarak dan terjadwal sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan bahaya akan covid 19 ini. Persiapan untuk sekolah yaitu menyediakan peralatan protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah. Kita berharap pendemi ini segara berakhir sehingga pembelajaran dapat optimal dan efektif. (HG33/Yayik).


Purworejo, Harianguru.com - Mahasiswa STAINU Purworejo, melaksanakan KKN-DR 2020 di desanya masing-masing. KKN-DR 2020 tersebut dimanfaatkan oleh Layla Maulida Nurrohmah(22) warga dusun Ngebuh RT 01 RW02,Desa Winonglor,Kecamatan Gebang,Kabupaten Purworejo untuk memberikan ilmu pengetahuannya kepada beberapa anggota karang taruna dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pembuatan handsanitizer,pada Sabtu (25/07/2020).

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut, Layla mengajarkan dan mengedukasi sebagian amggota karang taruna untuk membuat handsanitizer denga bahan-bahan yang mudah dicari disekitar,sebagai wujud pengabdian serta membantu pemerintah dalam mencegah virus COVID-19 di Purworejo.

Layla Mengatakan,edukasi pembuatan handsanitizer dari bahan alcohol sekitar 70%,Aloevera(lidah buaya)20%,Air Mawar 10%(untuk megharumakan). Progam ini dilaksanakan bersama beberapa anggota karang taruna supaya pemuda peduli akan bahayanya COVID-19.

“ Edukasi pembuatan handsanitizer ini dilakukan agar masyarakat bisa membuat handsanitzer sendiri dan meminimalisir pengeluaran mereka untuk membeli handsanitizer ditoko-toko yang harganya masih mahal”

Layla mengungkapkan,pembuatan handsanitizer juga bisa dimanfaatkan oleh pemuda karang taruna sebagai peluang bisnis ditengah pandemik ini.

Handsanitizer pada masa pandemic ini banyak dicari karena memang mempunyai banyak manfaat sebagai penghilang virus yang praktis digunakan dan dibawa saat bepergian atau sedang diperjalanan selain itu,juga menjadikan kebutuhan mendasar untuk menjaga kesehatan terutama di masa Pandemi Covid-19.

“Dengan adanya kegiatan ini saya sangat berharap dapat membantu masyarakat baik dalam segi menjaga kesehatan saat dalam perjalanan maupun tidak dan menciptakan peluang bisnis baru yang menambah pemasukan ditengah pandemi.”

Sementara itu, M.Rasyid(21) salah satu anggota karang taruna yang ikut membuat handsanitizer dari bahan-bahan yang ada disekitar kita mengatakan kegiatan ini baik sekali untuk menambah pengetahuan masyarakat terutama pemuda karang taruna agar lebih produktif ditengah masa pandemic covid-19. (HG44).

Nur Makhsun
Temanggung, Harianguru.com - Pada hari Rabu 29 Juli 2020, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama Temanggung mengadakan webinar dengan tema Tantangan Guru Paud di Era Revolusi Industri 4.0. Webinar dibuka dengan sambutan dari Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM.

Webinar menghadirkan narasumber Drs. Nur Makhsun, M.S.I., Ketua Pengawas RA Kabupaten Temanggung sekaligus menjabat sebagai Ketua YAPTINU Kabupaten Temanggung. Beliau membahas mengenai pentingnya penguasaan e-learning bagi guru PAUD di masa pandemi. "Era disrupsi mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi daring , hal ini merupakan tantangan baru bagi para guru," bebernya.

Pemateri kedua Yuni Setya Hartati, M.Pd dosen STAINU Temanggung sekaligus praktisi PAUD. Beliau membahas pentingnya kompetensi bagi para guru diantaranya kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. "Ketiga kompetensi tersebut harus dimiliki oleh seorang guru," bebernya.

Untuk meningkatkan kompetensi profesional, beliau mengajak audien mengambil pendidikan di prodi PIAUD STAINU Temanggung bagi yang belum menyandang gelar sarjana. Acara ditutup dengan pembagian doorprize bagi para penanya yang diberikan kepada dua peserta dari STAINU Temanggung dan satu peserta dari Unisnu Jepara Jawa Tengah. (hg44/APH).

Temanggung, Harianguru.com - Sejumlah mahasiswa Akper Alkautsar NU Temanggung, Jawa Tengah turut melakukan edukasi dan gerakan nyata memutus penyebaran virus covid-19. Langkah itu dilakukan dengan razia kepada puluhan orang yang tidak melengkapi protokol diri perlindungan covid-19 saat memasuki area Car Free Day di Temanggung, Minggu (27/7/2020).

Penertiban dilakukan dengan memberikan layanan pemeriksaan suhu, hand sanitizer serta masker secara cuma-cuma.
Mahasiswa Akper Alkautsar NU Temanggung turut menyukseskan razia yang digawangi HIPMI, Lakpesdam dan GUSDURian Temanggung tersebut.

"Kami melihat masih banyak yang belum pakai masker. Kami memberikannya gratis untuk mereka kenakan agar terlindung dari penularan Covid-19," kata Febri, mahasiswa Akper Alkautsar yang tengah membagikan masker di perempatan BCA Temanggung.

Sebagai area jujugan warga menikmati akhir pekan, CFD berpotensi menjadi sarang penularan Covid-19 apabila proses screening tidak dilakukan kepada pengunjung. Untuk itu, Asosiasi Pedagang CFD, Gugus Tugas dan pihak terkait lainnya melakukan razia di pintu masuk CFD untuk memastikan protokol perlindungan diri berjalan. "Ini bentuk kepedulian kami, kami calon tenaga kesehatan yang harus peduli terhadap kesehatan masyarakat. Termasuk saat pandemi," papar mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Dalam razia ini, dilakukan pembagian gratis kepada masyarakat berupa sabun, hand sanitizer, brosur bahaya Covid-19, poster antihoaks corona dan berbagai kebutuhan lain. Barang-barang yang disumbangkan ini merupakan donasi dari masyarakat yang ditampung oleh Posko Bersama HIPMI, LAKPESDAM dan GUSDURian di Jalan Jenderal Sudirman 73 Temanggung.

"Kami hanya menyalurkan yang disumbang oleh masyarakat. Dari masyarakat untuk masyarakat," imbuh Dita, mahasiswa lainnya.

Pengurus Asosiasi Pedangan CFD, Damar Susanto mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya screening semacam ini maka ada jaminan dasar pengunjung CFD aman dan bisa saling melindungi.

"Kalau semua pengunjung pakai masker, paling tidak kami tenang. Makannya kami terima kasih sekali dengan Akper Alkautsar NU yang membantu kami all out," katanya.
Selain protokol dasar, pihaknya juga menerapkan sistem jualan bertahap. Pada minggu lalu telah digelar CFD namun khusus untuk olahraga. Minggu ini dibuka pedagang dengan pola bergantian. "Yang minggu ini dagang, minggu depan libur dan seterusnya," imbuh dia. (Red_hg42/Abaz).

Umi HS
Temanggung, Harianguru.com - Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung menggelar Webinar Pendidikan Dasar "Inovasi Pembelajaran Daring di MI/SD pada Masa Pandemi Covid-19" pada Rabu, 23 Juli 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting.

Hadir secara daring, dua narasumber Kepala MI Alma'arif Kauman Parakan Temanggung Sri Chamdanah, M.Pd., dan Kepala MI Almustajab Pringapus Kabupaten Semarang Umi HS, M.S.I.

Dalam prakatanya, Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda yang mewakili Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, mengapresiasi acara tersebut. "Kami hadirkan dua narasumber, ini bukan dari akademisi. Tapi pelaku teknis di lapangan, yaitu Bu Sri Chamdahan dan Bu Umi HS yang nanti akan berbagi best practice atau good practice tentang inovasi pembelajaran daring di MI/SD di tengah pandemi covid-19 ini," katanya.

Sri Chamdanah dalam pemaparannya menegaskan bahwa di masa pandemi covid-19 ini guru dituntut untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran. Juara 1 Guru MI Berprestasi tingkat Kabupaten Temanggung tahun 2013 ini menegaskan, bahwa munculnya pembelajaran daring berlatarbelakang dari Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020.

Pembelajaran masa darurat, menurut alumnus STAINU Temanggung ini, tidak sekadar mengutamakan ketuntasan materi, namun menitikberatkan pada penguatan karakter, keselamatan, praktik ibadah, peduli lingkungan, dan kesalehan sosial lainnya.

"Selain itu pembelajaran masa darurat juga melibatkan siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Mengembangkan aspek sikap, pengetahuan, keterampilan. Menumbuhkan literasi dan merangsang tumbuhnya 4 C atau critical thinking, collaborative, creative, communicative," beber Pengurus LP Ma'arif PCNU Temanggung itu.

Lulusan S2 Unsiq ini menegaskan, bahwa prinsip pembelajaran masa darurat yaitu siapa saja adalah guru. "Siapa saja adalah siswa. Dan di mana saja adalah kelas," lanjut kepala MI yang pernah mendapatkan Peringkat 1 Guru MI Berprestasi tahun 2014 dari PGRI Kabupaten Temanggung tersebut.

Ia mencontohkan praktik baik inovasi pembelajaran yang sudah dilakukan dengan beberapa hal. Mulai dari penggunaan WhatsApp yang sudah diterapkan dan mudah dilakukan.

Perempuan kelahiran Temanggung 17 Juni 1972 tersebut juga berbagi cara teknis mengajarkan pelajaran di MI/SD. Pihaknya mencontohkan pembelajaran praktik wudlu pada mata pelajaran fikih dan IPA melalui video yang digabung, kemudian dikirimkan lagi kepada siswa melalui WA tersebut.

Sementara Umi HS, menegaskan bahwa untuk melakukan inovasi, terlebih dulu perlu pemetaan letak geografis, kondisi ekonomi, pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua. "Kondisi ini berbeda, ada yang orang tua itu lulusan S3, S1, lulusan SMA bahkan SD, maka nanti harus disesuaikan," tutur Kepala MI yang pernah mendapat Penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun oleh Presiden RI tahun 2015 tersebut.

Kondisi lainnya, Umi HS mengatakan bahwa rata-rata anak-anak sudah memiliki gawai. "Orang tua atau anak sendiri sudah punya smartphone dan hampir semua punya WA dan akun Facebook. Namun siswa rata-rata dengan smartphone itu hanya untuk main game dan Youtube. Ini susah, padahal dengan smartphone itu bisa jadi sumber belajar," beber Kepala Madrasah Berpretasi oleh Kemenag Kabupaten Semarang itu.

Ia mengakui, melakukan inovasi juga didukung dengan internet. "MI kami belum ada wifi. Jadi kami ya pakai hp untuk mendukung itu," papar Juara 1 Lomba Kompetisi GTK Madrasah Tingkat Jateng tahun 2019 tersebut.

Ia menyebut ada beberapa inovasi yang sudah dilakukan di MI Almustajab. Pertama melalui WA. Kedua, video pembelajaran melalui Youtube. "Jadi kami melakukan kolaborasi membuat konten setiap guru lalu diupload di Youtube kami," beber Juara 1 Guru Berprestasi SD/MI Tingkat Kabupaten Semarang tahun 2013 tersebut.

Ketiga, Google Classroom. Keempat, BSE dan buku. "Kami menyediakan link khusus untuk BSE," beber lulusan IAIN Walisongo Semarang itu.

Kelima, blog pembelajaran. Keenam, Office 365. "Jadi kami ini sudah langganan dan gratis. Kami melakukan pembuatan soal memakai form Office 364 ini," lanjut Pengurus LP Ma'arif PCNU Kabupaten Semarang tersebut.

Pihaknya memberikan rekomendasi bagi MI/SD yang akan melakukan inovasi. Pertama, pilih model dan media sesuai kebutuhan. Kedua, berinovasi sesuai kondisi. Ketiga, peningkatan kemampuan guru. Keempat, pendekatan dengan wali murid. Kelima, persiapkan sarana dan prasarana. Keenam, patuhi regulasi dan pantang menyerah.

"Ketika ada saran dan kritik boleh saja, namun jangan sampai menyerah untuk melalukan inovasi pembelajaran, karena melakukan inovasi pembelajaran itu banyak tantangan," bebernya.

Hal itu ia tegaskan karena menerapkan inovasi pembelajaran sangat banyak sekali ditemukan kendala di lapangan dan tidak serta merta berjalan mulus. Namun ia berharap, dari apa yang sudah dipraktikkan MI Almustajab menjadi inspirasi agar ke depan inovasi pembelajaran semakin berkembang.

Selain guru, mahasiswa, pelajar, dan dosen dari Temanggung, hadir pula peserta dari STAINU Purworejo, PGMI Universitas Alma Ata Yogyakarta, peserta dari Ungaran, Semarang, Jepara, Batang, Pekalongan, Bandung, Sintang Kalimantan Barat, Yogyakarta, Lamongan, Meulaboh, Lampung, Jambi, Surabaya, dan lainnya.

Total peserta yang mengikuti via Zoom lebih dari 60 orang dan diikuti pula lewat tayangan langsung di Youtube STAINU Temanggung Channel. Peserta yang bertanya, diberikan doorprize berupa buku dari Prodi PGMI STAINU Temanggung maupun karya Kaprodi PGMI STAINU Temanggung. (hg44)

Direktur Akper Alkaustar NU dan Bupati Temanggung.
Temanggung, Harianguru.com - Akper Alkautsar NU Temanggung, Pemkab Temanggung, PCNU Temanggung, dab Rumah Sakit Syubbanul Wathan Magelang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Senin (20/7/2020).

Penantanganan dilakukan beberapa gelombang. Pertama, MoU Akper Alkautsar NU Temanggung dan Pemkab Temanggung. Kedua, PCNU Temanggung dengan Yayasan Syubbanul Wathon Magelang.

Ketiga, RSU Syubbanul Wathon dengan PCNU Temanggung. Keempat, Direktur Akper Alkautsar NU Temanggung dengan Direktur RSU Syubbanul Wathon Magelang. Kelima, YAPTINU dengan LP Ma'arif PCNU Temanggung.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH. M. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa MoU itu tidak sekadar formalitas. "MoU ini adalah bentuk kebangkitan pendidikan di Temanggung. Selain STAINU, kita juga memiliki Akper Alkautsar NU yang ke depan harus memiliki daya saing tinggi. MoU ini dalam rangka meningkatkan daya saing Akper di Temanggung dan luar Temanggung," tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq
mengapresiasi kegiatan itu. "Banyaknya kerjasama ini dapat membawa manfaat kepada NU, dan umumnya kepada masyarakat di Temanggung dan luar Temanggung. Khususnya daya saing STAINU Temanggung dan Akper Alkautsar NU," katanya.

Sementara Ketua Yayasan Syubbanul Wathon KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengungkapkan kebahagiaannya karena PCNU Temanggung sudah mengelola Akper. "Kami bahagia karena PCNU Temanggung resmi mengelola Akper Alkautsar. Semoga Akper Alkautsar di bawah PCNU semakin besar dan membawa manfaat dan maslahat untuk umat," kata Gus Yusuf.,

Akhir-akhir ini, lanjut beliau, kita sadar bahwa kesehatan adalah panglima saat pandemi covid-19 ini. Kita bisa beribadah dengan nyaman, kerja dengan aman, dan aktivitas lainnya ditentukan kesehatan.

Pendidikan pun berhenti dan from home semua. "Kita harus yakin, ke depan STAINU akan memiliki Fakultas Kedokteran kalau sudah jadi UNU. Gus Mus pernah ngendika, bahwa dakwahnya NU di bidang kesehatan bisa dilakukan dokter-dokter NU. Kiai NU kalau ngomong kesehatan, lebih mahir mahasiswa Akper. Maka di sinilah peran strategisnya," lanjut Gus Yusuf.

Hadir Rais Syuriah PCNU Temanggung KH. Yacub Mubarok, Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH. M. Furqon Masyahuri, Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq, Wakil Bupati Temanggung Drs. Heri Ibnu Wibowo, Ketua Yayasan Syubbanul Wathon KH. Muhammad Yusuf Chudlori, Ketua PCNU Kabupaten Magelang KH. Ahmad Izzudin, Direktur RSU Syubbanul Wathon dr. Iqbal Gentur Bismono, M.Sc.

Dalam kegiatan itu , hadir pula Direktur Akper Alkautsar NU Temanggung Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kep., Ketua YAPTINU Temanggung Drs. H. Nur Mahsun, M.S.I., Ketua Tim Alih Kelola Akper Alkautsar NU KH. Mansyur Asnawi, Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, anggota DPR RI Lukman Hakim, dan tamu undangan yang lainnya. (HH88/Obda).

Semarang, Harianguru.com - Menjelang tahun ajaran baru 2020/2021, SDN Sampangan 01 Kota Semarangmembuat gebrakan di tengah pandemi covid-19 dengan menggelar In House Training (IHT) pada Rabu (8/7/2020). Kegiatan itu dalam rangka menguatkan desain Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menyenangkan di tengah pandemi covid-19 ini.

Guru SMKN 7 Kota Semarang Masruhan Mufid, M.Kom., didapuk menjadi narasumber IHT yang dihadiri peserta guru SDN Sampangan 01, Kepala Sekolah se Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, dan perwakilan guru tiap sekolah.

Kepala SDN Sampangan 01 Iswandi, merasa gelisah dengan kondisi pandemi yang sangat mengganggu pelaksanaan pendidikan. Pasalnya banyak orang tua yang mengeluh karena anaknya merasa bosan dengan pembelajaran daring yang berlangsung.

Melihat kondisi tersebut Iswandi bersama tim mencoba mencari alternatif dengan merencanakan pelaksanaan In House Training (IHT). Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Pembelajaran Jarak Jauh yang Menyenangkan dan Efektif di Sekolah Dasar”.

"Tujuan dari IHT yang dilaksanakan tanggal 8 Juli 2020 adalah untuk menyiapkan guru SD yang melek digital. IHT seperti ini dianggap perlu karena pada saat ini urgen bagi guru untuk tahu berbagai bentuk pembelajaran jarak jauh yang cocok diberikan kepada siswa," kata Iswandi.

Kemudian meningkatnya kualitas dan kompetensi guru dalam pembelajaran daring menjadi sebuah kewajiban tanpa melihat usia guru. "Perubahan kelas berukuran 7 x 8 meter akan berubah menjadi kelas maya yang mendunia. Semua itu bisa terwujud jika guru-guru sudah dipersiapkan dengan baik," lanjutnya.

Dalam sambutannya, Kepala Korsatpen Gajahmungkur Kota Semarang Tutik Rantini, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus.

"Jika mengulas pembelajaran pada pembelajaran tahun lalu, tentu guru tidak menduga jika akan ada pembelajaran daring. Bagi guru dengan kompetensi IT tinggi, tentu tidak menjadi masalah. Yang jadi masalah jika penguasaan IT guru masih rendah," kata dia.

Padahal, menurutnya, pembelajaran daring selama pandemic covid-19 tugas guru tidak hanya menyampaikan materi. Namun guru juga harus bisa memberikan semangat, motivasi, dan pesan-pesan terkait protokol menjaga kesehatan.

"Sampai saat ini Kota Semarang masih dalam zona merah, sudah seharusnya kita bersatu bersama melawan korona," ajaknya. (Hg77/dian).


Oleh Lisa Virdinarti Putra, M. Pd.

Usia tidak menentukan apakah dapat berinvestasi ataupun tidak. Sebagian besar pelajar belum ada yang mengalokasikan sebagian uangnya untuk ditabung atau diinvestasikan.  Mereka masih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, keinginan, dan kebutuhan saat ini saja. Padahal mereka dalam pembelajaran telah diberikan ilmu mengenai cara berinvestasi. Penanaman nilai – nilai literasi keuangan sedini mungkin akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat  kesejahteraan di masa yang akan datang. 

Metode yang digunakan adalah metode partisipasi aktif melalui tahapan : 1) sosialisasi program; 2) penyampaian materi; 3) pelatihan; 4) pemanfaatan produk; dan 4) monitoring dan evaluasi (monev).
Siswa perlu diberikan edukasi dalam hal melakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

Tanggapan positif dari siswa dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan dompet harian dan menggunakan Diary Cerlang yang merupakan hasil produk pengabdian.  Siswa mengalami peningkatan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%)Dalam pengaplikasiannya dibantu dengan “Diary Cerlang” yang membantu mereka dalam pencatatan keuangan sehari-hari mereka. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan pemasukan mereka.
Metode kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode partisipatif artinya mitra binaan secara aktif dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan pengabdian masyakat ini adalah: sosialisasi program, penyampaian materi, pelatihan, pemanfaatan hasil, monitoring dan evaluasi.

Penyampaian Materi. Mengubah mindset siswa mengenai pengelolaan keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Pelatihan. Siswa membuat dompet harian dari amplop dan kardus (barang yang ada di sekitar) dan membuat catatan keuangan harian dengan “Diary Cerlang”. Dalam kegiatan pelatihan, siswa memberikan respon positif yang terlihat dari antusiasme siswa yang sangat tinggi selama proses membuat produk fungsional dari barang sekitar mereka. Pemanfaatan Hasil. Dompet harian dan catatan keuangan melalui “Diary Cerlang” dimanfaatkan sebagai alat pembantu dalam mengelola keuangan mereka. Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa. Kondisi awal siswa belum paham bagaimana mengelola keuangan mereka, yang mereka habiskan hanya untuk keinginan mereka. Selain itu, sikap untuk berwirausaha juga masih kurang. Akan tetapi, setelah dilaksanakan PkM terdapat banyak siswa yang mulai memahami pentingnya mengelola keuangan. Siswa mulai belajar untuk berhemat, beberapa siswa membawa bekal, berjualan pulsa, bahkan ada yang memberikan bimbingan belajar untuk anak TK dan SD. 

Mereka mulai peduli terhadap masa depan mereka. Beberapa diantaranya mulai membuat daftar atau target dalam beberapa bulan kedepan bahkan juga membuat langkah-langkah untuk mencapai impian mereka..  Kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman financial literacy sebanyak 26% (semula 65% menjadi 90%); kemampuan menghasilkan produk fungsional 39% (semula 58% menjadi 97%); dan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%). Oleh karena itu, siswa sekolah menengah perlu diberikan edukasi untuk mlakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dari hasil kelima kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

-Penulis adalah dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Kabupaten Semarang

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Perguruan Tinggi Inklusi antara LP Ma'arif PWNU Jateng bersama UIN Walisongo 

Semarang, Harianguru.com - LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perguruan Tinggi Inklusi Bersama UIN Walisongo di Gama Resto kompleks Bukit Semarang Baru (BSB) Semarang pada hari Rabu, 24 Juni 2020 baru-baru ini.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Ratna Andi Irawan mengharapkan UIN Walisongo menjadi perguruan tinggi yang inklusif, dengan siap menerima calon mahasiswa dengan disabilitas, membekali mahasiswa dengan wacana inklusi, menjadi pusat penemuan atau inovasi terkait pendidikan inklusi, membantu peningkatan kapasitas para guru di madrasah dan sekolah inklusif, dan memiliki pusat studi dan layanan disabilitas.

Andi Irawan juga menyampaikan agar pertemuan ini bisa berlanjut dengan adanya kerjasama antara LP Ma’arif dan UIN Walisongo. Kerjasama tersebut bisa berbentuk tersedianya kuota beasiswa untuk para siswa dan guru Ma’arif, penyelenggaraan PPL di madrasah/sekolah Ma’arif, pengembangan program literasi dan riset, diklat penguatan guru dan kepala, serta layanan bakat minat dan bahasa atau bentuk lainnya.

Wakil Rektor I UIN Walisongo, Dr H Muhsin Jamil, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa dari visinya “Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban”, UIN Walisongo sudah inklusif. “visinya saja untuk kemanusiaan dan peradaban, jelas inklusif” jelas Muhsin Jamil.

Muhsin Jamil juga menambahkan saat ini sudah ada mahasiswa di Fakultas Dakwah yang menyandang disabilitas netra dan di perpustakaan sudah terdapat beberapa buku braile. Sementara mengenai pembentukan mata kuliah atau program studi pendidikan inklusi bisa dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Sedangkan mengenai kerjasama, menurut Muhsin Jamil, beberapa bidang bisa dikerjasamakan antara UIN Walisongo dan LP Ma’arif, di antaranya penyelenggaraan KKN mandiri, kegiatan enterpreneurship, proses pembelajaran di satuan pendidikan tertentu, proyek riset mandiri, pengembangan pedesaan, dan yang lainnya.

Beberapa catatan penting dari FGD ini di antaranya adalah UIN Walisongo sepakat untuk memprioritaskan menerima calon mahasiswa berkebutuhan khusus dari madrasah/sekolah LP Ma’arif karena hampir semua sarpras di kampus telah disiapkan dan aksesibel bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Selain itu, UIN Walisongo dan LP Ma’arif sama-sama sepakat untuk melakukan perjanjian kerjsama dalam bentuk pengembangan pendidikan dan layanan inklusif di UIN Walisongo, kebijakan kurikulum baru tahun 2020 di FITK akan mengakomodir mata kuliah pendidikan inklusi dengan nilai 2 sks untuk semua jurusan, FITK dan LP Ma’arif akan melaksanakan pelatihan untuk dosen FITK tentang pendidikan inklusi sekaligus membicarakan struktur tema pada mata kuliah pendidikan inklusif, dan UIN Walisongo segera merintis berdirinya Rumah Kajian dan Layanan Disabilitas (RKLD) sebagai embrio pusat layanan disabilitas di kampus dan melakukan penguatan kepada madrasah dan sekolah Ma’arif sekaligus menjadikan sebagai laboratorium pendidikan inklusif di Jawa Tengah.

Pertemuan ini dihadiri oleh tim pendidikan inklusi dari LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Ketua LP2M, Dekan FITK, Dekan Fisip, Kabag Kerjasama, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kaprodi PAI FITK, dan perwakilan dosen Drs. H. Sahidin, M.Si dan Siti Rofiah. (HG45/Emha).

Semarang, Harianguru.com - Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah edisi ke-4 mengangkat materi Kuliah Artikel Ilmiah, Senin (29/6/2020). Pada kesempatan itu, panitia mendapuk Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D., dosen UNNES dan reviewer jurnal dan Hamidulloh Ibda editor dan reviewer jurnal. Puluhan guru-pelajar Ma'arif, dan dosen serta masyarakat luas turut menyimak kegiatan webinar tersebut.

Dalam pemaparannya, Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D., menjelaskan beberapa strategi publikasi dan dimuat di jurnal ilmiah bereputasi. "Harus ada keunikan dan kualitas karya kita agar berpeluang dimuat," papar dosen kelahiran Kendal tersebut.

Pengurus Pusat ISNU tersebut juga menambahkan, bahwa untuk jurnal terindeks Scopus, perlu menggandeng penulis lain yang sudah H indeks tinggi. "Menulis artikel ilmiah agar tembus Scopus harus menggandeng penulis lain, jangan satu author. Baik itu pembimbing, orang yang terlibat dalam penelitian kita, atau orang yang pakar Bahasa Inggris yang bisa kita ajak kerjasama untuk mentranslate artikel kita, misalnya kita memang tidak bidangnya Bahasa Inggris, itu bisa jadikan partner author dalam artikel kita. Apalagi kita mengajak mereka yang jurnal Scopusnya banyak, pasti lebih dipertimbangkan," beber Koorprodi S2 Pengembangan Kurikulum dan Koorprodi S2 Pendidikan Luas Sekolah Pascasarjana UNNES tersebut.

Pihaknya juga menjelaskan anatomi artikel sesuai kaidah penulisan umum. "Usahakan jurnal atau literatur yang kita rujuk itu bereputasi, dan lima tahun terakhir, karena itu menjadi pertimbangan dimuat atau tidak," tegas dosen yang memiliki 11 dokumen artikel terindeks Scopus tersebut.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda juga membeberkan beberapa strategi publikasi di jurnal ilmiah. "Pertama, tulislah artikel ilmiah sesuai disiplin ilmu, karena editor atau redaksi jurnal mempertimbangkan kepakaran kita, bahkan juga disinkronkan dengan akun Google Scholar milik kita. Kalau bidang kita sastra, ya tulislah dan telitilah sastra, jangan memaksa menulis tentang inklusi, meski bisa kita menulis dengan variabel kedunya," papar Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Kedua, menurut dia, baca dan taat author guidelines, pedoman penulisan atau gaya selingkung di setiap jurnal yang dituju. "Kalau di sana memakai APA Style, ya artikel kita jangan memakai Chicaho, SPA, atau Harvard Style," lanjut editor Jurnal ASNA tersebut.

Ketiga, menurut Ibda, artikel Anda harus berkualitas dan harus ada kebaruan atau novelty. "Misal, kalau sudah ada kerupuk rasa udang, maka Anda bisa membuat kerupuk rasa durian, yang seperti ini pasti menarik," tandas reviewer JRTIE IAIN Pontianak tersebut.

Keempat, kata Ibda, artikel harus bebas plagiasi atau similarity. "Ketika sudah submit, editor atau redaksi jurnal itu tidak peduli siapa kita, apa sudah doktor, profesor apa belum, yang penting ketika dicek similarity kok di atas 30 persen, ya kalau editornya saya langsung tak decline alias ditolak," papar Koordinator GLM LP Ma'arif PWNU Jateng itu.

Kelima, kata dia, silakan sitasi rujukan bereputasi, bahkan artikel dari jurnal yang Anda tuju. "Keenam, ketika ada review langsung kerjakan revisiannya, sebelum dateline yang ditentukan," tegas penulis buku Guru Dilarang Mengajar! tersebut.

Selanjutnya, kata dia, rajin-rajin lah login di OJS jurnal itu untuk mengecek kemajuan jurnal, dan utamakan berdoa kepada Allah sang penentu kehidupan.

Sesuai rencana, tindaklanjut dari webinar GLM itu akan dijadikan forum pendampingan lewat peminatan yang sudah direncanakan panitia. (Hg99).

Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Maarif 
Semarang, Harianguru.com - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Maarif mengatakan bahwa local genius terbukti ampuh mencegah tumbuh kembangnya paham radikal terorisme.

“Berdasarkan data hasil penelitian FKPT tahun 2019, kearifan lokal terbukti ampuh untuk menghadang dan memutus ideologi paham radikal intoleran. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Ulama dan tokoh masyarakat atau yang biasa disebut dengan istilah Kiai dalam terminologi Jawa merupakan sumber, pelaku dan penjaga kearifan lokal. Dari tangan dingin dan keteladan mereka ajaran Islam mewujud menjadi agama yang menebar kasih sayang kepada semesta alam. Ini merupakan soft power approach dalam mencegah terorisme yang tidak kenal situasi seperti saat covid-19 ini” tuturnya.

Hal ini disampaikan pada acara Halalbihalal Virtual bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juni 2020.

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom itu dihadiri sejumlah Tokoh dan Ulama Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir dan menyampaikan dalam sambutan secara live supaya masyarakat Jawa Tengah mengambil sisi positif dari wabah covid-19.

“Sisi positif dari corona ini mengajari kita banyak hal, ada rasa kemanusiaan, saling tolong menolong, toleransi, mau membantu dengan ikhlas, bahkan bumi ini direstart, bumi ini di reinstall, pencemaran udara menurun, ozon tertutup kembali” tuturnya.

Ganjar juga bersyukur karena Jawa Tengah memiliki kearifan lokal yang agung seperti masyarakatnya yang ramah, wajah yang senyum, senang menolong. Semua itu harus dijaga demi relasi sosial masyarakat yang baik, agar lahir situasi bahagia, aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sudah demikian, nanti masalah-masalah bisa dihadapi bersama.

Ganjar berharap supaya masyarakat Jawa Tengah selalu berpikir positif. “Pokoknya Bapak Ibu Sehat terus, bantu masyarakat, ajari pikiran positif, jaga pola hidup sehat, kemudian wajahnya bersinar karena terpancar keikhlasan hati kita semua” pungkasnya.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar yang juga hadir dalam giat tersebut menyampaikan apresiasi kepada FKPT Jawa Tengah yang dalam kondisi pandemi tidak membuat patah semangat namun justru mampu beradaptasi menyesuaikan diri dengan terus bergerak mengisi kemerdekaan. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu beradaptasi” tuturnya.

Rafli Amar mengharapkan sinergitas antara ulama dan umaro terus dikuatkan untuk menangkal paham radikal intoleran terorisme. Karena terorisme tidak cukup dihilangkan dengan hukuman terhadap pelaku, tetapi perlu pelurusan pemahaman terhadap ideologi yang keliru. Sehingga sinergitas alim ulama yang bijaksana dengan ulama sangat diperlukan.

Selain Gubernur Jateng, Gus Mus, dan Kepala BNPT, acara yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB tersebut ini juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah, yang masing-masing memberikan sambutan yaitu: KH. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), KH. Tafsir (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah), Prof. Dr. Imam Taufiq (Rektor UIN Walisongo Semarang) dan Haerudin, M.H (Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah).

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari Keroncong Sekar Banawa dan Duta Damai Dunia Maya BNPT Jawa Tengah. Tausiyah disampaikan oleh KH. Hudallah Ridwan Naim dan diakhiri dengan doa. (Hg44/Ar).

Semarang, Harianguru.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Jawa Tengah supaya dapat mengambil sisi positif dari wabah corona yang melanda saat ini. Karena jika masyarakat sibuk menyalahkan kondisi hal itu justru tidak menyelesaikan masalah.

“Sisi positif dari corona ini mengajari kita banyak hal, ada rasa kemanusiaan, saling tolong menolong, toleransi, mau membantu dengan ikhlas, bahkan bumi ini direstart, bumi ini di reinstall, pencemaran udara menurun, ozon tertutup kembali” tuturnya.

Ia juga bersyukur karena Jawa Tengah memiliki kearifan lokal yang agung seperti masyarakatnya yang ramah, wajah yang senyum, senang menolong. Semua itu harus dijaga demi relasi sosial masyarakat yang baik, agar lahir situasi bahagia, aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sudah demikian, nanti masalah-masalah bisa dihadapi bersama.

Ganjar juga berharap supaya masyarakat Jawa Tengah selalu berpikir positif.
“Pokoknya Bapak Ibu Sehat terus, bantu masyarakat, ajari pikiran positif, jaga pola hidup sehat, kemudian wajahnya bersinar karena terpancar keikhlasan hati kita semua” pungkasnya.

Hal ini disampaikan pada acara Halalbihalal Virtual bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juni 2020, yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB ini juga menghadirkan KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagai salah satu narasumber. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlotut Thalibin Leteh Rembang ini menyampaikan bahwa pandemi covid-19 merupakan suatu pelajaran yang besar sekali dari Allah SWT. Ketika sebagian dari kita banyak yang melupakan jatidirinya sebagai manusia yaitu hamba Allah yang dipasrahi menjadi kholifahnya di muka bumi ini, Allah betul-betul memukul kita dengan pelajaran yang dahsyat dengan adanya pandemi yang melanda seluruh manusia yang ada di muka bumi ini.

"Kita kadang-kadang terlalu sadar kekhalifahan kita sehingga melupakan kehambaan kita, atau sebaliknya. Kita kadang-kadang menganggap manusia hanya terhadap orang-orang yang kita setujui. Kita hanya menganggap manusia kepada mereka yang kita senangi, kita sukai, kita cintai, segala macam kepentingan-kepentingan duniawi selama ini melupakan bahwa kita sebenarnya bersaudara. Kadang-kadang kita bahkan tega mengalirkan darah saudara-saudara kita sendiri. Seperti yang terjadi dibeberapa belahan dunia. Mudah-mudahan dengan adanya teguran berat atau pelajaran besar dari Allah SWT yang berupa pandemi ini, kita nantinya bisa menjaga jarak dengan dunia ini sehingga kita lebih akrab dengan Allah SWT, kita tetep menjadi hambanya dan menjadi penguasa bumi sebagai kholifahnya” terangnya.

Selain Gubernur, Gus Mus, dan Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, acara ini juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah dengan memberikan sambutan, di antaranya KH. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), KH. Tafsir (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah), Prof. Dr. Imam Taufiq (Rektor UIN Walisongo Semarang) dan Haerudin, M.H (Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah).

Prof. Dr. Syamsul Maarif, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran aktif Kiai di tengah pandemi seperti sekarang ini.
“Di masa pandemi seperti sekarang ini, peran ulama dan tokoh masyarakat atau yang biasa orang Jawa menyebutnya dengan kiai ini sangat penting karena penyebaran paham radikal terorisme tidak mengenal pandemi, masyarakat tidak boleh lengah dengan paham radikal terorisme ditengah covid-19 yang justru bisa mencuri momentum dengan memprovokasi masyarakat. Oleh karena itu, para Kiai yang merupakan kearifan lokal diharap dapat menjadi inspirasi dan peneduh dalam beragama yang menebar kasih sayang kepada semesta alam.” Terangnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari Keroncong Sekar Banawa dan Duta Damai Dunia Maya BNPT Jawa Tengah. Tausiyah disampaikan oleh KH. Hudallah Ridwan Naim dan diakhiri dengan doa. (Hg88/Ar).

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng saat mengikuti halal bi halal Keluarga Alumni UIN Walisongo via daring
Semarang, Harianguru.com - UIN Walisongo Semarang diharap menjadi universitas berbasis riset Islam ala ahli al-sunnah wa al-jama'ah atau aswaja di Indonesia, dengan terus melakukan penelitian dan publikasi hasil-hasilnya terhadap sumbangsih Islam Aswaja dalam membangun peradaban yang rahmat al-alamin.

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil  dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang yang bertema "Maju dan Mandiri Bersama Alumni Walisongo", Ahad, 31 Mei 2020 Pukul 19.30 sd 20.30 WIB Via Zoom Meeting.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. H. Imam Taufiq, MAg Rektor UIN Walisongo, Drs. H. Lukman Hakim, MSi Ketua Umum DPP KALAM, Dr. H. Rumadi Ahmad, MA Sekjend DPP KALAM, Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag, MSi mantan Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Kerja, Dr. H. Abdul Mu'thi, M.Ed Sekjend PP Muhammadiyah, Drs. HM. Muzammil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu Hanif Dzakiri menyampaikan perlunya para alumni mencermati perubahan yang terjadi. "Hanya orang yang pro perubahan yang akan eksis memiliki peran".

Ketua PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan perlunya UIN Walisongo untuk komitmen menjadi pusat riset pengembangan keilmuan Islam ala ahlussunnah wa al-jama'ah atau aswaja. "Bagaimana agar Islam aswaja hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini", tegasnya.

Lebih lanjut ia menyinggung, "ada hal-hal yang tetap, namun juga ada hal-hal yang berubah. Yang tetap tentunya adalah hal-hal yang bersifat ushuliyah, sedang yang berubah adalah hal-hal yang furu'iyyah", urainya.

Sementara itu Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan, "kami bangga jadi alumni UIN Walisongo karena UIN memiliki kualitas atau mutu yang baik, karena telah terakreditasi A".

Lebih lanjut ia berharap agar UIN Walisongo terus bersinergi dengan instutusi keilmuan lainnya dalam berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. (Hg44).

Suasana hala bi halalal ISNU Jawa Tengah via online
Semarang, Harianguru.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil dalam sambutannya pada acara halal bi halal virtual ISNU Jateng meminta kepada ISNU Jateng untuk ikut memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

"Bagaimana sebenarnya persoalan yang kini tengah terjadi di negara kita? Tentu bukan hanya soal pandemi gbobal, namun juga dampaknya pada semua aspek kehidupan: agama, ideologi, ekonomi, politik, hukum, sosbud dan hankam", ujarnya, Ahad (31/5/2020).

Menurut HM Muzamil, persoalan tersebut perlu dianalisis secara multi disiplin ilmu oleh ISNU, tidak hanya kedokteran, namun juga dampaknya terhadap kehidupan agama, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan.

ISNU adalah organisasi sarjana Indonesia yang beragama Islam, sehingga sebagai sarana tentu ISNU memiliki disiplin ilmu yang dapat disumbangkan untuk mengatasi persoalan-persoalan umat, bangsa dan negara Indonesia saat ini.

"Selain itu ISNU juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap Keislaman dan Keindonesiaan, sehingga posisinya sangat penting untuk bersama ulama dan umara dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai sarjana, tentu ISNU tidak elok jika memenaragadingkan diri dari kehidupan ummat, bangsa dan negara", tegasnya.

Tampak hadir dalam halal bihalal lewat zoom tersebut, Ketua PW ISNU Jateng Prof Dr Budi Setiyono, PhD, Sekretaris H Fahrudin Aziz, jajaran pengurus Wilayah dan Cabang ISNU se-Jateng.


Oleh  Mohsan Fauzi dan Husna Nashihin

Sebagaimana kita semua ketahui bersama,bahwa negara – negara di dunia kini sedang di hadapkan sebuah makhluk kecil yang tak tampak kasat mata apabikla kita ingin melihatnya harus menggunakan microskop yang ukurannya harus berkali kali,agar bisa terlihat dan ini tantangan terbesar penanganan wabah virus corono yang secara resmi di identifikasi oleh WHO sebagai Corona Virus Desease-19 atau disingkat covid-19.Ujar Nurchalis, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia.

( ISMI ) Aceh,Wasekjen DPP Persatuan Sarjana Pertanian Indonesia ( PIPSI ) kita bisa melihat hanya dalam beberapa bulan saja sejak kemunculannya pada januari lalu pandemi Covid-19 ia berkembang pesat dan dia (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang sangat serius hampir seluruh aspek kehidupan manusia di muka bumi.Terutama di sektor ekonomi, meskipun jika kita mau objektif panademi ini juga telah memberi dampak positif terhadap perbaikan kondisi ekologis bumi dengan skala dan luasan yang tidak main main, seperti : global, wosrlwide, seluruh negara di dunia merasakannya.

Dampak terbesarnya adalah menggagu proses produksi,distribusi,dan konsumsi akibat tingkat dan skema penularan virus yang  menyerang aspek paling fundamental dari seluruh aktivitas kita,yaitu interaksi fisik antar manusia hingga memaksa kita menerapkan kebijakan social/phycal distancing. Sebagai instrumen utama penggerak aktivitas ekonomi,tentu ini akan sangat berdampak. Meskipun  ekonomi kita sudah mukai bergerak ke arah digital, namun trend tidak cukup kuat untuk menjadi alternatif solusi atas dampak masif dan luar biasa pandemu Covid-19 ini.

Pengusaha pengusaha saat ini mulai kelimpungan baik yang skala besar maupun menengah. Proses keluar masuknya ekonomi kini menjadi macet. Banyak perusahaan menutup usaha dan pabrikny akubat tansaksi perdagangan mengalami penurunan akibat kurangnya pembeli serta terbatasnya ekspor sehingga mengalami penurunan omset. Kemudian pemberhentian hak kerja ( PHK) terjadi dimana mana,baik buruh pabrik,karyawan hotel,usaha angkutan,tranportasi, tempat tempat parawisata, dan banyak sektor jasa lainnya.

Dan dengan adanya pembatasan pembatasan inilah masyarakat  pada prihatin,karena tanpa adanya pembatasan” dan kurangnya pembeli masyarakat dapat menghasilkan omset yang maksimal bahkan tinggi agar bisa mencupi kebutuhan rumah tangga dan untuk menyekolahkan anak didiknya.Dan mirisnya lagi dengan masyarakat kecil pelaku mikro,sektor riiil, hingga petani,pedagang,nelayan, dan buruh yang mana mereka hanya bisa mengandalkan pendapatan sehari hari dari situ bahkan mengalami dampak yang lebih parah hingga mereka merasakan kondisi rentang pangan dan ancaman kelaparan.


Sampai sejauh ini kita belum bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,yang jelas kondisi ini akan mengakibatkan aktifitas ekonomi khususnya perdagangan baik di tingkat lokal,regional,dan internasional akan mengalami ketidakpastian,bahkan sampai pada ancaman berhenti total.namun apabila memang virus covid-19 ini sudah musnah tetep saja sistem ekonomi masih anjlok di bawah rata rata,karena bayaknya hutang dimana mana hingga turun 0,4 persen.Di negara kita meski kita memiliki sumberdaya alam yang berlimpah,namun kekayaan alam tersebut kita belum mampu untuk mengelola kekayaan alam dengan maksimal malah di serahkan ke negara negara lain untuk meproduksinya
Padahal kita itu punya segalanya tpi kenapa tidak di optimalkan,inilah Indonesia. Diperparahkan oleh pandemi Covid-19,maka jelas target pertumbuhan ekonomi kita akan tidak stabil dan tidak tercapai.

Dalam skup lokal kita bisa lihat di Aceh, kita tahu pondasi ekonomi Aceh sangat tergantung pada sumber daya alam dari sektor agri dan perikanan, namun sayangnya minimnya nilai tambah karena tidak tumbuhnya industri. Dalam sektor lain yang sebenernya sangat potensial digarap,namun masih dalam tahapan konsolidasi dan sekarang macet karena pandemi Covid-19,adalah sektor pariwisata.

Dengan kondisi ini ekonomi Aceh sangat terpengaruh dinamika pasar di luar Aceh atau suplay chain yang dalam kondisi normal tidak terlalu bermasalah,selain hanya ketimpangan dalam neraca perdagangan Aceh,namun dalam kondisi pandemi Covid-19 dapat di pastikan akan membuat ekonomi di Aceh mengalami guncangan yanga cukup kuat.

Produksi agro Aceh seperti CPO,nilai, paa dan lain lainnya, juga dalam perikanan sampai saat ini masih stabil atau dampaknya belum tampak signifikan. Namun kopi yang merupakan komoditas unggulan dan perikanan darat mengalami dampak serius. Denga. Berlakunya sosial distancing konon lagi jika sampai di lockdown, PSBB,atau sejenisnya dengan pangsa pasar luar negri, kopi gayo tak terjual,pemasaran menjadi macet hingga terjadi penumpukan stock kopi yang cukup besar, mencapai 70 persen dari total produksi.

Sepertii hal yang ada di sekitar saya,dengan adanya Covid-19 ini,semua masyarakat berkelu kesah karena apabila pemerintah memang ingin mengadakan pembatasan penumpang atau mengadakan PSBB atau bahkan sampai mengadakan lockdown di seluruh wilayah hal ini sangat membuat masyrakat tidak mendapakan omset yang sepadan,walaupun dengan adanya lockdown lebih baik tetapi apa wajar jika mereka tidak bisa hidup dengan tidak makan minum,apalagi ada lockdown yang mana orang dalam tak bisa keluar, dan orang luar tak biasa kedalam ini merupakan penghambatan untuk mencari nafkah keluarga mereka.

Sebagaimana pemerintah bilang katanya ingin membagikan subsidi ke masyarakat dan mengratiskan listrik tpiii cman di bibir saja tak berkutik sama sekali,klau memang jikaa ingin membagikan ke masyarakat seharusnya sama rataa doong,,,kasihan dongg orang yang hanya di php in kasian doong orang yang penghasilan nya minim apalagi miskin,,, maka harus adill yaaak,,,kasihan orang miskin tahu...

Allah berfirman yang artinya :
“wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah,walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orang tua dan kaum karabatmy. Jika dia ( yang berdakwah)  kaya ataupun miskin,maka Allah lebih tahu kemaslahatan (untuk kebaikannh). Dan jika kamu memutarbaikkan (kata-kata)  atau enggan untuk menjadi saksi, maka keteahuilah bahwa Allah Mahateliti  terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan ( Q.S An-Nisa : 135 ).

Dari sinilah kita tahu bahwa sesama makhkuq itu harus adiil agar tidak ada perselisihan diantara mereka sehingga mereka membuat onar di wilayahnya,, karena pemimpinlah yang jadi saksi di akhirat nanti jikalau memang tidak ada keadilan di tengah tengah masyarakat.

-Penulis adalah akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta.

Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM
Jakarta, Harianguru.com - Peran pondok pesantren dalam sejarahnya tidak diragukan lagi. Tak hanya dalam bidang agama dan pendidikan, namun kaum santri terbukti ikut mempertahankan NKRI dengan wujud Hari Santri Nasional sebagai peringatan mengenang jasa mereka.

Maka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan kepada Pemerintah agar jangan lupa pada Pondok Pesantren (Ponpes) dalam penerapan era new normal. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM dari Dapil IX Jawa Tengah ( Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal).

PKB secara resmi, kata Nur Nadlifah, mendesak kepada Pemerintah untuk memperhatikan kelangsungan pondok pesantren dalam masa new normal covid-19. Dengan mempertimbangkan kehidupan sekitar 28.000 pesantren  dengan 18 juta santri yang tersebar di Indonesia, Pondok pesantren agar dapat kembali memulai proses belajar mengajar.

" Kondisi sarana dan prasarana pesantren yang sebagian besar belum ememnuhi standar kesehatan seperti pusat kesehatan pesantren, sarana MCK, Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, hand sanitizer, masker dan lainnya, katanya, Rabu (27/05/2020).

Kondisi ini, lanjut Nur Nadlifah, harus segera diantisipasi untuk ditangani dan ditemukan solusinya oleh Pemerintah pusat hingga daerah. Apabila dibiarkan tanpa adanya intervensi dan bantuan nyata dari Pemerintah, maka Pondok pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa ini.

" Oleh karena itu, PKB mendesak kepada pemerintah agar segera memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kyai dan santri, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi pesantren, penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar new normal dan alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota untuk pesantren selama masa new normal," imbuhnya.

Nur Nadlifah juga berpesan, bahwa Pondok Pesantren merupakan garda terdepan percontohan Pendidikan Keagamaan di Indonesia, dan Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua di Republik Indonesia yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, untuk itu Pesantren mempunyai peran yang sangat berpengaruh penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan perubahan akhlak generasi yang akan datang.  (hg77/LH/BU)


Oleh Lisa Virdinarti Putra, M. Pd.

Usia tidak menentukan apakah dapat berinvestasi ataupun tidak. Sebagian besar pelajar belum ada yang mengalokasikan sebagian uangnya untuk ditabung atau diinvestasikan.  Mereka masih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, keinginan, dan kebutuhan saat ini saja. Padahal mereka dalam pembelajaran telah diberikan ilmu mengenai cara berinvestasi.

Penanaman nilai – nilai literasi keuangan sedini mungkin akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat  kesejahteraan di masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah metode partisipasi aktif melalui tahapan : 1) sosialisasi program; 2) penyampaian materi; 3) pelatihan; 4) pemanfaatan produk; dan 4) monitoring dan evaluasi (monev).

Siswa perlu diberikan edukasi dalam hal melakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

Tanggapan positif dari siswa dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan dompet harian dan menggunakan Diary Cerlang yang merupakan hasil produk pengabdian.  Siswa mengalami peningkatan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%). Dalam pengaplikasiannya dibantu dengan “Diary Cerlang” yang membantu mereka dalam pencatatan keuangan sehari-hari mereka. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan pemasukan mereka.

-Dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ilustrasi

Oleh Fitra Gusti Wijaya
Mahasiswa Prodi PBA STITMA Yogyakarta

Rapor adalah kitab sakral?
Di sekolah-sekolah dalam enam bulan sekali dan setahun sekali biasa diselenggarakan acara rutin,  yaitu pembagian rapor.  Setiap pembagian rapor,  para orangtua merasa deg-degan dengan nilai hasil rapor anaknya, mengharapkan nilai hasil ujian anak-anaknya bagus, apalagi matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Nilai Rapor menjadi sesuatu Yang sakral sebagai acuan berhasil tidaknya anak mereka didalam belajar disekolah. ( Munif Chatib,  Sekolah Anak-Anak Juara)

Padahal nilai tersebut hanya berisi tentang kemampuan kognetif anak saja. Begitu juga sebagian besar guru,  mereka para guru kebanyakan hanya mementingkan hasil dari ujian tulis Yang merupakan evaluasi kognitif belaka.

Kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik dipandang sebelah mata!?
Disamping kemampuan kognetif,  ada juga kemampuan afektif (empati/akhlak)dan kemampuan psikomotor (pembiasaan/karya) bagi sang anak,  ketiganya saling terkait satu sama lain.

Didalam evaluasi ranah afektif peserta didik tidak terlalu diperhatikan, Lihatlah akhir -akhir ini, banyak anak-anak menjadi pecandu narkoba, melakukan sex bebas, tidak menghormati orangtuanya bahkan ada yang memukul orangtuanya sendiri, wal 'iyadzubillah.

Apalagi disekolah-sekolah umum,  waktu yang disediakan untuk pelajaran agamapun hanya dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat.

Materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar aqidah dan akhlak, lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). 

Kendala lain adalah kurangnya keikutsertaan  guru mata pelajaran lain dalam memberi motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya berbagai sarana pelatihan dan pengembangan, serta rendahnya peran serta orang tua siswa”.

Hasan yang pemalas tetapi ahli memperbaiki mesin yang rusak...
Didalam buku Munif Chatib: Sekolah Anak-Anak Juara, dikisahkan seorang anak bernama hasan, ia tak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan guru, iapun divonis sebagai anak pemalas,  ia sering bolos dan tidak menyukai hampir seluruh mata pelajaran Yang diberikan disekolah. Ia dikenal murid yang paling malas diantara siswa pemalas lainnya.

Akan tetapi ia mempunyai kelebihan memperbaiki alat-alat listrik dipesantren yang rusak, seperti instalasi listrik Yang padam,  mesin penyedot air Yang rusak,  mesin rumput yang ngadat, bahkan mesin rontgen klinik yang ada dipesantren.

Disaat hasan tidak ada dipesantren ia merupakan sosok yang sangat dirindukan ketika ada masalah pada mesin-mesin tersebut. Karena tak ada yang mampu memperbaiki mesin-mesin tersrbut disaat rusak kecuali hasan.

Kemampuan hasan dalam bidang perbaikan mesin -mesin yang rusak tersebut sangat berbanding terbalik dengan kemampuan hasan pada semua teori pelajaran.

Saat lulus SMA nilai-nilai tes kognetif hasan pada semua bidang studi rendah,  namun keterampilan elektronik dan mesin yang dimiliki hasan membuat dia diterima bekerja sebagai teknisi diklinik kesehatan.  Hasan telah menunjukkan kemampuan kecerdasannya pada bidang pekerjaannya Yang sangat ia sukai.

Demikianlah hendaknya seorang peserta didik itu bukan hanya dievaluasi  kemampuan kognetifnya semata,  akan tetapi, evaluasi afektif dan evaluasi psikomotorpun hendaknya diperhatikan juga,  karena ketiganya mempunyai keterikatan satu sama lain. Agar tercipta insan kamil yang diharapkan bagi orangtua,  masyarakat, agama,  bangsa dan negara.

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget