Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Mei 2020

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng saat mengikuti halal bi halal Keluarga Alumni UIN Walisongo via daring
Semarang, Harianguru.com - UIN Walisongo Semarang diharap menjadi universitas berbasis riset Islam ala ahli al-sunnah wa al-jama'ah atau aswaja di Indonesia, dengan terus melakukan penelitian dan publikasi hasil-hasilnya terhadap sumbangsih Islam Aswaja dalam membangun peradaban yang rahmat al-alamin.

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil  dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang yang bertema "Maju dan Mandiri Bersama Alumni Walisongo", Ahad, 31 Mei 2020 Pukul 19.30 sd 20.30 WIB Via Zoom Meeting.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. H. Imam Taufiq, MAg Rektor UIN Walisongo, Drs. H. Lukman Hakim, MSi Ketua Umum DPP KALAM, Dr. H. Rumadi Ahmad, MA Sekjend DPP KALAM, Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag, MSi mantan Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Kerja, Dr. H. Abdul Mu'thi, M.Ed Sekjend PP Muhammadiyah, Drs. HM. Muzammil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu Hanif Dzakiri menyampaikan perlunya para alumni mencermati perubahan yang terjadi. "Hanya orang yang pro perubahan yang akan eksis memiliki peran".

Ketua PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan perlunya UIN Walisongo untuk komitmen menjadi pusat riset pengembangan keilmuan Islam ala ahlussunnah wa al-jama'ah atau aswaja. "Bagaimana agar Islam aswaja hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini", tegasnya.

Lebih lanjut ia menyinggung, "ada hal-hal yang tetap, namun juga ada hal-hal yang berubah. Yang tetap tentunya adalah hal-hal yang bersifat ushuliyah, sedang yang berubah adalah hal-hal yang furu'iyyah", urainya.

Sementara itu Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan, "kami bangga jadi alumni UIN Walisongo karena UIN memiliki kualitas atau mutu yang baik, karena telah terakreditasi A".

Lebih lanjut ia berharap agar UIN Walisongo terus bersinergi dengan instutusi keilmuan lainnya dalam berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. (Hg44).

Suasana hala bi halalal ISNU Jawa Tengah via online
Semarang, Harianguru.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil dalam sambutannya pada acara halal bi halal virtual ISNU Jateng meminta kepada ISNU Jateng untuk ikut memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

"Bagaimana sebenarnya persoalan yang kini tengah terjadi di negara kita? Tentu bukan hanya soal pandemi gbobal, namun juga dampaknya pada semua aspek kehidupan: agama, ideologi, ekonomi, politik, hukum, sosbud dan hankam", ujarnya, Ahad (31/5/2020).

Menurut HM Muzamil, persoalan tersebut perlu dianalisis secara multi disiplin ilmu oleh ISNU, tidak hanya kedokteran, namun juga dampaknya terhadap kehidupan agama, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan.

ISNU adalah organisasi sarjana Indonesia yang beragama Islam, sehingga sebagai sarana tentu ISNU memiliki disiplin ilmu yang dapat disumbangkan untuk mengatasi persoalan-persoalan umat, bangsa dan negara Indonesia saat ini.

"Selain itu ISNU juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap Keislaman dan Keindonesiaan, sehingga posisinya sangat penting untuk bersama ulama dan umara dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai sarjana, tentu ISNU tidak elok jika memenaragadingkan diri dari kehidupan ummat, bangsa dan negara", tegasnya.

Tampak hadir dalam halal bihalal lewat zoom tersebut, Ketua PW ISNU Jateng Prof Dr Budi Setiyono, PhD, Sekretaris H Fahrudin Aziz, jajaran pengurus Wilayah dan Cabang ISNU se-Jateng.


Oleh  Mohsan Fauzi dan Husna Nashihin

Sebagaimana kita semua ketahui bersama,bahwa negara – negara di dunia kini sedang di hadapkan sebuah makhluk kecil yang tak tampak kasat mata apabikla kita ingin melihatnya harus menggunakan microskop yang ukurannya harus berkali kali,agar bisa terlihat dan ini tantangan terbesar penanganan wabah virus corono yang secara resmi di identifikasi oleh WHO sebagai Corona Virus Desease-19 atau disingkat covid-19.Ujar Nurchalis, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia.

( ISMI ) Aceh,Wasekjen DPP Persatuan Sarjana Pertanian Indonesia ( PIPSI ) kita bisa melihat hanya dalam beberapa bulan saja sejak kemunculannya pada januari lalu pandemi Covid-19 ia berkembang pesat dan dia (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang sangat serius hampir seluruh aspek kehidupan manusia di muka bumi.Terutama di sektor ekonomi, meskipun jika kita mau objektif panademi ini juga telah memberi dampak positif terhadap perbaikan kondisi ekologis bumi dengan skala dan luasan yang tidak main main, seperti : global, wosrlwide, seluruh negara di dunia merasakannya.

Dampak terbesarnya adalah menggagu proses produksi,distribusi,dan konsumsi akibat tingkat dan skema penularan virus yang  menyerang aspek paling fundamental dari seluruh aktivitas kita,yaitu interaksi fisik antar manusia hingga memaksa kita menerapkan kebijakan social/phycal distancing. Sebagai instrumen utama penggerak aktivitas ekonomi,tentu ini akan sangat berdampak. Meskipun  ekonomi kita sudah mukai bergerak ke arah digital, namun trend tidak cukup kuat untuk menjadi alternatif solusi atas dampak masif dan luar biasa pandemu Covid-19 ini.

Pengusaha pengusaha saat ini mulai kelimpungan baik yang skala besar maupun menengah. Proses keluar masuknya ekonomi kini menjadi macet. Banyak perusahaan menutup usaha dan pabrikny akubat tansaksi perdagangan mengalami penurunan akibat kurangnya pembeli serta terbatasnya ekspor sehingga mengalami penurunan omset. Kemudian pemberhentian hak kerja ( PHK) terjadi dimana mana,baik buruh pabrik,karyawan hotel,usaha angkutan,tranportasi, tempat tempat parawisata, dan banyak sektor jasa lainnya.

Dan dengan adanya pembatasan pembatasan inilah masyarakat  pada prihatin,karena tanpa adanya pembatasan” dan kurangnya pembeli masyarakat dapat menghasilkan omset yang maksimal bahkan tinggi agar bisa mencupi kebutuhan rumah tangga dan untuk menyekolahkan anak didiknya.Dan mirisnya lagi dengan masyarakat kecil pelaku mikro,sektor riiil, hingga petani,pedagang,nelayan, dan buruh yang mana mereka hanya bisa mengandalkan pendapatan sehari hari dari situ bahkan mengalami dampak yang lebih parah hingga mereka merasakan kondisi rentang pangan dan ancaman kelaparan.


Sampai sejauh ini kita belum bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,yang jelas kondisi ini akan mengakibatkan aktifitas ekonomi khususnya perdagangan baik di tingkat lokal,regional,dan internasional akan mengalami ketidakpastian,bahkan sampai pada ancaman berhenti total.namun apabila memang virus covid-19 ini sudah musnah tetep saja sistem ekonomi masih anjlok di bawah rata rata,karena bayaknya hutang dimana mana hingga turun 0,4 persen.Di negara kita meski kita memiliki sumberdaya alam yang berlimpah,namun kekayaan alam tersebut kita belum mampu untuk mengelola kekayaan alam dengan maksimal malah di serahkan ke negara negara lain untuk meproduksinya
Padahal kita itu punya segalanya tpi kenapa tidak di optimalkan,inilah Indonesia. Diperparahkan oleh pandemi Covid-19,maka jelas target pertumbuhan ekonomi kita akan tidak stabil dan tidak tercapai.

Dalam skup lokal kita bisa lihat di Aceh, kita tahu pondasi ekonomi Aceh sangat tergantung pada sumber daya alam dari sektor agri dan perikanan, namun sayangnya minimnya nilai tambah karena tidak tumbuhnya industri. Dalam sektor lain yang sebenernya sangat potensial digarap,namun masih dalam tahapan konsolidasi dan sekarang macet karena pandemi Covid-19,adalah sektor pariwisata.

Dengan kondisi ini ekonomi Aceh sangat terpengaruh dinamika pasar di luar Aceh atau suplay chain yang dalam kondisi normal tidak terlalu bermasalah,selain hanya ketimpangan dalam neraca perdagangan Aceh,namun dalam kondisi pandemi Covid-19 dapat di pastikan akan membuat ekonomi di Aceh mengalami guncangan yanga cukup kuat.

Produksi agro Aceh seperti CPO,nilai, paa dan lain lainnya, juga dalam perikanan sampai saat ini masih stabil atau dampaknya belum tampak signifikan. Namun kopi yang merupakan komoditas unggulan dan perikanan darat mengalami dampak serius. Denga. Berlakunya sosial distancing konon lagi jika sampai di lockdown, PSBB,atau sejenisnya dengan pangsa pasar luar negri, kopi gayo tak terjual,pemasaran menjadi macet hingga terjadi penumpukan stock kopi yang cukup besar, mencapai 70 persen dari total produksi.

Sepertii hal yang ada di sekitar saya,dengan adanya Covid-19 ini,semua masyarakat berkelu kesah karena apabila pemerintah memang ingin mengadakan pembatasan penumpang atau mengadakan PSBB atau bahkan sampai mengadakan lockdown di seluruh wilayah hal ini sangat membuat masyrakat tidak mendapakan omset yang sepadan,walaupun dengan adanya lockdown lebih baik tetapi apa wajar jika mereka tidak bisa hidup dengan tidak makan minum,apalagi ada lockdown yang mana orang dalam tak bisa keluar, dan orang luar tak biasa kedalam ini merupakan penghambatan untuk mencari nafkah keluarga mereka.

Sebagaimana pemerintah bilang katanya ingin membagikan subsidi ke masyarakat dan mengratiskan listrik tpiii cman di bibir saja tak berkutik sama sekali,klau memang jikaa ingin membagikan ke masyarakat seharusnya sama rataa doong,,,kasihan dongg orang yang hanya di php in kasian doong orang yang penghasilan nya minim apalagi miskin,,, maka harus adill yaaak,,,kasihan orang miskin tahu...

Allah berfirman yang artinya :
“wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah,walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orang tua dan kaum karabatmy. Jika dia ( yang berdakwah)  kaya ataupun miskin,maka Allah lebih tahu kemaslahatan (untuk kebaikannh). Dan jika kamu memutarbaikkan (kata-kata)  atau enggan untuk menjadi saksi, maka keteahuilah bahwa Allah Mahateliti  terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan ( Q.S An-Nisa : 135 ).

Dari sinilah kita tahu bahwa sesama makhkuq itu harus adiil agar tidak ada perselisihan diantara mereka sehingga mereka membuat onar di wilayahnya,, karena pemimpinlah yang jadi saksi di akhirat nanti jikalau memang tidak ada keadilan di tengah tengah masyarakat.

-Penulis adalah akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta.

Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM
Jakarta, Harianguru.com - Peran pondok pesantren dalam sejarahnya tidak diragukan lagi. Tak hanya dalam bidang agama dan pendidikan, namun kaum santri terbukti ikut mempertahankan NKRI dengan wujud Hari Santri Nasional sebagai peringatan mengenang jasa mereka.

Maka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan kepada Pemerintah agar jangan lupa pada Pondok Pesantren (Ponpes) dalam penerapan era new normal. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM dari Dapil IX Jawa Tengah ( Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal).

PKB secara resmi, kata Nur Nadlifah, mendesak kepada Pemerintah untuk memperhatikan kelangsungan pondok pesantren dalam masa new normal covid-19. Dengan mempertimbangkan kehidupan sekitar 28.000 pesantren  dengan 18 juta santri yang tersebar di Indonesia, Pondok pesantren agar dapat kembali memulai proses belajar mengajar.

" Kondisi sarana dan prasarana pesantren yang sebagian besar belum ememnuhi standar kesehatan seperti pusat kesehatan pesantren, sarana MCK, Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, hand sanitizer, masker dan lainnya, katanya, Rabu (27/05/2020).

Kondisi ini, lanjut Nur Nadlifah, harus segera diantisipasi untuk ditangani dan ditemukan solusinya oleh Pemerintah pusat hingga daerah. Apabila dibiarkan tanpa adanya intervensi dan bantuan nyata dari Pemerintah, maka Pondok pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa ini.

" Oleh karena itu, PKB mendesak kepada pemerintah agar segera memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kyai dan santri, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi pesantren, penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar new normal dan alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota untuk pesantren selama masa new normal," imbuhnya.

Nur Nadlifah juga berpesan, bahwa Pondok Pesantren merupakan garda terdepan percontohan Pendidikan Keagamaan di Indonesia, dan Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua di Republik Indonesia yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, untuk itu Pesantren mempunyai peran yang sangat berpengaruh penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan perubahan akhlak generasi yang akan datang.  (hg77/LH/BU)


Oleh Lisa Virdinarti Putra, M. Pd.

Usia tidak menentukan apakah dapat berinvestasi ataupun tidak. Sebagian besar pelajar belum ada yang mengalokasikan sebagian uangnya untuk ditabung atau diinvestasikan.  Mereka masih menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, keinginan, dan kebutuhan saat ini saja. Padahal mereka dalam pembelajaran telah diberikan ilmu mengenai cara berinvestasi.

Penanaman nilai – nilai literasi keuangan sedini mungkin akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat  kesejahteraan di masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah metode partisipasi aktif melalui tahapan : 1) sosialisasi program; 2) penyampaian materi; 3) pelatihan; 4) pemanfaatan produk; dan 4) monitoring dan evaluasi (monev).

Siswa perlu diberikan edukasi dalam hal melakukan pengelolaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan (financial literacy), kemampuan membuat alat bantu dalam pengelolaan keuangan dalam hal ini dibantu oleh dompet harian dan “Diary Cerlang” yang merupakan produk yang memiliki nilai fungsional.

Tanggapan positif dari siswa dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan dompet harian dan menggunakan Diary Cerlang yang merupakan hasil produk pengabdian.  Siswa mengalami peningkatan kemampuan menggunakan produk meningkat 29% (semula 65% menjadi 94%). Dalam pengaplikasiannya dibantu dengan “Diary Cerlang” yang membantu mereka dalam pencatatan keuangan sehari-hari mereka. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan pemasukan mereka.

-Dosen PGSD Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ilustrasi

Oleh Fitra Gusti Wijaya
Mahasiswa Prodi PBA STITMA Yogyakarta

Rapor adalah kitab sakral?
Di sekolah-sekolah dalam enam bulan sekali dan setahun sekali biasa diselenggarakan acara rutin,  yaitu pembagian rapor.  Setiap pembagian rapor,  para orangtua merasa deg-degan dengan nilai hasil rapor anaknya, mengharapkan nilai hasil ujian anak-anaknya bagus, apalagi matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Nilai Rapor menjadi sesuatu Yang sakral sebagai acuan berhasil tidaknya anak mereka didalam belajar disekolah. ( Munif Chatib,  Sekolah Anak-Anak Juara)

Padahal nilai tersebut hanya berisi tentang kemampuan kognetif anak saja. Begitu juga sebagian besar guru,  mereka para guru kebanyakan hanya mementingkan hasil dari ujian tulis Yang merupakan evaluasi kognitif belaka.

Kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik dipandang sebelah mata!?
Disamping kemampuan kognetif,  ada juga kemampuan afektif (empati/akhlak)dan kemampuan psikomotor (pembiasaan/karya) bagi sang anak,  ketiganya saling terkait satu sama lain.

Didalam evaluasi ranah afektif peserta didik tidak terlalu diperhatikan, Lihatlah akhir -akhir ini, banyak anak-anak menjadi pecandu narkoba, melakukan sex bebas, tidak menghormati orangtuanya bahkan ada yang memukul orangtuanya sendiri, wal 'iyadzubillah.

Apalagi disekolah-sekolah umum,  waktu yang disediakan untuk pelajaran agamapun hanya dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat.

Materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar aqidah dan akhlak, lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). 

Kendala lain adalah kurangnya keikutsertaan  guru mata pelajaran lain dalam memberi motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya berbagai sarana pelatihan dan pengembangan, serta rendahnya peran serta orang tua siswa”.

Hasan yang pemalas tetapi ahli memperbaiki mesin yang rusak...
Didalam buku Munif Chatib: Sekolah Anak-Anak Juara, dikisahkan seorang anak bernama hasan, ia tak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan guru, iapun divonis sebagai anak pemalas,  ia sering bolos dan tidak menyukai hampir seluruh mata pelajaran Yang diberikan disekolah. Ia dikenal murid yang paling malas diantara siswa pemalas lainnya.

Akan tetapi ia mempunyai kelebihan memperbaiki alat-alat listrik dipesantren yang rusak, seperti instalasi listrik Yang padam,  mesin penyedot air Yang rusak,  mesin rumput yang ngadat, bahkan mesin rontgen klinik yang ada dipesantren.

Disaat hasan tidak ada dipesantren ia merupakan sosok yang sangat dirindukan ketika ada masalah pada mesin-mesin tersebut. Karena tak ada yang mampu memperbaiki mesin-mesin tersrbut disaat rusak kecuali hasan.

Kemampuan hasan dalam bidang perbaikan mesin -mesin yang rusak tersebut sangat berbanding terbalik dengan kemampuan hasan pada semua teori pelajaran.

Saat lulus SMA nilai-nilai tes kognetif hasan pada semua bidang studi rendah,  namun keterampilan elektronik dan mesin yang dimiliki hasan membuat dia diterima bekerja sebagai teknisi diklinik kesehatan.  Hasan telah menunjukkan kemampuan kecerdasannya pada bidang pekerjaannya Yang sangat ia sukai.

Demikianlah hendaknya seorang peserta didik itu bukan hanya dievaluasi  kemampuan kognetifnya semata,  akan tetapi, evaluasi afektif dan evaluasi psikomotorpun hendaknya diperhatikan juga,  karena ketiganya mempunyai keterikatan satu sama lain. Agar tercipta insan kamil yang diharapkan bagi orangtua,  masyarakat, agama,  bangsa dan negara.

Kudus, Harianguru.com - Hasil diskusi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus, terkait pembelajaran via online disetujui oleh Hj. Eni Misdayani, S.Ag, M.M, selaku ketua yayasan.

Persetujuan tersebut, dimufakati usai diskusi yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus, dalam menghadapi pencegahan Virus Covid-19, di Gedung KB Al-Azhar, Senin, (16/3/2020)..

Ia menilai, bahwasanya lembaga PAUD juga harus terus memantau perkembangan KBMnya melalui kontak digital, laiknya Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

"Hal tersebut juga menindaklanuti surat edaran dari Disdikpora Kabupaten Kudus, yang mengimbau untuk tetap memantau jalanya KBM meskipun online," jelasnya.

Anak memang perlu dibatasi dalam penggunaan media digital, akan tetapi, melalui peran orang tua dan pendidik, pendidikan PAUD juga dapat diberikan kepada peserta didik Al-Azhar.

Lanjut, Umi Eni, begitu sapaan akrab Ketua Yayasan PAUD Al-Azhar Jekulo Kudus tersebut, "Kita gunakan kecanggihan teknologi ini untuk memantau perkembangan anak-anak. Misalnya dengan video call, dan tetap intens menanyakan kegiatan mereka selama seharian dirumah, juga sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan selama satu bulan ini," sampainya.

"Dan lagi, kita berharap peran orang tua sangat kami butuhkan dalam hal ini. Terlebih agenda outing class yang tertunda, tentunya anak-anak sudah bermimpi jauh untuk mengekspolrasikan diri diluar ruang," paparnya.

Umi Eni juga mengimbau kepada wali kelas, untuk memgedukasi pencegahan terhadap Covid-19 melalui Whatsapp grup, melakukan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), dan mengajak orang tua untuk sadar pentingnya cuci tangan, sekaligus memberi pengajaran kepada anak selama dirumah untuk membiasakan cuci tangan.

Pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Al-Azhar, baik TPA, KB maupun TK masih tetap lakukan aktifitas di sekolahan untuk tetap menjaga kebersihan sekolahan selama libur pencegahan Covid-19. (Hg55/Udin)

Penyaluran bantuan dari DPR RI FPKB untuk guru Madin
Brebes, Harianguru.com - Guru atau ustadz Madrasah Diniyah (Madin) adalah bagian masyarakat yang terkena dampak Covid 19. Kegiatan keagamaan dari pengajian sampai acara tahlil dikampung, bahkan santunan tahunan dari Pemerintah Kabupaten pun semua ditiadakan. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian Ustadz dan guru ngaji di Kabupaten Brebes.

Sebagai wujud kepedulian untuk berbagi kepada sesama, Hj Nur Nadlifah,anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKB membagikan paket sembako kepada Ustadz Madin Se-Kabupaten Brebes.

Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes H.Ahmad Sururi, menghaturkan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah anggota DPR RI yang telah berbagi kepada Ustadz Madin di Kabupaten Brebes. Dengan bantuan sembako yang telah dibagikan ini tentu menjadi kabar gembira bagi para guru Diniyah yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan Islam di Kabupaten Brebes.

" Apapun bentuknya, Guru Madin adalah bagian yang kena imbas,oleh karena itu kehadiran bantuan Bu Nad sangat membantu guru-guru Madin yang tersebar di kampung-kampung. Semoga bermanfaat dan buat Bu Nad untuk terus berkhidmat untuk Umat, Kami dukung perjuangan..Semoga bermanfaat untuk rakyat khususnya di Dapil IX," paparnya Ahad (17/5/2020).

Sebagai wakil rakyat yg mewakili masyarakat Kabupaten Brebes, kota Tegal dan Kabupaten Tegal, Bu Nad telah menunjukan kepeduliannya kepada komunitas pendidikan keagamaan temasuk Madin dan guru ngaji serta Pondok Pesantren.

Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian  Agama  Kabupaten Brebes melalui Kasi PD Pontren, H.Akrom Jangka Daosat, menyampaikan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah, anggota DPR RI komisi IX  yang telah berbagi kepada Ustadz Madin, guru ngaji  dan  beberapa Pondok Pesantren di kab Brebes termasuk Pondok Pesantren Al Falah  Salafy Jatirokeh Kecamatan Songgom, Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Kecamatan Bulakamba, Yayasan Baitus Sa'adah Jatibarang dan beberapa Ponpes serta lembaga-lembaga Pendidikan, majelis ta'lim dan takmir masjid.

Ustad Madin sangat terasa dengan adanya  Pandemi Covid-19. Semoga dengan kepedulian bersama akan memperkuat rasa kebersamaan sebagai bangsa dan warga Negara Indonesia.

Sementara itu salah satu Ustadz Madin penerima bantuan sembako, Ali Imron mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada Hj Nur Nadlifah, sebagai anggota DPR RI, yang telah menunjukan kepeduliannya kepada Guru Madin dan Guru Ngaji dengan berbagi paket Sembako.

Paket sembako ini sangat bermanfaat bagi Ustad Madin yang terkena dampak Covid 19.
Acara serah terima sembako dibeberapa kecamatan dihadiri oleh Ketua DPC FKDT Ahmad Sururi, Ketua PC Fatayat NU Brebes, Nur Wahidah dan beberapa pengurus DPAC FKDT tingkat kecamatan dan PAC Fatayat tingkat kecamatan.

Bantuan paket sembako yang diserahkan langsung kepada guru madin berisi beras 5 kg,minyak goreng 2 liter, mie instan, dan lain-lain.

Kepedulian terhadap masyarakat mestinya menjadi langkah utama para Wakil rakyat untuk melakukan gerakan bantuan kepada mereka. Saatnya menunjukkan bukti nyata atas peran dan eksistensinya menjadi pengayom masyarakat. Hal ini sudah diinisiasi oleh anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj. Nur Nadlifah,S.Ag, MM dengan memberikan bantuan 10.000 paket sembako dan alat kesehatan.

Sebelumnya, Bu Nad juga membagikan masker dan paket nasi kotak kepada masyarakat di Dapil IX, melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan  Wastaffel Portable dan kegiatan lainnya sebagai antisipasi memutus rantai penyebaran virus Corona. (Hg44/LH/Rur).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget