Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

September 2020


Semarang, Harianguru.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema "Bersama Pengawas Sekolah Penggerak Ma'arif Hebat Nusantara Kuat" yang bertempat di Hotel Muria Semarang (26/09/2020).


Acara yang mengundang pengawas sekolah ini, dihadiri oleh KH. Muhammad Muzamil selaku Ketua PWNU Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau meminta para peserta untuk ikut berkhidmat mengawal sekolah yang di bawah koordinasi Ma'arif PWNU Jateng.


Selain itu beliau juga menambahi bahwa "Membantu NU tidak harus menjadi pengurus di NU. Tapi bisa berkhidmat melalui sekolah-sekolah yang di bawah naungan Ma'arif NU Jateng.


Di lain kesempatan, Wakil Ketua LP. Ma'arif PWNU Jateng sambutannya menuturkan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan sistem serta kualitas sekolah Ma'arifyang hingga kini berjumlah 321 sekolah.


Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan diskusi soal sistem sekolah yang diisi oleh beberapa narasumber seperti Dr. H. Fauzi M.Ag selaku ketua LP Ma'arif NU Banyumas, Ibnu Darmawan M.Pd. selaku ketua LP Ma'arif NU Kendal, serta Drs. Agus Mujiono, M.Ed selaku Tim Pengembang Ma'arif Jateng


Salah satu yang akan di bahas dalam acara ini adalah soal "managemen Pengelolaan Sekolah Ma'arif" yang menyangkut bagaimana seharusnya sekolah Ma'arif dapat mengelola lembaganya dengan baik.


Harapannya setelah acara ini, dapat terbentuk model pengelolaan sekolah Ma'arif di bawah LP Ma'arif PWNU Jateng. Sehingga sekolah Ma'arif dapat menjadi lebih baik dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat. (HG11/Aklis).


Temanggung, Harianguru.com - Sebagai perguruan tinggi di Kabupaten Temanggung, STAINU dan AKPER Alkautsar siap mewujudkan Temanggung Gandem untuk peradaban. Hal itu terungkap dalam Studium Generale yang digelar pada Selasa (22/9/2020) bertajuk "Sinergi STAINU AKPER Alkautsar dalam Mewujudkan Temanggung Gandem untuk Peradaban" yang juga disiarkan langsung lewat virtual di Youtube STAINU Temanggung Channel.


Hadir Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi MM, Direktur AKPER Alkautsar Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners, M.Kep, Ketua YAPTINU Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., dan jajarannya, Ketua Tim Alih Kelola AKPER Alkautsar Drs. KH. Mansyur Asnawi, M.S.I., pejabat STAINU dan AKPER Alkautsar dan perwakilan mahasiswa-mahasiswi STAINU dan AKPER Alkautsar.

Selain itu hadir pula Ketua KBIHU Babussalam NU H Rochmadi, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichadl, dan Sekretaris Komisi C DPRD Jateng M Hendri Wicaksono, serta tamu undangan yang lain.

Hadir Bupati Temanggung yang diwakili Sekda Drs. Hary Agung Prabowo. M.M., Anggota DPD/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH., dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung KH.Ahmad Mukhdzir, S.Ag., M.M., yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu yang dipandu moderator Dr. Sugi, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Sekda Temanggung Drs. Hary Agung Prabowo. M.M., menjelaskan banyak hal. "Tema ini sangat menarik dan bagus karena mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Temanggung yang memang mengusung Temanggung Gandem," tegasnya.

Ia juga mengatakan, di musim pandemi atau era new normal ini, dampak riil bagi masyarakat Temanggung adalah adanya penurunan sektor ekonomi. "Pada tahun 2021 kita fokus pada pemulihan ekonomi," bebernya.

Pendapatan kita secara global, lanjutnya, yaitu 1,7 T yang akan digulirkan ke dalam berbagai program untuk mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Temanggung. "Kita ada banyak program, salah satunya menggulirkan dana perekonomian secara cepat," lanjutnya.

Melalui Studium Generale itu, Sekda juga menjelaskan beberapa program Pemkab Temanggung yang dapat didukung STAINU maupun AKPER Alkautsar.

Anggota DPD/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH., saat menyampaikan materinya diawali dengan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Studium Generale tersebut. "Kami mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Kami juga mengucapkan apresiasi atas bergabungnya AKPER di bawah YAPTINU yang mengelela STAINU juga sebagai wadah potensial," katanya.

Ia menjelaskan perjalanan karir dan pendidikannya dari Temanggung. "Fokus kerja kami di ranah legislatif adalah membuat regulasi dalam hal ini di tingkat pusat. Kami juga melakukan pengawasan penggaran di tingkat pusat," katanya.

Istri Wakil Bupati Temanggung itu juga menjelaskan fokus kerja yang dilakukan baik sebagai DPD maupun MPR RI. "Kalau MPR itu anggotanya adalah anggota DPR RI dari partai politik, serta anggota DPD RI perwakilan provinsi masing-masing," lanjutnya.

Menyingung era new normal, pihaknya menegaskan dua hal yang saat ini menjadi prioritas. "Dua hal yang penting gara-gara covid ini adalah sektor kesehatan dan ekonomi. Kita bisa bertahan secara ekonomi dan tidak terjangkit penyakit. Maka kami mengajak semua pihak untuk keluar dan mengakhiri pandemi ini. Kuncinya disiplin dengan menjaga protokol kesehatan dan menjaga kesehatan," lanjutnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung KH. Ahmad Mukhdzir, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa Kementerian Agama mempunyai tugas menyiapkan generasi salih, baik individual maupun sosial. "Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dalam menyelesaikan problem sosial," katanya.

Selain salih, lanjut dia, kita juga harus moderat. "Kita sekarang dihadapkan dengan kutub Islam radikalis dan kutub Islam moderat. Maka di era sekarang, kita harus aktif dalam dakwah di media sosial, karena saat ini penyebaran radikalisme sudah bergeser melalui media sosial," tegas Ketua PCNU Purbalingga tersebut.

Pihaknya dalam kesempatan itu mengajak STAINU dan AKPER Alkautsar karena sudah jelas di bawah Nahdlatul Ulama untuk menyebarkan moderasi beragama. "Islam wasatiyah adalah model yang harus kita dakwahkan karena itu menjadi core model dari ulama kita," tegas dia.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Para pemateri juga menjawab pertanyaan lewat channel Youtube STAINU Temanggung Channel. (Hg12/Ibda).


Temanggung, Harianguru.com - Kegiatan Gebyar Muharam diselenggarakan dalam rangka peringatan pergantian tahun Islam. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung oleh Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (BADKO TPQ) pada Kamis (17/09/2020).


Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Temanggung yang diwakili oleh Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan, serta tamu undangan dari berbagai unsur.


"Kegiatan seperti ini harus tetap berjalan. Sebagai ajang kreativitas dan penguatan ilmu untuk menambah atau mengasah kompetensi" kata Tri Raharjo dalam sambutannya.


Sambungnya, lomba-lomba ini tentunya sebagai media mengembangkan pembelajaran. Mencari hal yang inovatif dan kreatif demi kemajuan pembelajaran di tingkat TPQ.


H. Mahsun selaku Ketua BADKO TPQ Kabupaten Temanggung menyatakan kreativitas dan inovasi dari masing-masing peserta menjadi ujung tombak dalam peningkatan mutu pembelajaran di tingkat TPQ. Apalagi disaat seperti ini, munculnya pandemi Covid-19 membuat semuanya harus berinovasi agar pembelajaran di TPQ tetap berlanjut.


"Munculnya Covid-19 ini membuat semuanya harus beradaptasi. Agar pendidikan di TPQ tetap berlanjut" katanya.


Lanjutnya, keberlanjutan hal tersebut juga harus didampingi dengan kemampuan menggunakan teknologi. Berawal dari lomba-lomba ini sebagai awal untuk mengoptimalkan teknologi yang ada jangan sampai ketinggalan memahami teknologi.


Dengan lomba yang ada tentunya selain mengenalkan teknologi juga memberi semangat kepada ustadz dan ustadzah serta santri untuk tetap semangat melaksanakan proses pendidikan, tandasnya.


"Dari lomba-lomba yang telah dilaksanakan telah diperoleh juara yang terdiri dua kategori" tegasnya.


Lanjutnya, kategori yang pertama adalah lomba inovasi pembelajaran inovasi ustadz/ustadzah. Kategori tersebut diambil 3 juara. Juara 1 Dahroni perwakilan Badko TPQ Jumo dengan total nilai 246. Juara 2 Kun Khayati dari perwakilan Badko TPQ Gemawang dengan total nilai 241. Juara 3 Hanif Fakhiratul Muna perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 237.


Sambungnya, untuk kategori kreasi santri Juara 1 Dina Aulia Noviyanti perwakilan Badko TPQ Tembarak dengan total 238. Juara 2 Nida Aulia Ramadhani perwakilan Badko TPQ Ngadirejo dengan total nilai 237. Juara 3 Rifqi Umayah perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 233


Bukan hanya pengumuman kejuaraan saja dalam rangkaian Gebyar Muharam ini. Namun juga ada launching buku bahan ajar untuk seluruh TPQ di Kabupaten Temanggung. Tujuannya sebagai pedoman dalam pengajaran di TPQ masing-masing. 


"Di kesempatan ini juga ada launching buku bahan ajar bagi pendidik di seluruh TPQ" pungkas pria itu.


Buku bahan ajar TPQ itu secara simbolis dilaunching Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan yang mewakili Bupati Temanggung yang diberikan kepada Ketua Badko TPQ Kabupaten Temanggung H. Mahsun.


"Semoga buku bahan ajar ini bermanfaat tidak hanya satu periode, tapi untuk selamanya," ujar Tri Raharjo, S.Ip., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Kemasyarakatan, Pendidikan, dan Kebudayaan tersebut saat melaunching buku. (Hg19).


Semarang, Harianguru.com - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan ( PBAK) Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK)

UIN Walisongo Semarang tahun 2020 mengangkat tema "Harmoni Moderasi Beragama sebagai Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan" yang dilaksanakan secara daring sebagai langkah cerdas mensikapi pandemi covid-19 pada Rabu (9/9/2020).

Dijelaskan Dekan FPK UIN Walisongo Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag., bahwa PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan dapat menjadi momen sekaligus katalis mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kegiatan perkuliahan dan kehidupan kampus di FPK.

Pihaknya mengajak mahasiswa baru lewat forum yang dilaksanakan secara daring itu, agar mahasiswa mengenali dulu tentang apa-apa saja yang berkaitan dengan studi. "Kenali dulu hal-hal yang berhubungan dengan studi. Rasulullah Saw., bersabda 'lihatlah tetangga/lingkungan sekitar kita dulu, sebelum (membangun/mencari) rumah.."(H.R.ak-Khothib)," jelasnya.

Dalam menginjakkan kaki di perguruan tinggi menjadi gerbang kesuksesan dalam studi dan meraih mimpi-mimpi. "Saatnya mahasiswa mandiri dan belajar dan belajar," tegas guru besar UIN Walisongo tersebut.

Mahasiswa sebagai Agent of Change, menurut Prof Syamsul harus melakukan tiga hal. "Pertama transformsi personal, kedua transformasi intelektual, dan ketiga transformasi kultural," lanjutnya.

Hal itu menurutnya, dilandasi prinsip "Innallaha la yughaiyyuru ma biqumin hatta yughayyiru ma bianfusihim."

Di fakultas ya dipimpinnya, Prof Syamsul menegaskan bahwa FPK menjadi kawah condrodimuko. "Maka kita harus memperkuat tri etika kampus, yaitu diniyah, ilmiah dan ukhuwah, membentuk generasi unggul berwawasan moderat dan siap memperkuat NKRI," paparnya.

Untuk itu, mahasiswa sudah saatnya berkenalan dengan berbagai pemikir dan para tokoh Barat dan Timur, sebut saja Al-Ghzali, al-Tabari, Ki Hadjar Dewantara. 

"Tokoh gizi seperti Ibnu Sayyar al-Waraq, Maryam Jamaludden dan yang lain," tandasnya.

FPK, menurutnya, mengarah pada psikolog dan nutritionist profesional. "Psikologi akan mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sedangkan dalam bidang gizi, dapat mengkaji studi tentang gizi dan penggunaan diet khusus untuk mencegah dan mengobati penyakit," ujarnya.

Kegiatan PBAK FPK UIN Walisongo itu merupakan bagian dari pengenalan dunia akademik, khususnya dalam mendalami bidang psikologi dan kesehatan. (Hg99).


Semarang, Harianguru.com - Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyiapkan riset dengan langkah adanya coaching penelitian tangkal terorisme di Jawa Tengah. Sesuai rencana, kegiatan itu akan bertempat di kantor PWNU Jawa Tengah. Hal itu merupakan wujud bentuk langkah riil dalam membendung terorisme di Jawa Tengah.

Hal itu terungkap dalam rapat persiapan kegiatan FKPT Jateng Bidang Penelitian di Waroeng Steak and Shake Ngaliyan, Semarang, Rabu sore (2/9/2020).

"Kerangka riset ke depan, diawali dengan coaching. Ke depan harus jelas tujuannya, fokus masalahnya, dan wawasan risetnya. Jangan sampai nanti sudah jalan terjadi empty teory, empty methodology," kata Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag.

Hal tersebut menurut guru besar UIN Walisongo itu mendesak, dan harus ada pemikiran dan gerakan alternatif. "Jadi bisa diawali dengan preparing, coaching, juga penguatan metodologi secara holistik," tegasnya.

Selain Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif, M.Ag., hadir juga jajaran pengurus lainnya, Sekretaris H. Iman Fadhilah, Kabid Penelitian Sukendar, Kabid Pemuda dan Pendidikan Joko Prihatmoko, Kabid Media Massa, Hukum, dan Ekonomi Hamidulloh Ibda, staf administrasi dan umum Ahmad Rouf.

"Besuk Sabtu 5 September 2020, akan dilakukan coaching yang akan diikuti 20 orang dari enam kabupaten/kota di Jawa Tengah. Enam daerah itu dari Tegal, Solo, Semarang, Demak, Magelang dan Semarang," kata Koordinator Penelitian, Siti Maemunah MSI.

Kegiatan itu juga menjadi bagian FKPT Jateng dalam menguatkan riset tentang tangkal terorisme di Jawa Tengah. Selain membahas persiapan coaching, juga dilakukan laporan perbidang termasuk perkembangan perlombaan di BNPT. (Hg17/Ibda).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget