Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Desember 2020


Temanggung, Harianguru.com - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dilarang alergi atau anti terhadap sains atau ilmu pengetahuan barat. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam kegiatan beragama, sains barat sangat dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan dosen STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda saat menjadi pemateri dalam forum Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Cabang Temanggung di SMP Jam'iyyatut Tholibin Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jumat (25/12/2020).

"Kita mau menentukan arah kiblat butuh kompas, kita mau haji sangat butuh pesawat terbang, kalau anti sains dan teknologi ya sudah sana pergi haji jalan kaki, kalau melewati laut ya nglangi (berenang)," kelakar Mabimkom PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung tersebut.

Bahkan, kata dia, hari ini semua aktivitas keagamaan harus menggunakan produk teknologi lewat media sosial, media siber, dan media baru seperti Youtube. "Sekarang ngaji lewat Youtube, Misa Natal lewat Youtube, lalu kok kita menolak teknologi barat itu ya paradoks," tegas Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif LP. Ma'arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Dalam MAPABA yang diikuti mahasiswa AKPER Al-kautsar dan STAINU Temanggung yang bertajuk "Menyiapkan Mu'taqid Muda yang Berlandaskan Nilai Nilai Ahlussunah Waljamaah" itu, ia menjelaskan pada dasarnya ada empat potensi sains dan Islam atau agama jika disandingkan.

Ibda mengutip pendapat Ian Graeme Barbour dalam bukunya Issue in Science and Religion. Menurut Barbour, ada empat potensi agama dan sains ketika disandingkan. "Pertama adalah konflik. Dalam konteks ini, agama dan sains sangat susah bersatu. Paradigma ini berpandangan seorang ilmuwan tidak akan begitu saja percaya pada kebenaran sains. Agama dinilai tidak mampu menjelaskan dan membuktikan kepercayaannya secara empiris dan rasional," tegas dia.

Seperti contoh, fenomena covid-19 hari ini, Anda seolah-olah tidak bertuhan dan ateis karena takut terkena virus itu. "Maka yang menang adalah produk sains dengan produk kesehatan ala WHO yang mengharuskan orang memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Padahal mau pakai masker atau tidak, ketika orang itu sakit ya sakit," beber penulis buku Filsafat Umum Zaman Now tersebut.

Potensi kedua, kata Ibda, adalah independen. "Paradigma kedua ini intinya agama dan sains memiliki wilayah yang berbeda dan berdiri sendiri, maka tidak perlu adanya dialog antara agama atau Islam dengan sains itu sendiri," beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung tersebut.

Ketiga adalah dialog. "Paradigma ini intinya ada relevansi, persenyawaan sama antara sains dan agama, sehingga keduanya bisa didudukkan bersama untuk saling mendukung, berdiskusi, menguatkan dan mempengaruhi untuk membicarakan problem kehidupan," lanjut dia.

"Keempat adalah integrasi. Paradigma ini menyatakan bahwa agama dan sains dapat menyatu dan berpadu menyelesaikan masalah kehidupan. Dan integrasi inilah yang paling banyak dipilih, karena secara hakikat agama dan sains itu bisa dinikahkan," papar penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.

Dari keempat potensi itu, Ibda menjelaskan bahwa banyak perguruan tinggi mengembangkan model paradigma keilmuan integrasi daripada pengilmuan Islam atau islamisasi ilmu pengetahuan. "Agama dan sains itu satu tarikan nafas, maka kita jangan anti barat. Saya mengutip prinsip hidup Jawa digawa, Arab digarap dan Barat diruwat," beber pengurus FKPT Jateng tersebut.

Islam sendiri, kata Ibda, sangat mengutamakan akal. "Rumusnya adalah agama itu persoalan akal. Tidak beragama bagi mereka yang tidak menggunakan akalnya. Dalam Alquran juga banyak perintah Allah kepada manusia untuk berpikir dan menggunakan akal. Seperti afala tatafakkarun, afala yatafakkarun, afala ta'qilun dan lainnya," beber Ibda.

Dijelaskan Ibda, sudah seharusnya kader PMII harus menguasai agama dan sains. "Jangan hanya sains saja yang Anda kuasai, jangan pula agama saja yang Anda dalami. Tapi harus keduanya. Seperti kata Albert Einstein yang mengatakan religion without science is blind, science without religion is lame," lanjut dia.

Ia juga mengajak para kader PMII untuk mendalami ayat-ayat qauliyah dan kauniyah seperti contoh fenomena corona hari ini. "Di NDP PMII itu diajarkan bahwa kita harus dapat mengolaborasikan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminallam. Ini membuktika bahwa kita harus beragama lewat zikir, bersains lewat pikir, dan beramal lewat amal saleh. Sebab, sebaik-baiknya agamawan dan ilmuwan adalah yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Maka harus dipegang teguh prinsip zikir, pikir dan amal saleh," tukas dia. (HG55/Wahyu Egi).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip melakukan Makrab dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Kode Etik Jurnalistik" pada Selasa (22/12/20) sanpai Rabu (23/12/20). Bertempat di Gedung Tarbiyah STAINU Temanggung. Tema kegiatan ini adalah "Mengkulturasikan Kode Etik Jurnalistik".


Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Menyanyikan Mars Shubanul Wathan dan Mars STAINU. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak.


Acara ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber yang di hadirkan yaitu Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian, Mahasiswa IAINU Kebumen, Musafak, Pengurus PPMI Kedu, Yulian Wahyu Aji, Dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda.


Pemaparan dari tiap pemateri sangat menarik dan sangat membantu para peserta. Terutama untuk kebutuhan peserta dalam dunia jurnalistik kedepan. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari semester 1 dan 5. Tanya jawab berlangsung secara dinamis dalam kegiatan ini.  


"Dalam definisi jurnalistik, yang dimaksud dengan informasi adalah news (berita), views (pandangan atau opini), dan karangan khas yang disebut feature (berisikan fakta dan opini)," ungkap Hamidulloh Ibda disela-sela pemaparannya.


Pimpinan Umum LPM Mata UNTIDAR, M.Rauuf Oktavian Nur mengatakan kode etik merupakan suatu alat untuk menjaga martabat wartawan pers mahasiswa. (Hg11/Tri Wulantoro/AS).


Temanggung, Harianguru.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Grip STAINU temanggung mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Makrab digedung Tarbiyah STAINU temanggung pada 22-23 Desember 2020.Pelatihan ini diikuti oleh Mahasiswa STAINU Temanggung berjumlah 20 mahasiswa.

Pelatihan ini diberi materi tentang PPMI disampaikan oleh Yulian Wahyu aji mulai pukul 22.00-20.30.

PPMI ini merupakan organisasi/lembaga yang menaungi dari gabungan LPM dan Persma di tingkat kampus. PPMI ini tujuannya untuk mengkoordinasi di kota-kotanya,serta berperan dalam lembaga ,dan melindungi anggota LPM , papar pemateri tersebut.


Berita ini ditulis untuk memberikan sebuah informasi yang diwartakan berdasarkan fakta dan sama sekali tidak mengandung hoax. 

Di akhir sesi penyampaian materi ,ia memberi kesempatan untuk peserta berdiskusi/sesi tanya jawab.(hg11/Rochifah).


Temanggung, Harianguru.com - Melalui aplikasi Zoom dan dilakukan dalam jaringan (daring), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung divisitasi atau asesmen lapangan akreditasi oleh dua asesor BAN PT pada Kamis (17/12/2020) sampai hari ini, Jumat (18/12/2020). Dua asesor yang melakukan visitasi secara daring itu adalah Dr. Fauzan, MA., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd., dari UPI Bandung.


Selama dua hari itu, menurut Kaprodi PGMI STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda dilakukan beberapa konfirmasi atau klarifikasi borang APS sesuai yang dikirim di BAN PT. "Tahapan akreditasi ini memang panjang. Kita dulu upload borang di SAPTO pada Maret 2019. Lalu karena di BAN PT terjadi banyak antrean borang yang belum divisit, maka visitasi mundur sampai Desember 2020 ini," beber Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) tersebut.


Berdasarkan alur dari BAN PT di SAPTO, tahapan akreditasi dimulai dari pemenuhan borang dan diupload di SAPTO. "Lalu ada AK dan kemudian kalau AK sudah beres baru dilanjutkan AL dan tinggal menunggu terbit SK serta sertifikat akreditasi," beber penulis buku Dosen Penggerak Literasi tersebut.


Selain terjadi antrean visitasi borang, pandemi covid-19 ini juga menjadikan AL harus dilakukan secara daring. "Semua prodi dari jenjang S1, S2 sampai S3 saya kira menunggu AL. Alhamdulillah kita mendapat jadwal di tahun ini dan semoga mendapatkan hasil maksimal meski kita belum memiliki lulusan," beber dia.


Dijelaskan dia, AL secara daring memiliki keunikan tersendiri. Untuk akreditasi Prodi, hari pertama setelah pembukaan dilakukan klarifikasi pada sesi dengan pimpinan unit pengelola Prodi, dilanjutkan konfirmasi data LKPS/Exel data PS, sesi dengan pelaksana penjamin mutu internal, sesia dengan tim akreditasi, sesi dengan middle manajemen di UPPS, dab sesi dengan alumni serta pengguna eksternal.


Pada hari kedua adalah sesi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kerja mandiri tim asesor, penyampaian feedback dan penandatanganan berita acara AL, lalu wrap up dan penutupan.


"Rangkaian itu memang banyak kendala. Utamanya dengan koneksi, listrik dan lain sebagainya. Namun semoga Prodi PGMI STAINU Temanggung mendapat nilai maksimal," harap dia. (Hg12).


Pati, Harianguru.com
- Mulai hari ini, Rabu, 16/9/2020, Pemerintah Kabupaten Pati, lakukan monitoring terhadap seluruh desa, di Kabupaten Pati.


Hal tersebut dilakukan atas instruksi, Bupati Pati  Haryanto, untuk menekan pencegahan virus corona, selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Pati.

Laiknya di Kantor Pemerintah Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, pagi ini,  
monitoring dilakukan oleh Bappeda Pati.

Bappeda Pati bersama Pemerintah Kecamatan Kayen, Pemerintah Desa Sundoluhur, yang didukung Bidan Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Guru PAUD, BUMDes, Karang Taruna, tokoh masyarakat, beserta mahasiswa KKN Mandiri STIBI Syekh Jangkung 2020, sepakat untuk mengedukasi masyarakat melalui gerakan memakai masker, secara wajib.
 
Bappeda, diwakili Widhayoko, pemerintah desa dan seluruh yang hadir pada pagi ini, ia mengimbau, untuk mengajak masyarakat dalam pergerakan memakai masker secara serentak selalu diupayakan.

Pak Yoko, sapaan akrabnya, ia mengingatkan bahwasanya telah terbit Peraturan Bupati (Perbup) nomor 66 tahun 2020, bagi warga masyarakat yang tak disiplin terkena sanksi, apabila tak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan denda 100 ribu hingga 1 juta rupiah. Yang sebelumnya, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 49 tahun 2020. 

Perbup baru tersebut, diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati untuk menunjukkan keseriusan dan lebih tegas lagi dalam menangani Covid-19.

"Mari, saling 'gepok tular' untuk menjaga kesehatan bersama, tetap patuhi protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, dan jauhi kerumunan, karena kondisi Pati, kini melonjak signifikan," pintanya.

Ia juga menitip pesan kepada mahasiswa STIBI Syekh Jangkung Pati, ia mengajak untuk mengedukasi masyarakat secara masif, meskipun dilakukan daring. "Kami juga butuh kawan-kawan KKN mahasiswa ini, untuk mengedukasi dengan baik, akan pentingnya menaati protokol kesehatan," pesanya.

Atas mufakat dari kerja sama antar lini, kegiatan dipungkasi dengan pemukulan kentongan oleh Bappeda dan Djamian selaku Kepala Desa Sundoluhur, sebagai pengutaraan simbolik, untuk keseriusan mengahdapi pandemi Covid-19. (hg44/Din).


Semarang, Harianguru.com
- Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada Kamis, 3 Desember 2020. Pengukuhan pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat dihelat bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Digelar juga seminar nasional secara virtual dengan tema “Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan Inklusi di Madrasah” dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr Sujarwanto, M.Pd, Dewan Pakar FPMI dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unversitas Negeri Surabaya, Tubagus Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, dan Sita Thamar Van Bemmelen, Konsultan Pendidikan Inklusi Inovasi. Kegiatan virtual ini melibatkan 500 peserta melalui aplikasi zoom, sedangkan channel youtube yang disiapkan GTK Madrasah tercatat disaksikan oleh lebih dari 2700 pemirsa.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6782 tahun 2020 tentang Penetapan Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif Pusat tahun 2020-2025 tertanggal 3 Desember 2020, telah ditetapkan Dewan Pembina yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur Gurubdan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktur Kurikulum, Sarana Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah.

Dewan Penasihat yaitu Siti Sakdiyah, M.Pd., Dr. Abdul Faqih, M.A., M.Ed., Sunarman Sukamto, Dr. Imam Bukhori, M.Pd., Dr. Abdul Munir, M.Ed., M. Sidiq Sisdiyanto, S.Ag.

Dewan Pakar yaitu Dr. HM. Mujib Qulyubi, MH., Prof. Dr. Drs. Achmad Syahid, M.A., Dr. Ro'fah, S.Ag., BSW., MA., Ph.D., Dr. Sujarwanto, Dr. Dedy Kustawan, M.Pd., Dr. Ahsan Ramdani, Drs. Hariyanto Oghie, MA., Mokhamad Ikhsan, M.Ed.

Ketua Umum FPMI pusat adalah Supriyono, M.Pd., Wakil Ketua Maskanah, M.Pd dan Akmal, S.Ag., M.Pd. Sekretaris Umum Fakhrudin Karmani, M.Pd.I, Sekretaris Mahruf, S.Ag, M.Pd.I., Erwan Hermawan, S.Pd.I, M.Pd., dan Endah Bidayatul W, M.Pd. Sedangkan Bendahara Umum Lailil Qomariyah, M.Pd, Bendahara Dr. Yeni Sri Wahyuni R, S.Pd., MA., Hasan Asro, S.Ag, MA.

Bidang Penelitian dan Pengembangan H. Ahmad Mujahidin, B.Ed., M.Pd., Drs. Euis Juariah, Drs. Yettu Herlina, M.Pd.I., Hj. Ummiyani, S.Ag., M.Pd., Drs. Hj. Retno Dewi Utami, M.Pd. Bidang Data dan Informasi Miftahul Huda, S.Pd.I., Tjipto Prakosa, ST., MT., Hamidulloh Ibda, M.Pd., Drs. H. Zahrudin, MM., Sholahudin Fikri, M.Pd.I.

Bidang Perencanan dan Program Inti Farhani, MA., Drs. Sucipto G Siswanto, MM., Said Jufri Baabud, S.Pd.I., Siti Aisyah, S.Ag., Syuriah, Lutfi Firdausi. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Ilham Prakoso, S.Sos.I., Hj. Azmarwati, M.Pd., Drs. M. Wahdan Zani, Amir Masruri, M.Pd.I, dan Anizar ST., M.Pd.

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Organisasi Tati Supiati, S.Pd.I, Miftachul Huda, M.Si., Fitrisma Rais, M.Pd., Hj. Husnul Khatimah, SP., Drs. Musahir, M.Pd. Bidang Advokasi dan Hukum As'adul Yusro, M.H.I., Zubaida dan Sahadeni, S.Pd. (HG44/ibda).


Medan, Harianguru.com - Dalam rangka upaya pencegahan sebagai antisipasi masuknya nilai radikalisme baik yang bersifat intoleran maupun terorisme perlu dilakukan oleh seluruh pihak. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga persatuan, kesatuan serta keamanan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi incaran kelompok terorisme. Tiada hentinya, Kepala BNPT kini menyambangi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (2/12) pagi.


Rektor UINSU, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA mengapresiasi atas kunjungan dan perhatian Kepala BNPT di bidang pendidikan dan generasi muda dengan dilaksanakannya Silaturahmi Kebangsaan di UINSU. Ia mengatakan pemberdayaan umat dan moderasi beragama menjadi bagian visi UINSU yang diharapkan dapat menjadi implikasi upaya pecegahan di lingkungan kampus.


“Di UINSU ada pusat integrasi ilmu, dikotomi keilmuan, dan agama kami coba integrasikan.  Upaya deradikalisasi atau pencegahan sudah kami arahkan sebagai upaya moderasi beragama, semoga kami bisa memberikan kontribusi,” ujar Rektor UINSU.


Dalam kunjungan yang didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan perkembangan terorisme baik global maupun nasional. Penting untuk dipahami bahwasanya ideologi radikal yang intoleran serta menggunakan kekerasan masif digaungkan oleh tokoh terorisme global yang kemudian mempengaruhi perkembangan radikal terorisme di kawasan regional dan nasional. Gelombang tersebut menempatkan generasi muda sebagai rentan terpapar terlebih dengan adanya transisi metode infiltrasi yang dulunya dilakukan secara konvensional hingga digital seperti kondisi saat ini.


“Pergerakan kelompok teror ini tidak bisa dipandang remeh, ideologi kekerasan terorisme yang disemai dibawa ke Indonesia, sudah banyak contohnya dimana anak muda Indonesia terbawa ideologi yang seolah-olah memperjuangkan misi agama, ini karena ajaran tersebut dikembangkan penerus-penerusnya,” ujar Kepala BNPT.


Hal tersebut menunjukkan adanya kerapuhan pertahanan ideologi dari generasi muda. Diperlukan penguatan pertahanan diri generasi muda yang terdiri dari narasi agama dan nasionalisme yang seimbang, sehingga generasi muda dapat membedakan ajakan yang bersifat merusak nilai-nilai kebangsaan.


“Kita harus menjaga dan membekali adik-adik generasi penerus bangsa kita, jangan sampai mereka bisa menganggap tawaran aksi kekerasan sebagai bagian dari agama, agar senantiasa juga memegang teguh 4 pilar kebangsaan uang merupakan titipan warisan luhur pendiri bangsa,” ujar Kepala BNPT. (HG19).


Purworejo, Harianguru.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo di penghujung bulan November 2020 ini melakukan pemilihan Ketua STAINU Periode 2020-2024. 


Pemilihan ketua STAINU Purworejo kali ini dihadiri oleh Ketua Senat Dr. Djamal.M.Pd. yang diikuti oleh Kandidat calon ketua STAINU Purworejo yaitu bapak Mahmud Nasir, S. Fil.I M.Hum. sebagai calon ketua nomor urut 01 dan Siti Khusniayati Sururiyah , M.Pd.I., sebagai calon ketua nomor urut 02. 


Kedua kandidat saling beradu orasi dengan memaparkan visi misi dan program kerja masing-masing. Acara pemaparan Visi Misi dan Proker 4 tahun kedepan diikuti oleh audien dengan sangat antusias dan semangat. 


Setelah pemaparan visi misi dan program kerja oleh masing-masing kandidat acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pertanyaan berasal dari panitia dan para dosen. Sesi tanya jawab berlangsung dengan penuh antusias. 


Hal ini dibuktikan dengan banyak penanya dan banyaknya pertanyaan dimasing-masing penanya. Dari panitia yang awalnya hanya memberi kesempatan untuk dua penanya tetapi karena melihat antusias para audiens kemudian panitia akhirnya memberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebanyak enam penanya. Tiba dipenghujung acara yaitu pemilihan Ketua STAINU Purworejo periode 2020-2024 yang dilakukan oleh segenap dosen kemudian dilanjurkan acara perhitungan suara yang dimenangkan oleh bapak Mahmud Nasir, S.Fil, I.M.Hum, Senin (30/11/2020). 


Dalam sambutan pidato kemenangannya, beliau menyampaikan terimakasih untuk kepada dosen, karyawan dan serta mahasiswa STAINU Purworejo yang telah menemani beliau memimpin empat tahun terakhir ini. Tanpa adanya dukungan dan spirit, tentu program-program tidak bisa berjalan dengan lancar.


“Di pundak saya masih ada amanah yang dipercayakan, beliau juga menyampaikan terimakasih pada Senat STAINU Purworejo, dan terimakasih pada ibu Siti Khusniayati Sururiyah , M.Pd.I. yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini," kata dia. (HG99/Aiena Rissa F).

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget